-dhedingdong95-

Cast:

Cho Kyuhyun

Kim Kibum

Lee Donghae

(mereka akan menjadi satu marga)

Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!

Rate: T

Length: Chaptered

Disclaimer:

Hanya meminjam nama tokoh. Kesamaan latar ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya. Terinspirasi oleh karakter Gong Taekwang di drama School 2015 – Who Are You. Walaupun judulnya hampir sama dengan cerita sebelumnya, tapi untuk jalan cerita akan berbeda dengan sebelumnya loooooh!

SELAMAT MEMBACA!

WARNING! TYPO, cerita pasaran, kalimat amburadul, alur kecepetan, membosankan!

Don't like? DON'T READ!

NO BASH and… ENJOY!^^

.

.

.

Chapter 3

.

.

"BIBI JUNG! AKU TIDAK GILA!"

"BIBI HARUS PERCAYA PADAKU! MEREKALAH YANG SUNGGUH GILA!"

"BAWA SAJA MEREKA KE RUMAH SAKIT JIWA! BUKAN AKU!"

kyuhyun terus meracau tanpa henti. posisinya yang sedang duduk di lantai kamar dengan bersandarkan bingkai ranjang besarnya, semakin membuatnya bebas menyakiti dirinya sendiri. katakanlah seperti memukul kepalan tangannya ke lantai hingga lebam atau membenturkan kepalanya ke bingkai ranjang.

"tuan muda... tenanglah" dengan ragu bibi jung melangkah mendekati tuan mudanya. ia memutuskan untuk duduk di samping kyuhyun. wanita tua itu memberanikan diri meraih kepala kyuhyun, kemudian menyenderkannya di bahu kirinya. sesekali ia mengelus puncak rambut anak lelaki itu hingga sang tuan mudanya merasa sedikit tenang.

"errgghhh..." namun sepertinya keinginan bibi jung tak terkabul. didengarnya suara erangan yang berasal dari mulut kyuhyun. wanita paruh baya itu melirik sekilas, ia melihat posisi duduk kyuhyun yang sudah meringkuk dengan kedua tangannya memegangi lehernya sendiri. sedikit mencekik, mungkin?

"tu..tuan.. muda?" apa yang ditakutkan bibi jung mau tak mau memang terkabul. tuan muda kyuhyun akhirnya telah sampai pada titik batasnya. kambuh. kambuh dalam artian sebenarnya.

bibi jung tidak tinggal diam. ini sudah merupakan kebiasaan yang terjadi jika kyuhyun mengamuk besar dan benar-benar tak dapat menahan emosinya sedikitpun. ia baringkan tubuh sang tuan muda di lantai sepelan mungkin –karena takut menyakitinya–, lantas berlari ke arah nakas putih yang terletak di sudut ruangan. kepala pelayan itu dengan terburu-buru membuka laci demi laci untuk mendapatkan barang yang ia butuhkan.

"dimana anda meletakkannya tuan muda? atau jangan-jangan anda membuangnya lagi?" bibi jung menggerutu frustasi. kemudian ia berlari kecil ke tempat lain di ruangan tersebut demi meraih keranjang sampah. wanita itu terus mengacak kertas-kertas yang memenuhi keranjang tersebut hingga akhirnya mendapatkan sebuah benda pipih berwarna putih juga 2 botol kaca berisi puluhan pil.

"tuan muda... tuan... anda bisa mendengar suara saya?" bibi jung memberanikan diri untuk memaksa memasukkan benda pipih itu ke dalam mulut kyuhyun, agar gigi-ginya tidak menggigit lidahnya sendiri. sesungguhnya kondisi kyuhyun jauh dari kata baik-baik saja. tubuhnya yang mendadak menjadi kaku, kedua bola matanya yang terus bergerak tak fokus, seluruh giginya berusaha bergemeletuk namun nyatanya tetap terkunci rapat, serta tarikan nafas yang semakin lama semakin berat membuat siapapun yang melihatnya akan merasa begitu iba.

pasti kalian bertanya-tanya mengapa bibi jung tidak segera meminta pertolongan pada orang lain? karena sudah tak ada waktu lagi bagi bibi jung untuk memanggil pelayan ataupun pengawal lainnya. sesegera mungkin, siapapun yang melihat sang tuan muda kambuh haruslah memberikan pertolongan pertama sebelum kondisinya semakin parah.

kyuhyun masih dalam kejangnya. namun dengan cekatan bibi jung mengambil benda pipih yang telah bersarang di antara gigi-gigi rata Cho muda selama beberapa menit ini, kemudian memasukkan sejumlah pil ke dalam mulut kyuhyun.. memaksanya untuk menelan dengan cara membekap mulutnya. takut jika majikan kecilnya ini memuntahkan kembali pil-pil tersebut.

