Naruto milik Masashi Kishimoto

Story by me

Warning : Typo, OOC, bahasa tidak dimengerti, dan lain-lain


Sebelumnya

Sasuke mencari Hinata ke semua tempat. "Hinata, kau dimana?" tanyanya pada diri sendiri, tiba-tiba langkah Sasuke terhenti, "Ah perpustakaan" pikir Sasuke kemudian ia berlari kearah perpustakaan. Sasuke membuka pintu perpustakaan, namun ia tak melihat siapapun disana, Sasuke mencoba mengelilingi rak, siapa tahu Hinata sedang mencari buku, tapi tetap taka da bahkan Sasuke sudah berada di ujung perpusatakaan ini, tapi Hinata tetap tidak ada. Akhirnya Sasuke memutuskan untuk menghubungi Hinata, walaupun ia sedikit yakin Hinata tak akan menjawabnya.

Tuutt Tuutt Tuutt

Sasuke menunggu lama, karena orang yang ditelpon tak kunjung mengangkat, sampai akhirnya suara operator yang terdengar di telinga Sasuke. Sasuke pun menutup telponnya kemudian ia sedikit menghela nafas. Sasuke pun memutuskan untuk mencari di tempat lain, "Apa mungkin di toilet?"pikir Sasuke sendiri.

Look At Me

5 menit sebelumnya…

Hinata menggedor-gedor pintu sekuat tenaga, nafasnya sedikit tersenggal akibat kurangnya oksigen, karena satu-satunya oksigen yang bisa masuk kegudang ini, hanya melalui pintu yang sekarang sudah tertutup rapat.

"Tolong…Bukakan pintunya" ucap Hinata semakin lirih, tubuhnya sudah mulai lemas hingga akhirnya Hinata jatuh terduduk di samping pintu, tangannya sesekali masih sempat mengetuk pintu.

Drrtt Drrrtt

HP Hinata bergetar, Hinata mencoba mengeluarkan HPnya dari saku, sebuah SMS masuk, Hinata pun membukanya.

To : Hinata

From : 08xxxxxxxx

Bagaimana dengan kejutanku? Kau suka?

Setelah membaca pesan singkat itu, Hinata merasa tubuhnya semakin lemas, sekarang ia sudah jatuh tertidur, matanya semakin lama semakin buram. HP nya pun jatuh tepat di depan matanya, SMS dari peneror itu masih tercetak di layar. Tiba-tiba suara ringtone HP Hinata berbunyi pertanda ada panggilan masuk. Ketika itu juga, layar yang tadinya menunjukkan SMS dari peneror berubah menjadi tulisan 'Sasuke'.

"Sasuke.. aku disini.." ucap Hinata lirik sebelum akhirnya ia kehilangan kesadarannya.

"Apa mungkin di toilet?" Pikir Sasuke yang masih berada di dalam perpustakaan. Baru saja Sasuke ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu. Sasuke pun membalikkan tubuhnya untuk melihat tembok pembatas antara perpustakaan dengan gudang, disana ada sebuah jendela kecil, Sasuke mendekati jendela itu dan melihat apa yang ada dibalik jendela. Gelap, tak ada satupun yang bisa dilihat disana, karena memang yang berada di balik jendela ini adalah gudang yang tak punya lampu penerangan, tentu saja didalam sana gelap. Tapi Sasuke sangat yakin, tadi saat ia mencoba menghubungi Hinata, didalam sana muncul cahaya. Sasuke diam sebentar, kemudian ia mencoba menghubungi Hinata lagi, dan tak lama kemudian dari balik jendela itu muncul cahaya, Sasuke mengakhiri panggilan itu dan cahaya itu pun hilang. Karena kurang yakin Sasuke mencoba menghubungi Hinata sekali lagi dan cahaya itu pun muncul lagi.

"Hinata.." ucap Sasuke yang masih menghubungi Hinata sambil berlari menuju gudang. Sesampainya didepan gudang, Sasuke mendengar jelas Suara ringtone HP Hinata. Sasuke mengetuk pintu gudang.

