-dhedingdong95-
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Lee Donghae
(mereka akan menjadi satu marga)
Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!
Rate: T
Length: Chaptered
Disclaimer:
Hanya meminjam nama tokoh. Kesamaan latar ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya. Terinspirasi oleh karakter Gong Taekwang di drama School 2015 – Who Are You. Walaupun judulnya hampir sama dengan cerita sebelumnya, tapi untuk jalan cerita akan berbeda dengan sebelumnya loooooh!
SELAMAT MEMBACA!
WARNING! TYPO, cerita pasaran, kalimat amburadul, alur kecepetan, membosankan!
Don't like? DON'T READ!
NO BASH and… ENJOY!^^
.
.
.
Chapter 5
.
.
Flashback
31 Desember 2002
.
"paman lee!"
"paman lee! yeogi (disini)!" seorang anak lelaki berseragam taman kanak-kanak berlari kegirangan dari dalam sekolahnya. sesekali ia melambaikan kedua tangannya, menunjukkan keberadaannya pada orang yang dituju. karena sepertinya... ia melihat seseorang yang telah ia kenal di luar sana. anak lelaki itu berlari cukup gesit membelah kerumunan murid yang lain. hingga akhirnya berhasil menghampiri pria dewasa yang sedari tadi menengok kesana kemari seolah mencari sesuatu.
"ah tuan muda kyuhyun!" pria yang dipanggil paman lee itu cukup terkejut menyadari kehadiran kyuhyun. pria itu pun memutuskan untuk berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan sang majikan agar tidak terlalu kesulitan dalam berkomunikasi.
"mengapa paman lee berada disini?" tanya anak lelaki itu polos sambil memegangi kedua tali ranselnya. berulang kali ia mengerjapkan kedua matanya sembari menunggu jawaban dari lawan bicara.
"... eum... saya diutus nyonya untuk–"
"dimana ibu, uh? bukannya dia sudah berjanji untuk menjemputku?" sambar kyuhyun tanpa menunggu paman lee untuk menyelesaikan kalimatnya. tercetak jelas raut kekecewaan di wajah kyuhyun. lagi-lagi ibu mengingkari janji, begitu pikirnya. meskipun berulang kali sang ibu berjanji untuk menjemputnya ke sekolah, dan berulangkali pula janji itu terabaikan... kyuhyun kecil seakan tidak kehilangan harapannya. dengan pemikiran yang sederhana, sebagai anak bungsu di keluarga cho... ia merasa masih pantas mengharapkan kasih sayang berlebih dari orang tua seperti teman-temannya.
"nyonya–"
"dimana mobilnya? kyuhyunie ingin tidur!" kyuhyun berjalan sedikit menghentakkan kakinya karena kesal, tak memedulikan lagi betapa licin jalan yang ia lalui karena sisa-sisa salju yang menempel di jalanan. dan tak lupa juga dengan mengerucutkan bibirnya, sungguh tak ada bedanya lagi dengan kemarahan anak seusianya yang lain.
"bagaimana jika saya gendong di punggung?" jawab pria yang berprofesi sebagai kaki tangan keluarga cho beberapa tahun terakhir ini. dapat dikatakan jika ia merupakan orang kepercayaan tuan cho yang sudah sangat paham tentang seluk beluk di 'dalam'nya. karena kedekatan itulah kyuhyun beserta kedua hyungnya terbiasa memanggilnya dengan sebutan paman.
"tidak! kyuhyunie ingin jalan sendiri!" kyuhyun mulai berjalan hati-hati di pinggiran trotoar dengan tumpukan salju di sisi kirinya. sembari mencari-cari mobil yang biasa dipakai untuk menjemputnya tentu saja.
"dimana mobilnya? mengapa aku tak melihatnya di sekitar sini?" tanya kyuhyun lagi dengan nada kebingungan. ia terus memandang sekelilingnya, namun tetap tak menemukan mobil yang dimaksud.
"paman lee.. mengapa kau tak–" pertanyaan kyuhyun terhenti, ketika dengan begitu cepat tubuh mungilnya diangkat kemudian dimasukkan ke dalam van hitam yang terparkir di depannya.
"issh, sudah kubilang aku tak mau digendong! turunkan aku! turunkan aku!" kyuhyun menggerak-gerakkan kedua kakinya, berharap dengan cara tersebut tubuhnya dapat diturunkan. tapi tetap saja, ukuran tubuh yang tidak seimbang membuatnya kalah dalam pertarungan.
