Naruto milik Masashi Kishimoto

Story by me

Warning : Typo, OOC, bahasa tidak dimengerti, dan lain-lain

Sebelumnya

"Baiklah, anak-anak sebelum memulai pelajaran, kalian kedatangan teman baru" Ucap kurinai sambil melihat ke arah orang yang mengikutinya dari tadi.

"Perkenalkan dirimu" pinta Kurinai.

Orang itu memandang seisi kelas, kemudian pandangannya terhenti saat melihat gadis berambut indigo yang duduk di barisan kedua nomor dua, orang itu tersenyum singkat.

"Namaku Sabaku Gaara, aku pindahan dari suna" Ucapnya singkat

Sasuke yang tadi melihat Gaara tersenyum kepada Hinata pun kini memandang Hinata dengan tatapan curiga. 'Kau mengenalnya?'

Sedangkan Hinata, dia sedang sibuk membaca buku biologinya tanpa melihat anak baru itu.

Look At Me

"Baiklah Gaara, kau boleh duduk disana" Kurinai menunjuk bangku kosong yang berada di depan Sasuke. Gaara berjalan menuju bangkunya, saat melewati bangku Hinata ia sedikit melirik Hinata dan tersenyum, walaupun Hinata tidak melihatnya sama sekali. Sasuke yang melihat itu jadi sedikit kesal.

"Baiklah, buka buku Matematika kalian"Ucap Kurinai yang sudah bersiap-siap dengan spidol hitamnya. Hinata langsung menutup buku Biologinya dan mengambil buku Matematika.

2 Jam pelajaran sudah berlalu, Kurinai-sensei pun sudah keluar dari kelas sejak 10 menit yang lalu setelah memberi Pekerjaan Rumah pada siswa XI IPA 2. 5 menit kemudian, Orochimaru masuk kekelas dengan membawa beberapa buku di tangannya. Orochimaru melihat kesekeliling kelas sebelum memulai perlajaran.

"Baiklah, sebelum memulai materi selanjutnya, bapak akan menanyakan soal materi kemarin pada kalian.." Ucap guru itu yang langsung mendapat protes dari beberapa siswa.

"Yang bisa menjawab, akan mendapatkan nilai tambahan" lanjut guru biologi itu.

"Kemarin kita telah belajar mngenai tulang-tulang di sekitar kepala. Pertanyaanya, sebutkan bagian tulang telinga dalam?" Tanya Orochimaru sambil melihat kesekeliling kelas. Beberapa murid terlihat sedang mencari-cari di buku catatannya seperti tenten, temari, chouji dan beberapa murid lainnya. Ada juga yang sibuk bertanya pada temannya seperti Naruto,Kiba, Sakura. Ada yang diam saja di bangkunya seperti Sasuke, Hinata, Gaara. Bahkan ada yang sedang tidur di mejanya seperti Shikamaru.

Setelah beberapa menit terlewat, akhirnya Hinata mengangkat tangannya.

"Maleus, Incus, dan Stapes"Jawab Hinata singkat, membuat semua orang yang berada di kelas sedikit tercengang, 'Bukankah kemarin dia tidak hadir di kelas?' itulah yang dipikirkan siswa lainnnya.

"iya benar sekali" Orochimaru melihat Hinata sedikit kagum. "Namamu Hinata kan?" Tanya Orochimaru, Hinata hanya mengangguk sebagai jawaban.

Setelah itu Orochimaru melanjutkan materinya hingga jam pelajarannya berakhir. Sebelum mengakhiri pelajaran Orochimaru memberikan kertas yang isinya pembagian kelompok untuk membuat tugas yang akan di kumpulkan seminggu kedepan.

"Hinata, nanti temui bapak di kantor ya" Ucap Orochimaru sebelum benar-benar pergi dari kelas. Setelah Orochimaru pergi, hampir semua murid mengerubungi kertas yang di tinggalkan Orochimaru di meja guru tadi. Tiba-tiba Ino berteriak senang saat melihat namanya di kertas itu

"Ada apa Ino?" Tanya Sakura yang tidak bisa melihat kertas itu karena tertutupi oleh beberapa murid di depannya.

"Aku sekelompok dengan Sasuke-kun" ucap Ino senang.

"Benarkah?" Sakura sedikit tak percaya, kemudian iya menggeser beberapa murid dari hadapannya, untuk melihat kertas itu.

