WARNING : boys love, geje, nggak serem, thypos, ooc, mbingungi, death chara, bahasa ngaco, de el el

DISCLAIMER : para tokoh milik TUHAN YME, ortu dan diri masing masing. Cerita milik author Baek Keunree, NO PLAGIAT COPY dan sejenisnya! yang plagiat bakal dihantui nightmare sepanjang tidurnya, sampe ngompol juga.

RATE : Teen

GENRE : Horor / Romance / Mystery

.

.

Ahwooooo~ Keunree is here...and

Better read this at night

Servatis a periculum [save us from danger] ... Servatis a maleficum [save us from evil]

YoBaek Keunree mempersembahkan

EX GHOST Chapter 3

selamat membaca

.

.

Flashback

Seketika itu juga layar monitor menampilkan suatu garis lurus berwarna merah beserta dengan suara 'piip' yang sangat menyesakkan bagi semua orang yang berkumpul di ruangan itu.

"Luhan, bangunlah..." bisik Sehun di sela sela tangisnya.

Namun sekarang Luhan sudah...

.

.

Ex Ghost

.

CHAPTER 3

"Tidak... Lu."

Air mata sudah tak dapat dibendung lagi. Tak hanya Lay, Kyungsoo dan Baekhyun saja yang menangis, bahkan seorang Oh Sehun juga ikut menitikkan air matanya. Chen masih bersikukuh menenangkan sahabatnya itu. Sedangkan Lay yang sedari tadi hanya melihat Luhan dari jauh langsung mendekati namja yang notabene sahabat dekatnya itu. Tak ada yang mengharapkan kejadian ini hanya merupakan pertemuan singkat. Namun tetap saja... takdir tak ada yang mengetahui dan tak akan ada yang bisa mengubahnya.

Kemudian seorang dokter datang bersama beberapa perawat lainnya. Mereka segera mengecek detak jantung Luhan. Memasang tabung oksigen, dan jangan lupakan satu hal... menyuruh tujuh namja tadi keluar ruangan.

Sementara itu di luar ruangan...

"Sudahlah, Sehun ah. Kuatkan hatimu, Luhan pasti akan sadar... percayalah pada Tuhan yang sangat menyayanginya, ia pasti akan kembali." Kata Chen sembari menepuk bahu kanan Sehun. Tak jauh berbeda dengannya, Chanyeol sekarang sedang mendekap Baekhyun yang menangis di pelukannya. Sedangkan Kyungsoo dan Lay menangis berdua sembari menerawang ruang rawat Luhan. Kai memilih untuk mengawasi dan menenangkan Kyungsoo dan sahabatnya itu dari jauh saja. Jujur ia ikut sakit melihat Kyungsoo menangis seperti itu.

"Bisakah kau tinggalkan aku sendirian?" tanya Sehun pada Chen dan kawan kawannya. Pertanyaannya itu hanya ditanggapi anggukan bisu dari Chen, Chanyeol dan Kai. Kemudian namja itu memutuskan untuk pergi ke taman belakang rumah sakit. Ia berjalan tanpa arah, seperti orang linglung saja. Namun ia tahu kemana kakinya menuntunnya.

Iapun sampai di taman belakang rumah sakit itu. Sehun mendudukkan dirinya di salah satu bangku. Jam masih menunjukkan pukul 04.48 yang tentunya keadaan sekitar masih gelap temaram. Ia kembali menangis dalam kesunyia. Ia bergumam...

"Luhan, apa kau setega itu meninggalkan sahabatmu?" sekali...

"Luhan, dan apa kau juga akan membiarkan kasus ini terpecahkan tanpamu?" dua kali...

"Xi Luhan... apa kau tega meninggalkan seseorang yang baru saja bisa mencintaimu, menjadi pasanganmu, padahal aku berjanji pada diriku untuk selalu menjagamu." Tiga kali... dan itu yang terakhir.

.

.

.

WHUSH!

.

.

.

Sehun mengadahkan kepalanya, mendapati dua.. ah tidak tiga orang atau lebih bisa disebut arwah menatapnya intens dari pintu koridor rumah sakit. Dua orang berwajah sendu namun mereka menyunggingkan senyum tipis... ya sangat tipis. Sedangkan seorang dengan wajah yang sangat ia kenal –dari fotonya- , Victoria. Kemudian dua sosok gaib itu mendekati Sehun. Tapi sialnya, namja itu tak dapat bergerak sedikitpun... semakin dekat hingga.

Set...

Mereka berdua memegang pundak Sehun. Sosok yeoja menyunggingkan senyum dan berkata, "Nak Sehun, terimakasih telah mencintai anak kami satu satunya, Xi Luhan. Kami rasa kau bisa bertanggung jawab dan menjaganya. Tapi maaf..."

Kembali sang sosok yeoja itu menampilkan wajah sedihnya. Kata katanya dilanjutkan oleh sang namja yang Sehun yakini adalah ayah Luhan. "Maaf... putra kami sepertinya harus menyusuk kami ke surga. Bersabarlah, nak."

Tes...

Tess...

Sehun tak dapat membendung air matanya lebih lama lagi. Kemudian dua sosok itu menghilang, tergantikan oleh Victoria yang sekarang sudah berada tepat di sampingnya. Menatap kosong arah yang sama dengan Sehun, menyebabkan bau anyir kian nyata baginya.

"Apa kau tahu alasan Luhan tak kunjung terbangun?" tanya Victoria yang langsung membuat Sehun menatapnya –walau transparan- kaget bercampur penasaran. Ia mengangguk sekilas.

"Katakan padaku apa yang terjadi setelah kau merasuki tubuhnya, jiejie." Sehun kemudian mengalihkan pandangannya ke atas, memandang langit yang kian mencerah namun hatinya kian mengelam.

"Rohnya terdesak olehku, dan sekarang roh Xi Luhan tersesat di dalam dunia lain. Aku dengar ia sedang berusaha kembali ke tubuhnya. Tuhan memanggilnya." Kata Victoria... perlahan namun pasti hal itu dapat dicerna sepenuhnya oleh Sehun. Victoria berpindah ke depan namja itu. Karena angin yang sangat kuat, rambut Victoria berkibar dengan liarnya. Menampakkan bercak darah di tubuhnya. Ia menunjukkan bola matanya yang kuning kemerahan sekarang. Kembali ia mengulurkan tangan...