"maafkan saya tuan muda..." bisikan pelan yang hampir terdengar seperti desisan itu terngiang di telinga kyuhyun. anak sekecil dirinya bahkan tak mengerti apa maksud perkataan yang baru saja ia dengar. apa kesalahan paman lee sampai-sampai meminta maaf padanya? seharusnya sang ibulah yang meminta maaf karena telah mengingkari janji, bukan?
.
kyuhyun masih tak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya. belum ada niatan untuk memberontak, karena ia yakin ibu atau ayahnyalah yang mengutus paman lee untuk menjemput dirinya dari sekolah. bahkan kyuhyun sempat termangu di pangkuan salah satu pria dewasa lainnya, sesekali mencuri pandang demi mengamati setiap wajah dari mereka. tak ada yang ia kenali selain paman lee. apakah ayahnya mempekerjakan pengawal baru? atau... ah, mungkin kyuhyun saja yang tidak mengenal seluruh orang yang bekerja pada ayahnya. sebenarnya penampilan sekumpulan pria tersebut tak ada bedanya dengan para pengawal yang ada di rumah. hanya mengenakan setelan jas hitam dan sebuah earphone yang terpasang di telinganya. namun bagi kyuhun mereka nampak jauh lebih menyeramkan. bagaimana tidak? semua orang di dalam mobil ini terlihat seperti robot, tak memiliki senyum ataupun ekspresi wajah sejenisnya.
.
"paman lee, mengapa kita ada di sini?" di gendongan paman lee, kyuhyun tampak semakin kebingungan. apa yang akan dilakukan paman lee juga paman-paman yang lain di tempat menyeramkan seperti ini? gedung ini terlihat sama dengan rumah hantu yang pernah kyuhyun tonton di televisi. dapat dilihat dari pilar-pilar beton penyangga bangunan, banyaknya sarang laba-laba yang bergelantungan atau daun-daun kering yang berserakan, juga beberapa bagian tembok dengan cat terkelupas. kedua tangan kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya di leher orang kepercayaannya. anak kecil itu menutup matanya erat-erat, takut jika sewaktu-waktu hantu yang ada di pikirannya muncul secara tak terduga.
"anda tunggu disini nde? ada kepentingan lain yang harus saya selesaikan" paman lee menurunkan gendongan kyuhyun, lantas berusaha mendudukkannya di kursi kayu yang telah berdebu tebal. bukti lain jika gedung ini sudah lama ditinggalkan. kyuhyun tak bereaksi. entah karena takut atau karena faktor lainnya, ia enggan membuka suara. namun saat tubuhnya hendak mencapai kursi, kyuhyun menggeleng hebat. ia juga tak mau melepaskan tautan tangannya dari leher paman lee.
"kyuhyunie tak mau disini, kyuhyunie mau pulang!" teriak kyuhyun lantang. namun pria yang diajaknya berbicara tak memberikan respon apapun. pria tersebut terus memaksa mendudukkan kyuhyun di kursi, kemudian mengambil sebuah tali tambang yang tergeletak di lantai lalu menalikannya mengitari tubuh mungil kyuhyun.
"sakit! paman lee, sakit!" kyuhyun meronta tak senang. hebatnya, anak kecil yang belum genap berumur 6 tahun itu tidak menangis. ia hanya berteriak melampiaskan rasa sakit akibat lilitan-lilitan tali yang begitu erat, mau tak mau membuat kulitnya tergesek. seolah tak memiliki rasa kasihan, tali tersebut diikatkan begitu eratnya sehingga kyuhyun tak mendapat ruang gerak sama sekali.
"diamlah tuan muda. semakin anda melawan, anda akan semakin kesakitan" jawab paman lee dingin. ini seperti bukan paman lee yang selama ini kyuhyun kenal. paman lee tak pernah bertindak kasar padanya.
"aku ingin pulang paman! cepat telepon ayah agar ia menjemputku! sekarang!" energi kyuhyun belum habis. ia masih sanggup mengeluarkan suara kerasnya.
paman lee tertawa lebar tanpa mengeluarkan suaranya. merasa geli dengan tingkah tuan mudanya.
"tolong diamlah tuan muda. atau... anda ingin benda ini digunakan sebagai penutup mulut?" paman lee mengangkat sebuah lakban hitam entah dari mana asalnya. ia mencoba menakut-nakuti kyuhyun dengan barang yang dibawanya.
kyuhyun langsung diam tak berkutik, lantas menggelengkan kepalanya sekali lagi. ia ingin menangis.. meluapkan rasa takut, sakit dan semua hal yang dirasakannya sekarang. namun ntah mengapa sulit sekali untuk mewujudkannya. kyuhyun kecil lebih memilih menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghindari tatapan dan seringaian tajam dari orang-orang di sekitarnya yang tak ia kenal.
.
.
