-dhedingdong95-
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Lee Donghae
(mereka akan menjadi satu marga)
Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!
Rate: T
Length: Chaptered
Disclaimer:
Hanya meminjam nama tokoh. Kesamaan latar ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya. Terinspirasi oleh karakter Gong Taekwang di drama School 2015 – Who Are You. Walaupun judulnya hampir sama dengan cerita sebelumnya, tapi untuk jalan cerita akan berbeda dengan sebelumnya loooooh!
SELAMAT MEMBACA!
WARNING! TYPO, cerita pasaran, kalimat amburadul, alur kecepetan, membosankan!
Don't like? DON'T READ!
NO BASH and… ENJOY!^^
.
Preview
.
"bagaimana jika saya menyimpulkan bahwa anda sedang berbohong?" kyuhyun sedikit tercengang mendengar pernyataan dokter muda tersebut.
"atas dasar apa kau berani menyimpulkan semacam itu, hm?" kyuhyun memberikan umpan terbaik dengan membalikan pertanyaannya.
"saya sudah membaca mulai dari data pribadi hingga riwayat pengobatan anda di sini. dan saya sangat yakin, jika data ini tak ada yang ditutupi" lagi-lagi dokter muda itu menunjukkan map yang telah ia bawa sebelumnya.
"jika kau sudah membaca semuanya, untuk apa bertanya lagi? basa-basi sekali" kyuhyun mendecih untuk kesekian kalinya.
"anggap saja saya menguji kejujuran anda" dokter muda itu mengangkat sebelah alisnya, kemudian mengendikkan bahunya tanda ia tak mau membahas masalah ini lagi.
"waktuku tidak banyak. bisakah kita langsung pada inti pemeriksaannya?" kyuhyun meniup poninya sendiri. ia sudah merasa jengah satu ruangan dengan orang yang tak ia suka.
"tapi sebelumnya, apakah anda akan mempercayai saya sepenuhnya?"
.
Next
.
Chapter 6
.
.
.
"aku tak pernah mempercayai siapapun" jawab kyuhyun pelan, begitu miris.
dokter muda yang sedang duduk di depannya itu mulai menganggukkan kepala, dengan memasang wajah yang sulit untuk diartikan. "jika anda tak dapat mempercayai saya, bagaimana anda bisa sembuh?"
mendengar pertanyaan tersebut, kyuhyun tersenyum simpul. "apa kau bisa menjamin kesembuhanku?"
dokter kim cukup terhenyak, pasien belia yang ditanganinya kali ini sungguhlah cerdas dalam memberikan umpan. "hm, saya akan menjamin kesembuhan anda"
"seberapa besar?" tanya kyuhyun lagi sembari menyenderkan punggungnya ke kepala kursi. sangat terlihat jika ia menikmati alur perdebatannya bersama dokter kim.
"sebesar kepercayaan yang anda berikan pada saya" jawab dokter kim tegas namun tetap terlihat tenang.
"hhh, benarkah? kau tahu... selama lebih dari 12 tahun aku mengunjungi tempat ini, tak ada hasil sedikitpun yang kudapat. penyakit laknat itu masih sering kambuh, obat yang kuminum pun semakin banyak. jadi janji macam apa yang kau umbar saat ini, eoh?"
"saya tak mengumbar apapun, kyuhyun-ssi. tak ada obat yang dapat menyembuhkan anda, selain sugesti dari diri sendiri. obat-obatan yang anda minum selama ini hanyalah obat antidepresan, yang sebenarnya tak baik bagi kesehatan anda sendiri"
"jika tak baik untuk kesehatanku, mengapa mereka terus mencekokiku dengan obat-obatan itu? itu sama saja dengan membunuhku secara perlahan bukan?" kyuhyun kembali menimpali. ntahlah, mengapa tiba-tiba ia merasa nyaman berdebat dengan dokter yang baru pertama kali menanganinya.
"karena pengobatan menggunakan antidepresan akan sulit dihentikan, terutama untuk pasien usia remaja" jawab dokter kim tenang, tak ada ekspresi ragu di wajahnya. sepertinya ia sudah terbiasa menjelaskan hal-hal sensitif semacam ini.
"jadi maksudmu... aku akan meminum obat-obat itu... selamanya...?" kyuhyun melebarkan matanya tak percaya. juga diikuti kerutan dahinya yang menggambarkan sebuah kekecewaan.
"tidak. bukan begitu maksud saya—"
"efek samping apa yang ada dalam obat itu?" potong kyuhyun cepat.
"sifat lekas marah dan kegelisahan yang berlebih"
kyuhyun mengangguk mengiyakan. tak jarang memang, setelah meminum obat-obatan tersebut emosi kyuhyun berubah semakin tak terkendali bahkan cenderung meledak. oh sekarang kyuhyun mengerti, jadi itu semua disebabkan oleh obat yang biasa ia minum? bukan karena dia tak mampu mengendalikannya?
