WARNING : boys love, geje, nggak serem, thypos, ooc, mbingungi, death chara, bahasa ngaco, de el el

DISCLAIMER : para tokoh milik TUHAN YME, ortu dan diri masing masing. Cerita milik author Baek Keunree no plagiat copy dsb yang plagiat bakal dihantui nightmare sepanjang tidurnya, sampe ngompol juga.

RATE : Teen

GENRE : Horor / Romance / Mystery

.

.

Warning.. Warning.. Warning..

Hi.. keunree balik lagi setelah perjuangan lama /lagi. Dan author bring this fanfic diiringi lagunya B.A.P yang Power sungguh nggak nyambung.

nggak suka jangan baca, please

selamat membaca

EX GHOST Chapter 2

.

.

"LUHAN! LUHAN BANGUNLAH!"

Teriak semua yang ada di sana ketakutan. Setahu mereka Victoria menampakkan diri lagi di sana. Tiba tiba, Luhan membuka matanya yang sekarang menampakkan siratan kebencian. Bahkan manik matanya berwarna kuning kehijauan.

Memang... Victoria merasukinya.

"ARGH! Lepaskan aku... apakah kalian tidak sadar, hah!?" Teriak Victoria yang sekarang ada ditubuh Luhan. Namja itu terlihat mengerang kesakitan, dan tak ada yang bisa mendekatinya sekarang. Itu cari mati namanya. Kemudian Victoria atau Luhan itu menatap tujuh namja lainnya. Dengan tatapan yang sangat mengerikan karena bola mata Luhan melotot sekarang dari sana terlihatlah air mata mengalir perlahan dari pelupuk matanya.

"Ada, apa Lu.. eh Victoria noona?" Tanya Baekhyun memberanikan dirinya. Kemudian Victoria / Luhan berteriak sangat keras. Tangannya mencengkeram kuat rambut Luhan.

"BODOH! PEMBUNUH ITU ADA DI SINI! DETIK DAN SAAT INI JUGA!" Teriak Victoria dengan histerisnya. Ia terlihat sangat sangat ketakutan. Kemudian tubuh Luhan lunglai. Ia jatuh lagi. Sehun yang melihat hal itu mendekatinya dengan kekhawatiran yang memuncak. Kemudian Luhan menatap Sehun, manik matanya masih kuning kehijauan.

"Help me...!" bisiknya kecil sebelum akhirnya, Luhan benar-benar pingsan.

Dengan sigap Sehun membawanya ke mobil Lay, mereka berdelapan langsung menuju rumah sakit terdekat. Entah kenapa tapi detak jantung Luhan sangatlah lemah. Hampir tak berdetak. Nafasnyapun sangat pelan. Ini membuat mereka khawatir. Terutama Sehun yang 'barusaja' berstatus sebagai namjachingunya. Apakah Luhan akan meninggalkan Sehun dan teman-temannya? Pertanyaan itu terus terngiang di benak Sehun. Dan akhirnya mereka sampai di RS. Sekarang luhan dibawa ke ruangan UGD. Harap harap cemas terus membayangi. Tapi tetap saja, Victoria mengikuti mereka, mengamati mereka dari balik tirai UGD sebelah yang terbuka.

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

Kemudian Luhan terbangun, ia mendapati dirinya berada di ruang rawat inap sebuah rumah sakit. Bau obat-obatan selalu tercium dan itu membuatnya tak senang. Apalagi bau sterilisasi peralatan rumah sakit itu... sangat memuakkan. Iapun memutuskan pergi keluar ruangan meninggalkan Baekhyun, Lay dan Kyungsoo yang tengah terlelap di kursi sebelah tempat tidurnya.

Tapi lagi-lagi ia menyesali perbuatannya...

Pemandangan yang sangat mengerikan bahkan tak ingin ia temui seumur hidupnya terlihat disana. Kalian pasti bertanya apa...? baiklah aku akan beritahu kalian. Sekarang ini di koridor rumah sakit yang sangat sepi karena jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari itu terisikan oleh arwah-arwah gentayangan. Banyak yang kondisinya sangat mengenaskan dengan darah dimana-mana.