"paman berambut cokelat... tolong antar kyuhyunie pulang, nde? donghae hyung sudah berjanji membelikanku kembang api di pesta tahun baru... aku tak boleh melewatkannya.." anak lelaki berseragam taman kanak-kanak itu kembali merengek. ia merasa bosan lantaran tak dapat melakukan apapun. bahkan tubuhnya sudah mati rasa karena ikatan tali yang benar-benar erat, juga melawan dinginnya suhu yang terus menerus masuk melalui ventilasi gedung.
"...ah! apa paman ingin kembang apinya juga? tenang saja, akan kuberi setelah paman mengantarku pulang!" lanjut kyuhyun lagi. ia tidak lelah mengoceh sepanjang waktu demi meluluhkan hati orang-orang yang sedang menjaganya.
"kyuhyunie ingin pulang... " di tengah sisa-sisa tenaga yang ia punya, anak lelaki yang 1 bulan lagi menginjak umur 6 tahun ini tak menyerah mengajak orang-orang disekitarnya untuk berbicara. meski tak ada jawaban ataupun hanya sebuah gertakan yang berhasil didapatnya.
"paman... kyuhyunie janji tak akan nakal lagi. jadi... antar kyuhyunie pulang sekarang, ne?"
sudah hampir 5 jam anak malang itu –kyuhyun– terkurung di sebuah gedung tua yang minim penerangan. sesungguhnya kyuhyun tidak takut dengan kegelapan, ia lebih takut bila sang ibu akan menghukumnya karena terlambat pulang ke rumah.
"paman... dingin..." di tengah sifatnya yang keras kepala karena tak henti-hentinya meminta sekumpulan pria dewasa untuk mengantarnya pulang, tubuh kecil kyuhyun sudah tak dapat lagi menahan suhu dingin yang mencapai 3 derajat celcius. kyuhyun menggigil hebat. gigi ratanya yang tak berhenti bergemeletuk serta bibirnya yang sedikit membiru, membuat siapapun yang memiliki hati berinisiatif untuk segera menolongnya. walaupun tubuh itu telah dibalut sebuah jas sekolah berwarna putih gading, namun sama sekali tak akan dapat menghalau dinginnya musim salju. setidaknya ia memerlukan sebuah mantel tebal untuk dapat menghangatkan tubuhnya.
"maka dari itu, diamlah bocah! rengekanmu membuat kepalaku sakit!" tak tanggung-tanggung, salah satu pria yang berdiri di samping kyuhyun berani memukul bagian belakang kepala tawanannya. membuat kyuhyun meringis menahan denyutan di kepalanya.
tak salah jika cho donghae selalu membanggakan adik bungsunya. lihat, anak kecil mana yang dapat bertahan ketika kepalanya dipukul oleh orang dewasa?
"pa..man... dingin... se..ka..li.." tak ada yang dapat kyuhyun lakukan selain mengeratkan gigi-giginya. apalagi jika diperhatikan, dinginnya suhu malam membuat hidung dan mulut kyuhyun terus mengeluarkan uap. tapi jika dilihat dari sisi lain, maka beruntunglah cho kyuhyun.. karena tak semua anak sebayanya dapat mempertahankan kesadaran di tengah rasa dingin yang perlahan membekukan setiap bagian tubuhnya.
"kau pikir aku juga tak kedinginan eoh?" pria muda berambut cokelat itu tak segan menjambak surai ikal milik kyuhyun, membuatnya terdongak secara paksa. kyuhyun menggigit bibirnya sekuat mungkin. ia berusaha untuk tidak menangis. bagaimana pun kata-kata yang sering donghae berikan selalu berputar di otaknya, seperti mantra yang sulit dihapus keberadaannya.
.
cho kyuhyun. jika kau ingin disebut captain cho, maka mulai saat ini tak boleh menangis. jika seseorang mengganggumu, lebih-lebih berani memukulmu... kau juga tak boleh menangis atau membalasnya! kau hanya perlu memaafkan mereka. ingat! seorang captain sejati selalu memaafkan kesalahan orang lain. mengerti?
.
benar. kyuhyun memang bercita-cita sebagai captain sejati. jadi ia harus memaafkan perbuatan kejam paman-paman ini.
setelah pukulan keras serta sebuah jambakan telah dihadiahkan pada kyuhyun... beberapa saat kemudian datanglah pria lain yang kemudian ikut mengawasinya dari jarak beberapa meter. tatapannya terus tertuju pada sosok mungil yang terduduk lemah di tengah ruangan. sosok itu semakin lama terlihat kesulitan bernafas karena kedinginan –atau jangan-jangan ia tengah menahan sakitnya?–
mengapa anda bersikeras untuk tidak menangis, tuan muda?
pria lain itu mulai berjalan mendekati kyuhyun, lalu melepaskan syal yang melilit lehernya. ia lilitkan syal tersebut ke pergelangan tangan kyuhyun hingga menutupi kedua telapak tangannya yang nyaris memutih.