"saya yakin anda bisa menelannya tuan muda..." bibi jung meringis melihat ekspresi kyuhyun yang sangat kesusahan untuk menelan pil. terlebih kyuhyun harus menelan beberapa pil yang ukurannya tidaklah kecil saat ia berada diambang kesadarannya.

"semua akan baik-baik saja tuan muda.. bersabarlah sedikit lagi" bibi jung menyibakkan surai cokelat yang menutupi dahi kyuhyun, dengan lancangnya pula ia berani menghapus jejak-jejak air mata yang membekas di atas pipi kyuhyun. sebenarnya naluri keibuannya seringkali terpanggil ketika melihat tuan mudanya merasa sangat tertekan. ini semua dilakukan karena bibi jung sendiri sudah tak tahan melihat penderitaan mental yang kyuhyun hadapi. lihat saja sudah berapa kali kyuhyun meminum obat-obatnya dalam satu hari ini? bukankah itu menandakan jika kondisi mental kyuhyun semakin lama semakin tak baik-baik saja?

.

.

.

sinar matahari yang menembus tirai-tirai putih dihiasi corak polkadot hitam, dengan lancang menelisik tidur seseorang yang tengah bergelung rapat di bawah selimut tebalnya. suara cicitan burung gereja yang sesekali mematuk kaca jendela membuat sang empunya kamar harus tersadar dari tidurnya.

"tuan muda, anda tidak pergi ke sekolah?" salah seorang pelayan masuk untuk membuka tirai berukuran besar yang menghiasi kamar tersebut.

"tidak" jawaban kyuhyun yang singkat dan padat, menunjukkan bahwa moodnya masih sangat buruk. para penghuni rumah yang sudah mengetahui kebiasaan-kebiasaan kyuhyun ini, hanya dapat mengikuti perintah majikannya dalam segala mood.

"siapkan air hangat.. juga baju yang kasual. aku ingin pergi setelah ini" ujar kyuhyun sembari memainkan PSPnya. eits, sejak kapan ia berhasil meraih PSPnya?

"baik tuan muda, saya permisi" pelayan muda itu membungkuk hormat lantas pergi meninggalkan kyuhyun seorang diri. tak tersirat di wajah kyuhyun jika ia mengalami kambuh beberapa jam yang lalu. semua berjalan seperti biasa, hanya mood kyuhyun yang buruklah yang menjadi pembedanya.

.

.

kyuhyun mematut dirinya di depan sebuah kaca besar yang tergantung di kamarnya. hoodie berwarna putih gading dipadukan dengan celana jeans berwarna gelap serta sneakers merah menyala, siap menghantar kyuhyun ke tujuan utama. tak jarang kyuhyun membenahi tatanan rambut yang dirasanya tidak sesuai. setelah penampilannya terlihat rapi, kyuhyun memilih keluar dari kamar mewahnya dengan membawa sebuah ransel kanvas berwarna cokelat muda.

"mulai jadi anak pembangkang, eoh? mau bolos sekolah lagi?" suara berat tuan Cho memecah keheningan pagi, ketika ia melihat anak bungsunya berjalan cepat begitu saja tanpa mengenakan seragam. tapi anak lelaki yang diajak tuan Cho bicara hanya melenggang santai tanpa mengindahkan segala perkataannya.

"CHO KYUHYUN!" sentakan keras tuan Cho menghentikan langkah kyuhyun tepat di bibir pintu utama.

"urusi saja perusahaanmu ayah. aku pasti akan pulang nanti. bukankah kau menahanku di rumah ini hanya untuk kelangsungan hidup perusahaan? hhh, aku pergi!" kyuhyun benar-benar pergi tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut dari ayahnya. ia kemudian berjalan ke sedan Genesis Prada hitam yang sudah terparkir di halaman rumah.