"Tolong... tolonglah dia... setelah itu bantu aku. Kembalilah ke kamarnya sebelum terlambat." Ucap Victoria sebelum ia menghilang sepenuhnya. Dan jika kau bertanya kemana Sehun ia sudah berlari ke ruang rawat Luhan, kamar 221.

Firasatnya mengatakan bahwa ia tidak akan menyesal pada akhirnya. Dan ia harus memastikan hal tersebut. Dengan menemui LUHAN.

.

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

.

"YA TUHAN! Terima kasih... Kau mengabulkan doa kami." Kata Kyungsoo sambil memekik gembira. Rasa harunya tak dapat tersembunyikan lagi. Ia ingin sekali memeluk sahabatnya itu. Namun kondisinya yang masih terbaring tanpa membuka mata itu mengurungkan niatnya.

"Luhan hyung... kau kembali." Kata Baekhyun dengan mata berkaca kaca. Ia sudah hampir menangis karena rasa senang yang tak karuan. Lay memegang tangannya sambil tersenyum haru.

Luhan, jantungnya sudah kembali berdetak...

.

.

BRAK!

.

.

Suara pintu dibuka dengan kasar, menampakkan namja berambut pirang kecoklatan yang merupakan teman mereka juga. Keringat menetes di pelipisnya, kentara sekali kalau ia habis berlari mengelilingi koridor rumah sakit dengan perasaan aneh yang terus berkecamuk di dadanya.

Ia tersenyum lega mendapati monitor pemantau detak jantung itu menunjukkan grafiknya. Grafik naik turun yang menandakan bahwa orang itu masih sadar, dan hidup di dunia walau ia tidak bangun dari tidurnya.

Ia mendekati Luhan. Saat memegang tangannya Sehun terkejut karena tangan namja itu sangat dingin. Melebihi hawa kehadiran Victoria tadi. Mungkin ini efek samping karena terlalu lama kehilangan roh. Sehun mengecup tangan Luhan dan menangkupnya, menggenggamnya ditangannya sendiri. Mencoba memberi kehangatan pada namjachingunya itu.

Tangan itu bergerak sedikit...

"Eh...? Luhan?" Tanya Sehun. Ia sepertinya kaget dengan pergerakan Luhan barusan. Perlahan lahan detak jantungnya membaik, mendekati normal.

Seiring dengan itu arwah Victoria menyaksikan mereka dari jendela pintu ruang rawat. Tersenyum simpul, menatap kosong kasur dorong Luhan dengan iris mata yang kuning kecokelatan. Dan menghilang.

Akhirnya Luhan membuka mata.

.

.

"LU!" "LUHAN HYUNG!" "LUHAANNN!"

.

.

Teman temannya langsung berhambur memeluk Luhan yang sekarang sudah sadar. Sehun tersenyum manis padanya, dan sang empunya nama Xi Luhan melihat hal itu sekilas sehingga pipinya merona. Kyungsoo dan Baekhyun tak henti hentinya memeluk Luhan dengan erat. Itu terkadang membuat mereka berdua harus diamankan oleh Lay, Chanyeol dan Kai. Chen sudah mendapati aura seorang Luhan lagi. Padahal sebelumnya ruangan itu memiliki aura ganjil yang berarti hanya ada tujuh orang di dalam sana padahal harusnya delapan orang dengan Luhan.

Kepala Luhan berdenyut ia ingat sesuatu.

FLASHBACK

"Luhan... Luhan... apa kau mendengarku?" tanya suara itu. Luhan mencoba mencari orang yang memanggilnya tapi tak menemukan siapa pun disana selain hamparan kertas putih.. pucat di segala penjuru ruangan atau tempat itu. Luhan mengangguk pelan.

"Ya, sa.. saya mendengar."

"Perkenankanlah aku menjelaskan sesuatu padamu..." lanjut suara itu. Luhan hanya mengangguk dan mendengarkan secara pasti. "Sekarang ini, rohmu terdesak keluar oleh arwah Victoria. Tentu saja karena kau belum pernah merasakannya kau tidak tahu bagaimana caranya kembali bukan? Kau bahkan melihat pemandangan roh roh gaib yang berkeliaran sepanjang jam tiga dini hari bukan?" Luhan hanya bisa mengangguk, ia ingin mengatakan sesuatu...

"Aku tahu masalahmu. Sekarang kau sedang berada di alam bawah sadarmu. Hanya tinggal menunggu waktu hingga rohmu masuk sepenuhnya ke dalam tubuhmu, Xi Luhan." Jawabnya seperti bisa menebak ah... memang bisa menebak dan selalu bisa menebak pikiran semua orang yang ada.

"Lalu... apakah aku bisa mengalami hal ini lagi?" tanya Luhan pada suara misterius itu.

"Tentu saja. Kalau kau belum cukup kuat untuk mempertahankan rohmu sendiri. Ah... waktumu di sini sudah habis. Sampai jumpa kembali, ah... tadi orang tuamu menjenguk Sehun dan sekarang namja itu sedang menantimu. Berjuanglah..." kata suara itu samar samar sampai sekarang Luhan tersadar dari mimpi panjangnya.

FLASHBACK END

.

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

.

Sorenya Luhan sudah bisa kembali ke rumah. Ia dijemput Sehun dengan mobil Lay *lagi*. Di sepanjang perjalanan mereka tak banyak bicara dan hal itu membuat mereka berdua jengah. Tak ada yang mau menyapa terlebih dahulu dan tak ada yang memulai pembicaraan terlebih dulu. Akhirnya Luhan hanya melihat pemandangan di pinggiran jalan. Bentangan sungai yang mengalir dari pusat kota sampai desa kecil itu. Kini mereka sampai di sebuah jembatan.

'Aku harus mati...'

"Eh?" Luhan kaget. Ia seperti mendengar suara seorang yeoja. Namun ia tak menemukan orang di mana mana kecuali, mungkin. Seorang yeoja yang sekarang ini menggantungkan tubuhnya di sisi kanan jembatan bersiap untuk terjun ke sungai berbatuan tajam.