Terutama seorang yeoja yang sangat ia kenali...

Berdiri...

Tepat dua ratus meter didepannya...

Menatap dirinya dengan pandangan kosong...

Luhan mengutuki dirinya yang bisa melihat hal-hal tak lazim tersebut... 'Noona, apa lagi kali ini?' batinnya, ia menundukkan kepalanya menghadap lantai yang sekarang penuh darah entah apa itu halusinya saja atau apa ia tak merasa mengalami pendarahan apapun. Kemudian ia mendongakkan kepalanya kembali.

"AAH!"

Ia sangat kaget karena jaraknya dengan Victoria sekarang hanya tersisa dua meter. Sangat dekat bukan? Bahkan Luhan dapat mencium bau anyir yang sangat kentara dari mana asalnya. Ia masih sangat penasaran dengan sosok didepannya. Apakah ia arwah atau hanya tubuh tanpa nyawa yang tersesat di dunia, jiwanya.

Set...

Luhan tak tahu apa maksudnya ini, sekarang Victoria mengulurkan tangan ke arah Luhan. Ia menatap dengan bola matanya yang kuning seperti biasa, wajahnya menyiratkan kesedihan yang sangat mendalam. Lagi-lagi Luhan mendengar suara hati Victoria.

"Tolong aku..."

Tepat setelah ia mengatakan hal itu, seorang namja datang melewati koridor tempatnya berdiri dengan Victoria saat itu. Seketika darah yang berceceran di lantai itu hilang. Dan... namja itu berjalan tepat ke arah ruangan rawat Luhan. Anehnya ia tak menyadari keberadaan Luhan dan Victoria di belakangnya.

Hingga hal itu terulang lagi...

"HELL NO! MURDERER! PEMBUNUUUUUUH!"

Teriak Victoria dengan sangat keras, dan kejanggalan itu terus mengusik pikiran Luhan. Namja yang diteriaki oleh Victoria itu tetap tidak menengok ke arah sumber suara. 'Apakah ia tuli? Siapa sebenarnya namja yang disebut pembunuh oleh Victoria ini?' batin Luhan lagi. Kemudian dengan ragu-ragu, Luhan mendekati Victoria mencoba menenangkannya.

"Victoria noona... tenanglah. Ceritakan semuanya padaku, ne?" Bujuknya. Namun Victoria masih tetap memegang kepalanya terlihat sangat ketakutan, dan ia meragukan bahwa yeoja itu benar-benar arwah. Lagi lagi Victoria mengangkat tangannya, ia lalu berkata... atau berbisik tepatnya.

"Dia orang yang membunuhku, Luhan ah.." katanya sambil menunjuk sang namja.

"Eh!?" kekagetan Luhan tak dapat disembunyikan lagi, terlebih saat ia mengetahui tujuan namja itu mendatangi ruang rawat inapnya. Memperhatikan seisi ruangan dengan tatapan misterius. Tangan namja itu sudah siap untuk menyentuh gagang pintu ruangan nomor 221 itu. Andai saja Luhan dapat melihat wajah namja itu, namun sialnya ia mengenakan topi dan syal yang menutupi wajah sebagai kunci identitasnya itu.

"Aku harus membalas dendam padanya...!" Geram Victoria dengan tatapan penuh kebencian dan amarah yang sangat kentara dari padanya. Luhan bergidik ngeri melihat yeoja yang sudah ia anggap noonanya sendiri itu.

"Noona... bagaimana caranya kau..?" pertanyaan Luhan terhenti ketika Victoria mulai terbang ke arah namja tadi. Namun ia berhenti dan menoleh ke arah dua orang perawat yang mendapatkan shift malam kala itu. Melihat orang mencurigakan tadi, dua orang perawat itu berteriak dan mengejarnya.

"YA! Siapa kau?! YA! BERHENTI!" Teriak dua orang perawat namja yang mulai mengejar orang misterius itu namun mereka kalah cepat. Aura koridor itu berubah seketika, dan Luhan merasakannya. Victoria menghilang entah kemana...