"anda tidak berangkat ke sekolah?" pak kim terkejut begitu melihat penampilan kyuhyun yang tidak memakai seragam, melainkan hanya mengenakan pakaian kasual.

"tidak pak kim. bawa aku ke tempat dimana lee donghae berada" jawab kyuhyun datar. ia menyandarkan punggungnya pada jok mobil, lalu mencoba untuk menutup kedua matanya. walaupun sesungguhnya ia tak merasa mengantuk, dan ia juga tak ingin tertidur.

"lee... dong..hae?" pak kim lebih terkejut lagi ketika kyuhyun melontarkan nama lee— donghae di depannya. tangannya meremas setir mobil dengan erat hingga tak terasa mengeluarkan sedikit keringat.

"hn. adakah yang salah? kau tahu siapa lee donghae?" tanya kyuhyun antusias, tanpa sadar ia memajukan tubuhnya ke jok depan.

"...tapi, kalau kau berpikir dia adalah hyungku, kau salah besar. aku pun baru tahu kemarin, siapa itu lee donghae. penyanyi solo yang sedang naik daun belakangan ini. aku melihatnya secara langsung dan dia... sangat tampan. sungguh. pantas saja penggemar wanitanya banyak sekali. bahkan khayalan bodohku ini bekerja begitu cepat. apa jadinya jika dia benar donghae hyungku? aku tak dapat membayangkan bagaimana repotnya setiap hari mengusir kumpulan penggemarnya yang menginap di— ah lupakan saja" tanpa sadar kyuhyun telah berbicara panjang lebar, meluapkan satu hal yang mengganjal di hatinya pada seorang supir pribadi.

"ah.. ehm... benar tuan muda, lee donghae memang begitu terkenal di hampir seluruh penjuru negara. banyak pihak mengatakan jika ia memiliki hati bak malaikat, saya sendiri tak tahu benar arti dari istilah tersebut. bahkan berita tentang dirinya menjadi wakil pemukul lonceng saat tahun baru nanti, sangat cepat menyebar di seluruh kalangan" pak kim salah tingkah. sebisa mungkin ia mulai menjelaskan apa yang ia tahu dengan matanya yang tetap fokus pada jalanan di depan.

"benarkah? aku tak pernah dengar sebelumnya, ada seorang artis menjadi wakil pemukul lonceng tahun baru. tsk, lucu sekali" kyuhyun melupakan mood buruknya. ia terlalu sibuk dengan membahas sesuatu yang menarik perhatiannya saat ini.

"hanya itu yang saya tahu tuan muda. hm, tapi bagaimana caranya saya mengetahui seluruh jadwal lee donghae? saya tak memiliki kontak manajemen ataupun manajernya" tepat sekali. selama bermenit-menit sedan mewah itu hanya berjalan mengitari jantung kota seoul tanpa tujuan.

"kau bisa mengutus kaki tangan ayah untuk mendapatkan jadwalnya hari ini. cepat hubungi dia, aku tak mau menunggu lama" kata kyuhyun lagi, kali ini sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

"..satu lagi! katakan pada mereka untuk menyelidiki semua yang berkaitan dengan lee donghae, terutama latar belakang keluarga dan pendidikannya" sambung kyuhyun lagi.

"baiklah. saya mengerti tuan muda"

.

.

"lee donghae akan mengadakan fansigning di gedung ini 1 jam lagi. kemungkinan ia akan datang 15 menit sebelum acara" sedan hitam itu baru saja terparkir di seberang gedung bertingkat yang cukup besar di kawasan Gwangju. letaknya cukup jauh dari seoul, karena mereka harus menempuh 3 jam perjalanan.

kyuhyun mengangguk-angguk mengerti. ia menghela nafas kemudian menghembuskannya secara kasar.

"sepertinya anda bosan? bagaimana jika kita berkeliling sejenak?" tawar pak kim. ia tahu, tuan mudanya memang tak suka menunggu lama.

"tidak pak kim, aku akan menunggu di dalam mobil saja" jawab kyuhyun sambil mengeluarkan sebuah buku dan peralatan menulis dari dalam ranselnya.