"ANDWAEEEEEE!" Teriak namja itu, tapi yeoja tadi terlanjur melempar dirinya ke sungai jauh di bawah jembatan. Sehun terkaget karena teriakan Luhan itu. Ia menoleh.

"Gwenchanna, Lu? Ada apa?" Tanyanya sembari memelankan laju mobil itu. Jalanan yang saat itu sangat sepi membuat suasana canggung lebih terasa. Luhan masih memeluk erat tas ranselnya –yang entah kapan dibawa.

"Ta.. tadi a..da seorang yeoja." Kata Luhan yang sekarang memejamkan matanya, mencoba melupakan kejadian sebelumnya. Wajah yeoja itu sangat menakutkan. Darah mengalir dari sudut matanya yang hampir keluar. Mulutnya sobek dan banyak serpihan kaca terhujam di sekujur tubuh termasuk wajahnya. Rambutnya hitam kelam berkibar kibar tertiup angin. Teriakannya pun tak kalah memilukan begitu juga menyeramkan.

"Apa yang terjadi pada yeoja itu? Apakah ia Victoria jiejie?" Tanya Sehun lagi. Ia mencoba berkonsentrasi pada dua hal yang berbeda hingga kecepatan laju mobil itu hanya 40 km/jam. Luhan menggeleng.

"Bukan... aku tak kenal siapa dia. Tapi yang kutahu ia arwah penunggu jembatan yang konon katanya bunuh diri karena ditinggal pergi namjachingunya. Namun tubuhnya tidak ditemukan sampai saat ini. Bahkan penduduk dan polisi setempat sudah melupakannya." Jelas Luhan.

.

.

.

Akhirnya setelah perjalanan setengah jam, mereka sampai di rumah Luhan dan Baekhyun. Ternyata di sana ada seorang tamu yang sedang disambut oleh Kyungsoo dan Lay. Sementara itu Chen, Kai dan Chanyeol duduk duduk di sekitar meja makan.

"Oh! Akhirnya kau datang, Luhan hyung. Ayo ikut duduk." Kata Baekhyun yang mendapati Luhan dan Sehun berjalan memasuki rumah.

"Ada siapa Baek?" Tanya Luhan.

"Itu, Minseok hyung, teman kita dari rumah sebelah hyung. Katanya ia melihat seseorang di dekat rumah kita dini hari itu." Jelas Baekhyun sambil membawa masuk sepedanya yang ia bersihkan tadi. Kemudian Luhan tercengang. Ia jadi ingat namja yang dikatakan Victoria sebagai si pembunuh.

"Kenapa, hyung?" Tanya Baekhyun yang melihat perubahan raut wajah Luhan. Yang ditanya hanya menggeleng. Ia bilang ia baik baik saja, hanya kaget. Akhirnya mereka masuk ke ruang tamu yang tergabung dengan ruang keluarga itu.

"Hi, Baozi. Lama kau tidak main kerumahku." Sapa Luhan saat melihat Minseok sedang bercakap cakap dengan Kyungsoo dan Lay. Tiga detektif lainnya sibuk berkutat pada laptopnya. Kemudian di susul Sehun mengeluarkan berkas-berkas yang entah apa isinya itu dan ikut berkutat dengan laptop di meja makan.

"Ya! Apa yang kau lakukan dengan namaku, Xiao Lu." Jawab Minseok sembari menepuk pelan bahu Luhan. Sehun melihatnya dan hanya bisa mendengus kesal, apa lagi saat Minseok memanggil Luhan'nya' dengan sebutan Xiao Lu. Chen yang melihat hal itu juga ikut ikutan badmood. Entah kenapa...

.

.

Ex Ghost

.

.

"Sebenarnya, apa yang terjadi tadi malam?" Tanya Luhan pada Minseok. Namja itu bepikir sejenak. Kemudian menatap Baekhyun dan Luhan secara bergantian.

Ahirnya ia menjelaskan, "Sebenarnya tadi pagi dini hari, ada seorang namja bermotor yang lewat halaman rumahku. Kukira ia adalah tamu maka aku membuka pintu dan keluar namun yang ada malah ia masuk ke halaman rumahmu, Luhan. Akupun mengintipnya dari jendela ruang tamuku yang menghadap rumahmu," Minseok menghela nafasnya, "Namja itu mengendap endap ke rumahmu, namun seorang warga mengetahuinya karena anjing miliknya menggonggong dengan keras kepada namja itu."

Mereka semua mengangguk.

"Namja itu segera menaiki motornya dan menabrakkan motor itu pada anjing pit-bull yang sudah siap menerjangnya itu hingga mati. Tak hanya menabraknya, bahkan namja itu melindasnya sampai darah yang berceceran sangat banyak.

"Sang pemilik yang kita ketahui bernama Kim Himchan, tetangga sebelah Daehyun itu menghampiri anjingnya dan mengejar namja tadi ke halaman rumahmu. Dan aku tak tahu apa yang terjadi setelah itu, namun sampai sekarang Himchan masih belum kembali ke rumahnya." Jelas Minseok panjang lebar.

'Jadi suara tadi pagi itu asalnya dari pembunuh itu...' batin Sehun. Ia kembali berkutat pada laptopnya setelah menyuruh ah.. tanpa menyuruhnyapun Chen sudah menulis apa yang dikatakan Minseok.

Kemudian Chanyeol berdiri menggantikan Sehun yang sedang sibuk itu mengatakan rencana mereka. "Kita akan mencari tersangka itu besok. Pastikan kalian semua ikut dan jangan sampai terpisah karena kita adalah incarannya."

"Benar, kita akan mulai penyelidikan bersama polisi mulai besok. Karena itu ada baiknya jika kita bersiap-siap. Ah, terutama Minseok hyung yang secara tidak langsung terlibat dalam kasus ini karena merupakan saksi. Kau akan menginap disini, hyung." Tambah Kai, sembari melempar smirknya pada Chen yang sekarang pasti sedang melonjak lonjak dalam hati.

