CAUTION!
FF ini bisa menjadikan anda super jayus, lebe wal narsis.
Ati – ati kena serangan jantung dadakan, syok yang berlebihan, bibir mengkerut dahi keriput, asal jangan sok imut (?).
(Anonymus : AUTHOR KALO KAYAK GITU SIAPA YANG MAU BACA?!)
Yang pasti FF ini dapat menyebabkan senyum berlebihan, suara yang ga kekontrol, goyang cacing syle, kangker kejiwaan dsb.
"PERHATIKAN ORANG SEKITAR ANDA!"
DISCLAIMER :
I'll Forget you (C) CN-Blue
Because I miss you (C) CN-Blue
Someone Like You (C) Adelle
Only Hope (C) Mandy Moore
Pergilah Kasih (C) Once
Naruto (C) Masashi Kishimoto
I'll Forget Her! (C) Eru Kan Riku/Eru Rikusho
Inspirated by :
Love Strory (C) Sagun (my friend) ; Real life story, It's about my classmates tragic love story.
Hitungan hujan untuk cinta sang Sunny (C) diamond (my friend) ; Real life story, It's about my classmates tragic love story. (sukses beneran keajadian lho...)
Pertama : Cerita dasar dari Naruto, Lirik lagu I'll Forget you and Because I miss you (CN-Blue) & Real Life yang saya re-mix jadi gaje* bin tije* wal ajaib. Thanks for all.
Mohon maklum apabila ada kesamaan nama, tempat dan cerita. Cerita ini hanyalah Fiktif belaka. Meskipun sedikit biograpy yang sudah saya edit menjadi Narasi nan TRAGIS!
(chyah ellah, udah kyk sinetron aja)
Jujur Aje ye...ni cerita ada kisah and pengalaman ERU juga lho! Ni cerita ketiga dari Eru Rikuso maaf klo kelamaan up date,maklum Eru sering ga modal pulsa buat nge up date (alibhy). Serkarang saya pindah rumah jadi ke Eru Kan Riku. Jadi Selamat menikmati!
Chapter 1.
Sunday, 26th August XXXX
(Naruto Pov)
Pagi ini sagat sunyi, ketika kusadari esok ku harus kembali ke sekolah. Menyapa teman – teman yang telah lama tak ku jumpai. Hari ini hujan lagi – lagi hilang, dia tak kembali datang. Dikala hatiku nan mulai sepi, ku terdiam dan termenung menatap langit indah tanpa kelabu. Ku bertanya pada diriku untuk langit, "Kenapa kau bisa terap cerah sedangkan hatiku ini masih kelabu?". "Yah mungkin itu karena engkau adalah langit," jawabku pada diriku yang termenung kaku menetap lagit.
"Dia..." sahut ku seketika di saat lamunanku tertuju pada sosok seorang gadis... benakku berkata, serentak ku bangun dari lamunanku dan mulai duduk tegak. "Apa yang akan ku lakukan besok?dia... sudah pasti aku akan menemuinya?" mukaku memerah, serentak ku geleng –gelengkan kepalaku untuk menyadarkanku. "Bagaimana ini?" aku menunduk tak tahu apa yang akan ku lakukan ketika esok ku harus menemuinya, gadis sang bunga terindah di taman hatiku itu? setelah selama ini aku tidak menemuinya?...
(Hinata pov)
'Hari ini cerah sekali'benakku mengagumi indahnya pagi ini. Esok aku harus kembali ke sekolah. "phufff.." ku helakan nafasku. " haah belanjaan ini berat sekali... kak Neji kemana sih?" ku turunkan sebentar kantung belanjaanku yang banyak dan beratnya mengerikan. Ku goyang-goyangkan tanganku sejenak, menghela nafas panjang dan merilex-kan punggung yang pegal. Tatapanku beralih sejenak ke arah sosok yang ku kagumi. "JEDER" rasanya suara itu terngiang di telingaku bersamaan dengan nafas yang ku buang secara cepat. "Na..naruto-kun?" sungguhkah? Tak sadar suara panggilanku cukup terdengar sampai-sampai membangunkan lamunannya dan membuatnya memalingkan arah lamunanya yang awalnya dari danau menjadi ke arahku.