"apa anda berencana untuk menghadiri fansigning tersebut? jika anda mau, saya bisa mengusahakan kartu all access untuk tuan muda"

"tak perlu berlebihan pak kim, aku hanya ingin.. melihatnya dari dekat saja" kyuhyun menjawab seadanya. konsentrasinya masih tertuju pada kertas dan tinta yang digunakannya.

.

.

15 menit sebelum acara, sudah ratusan penggemar yang masuk ke dalam gedung. namun kyuhyun sama sekali tak melihat tanda-tanda bahwa lee donghae akan segera datang. atau mungkin artis itu melewati pintu belakang?

tapi rasa penasaran kyuhyun tak berlangsung lama, karena setelahnya sebuah van hitam berhenti tepat di depan gedung tersebut. awalnya hanya terdapat dua orang pria berumur 30 tahunan yang sibuk berbicara dengan beberapa pihak keamanan. namun sesaat kemudian, dilihatnya sosok pria muda yang tak asing lagi di mata kyuhyun. ia mengenakan kaos garis-garis kemudian ditutup dengan blazer putih, terkesan formal namun tak meninggalkan sisi kasualnya.

kyuhyun terdiam sesaat. waktu beberapa menit yang tersedia, hanya digunakan untuk memandangi pria muda yang berdiri di seberang sana. yaah meskipun hanya melihat dari jendela mobil saja. karena kyuhyun belum memiliki cukup nyali untuk menghampiri langsung sosok tersebut. dan tanpa disangka, kyuhyun menangkap pemandangan yang cukup membuatnya terhenyak. lee donghae... menatap ke arahnya! walau jaraknya terbilang tak begitu dekat, namun penglihatan kyuhyun masih normal. kedua manik hitam itu benar-benar mengarah padanya. lee donghae memberikan senyuman hangat seraya melambaikan tangan kanannya, seolah sedang menyapa kyuhyun. kyuhyun terkejut setengah mati. buru-buru ia menaikkan kaca jendela mobilnya.

.

seandainya orang yang melambaikan tangannya dan memberikan senyuman hangat itu benar-benar kau, donghae hyung...

.

kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. lagi-lagi ia berkhayal dengan hal yang tidak pasti kebenarannya.

"anda baik-baik saja tuan muda?" pak kim mulai khawatir akan kondisi kyuhyun. terlebih jika emosinya yang masih labil karena kejadian kemarin.

"hm.." jawab kyuhyun singkat. tanpa disuruh jari-jari panjang milik kyuhyun bergerak melipat sebuah kertas berwarna biru muda yang telah ia tulisi sebelumnya.

"pak kim... bagaimana caranya agar aku bisa ikut acara fansigning?" tanya kyuhyun tiba-tiba.

"berdasar informasi yang saya dapat, anda harus memiliki album terbaru dari artis tersebut tuan muda" pak kim menjawab sebisa mungkin, karena umurnya yang tak lagi muda ia harus mengumpulkan banyak informasi untuk dapat menjawab setiap pertanyaan kyuhyun.

"hhh, sayang sekali aku tak memilikinya" kyuhyun mendengus pelan, lalu menyenderkan kepalanya pada kaca mobil.

"anda ingin menghadiri acara fansigning lee donghae? bagaimana jika saya memiliki ini?" entah dari mana asalnya, mendadak pak kim mengangkat sebuah album berukuran sedang bergambarkan foto lee donghae sebagai covernya.

"ya tuhan! pak kim... dari... dari mana kau.. bisa mendapatkannya?" kyuhyun membulatkan matanya. ia tak menyangka, supir pribadinya pun memiliki album dari seorang lee donghae.

"nanti akan saya jelaskan, lebih baik anda segera masuk sebelum acara dimulai"

"terima kasih banyak pak kim! kau bisa meminta traktir apa pun saat kita pulang nanti!" pak kim memberikan senyum lebarnya. ia merasa geli melihat tingkah kyuhyun, tapi di sisi lain ia juga sangat senang melihat kyuhyun tersenyum cerah seperti tadi.

.

.

.

ternyata acara fansigning tak semudah yang kyuhyun bayangkan. memang ia dapat dikatakan beruntung, karena tepat setelah dirinya masuk ke dalam ruangan.. pintu masuk segera ditutup. namun begitu kyuhyun memasuki hall gedung ini, ia melihat sekitar 100 orang lebih yang terlihat mengantri demi bertemu dengan artis yang paling dinantikan kehadirannya.. sedekat mungkin. dan hanya ada segelintir anak lelaki yang berada dalam barisan antrian, itu artinya kyuhyun harus menebalkan muka bukan? kyuhyun memutuskan untuk menutupi wajah merahnya –karena malu– dengan tudung hoodie yang ia kenakan.