"Apa maksudmu tersenyum seperti itu hey, Kkamjong?" Tanya Chen merasa diejek oleh hubae kurang ajar itu. Kai kabur ke arah dapur, saling bekerjaran dengan Chen yang sedang mengamuk itu.

Namun satu hal yang tak mereka tahu. Dua pasang mata menatap sedih pada mereka, membutuhkan pertolongan agar mereka bisa tenang di surga... Victoria dan... Siapa?

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

KaiSoo and ChenMin room's

"Mulai sekarang, aku ikut terlibat menjadi saksi dalam kasus ini. Mohon bantuannya dan semoga aku dapat berguna." Kata Minseok sambil membungkukkan badannya. Ternyata sekarang Minseok menjadi yang tertua di antara mereka.

"Baiklah, Minseok hyung! Mohon bantuannya juga!" Seru Kai, Chen dan Kyungsoo berbarengan.

"Aku tidur dimana?" Tanya Minseok saat mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan dan mendapati hanya ada dua tempat tidur disana, lebih tepatnya kasur. Mendengar itu Kyungsoo menjawab.

"Di sana, hyung. Bersama dengan Chenzi." Katanya sembari menunjuk kasur yang ada di sebelah jendela /maksud? Abaikan.

"Arraseo!" Jawab Minseok riang. Kemudian meletakkan barang barangnya di sudut kamar dekat kasur. Disana sudah ada beberapa tas dan koper malahan. "Barang barang kalian banyak sekali, jinja." Katanya lagi sambil geleng geleng kepala.

"Baiklah, selamat tidur." Kata Kai kemudian menarik selimut sampai ke atas kepalanya dan Kyungsoo juga namun dengan posisi saling membelakangi. Sekarang Chen sedang menimbang nimbang sesuatu. Wajahnya pucat dan butiran keringat menetes di pelipisnya.

"Eh? Chen, ada apa denganmu? Bukannya sekarang dingin, ya?" Tanya Minseok penasaran. Chen buru buru menggeleng, masih menggumamkan sesuatu.

Setelah memantapkan hatinya Chen memberanikan diri untuk bertanya. "Um.. Minseok hyung? Bolehkah.. a.. aku.."

"Apa Chen?" Minseok mulai bingung, namja jeruk itu masih berbicara tergagap gagap. Dan tanpa ia ketahui Kai terkikik dari bawah selimutnya, ia menguping. 'Dasar babo hyung. Menyatakan perasaan saja tak bisa.' Batinnya.

"Ano... hyung.. bolehkahakumemanggilmuXiumin?" Kata Chen dengan fast rap style yang pernah Baro –teman sekampusnya- ajarkan padanya. Minseok melongo, Kai yang mendengarnya jadi ilfeel sungguh. Tanpa sengaja Kai menjejakkan kakinya mengenai tumpukan kardus berisi apapun yang tidak ingin diketahui Kai karena tidak penting.

DUAK! BRUK! Brush!

Minseok terlonjak kaget dan tanpa sengaja menginjak kaki Chenzi. Otomatis orang yang tertindas *?* itu mengaduh kesakitan membangunkan Kyungsoo yang tadi sudah tidur pulas. Namun namja bermata besar itu langsung ditarik Kai supaya tidur lagi, dan benar saja, dalam lima menit Kyungsoo sudah terlelap.

"Apa katamu tadi, Chen?" Ulang Minseok. Chen memantapkan hatinya sekali lagi.

"Bolehkah aku memanggilmu Xiumin hyung?" Tanya namja itu malu malu. Tapi berbeda dengan Minseok yang ber-blushing ria kala itu. Dalam hati Chen, ia sedang melonjak lonjak, carp flip sampai flosburry flop /abaikan.

"Tentu, Chenchen." Jawab Minseok yang notabene sekarang dipanggil Xiumin itu. Lagi lagi tanpa mereka sadari, Kai tersenyum evil. Kemudian ia keluar dari bawah selimut dan berteriak pada ChenMin.

"CIEE~ CIEE~ Ada yang dag dig dug dan blushing, nih! Berisik tahu! Aku nggak bisa tidur." Kata Kai setelah itu kembali memposisikan dirinya senyaman mungkin agar bisa tidur.

"Kalau begitu kajja! Aku mau tidur." Kata Chen yang sekarang menguap sangat lebar sampai tanpa sadar tersedak nyamuk yang lewat. Sehingga sumpah serapah absensi kebun binatang ia muntahkan semua.

"Gwenchanayo?"

"Nan.. nan gwenchana."

Mereka tersenyum kemudian menuju ke kasur mereka. GRATAK...

"Eh?!"

.

.

.

Lay and ChanBaek room's

BRUK!

"YA! JANGAN MENGHAMBURKAN AURA LOVEY DOVEY KALIAN PADA SESEORANG YANG SEDANG MENJOMBLO, BABOYA!" Teriak Lay pada Chanyeol dan Baekhyun setelah melemparkan sepatu dance terbarunya –pada Chanyeol-. Setelah mengatakan hal itu, Lay beranjak ke kasurnya dan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut. Tak lupa ia menyumpal telinganya dengan bantal agar tidak mendengan couple satu itu berisik malam malam begini.

"Tch... dasar halmeoni galak!" Gerutu Chanyeol dengan suara yang pelan. Tapi Lay masih bisa mendengarnya. Sehingga namja yang dijuluki unicorn oleh Luhan itu memiting dan memukuli Chanyeol dengan sekuat tenaga.

"RASAKAN!" Katanya setelah merasa puas membalas namja tiang listrik itu.

Akhirnya Chanyeol kapok dan Laypun bisa tidur dengan nyenyak. Sebagai gantinya, Baekhyun harus memijit mijit bahu Chanyeol yang dari tadi dipukuli oleh Lay dengan sepatunya. Sebenarnya tadi Chanyeol hampir pingsan karena tak bisa bernafas namun akhirnya dilepaskan setelah meminta maaf pada namja yang satu tahun lebih tua darinya itu.

"Yeol, gwenchannayo?" Tanya Baekhyun sambil mengelus leher dan bahu Chanyeol yang notabene korban kekerasan seorang Zhang YiXing tadi.

