Naruto milik Masashi Kishimoto

Story by me

Warning : Typo, OOC, bahasa tidak dimengerti, dan lain-lain

Sebelumnya

Sasuke masuk ke kelas, melewati bangku sakura yang berada didepan bangku Hinata. Kemudian Sasuke berhenti di bangku Hinata.

"kau tidak apa-apa kan?" Tanya Sasuke kepada Hinata. Hinata hanya melihat Sasuke sekilas kemudian pandangannya kembali beralih pada buku fisika yang dipegangnya. Melihat itu, Sasuke hanya bisa menghela nafas, kemudian dia berjalan ke bangkunya yang berada di paling belakang dekat pintu.

Look At Me

Seluruh siswa XI IPA 2 memandang tak percaya pada reaksi Hinata, mereka semua tak menyangka Hinata akan bereaksi seperti itu, disaat hampir semua siswi di KHS berlomba untuk mendapatkan perhatian dari Sasuke, Hinata yang hari ini mendapatkan perhatian itu, malah bereaksi seperti itu bukanlah hal yang spesial.

Kriiinnngg…

Suara bel masuk berbunyi, semua siswa yang tadi sibuk memandang dua tokoh utama hari ini, kembali tersadar dan segera duduk di tempatnya masing-masing. Tak lama, guru fisika mereka datang dengan wajah yang berseri.

"Selamat pagi anak-anak" ucap guru fisika.

"Selamat pagi sensei" balas murid-murid.

"Sebelum memulai pelajaran, ibu akan menyebutkan hasil ujian kalian minggu kemarin"

"Baik sensei"

"Seperti biasa, nilai rata-rata kelas kalian paling tinggi di banding kelas-kelas yang lain" ucap guru fisika itu sambil tersenyum. Dan itu membuat murid di kelas bersorak gembira.

"Baiklah ibu hanya akan memberitahu 3 orang yang mendapat nilai tertinggi" ucap guru fisika itu melanjutkan.

"Yang ketiga.. Uchiha Sasuke dengan nilai 95" hampir semua siswi bersorak dan sisanya bertepuk tangan.

"Ah Sasuke-kun memang hebat" ucap Ino

"Benar, sudah tampan, pintar, kaya, ah dia memang sempurna"lanjut Sakura sambil tersenyum.

"Yang kedua.. Nara Shikamaru dengan nilai 97" ucap guru fisika melanjutkan, dan semua murid pun tepuk tangan.

"Dan yang pertama, seperti biasa.. Hyuuga Hinata" semua murid kembali bertepuk itu pelajaran pun dimulai, semua murid menyimak pelajaran yang di sampaikan.

Krrringg.. Kriiingg..

Suara bel istirahat telah berbunyi, semua siswa KHS bersorak senang karena sudah waktunya mereka melupakan sejenak pelajaran –pelajaran yang memuakkan itu. Di kelas XI IPA 2, semua siswa mulai membereskan buku dan satu-persatu pergi keluar dari kelas, kebanyakan dari mereka pergi kekantin. Hinata pun menutup bukunya dan berjalan keluar dari kelas, melihat itu Sasuke pun segera berdiri dan ikut keluar.

"Sasuke, kau mau kemana?" Tanya Naruto.

"Ahh.. tidak tahu" jawab Sasuke yang sudah sampai didepan pintu kelas.

"Hah? Kau itu aneh, lebih baik ikut aku ke kantin" tawar Naruto.

"Tidak, terima kasih" jawab Sasuke sambil melihat keluar kelas untuk mencari keberadaan Hinata, dan ia melihat Hinata sedang berbelok di ujung koridor.

"Aku penasaran, kenapa kau tak pernah mau di ajak ke kantin?" Tanya Naruto bingung.

'Karena dia juga tak mau ke kantin' jawab Sasuke dalam hati. Kemudian Sasuke langsung berjalan keluar kelas untuk mencari Hinata. Sasuke berhenti tepat di ujung koridor, tempat dia terakhir melihat Hinata.

'Pasti ke perpustakaan' ucap Sasuke dalam hati.