'Noona, aku turut berduka. Andai saja aku bisa membantu lebih dari ini.' Batin Luhan, lagi lagi keberadaannya tak disadari dua perawat yang lewat itu. Ketika sang perawat berhenti untuk bercakap cakap, Luhan mengibas kibaskan tangannya di depan wajah mereka. Namun tak ada respon. 'Aneh, ini aneh. Kenapa mereka tak melihatku bahkan menyadari keberadaanku?' pikirnya, ia mulai gila sekarang. Keberadaannya tak digubris oleh seseorang sejak tadi. Ia mencoba bertanya sesuatu.

"E.. maaf apakah kau bisa mendengarku?" Tanya Luhan pada dua orang itu. Nihil, mereka masih tak berhenti bercakap cakap berdua. What the hell is this... mereka seakan akan tak melihat ada namja bernama Luhan yang juga berdiri di koridor rumah sakit itu. Kemudian Luhan mencoba memegang pundak kedua namja petugas kesehatan itu.

Tapi...

.

.

.

.

WHUSH!

.

.

.

.

Luhan masih tidak percaya dengan apa yang ia alami barusan. Kemudian ia mencoba menggapai tangan seorang dari mereka. Tak berhasil... tangannya selalu menembus tubuh mereka. What..?! Ini sungguh membuat seorang Xi Luhan gila.

"Ya Tuhan, apa lagi ini? Kenapa tubuhku menjadi tak kasat mata begini?" Katanya pada dirinya sendiri. Sungguh mau mati rasanya ia ketika mendapati tubuhnya bisa menembus dua namja itu tanpa menyentuh mereka sedikitpun. Ia bagaikan angin yang lewat saja, bukan benda nyata yang memberi suatu reaksi ketika menyentuh benda lainnya. /author gila *abaikan*

"ARGH!" Ia mulai frustasi, sampai dua orang tadi benar benar menghilang ke belokan ruang lainnya. Kemudian dari arah yang berlawanan, Luhan melihat Sehun dan kawan detektifnya datang pagi pagi sekali. Jam masih menunjukkan pukul 04.13 dini hari. Wajah mereka terlihat sangat pucat dan khawatir. Entah apa yang dirasakan oleh Chen sekarang, Luhan yakin namja itu menyadari keberadaannya karena ketika berpapasan dengan Luhan, Chen menghentikan langkahnya sebentar menatap ke arah Luhan berdiri kemudian berlalu mengejar Sehun, Kai dan Chanyeol yang meninggalkannya di belakang. Lantas mereka masuk ke kamar 221 tempat Luhan di rawat. Tanpa basa basi Luhan mengikuti mereka masuk ke dalam ruangan.

Zruk...

Luhan jatuh terduduk, badannya menabrak pintu menimbulkan bunyi gebrakan yang agak keras. Hal itu membuat Luhan –yang tak kasat mata- menjadi pusat perhatian. Sekarang ia baru tahu, bahwa rohnya tidak bisa menembus benda selain manusia. Apa? Roh... Luhan tersadar.

.

.

.

"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !"

.

.

.

Tanpa segan segan ia berteriak sangat keras namun hanya dapat terdengan olehnya dan Victoria mungkin. Dan ini mengerikan, sungguh. Sekarang ini Luhan melihat 'tubuhnya sendiri' berbaring di atas tempat tidur. Di sampingnya terdapat Sehun yang menggenggam tangannya erat. Ia sedikit berkaca kaca melihat detak jantung namjachingunya terlihat sangat lemah dari monitor sebelah dipan itu. Perlahan detak jantung luhan di layar itu melambat. OH NO! Luhan panik sendiri. Ia tak tahu bagaimana caranya kembali ke tubuhnya lagi.

Tidak! Sehun sekarang menitikkan air matanya sambil terus menggumamkan sesuatu. Sementara Lay, Kyungsoo dan Baekhyun sudah menangis sedari tadi. Yang lainnya berusaha menenangkan tiga sahabat itu. Seperti ada keajaiban, Luhan mendengar suara ...