Kelompok 1

Uchiha Sasuke

Yamanaka Ino

Sabaku Gaara

Shion

Membuat materi mengenai SEL

Sakura sedikit tak percaya saat membaca apa yang kini dilihatnya, matanya pun beralih untuk memandang Ino yang terlihat berbunga-bunga, Sakura sedikit kesal melihat itu. kemudian ia kembali melihat kertas itu untuk melihat dirinya sendiri berada di kelompok mana.

Kelompok 2

Haruno Sakura

Akimichi Chouji

Hyuuga Hinata

Uzumaki Naruto

Membuat materi mengenai SISTEM PENCERNAAN

"AAARGGHH kenapa harus dengan si BAKA itu sih!?" Sakura mengerang frustasi. Sedangkan orang yang di panggil 'BAKA' itu sudah sejak tadi meninggalkan kelas.


Hinata yang sudah selesai membereskan bukunya pun pergi ke kantor guru untuk menemui Orochimaru-sensei. Hinata masuk kekantor guru, kemudian melihat kesekeliling untuk mencari guru biologinya itu.

"Ahh, Hinata kemarilah" panggil seseorang. Hinata menoleh ke sumber suara, ternyata Orochimaru-sensei yang memanggilnya. Hinata pun berjalan mendekati Orochimaru.

"Duduklah" Orochimaru mempersilahkan Hinata duduk. Hinata duduk di hadapan Orochimaru.

"Ada apa sensei?" Tanya Hinata yang sedikit penasaran.

"Begini, bapak ingin memberitahumu kalau sekarang bapak adalah wali kelas di XI IPA 2.." Orochimaru berhenti sebentar. Hinata menatap gurunya semakin penasaran dengan maksud sebenarnya.

"Bapak tidak ingin murid-mrid di XI IPA 2 memiliki masalah" Lanjut guru itu lagi. Hinata mengangguk, dia sudah mulai bisa menebak-nebak arah pembicaraan ini.

"Soal kemarin, bapak dengar dari Sasuke, kau pingsan didalam gudang yang terkunci" Orochimaru menjelaskan. Hinata mengangguk lagi.

"Kenapa kau bisa ada disana?" Tanya Orochimaru.

"A..aku hanya sedang lewat, lalu tiba-tiba aku mendengar suara dari dalam gudang karena penasaran aku masuk, tak sengaja kakiku menginjak kayu kemudian aku jatuh dengan menabrak pintu, karena terdorong oleh tubuhku, pintu itu jadi tertutup. Saat aku mencoba membuka pintu itu, ternyata tidak bisa, aku pikir karena pintu itu sudah sangat tua jadi mudah macet" Hinata terpaksa berbohong, tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.

"Benarkah?" Tanya Orochimaru tak yakin. Hinata mengangguk lagi.

"Begini Hinata, bapak hanya takut di sekolah ini terjadi pembullyan, kau yakin itu bukan karena ada yang mengerjaimu kan?" Tanya Orochimaru lagi masih tak percaya.

"Benar pak, tidak ada siapapun disana jadi tak mungkin ada orang yang mengerjaiku" ucap Hinata sedikit merasa bersalah.

"Baiklah kalau memang bukan, tapi kalau kau punya masalah dengan teman-temanmu, bilang pada bapak ya" ucap Orochimaru. Hinata pun mengangguk.

"Baiklah pak, saya permisi dulu"ucap Hinata kemudian pergi dari kantor.


Di koridor, Hinata melihat jam tangannya, istirahat masih ada lima belas menit lagi, sebenarnya Hinata ingin ke perpustakaan tapi mendadak kakinya malas berjalan kesana, akhirnya Hinata memutuskan kembali kekelas.

"Tumben sekali kau mau ku ajak kekantin" ucap Naruto sambil duduk di hadapan Sasuke.

"Hn" Sasuke bergumam sambil memakan makanannya malas.

"Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Hinata? Kemarin kau yang merawatnya kan? Kalian sudah baikan?" Tanya Naruto bertubi-tubi. Sasuke hanya menghela nafas mendengar pertanyaan Naruto. Naruto yang merasa mood Sasuke sedang buruk memilih diam.

Hinata sampai di kelasnya yang sudah hampir kosong, hanya ada seseorang berambut merah yang sedang bermain HP di bangku keempat barisan pertama dari pintu. Hinata merasa asing dengan orang itu tapi Hinata tahu pasti, orang itu adalah anak baru dikelasnya.

