Naruto milik Masashi Kishimoto
Story by me
Warning : Typo, OOC, bahasa tidak dimengerti, dan lain-lain
Sebelumnya…
"Untuk apa dia menghubungiku?" Tanya Sasuke sambil mengangkat telpon itu.
'Buuuukkk'
Sasuke mendengar suara yang sangat keras dari sebrang telpon. Setelah itu HP Naruto memutuskan hubungan telponnya.
Look At Me
Sasuke mengernyit ketika mendengar suara sambungan terputus dari HPnya,suara apa yang didengarnya tadi? kenapa tiba-tiba Naruto menghubunginya? Dan kenapa sambungannya terputus?
Semua pertanyaan yang ada dibenak Sasuke membuatnya semakin khawatir, merasa ada yang tak beres, Sasuke langsung pergi mencari Naruto. Tapi sebelum beranjak pergi, Sasuke melihat sebuah mobil berhenti didepan gerbang, tak lama, seseorang turun dari dalam mobil itu.
"Orochimaru-sensei?" Sasuke sedikit terkejut ketika melihat kedatangan Orochimaru, ia tak menyangka kalau Orochimaru benar-benar si peneror. Melihat kedatangan Orochimaru, Sasuke semakin ingin cepat-cepat menemukan Naruto, sambil berlari turun dari atap, Sasuke mencoba menghubungi Naruto, tapi nomornyaa tak aktif.
"Baka! Kau dimana?" Sasuke menggeram kesal. Sekarang tiba-tiba nomor Naruto tak aktif.
Sasuke berlari menuju toilet, siapa tahu Naruto masih disana, tapi nyatanya nihil, tidak ada satupun orang dikamar mandi itu.
Sasuke mulai mencari ditempat lain, pertama ia pergi kekelas, tapi Naruto juga tak ada disana, hingga akhirnya Sasuke berhenti didepan Lab Biologi. Sasuke mengernyit ketika melihat keadaan Lab yag berantakan, bahkan ada kursi yang sudah hancur tergeletak dilantai Lab.
'Buuuukkk'
Sasuke membelalak ketika mengingat suara yang terdengar di HPnya tadi, apa mungkin itu suara yang ditimbulkan kursi ini? Kalau benar, berarti Naruto tadi ada disini sewaktu menghubunginya. Sasuke masuk kedalam Lab Biologi yang memang sudah terbuka, ia mengamati keadaan Lab yang sedikit mencurigakan. Sasuke terpaku pada sesuatu yang paling mencurigakan di Lab ini, yaitu cairan berwarna merah yang berada tepat di bawah kursi yang sudah hancur. Sasuke mengangkat kursi itu, kemudian ia menyentuh cairan berwarna merah yang berada dibawahnya.
'Darah?' batin Sasuke. Jangan-jangan ini ulah si peneror, tunggu.. kalau peneror itu yang melakukannya lalu Orochimaru itu siapa? Bukankah dia baru saja datang, tidak mungkin kalau Orochimaru yang melakukan ini, atau mungkin Orochimaru ada hubungannya dengan peneror itu?
"Arhgg" Sasuke berteriak frustasi. Banyak sekali pikiran yang mengganggunya tapi untuk sekarang ia harus melupakan hal itu dulu, karena dirinya harus mencari Naruto yang menghilang. Sasuke masih berharap kalau Naruto tidak dicelakai oleh sipeneror , ia berharap suara yang ia dengar tadi hanyalah suara Naruto yang terjatuh atau apapun asalkan tidak membahayakan Naruto.
"Sasuke?"
Deg
Sasuke merasa jantungnya berhenti sesaat, saat dirinya mendengar suara yang amat familiar ditelinganya. Ya.. suara Orochimaru-sensei yang sepertinya sudah berdiri dibelakangnya. Sasuke menoleh kesumber suara.
"Sedang apa kau disini? A-apa kau yang mengirimiku pesan itu?" Tanya Orochimaru ragu.