"paman... paman... lee..." kyuhyun sedikit terisak kala ia sedang kesulitan dalam tiap tarikan nafasnya. lagi-lagi kepalanya mendongak mengenai sandaran kursi, pandangan matanya juga tak fokus lagi pada apa yang ada di depannya. sehingga anak itu hanya dapat melihat sekilas sosok paman lee yang berdiri di hadapannya.
"dingin... pa... paman..."
"jangan menangis tuan muda. jika anda menangis, anda akan semakin sulit bernafas" tangan paman lee terulur ke arah dada kyuhyun, kemudian mengelusnya perlahan. sepertinya cara paman lee dalam menenangkan tuan mudanya tak cukup berhasil. kyuhyun kecil semakin larut dalam isakannya, hingga tak menyadari ia telah cegukan beberapa kali.
"errrgh, paman... sa... kit..." sontak kyuhyun mengerang.
"bagian mana yang sakit tuan muda?" tanya paman lembut, seolah-olah mengerti apa yang kyuhyun rasakan.
kyuhyun bergeming. ia hanya mengernyit di tengah matanya yang mulai tertutup.
"aku... aku... ingin... pu...lang" ucap kyuhyun terbata-bata.
"tenanglah tuan muda. paman-paman itu pasti akan mengantar anda pulang ke rumah" jawab paman lee seadanya.
kyuhyun menggeleng, tak punya kekuatan lagi untuk mengeluarkan suaranya. dengan kecerdasan yang ia miliki, kyuhyun dapat menilai jika paman-paman yang ada di sekitarnya adalah sekumpulan orang jahat. termasuk paman lee pula di dalamnya. dan ia sudah memutuskan untuk tak mempercayai lagi semua perkataan manis dari mulut kaki tangan sang ayah.
"hyung! kau... kau gila?" teriakan pria lainnya membuat paman lee sedikit terkejut.
"sajangnim yang mengutusku untuk menjaga anak kecil ini. jika anak ini mati, maka semua yang kita incar tentu ikut lenyap!" jawab pria itu hati-hati. tersirat sedikit keraguan yang menghiasi wajahnya. namun dengan cepat ia menyesuaikan keadaannya kembali.
"benarkah? bukan karena... kau adalah mantan—"
"tidak. bukankah aku sudah memutuskan untuk bekerja pada sajangnim mulai detik ini?"
.
Flashback end
.
.
.
"hyungdeul... tolong kyuhyunie..."
"hyung... hyungdeul... ini dingin sekali..."
"kyu... kyuhyunie tidak... kuat lagi... HYUUUUUUNGGGGG!"
"tuan muda, anda baik-baik saja?" kyuhyun terbangun dari mimpi buruk yang sudah lama tak menghampirinya. begitu mimpi buruk ini datang menghantuinya, kyuhyun selalu kesulitan bernafas.
"bibi jung... obat... di tas..." kyuhyun berujar semampunya, seraya mencengkeram kaos di bagian dadanya. ia bergegas mendudukkan dirinya, mencari posisi untuk memudahkannya dalam bernafas. rasanya seluruh oksigen yang mengelilinginya tak dapat terhirup sedikitpun. keringatnya juga terus mengucur deras membasahi rambut serta dahinya.
"tas mana yang anda maksud tuan?" bibi jung semakin panik melihat ada beberapa tas yang tergeletak di meja belajar. meski begitu ia terus berusaha mengeluarkan seluruh barang di setiap tas yang ia raih.
"co..ke..lat... cepatlah... bi..." nafas kyuhyun mulai terdengar putus-putus. tanpa menunggu apapun lagi, bibi jung segera mengambil tas yang kyuhyun maksud kemudian menjatuhkan seluruh barangnya di lantai demi menemukan barang yang dicari.
"ini tuan muda..." bibi jung memberikan beberapa pil obat pada telapak tangan kyuhyun sebelum terlambat. dengan tangan bergetar kyuhyun berusaha memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya, lantas menelannya tanpa menggunakan air.
"apakah mimpi buruk itu datang lagi tuan?" tanya bibi jung hati-hati.
"hn..." jawab kyuhyun linglung.
"bibi, mengapa tuhan.. tidak adil padaku?" ucap kyuhyun sangat pelan, bahkan terdengar seperti bisikan.
mendengar pertanyaan kyuhyun bibi jung hanya bisa menahan nafasnya. dengan begitu kesusahan, ia mencoba menelan salivanya.