Hinata masuk ke perpustakaan, kemudian dia mulai mencari buku untuk menemaninya selama jam istirahat. Hinata mengelilingi rak-rak yang tertata rapi ini, sesekali ia berhenti ketika melihat buku yang membuatnya tertarik. Hinata kembali berhenti ketika melihat sebuah buku dengan cover berwarna hitam, di buku itu tertulis sebuah judul 'Cara Mengatasi Rasa Takut', Hinata memandang buku itu ragu, tapi kemudian ia mencoba mengambil buku yang berada di rak paling atas itu. Hinata menginjitkan kakinya, berusaha mennggapai buku yang membuatnya tertarik. Tiba-tiba sebuah tangan menggapai buku tersebut dan mengambilnya, itu membuat Hinata sedikit membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang mengambilkannya buku, dan ternyata orang itu adalah Uchiha Sasuke.

Sasuke menyerahkan buku itu pada Hinata, namun Hinata malah membalikkan badannya lagi dan mengambil asal salah satu buku di rak kemudian berlalu meninggalkan Sasuke sendirian. Sasuke menghela nafas melihat sikap Hinata padanya, dia pun memandang buku yang barusan di ambilnya dengan tatapan geram. Sasuke menghela nafas lagi sebelum memutuskan mencari Hinata, dia melihat Hinata sedang duduk sendirian di salah satu bangku yang berada di perpustakaan ini. Sasuke pun menghampiri Hinata dan menarik buku yang diambil Hinata secara asal itu kemudian menggantinya dengan buku yang di ambil olehnya untuk Hinata, setelah melakukan itu Sasuke berjalan keluar perpustakaan dan menutup pintu perpustakaan denga kencang hingga menimbulkan bunyi yang amat keras. Tentu saja itu membuat Hinata terkejut, Hinata menunduk. Hinata berjalan pelan menuju pintu perpustakaan, dia memutuskan untuk kembali kekelas saja.

Diluar, Sasuke jatuh terduduk di depan pintu perpustakaan yang sudah tertutup, Sasuke menyenderkan tubuhnya di pintu itu, dia mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Hinata, kenapa kau masih bersikap seperti ini?" Tanya Sasuke dari luar.

Didalam perpustakaan, Hinata yang baru saja memegang gagang pintu untuk membukanya, kembali terdiam karena mendengar pertanyaan Sasuke.

"Aku tahu kau masih marah padaku, karena kejadian malam itu" Sasuke menundukkan kepalanya, dia benar-benar terlihat frustasi.

'Bukan begitu Sasuke-kun' ucap Hinata dalam hati. Kini Hinata menatap pintu didepannya ini dengan tatapan sendu.

"Kalau saja waktu itu aku percaya padamu" Sasuke melanjutkan.

5 tahun yang lalu..

Seorang gadis kecil sedang duduk di bangku taman sambil memegang selembar kertas. Sesekali dia tersenyum saat melihat tulisan yang tercetak di kertas tersebut.

"Mau sampai kapan kau melihat kertas itu?" Tanya seorang anak laki-laki yang tiba-tiba muncul.

"Sampai puas" gadis itu tersenyum senang.

"Ck dasar.. sepertinya kau bangga sekali dengan nilaimu itu" ucap anak laki-laki itu sedikit sinis.

"Tentu saja, aku mendapat juara umum pertama saat ujian kelulusan" ucap gadis itu bangga.

"Hanya menjadi juara umum pertama, itu sangat mudah" Anak laki-laki itu meremehkan.

"Benarkah? Buktinya yang mendapatkan sertifikat terbaik ini adalah aku" gadis itu mengoyang-goyangkan kertas yang sedari tadi dipegangnya.

"Itu.." anak laki-laki itu mencoba memberi alasan.

"Sudahlah Sasuke-kun, terimalah kenyataan kalau kau hanya di posisi kedua" gadis itu menjulurkan lidahnya. Anak laki-laki itu pun memandang gadis didepannya dengan tatapan kesal.

"Kau tahu, nilaiku lebih kecil darimu itu karena… ah lupakan" anak laki-laki itu beranjak pergi dari taman itu. Sang gadis menyusulnya dari belakang sambil tersenyum geli.