Hinata duduk dibangkunya dengan tenang, tapi sepertinya itu tetap membuat si rambut merah merasa terganggu, terbukti dengan dia yang langsung menyimpan HPnya disaku celananya.

Drrrtt Drrtttt

HP Hinata bergetar, ia pun membuka HP yang sejak kemarin belum dilihatnya itu. Dua buah pesan dari nomor yang sama tertera di layar ponsel.

To : Hinata

From : 08xxxxxxxx

Ternyata ada orang yang menyelamatkanmu

Selamat yaa.. (kemarin,pukul 20:03)

Hari ini kupastikan tak akan ada orang yang membantumu lagi

Bersiaplah.. (Hari ini, pukul 09:19)

Tangan Hinata sedikit bergetar ketika membacanya, tapi ia berusaha bersikap setenang mungkin mengingat ada orang lain di kelas ini.

"Pesan macam apa itu?" Tanya seseorang dari belakang Hinata, Hinata terkejut reflek ia menyimpan HPnya di kolong meja.

"K..kau.. kau membaca SMS itu!?" Hinata menatap anak baru yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya ini dengan tatapan kesal.

"Maafkan aku, tadinya aku hanya ingin berkenalan denganmu, tapi tak sengaja aku melihat pesan aneh itu" Anak baru itu memandang Hinata bingung.

"Berani sekali kau!?" Hinata sudah menatap orang itu dengan penuh amarah, namun yang ditatap terlihat tak peduli dengan itu, dia lebih penasaran dengan hal yang barusan dibacanya.

"Tunggu dulu, kudengar kemarin kau terkurung di gudang. Apa orang yang mengurungmu itu yang barusan mengirim pesan ?" Tanya anak baru itu, tanpa mempedulikan tatapan Hinata.

"Bukan urusanmu!" Hinata bangkit dari kursinya dan berniat pergi dari kelas, tapi sebuah tangan menahannya.

"Kurasa tebakanku benar" anak baru itu masih menatap Hinata curiga. Hinata membalikkan tubuhnya untuk melihat lawan bicaranya sekarang.

"Dengar baik-baik, ini bukan urusanmu.." ucap Hinata sambil menepis tangan anak baru itu.

"Dan satu hal lagi, jangan pernah berbicara denganku lagi mulai sekarang" lanjut Hinata sebelum pergi dari kelas.

Gaara tersenyum memandang kepergian Hinata, "Kurasa aku menyukaimu" .

Bel masuk sudah berbunyi sejak dua jam yang lalu, semua siswa pun sudah sejak tadi fokus dengan pelajaran di kelas mereka masing-masing. Namun di kelas XI IPA 2, masih ada satu siswa yang belum hadir, kursinya kosong sejak jam istirahat tadi.

"Menurutmu, kenapa Hinata sekarang tidak ada di kelas?" tanya Naruto pada Sasuke dengan suara yang sangat pelan agar guru yang mengajar tidak merasa terganggu. Sasukeyang berada disamping Sasuke hanya mengindikkan bahu seolah tak peduli, padahal matanya dari tadi tak pernah lepas dari bangku Hinata, sangat jelas sebenarnya Sasuke khawatir.

"Aku takut Hinata mengalami kejadian seperti kemarin" ucap Naruto sambil memainkan pulpennya. Sasuke menghela nafas, ia mencoba untuk bersikap sedikit tenang.

Jam pulang sudah lewat dari 5 menit yang lalu, tapi Sasuke masih betah duduk di bangku kelas seorang diri. Matanya masih menatap tas sekolah Hinata yang berada di bangku gadis itu. Semenjak istirahat tadi Hinata sama sekali tak kembali kekelas bahkan saat istirahat kedua sekalipun.

"Apa dia sakit dan pulang duluan" Sasuke berpikir sendiri.


Sejak pulang sekolah tadi, Gaara sibuk berkeliling sekolah sesekali ia melihat jam tangannya. Langkahnya berhenti ketika ia sampai di ujung koridor, diujung sana terdapat tangga yang entah menuju kemana. Karena penasaran Gaara menaiki tangga itu, hingga ia sampai pada sebuah pintu. Gaara mencoba membuka pintu itu, namun tak bisa. Ternyata ada sebuah kunci yang tergantung di pintu itu, Gaara pun memutar kunci itu hingga menimbulkan bunyi 'Cklik', kemudian Gaara mencoba membuka pintu itu sekali lagi, dan ya.. pintu itu terbuka.