"Hinata, kau didalam?" Tanya Sasuke. Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Akhirnya Sasuke memutuskan untuk mendobrak pintu itu.

Bruaaghhh

Pintu itu terbuka, Sasuke melihat kesekeliling ruangan dan pandangannya berhenti saat melihat Hinata jatuh pingsan di samping pintu. Sasuke sedikit terkejut, namun sedetik kemudian dia tersadar dan segera mengangkat tubuh Hinata beserta HP Hinata yang tergeletak dihadapan Hinata. Sasuke membawa Hinata ke UKS.

Sesampainya di UKS Sasuke yang baru saja ingin membuka pintu itu, dikejutkan dengan seseorang yang membuka pintu itu duluan dari dalam. Shizune-guru biologi untuk siswa kelas sepuluh sekaligus Pembina ekskul PMR-muncul dari balik pintu, matanya sedikit membelalak ketika melihat Hinata pingsan di gendongan Sasuke, tubuh Hinata terlihat sangat lemah.

"Apa yang terjadi padanya?!" Tanya Shizune yang mendadak jadi panik.

"Aku tidak tahu, aku hanya menemukannya pingsan di gudang" jawab Sasuke.

"Baiklah, bawa masuk" Shizune mempersilahkan Sasuke membawa Hinata masuk kedalam UKS. Sasuke pun merebahkan tubuh Hinata di salah satu kasur, kemudian Shizune mendekati Hinata dan mulai memeriksa denyut nadi Hinata.

"Denyut nadinya sangat lemah.." Ucap Shizune menggantung, ia terlihat seperti berpikir "Tadi kau bilang menemukannya di gudang kan?" Tanya Shizune pada Sasuke. Sasuke hanya mengangguk singkat sebagai jawaban. "Sepertinya ia kekurangan oksigen" ucap Shizune sambil berdiri mendekati lemari putih yang berada di ujung UKS, kemudian ia kembali dengan membawa tabung oksigen berukuran kecil. Shizune memasangkan masker yang berada di tabung oksigen itu di hidung Hinata.

"Sebenarnya aku harus mengajar sekarang, bisakah kau memegangi tabung ini?" Tanya Shizune pada Sasuke. Sasuke mengangguk singkat kemudian mengambil alih tabung itu dari Shizune.

"Baiklah, tolong ya.. kau bisa melepaskan oksigen itu setelah 5 menit" Shizune sedikit menjelaskan.

"Baiklah sensei" ucap Sasuke singkat.

"Kalau ada apa-apa kau bisa memanggilku di kelas X IPA 5 , itu sangat dekat dengan UKS ini" Ucap Shizune sebelum benar-benar pergi dari UKS.

5 menit kemudian, Sasuke melepaskan tabung oksigen itu dari Hinata dan meletakannya di meja yang berada di samping tempat tidur. Sasuke menatap wajah Hinata yang masih pucat.

"Kenapa kau bisa ada disana?" Tanya Sasuke pada Hinata yang masih pingsan. Tentu saja pertanyaan itu tak mendapatkan jawaban. Beberapa saat kemudian, Sasuke melihat Hinata menggerakan kepalanya namun matanya masih tertutup rapat, Sasuke baru sadar kalau ada cahaya matahari yang menerobos masuk melalui jendela di samping kasur yang Hinata tempati dan cahaya itu mengarah tepat di mata Hinata. Sasuke pun mendekati jendela itu untuk menutup gordennya, agar cahaya itu tak masuk, saat Sasuke baru menyentuh gorden, dia melihat seseorang berambut merah yang sepertinya seumuran dengannya, namun orang itu tak menggunakan seragam sekolah. Orang berambut merah yang dilihat Sasuke itu berjalan melewati jendela yang ingin ditutupi Sasuke dengan gorden. Saat melewati jendela, Sasuke melihat dia sedikit menoleh menatap Sasuke, sekilas Sasuke melihat orang itu tersenyum aneh padanya. Sasuke merasa sedikit bingung, namun sedetik kemudian Sasuke sudah terlihat tak peduli lagi. Sasuke pun membuka gorden itu hingga menutupi jendela.