"mengapa... tuhan... tidak membiarkanku bahagia... walau sebentar saja, hm?" kyuhyun mengucapkan segala resah di hatinya. ia masih bertahan dengan melampiaskan segala protesnya kepada tuhan.
"mengapa... aku harus tersiksa... meski di alam mimpi? apa belum cukup... tuhan melihatku seperti ini?" kyuhyun memandang langit-langit kamarnya. selama ini ia tak pernah menyalahkan tuhan, tapi sekarang... ia merasa cukup menyerah.
"sssssh... tenanglah tuan muda" bibi jung mengelus bahu kyuhyun pelan.
"bibi... temani aku hingga tertidur, ne?"
bibi jung tak langsung menjawab. banyak pikiran yang berkecamuk di kepalanya. salah satunya adalah, ia hanya kepala pelayan. tak semestinya melakukan hal diluar tugasnya. jika tuan cho tahu semua kelancangan yang pernah dilakukannya, maka tamatlah riwayatnya saat ini juga.
"tapi tuan muda—" ucapan bibi jung terpotong saat pandangannya tertuju pada tangan kiri kyuhyun yang menepuk kasur king sizenya, mengisyaratkan jika bibi jung harus ikut berbaring di samping sang majikan.
"aku... merindukan ibu..." ketika kyuhyun sudah berbicara demikian, maka tak ada hal lain yang dapat dibantah bibi jung. wanita paruh baya itu menyibakkan selimut tebal berwarna putih yang sudah menutupi sebagian besar tubuh kyuhyun, kemudian masuk di dalamnya. bibi jung lebih memilih duduk dengan menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.
"bibi... apa menurutmu ibu adalah orang yang jahat?" tampaknya obat-obat itu bereaksi dengan baik. nyatanya kyuhyun sudah dapat berbicara dengan lancar, meskipun terdengar sangat lirih.
"mengapa tiba-tiba tuan bertanya hal demikian?"
mendengar pertanyaan yang diajukan kembali oleh bibi jung, tangan kyuhyun meremas selimutnya. ia sendiri tak memiliki alasan mengapa mengajukan pertanyaan yang dianggapnya tak penting. hhh, kyuhyun tertawa dalam hati. mengapa ia masih saja memikirkan wanita yang telah tega meninggalkannya bertahun-tahun? dan ya, jangan lupakan pula bila wanita itulah yang memisahkan kyuhyun dari kedua hyung kandungnya sendiri.
"terima kasih bi..." mulut kyuhyun kembali bersuara. tetapi ia seperti ragu untuk mengungkapkannya.
"sudah menjadi tugas saya untuk melayani kebutuhan tuan muda" jawab bibi jung lembut.
"bukan... bukan untuk itu" nampaknya kyuhyun tak menyetujui jawaban yang diberikan oleh kepala pelayannya.
"lalu?" bibi jung kembali dibuat penasaran.
"terima kasih... karena kau selalu memberiku perhatian layaknya ibu kandungku sendiri. aku tak dapat membayangkan jika memiliki ibu sepertimu. dapat kupastikan, aku akan lebih senang tinggal di rumah" kyuhyun tersenyum miris meratapi kehancuran keluarganya.
"saya hanya mengikuti kata hati, tuan muda. maaf apabila sebelumnya saya telah bertindak lancang. saya hanya tak ingin melihat anda semakin menderita" bibi jung menjawab sekenanya tanpa harus menyinggung perasaan sang majikan.
"menderita? hahaha, lucu sekali ya. aku adalah putra seorang konglomerat, publik melihat ayahku sebagai sosok pria sukses yang disegani semua orang"
"...tapi mereka tidak pernah mengetahui keberadaanku. mereka tidak peduli bagaimana aku hidup" suara kyuhyun sedikit bergetar.
mendengar penuturan kyuhyun, seluruh kalimat yang telah bibi jung susun sebelumnya seakan luntur begitu saja. ia seperti kehilangan kata-katanya, tak tahu lagi bagaimana cara menimpalinya. jika bibi jung diberikan pertanyaan siapa yang sungguh ingin ia lindungi di dunia ini, pasti ia menjawab tuan muda kyuhyun. di matanya, kyuhyun tak lebih dari seorang remaja rapuh yang tak memiliki rasa kepercayaan penuh pada orang lain. juga satu poin penting yang harus digaris bawahi. semakin hari kyuhyun semakin kehilangan arah hidupnya, meskipun terkadang ia bersikap seolah-olah dapat mengatasi permasalahannya seorang diri. karena dengan bersikap keras dan semena-mena itulah kyuhyun dapat menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
"peluk aku bi... kau tahu? bahkan aku sudah lupa bagaimana rasanya dipeluk seorang ibu"
"tapi tuan muda—"
"ah, maaf. kau pasti merasa tak nyaman.." kyuhyun salah tingkah. buru-buru ia berbaring memunggungi bibi jung. ia sematkan tangan kanannya sendiri untuk menjadi bantalan kepalanya.