Hinata terus mengikuti Sasuke dari belakang, hingga akhirnya ia merasa bosan karena berjalan sendirian dibelakang. Hinata pun menyusul Sasuke yang berada jauh didepannya, kemudian berhenti tepat di samping Sasuke.

"Sasuke-kun, kau marah?" Tanya Hinata bingung.

"Tidak"

"Benarkah?"

"iya" Sasuke berhenti melangkah dan Hinata pun reflek menghentikan langkahnya.

"Jangan bahas lagi masalah ini, Oke?" lanjut Sasuke dengan nada kesalnya. Hinata pun tersenyum geli, kemudian menganggukan kepalanya singkat.

"Eumm.. Sasuke-kun, ada yang ingin kutanyakan?" Tanya Hinata dengan wajah yang tiba-tiba menjadi serius.

"Apa?" Sasuke menatapnya bingung.

"Tadi saat aku mengikutimu, bagaimana perasaanmu?" Tanya Hinata dengan wajah polosnya. Sasuke sedikit terbatuk mendengar pertanyaan itu. Tentu saja Sasuke merasa senang karena Hinata mengikutinya dan memastikan bahawa Sasuke tidah marah pada dirinya, lagipula siapa yang tidak senang jika orang yang kita sukai mengikuti kita karena dia takut kita akan marah padanya? Tapi mana mungkin Sasuke mengatakan kalau dirinya menyukai itu kan?.

"Biasa saja, memangnya kenapa?" Tanya Sasuke yang mulai kikuk.

"Itu.. akhir-akhir ini aku merasa seperti diikuti oleh seseorang, dan itu membuatku sedikit takut" ucap Hinata sambil memainkan rambutnya.

"Benarkah?" Tanya Sasuke sedikit bingung. Hinata mengangguk pelan.

"Aku merasa orang itu mengikutiku dimanapun, disekolah, di taman, dijalan bahkan di rumah" Hinata masih sibuk memainkan rambutnya.

Tiba-tiba Sasuke memasang wajah serius " Benarkah? Memangnya ada orang yang mau mengikuti gadis jelek sepertimu" Sasuke mengacak-acak rambut Hinata kemudian lari meninggalkan Hinata yang berteriak kesal.

Keesokan malamnya Hinata menghubungi Sasuke.

"Ada apa Hinata?" Tanya sasuke disebrang telpon.

"Sasuke, Hari ini ayah dan ibu sedang pergi ke luar kota dan Neji-nii sedang ada acara disekolah" ucap Hinata lirih.

"Lalu?" Sasuke tahu kalau hari ini Hinata sendirian dirumah karena tadi pagi Hinata juga sudah memberitahunya.

"Sebenarnya, aku takut dirumah sendirian, tak bisakah kau datang kesini?" Tanya Hinata. Sasuke memang sudah biasa menginap dirumah Hinata, apalagi saat Hinata sedang sendirian dirumah, biasanya tannte Hikari akan memintanya untuk menemani Hinata dirumah. Dan biasanya Sasuke dengan senang hati akan menerima permintaan tersebut. Namun, hari ini dia tidak bisa karena Itachi-nii sedang ulang tahun dan keluarganya punya tradisi, untuk makan malam bersama saat salah satu anggota keluarga ada yang ulang tahun. Sebenarnya, Sasuke sudah memberitahu Hinata tadi pagi dan Hinata pun bilang dia tidak apa-apa sendirian dirumah, bahkan Hinata menitipkan kado untuk kakaknya itu.

"Sekarang aku sedang makan malam, bukankah dirumahmu banyak pelayan? Kau tidak perlu takut, mereka akan menemanimu kan?" Sasuke sedikit tak enak.

"Tapi, aku merasa seperti ada orang yang memperhatikanku, aku benar-benar takut" Suara Hinata sedikit bergetar.

"Emm.. atau kau saja yang menginap dirumahku, Bagaimana?" Tanya Sasuke.

"Ah..tidak usah, kurasa aku sudah tak takut lagi" Hinata menjawab, kemudian mematikan telpon genggamnya.