.

.

akhirnya.. setelah menunggu hampir 2 jam kini giliran kyuhyun yang bisa bertemu sedekat mungkin dengan donghae. meski rasa bosan yang teramat sangat berhasil menggerogotinya, namun rasa gugup yang besar telah menutupi rasa-rasa lainnya. berulang kali ia menghembuskan nafas kasar, namun itu sama sekali tak mengurangi rasa gugupnya. kyuhyun memaksakan langkah kakinya menuju panggung dimana donghae berada. sebelumnya, seluruh penggemar telah dibekali beberapa peraturan. beberapa peraturan tersebut adalah mereka mendapat kesempatan berbincang dengan donghae selama maksimal 100 detik, juga mereka tidak diperkenankan untuk berdiri di atas panggung. mereka harus memosisikan dirinya untuk berlutut agar mengimbangi sang artis yang terduduk di atas kursi.

"hai" sapa donghae ramah.

kyuhyun terdiam seribu bahasa. tak dapat menanggapi sapaan donghae. jantung kyuhyun berdebar sangat kencang, bahkan ia tak berani menatap mata donghae ntah mengapa. sebenarnya tak ada alasan mengapa reaksi tubuh kyuhyun tak sebanding dengan keinginannya yang kuat. padahal kyuhyun sendiri pun menyadari, jika seseorang yang duduk di depannya adalah lee donghae bukan cho donghae, kakak kandungnya.

"dimana aku dapat memberikan tanda tangan?" tanya donghae pelan.

"di sini..." kyuhyun mulai berani untuk membuka suaranya. ia menunjukkan salah satu foto donghae yang paling ia sukai di halaman bagian depan.

"hmmm.. kau suka foto ini?"

kyuhyun mengangguk pelan. melihat sikap polos juga gugup dari anak lelaki di depannya, donghae hanya dapat tersenyum sambil menahan tawanya. hingga tak menyadari jika tangannya telah mengulur ke puncak kepala kyuhyun, lalu mengacak rambut coklat itu dengan pelan.

bagaimana reaksi kyuhyun mendapat perlakuan semacam itu? ia hanya membeku. tak ada yang bisa ia lakukan lagi selain termangu tak percaya.

"jadi.. siapa namamu?"

"kenapa kau harus tahu namaku?"

"karena aku harus menuliskan namamu disini..." jawab donghae sabar sembari menunjuk gambar yang sama seperti kyuhyun tunjukkan sebelumnya.

"tulis saja... pengemis"

"pengemis?" tanya donghae kaget, namun itu tak mengurangi konsentrasinya dalam menulis dan bertanda tangan.

"hn..." kyuhyun menjawab dengan gumamannya.

"tapi maaf.. kau tak tampak seperti pengemis. bahkan kau bisa memiliki album ini, yang harganya tak murah" donghae kebingungan. ia menatap seksama anak lelaki di depannya.

kyuhyun tersenyum tipis.

"sebelum sesi ini berakhir, kau tak memiliki pertanyaan untukku? biasanya, fansign dijadikan kesempatan besar bagi penggemar untuk menanyakan apapun langsung padaku"

kyuhyun menggelengkan kepalanya. "tidak... melihatmu dari dekat saja sudah membuatku sangat senang"

"bisakah... kita bersalaman sebentar?" donghae mengulurkan tangannya, menunggu uluran balasan dari kyuhyun. tunggu. donghae meminta penggemarnya untuk bersalaman? bukankah ini semua terasa janggal? harusnya penggemar yang meminta salam pada idolanya bukan?

lagi-lagi kyuhyun tersenyum penuh makna. ia membalas uluran tangan donghae, dan akhirnya mereka bersalaman. mengaitkan telapak tangan mereka masing-masing dengan erat seperti tak ingin dilepaskan.

"20 detik sebelum waktumu habis" peringatan akan waktu berbincang dengan donghae pun sudah diucapkan petugas yang berdiri tak jauh dari kyuhyun.