"Nan gwenchanna. Hanya saja aku hampir mati kehabisan oksigen tadi." Chanyeol bergidik membayangkannya. Baekhyun hanya terkikik dan menasehati Chanyeol kalau Lay itu orangnya sensitif jadi jangan diganggu. Chanyeol mendengarkan cerita Baekhyun tentang Luhan, Lay dan Kyungsoo dengan penuh perhatian. Perhatian pada wajah Baekhyun tentunya.

"Gomawo, Baekkie." Kata Chanyeol setelah Baekhyun selesai bercerita. Baekhyun mengangguk sembari memasang senyum terbaiknya. "Lebih baik kita tidur sekarang!" Lanjutnya.

Saat mereka berdua menuju kasur, ada sesuatu yang janggal. Pintu lemari mereka mendadak berderit menutup sendiri. Kedua namja itu kaget namun segera melupakan hal itu dan kembali tidur. Dan tepat saat Baekhyun sudah terlelap, Chanyeol melihat bayangan seorang yeoja dan ... sepertinya bersama seorang namja di cermin lemari besar dekat pintu kamar.

"Vic.. Victoria jiejie? Dan..?"

KRIEET...

.

.

.

HunHan room's *privat room kkk*

"Hunna, apa kau dengar suara teriakan dari kamar Baekhyun tadi?" Tanya Luhan yang sekarang masih begadang bersama Sehun. Duduk di sofa kamar Luhan. Sehun mengangguk kemudian berkata, "Ne. Itu suara namja Happy Virus yang sepertinya sedang membuat masalah dengan temanmu, Lay."

Luhan ber oh~ ria.

Cukup lama keheningan menyelimuti mereka berdua. Sampai akhirnya Luhan beranjak berdiri untuk mengambil camilan di dapur dan membuat cokelat panas karena cuaca yang sangat dingin itu. Sekarang Sehun sendirian di kamar Luhan. Ia berpikir tentang kejadian tadi pagi. Tentang apa yang orangtua Luhan katakan namun ternyata hanya kebohongan, dan apa yang Victoria katakan. Entah kenapa Sehun merasa kasus ini lebih rumit dari biasanya.

Tap... Krieet...

Pintu terbuka menampakkan Victoria tengah berdiri bersama seorang namja. Ajaibnya Sehun bisa melihat mereka dan karena ini kali pertama untuknya, ia terkejut. Sangat terkejut sampai sampai ia menjatuhkan figura foto Luhan dari genggamannya. Kacanya pecah berkeping keping.

"Jiejie... Nuga? Apa lagi kali ini?" Tanya Sehun was was, melihat kondisi mereka berdua yang mengenaskan itu membuatnya bergidik. Apalagi bau anyir yang kembali menyebar ke seluruh pejuru kamar. Victoria menyuruh namja di sampingnya untuk mendekati Sehun.

'Tolong kami secepatnya, jebal.' Kata namja itu. Mulutnya sobek, darah mengucur dari perpotongan lehernya. Terlihat tiga bekas tusukan di perutnya. Sehun mengumpulkan keberaniannya dan merespon perkataan arwah namja itu.

"Menolong kalian? Bagaimana caranya? Aku tak tahu sama sekali bahkan aku tak tahu siapa kau." Kata namja putih susu itu. Ingin sekali ia memanggil Chen tapi takut kalau membangunnkan yang lainnya. Arwah namja itu berkata lagi.

'Aku Himchan, Kim Himchan. Namja yang ia bunuh baru baru ini. Dan untuk menolong kami kau hanya harus menangkap pembunuh itu dan memakamkan kami sepantasnya.' Jelas arwah namja bernama Himchan tersebut.

BRAK!

Kemudian pintu tertutup dengan keras sebelum Sehun bisa menanyakan pertanyaannya. Dan saat pintu kamar terbuka lagi, terlihatlah Luhan yang masuk membawa dua cangir cokelat panas dan beberapa roti tawar.

"Ada apa Sehun? Tadi kau membanting pintu keras sekali." Katanya kemudian setelah menyerahkan secangkir cokelat panas itu pada Sehun. Sehun menggeleng.

"Aniya. Tak ada apa apa." Bohongnya.

"Um... sadarkah kau kita malah seperti sedang menikmati pagi hari dengan sarapan roti dan secangkir cokelat pada malam hari." Kata namja cantik yang duduk di sebelah Sehun itu. Mereka berdua terkekeh pelan.

Luhan menyeruput cokelatnya sedikit demi sedikit dikarenakan masih panas. Tiba tiba, hujan turun dengan derasnya. Ia menggumamkan sesuatu, katanya nice timing! Minuman yang tepat untuk menghangatkan tubuh malam ini.

Tanpa sengaja Sehun melihat bekas cokelat di bibir atas Luhan. Cukup lama ia terpaku pada titik itu sampai Luhan menyadarkannya. Parahnya, saat ia tersadar dari lamunan nistanya, wajah Luhan sudah sangat dekat dengan wajahnya. Mereka blushing seketika.

"Xiao Lu, apa yang kau lakukan." Kata Sehun yang kemudian membuat Luhan malu dan menjauhkan dirinya dari Sehun.

"Eh... Apa yang ada pada bibirmu itu, Lu?" Luhan akhirnya sadar apa yang dilamunkan Sehun tadi, itu soal cokelat yang belepotan di bibirnya. Namun Sehun menggenggam tangannya sebelum ia sempat mengelap bekas cokelat itu.

"Jangan di usap dengan tangan! Nanti kotor." Dan Sehunpun memajukan wajahnya sampai...

CHU~

Sehun mencium bibir Luhan, menghilangkan sisa cokelat yang menempel di bibirnya. Cukup lama sampai sampai namja seputih susu itu hampir membuat Luhan pingsan kehabisan nafas. Wajah Luhan memerah, sangat merah. Namja pelaku penciuman tadi terkekeh melihat tingkah Luhan yang menyembunyikan wajahnya dengan imutnya.

'Manis.' Batin Sehun sambil menyentuh bibirnya. Ia mengulum senyum sekilas dan menghabiskan sisa cokelatnya yang sekarang sudah dingin.