"hanya itu?"
dokter kim kibum menggeleng. "sebenarnya mengkonsumsi obat antidepresan dengan dosis tinggi dapat memicu perilaku menyakiti tubuhnya sendiri ataupun bunuh diri"
"bunuh diri?" kyuhyun tertawa dalam hati. selama belasan tahun ia mengkonsumsi obat tersebut, tak pernah sekalipun terlintas di otaknya untuk melakukan bunuh diri.
"anda tak perlu khawatir, itu tak akan terjadi apabila berada dalam pengawasan dokter"
"baiklah, terserahmu saja. aku hanya ingin terapi ini dimulai agar bisa cepat pergi dari sini" kyuhyun berujar tak sabar.
.
.
saat ini kyuhyun tengah duduk (lebih ke posisi berbaring) di sebuah kursi panjang dengan mata tertutup. tidak, ia tidak tidur. hanya saja sedang menjalani proses terapi yang biasa dilakukannya. sekali lagi, kyuhyun pun tak dapat dikatakan jika ia sedang dihipnotis. ia hanya dibantu dokter kim untuk merilekskan tubuh serta pikirannya agar dapat meluapkan segala perasaan yang mengganjal di hatinya.
"kyuhyun-ssi, apa yang ada dipikirkan anda saat ini?" dokter kim pun telah menempatkan dirinya di samping kyuhyun. pria muda itu sedikit gugup, dapat dilihat dari seringnya ia menggigit bibirnya sendiri.
"hyungdeul..."
"apakah anda memiliki masalah dengan hyungdeul?"
kyuhyun hanya menggeleng pelan. ia juga belum berniat untuk membuka suaranya lagi.
"katakan saja semua beban anda kyuhyun-ssi..." dokter kim mendekatkan kursinya ke arah kyuhyun.
"aku merindukannya..." kyuhyun menjawab dengan sangat lirih.
"tapi aku tak yakin mereka akan merindukanku juga..." mata kyuhyun masih tertutup, namun kedua tangannya nampak terkepal erat.
"bagaimana anda bisa berpikiran demikian?"
"13 tahun aku berusaha sendiri untuk mencarinya... 13 tahun itu pula aku harus menahan rindu, namun mereka tetap tak menunjukkan keberadaannya bak ditelan bumi.. aku terus bertanya-tanya, apa mereka ini adalah pengecut yang tak berani melawan masalah... atau memang sudah benar melupakanku..."
kyuhyun terdiam sejenak, sembari menarik nafasnya sedikit lebih dalam dengan posisi mata yang belum terbuka.
"...awalnya aku ingin menyerah... menghilangkan semua memori tentang mereka... meneruskan hidupku dibawah tekanan ayah... menggantungkan nasib kehidupan dan masa depanku di tangan ayah... menyerahkan seluruh kebahagiaanku pada ayah... tapi..." suara kyuhyun lagi-lagi terdengar lirih, namun kali ini sedikit bergetar.
"ceritakan saja kyuhyun-ssi, anggaplah saya teman dekat anda dan tidak ada rahasia apapun diantara kita" dokter kim berkata lembut, sangat berbeda dengan reaksinya ketika pertama bertemu kyuhyun beberapa saat yang lalu.
"...tapi secara tiba-tiba... dua orang yang tak pernah kukenali sebelumnya masuk dalam kehidupanku..." lanjut kyuhyun.
mendengar kalimat kyuhyun, dokter kim semakin salah tingkah. pandangannya matanya berlari kesana kemari, tak jarang pula ia menelan salivanya sendiri. ia begitu terlihat ingin mengembalikan kyuhyun ke alam sadarnya kembali, namun di sisi lain ia belum puas mendengar semua penuturan dari mulut pemuda berusia 18 tahun ini.
"apakah orang-orang tersebut mengganggu kehidupan anda?" tanya dokter kim hati-hati. tersirat di wajahnya bahwa ia nampak belum siap untuk mendengar jawaban selanjutnya.
kyuhyun terdiam beberapa saat, membuat dokter kim semakin gugup.
"kyuhyun-ssi... apa anda terganggu dengan... kehadiran mereka?" dokter kim mengulang pertanyaannya sepelan yang ia bisa.
tak lama setelah pertanyaan tersebut diluncurkan, kyuhyun menggelengkan kepala untuk kesekian kalinya.
"tidak. mereka sama sekali tak menggangggu kehidupanku... aku seperti menemukan... kedua hyungku yang telah lama hilang di dalam diri mereka... aku pun tak mengerti, mengapa mereka tiba-tiba memasuki lingkaran kehidupan kelamku dengan nama dan usia yang nyaris sama seperti hyungku... awalnya... aku berfikir jika ini sekedar kebetulan semata... namun semakin lama... aku merasa jika tuhan begitu mempermainkanku..." kedua tangan kyuhyun terkepal semakin erat.