"aku ingin memberikan ini" kyuhyun mengeluarkan kertas biru muda yang sudah terlipat dari kantung hoodienya.

"jagalah kesehatanmu, akhir-akhir ini sering terjadi angin kencang... kau harus merapatkan pakaianmu agar tidak terserang flu— wah.. membaca tulisanmu membuatku terharu" donghae membaca beberapa rangkaian kata yang tertulis di atas kertas itu.

"lalu apa maksud gambar tiga ikan ini? bahkan ukuran mereka berbeda-beda" donghae melanjutkan pembicaraannya. ia menunjuk-nunjuk gambar pada sudut kertas dengan menggunakan spidol yang digenggamnya.

"sebenarnya aku menggambar ini karena mengingat hyungku. jika kau ingin tahu artinya, akan kujelaskan lain waktu. sampai jumpa"

"kau berhutang padaku!"

"hn.." untuk terakhir kalinya sebelum kyuhyun menuruni panggung, ia tersenyum tulus mengarah pada donghae.

tak ada satu orang pun yang menyadari jika sebulir air mata jatuh mengenai pipi putih lee donghae. namun sesegera mungkin ia usap air mata tersebut menggunakan ibu jarinya, berlagak layaknya semua berjalan dengan baik.

.

.

"bagaimana tuan muda? apa tadi menyenangkan?" pak kim terlalu bersemangat untuk mengetahui apa saja yang terjadi selama fansigning berlangsung, hingga ia lupa membukakan pintu mobil untuk kyuhyun –kyuhyun pun tak menyadari jika ia sendiri yang membuka pintu mobilnya.

"kenapa aku tak merasa senang ya, pak kim?"

"...begitu aku bisa melihatnya sedekat itu, bahkan berbicara langsung dengannya... ada perasaan sakit disini" kyuhyun tetap berbicara namun pandangannya terlihat kosong. ia juga menepuk-nepuk dadanya sendiri, berharap rasa sakit tak nyatanya ini segera pergi.

"mungkin itu karena anda kelelahan. sebaiknya kita mencari kedai di dekat sini, lihatlah.. wajah anda sudah semakin pucat" kyuhyun tak merespon ucapan supir pribadinya. ia hanya melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang menjadi penghuni tetap daerah Gwangju melalui kaca mobil.

"pak kim... apa benar semua yang dilakukan ayah demi kebaikanku?" tiba-tiba pertanyaan mengejutkan terlontar begitu saja dari mulut kyuhyun. bagaimana tidak, selama ini kyuhyun sangat anti membicarakan hal yang berkaitan dengan ayahnya. mendengar nama sang ayah pun kyuhyun mendadak seperti terkena alergi.

"...tapi mengapa ia terus bersikap kejam padaku? mana ada orang tua yang tega membawa anak kandungnya ke rumah sakit jiwa? kupikir tak ada pula sejarah yang menceritakan tentang seorang pewaris perusahaan mall dan perhotelan terbesar di korea selatan menjadi pengemis beasiswa di sekolah... tapi ayah selalu berkata jika itu semua demi kebaikanku. kadang aku tak mengerti bagaimana jalan pikiran ayah"

pak kim hanya mendengar curahan hati tuan mudanya, ia tak berniat sedikitpun untuk menjawab ataupun menyela. bukan karena ia tak tahu alasannya, namun pak kim hanya ingin kondisi keluarga tuan Cho pulih terlebih dahulu. barulah ia berani untuk angkat bicara.

"pak kim, kau tahu semuanya kan? kau sudah sangat lama bekerja di rumah itu, bahkan sebelum aku ada di dunia ini! setidaknya berilah aku sedikit penjelasan, agar aku tidak selalu menganggap ayah sebagai monster jahat" kyuhyun menggigit bibirnya sendiri.

"jika saya boleh berbicara, seharusnya anda bertanya baik-baik pada tuan Cho secara langsung. itu akan memudahkan tuan muda untuk memperoleh semua jawaban yang sudah anda tunggu bertahun-tahun lamanya"

"kau tahu sendiri bagaimana watak ayah jika bertemu denganku"

"kuharap anda mau bersabar sedikit. sebentar lagi tuan muda pasti akan memahami apa yang terjadi di sekitar anda" pak kim menghela nafas panjang, pertanda jika ia juga telah lelah memendam sesuatu.