"A..a.. aku mau tidur duluan!" Akhirnya Luhan memutuskan untuk tidur dengan motif menyembunyikan wajahnya dan meredakan degup jantungnya yang tidak karuan itu.

"How cute, nan naui Xiao Luhan." Kata Sehun pelan sebelum akhirnya tertidur di sofa.

Perlahan namun pasti kini hujan mulai mereda. Yang tersisa hanya hawa dinginnya. Dan makin aneh lagi karena malam itu, ada seseorang berjalan mengendap endap ke rumah mereka. Entah apa yang ia lakukan hingga menimbulkan suara itu.

KRIEET...

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

Keesokan harinya, mereka bangun seperti biasa. Namun ada yang berbeda, yaitu mereka 'semua' memasak bersama sama. Memenuhi dapur rumah LuhanBaekhyun yang bisa dibilang kecil itu. Terjadilah acara lempar lemparan piring dan telur. Malahan tadi Chanyeol sempat menjatuhkan piring hingga pecah karena tertabrak Chen yang didorong dengan anarkis oleh Kai. Sehun geleng geleng kepala.

Kyungsoo malah menangis tadi karena kecipratan minyak. Dan lagi lagi itu karena Kai memasukkan bumbu yang sudah ditumbuk dari jarak yang jauh *atau bisa* dibilang dengan melemparnya. Namja tan itu nyengir kuda untuk kesekian kalinya.

"Selamat makan~!" Kata Luhan sebelum mereka memakan masakan handmade yang kalau dilihat dari bentuknya itu, 'sangat meriah'. Ada potongan selada yang dipotong tak beraturan oleh Chanyeol, garam yang menggumpal karena tidak tertumbuk oleh Chen, telur mata sapi yang kini digoreng menjadi telur mata bison oleh Sehun dan nasi agak gosong karena ditinggal Kai mengerjai teman temannya.

Setelah acara makan bersama itu, mereka bersembilan segera menenteng barang bawaan masing masing. Mereka sudah siap untuk mencari si pembunuh yang siapa tahu merupakan penduduk desa ini. Sudah diputuskan mereka mulai mencari dari rumah nomor 001.

.

Ex Ghost

.

Sudah setengah hari mereka mencari namun masih belum menimbulkan hasil. Saat ini mereka sampai di rumah nomor 53-2. Chanyeol membunyikan bel rumah itu. Rumah bercat biru aqua dengan sedikit sentuhan grafis di satu sisi temboknya.

"Permisi..." Seru Chanyeol sambil masih menekan nekan tombol dengan sangat excited sampai ia harus ditendang oleh Kai agar diam.

"Ya! Sebentar!" Sahut suara seorang namja dari dalam. Kemudian pintu rumah itu terbuka. Menampilkan sesosok namja berambut pirang platina. Tanpa ekspresi.

"Ada yang bisa kubantu?" Tanyanya sambil membenarkan kaus bagian bawah yang awut awutan karena tergesa gesa. Sembilan namja itu mengangguk membuat namja pemilik rumah itu sweatdrop melihatnya.

"Apakah kau tahu tentang kasus pembunuhan Victoria?" Tanya Chen menggantikan Chanyeol yang ternyata hanya diam saja. Namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengangguk.

"Siapa namamu?" Tanya Sehun kali ini.

"Hm... apa kalian mencurigaiku? Hah... jinja. Namaku Daehyun, Jung Daehyun. Kukira Baekhyun hyung, Luhan hyung dan Minseok hyung sudah menjelaskannya pada kalian," Kata namja bernama Daehyun itu. Luhan dan Xiumin berpandangan malu, mereka lupa. Daehyun melanjutkan kata katanya, "lebih baik tinggalkan aku sendiri karena aku dan sahabatku baru saja kehilangan salah seorang sahabat terbaik kami."

Sebelum Daehyun sempat menutup pintu, Chanyeol yang masih berdiri di samping pintu sontak menahannya dengan menyelipkan kakinya. "Hei! Tunggu dulu penjelasan kami, dong!"

"Apa lagi kali ini." Daehyun mendengus namun akhirnya mempersilahkan mereka duduk di ruang tamunya. Memang memakan waktu namun dengan sabar Daehyun mendengarkan sedangkan Sehun dkk menjelaskan.

Daehyun mengangguk angguk paham. "Arraseo, sebaiknya kutelefon temanku dulu untuk menemaniku melakukan pencarian. Dua orang lebih baik daripada satu."

Mereka memutuskan agar Daehyun mencari keberadaan Himchan sahabatnya yang dikatakan tidak pulang kerumah orang tuanya seharian. Setelah mengontak Youngjae, temannya, ia menunggu di ruang tamu bersama sembilan namja lainnya. Sehun menilik ponselnya sebentar.

"Ah! Polisi dan inspektur sudah datang." Katanya sembari memasukkan ponselnya ke saku lagi. Chen dan Kai mengangguk satu sama lain, kemudian pergi untuk menemui polisi. Dan diikuti namja lainnya, Daehyun bersama Youngjae sekarang mencari Himchan berdua ke seluruh desa.

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

Daehyun and Youngjae side

"Jae.. apakah kau tahu kemana Himchan hyung pergi?" Tanya Daehyun yang sekarang berjalan berdua menuju sungai yang ada di desa itu. Tak jauh dari tempat itu, dapat terlihat dengan jelas rumah Victoria yang sekarang sudah tak ditinggali. Youngjae menatap langit sebentar.

"Aniyo. Terakhir kali aku melihatnya adalah ia bilang ada tugas kuliah dan memutuskan pergi ke rumah temannya malam hari. Setelah itu ia tak pernah kembali dan iapun tak ada di tempat temannya." Jawabnya, ia mengalihkan pandangan pada rumah mendiang Victoria. "Apa kau tidak merasa aneh dengan rumah itu?"

Daehyun memiringkan kepalanya, mengerutkan dahi tanda bingung.

"Apanya?"

"Ikut aku!" Kata Youngjae kemudian sambil menarik tangan Daehyun yang masih kebingungan. Sibuk dengan pikirannya, ia tak sadar bahwa Youngjae membawanya ke belakang rumah Victoria. Tiba tiba Youngjae berhenti berjalan membuat Daehyun menubruknya dari belakang. Daehyun dan Youngjae tersentak.