"tuhan mempermainkanku... dengan mempertemukanku pada dua orang itu, membuatku berharap lebih apabila mereka memang benar hyungdeul yang aku cari. namun dengan kenyataan yang kudapat... bahwa mereka sungguh tak mengenaliku, bersikap layaknya orang asing yang belum pernah bertemu... rasanya seluruh harapan itu telah menguap entah kemana..." kyuhyun terus bercerita hingga terisak. hidungnya terlihat memerah dengan bulir air mata yang perlahan meleleh dari sudut matanya.
"kyuhyun ssi—"
"aku tak tahu harus berbuat apa lagi. aku seperti... sebuah pohon rapuh yang berdiri sendiri di tengah tanah lapang. tak ada yang menyangga ataupun menebangnya... dan terus dibiarkan hingga pohon itu mati perlahan karena kekurangan air ataupun tertiup angin... jika memang begitu adanya, hhh... betapa tak bergunanya hidupku.." sambung kyuhyun. ia juga sudah dapat menguasai dirinya untuk bersikap lebih tenang.
"percayalah kyuhyun-ssi, tuhan selalu mengirimkan hujan. air hujan akan membantu pohon tersebut agar dapat terus berdiri tegak hingga kuat menahan tiupan angin. dan pikirkanlah, suatu saat pohon tegak itu akan memberikan banyak manfaat bagi yang lainnya.. coba bayangkan, ketika anda berjalan dibawah terik matahari yang menyengat... kemudian anda menemukan sebuah pohon rindang nan kokoh di depan sana... bagaimanapun anda pasti lebih memilih berteduh di bawahnya..." dokter kim mulai dapat mengimbangi pengandaian kyuhyun. tangannya sedikit bergerak di atas dahi kyuhyun hingga hampir mengenai poninya, namun secepat mungkin ia gerakkan tangannya menjauhi kepala kyuhyun.
"tapi... bodohnya... ada saat-saat dimana aku merasa sangat iri dengan kehidupan hyungdeul... tak jarang aku membayangkan mereka bisa menikmati kehidupan mewahnya... bebas melakukan apapun yang mereka mau, bercanda bersama, menikmati masa muda bersama-sama... setidaknya mereka juga mendapat sedikit kasih sayang dari salah seorang orang tuaku... mereka memiliki ibu sebagai tempat berlindung... sedangkan aku? apa yang bisa kunikmati dari hidup yang begitu penuh dengan tekanan? siapa pula orang yang akan melindungiku? tak ada!" tanpa sadar kyuhyun meluapkan kembali emosinya. ia sedikit berteriak, menggambarkan jika sebenarnya kyuhyun ingin dimengerti. kyuhyun ingin seseorang mendengarkan perkataannya dengan sungguh-sungguh, tanpa ada maksud tertentu di baliknya.
"kyuhyun-ssi, mungkin tidak semua yang anda bayangkan benar adanya... semua orang pasti memiliki masalahnya sendiri... jangan pernah melihat suatu pihak dari salah satu sisi saja, karena dengan begitu anda akan terus merasakan ketidakadilan.. anda harus belajar memandang kehidupan seseorang dari segala sisi, baik dari kelebihan maupun kelemahannya... saya percaya, anda adalah seseorang yang kuat... anda harus tetap berjuang dibawah tekanan-tekanan tersebut.. anda tidak boleh menyerah! saya yakin... sebentar lagi kedua hyungdeul anda akan datang demi membebaskan anda dari lubang hitam ini..." dokter kim memberanikan dirinya untuk kembali merapikan poni kyuhyun. ia tatap wajah pemuda itu dengan saksama, memerhatikan guratan-guratan kegelisahan yang tercetak begitu jelasnya.
"anda harus bersabar, kyuhyun-ssi... beri hyungdeul anda waktu sedikit lebih lama... karena dapat saya pastikan, jika sebenarnya mereka tidak tinggal diam..." gerakan tangan dokter kim berubah menjadi elusan lembut di puncak kepala kyuhyun. lembut. sangat lembut, membuat kyuhyun sama sekali tak terusik dengan keberadaan tangan tersebut.
kyuhyun yang mendengar penjelasan dokter kim hanya memberikan respon anggukan tanda setuju.
"baiklah.. jika anda merasakan tepukan di bahu, maka anda akan langsung kembali ke alam sadar..." tanpa menunggu lama dokter kim menepuk pelan bahu kiri kyuhyun, membuat pemuda belia itu segera tersadar seperti terbangun dari tidur panjangnya.
"bagaimana perasaan anda?" dokter kim tersenyum tulus, kedua matanya menyipit hingga membentuk bulan sabit. ia melipatkan kedua lengan lantas menopangkannya di tepian kursi yang ditempati kyuhyun.
"tidak buruk..." kyuhyun menjawab tanpa memandang wajah dokter kim. pandangannya hanya berfokus pada langit-langit ruangan, karena ia sendiri masih dalam posisi nyaris berbaring.