Keesokan harinya, Sasuke mendengar Hinata hilang. Dari yang Sasuke dengar, Hinata kemungkinan diculik, dan hasil introgasi dari pelayan di rumah Hinata, rata-rata mereka bilang terakhir kali melihat Hinata sekitar jam 10-11 malam. Padahal Hinata menghubungi Sasuke sekitar pukul 9 malam.

Sasuke benar-benar menyesal, seandainya dia percaya kata-kata Hinata yang mengatakan dia merasa diikuti atau seandainya semalam dia datang kerumah Hinata. Akankah Hinata masih disini bersamanya?

Hinata ditemukan 7 hari kemudian. Di hari ditemukannya Hinata, Hikari-ibu Hinata- meninggal dunia.

"Hinata, aku tahu kau membenciku semenjak hari itu" Sasuke mulai berkata lagi. "Tapi, semenjak hari itu juga aku berjanji tidak akan membiarkanmu sendiri lagi" Sasuke bangkit dari duduknya, kemudian ia menghadap kearah pintu. "Jadi Hinata, aku akan selalu disampingmu, meskipun kau bersikap seperti ini aku tetap tidak akan meninggalkanmu sendiri".

Didalam, Hinata sudah menggigit lengannya sendiri untuk menahan tangisnya yang mungkin pecah. 'aku tidak membencimu Sasuke' ucap Hinata dalam hati. 'jadi kumohon, tinggalkan saja aku' lanjut Hinata dalam hati.

"Keluarlah, sebentar lagi masuk" ucap Sasuke dari luar. Kemudian Sasuke berjalan menuju kelas.

Sasuke masuk kedalam kelas dengan wajah lesu. Namun, ia sedikit terkejut saat melihat Naruto ada di dalam kelas sendirian bersama HPnya.

"Sedang apa kau?" Tanya Sasuke bingung.

"Sedang bermain game" ucap Naruto sambil menunjukkan HPnya. Sasuke menatap Naruto datar kemudian langsung duduk dibangkunya.

Naruto yang melihat Sasuke jadi teringat sesuatu. "Teme, ada yang ingin kutanyakan?" Naruto berjalan mendekati Sasuke.

"Aku tidak mau menjawab" jawab Sasuke sekenanya.

"Aku serius teme" Naruto sedikit kesal dengan reaksi Sasuke. Mendengar itu Sasuke menatap Naruto kemudian menggerakan dagunya seolah berkata 'cepatlah tanyakan, jangan membuang wakuku'. Naruto yang mengerti isyarat itu mulai bertanya.

"Sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Hinata?"

1 detik

2 detik

3 detik

"tak ada" jawab Sasuke singkat.

"HEIII, kau pikir aku bodoh?!, saat SD kalian sangat dekat bahkan aku sempat berpikir kalian pacaran lalu tiba-tiba kalian seperti orang bermusuhan-" Naruto menarik nafas sebentar.

"Awalnya aku tak menyadari, karena saat kelas satu kita berdua tidak satu kelas dengan Hinata, jadi kukira aku tak pernah melihatmu dengan Hinata karena kau tak sekelas dengannya, jadi susah untukmu bertemu dengan dia karena jadwal yang berbeda-" Naruto berhenti sebentar untuk melihat reaksi Sasuke, namun Sasuke hanya diam tak bergeming.

"Tapi saat kelas dua ini, kulihat kalian berdua juga tak pernah mengobrol apalagi setelah melihat kejadian tadi pagi. Aku semakin merasa memang ada yang tidak beres diantara kalian" Naruto menatap Sasuke dengan pandangan curiga.

"Bukan urusanmu" jawab Sasuke singkat

TBC

Pojok review

Baby niz 137 : Flahsback 5th kebelakang dong,Updet kilat,panjangin iya ini udah flashback tapi belum semua di bahas hehehhe. Kalau update sih ita niatnya 2 hari sekali. Ini masih kurang panjang ya, lain Ita panjangin deh hehehe

keita uchiha :aish kenapa genre nya angst hikz,ini hinata knp sama sasuke sih, up kilat yah ditunggu sebenernya sih Ita awalnya bingung mau genre apa, dan berhubung niat awalnya pengen sad ending jadi Ita masukin Angst deh…masalah Hina sama Sasuke dibahasnya pelan-pelan ya.. kayaknya up date bakal 2 hari sekali, oke ditunggu ya

Juni : Lanjutt author-san kayaknya bakal seru deh update kilat please *puppyeyes makasih ya juni udah mau baca, update mungkin 2 hari sekali ditunggu ya..