" Degh..." jantungku... huaaa... rasanya mau copot. Ku kuatkan hati rapuhku ini agar aku bisa menatap wajah menawannya yang bersinar bagaikan sang sirius di gelap malam. Dan... ia mendekatiku.. sejenak sekujur tubuh ini kaku, ketika ia menyapa ku, dengan tampang flat disertai senyuman manis dan di hiasi aura girangnya. Namun ku tahu.. dia sedang menutupi kesedihannya, kegundahannya, bahkan bisa saja senyuman itu adalah senyuman yang ingin di tunjukannya pada seorang gadis lain, yang... hah aku tak ingin menyangka yang tidak baik. "Hai.. Naruto-Kun!" balas ku dengan senyuman yang kucoba semanis mungkin, senyuman dan sapaan yang sangat ingin ku tunjukkan untuknya.
(Naruto Pov)
Hadoh... hatiku gundah dan tak tentu arah... mengenang kejadian saat aku belum memiliki rasa suka yang seperti demikian padanya. Dia... bagaikan ilusi di hidupku. "Na..naruto-kun?" teriakan ini memechakan suasana lamunanku. Aku sangat mengenal suara ini gadis keluarga bermarga. Yak, Hinata Hyuga tepatnya. Aku menoleh ke arahnya. Seperti biasa mukanya yang kaget saat melihatku itu sangat lucu. Aku tertawa sejenak setelah melihat tingkahnya yang unik. Ku bangkit dari tempatku duduk, lalu berdiri dan berjalan menuju ke arahnya. "Ah! Hinata! Kau rupanya!". Ku tersenyum, sesaat aku merasakan kembali hangatnya matahari mulai menusuk tubuhku, tak ku sangka aku melamun nyaris 3 jam, sejak bintang masih menari-nari di langit sampai matahari muncul menggatikan bulan. Jadi ku fikir langit yang sejak tadi kulihat adalah langit di saat fajar.
Hinata menyapaku kembali. Serentak aku kembali dari lamunanku akan matahari dan mengarahkan pandanganku ke arah gadis itu. "Dia...menyapaku?" aku bertanya-tanya dalam hatiku. Apakah ini mimpi? Dia kembali melakukan gaya khasnya yang lucu, seakan-akan berbicara pada dirinya apa yang telah ia lakukan tadi. Dia kembali menatapku dengan tatapan seakan-akan dia mengerti perasaanku. Ku alihkan pandangannya pada suatu benda yang mengusik fikiranku sejak melihatnya. "Kau..yang membawa benda ini?"tanyaku pada gadis itu, heran. "Iya..." Jawabnya lembut. "Aku tadi habis belanja, dan melihatmu termenung saat aku ingin istirahat sejenak karena membawa semua ini, dan aku menyapamu,"sambungnya cepat. "Oh... semua ini kau yang bawa? Apa ga berat?" tanyaku yang mulai kasian melihat tampangnya yang memelas kecapekan seperti habis berburu diskon di pasar dengan lawan ibu-ibu gendut yang sering memaksa dan gak mau kalah. "Biar aku yang bawakan ya..." ku ambil barang belanjaannya yang terlihat berat."Ah ga usah ga apa-apa rumah aku dekat kok, ini berat..." sahutnya lembut, sambil mengulurkan tangannya ke arah tanganku yang mulai mengangkat kantung belanjaan miliknya. "Ga apa-apa, lagian aku ga ada kerjaan" sahutku meyakinkannya. "Eh" aku kaget ketika mengangkat barang-barang itu... Barang seberat ini? Di angkut olehnya? Tubuh mungil manis itu harus berapa kali berhenti untuk istirahat?.
Akhirnya ku lihat wajahnya yang mulai ceria, sepertinya rasa capeknya mulai hilang. Aku berjalan, sudah cukup jauh dari tempatku termenung tadi. Tak terbayangkan jika gadis itulah yang harus mengangkatnya sejauh ini?. "Nah itu rumahku!" sahutnya sambil menunjuk rumah ber-tipe Hook dengan pagar kira-kira 2 meter tingginya, dan tak terbayang bagiku seberapa luasnya rumahnya. Aku masuk kerumahnya dan di persilahkan duduk di teras rumah itu. Ku hirup aroma asrinya rumah itu, tak ku dengar bisingnya dan tak kurasa ada banyak orang di rumah itu. Aku menggoyang-goyangkan kakiku, mencoba menghilangkan rasa capek yang ku rasakan. Terselibat di benakku... "seberapa kuat gadis itu? berjalan jauh seperti itu tak terlihat aura lelah?". "drap..drap..drap..." ku dengar suara langkah kaki di atas lantai kayu mendekat. "Ini minumlah, kau pasti capek, maaf telah merepotkanmu. Terimakasih ya kau telah mengantarku." Sahut gadis itu dan tersenyum manis sambil duduk di sebelahku dan menyodorkan segelas es jeruk untukku , aku berharap hujan bisa melihat hal ini bersamaan dengan matahari yang telah menghangatkan hari ini yang memunculkan pelangi indah di langit.