"tapi entah mengapa, rasanya aku ingin menangis sekarang" kyuhyun berujar kembali. ia menepuk-nepuk dada kirinya, mengubah posisinya dengan memunggungi dokter kim lalu menangis dalam diam. membiarkan air matanya yang terus mengalir mengenai hidung dan pipinya.
"kyu.. hyun-ah..." panggil dokter kim sangat pelan, bahkan lebih terdengar seperti bisikan. ia pun tak begitu yakin jika kyuhyun akan mendengar panggilan darinya. dokter muda itu segera berdiri dari tempat duduknya, mengulurkan tangan kanannya untuk menyentuh bahu kyuhyun yang sedikit bergetar.
"jangan menangis..."
kyuhyun tetap tak menghiraukan perkataan dokter kim. ia masih meneruskan aksi menangisnya, masa bodoh dengan matanya yang akan membengkak. lucunya, ia sendiri tak mengerti alasan mengapa ia bisa menangis seperti ini. hanya saja, perasaan di hatinya terasa begitu berat sampai-sampai ingin mengeluarkannya dalam bentuk tangisan.
"kyuhyun-ah... berhentilah menangis..." dokter kim kembali berbisik. tanpa disangka, ia mengambil sebuah keputusan mengejutkan untuk memeluk tubuh kyuhyun yang sedang meringkuk diatas kursi pemeriksaan tersebut. tak peduli lagi dengan air mata kyuhyun yang nantinya akan membasahi jas dokter yang ia kenakan, karena dokter muda itu sudah tak sanggup melihat penderitaan sang pasien.
kyuhyun bergerak kecil dalam pelukan dokter kim, bukan bermaksud untuk melawan namun ia berusaha untuk mendudukkan— um lebih tepatnya menyamankan posisinya. ia tak membalas pelukan dokter kim, ia hanya duduk dan terus menangis. membiarkan kedua tangan dokter muda itu menepuk-nepuk punggungnya. pelukan seperti inilah yang sebenarnya dirindukan kyuhyun, hangat.. dan nyaman.
"ini adalah permintaanku sebagai seseorang yang lebih tua darimu. kumohon, berhentilah menangis... jangan kau tampakkan sisi lemahmu, kau kuat cho kyuhyun... kau sangat kuat untuk menghadapi ini semua" dokter muda itu mengeratkan pelukannya. membawa dagu kyuhyun menempel di bahu kanannya, lalu ia elus pelan rambut bagian belakang milik kyuhyun.
tapi sayangnya, tak ada balasan yang didapat oleh dokter bernama lengkap kim kibum itu. hanya isakan kecil yang lagi-lagi ia dengar.
.
.
"aku menemuinya hyung..."
"benarkah? apa dia masih bersamamu?"
"ia baru saja pergi"
"jadi.. bagaimana keadaannya?"
"buruk. sangat buruk. aku tak pernah menyangka, ia akan mengalami beban seberat ini"
"seburuk apa?"
"tekanan mental yang ia terima sangatlah kuat, belum lagi trauma masa lalunya. bisa dikatakan jika depresi yang dideritanya memasuki tahap major depressive disorder atau bentuk depresi yang paling parah"
"apa menurutmu aku bisa bertemu dia kembali untuk membantu kesembuhannya?"
"jangan bertindak bodoh! kau adalah seorang public figure, akan sangat berbahaya jika tertangkap oleh media. ibu akan dengan mudah melacaknya, dan menendangmu ke luar negeri"
"lantas apa yang harus kita lakukan?"
"tak ada. hanya sebatas ini yang bisa kulakukan"
tut.
tut.
tut.
.
.
.
"tuan mu— ah, maksud saya kyuhyun-ssi! apa yang terjadi selama di dalam? mengapa anda menjadi kurang bersemangat?" melihat kyuhyun keluar dari ruang pemeriksaannya, pak kim langsung terlonjak menghampiri sang tuan muda. kemudian menanyakan apa saja yang telah terjadi selama pemeriksaan.
"apakah ada sesuatu yang membuat anda tidak nyaman?"
"apa saya perlu meminta penjelasan pada dokter yang menangani anda?" pak kim terus melontarkan pertanyaannya.
kyuhyun menggeleng lemah. sepertinya ia kehabisan tenaga karena tangisannya tadi. setelah beberapa saat berdiri tanpa tujuan, kyuhyun memilih untuk duduk di salah satu kursi yang berjejer di ruang tunggu. ia terdiam, menata suasana hatinya yang tak menentu.
"lalu mengapa anda menjadi murung seperti ini?"
kyuhyun tetap tak menjawab. tampaknya lantai marmer yang dipijaknya lebih menarik daripada pertanyaan pak kim. buktinya kyuhyun terus memandangi lantai tanpa berkedip. mungkin akan lebih terlihat jika pikiran kyuhyun telah melayang-layang meninggalkan raganya.
"alangkah lebih baik jika saya menanyakan langsung pada dokter tersebut" pak kim segera bergegas untuk meninggalkan kyuhyun yang masih terduduk lemah di atas kursi besi.