"kau tak ada bedanya dengan bibi jung!" kyuhyun memulai aksi merajuknya. hal yang sudah sangat lama tak dilakukan oleh majikan kecilnya ini. dilihatnya dari kaca spion depan posisi kyuhyun yang sedang menyilangkan kedua tangannya di depan dada seraya mengerucutkan bibirnya. tingkah lucu inilah yang tak ayal membuat pak kim tak dapat menyembunyikan senyumnya.

.

.

.

Pyeongchang-dong, Seoul

kawasan Pyeongchang merupakan daerah khusus perumahan –lebih pantas disebut mansion– elit, yang terletak di sebuah lereng gurung nan megah di pinggiran kota seoul. khusus? ya. karena di sana hanya ditinggali orang-orang penting seperti pengusaha sukses atau pun para politisi. diantara mereka terdapat juga warga asing termasuk diplomat serta eksekutif bisnis. mereka biasanya memilih tinggal di Pyeongchang karena jauh dari keramaian, juga udara sejuk khas pegunungan yang membuat siapapun betah berada di sana. sistem pengamanannya dibuat super ketat, dengan begitu tidak sembarang orang dapat keluar masuk di kawasan tersebut.

"apa ia menghubungimu lagi?"

"tidak"

"baguslah"

"bukankah itu semua adalah kemauanmu?"

"benar sekali, tapi alangkah baiknya jika kau pergi belajar ke luar negeri"

"tidak. aku tidak mau"

"kau adalah tanggung jawabku, mau tak mau kau harus menuruti perkataanku"

"aku bukan pelayan yang harus tunduk pada perintahmu"

.

.

.

TBC

.

.

*sekilas info dari gugel: stress mental yang benar-benar berat memang bisa membuat seseorang mengalami kejang epileptik. jadi harus membawa obat ke mana pun ia pergi setidaknya untuk jaga-jaga saja. dengan membawa obat tersebut di tas atau sakunya, alam bawah sadarnya 'bisa' mempengaruhi dia untuk merasa aman.

.

.

Big thanks to:

chohyunnie/ killuayu99/ chairun/ KLiieff19/ Lily/ sarah/ dewidossantosleite/ tae jung/Shin Ririn1013/ mmzzaa/ Cho Kyunhae/ DD/ Citra546/ adlia/ araaaa/ Arum Junnie/ amanda/ jihyunelf/ dewiangel/ Emon204/ Awaelfkyu13/ Desviana407/ angel sparkyu/ turtle407/ septiaNM13/ / Chohyun/ mifta cinya/ kys134/ Shofie Kim/ sitihalimatussadiah124/ hyunnie02/ ilmah/ Hae Fishy/ Nanakyu/ Kuroi Ilna/ kyuhae/ F3/ Name CKH/ Wonhaesung Love/ phn19/ lydiasimatupang2301/ kyuli 99/ Tiktiktik/ Lily/ Choding/ yulianasuka/ Rahma94/ d5/ siska/ nopiefa/ Sparkyubum/ lianpangestu/ HyunRi

ada yang belum kesebut lagi? terima kasih atas review kalian :*bener-bener penyemangat buat update, apalagi kalau silent readersnya mau menampakkan dirinya. pasti bakal saya update tiap hari(?) hahahaha

bisa minta reviewnya lagi pleasssee?

walaupun aku belum bisa balas satu per satu, tapi beneran. aku baca review kalian satu per satu. terima kasih banyak yaaaa!

.

.

aku akan menjawab 3 pertanyaan yang sering ditanyakan di chapter kemarin:

Q: kok pendekan thor?

A: tergantung imajinasi yang aku dapet ya, semakin imajinasinya jalan semakin banyak kata yang bisa ditulis. chapter ini udah lebih panjang kok hahaha

.

Q: hyungdeulnya kyuhyun lupa beneran atau pura-pura lupa?

A: semua akan terjawab dengan seiring berjalannya chapter hahaha

.

Q: boleh kan aku panggil eonni/chingu?

A: halooo, nama aku dhe. aku 95line, kuliah semester 7. kalian bebas memanggil aku dengan sebutan apa aja selagi kalian nyaman. mari kita berteman!^^