Setelah ku minum es jeruk itu akupun langsung pamit undur diri. Ku fikir aku lebih baik pulang saja, karena kakiku yang mulai rewel dan mataku yang nyaris 5 watt ini. Menyuruhku bergerak menuju kamar ku di rumah. "Selamat tinggal! Sampai ketemu lagi ya! Oh ya! Terimakasih atas minumannya ya!" sahutku pada gadis itu dan langsung berlari menuju rumah, tapi.. aku masih mendengar sejenak teriakan gadis itu saat dia mengucapkan kata terimakasih untuk kedua kalinya padaku. Aku hanya tersenyum, dan berlari lagi. Aku bertekad "aku ingin tidur ah"... sebagai pengganti malam tadi aku yang termenung di bawah naungan bintang.
(Hinata Pov)
"Naruto.. kau tahu... betapa dan kenapa aku mengagumimu, Itu karena ini..." Sahutku dalam hati sambil berjalan menuju rumah bersamanya. Ketika kami sampai di rumah aku segera mengambil belanjaanku, mempersilahkannya duduk dan menyuruhnya menunggu sebentar, aku tahu dia pasti capek... aku berlari ke dapur menaruh belanjaanku di sana, dan dengan expres ku siapkan air minum untuk lelaki itu...
"drap..drap..drap..." ku melangkah mendekatinya sambil membawa nampan dengan dua gelas es jeruk. Sesampainya aku di sisinya, aku duduk dan tersenyum. "Ini minumlah, kau pasti capek, maaf telah merepotkanmu. Terimakasih ya kau telah mengantarku."sahut ku sambil menyodorkan segelas es jeruk untuknya.
Ketika ku lihat ia bergegas pergi, aku berteriak dan berharap ia mendengarku "Terimakasih". Benakku berkata ber ulang-ulang sesuai dengan irama detak jantungku yang mulai menjadi, ku luapkan itu pada mulutku ketika ku lihat lelaki itu sudah mulai jauh. Hingga ku hanya melihat siluet punggungnya dari kejauhan yang di hiasi cahaya matahari yang mulai terik. "Naruto kau tahu.. aku sangat mengagumimu dari lubuk hatiku yang terdalam, meskipun ku tak tahu kapan kau akan menatapku dengan tatapanmu pada gadis itu, dan tersenyum padaku dengan lubuk hatimu yang terdalam... hingga aku memiliki arti yang penting dalam hatimu... dan hatiku ini bisa menjadi bunga di lautan bunga di hatimu itu. Andai... study ex-change itu bisa di undur sampai kau mengakuiku... tapi itu mustahil, iya kan? Naruto – kun." Sahut ku pelan pada diriku.
Ku torehkan tinta hitam pada diary ku... " well, I still love you.." itulah yang sejak tadi ku tuliskan saat aku termenung memikirkanya, gadis itu dan tentu saja waktu study ex-change yang sudah berlari mengejarku. Tuhaaaannn... aku hanya bisa berteriak dalam hati... ku rapatkan tanganku, ku pejamkan mataku... dan berkata.. "Tuhan... andai saja hatiku ini terbalaskan... meski hanya sebentar... ah tidak... setidaknya andai saja aku bisa terus bersama dan di sisinya... di sisa waktuku di jepang ini... andai...saja..." tanpa ku sadari air mata mulai menetes, dan membasahi pipi, tangan, bahkan buku diary ku... " Andai saja...kisahku terbalaskan, aku ingin bisa bersamanya selamanya! Aku ingin mencintainya selamanya... aku... ingin... terus... mencintainya...hiks..hiks.."tangisan ku mulai menjadi dan di saat itu juga kenangan akan lelaki itu terbelesit di pikiranku... "Kau tahu... kau itu sudah bagaikan presiden dan bintang di hatiku... kau mengerti itu Naruto?" tulisku pada diary yang sedikit rapuh karena tetesan air mataku. Ku tutup buku itu, lalu membanting tubuhku ke ranjang dan berusaha tidur dengan menutup mataku, masih saja ku mendoakan lelaki itu.. "Tuhan... semoga aku dan dia di lindungi saat tidur,terbangun, dan di berikan mimpi indah yang menghisasi setiap malamnya, AMIN."