"tidak, pak kim.." suara lirih kyuhyun menghentikan langkah kaki pria paruh baya yang berdiri tidak jauh darinya. pria tersebut menoleh ke arah sang tuan muda, melihat betapa memprihatinkan tampilan majikan kecilnya itu.
"aku ingin tidur... ayo kita pulang..." kyuhyun berusaha berdiri meskipun sesekali tubuhnya terlihat oleng ke samping. namun dengan sigap pak kim menahan tubuh rapuh tersebut, menggenggam lengan sang tuan muda lantas sedikit menuntunnya untuk berjalan.
"apa anda masih kuat untuk berjalan?" tanya pak kim disela mereka berjalan menuju mobil yang sedang terparkir.
"hn..." jawab kyuhyun malas.
.
.
.
.
Jamsil Olympic Stadium, Seoul
"apa anda yakin untuk menontonnya sendiri, tuan muda?" pak kim terlihat khawatir atas kondisi kyuhyun. mengingat kemarin siang tubuh sang tuan muda mengalami drop setelah pemeriksaan rutin.
"aku baik-baik saja pak kim!" dibalik wajah pucatnya yang tak bisa disembunyikan, kyuhyun menjawab dengan semangat. ia masih sibuk memeriksa barang-barang yang akan dibawanya masuk di konser tunggal lee donghae. pak kim yang melihat tingkah kyuhyun dari kaca spion, hanya dapat tersenyum geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ponsel..."
"air mineral..." kyuhyun masih mengabsen satu per satu barang yang ada di dalam tasnya.
"hm... obat-obatan..."
"dompet..."
"snapback (semacam topi) untuk lee donghae..." kyuhyun tersenyum tipis saat menyentuh snapback berwarna merah tersebut. snapback itu merupakan salah satu barang kesayangannya, yang nantinya akan ia berikan pada lee donghae jika ada kesempatan untuk bertemu tentu saja. jujur, ia akan merasa sangat senang jika sang artis idola bersedia mengenakan barang pemberiannya.
"jangan lupa untuk membawa lightstick tuan muda" seru pak kim dibalik kemudinya.
"lightstick? tongkat lampu? untuk apa?" kyuhyun menaikkan kedua alisnya, menandakan jika ia tak paham apa yang dimaksud oleh pak kim.
"lightstick adalah benda wajib yang dibawa penggemar pada konser idolanya. fungsinya agar konser tersebut terkesan lebih hidup dan berwarna. setiap artis idola memiliki warna sebagai simbol fanclub mereka, dan saya yakin anda pasti akan dibuat kagum oleh puluhan ribu lightstick yang menyala di konser tunggal lee donghae nanti" kyuhyun hanya menganggukkan kepala sembari membulatkan bibirnya tanda mengerti.
"dimana aku bisa mendapatkan lightstick untuk fanclub lee donghae?" kyuhyun semakin tak sabar menantikan konser tersebut.
pak kim tak menjawab. ia nampak sibuk mengambil suatu barang di bawah kursi mobil.
"ini tuan muda. anda tak perlu mengantri panjang untuk membelinya" pak kim memberikan sebuah lightstick biru dengan bentuk ukiran huruf 'D' diatasnya.
"woaah, terima kasih banyak pak kim! kau selalu mengerti apa yang kubutuhkan!" kyuhyun berseru senang. ia segera mengambil lightstick tersebut dari tangan pak kim, lantas memasukkannya ke dalam tas.
"apapun saya lakukan untuk tuan muda" jawab pak kim tak kalah senangnya. bagaimanapun juga, melihat sang tuan muda bergembira sesaat adalah hal yang paling dinantikan oleh pak kim selama bekerja di keluarga tuan cho.
"...tapi, ini masih terlalu dini untuk mengantri tuan muda. bukankah sebaiknya anda mengisi perut sebelum masuk ke dalam venue?" tawar pak kim.
"tidak.. tidak.. aku tak mau terlambat menyaksikannya. kau tahu kan ini pertama kalinya aku menonton konser?" kyuhyun terkekeh.
"baiklah, aku ingin mulai mengantri" mendengar perkataan tersebut, pak kim segera keluar dari mobil yang sudah cukup lama terparkir kemudian membukakan pintu untuk sang majikan.
"saya harap anda bisa menikmatinya tuan muda" pak kim membungkuk hormat.
"hm, aku pergi dulu"
.