Hinata sadar saat jam isirahat kedua, matanya mengerjap-ngerjap berusaha menyesuaikan penglihatannya. Setelah penglihatannya sudah kembali normal, Hinata menatap kesekeliling ruangan. Pandangannya terhenti ketika melihat Sasuke sedang duduk di dekat pintu sambil membaca buku. Hinata menatapnya lama kemudian ia mencoba untuk bangun.

Mendengar suara pergerakan dari seseorang, Sasuke langsung menutup bukunya dan melihat ke arah sumber suara. Sasuke melihat Hinata yang sedang berusaha untuk duduk. Sasuke pun mendekati ranjang Hinata dan membantu Hinata untuk duduk.

"Sebaiknya kau istirahat dulu, aku sudah minta izin dengan guru yang mengajar hari ini" ucap Sasuke sambil menarik sebuah bangku dan dia pun duduk tepat di hadapan Hinata. Hinata yang masih lemas hanya bisa menganggukan kepala.

"Oh iya.. tadi Shizune-sensei menyuruhku memberimu obat setelah kau sadar" Sasuke berdiri untuk mengambil obat yang di maksud. Sasuke berjalan menuju meja tempat tadi dia membaca, ia terlihat seperti sedang mencari sesuatu, sepertinya Sasuke kehilangan obatnya itu. Hinata melihat gerak-gerik Sasuke dari belakang.

"Aku meletakannya dimana ya?" Tanya Sasuke pelan, namun masih dapat didengar oleh Hinata.

"Oh iya.." Sasuke mengambil buku yang tadi di bacanya. Kemudian ia membuka halaman terakhir,ia terlihat seperti mengambil sesuatu dari sana. "Ini dia.." Ucap Sasuke singkat. Tanpa sadar, Hinata tersenyum melihat itu, sejak kapan Sasuke jadi orang yang pelupa? Itu yang Hinata pikirkan.

Karena merasa di perhatikan Sasuke membalikkan tubuhnya, reflek Hinata memalingkan wajahnya. Tiba-tiba Hinata merasa jantungnya berdebar kencang, Hinata pun merasa pipinya memanas.

"Hinata.. wajahmu memerah, kau demam?" Tanya Sasuke yang melihat Hinata bertingkah aneh, Sasuke pun mendekati Hinata kemudian ia meletakan tangannya di dahi Hinata untuk memastikan.

Hinata yang merasa jantungnya makin berdebar kencang saat Sasuke menyentuhnya pun reflek menyingkirkan tangan Sasuke.

"Ahh maafkan aku, Ini obatmu" Sasuke menyerahkan obat itu pada Hinata lalu menuangkan air putih yang berada di dalam teko ke gelas, kemudian memberikannya pada Hinata. Hinata meminum obatnya.

"Lebih baik kau berbaring lagi" Ucap Sasuke setelah melihat Hinata meminum obatnya.

"Oh iya, hari ini jangan pulang naik bus.." Sasuke menggantungkan ucapannya untuk melihat reaksi Hinata, namun orang yang dilihat malah balik menatapnya seolah menunggu apa yang selanjutnya ingin ia katakan.

"Kau akan pulang denganku, aku sudah menyuruh supirku menjemput" Sasuke melanjutkan. Sebenarnya Hinata ingin sekali menolak, tapi tubuhnya yang masih lemas membuatnya sulit untuk sekedar berbicara. Akhirnya Hinata memutuskan untuk langsung berbaring, Sasuke yang melihat itu menganggap Hinata sudah setuju.

Beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi, Sasuke bangkit dari kursinya.

"Aku harus kekelas, kau tak apa kan sendiri?" Tanya Sasuke pelan. Hinata mengangguk lemah sebagai jawaban. Sasuke pun berjalan keluar, sebelum benar-benar keluar Sasuke kembali melihat Hinata "Aku akan menjemputmu disini sepulang sekolah" Ucap Sasuke kemudian menutup pintu dari luar.