Sasuke terdiam tak tau harus berkata apa, pasalnya pikirannya sekarang sudah terbagi-bagi dengan hal lain terutama pada peristiwa hilangnya Naruto.
"Darimana kau tahu tentang aku? Dan kenapa ruangan ini sangat berantakan?" Orochimaru masih terus bertanya sambil mengamati ruang lab biologi ini.
Sasuke masih diam.
"Apa yang terjadi UCHIHA SASUKE!" Orochimaru sedikit membentak Sasuke saat melihat muridnya itu sedang melamun.
Sasuke tersentak. "A..Aku.." Sasuke kembali diam.
Orochimaru menghela nafas. "Baiklah, jawab pertanyaanku satu persatu, darimana kau tahu identitasku? Neji?" Tanya Orochimaru to the point.
Lagi-lagi Sasuke tersentak ketika mendengar nama kakak Hinata disebut-sebut.
"Kau mengenal Neji-nii?" Tanya Sasuke tak percaya.
"Jadi kau bukan diberitahu oleh Neji? Lalu siapa yang memberitahumu?" Orochimaru balik bertanya.
"Kau siapa sebenarnya?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya.
"Tunggu, jadi bukan kau yang mengirimiku pesan itu?" Orochimaru masih membalas dengan pertanyaan lain. Sepertinya kedua orang itu memang tidak ada yang berniat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
"Ya, aku yang mengirimimu pesan itu" akhirnya Sasuke mengalah dan menjawab jujur, entah kenapa dari semua pertanyaan yang diajukan oleh Orochimaru, malah membuat Sasuke ragu kalau Orochimaru bekerja sama dengan si peneror. "Jadi,siapa kau sebenarnya?" Sasuke mengulang pertanyaannya yang terakhir.
"Bukankan di pesan itu, kau bilang kau sudah mengetahui identitasku?" Orochimaru mengernyit bingung.
"Ya, dan aku rasa aku salah paham, jadi.. untuk ketiga kalinya, kau ini siapa sebenarnya?" lagi-lagi Sasuke mengulang pertanyaannya.
"Aku adalah detektif yang ditugaskan Neji untuk menjaga adiknya disini.." akhirnya Orochimaru menjawab. "Dan jangan katakan hal ini pada Hinata, Neji tak ingin adiknya itu marah padanya karena selama ini dia selalu diawasi" lanjut Orochimaru.
Sasuke bernafas lega ketika mendengar itu, setidaknya Orochimaru ada dipihaknya. Tunggu..
"Lalu apa yang Naruto dengar?" Tanya Sasuke lebih kepada dirinya sendiri, tapi Orochimaru yang juga mendengar pertanyaan itu jadi penasaran.
"Maksudmu?"Tanya Orochimaru.
"Naruto bilang, beberapa hari yang lalu dia mendengar kau membicarakan Hinata ditelpon, dan terakhir kau bilang kau akan membunuhnya.. " Sasuke diam sebentar untuk melihat reaksi Orochimaru, tapi yang terlihat oleh matanya adalah sorot kebingungan dari Orochimaru. "Jadi siapa yang akan kau bunuh itu?" Tanya Sasuke.
"Bunuh? Siapa? Kapan?" Orochimaru tak ingat kapan dia menelpon seseorang dan membicarakan Hinata ditelpon kemudian mengatakan akan membunuhnya.
"Naruto bilang, kau menelpon didepan ruang basket" Sasuke mencoba mengingatkan.
Orochimaru mengernyit sebentar. " Ahhh.. yang waktu itu" ucap Orochimaru yang baru teringat.
Beberapa hari yang lalu..
Orochimaru terkejut saat mendapati Neji menghubunginya saat disekolah, padahal mereka sudah sepakat untuk tidak saling berkomunikasi saat disekolah karena takut suatu saat akan menimbulkan kecurigaan. Tapi hari ini tiba-tiba Neji menghubunginya, karena itu Orochimaru segera menyingkir dan mencari tempat yang lebih aman.
Saat itu Orochimaru memutuskan untuk menerima telpon Neji didepan ruang basket karena disitu sangat sepi dan jarang dilalui orang.