.
sambil menenteng tasnya.. kyuhyun berjalan seorang diri melewati beberapa kerumunan penggemar yang juga akan menonton konser tunggal lee donghae, sama sepertinya. sejauh mata memandang, ia hanya melihat penggemar wanita yang mendominasi sebagai penonton konser kali ini. mayoritas diantaranya membawa fanboard dihiasi lampu warna-warni, ataupun sebuah kipas besar bertuliskan nama lee donghae. hahaha rasa-rasanya kyuhyun harus memberikan apresiasi terhadap kreativitas para penggemar semacam mereka.
kyuhyun terus berjalan menuju antrian section dimana ia duduk nanti sembari menoleh kesana kemari. tidak, ia tidak malu untuk mengakui bahwa dirinya adalah penggemar dari seorang lee donghae. ia hanya merasa takut jika keberadaannya disini diketahui oleh teman-teman sekolahnya. jika itu terjadi, maka kyuhyun harus siap menjadi bulan-bulanan teman sekolahnya hingga ia lulus. tapi seorang cho kyuhyun tak pernah kehabisan akal. ia mengambil snapback dari dalam tas yang rencananya akan diberikan pada donghae, lalu memakainya. ia turunkan snapback tersebut hingga menutupi sebagian wajahnya. ia juga memilih untuk berjalan sedikit menunduk, demi menghindari tatapan orang-orang di sekelilingnya.
"tak disangka, ternyata anda seorang penggemar dari lee donghae" suara itu tak asing di telinga kyuhyun. dengan hati-hati kyuhyun membalikkan badannya, takut jika seseorang tersebut akan mengancam keberadaannya di tempat ini. kyuhyun masih sedikit menunduk, sehingga ia belum mengenali siapa yang mengajaknya berbicara. ia hanya melihat sebuah sneakers putih serta celana jeans di hadapannya.
"senang bertemu anda kembali... kyuhyun-ssi" mendengar suara itu, kyuhyun langsung mendongakkan kepalanya.
"dok.. dokter kim?" kyuhyun begitu tercengang melihat kedatangan dokter kim kibum di tempat ini. dan hal lain yang membuatnya lebih tercengang adalah... pakaian casual yang dikenakannya, menyebabkan tampilan dokter muda itu menjadi semakin terlihat sebaya dengannya. kyuhyun berani bertaruh, siapapun yang melihatnya akan menyangka bahwa dokter kim adalah seorang mahasiswa tingkat satu atau sederajat.
"apa... kau juga akan menonton konser tunggal lee donghae?" tanya kyuhyun tak percaya.
"tak ada yang melarang seorang dokter untuk menonton konser bukan?" jawab dokter kim kibum sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, lalu mengendikkan kedua bahunya.
"bukan begitu... hanya... hanya saja aku tak menyangka, kau juga mengidolakan lee donghae" kyuhyun terkekeh sambil menggaruk tengkuk lehernya salah tingkah.
"saya pun tak kalah terkejut melihat anda ikut mengantri bersama para penggemar wanita, demi menonton konser lee donghae" kibum tersenyum, namun senyumnya lebih terkesan menyimpan sesuatu.
"tsk, aku hanya penasaran bagaimana rasanya menonton konser secara langsung" kyuhyun berdecih, berusaha mengelak fakta yang diucapkan dokter kim. untuk menyembunyikan rasa malu, ia tendang kerikil di depan sepatunya menuju tengah jalan.
"ahhh, benarkah?" dengan sengaja dokter kim memasang ekspresi wajah tak yakin, dan mau tak mau membuat kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal.
"dasar menyebalkan!" umpat kyuhyun.
.
.
10 menit sebelum konser dimulai, kyuhyun sudah menempati tempat duduknya sesuai dengan petunjuk yang tertera pada tiketnya. tak henti-hentinya ia berdecak kagum memandang lautan manusia yang memenuhi stadium tersebut.
"hebat sekali... lee donghae benar-benar mampu mengumpulkan penggemar sebanyak ini" kyuhyun masih bermonolog.
"ini belumlah seberapa, kyuhyun-ssi... masih banyak penggemar yang meminta tambahan hari konser, karena mereka tidak memperoleh tiketnya... tapi sayangnya, karena alasan tertentu lee donghae menolak permintaan tersebut..." sahut dokter kim. memang kebetulan sekali dokter kim mendapatkan seat bersebelahan dengan kyuhyun. disamping itu, kyuhyun merasa sangat bersyukur karena ia tak merasa sendirian di dalam venue.
"darimana kau tahu itu semua, dokter kim?" kyuhyun bertanya dengan memandang wajah dokter kim penuh curiga. bagaimana bisa seorang dokter mendapatkan informasi sensitif dari pihak lee donghae? mungkinkah dokter kim kibum ini menjadi salah satu penguntit sama seperti penggemar fanatik lainnya?
"...hm, internet! apa gunanya anda memiliki smartphone jika tak memanfaatkan aplikasi-aplikasinya?" seru dokter kim cepat. tapi dibalik itu semua, tercetak raut kelegaan di wajahnya.