"anda tak berniat untuk tidur kembali?" tanya bibi jung.
"aku takut mimpi itu datang lagi. dan yaaah, kau tahu pasti jika mimpi itu bisa membunuhku kapan saja. aku tak mau mati sebelum bertemu dengan mereka. jika aku mati, aku harus menyeret setidaknya salah satu dari mereka untuk menemaniku di surga. eh? tapi pantaskah mereka berada di surga? bahkan setelah melakukan dosa besar dengan menelantarkanku seorang diri di sini. hahaha" kyuhyun memberikan candaan konyol untuk mencairkan suasana. namun bibi jung sama sekali tak terpengaruh oleh lelucon yang dibuat kyuhyun. ia semakin merasa apabila keputusasaan tuan mudanya sudah mencapai titik batas.
"dapat saya tebak, anda pasti telah melupakan jadwal check up esok pagi di rumah sakit" bibi jung mengalihkan pembicaraannya.
"aku tidak sakit bi! aku juga tak mengerti apa gunanya check up. lagipula obat-obat itu tak bisa menyembuhkan depresiku bukan?" kyuhyun menutupi selimutnya hingga puncak kepala. beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus yang berasal darinya.
bibi jung tersenyum simpul mengamati perilaku tuan mudanya. baru sesaat yang lalu bersikukuh tak ingin tidur lagi, tapi sekarang majikan kecilnya sudah kembali masuk ke dunia mimpi.
"selamat tidur tuan muda.." sepelan mungkin bibi jung menuruni ranjang, lantas membenahi selimut agar kyuhyun dapat tidur dengan pulas.
.
.
.
Samsung Medical Center, Seoul
.
"pak kim! sudah berapa kali kukatakan eoh? aku tak mau kesini!" kyuhyun melangkah malas-malasan di tempat yang sangat sering ia kunjungi. sedangkan pria tua dibelakangnya sedikit mendorong punggung kyuhyun agar tuan mudanya dapat berjalan lebih cepat.
"maafkan saya tuan muda. saya tak dapat menolak perintah tuan besar" pak kim masih berjalan sedikit menunduk di belakang tubuh kyuhyun.
"kau bisa membawaku ke tempat lain tanpa harus mengadu pada ayah! atau jika perlu, kau bisa mengantarku ke sekolah! lebih baik aku menjadi orang yang direndahkan daripada harus berobat di sini" kyuhyun mengacak rambutnya kesal. kalau sudah begini, ia hanya dapat mengikuti perintah sang ayah. walaupun ujian sedang berlangsung, jika itu berkaitan dengan check up maka kyuhyun dengan berat hati harus mengorbankan sekolahnya.
"satu lagi, kau tak perlu masuk menemaniku!"
"saya mengerti tuan muda"
"dan ingat! saat ini kita berada di tempat umum. harusnya kau tidak berperilaku seperti ini" kyuhyun membalikkan badannya menghadap pak kim. buru-buru pak kim menegakkan badannya dan bersikap layaknya seorang yang kenal dekat dengan kyuhyun.
"baiklah tuan—"
"kyuhyun. panggil aku kyuhyun" potong kyuhyun dengan memasang wajah datar andalannya. dan spontan pak kim menepuk dahi karena kecerobohannya sendiri.
"maaf tu— em.. kyuhyun-ssi. saya sungguh—"
"kupikir kau melakukannya tak hanya sekali atau dua kali" kyuhyun berujar lagi, meninggalkan pak kim yang terduduk di ruang tunggu. ia berjalan santai dengan memasukkan kedua tangan pada saku hoodie ungu yang dipakainya.
.
.
"cho kyuhyun-ssi?" begitu sampai ke dalam ruangan, kyuhyun telah disambut oleh sapaan pria muda yang tak pernah ia temui sebelumnya. pria tersebut terlihat duduk di balik meja prakteknya, sembari memandang kyuhyun yang masih dalam keadaan menggenggam gagang pintu. kening kyuhyun mengerut karna bingung, bahkan terlintas di pikirannya untuk memutuskan keluar dari ruangan ini. apa ia salah memasuki ruangan? tapi ruangan ini terlihat cukup tak asing lagi baginya.
"cho kyuhyun-ssi?" pria muda itu mengulang kembali perkataannya.