"Kenapa aku tidak pernah mendengar kabar Hinata? Apa kau mengawasinya? Kau harus selalu mengawasi Hinata" ucap Neji bertubi-tubi dari sebrang telpon.
"Ya, aku akan mengawasi Hinata" jawab Orochimaru.
"Kalau sampai Hinata benar-benar diteror, kau harus membunuh peneror itu! Berani-beraninya dia membuat Hinata menjadi seperti ini!" Neji mengomel disebrang telpon.
"Tenang saja, aku akan membunuhnya" jawab Orochimaru menenangkan, kemudian Orochimaru segera mematikan telpon, ia tak mau mendengar ocehan Neji yang selalu mengulang kata-kata yang sama. Ya, Neji memang terlalu overprotektif jika itu menyangkut adiknya.
"Ahh, begitu.." Sasuke mengangguk-anggukan kepalanya. Jadi intinya Naruto yang sa.. "Ah Naruto!" seakan baru sadar Sasuke langsung berubah panik.
"Ada apa?" Tanya Orochimaru.
Sasuke mulai menceritakan kejadiannya dari awal pada Orochimaru, dari semenjak mengirimi pesan pada Orochimaru sampai suara keras yang didengarnya di telpon dan sampai Naruto menghilang.
"Sial! Jadi peneror itu tidak bercanda?!" Orochimaru menggeram kesal. "Baiklah, kita cari Naruto dulu, kurasa peneror itu masih berada disekolah" ucap Orochimaru. "Ahh, satu lagi, jangan cari di daerah depan sekolah, aku yakin si peneror tak sebodoh itu untuk keluar dari depan, dia pasti mencari jalan keluar yang jarang dilalui orang" lanjut Orochimaru.
Sasuke mengangguk paham, kemudian ia memikirkan jalan itu, jalan keluar yang jarang dilalui orang. "Taman dan gudang!" ucap Sasuke.
"Taman dan Gudang?" Orochimaru mengulang perkataan Sasuke.
"Ya, ditaman dan didekat gudang sekolah ada pintu kecil yang bisa membawa kita keluar dari sekolah" Sasuke menjelaskan. "Aku akan kesana" ucap Sasuke lagi.
"Baiklah, kau cari disana dan aku akan cari disetiap ruangan yang ada di sekolah ini, siapa tahu peneror itu belum membawa Naruto pergi" Orochimaru membagi tugas.
Sasuke mengangguk kemudian berlari meninggalkan lab Biologi, sedangkan Orochimaru mulai mencari dari ruangan yang paling dekat dengan lab.
Sasuke sampai digudang yang berada tepat dibelakang perpustakaan, ia melangkah menuju gerbang kecil yang terletak di samping gudang. Sasuke mengamati gerbang yang masih terkunci itu. Sepertinya sipeneror tidak melewati gerbang yang ini. Kemudian ia kembali berlari, kali ini ia menuju gerbang yang berada di taman, ia berharap dirinya belum terlambat untuk menyelamatkan Naruto.
Look At Me
Hinata terbangun dari tidurnya, entah kenapa ia kembali memimpikan masa lalunya, sudah beberapa hari belakangan ini, Hinata sudah tak memimpikan hal itu tapi hari ini Hinata kembali memimpikannya. Firasat buruk tiba-tiba menghampirinya, Hinata merasa akan terjadi sesuatu yang buruk seperti dulu.
Drrtttt Drrrttt
Hinata tersentak ketika mendengar suara getaran HPnya, Hinata meraih HPnya kemudian membuka pesan yang masuk kenomornya itu.
To : Hinata
From: 08xxxxxxxx
Ini akan dimulai
Hinata membelalak ketika membaca pesan itu, Hinata tahu dari isi pesannya, sipeneror akan melakukan sesuatu yang berbahaya, entah itu kepada dirinya atau kepada orang-orang didekatnya.
Ditaman belakang sekolah, Sasuke melihat gerbang yang berada diujung taman terbuka, bahkan ada bekas darah yang menempel di gerbang hitam itu. Sasuke yakin, darah itu adalah darah Naruto, itu berarti sipeneror berhasil membawa Naruto pergi.