Mereka melihat tubuh Himchan tergeletak di sana.

"Hai... ternyata kalian bisa menemukannya. Namun tanpa nyawa tentunya." Kata seorang namja dari belakan Daejae. Seketika mereka merinding sebelum...

AAAKH!

... namja itu menusukkan pisau pada Daehyun dan Youngjae itu, sampai tewas ditempat. Kemudian ia menyeringai.

"Selamat menikmati mimpi buruk, khuh!" dan ia pergi...

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

Normal side

"Akhirnya kau datang." Kata Chen sambil menyambut namja berambut kemerahan itu. Namja tadi menjabat tangan Chen. Tersenyum sekilas.

"Ya! Sudah lama ternyata, ge. Aku akan bertugas di sini sekarang. Mengawal kalian sekaligus mencegah terjadinya pembunuhan berantai lain." Kata namja yang tingginya hampir sama dengan Chanyeol itu.

"YAH! Huang Zi Tao! Kenapa kau tak menyapaku, racoon!?" Komplain Chanyeol pada polisi bernama Tao itu. Ia menghampiri Chen dan Tao sambil bersungut-sungut.

Tao bersmirk ria. Terkikik karena tingkah laku detektif satu itu tak berubah sejak masih SMA. "Siapa suruh tersesat! Aku jadi tidak melihatmu tiang! Tak kusangka kau malah menjadi detektif." Kata Tao balas mengejek.

Saat mereka asik bercengkrama, Sehun dkk datang menghampiri mereka. Satu persatu memberi salam pada Tao. Ternyata ia seumuran dengan Kyungsoo namun hebat karena sudah bisa menjadi polisi. Padahal Kyungsoo masih kuliah.

"Hm... kasus ini rumit ya? Lalu bagaimana dengan namja bernama Daehyun dan Youngjae itu? Apakah mereka berhasil menemukan Himchan hyungnya." Tao manggut-manggut. Mereka juga baru ingat bagaimana dengan dua namja tadi.

Kemudian datanglah seorang namja dengan pakaian kaos oblong lengan pendek dan anting di telinganya. Rambutnya cokelat dan matanya seperti memakai eyeliner.

"Tidak ada apa apa dirumah Victoria, aku menggantikan Daehyun dan Youngjae untuk mengatakannya sementara mereka berdua mencari ke tempat lain." Setelah mengatakan hal itu ia pergi. Perlahan siluet namja itu sudah tak nampak lagi karena ia berbelok arah. Sehun membuka percakapan.

"Siapa dia?" Tanyanya.

Xiumin menjawab, "Oh... dia itu namja yang seumuran denganku dan Luhan, namanya Bang Yong Guk. Dia temanku saat sekolah menengah. Orangnya pendiam dan terlihat sekali ia seperti preman. Sekarang aku jarang bertemu dengannya."

"Bukankah ia pindah rumah beberapa bulan lalu?" Kata Baekhyun akhirnya. Luhan mengangguk.

"Dan ia memang pendiam dan lebih suka mengurung diri dalam rumah sejak dulu. Tapi entahlah kalau sekarang ia berubah. Terutama penampilannya." Tambah Baekhyun. Setelah menimbang nimbang apa yang akan dia katakan, Lay bersuara.

"Apakah tidak aneh? Kurasa tadi Daehyun dan Youngjae tidak menyebut namanya sama sekali. Bahkan ia mengatakan hal itu dengan gesture yang aneh." Lay menatap mereka bergantian.

"Lebih baik kita mencari dua orang itu segera. Aku mempunyai firasat buruk." Kata Luhan pada sembilan namja lainnya. Kemudian Tao menyuruh polisi lainnya melakukan pencarian di seluruh pejuru desa. Kai dan Sehun juga ikut mencari dua namja bernama Daehyun dan Youngjae tadi. Dan Himchan juga tentunya. Sementara Tao menjaga tujuh namja yang tinggal di sana. Menunggu hasil pencarian mereka.

"Aku sangat berharap mereka berdua baik baik saja." Kata Luhan lirih. Sahabatnya hanya menatapnya iba, begitujuga dengan Victoria...

.

.

.

Ex Ghost

.

.

.

Para polisi menyelidiki seluruh bagian rumah Victoria. Sedangkan Sehun dan Kai membagi diri menjadi dua tim. Sehun menyelidiki bagian dalam rumah sedangkan Kai menyelidiki bagian belakang, bersama polisi lain tentunya.

Tepat saat Kai menjejakkan kaki ke belakang rumah Victoria, ia mendapati tiga tubuh tak bernyawa tergeletak penuh luka dan bersimbah darah.

"I.. i.. ini... Himchan, Daehyun dan Youngjae..?" mendadak namja itu sedih, sangat sedih. Orang yang tak bersalah terbunuh hanya karena mencari sahabatnya yang hilang. Dan sekarang korban bertambah menjadi empat orang.

Segera Kai menghubungi Sehun, dan menyuruh polisi mengamankan lokasi sekaligus membawa jenazah tiga orang namja itu ke rumah sakit untuk di otopsi.

Sekarang mereka berdua pulang ke rumah Luhan. Dengan wajah yang kentara sekali sedang sangat lelah mereka mengetok pintu rumahnya. Tak lama kemudian Tao membukakan pintu dan mempersilahkan mereka berdua masuk. Untuk yang kesekian kalinya, mereka berunding di ruang tengah.

"Sebenarnya ini sudah menjadi pikiranku sejak tadi namun aku baru bisa mengatakannya sekarang." Kata Sehun yang tentu saja membuat namja lainnya penasaran. Ia menghela nafas panjang dan dibarengi dengan mendongakkan kepala menatap namja lain yang ada di ruangan itu.

"Kita sudah menetapkan siapa tersangkanya!"

.

.

To Be Continued

.

.

Haiiiii!

Keunree comeback dari hiatus buat ujian nasional SMP. Buakakaka /plak.