"Luhan... Luhan... cepat kembalilah ke tubuhmu sebelum terlambat. Tidurlah dimana tubuhmu itu tidur, Luhan. Cepatlah!" Kata suara itu, gemanya dapat di dengar oleh namja cantik itu walau samar. Perlahan ia menuju kasurnya.

Seketika itu juga layar monitor menampilkan suatu garis lurus berwarna merah beserta dengan suara 'piip' yang sangat menyesakkan bagi semua orang yang berkumpul di ruangan itu.

"Luhan, bangunlah..." bisik Sehun di sela sela tangisnya.

Namun sekarang Luhan sudah...

.

.

.

To Be Continued

.

.

HAIII! Yeoreobun tertjinta. *hug satu satu* Keunree is back, eh eh boleh panggil saya dongsaeng lho...

Keunree baru 15 th soalnya /ituudahtuababo.

Curhat sejenak :

Akhirnya Keunree bisa ngerjain semua soal USEK dengan tenang buakaka /plak dor. Dan hasil TO Provinsi Senin kemarin juga nggak parah parah banget sih /padahal cuma 33.60 jiah... thombong. Semoga UN bisa dapet nilai semprulna eh sempurna 40.00 hehe. Amiin

By the waii, tadi sore Keunree abis renang bareng Mas Chanyeol lho /kibasponi. Reader : eh, thor itu rambut rontok lhoo! Keunree : eh? Masa? *LOL abaikan*

Gini ceritanya, Keunree sebenernya ngajak namjachingu keunree aka cowok ganteng sejagad raya *lebay* OH SEHUN imnida /dihajarfanssehun. Tapi dia nggak mau alesannya takut jadi kea Kkamjong and takut nanti kolam renangnya jadi kolam darah gara gara Keunree mimisan karena ngeliatin Sehun topless, nggak mutu kan? Tapi bener sih nanti mimisan *JLEGERR* jadi Keunree nyuruh Chanyeol yang nggak punya abs *dibakar* nemenin Keunree renang dan jadilah acara shooting MV Black Pearl ditengah kolam. Dan setelah Keunree sampai rumah langsung dimarah sama Mas Baekhyun. Sebelumnya Keunree masukin sandal di loker 12, terus nulisin pintu kamar mandi umum dg evilnya, dengan tulisan EXO gede banget. Sekian.

Ehh... oke oke ini balasan reviewnya.

Tapi... itu beneran itu? *Readers : apanya?*

Itu lhoooooo... nganuu! Huah Keunree lupa... *Readers : cepetan deh.*

Oh iya, background Kakao Talknya Thehuna itu Miranda Kerr? ANDWAEE! Tapi kalo alasannya itu tanggal lahirnya sama kea Luhan sih, mangga kemawon. Ne.. ne.. Keunree mulai.

Lisnana1 : Luhan kena thethuatu /nyanyi. Hehe mianhae. YEAH! Kibarkan bendera HunHan! Semoga bisa cepet apdet ya hehe, keep rnr.

ICE BLOCK : hwa... gamshamhamnida mau ngelike efef geje ini... haha si Kkamjong modus. *Kai : woy! Yoree! Panggil gue hyung ato oppa kalee! Keunree : Males ah, Keunree cuma manggil seseorang dg oppa ato hyung kalo dia lahir dibawah 94.* Iya Lulu itu epil banget pas itu (?) Oke... sabar ya :D keep rnr please.

Tania3424 : haha... namanya juga ff gaje /plak. Iya itu ada humor nyasar ke fanfic ini. Mian... Victo unnie di bunuh di sini. /mewekgegulingancozKeunreesuk aVictounnie. Rnr please ^^

Rinie Hun : eaaa... Victo unnie tak akan mengganggumu kok /slappedhard. Oke.. Keunree bakal kerja extra joss buat apdet ff HunHannya. Rnr jeball *buingbuingaegyo*

Depo : eh... horornya kerasa ya. YEY! Keunree bisa nulis kea gitu karena dapet inspirasi dari rumah belakangnya Keunree yang konon (?) angker itu. Jadi selama dua tahun ini Keunree nggak pernah buka jendela kamar yang bakal langsung ngelihatin itu rumah. RnR ya :D