Drrrttt Drrttt
HP Sasuke bergetar, segera ia mengambil HPnya dan membuka isi pesan itu.
To : Sasuke
From : 08xxxxxxxx
Kita akan segera bertemu
Sasuke menggeram kesal ketika membaca pesan itu. Ia marah, kesal, dan benci pada dirinya karena kalah cepat dengan peneror itu.
HP Sasuke berdering, pertanda ada telpon yang masuk. Tanpa melihat siapa yang menelpon, Sasuke langsung mengangkatnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA NARUTO!" Sasuke berteriak marah pada orang disebrang telpon.
"Apa yang terjadi pada Naruto?" Tanya orang disebrang telpon dengan nada khawatir.
"Hi-Hinata?" Nada bicara Sasuke kembali melembut saat mendengar suara Hinata.
"Apa yang terjadi pada Naruto, Sasuke-kun?" Hinata mengulangi pertanyaannya.
"Na-Naruto, dia.."
"DIa kenapa?" Hinata mulai tak sabar.
Sasuke mulai menceritakan kejadian dari awal sampai yang terjadi sekarang.
"Sasuke, aku akan kesana"
Setelah Hinata mengatakan itu, sambungan mereka terputus. Sasuke segera mencari Orochimaru, ia harus mengatakan apa yang dilihatnya di gerbang. Baru saja Sasuke melangkah, HPnya kembali berdering, dengan cepat Sasuke mengangkat .
"Hallo"
"Sasuke, ini aku" jawab seseorang dari sebrang telpon. Dari suaranya Sasuke tahu yang menelponnya adalah Itachi.
"Ya, ada apa?" Tanya Sasuke.
"Barusan si peneror itu mengirimi Hinata sebuah pesan" jawab Itachi. Sasuke membelalak.
"Pesan apa? Lalu apa kau tahu darimana peneror itu mengirim Hinata pesan?" Sasuke bertanya lagi, kali ini nada suaranya terdengar panik.
"Sepertinya sebuah ancaman, saat dia mengirimi pesan itu kepada Hinata, ia berada di.. sekolahmu" ucap Itachi ragu.
"Lalu sekarang?" Tanya Sasuke.
"Aku sudah tidak bisa melacaknya lagi, nomornya sudah tidak aktif" jawab Itachi. "Terakhir kali bisa kulacak, saat dia menghubungimu.." Itachi diam sebentar. "Dan saat itu dia masih berada di sekitar sekolahmu" lanjut Itachi.
Tunggu, bukankah peneror itu baru saja menghubunginya, mungkinkah saat ini dia masih belum terlalu jauh? Pikir Sasuke.
"Baiklah, kalau nomornya kembali aktif segera hubungi aku" ucap Sasuke sebelum menutup telponnya. Sasuke menimbang-nimbang antara pergi mencari Orochimaru atau mencari sipeneror.
Akhirnya Sasuke memutuskan untuk menghubungi Orochimaru saja, jadi ia bisa sambil mencari sipeneror. Sasuke berlari keluar dari gerbang kecil itu sambil berusaha menghubungi Orochimaru.
"Bagaimana Sasuke?" Tanya orang disebrang telpon.
"Sepertinya sipeneror sudah keluar dari sekolah, aku melihat bekas darah di gerbang dekat taman" jawab Sasuke sambil berlari di tengah jalan yang sangat sepi. Sekolah mereka memang berada jauh dari perkotaan yang hiruk pikuk, belum banyak orang yang tinggal didaerah sini jadi tak banyak orang yang akan melewati jalan ini.
"Lalu, kau dimana sekarang?" Tanya orochimaru.
"Aku mengejarnya, sepertinya si peneror belum pergi terlalu jauh" jawab Sasuke.
"Jangan gegabah Sasuke" Orochimaru mengingatkan. "Dengar, aku akan melapor pada Neji tentang masalah ini lalu aku akan menyelidiki kasus ini, jadi Sasuke segeralah kembali" lanjut Orochimaru.