"hm. aku cho kyuhyun" jawab kyuhyun singkat. jujur saja ia sedikit tak tertarik membuat obrolan dengan sosok di depannya. otaknya memerintahkan dia untuk segera meninggalkan ruangan ini, namun tubuh kyuhyun melakukan hal yang berbeda. tanpa diperintah, kyuhyun segera menarik salah satu kursi dan duduk di atasnya.
"tapi... darimana kau tahu namaku?" tanya kyuhyun curiga.
pria muda dengan mengenakan jas putih itu tak memberikan respon berarti. ia hanya mengangkat sebuah map biru, lalu menunjuk-nunjukkan dengan jarinya. melihat respon tak sopan dari sosok di depannya, kyuhyun tertawa remeh.
"kupikir aku salah menemui orang. permisi"
"tidak. anda tidak salah kyuhyun-ssi. saya memang bertugas untuk menggantikan park uisanim sementara waktu" ketika kyuhyun sudah bersiap untuk bangkit dari kursi, mendadak pria muda itu membuka suaranya seolah menahan kyuhyun untuk meninggalkan tempat ini.
"ah, benarkah? tapi bagaimana jika aku tak berkenan berobat pada dokter kejiwaan seperti... an..da...?" kyuhyun memutar bola matanya. ia terlanjur merasa tak nyaman dengan pengganti dokter yang menanganinya selama ini. dan... hey. kyuhyun sendiri pun tak yakin jika sosok berkulit putih di depannya adalah seorang dokter. ia bahkan berani bertaruh jika umur sang dokter mungkin hanya terpaut 2 sampai 3 tahun darinya. lelucon macam apa ini?
"semua keputusan saya serahkan pada anda. jika penyakit itu sering kambuh, maka anda sendirilah yang akan menanggung"
kyuhyun tertawa semakin keras. pada umumnya dokter akan bersikap lembut dan sopan kepada pasien. mereka akan memberikan kalimat-kalimat penyemangat agar si pasien cepat sembuh. tapi sekarang, apa yang kyuhyun dapatkan huh? bisa-bisa dokter inilah yang membuatnya semakin gila.
"ya! siapa kau sebenarnya? lancang sekali kata-katamu, eoh?" dengan berani kyuhyun menggebrak meja di depannya. memang beginilah kyuhyun. apabila ia sudah tak nyaman dengan seseorang, ia bisa melakukan apa saja di luar kendali. termasuk pada orang yang baru dikenalnya.
"anda tak ingin berita tentang anak pengusaha korea ternama mengalami gangguan jiwa tersebar di seluruh penjuru negeri kan?" dokter muda itu menyunggingkan senyum kemenangan.
emosi kyuhyun kian meluap. sepertinya memang bukan pilihan tepat untuk berkunjung di tempat ini.
"jadi, apa maumu dokter—" sekuat tenaga kyuhyun berusaha menekan emosinya. tujuan utama ia berada di rumah sakit ini adalah untuk mengurangi intensitas kambuhnya, bukan semakin memperparah.
"kim kibum. anda bisa memanggil saya dokter kim" pria muda itu kembali tersenyum. kali ini senyuman hangat terukir di bibir dokter tersebut.
tubuh kyuhyun melemas. kebetulan apa lagi ini? beberapa hari yang lalu ia bertemu seseorang dengan nama donghae. dan saat ini... apa? kibum? kyuhyun bisa menebak bahwa mungkin usia sosok di depannya tak jauh berbeda dengan cho kibum, kakak keduanya. lagi-lagi kyuhyun tertawa. tertawa karena suatu kebetulan yang tak masuk akal. apa ini cara tuhan untuk mempermainkan hidupnya?
.
"hhh, kibum?" tanpa disuruh pun kyuhyun kembali pada posisi duduknya. namun sayang, pikirannya telah menerawang jauh meninggalkan raganya.
"adakah yang salah?" jawaban dokter kim mengembalikan lamunan kyuhyun ke alam sadarnya.
"tidak. aku hanya tak mengerti, mengapa begitu banyak nama kibum di dunia ini?"
dokter muda itu tertawa. "apa anda memiliki teman atau kerabat yang memiliki nama sama seperti saya?"
"tidak. aku hanya sering mendengarnya dari orang lain" kyuhyun memaksakan senyumnya.
"begitukah?" tanya dokter kim tak yakin.
kyuhyun mengangguk ragu, lalu mengalihkan pandangannya ke objek lain yang ada di dalam ruangan.
"bagaimana jika saya menyimpulkan bahwa anda sedang berbohong?" kyuhyun sedikit tercengang mendengar pernyataan dokter muda tersebut.