Baekyeol61 : Iya... Keunree sudah mengusahakan update dalam 1 minggu ini. Maaf kalau pendek. Makasih... 1000 jempolnya bakal Keunree donorkan (?) ke museum nantinya /dor. RnR please =OvO=

Ajib4ff : seru ya... hmm Keunree juga masih mikir siapa si pembunuh itu dan nihil nggak ada inspirasi. Coba author tanyain ke nae chingu dulu. Oke... Keunree masih berusaha nerusin chapter 2nya. Gomawo... rnr please *shiningsilver*

Love Couple : yey! Daebak daebak lanjutkan baca ff ini gitu ya /duak. Sudah dilanjut... rnr ya.

Oh Hyunsung : eh... itu beneran marganya Oh? /dipanahperak. Kece dong... sekece authornya *readers pingsan ditempat* kurang lebih Victoria mau minta bantuan, spoiler ini spoiler kkk. RnR *merpatieyes*

SiDer Tobat : Annyeong, athor baru a.k.a Baek Yo/Keun Ree imnida. Eh? Takut? Sini biar ditemenin Channie /manggilChanyeol /jdang! Siap dilanjut. Rnr jebal hehe...

UruRuBeak : Luhan pingsan karena ... xx ... ini ada jawabannya. Mianhae ChenMin mungkin masih chapter depan *spoiler* Review lagi ya /winkwinkgeje.

Dian HanieHunie : oke Lanjuuutt! Kalian luar biasaa~ *gayaariel* EXO pasti bersatu kok hiyahaha. Rnr ne? ^^

SaranghaeEXO : mian... belum bisa terjawab itu hahafia *ngekekevil* Kris dan Tao ada tapi KrisTao hm... Keunree pertimbangkan dulu ya. Rnr.

KaiSoo Fujoshi SNH : Annyeong *bow100derajat* author baru dengan ff gaje di sini. Thank you... suka ceritanya. Yang bunuh Vikky unnie itu blablabla dan dia minta tolong karena blablabla hehe... masih rahasia sih. Oke.. rnr please *buing"barengBaekhyun*

0312luLuEXOticS : namamu susah sekali Lu... hahah /diesh!ditendang. eh? Merinding? Sini sini baca bareng Keunree /plak. Itu para detektif modus semua emang, nyari tumpangan yang kece dan punya sahabat kece juga, huahahaha *dibungkem* Makasih, hiks terharu saya. Rnr ya...?

Rivecca Wu : hiyaa... makasih. Eh? Sooman aboji? Nanti saya dipecat jadi trainee gimana /duer/ledakantabungLPG3kg. Kalo SM aboji kurang gereget deh. Dia nggak punya masalah sama Vic unnie soalnya hehe. Rnr please :D

Astri : hieheheehee... ini ff emang geje. Saya turut minta maaf sama Victoria Unnie. Hah!? Changmin? Dia kan namjachingunya Vict unnie... jangan lah /jdak. Kyuhyun nggak bakal saya jadiin si pembunuh kok.. kecuali... hehe *ketawanistabarengKyu* rnr please

Wookiecha8797 : makasih... wae? Malem jum'at? Biar greget bin chalenge accepted gitu toh? Hmm... coba Keunree usahain. Kekeke *like a boss* rnr oke? *maksa*

Ryu Ryungie : kibarkan SuLay (?)... *nyanyi susis ani buka tapi nyanyi SuKris/eh/dibunuhtao* review again please :D

Baby Kyungie : tenang saja... Suho, Kris, dan Tao sudah ada dalam daftar alur cerita yang nantinya bakal Keunree kembangin /like a boss. Makasih... Keunree tersinggung *DUER!* typho maksudnya tersanjung. RnR please *merpatieyes*

Riyoung Kim : siap... ini sudah lanjut rnr please/wink/plak

TelekineticWhirlwind HunHan : hwa... thank you so soo man /duerr/ so much maksudnya. Rnr ya :D

.

.

SO.. SAMPAI KETEMU CHAPTER DEPAN. JANGAN LUPA RnR, NE? Pai Paii..

*aegyo bareng Baekki Oppa*