"Terima kasih Sasuke-kun" ucap Hinata saat Sasuke sudah pergi, kemudian ia kembali tetidur.


Dua jam kemudian, Hinata terbangun dari tidurnya. Kini ia merasa sudah lebih baik, tubuhnya memang masih lemas tapi kepalanya sudah tak merasakan pusing lagi, mungkin itu efek obat yang di berikan Sasuke tadi.

"Kau sudah bangun?" Tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul. Hinata menatapnya kemudian mengangguk.

"Sudah Shizune-sensei" Ucap Hinata.

"Baguslah kalau begitu" Ucap Shizune sambil menulis sesuatu di meja tempat tadi Sasuke membaca.

"Kau dan Sasuke..Kalian pacaran?" Tanya Shizune penasaran.

"Ahh tidak sensei" Hinata menggeleng cepat.

"Benarkah? Padahal tadi Sasuke kelihatan sangat khawatir" ucap Shizune bingung.

"Ya..aku tahu…" Hinata menjawab lirih.

"Kau tahu? Hmm biar kutebak, Sasuke itu menyukaimu tapi kau tidak menyukainya, iya kan?" Tanya Shizune yang tambah penasaran.

"Ahh i..itu.." Hinata jadi kikuk sendiri. Shizune pun tersenyum melihat reaksi Hinata.

"Sudahlah lupakan saja" ucap Shizune sambil tertawa kecil.

Tiba-tiba bel pulang berbunyi, Shizune pun langsung membereskan kertas-keras yang tadi sibuk ia tuliskan sesuatu, Hinata menduga mungkin ia sedang memeriksa hasil ulangan murid-muridnya.

"Tadi Sasuke bilang dia akan membawamu pulang" Shizune mengatakannya sambil membereskan kertas-kertas itu.

"Jadi, tak apa kan kalau aku meninggalkanmu?" Tanya Shizune sedikit khawatir. Hinata mengangguk singkat. Kemudian Shizune pun pergi meninggalkan Hinata.

Tak lama, Sasuke datang sambil membawa tas Hinata.

"Kau sudah baikan?" Tanya Sasuke. Hinata mengangguk.

"Bisa berjalan sendiri? Atau perlu kubantu?"Tanya Sasuke lagi.

"Tak usah, aku bisa sendiri" Hinata langsung bangkit dari tempat tidur kemudian mengambil tasnya yang di pegang oleh Sasuke. Hinata berjalan keluar duluan sedangkan Sasuke mengikuti dari belakang. Didepan gerbang, sebuah mobil sedan berwarna hitam sudah terpakir. Saat Hinata hampir sampai di gerbang, seseorang turun dari dalam mobil itu, kemudian membukakan pintu belakang. Hinata berhenti melangkah kemudian membalikan tubuhnya untuk melihat Sasuke, Sasuke yang sedang di lihat oleh Hinata pun mempercepat langkahnya kemudian menarik lengan Hinata untuk mendekati mobil.

"Masuklah!" pinta Sasuke yang lebih terdengar seperti perintah. Hinata yang sedang malas berdebat pun masuk diikuti oleh Sasuke. Mereka berdua saling diam selama perjalanan. Hinata sibuk melihat keluar kaca sedangkan Sasuke sibuk memandangi Hinata.

20 menit kemudian, mereka sampai di rumah Hinata, Hinata langsung turun dan masuk kedalam rumah. Sasuke pun pergi setelah memastikan Hinata masuk kerumah.

Sesampainya di rumah, Sasuke langsung masuk kamar kemudian bersiap untuk mandi. Saat sedang mengambil pakaian, Sasuke teringat sesuatu, Sasuke memasukan tangannya ke saku celana kemudian ia mengambil benda kotak yang berada di dalam saku celananya itu, HP Hinata sekarang berada di genggamannya.