NJ21: penasaran banget! apa yang menyebabkan sikap hinata-cchi berubah ke sasu-chan? ah! cepat update ya author-san, udah penasaran banget, pengen mbaca lanjutannya~ eum disini udah sedikit dibahas kan kenapa hina bersikap kayak gitu. Iya semoga bisa update cepet, ditunggu ya

aindri961 : Ceritanya kaya digantung thor. Tbc nya nanti aja pas udah jelas semua. #dilemparin panci... kalo udah jelas semua udahan dong :D , tenang aja gak akan dilempar panci sayang pancinya Cuma satu hehehe, makasih ya udah baca

Nurul851: Genre nya Hurt/Comfort and Angst ya..
Lanjut jgn lama2 ya, pengen tahu knp sikap Hinata jd berubah gitu ke Sasu, chap dpn Flashback 5tahun yg lalu ya :) ...Kan kasihan Sasu, apa Sasu mengingkari janji nya itu makanya Hinata bersikap dingin trhdp Sasu?
oke nextttt.. yahh semoga Happy Ending (semogaa)
iya ini udah lanjut,eumm mungkin iya deh sasu ingkar janji tapi bukan karena itu hina dingin sama sasu. Iya Ita juga pengennya Happy ending hehehe…

Cahya Uchiha: Mereka sengaja jaga jarak ya?nextt eumm bukan mereka tapi Hina nya aja yang jaga jarak.

SylverQueen :Hayy author-san salam kenal...
Nah loh knapa Hinata sikapnya berubah from warm to cold? Apa ada sesuatu yg terjadi di msa lalu mreka? Lanjut ya thor ganbatte! :)
hai Sylver… salam kenal juga. Iya nih banyak yang terjadi di masa lalunya Hinata. makasih ya udah baca.

sasuhina lovers : Huwaaa...T.T, Update kilat donk author-san ,Ceritaa nya kereeeennnn . makasih loh udah baca, diusahain deh up date kilat.

Re Na Ta : Fic nya cukup menarik. Aku penasaran kenapa Hime jadi cuek sama Sasuke. Next chap, update A.S.A.P yaaa wahh makasih loh, penasaran ya.. hehehe kalo gitu ditunggu ya chapter selanjutnya..

: Hai Ita-san salam kenal :)
Aku suka ff kamu :) kayak.x disini gx pendiam amat ya :) (y) apalagi sasu yang perhatian sama Hinata :)
Next chap up kilat ya...
hai cintya salam kenal juga waah makasih loh, eumm siapa nih yg gak pendiam, Hinatakah? Hinata tetep pendiam kok Cuma bedanya, klo dulu dia banyak diam karena malu-malu kalo sekarang dia pendiam karena terkesan sombong walaupun sebenarnya dia gak gitu. Eumm disini emang pusat permasalahnya Cuma di Hina jadi Ita pengen bikin Hina punya pasangan yang perhatian ke dia. Oke semoga bisa update kilat..

yui namikaze : Halo aku new reader di ffn, ceritanya bagus banget!
Huh kenapa tuh hinata jadi stoic banget(?), si dobe sih emang baka banget
Lanjut ya(?) updatenya jangan lama
halo juga, makasih ya. Eumm itu karena masalah-masalahnya dia yang bakal di bahas satu-satu entar. Dobe emang selalu gitu kan hehehehe. Semoga ini gak termasuk lama ya..

Yurika-chan : Apa yang terjadi dg Hinata kenapa sikapnya dinginn.? Btw ceritanya bagus dilanjutin ya Autor-san . oke ini udah dilanjutin, tunggui terus ya chapter selanjutnya.

Ita mau ngucapin makasih banyak untuk yang udah baca dan review , ditunggu ya chapter selanjutnya