(Keesokan harinya di Konoha High School)
(Naruto Pov)
"Pagi Naruto" sahut segerombolan orang di hadapanku. Ah itu teman-temanku... "Pagi semua!" Sahutku gembira, aku berlari ke arah Sikamaru, Kiba, Shino, dan yang lainnya. "Seperti biasa tatapan konyolmu itu selalu menghiasi wajahmu!" ungkap Shikamaru dengan tatapan flat yang berpakaian jas rapih tanpa benkak di kantung matanya. "Sepertinya kau sukses berhibernasi 3 minggu kebelakang ya! Sampai kau tak menguap lagi pagi ini! Hahahahaha!" celotehku yang di ikuti tawaan dari yang lain. "Selamat tahun ajaran baru semua! Kita naik kelas 11 nih! Kalian udah liat daftar nama dan kelas belom?!" sambung Ino tiba-tiba, dan memecahkan suasana gila tadi. "Eh Naruto pagi!" sapa Ino dan Sakura padaku, ku terdiam sejenak. "Ah iya.. pagi Ino...papapagi Sakura" mungkin mukaku bisa di lihat berubah warna menjadi merah muda. "Pagi Naruto! Sudah liat dafatar nama?" sambar Sasuke mengubah suasana menjadi mencekam. "Belom." Sahut ku cepat. "Ah kalau Sasuke-kun sudah liat belum?" sambar Sakura dengan suara memanis. "Belum juga...makanya saya nanya." Balas Sasuke datar. "Ya udah kalo gitu kita liat bareng-bareng aja setuju ga?" Sambar Ino mengubah suasana, di sertai persetujuan semua teman-temanku, yah terpaksa aku ikut , yah orang itu lagi-lagi merusak suasana saja.
"Naruto...Uzumaki... kelas...11-...7. Sasuke Uchiha... 11- ... 5" sahut petugas bagian administrasi, jujur saja aku tidak begitu gembira tidak sekelas dengan Sasuke karena.. ku fikir dia.. bagaikan.. sodaraku yang sangat cerewet dan menyebalkan. " Sakura Haruno.. .. 11-..5! yak silahkan masuk ke kelas kalian masing-masing!" "Yes! Sasuke –Kun!" sahut Sakura bahagia, di lain pihak,"11...-5? Apaaaaaaaaa!" teriakku lantang memecahakan keheningan. "Naruto... shuuutt...diam... berisik tau.."sahut Sakura mulai malu mengenaliku. "Baka!" sambar Sasuke tegas dan mulai berjalan ke kelasnya. "EH... Sasuke.. tunggu aku ikut bareng... Naruto aku duluan ya daah!" sahut Sakura yang perlahan mulai tak di sisiku karena mengejar Sasuke. Orang itu! Benar-benar! "WHY?" tanyaku dalam-dalam.. aku masih tidak mempercayai ini.. aku bersender di pojok ruangan daministrasi.. sambil bengong melihat perlahan-lahan teman-temanku pergi mendahuluiku menuju kelasnya masing-masing... "Trap...trap..." suara langkah perempuan dari sepatu yang sangat ku kenal mendekati meja administrasi... "Pak, saya... kelas apa ya?" tanyanya pelan, yak aku kenal suara ini... aku meyakinkan hatiku.. dia... "Namamu"tanya petugas administrasi. "Nama saya... Hinata pak. Hinata Hyuga!" jawabnya lembut, aku mulai sadar.. benar itu gadis waktu itu.. aku yang masih menunduk saat itu serentak menoleh ke arah mereka ketika mendengar... "Hinata... Hyuga.. emn... kelas kamu... kelas 11- ... 7 nak!" "Makasih pak."gadis itu memutar badannya dan terkejut menatapku yang juga menatapnya bengong tepat di hadapannya, dengan tampang seraya masih tak percaya akan keadaan hari ini. "Nanana...naruto?, aaa..aku duluan ya..." Dia langsung kabur bagaikan barusaja melihat setan. Aku yang masih heran sejak kapan dia sekolah di sini dan harus sekelas denganku di tambah aku harus tidak sekelas dengna Sakura yang mana dia sekarang sekelas dengan Sasuke?. "Hei! Kau Uzumaki cepat masuk kelas! Bel sudah berbunyi... mau sampai kapan bengong terus?" Teriak petugas administrasi . Aku pun langsung mengejar Hinata. "Tunggu HINATA! Kita bareng ya!"tanyaku , sambil terengah-engah. "Ah... iya..sebaiknya cepat" jawabnya pelan dan memalingkan wajahnya dariku.