"Aku lupa memberikan ini" ucap Sasuke pelan. Sasuke membalikan tubuhnya untuk keluar kamar, ia berniat mengembalikan HP Hinata, namun sedetik kemudian dia mengurungkan niatnya.

"Besok saja" Ucap Sasuke kemudian meletakan HP Hinata di meja belajarnya.

Dirumah, Hinata sama sekali tak sadar kalau HPnya menghilang, sesampainya dirumah ia langsung istirahat.

Malam harinya, Sasuke tidur dikamarnya sambil memikirkan kejadian di sekolah, Sasuke belum sempat bertanya pada Hinata, kenapa Hinata bisa berada di gudang itu sendirian? kenapa Hinata bisa terkunci didalam gudang itu? apakah ada murid yang mengerjai Hinata?. Banyak sekali pertanyaan yang ingin Sasuke ajukan pada Hinata.

Drrtt Drrtt

Suara HP bergetar sedikit mengejutkan Sasuke, ia melihat ke sumber suara. Ternyata HP Hinata yang berbunyi, Sasuke mendekati HP itu, ia mengira mungkin Hinata mencoba menghubungi HPnya dari rumah karena merasa kehilangan.

'08xxxxxxxx'

Sebuah nomor tertera di layar HP Hinata, nomor itu mengirimkan sebuah SMS.

"Kurasa ini bukan dari Hinata" ucap Sasuke sendiri saat melihat nomor tak dikenal yang muncul. Sasuke mengambil HP Hinata untuk melihat isi pesan itu, siapa tahu itu nomor baru di salah satu keluarga Hinata. Tangan Sasuke bergerak untuk membuka SMS itu…

"Sasuke! Cepat turun makannya sudah siap!"Teriak seseorang dari bawah yang Sasuke yakini adalah Ibunya. Sasuke pun tidak jadi membuka SMS itu, dia meletakan lagi HP Hinata di meja belajar kemudian turun ke bawah untuk makan.


Keesokan harinya, Hinata bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Ia membereskan buku-buku yang berada di dalam tasnya yang kemarin belum sempat dilakukan. Hinata mengeluarkan buku yang tidak diperlukan untuk hari ini, ketika sedang sibuk mengeluarkan buku dari tas, tak sengaja Hinata menyentuh headsetnya yang selalu ia letakkan didalam tas, karena headset itu Hinata jadi teringat HPnya. Seingatnya kemarin saat di gudang, Hinata menjatuhkan HPnya.

"Bagaimana ini?" Hinata jadi bingung sendiri. Hinata tahu yang menyelamatkannya di gudang adalah Sasuke tapi apa Sasuke menyelamatkan HPnya juga?

Hinata pergi ke halte dengan harapan HPnya berada di tangan Sasuke. Hinata melihat Sasuke yang sudah duduk di halte dari kejauhan. Seperti biasa Hinata akan menunggu bus dari sini, saat bus datang Hinata berlari memasuki bus, Sasuke pun seperti biasa akan mengikuti Hinata.

Didalam bus Sasuke mendekati Hinata, kemudian memberikan HP Hinata kepada pemiliknya itu, kemudian dia kembali kebelakang, Hinata sedikit tersenyum melihat HPnya.

Hinata masuk kelas seperti biasa, tapi anak-anak kelas malah melihat Hinata dengan tatapan tak biasa. Hampir semua siswa berbisik-bisik saat melihat Hinata masuk kekelas. Hinata duduk dibangkunya tanpa mempedulikan bisikan-bisikan itu.

"Hinata.. kenapa kau selalu beruntung sih" rengek Ino didepan Hinata. Hinata menatap Ino datar, walaupun sebenarnya dia sedikit penasaran apa yang sedang terjadi di kelasnya ini.

"Ino, kenapa kau malah bertanya seperti itu?" ucap seseorang menghentikan tingkah kekanakkan Ino.

"Seharusnya kau bertanya seperti ini, Hinata kau tidak apa-apa kan?" ucap orang itu lagi.

"Memang aku kenapa?" Tanya Hinata datar. Seisi kelas langsung memandangnya tak percaya.