"atas dasar apa kau berani menyimpulkan semacam itu, hm?" kyuhyun memberikan umpan terbaik dengan membalikan pertanyaannya.
"saya sudah membaca mulai dari data pribadi hingga riwayat pengobatan anda di sini. dan saya sangat yakin, jika data ini tak ada yang ditutupi" lagi-lagi dokter muda itu menunjukkan map yang telah ia bawa sebelumnya.
"jika kau sudah membaca semuanya, untuk apa bertanya lagi? basa-basi sekali" kyuhyun mendecih untuk kesekian kalinya.
"anggap saja saya menguji kejujuran anda" dokter muda itu mengangkat sebelah alisnya, kemudian mengendikkan bahunya tanda ia tak mau membahas masalah ini lagi.
"waktuku tidak banyak. bisakah kita langsung pada inti pemeriksaannya?" kyuhyun meniup poninya sendiri. ia sudah merasa jengah satu ruangan dengan orang yang tak ia suka.
"tapi sebelumnya, apakah anda akan mempercayai saya sepenuhnya?"
.
.
.
TBC
.
.
HAAAAI! MASIH ADA YANG MENUNGGU FF INI? HAHAHAHA /GA NYANTAI/ sudahlah, saya ga mau banyak alasan deh. emang ngerjain chapter ini aga lama, jadi harap maklum yah :p gimana? makin ga ngefeel? makin membosankan? makin membingungkan? makin ga masuk akal? ah yasudahlah, sepertinya memang sampe segini kemampuan saya wkwkwkw. sangat ditunggu reviewnya! :* maaf belum bisa balas lagi, tapi sumpah saya baca satu per satu kok. makasih banyak yaaaa:* udah ya jangan ada yang protes kurang panjang, karena ini adalah chapter paling panjang di ff ini hahahahaha
eits satu lagi, pada tau pingyi liu gak? hahaha entah kenapa menurutku model dia cocok buat jadi karakter kyuhyun disini lol. dari segi wajah di mataku dia cukup mirip dengan percampuran kyuhyun sekarang dan pre debut. bedanya kyuhyun pre debut lebih ke sisi remaja imut, lemah, nan teraniaya /ditimpuk/ sedangkan si pingyi ini, menurutku selain sama-sama imut, dia punya sedikit aura tuan muda, jenius dan ga lemah-lemah banget. sayang aku ga bisa upload/kasih link foto dia di sini. kalau mau bisa kukirim via twitter ya?^_^ (id twitter ada di bio) tapi itu cuma opiniku, semuanya tergantung pada readerdeul hihi
.
.
Big thanks to:
mifta cinya/ kyuhae/ Sparkyubum/ Shofie Kim/ angel sparkyu/ Awaelfkyu13/ dd/ kyuchoco/ rahma/ angella/ nanakyu/ readlight/ HyunRi/ lianpangestu/ ilmah/ Rahma94/ Choding/ Chohyun/ idarkyu/ Lily Indah/ araaaa/ Emon204/ mmzzaa/ Tiktiktik/ Kuroi Ilna/ yolyol/ lydiasimatupang2301/ KLiieff19/ cho loekyu07/ Wonhaesung Love/ kyuli 99/ Desviana407/ MissBabyKyu/ phn19/ adlia/ Cho Kyunhae/ / erka/ ChoCiRa/ dewiangel/ turtle407/ yunacho90/ Shin Ririn1013/ Syuku/ jihyunelf/ Hae Fishy/ F3/ chohyunnie/ jiahkim/ sarah/ fitrikyu2903/ dewidossantosleite/ Permenkaret/ Citra546/ chairun/ fa/ dan semua silent readers yang belum menampakkan batang hidungnya. aku masih menunggu review kalian loh :*
.
.
seperti biasa, aku akan menjawab 3 pertanyaan yang paling sering muncul di chapter kemarin.
Q: orang tua kyuhyun cerai, apa karena pertengkaran saat anaknya diculik?
A: tidak sesederhana itu hahaha. masih banyak faktor yang bikin orang tuanya pisah, tapi puncaknya tepat saat kyuhyun diculik^^ mungkin akan sedikit saya gambarkan(?) di chapter-chapter mendatang.
.
Q: bikin kyu kambuh di depan hyungdeulnya dong
A: hahahahahahaha ya ampun, kalian pada tega ya? XD XD ntar aku nyiksa kyuhyun pada protes, giliran kyunya diem-diem aja pada minta disiksa /just kidding/ hahahahah
.
Q: siapa yang nelpon pak kim? kibum atau donghae?
A: mohon maaf, belum diungkap di chapter ini^_^)v sabar sedikit yaaa, hihi