Tambah geje dan Keunree tahu itu. Mohon maaf karena horornya kurang dan malah jadi pembunuhan karena Keunree kehilangan inspirasi buat cerita horror soalnya Kakak dari eomma Keunree udah pulang. Padahal dia itu sumber inspirasi Keunree nulis cerita dan sharing cerita horror mistis.

Beberapa minggu lalu juga, abis cerita ttg hantu sama Budhenya Keunree, ada yang aneh di kamar Keunree. Waktu mau tidur ada suara benda dilempar ke kaca lemari. Waktu disenterin pake hp eh.. ada bayangan item lewat /bukan kai lho.

For your information... Lay, Soo, Sehun dan temen detektifnya manggil Victoria pake jiejie soalnya mereka tahu Victoria orang China. Sedangkan LuhanBaekXiu manggil dia noona soalnya disini mereka orang Korea tulen dan nggak ngerti bahasa China.

Siapa yang ngebias B.A.P? SAYA! Tapi maaf nih mereka sekali muncul langsung pulang ke alam sono lagi /duagh! Ada yang request JongUp dan Zelo dimunculin, kah?

Dan ini balasan reviewnya

Ryu ryungie : ehh... jangan Thehunnya.. nanti Luhan bangun lagi /plak. Iya pendek banget dan ini panjang banget kayaknya. Dia itu... kekeke. Tunggu aja dia direveal sepenuhnya. Rnr please, thank you.

ICE BLOCK : Yep! Luhan gagal ujian nembus pintu. Iya sebenernya saya juga males nulis TBC soalnya nanti ffnya nggak selesai selesai /dor! Updated! Rnr :D

ajib4ff : penasaran? Hwa! Makasih banget... soal si pembunuh dia itu tetep artis kok, huahaha /ketawanista. Dilanjut... rnr ya.

siscaMinstalove : Luhan... luhan... luhan.. aku nggak punya luhan! /jleger. Iya dia masih baik baik saja. Yang ngebunuh Victoria unnie masih rahasia buakakaka. Rnr please...

dian haniehunie : keep calm, sistah /apalah banget. Luhan masih SELAMAT. Yang bunuh itu udah ada namanya cuma masih belum nongol sampai sekarang, hehe. Rnr jebal C:

Astri : Luhan masih baek baek sayang.. eh kok jadi lagu ya? Si pembunuh masih malu ini tapi udah ada yang muncul kok pembunuhnya. Malah udah dengan sengaja ngenalin diri ke Sehun dkk. Rnr..

SiDer Tobat : eh? mau dipanggilin Kris ge? Boleeehh... "KREEETH! NAGA! DIMANA LOE!" *dibakar* . Ah.. Victoria unnie nggak bakal sebentar kok chapter depan, jinja. Iya! Rnr oke mumumu..

rinie hun : Luhan bakal hidup, tenang saja... santai santai /eh. wah... maaf nggak bisa cepet. Keunree hiatus karena ujian nasional. Tapi udah diupdate kok. Rnr terus ya... kekeke

Oh Hyunsung : Luhan sudah... (Lu : I'm still alive, I'm still alive I'm still alive #nyanyibarengBBang) wakaka.. segala kemungkinan dapat terjadi di ff ini buakakaka /slap. Rnr please :D

EXOB.A.P HunHan DaeLo : okeee! chapter ini panjang banget kayanya... berhubung ditulis berminggu minggu jadi gini deh... Rnr jebal.. :D

Love Couple : Luhan bisa jadi kaya Victoria kkk... sehun sama saya /duagh! Lanjut! Rnr oke... 'v'

Wookiecha8797 : iya... tahun ini 15. Luhan? Mati? ANIYAAAA bareng kai! ChenMin hmm... ada dong /plak. Anda biasnya Chen? Kalo iya sama! Saya di exo m suka sama Chenzi, mumumu. Rnr please.. :D

0312luLuEXOticS : Luhan masih stay alive kok, nggak tega saya. Pembunuhnya itu ya si itu, kekeke. Boleh... /duerr! RnR jebal, buing buing.

DO AHREUM di zoom dan di highlight dulu : ehem.. makasih 'chingu'. Authornya tuh temen sekelasnya do ahreum itu lhoo... yang nggak bisa diem kalo udah cerita ttg Kpop. Kenalan dulu? Kan udah kenal, anda kan Do Ahreum, 'adiknya' D.O Kyungsoo dan 'pacarnya' Choi Junhong itu khan? /jleger! Okee! Au! RNR *apaan bgt panjang lagi*

baby kyungie : Ampun, chingu... duh... mana mas Yixing? *rlab abaikan*. Iya dong buakaka. Malah tambah tokoh lain ini. RnR ya... aegyo

WinterHeaven, Riyoung Kim, Historia Rain, Reina Wu, chanchanbaek : sudah dilanjut... thank you and review lagi hehe...

hunhanshipper : Luhan... Luhan... dia.. Luhan (?) sudah tunangan sama Thehun *eh* nggak nggak maksudnya dia baik baik aja dan still alive kok. Saya kelas IX di SMP x Negeri xxx /apaan. Tanyain sama Do Ahreum kalau penasaran *ditendang. Semoga hasil UN kita semua seperti yang diharapkan dan kalau bisa diatas rata rata. LJUNnya terkutuk bener itu, eh. RnR yey! Panjang nggak apa apa, Keunree malah suka kok :D

Park RinJi : Luhan masih hidup kok, tadi udah dikasih nyawa buatan –karena nafas buatan terlalu main stream. Thehun udah cemungut lagi! Rnr ya! OwO)/

KaiSoo Fujoshi SNH : Eh? ada apa dengan mas Kreth? Dia belum muncul sih.. tunggu aja kemunculannya. Wakakaka! Ampun, peace chingu... hehe RnR jebal..

jungjaegun : Sudah dilanjut, dongsaeng.. eh emangnya saya lebih tua? Woles dah... ini udah diperpanjang kaya kartu sim aja... RnR yaa :D

DON'T BE SILENT READERS PLEASE

GIVE ME YOUR CRITIC AND SUGGESTION FOR BETTER STORY

Sampai ketemu next Chapter... *Buing buing bareng Kris ge and Naga*