(Hinata Pov)
Tuhan, apakah ini artinya kau menjawab permohonanku semalam?
"Hinata Hyuga kelas 11-7" ketika kata – kata itu terucap dari mulut petugas administrasi, nyaris pupus harapanku bersama lelaki itu. Ku balikkan badanku... eh? Lelaki itu berada tepat di hadapanku dengan tampang tak percaya, dengan secepat kilat dan tanpa pikir panjang ku katakan"Nanana...naruto?, aaa..aku duluan ya..." lalu ku lansung berlari keluar ruangan itu dan berjalan secepat mungkin menuju kelasku, detak jantungku yang mungkin bahkan bisa terdengar oleh orang yang berada di dekatku."Tunggu HINATA! Kita bareng ya!"tanyanya , sambil terengah-engah, yang tak kusangka telah berada di sampingku sambil menarik tanganku ...Dia mengejarku? Ah... tak mungkin untukku. "Ah... iya..sebaiknya cepat" jawabku pelan dan mencoba memalingkan wajahku darinya, memalingkan wajah yang udah gak ke kontrol ini darinya.
11-7 ah benar ini kelasnya. Ketika ku buka pintu dan... "Kemana saja kalian?" tanya Guru Kakashi yang heran melihat kami yang baru saja datang. "Tersesat kali tuh! Naruto kan bodoh!Untung saja kau bersama Hinata kau jadi ga telat seharian deh... " sambar Kiba dengan celotehannya yang amat asal di sertai tawaan teman sekelas. "Sudah Kiba! kau berisik sekali sih!" sambar Tenten keberatan. "Ah jangan begitu Tenten..."sambar Kiba, "Sudah, sekarang giliran guru yang bicara." putus guru Kakashi, "Kalian berdua boleh masuk saat jam ke-4 sekarang kalian berdua turun ke lapangan lalu hormat bendera sampai bel berakhirnya jam ke-3 berbunyi kalian baru boleh masuk, mengerti?!". "Taappiii... guru.. Hinata ga salah kok! Yang salah aku doang! Aku kan..." sambar lelaki itu mencoba membenarkan. "Aku mengerti pak. Sudahlah Naruto, ini kan hukuman, aku kan memang pada awalnya telat kok" selaku, aku menunduk memberi hormat pada guru Kakashi lalu menarik Naruto dan berjalan menuju lapangan. Dengan suasana aneh, antara aku sedih karena di hukum di lain pihak... aku bahagia bisa bersamanya di moment yang unik, Tuhan... Kau memang berjalan dengan jalanmu sendiri... jalan yang unik.. hehehe.. semoga sang bintang melihat ini, dan menyinari kegelapan hujan dan menjadikannya pelangi yang indah.. Semoga saja.. matahari kan melihatnya juga... ya... semoga saja... Sunny.
Tong Be Conge
#alias...To Be Continued#
Ceramah singkat Eru :
Ekhm... Ekhm... Eru mau bilang makasih buat semua yang menginspirasi Eru dan memberikan kritik & saran yang membangun. Terus Eru mau minta maaf bagi semuanya kalo Eru ada salah, Well maap juga Eru lupa ngasih judul Prologe... hehehehe.. nah semoga di chapter ini kalian bisa menyukainya. Eru dengan lapang hati menerima keripik dan sarana yang membangun. Thanks and Loves you all! :D
...MOHON KERIPIK DAN SARANA...
;;;;;Maaf kalo ada tulisan, kata – kata, jabatan, dsb Yang kurang & salah alias Typo;;;;;
,,,Siap menerima delevery order,,,
(promosi lagi...)
_SIAP MENAMPUNG BENDA BERNAMA REVIEW Dan PELURU BERNAMA LIKERS maupun Readers apalagi POLOWERS_
#Mohon sabar menanti episode selanjutnya#