Angin berhembus menerpa wajah Gaara, Gaara melihat apa yang berada di balik pintu ini sambil tersenyum. Ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam sana.

"Ini.. atap sekolah" Gaara sedikit bergumam. Gaara sedikit menyipitkan matanya ketika melihat sosok yang dikenalnya sedang tertidur di bangku panjang yang berada di atap ini. Gaara mendekati gadis yang sedang tertidur itu.

"Heii, kau ?!" Gaara menggoyangkan sedikit tubuh gadis itu.

Hinata membuka matanya ketika meraskan gerakan ditubuhnya. Hinata mengerja-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke matanya. Namun sedetik kemudian matanya membelalak ketika melihat seseorang dihadapannya sekarang.

"Sedang apa kau disini?!" tanya Hinata terkejut.

"Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau disini?!" Gaara balik bertanya.

"Kau tahu? Tadi dikelas hampir semua guru mencarimu?" lanjut Gaara.

"Aku terkunci dari dalam sana, kau sendiri mengapa bisa sampai disini?" Hinata menatapnya curiga.

"Supirku bilang mobilnya mogok di tengah jalan, jadi aku disuruh menunggu selama 30 menit, karena itu aku memutuskan berjalan-jalan sebentar, lagipla kemarin aku belum sempat berkeliling kesemua tempat yang ada di sekolah ini" jelas Gaara panjang lebar. Tapi Hinata terlihat tak peduli sama sekali dengan penjelasan Gaara.

"Lalu, bagaimana kau bisa sampai disini?" Hinata langsung bertanya ke point utamanya.

"Di pintunya ada kunci yang menggantung, jadi aku tinggal membukanya dan bingo! Aku masuk" ucap Gaara sedikit dibuat-buat.

"Baiklah, aku mau kekelas" Hinata langsung berdiri dan meninggalkan Gaara sendirian.

"Hanya begitu saja 'baiklah,aku mau kekelas' " Gaara meniru ucapan Hinata tadi.

Hinata berlari kekelasnya untuk mengambil tas, ia takut ketinggalan bus karena kalau dia ketinggalan bus yang akan datang 15 menit dari sekarang berarti dia harus menunggu 1 jam lagi. Hinata masuk kekelas, namun langkahnya terhenti ketika melihat Sasuke masih duduk dibangkunya, Hinata Dan Sasuke saling menatap satu sama lain. Hinata menatap Sasuke dengan tatapan terkejut, sedangkan Sasuke menatap Hinata dengan tatapan penuh tanya. Tak lama, Gaara datang dari belakang Hinata.

"Heii seharusnya kan kau mengucapkan terimaka.." Ucapan Gaara terhenti ketika melihat Hinata diam di tempat sambil melihat sesuatu, Gaara pun menolehkan kepalanya untu melihat apa yang dilihat Hinata, ternyata ada Sasuke di bangkunya yang sekarang sedang melihat Gaara bingung.

TBC

Pojok review

onyx dark blue : hei juga… gak papa kok tebak-tbak aja dulu, bisa aja kamu bener Hehehehe , oke diusahain ya..

JojoAyuni : okee jojo

Nurul851 : iya nih untung Sasu datang. hmm mungkin aja heheheh. Okee

Baby niz 137 : okee

TanTan Hime-chan : Kayaknya kalo siapa yang neror bakal diungap di chap-chap mau terakhiran, tapi gak tau juga sih.. hehehehe

mikyu chan : heheheh coba aja dulu tebak-tebak, kalo soal siapa yg neror Ita sih niatnya diungkapin pas chap-chap terakhir. Oke ini udah lanjut.

yui namikaze : iya yui, aku juga udah niat munculin narusaku dan gaahina, makasih loh udah baca hehehhe

Maap ya.. kali ini Ita rada lama up nya, soalnya Ita lagi sibuk banget hehehe *sok sibuk padahal mah*

Dan mungkin chap depan juga rada lama, maap lagi ya…

Dan terakhir Ita mau ngucapin terima kasih banyak sama yang udah baca dan review, tetep tunggu chap-chap selanjutnya ya…