Sasuke tak menjawab lagi perkataan Orochimaru, bukan karena ia ingin membantah hanya saja sekarang ia sedang melihat bekas jejak ban, dari ukurannya Sasuke bisa menebak kalau yang dilihatnya ini adalah ban mobil. Kemungkinan besar ini adalah jejak mobil si peneror, mengingat ditempat ini jarang dilalui oleh orang-orang kemungkinan besar jejak ban ini adalah jejak ban si peneror. Kalau memang peneror itu menaiki mobil, berarti ia tak bisa mengejarnya.
"-suke"
Sasuke tersentak ketika mendengar suara Orochimaru dari sebrang telpon, kemudian ia sadar kalau dirinya belum menjawab perkataan Orochimaru tadi.
"Baiklah, aku akan kembali" jawab Sasuke kemudian ia menutup telponnya.
Dua puluh menit menit kemudian Hinata sampai disekolah, ia segera menghubungi Sasuke untuk menanyakan keberadaan pria itu.
"Aku di kelas"
Hinata segera pergi kekelas ketika Sasuke mengatakan hal itu.
"Sasuke-kun, Bagaimana Naruto?" Tanya Hinata panik ketika ia melihat Sasuke duduk dikelas sambil memegangi HPnya, mungkin Sasuke sedang menunggu telpon dari si peneror.
"Kau mendapat pesan dari peneror itu?" Tanya Sasuke, ia tidak menjawab pertanyaan Hinata tadi bukannya ia tak mau hanya saja ia sendiri juga tak tahu keadaan Naruto tapi kalau dia menjawab 'Tidak tahu' Hinata pasti akan tambah panik dan akan menyalahkan dirinya sendiri, ia tak mau Hinata merasa seperti itu.
"Ya.. sebelum aku menghubungimu" Hinata mengangguk.
"Apa katanya?" Tanya Sasuke lagi.
" 'Ini baru dimulai' itu isi pesannya" jawab Hinata. "Sasuke, apa Naruto akan baik-baik saja?" tanya Hinata sambil menunduk, ia mulai merasa bersalah. Seharusnya dari awal ia melarang Naruto untuk ikut campur, tidak, seharusnya ia melarang semua orang untuk ikut campur, seharusnya dari awal ia melakukannya sendiri saja.
"Hinata, ini bukan salahmu" ucap Sasuke menenangkan Hinata seolah ia bisa membaca pikiran gadis itu.
"Sasuke, Naruto.."
"Naruto akan baik-baik saja" sela Sasuke. "Peneror itu bilang, dia akan segera menemui kita. Jadi kurasa Naruto akan baik-baik saja sampai dia berhasil mengajak kita bertemu, mungkin Naruto akan dijadikan sandera agar kita mau menuruti perintahnya nanti" jelas Sasuke.
"Sasuke, maafkan aku, tak seharusnya kau dan Naruto mengalami hal ini" ucap Hinata lagi.
"Bukan salahmu Hinata" jawab Sasuke.
"Tapi…"
"Hinata dengarkan aku, sebelum kau datang aku sudah mengatakan hal ini pada Itachi-nii" Sasuke diam sebentar untuk melihat reaksi Hinata, pasalnya Hinata tak suka jika ada orang lain yang terlibat, tapi kali ini Hinata sepertinya tak terlalu memikirkan masalah itu lagi. "Aku sudah mengatakan, kemungkinan Naruto akan dijadikan sandera untuk membuat kita berdua menuruti perkataannya" Sasuke kembali terdiam untuk mengambil nafas. "Dan Itachi-nii sepemikiran denganku, karena itu aku sudah meminta Itachi-nii untuk terus melacak nomor si peneror, jadi kalau dia coba menghubungi kita berdua dan menyuruh kita melakukan sesuatu, Itachi-nii akan segera tahu" jelas Sasuke.
"Baiklah" Hinata mengangguk, ia tak tahu lagi harus bagaimana.