"aku tak pernah melewatkan satu pun artikel tentang lee donghae yang tersebar di internet, dan tak merasa membaca artikel yang kau ceritakan ini. atau jangan-jangan... kau juga seorang penguntit?" kyuhyun memajukan wajahnya demi menatap kedua mata dokter kim dalam-dalam, mencari apakah ada titik kebohongan yang disembunyikan di dalam sana.
dokter kim tertawa keras, ketika mendengar pertanyaan konyol yang terucap dari bibir kyuhyun. ia sengaja tak menjawabnya, membiarkan seorang cho kyuhyun mencap dirinya sebagai dokter aneh. dokter muda yang memiliki kerja sampingan sebagai penguntit dari seorang artis tenar, lee donghae.
.
.
perlahan... lampu-lampu di dalam venue mulai dipadamkan. hanya beberapa sorot lampu panggunglah yang menerangi jamsil olympic stadium. dan saat itu juga, para penggemar mulai menyalakan berbagai jenis lightstick yang mereka bawa. termasuk kyuhyun di dalamnya. tak menunggu lama, kegelapan stadium telah tergantikan oleh lautan lampu berwarna biru yang begitu indah.
"aku tak pernah membayangkan... menjadi bagian dari lautan biru di konser tunggal lee donghae" gumam kyuhyun kagum.
"indah sekali..." lanjut kyuhyun lagi.
alunan musik mulai terdengar, disambut oleh teriakan para penggemar yang semakin meramaikan suasana. di panggung megah itu, terpasang tirai putih yang menggantung menutupi isi panggung. semua penonton pun dapat melihat jelas siluet seseorang yang tercetak pada tirai tersebut.
"LEE DONGHAE!"
"LEE DONGHAE!"
"LEE DONGHAE!"
para penggemar meneriakkan nama sang artis idola dengan menggerakkan lightsticknya. menciptakan gelombang biru yang terus bergerak dari ujung kanan sampai ke ujung kiri stadium. kyuhyun pun tak kalah bersemangatnya. meskipun ia tidak terang-terangan ikut meneriakkan nama donghae, akan tetapi ia juga turut serta dalam menggerakkan lightstick yang ada digenggamannya. berbanding terbalik dengan dokter kim. tak membawa lightstick ataupun perlengkapan yang lain, ia hanya duduk tenang sembari menikmati suasana pra-konser. sesekali melirik aksi kyuhyun yang sangat berantusias, membuat senyumnya semakin terkembang.
teriakan penonton semakin menggila, dikala tirai putih raksasa itu terbuka. menampilkan sang bintang panggung yang berdiri di tengah-tengah para penari. tak ada yang kyuhyun lakukan selain melebarkan senyumnya, karena ia sudah kehilangan seluruh kata-katanya. sorot matanya terus tertuju pada pemeran utama, yang bergerak enerjik saat musik didendangkan. kostumnya yang simpel karena hanya mengenakan sleveless hitam dan ditutupi dengan jaket baseball berwarna merah bercorak putih, sama sekali tak memberikan nilai minus dalam konser tersebut.
"lee donghae sungguh luar biasa!" teriak kyuhyun ditengah-tengah kebisingan. dokter kim yang hanya mendengarnya samar-samar, memberikan senyum ringan seraya menganggukkan kepalanya. dan saat ini... kyuhyun semakin larut dalam suasana konser.
.
.
.
"selamat malam..." sapa donghae lembut kepada para penonton yang memadati stadium. meskipun peluh telah membasahi wajah dan rambutnya, namun pesona lee donghae masih menjadi idaman para penggemar.
"sebelumnya, terima kasih karena kalian telah rela menghabiskan uang demi menghadiri konser ini..." lee donghae membungkuk hormat di segala sisi panggung, disambut teriakan kagum dari penonton. lantas donghae kembali duduk di bangku yang telah disediakan di tengah panggung.
"tak terasa... hampir 3 jam kita bersenang-senang di tempat ini. apa kalian masih bersemangat?" tanya donghae sambil meletakkan tangan kanan di dekat telinganya. seolah ia tak mendengar jawaban yang diharapkannya.
"NEEEEEEEE!" jawab penonton serempak.
"malam ini... akan menjadi malam yang spesial bagiku... karena seseorang yang telah kunanti-nantikan, bersedia meluangkan waktunya untuk menonton konser ini" lee donghae tersenyum tulus, tak peduli teriakan para penggemar yang menunjukkan rasa tidak suka.
kyuhyun ikut tersenyum. ia bertanya dalam hati, apa orang yang donghae maksud adalah dirinya?
.
"apa itu kekasih donghae oppa?"
.
"sudah kuduga bahwa ia telah memiliki kekasih"
.
"rasanya aku ingin keluar dari fanclub"
.
"donghae oppa telah berbohong pada kita!"
.
"kita lihat saja! aku yakin ia tak dapat keluar hidup-hidup dari stadium ini!"
.
kyuhyun mendengar semua seruan tak senang dari para penggemar di dekatnya. ia tersenyum kecut menelan kekecewaan. bagaimanapun, memang bukan pilihan tepat ketika kita berhubungan dekat dengan seorang artis terkenal. akibatnya, banyak orang yang akan membenci atau berusaha melukai kita.