'Seperti biasa, Hinata memang bukanlah orang yang harus di khawatirkan' itulah yang dipikirkan hampir semua murid XI IPA 2.

"Kemarin, Sasuke datang kekelas untuk meminta izin, katanya kau pingsan jadi dia harus menemanimu di UKS" jelas Naruto.

"Ohh.." Hinata hanya menyahut dengan ekspresi datar, dan itu membuat Ino yang masih berada didepannya sedikit geram.

"Bagaimana bisa kau hanya berkata 'ohh', Hinata kau ini habis dirawat oleh Sasuke, Uchiha Sasuke!.." ucap Ino dengan ekspresi yng berlebihan.

"Aku juga ingin, apa sebaiknya aku pura-pura pingsan didepan Sasuke ya"ucap Ino lagi.

"Dasar bodoh, kau pikir Sasuke akan merawatmu juga, aku yakin Sasuke malah meninggalkanmu di tempat kau pingsan" balas Naruto, dan itu membuat hampir satu kelas tertawa terbahak-bahak. Sedangkan yang menjadi objek tertawaan, memandang Naruto kesal. Tiba-tiba seisi kelas menjadi hening, ketika melihat Sasuke masuk kedalam kelas. Sakura yang dari tadi hanya diam, kini melihat Sasuke dan Hinata bergantian, Sakura memandang mereka berdua dengan tatapan curiga.

Tak lama kemudian Kurinai-sensei masuk kekelas mereka dengan seseorang dibelakangnya.

"Baiklah, anak-anak sebelum memulai pelajaran, kalian kedatangan teman baru" Ucap kurinai sambil melihat ke arah orang yang mengikutinya dari tadi.

"Perkenalkan dirimu" pinta Kurinai.

Orang itu memandang seisi kelas, kemudian pandangannya terhenti saat melihat gadis berambut indigo yang duduk di barisan kedua nomor dua, orang itu tersenyum singkat.

"Namaku Sabaku Gaara, aku pindahan dari suna" Ucapnya singkat

Sasuke yang tadi melihat Gaara tersenyum kepada Hinata pun kini memandang Hinata dengan tatapan curiga. 'Kau mengenalnya?'

Sedangkan Hinata, dia sedang sibuk membaca buku biologinya tanpa melihat anak baru itu.

TBC

Pojok review

hiru nesaan : gimana udah kejawabkan siapa yang nabrak hime? Hehehehe oke makasih loh udah baca. Tungguin yan chap-chap selanjutnya

NJ21 : iya bener banget, dulu waktu Hinata diculik memang ada orang dalem yg terlibat, yg rambut merah udh tau kan siapa? Hehehe.. oke tungguin terus ya chap-chap selanjutnya

Jojo : oke, makasih loh udah baca

mizuki Nanahara : nanti juga alasannya ada kok, kenapa Cuma hinata. lagian disini kayaknya Ita gak bakal munculin hanabi deh, jadi hinata itu anak bungsu hehehe. Umm kapan ya hinata jadi orang terbuka? Ita juga gak tau nih, yang pasti nanti, tapi gak tau di chap berapa heheheh *dilempar panci

oormiwa : wahh tebakan kamu bener nih, yg di tabrak Hinata yaa gaara dan gaara juga anak baru, tapi kalau yg neror liat entar aja ya.. okee tungguin terus ya chap selanjutnya

Nurul851 : iya gitu, makanya Hinata gak mau cerita kesiapa-siapa. Tenang aja entar juga ketahuan kok siapa yg neror.

Baby niz 137 : Pasti dong.. kalo Sasuke tahu Hinatanya diteror pasti dia bakal nolongin

Nara-chan : ini udah next, makasih loh udah baca tungguin terus ya chap-chap selanjutnya

Di Chap ini, Ita banyakin adegan Sasuke sama Hinatanya dulu yaa, mungkin di Chap depan baru mulai masalah teror-meneror lagi hehehe

Makasih semua yang udah baca dan review, tungguin terus ya chap-chap selanjutnya :D