"Dan.." Sasuke menimbang-nimbang apakanh ia harus mengatakan hal ini pada Hinata."Sepertinya Neji-nii juga sudah tahu soal ini" akhirnya Sasuke memutuskan untuk memberitahu masalah ini, setidaknya dengan begitu Hinata jadi tahu siapa saja orang yang bisa dimintai bantuan.
"Kau memberitahunya?" Tanya Hinata.
"Tidak" jawab Sasuke kemudian ia menghela nafas. "Sepertinya, selama ini Neji-nii selalu mengawasimu" ucap Sasuke lagi.
"Lalu, kau tahu darimana?"
"Orochimaru-sensei, tadi aku bersama Orochimaru-sensei dan ternyata dia adalah orang suruhan kakakmu" jawab Sasuke lagi.
Drrrtt Drrttt
Sasuke dan Hinata sama-sama tersentak, HP mereka bergetar disaat yang bersamaan.
To : Sasuke
From : 0855xxxxxx
Aku mengundangmu makan malam
Sasuke mengernyit ketika membaca isi pesannya, ia bahkan tak tahu siapa yang mengiriminya pesan. Mungkin salah sambung, pikirnya. Kemudian ia kembali melihat Hinata, Sasuke melihat Hinata yang juga mengernyit menatap HPnya.
"Ada apa Hinata?" Tanya Sasuke.
Hinata menunjukkan HPnya pada Sasuke.
"Aku mendapat pesan aneh" ucap Hinata sambil memperlihatkan isi pesan itu.
Sasuke menatap layar HP Hinata.
To : Hinata
From :0882xxxxxxx
Aku mengundangmu makan malam
Sasuke membelalak ketika membaca pesan itu, kemudian ia menunjukkan pada Hinata pesan yang baru saja didapatnya. Hinata membaca isi pesan itu.
To : Sasuke
From : 0855xxxxxx
Aku mengundangmu makan malam
Kemudian mereka berdua saling berpandangan.
"SIpeneror?" ucap mereka berdua bersamaan.
Tak lama, HP mereka kembali bergetar.
Sasuke segera membuka isi pesan itu.
To: Sasuke
From : 0855xxxxxxx
Aku hanya mengundangmu, jangan ajak yang lain.
Aku akan tahu jika kau mengajak yang lain.
Hinata pun menerima pesan yang sama namun dari nomor yang berbeda.
"Apa maksudnya mengajak yang lain?" Tanya Hinata bingung.
"Polisi, pasti yang dimaksud sipeneror ini polisi" jawab Sasuke.
"La-lalu bagaimana?" Tanya Hinata lagi. "Bukankah Itachi-nii tak tahu kalau sipeneror itu mengganti nomor? Apa kita hubungi Itachi-nii dulu"
Baru saja Hinata bertanya, HPnya kembali bergetar.
To : Hinata
From : 0882xxxxxx
Tak perlu membawa HP kalian.
Aku sudah menyiapkan yang baru.
Aku dan teman kalian tak akan suka jika kalian menghubungi yang lain.
Aku akan tahu jika kalian mencoba menghubungi yang lain.
Hinata tak mengerti maksud pesan ini.
"Sialan!" Sasuke mendesis tajam.
"Apa maksudnya?" Hinata masih bertanya.
"Kita tak bisa menghubungi Itachi, sepertinya dia mengawasi gerak-gerik kita dan kalu kita tetap melakukannya Naruto mungkin akan.." Sasuke tak sanggup melanjutkan perkataannya.
"Maafkan aku" ucap Hinata.
"Hinata, sudah kukatakan ini bukan salahmu, yang salah adalah si peneror sialan itu!" tanpa sadar Sasuke berbicaradengan nada tajam.
Drrrtt Drrrttt
To : Sasuke
From : 0855xxxxxxx
Hapus semua pembicaraan kita di telponmu dan matikan HPmu.
Lalu letakkan HPmu di lokermu dan ambil HP baru yang kuletakkan disana.
Setelah itu kunci lokermu.
Sasuke dan Hinata langsung menuju loker mereka masing-masing setelah mendapat pesan itu, dan benar saja di loker mereka sudah ada HP baru. Entah kapan peneror itu melakukannya, seingat Sasuke, tadi pagi ia belum melihat HP itu berada dilokernya ini.
Hinata dan Sasuke segera menghapus percakapan antara mereka dan sipeneror kemudian mereka mematikannya dan meletakannya di loker. Hinata dan Sasuke mengambil HP baru itu sebelum mengunci loker mereka.
Sasuke melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Apa yang direncanakan si peneror? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Sasuke, tapi lebih dari itu, Sasuke mengkhawatirkan Hinata. Bagaimanapun juga, Sasuke yakin Hinatalah target utamanya. Sasuke terus mencari cara agar dirinya bisa memberitahu siapapun bahwa dirinya dan Hinata dalam bahaya.
Tapi untuk mendapatkan caranya, Sasuke harus tahu dulu bagaimana cara sipeneror bisa terus mengawasi mereka. Apakah dengan melacak nomor mereka? Atau di HP baru mereka ini ada alat penyadapnya atau alat pelacak atau mungkin dengan cara lainnya. Sasuke diam sebentar…
"Hinata" panggil Sasuke.
"Ya?"
"Kurasa.. Aku punya rencana" ucap Sasuke, kedengarannya Sasuke sedikit ragu untuk melakukan hal ini, ia hanya berharap peneror itu cukup bodoh untuk bisa ditipu dengan rencananya nanti.
"Benarkah?" Tanya Hinata ragu.
Sasuke mengangguk kemudian ia memberi isyarat dengan tangannya agar Hinata mendekat padanya. Sambil melihat kesekeliling, Sasuke mendekatkan tubuhnya juga ke Hinata. Kemudian ia meletakan HP yang baru didapatnya di antara dirinya dan Hinata. Sasuke mengangkat tangannya untuk menutupi mulutnya dan telinga Hinata, ia bersikap seolah ingin membisikkan sesuatu pada Hinata.
Hinata mengernyit ketika ia tak mendengar apapun dari Sasuke, ia baru akan menoleh sebelum Sasuke menahan wajahnya dengan tangan yang tak digunakan unuk menutupi mulutnya sendiri dan telinga Hinata. Hinata semakin bingung, apa yang direncanakan Sasuke sebenarnya?
Drrrtt Drrrtt
HP baru Sasuke bergetar, mendengar itu diam-diam Sasuke tersenyum tipis. Kemudian ia menjauhkan wajahnya dari telinga Hinata. Ia membuka HP itu dan membaca isi pesan yang didapat.
To : Sasuke
From : 0855xxxxxx
Temanmu tak akan suka dengan sikapmu
Sasuke menyeringai tpis ketika membaca pesan itu, ternyata sipeneror tak sepintar yang ia kira.
TBC
Pojok review
NurmalaPrieska : hehehe makasih atas pengertiannya :D
ayame : iya nih kan mau tamat :)
Nurul851 : iya pkoknya semua pertanyaan kamu jawabannya iya :D oke ini udah dilanjut
clareon : iya tuh Gaara emang jahat disini
HyugaRara : iya gitu deh, hehe oke ini udh Up :)
hyuga ashikawa : penerornya yang ngegipuk :D
lovely sasuhina : iya, hahaha lucu ya, Ita juga ngebayanginnya lucu :D
cintya : iya penerornya yang mukul
Chanchan : mungkinnnn enggak tapi gak tau ya, Ita siaolnya suka labil :D
kaiLa wu : yup Gaara
hinatachannn2505: oke oke makasih udah baca tunggu chao selanjutnya ya
CallistaLia : tenang Naru pasti diselametin
Guest : oke tunggu terus ya
Morita Naomi : oke, baca terus yaaa…
Huaahhh akhirnya selesai juga chap ini, padahal udh mau tamat tapi Ita masih suka ngaret :D
Maap karena sering ngaret dan makasih karena udah mau baca sama review
Samapi ketemu di next chap *lambai-lambai tangan*