"aku tahu... kalian pasti kecewa mendengar perkataanku ini... tapi... bagaimana jika seseorang itu adalah pengemis yang telah kuanggap sebagai adik kandungku?" donghae meminta pengertian pada para penggemarnya. tatapan matanya yang begitu tulus, sanggup membuat kericuhan itu menjadi hening seketika. tak ada satupun penggemar yang berani membuka suaranya, sampai donghae melanjutkan pembicaraannya.
"seseorang itu bukan pengemis biasa... ia berbeda, dan membuatku ingin melindunginya... satu hal lagi, aku akan sangat berterima kasih jika kalian tidak membencinya di kemudian hari... mengingat aku memberikan perlakuan spesial padanya. tapi percayalah, kalian jauh lebih beruntung dari padanya" donghae berdiri dari bangku yang didudukinya. ia berjalan beberapa langkah menuju depan panggung, lantas membungkuk dan berlutut memberikan sebuah penghormatan. semua penonton begitu terkejut, bahkan tak sedikit dari mereka menutup mulutnya sendiri karena tak percaya. sebegitu baiknya kah hati lee donghae, sampai-sampai mendedikasikan hidupnya untuk seorang pengemis?
"lagu selanjutnya, kupersembahkan untuk seseorang tersebut. memories"
.
saranghaetjanha uri hamkkehan manheun nal dongan
(tak bisakah kita saling menyayangi, meskipun banyak waktu yang kita habiskan bersama)
hamkke aphahaetjanha seoroui irin juldo moreugo
(tak bisakah kita saling berbagi rasa sakit, meskipun kita tak tahu apa yang salah)
neon eodi inneun geoni naui moksori deullijil annni
(dimana kau sekarang? tak bisakah kau mendengar suaraku?)
apheun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok
(hatiku yang sakit selalu mencarimu, memanggilmu... membuatku jadi gila)
gaseumi nunmuri ddo neoui gieogi
(di dalam hatiku, ada tangis bercampur dengan kenangan bersamamu)
han bangul han bangul ddo nae gaseume heulleo naerinda
(setetes demi setetes jatuh mengenai dadaku)
.
kyuhyun menajamkan pendengarannya demi mendengarkan lagu yang dipersembahkan donghae untuknya. semakin ia meresapi maksud yang terkandung di setiap lirik, hatinya terasa sangat sakit. mengapa? mengapa arti lirik tersebut sama persis dengan apa yang ia rasakan terhadap hyungdeulnya? mengapa seolah-olah lee donghae dapat membaca kisah hidupnya?
kyuhyun ingin menangis. tak peduli jika ia berada di tempat keramaian. air matanya sudah mengumpul di pelupuk mata. tinggal menunggu waktu, dan air mata itu akan bebas mengalir membasahi wajahnya.
.
ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
(aku menangis, dan terus menangis. bersama kenangan ini yang tak dapat terhapus)
oneuldo bin nae gaseumeul ddo jeoksinda
(hari ini, hatiku menjadi kosong kembali)
.
kyuhyun masih berusaha untuk mengendalikan dirinya. berulang kali ia memukul dadanya sendiri, berharap rasa aneh di dadanya segera pergi. namun anehnya, perasaan sakit virtual di dadanya semakin menjadi-jadi.
"anda baik-baik saja, kyuhyun-ssi?" menyadari apa yang terjadi pada kyuhyun, dokter kim bertanya tentang keadaannya.
"hn... rasa sakit di dada itu datang kembali.. aku tak memiliki riwayat penyakit jantung atau saluran pernapasan. jadi penyakit apa yang kuderita sekarang, eoh?" kyuhyun memaksakan senyumnya, walaupun kedua matanya begitu memerah menahan tangis.
"kyuhyun-ssi.. ingatlah. anda adalah seseorang yang kuat. anda mampu melawan semua rasa sakit ataupun tekanan yang terus menyerang..." dokter kim berusaha merangkul bahu kyuhyun, sesekali menepuk-nepuk untuk menenangkannya.
namun tampaknya, rasa tenang pada diri kyuhyun tak berlangsung lama. dilihatnya sosok lee donghae berjalan ke arah tempat duduknya, sambil melanjutkan bernyanyi. ia ulurkan tangannya pada kyuhyun, seakan-akan memintanya untuk ikut menuju panggung. sungguh, kyuhyun merasa tak nyaman atas perlakuan spesial yang didapatnya. terlebih puluhan ribu pasang mata memandangnya dengan tajam dan sulit untuk diartikan.
"hey pengemis... aku bisa menemukanmu bukan?" donghae tersenyum senang. ia berujar di sela-sela intro lagu.
"apa kau mau menemaniku berdiri di sana?" tanya donghae lagi sembari menunjuk-nunjukan panggung megah yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
kyuhyun masih membeku di tempat duduknya. ia sama sekali tak berniat untuk menerima ajakan donghae. namun tanpa berpikir panjang, donghae tiba-tiba menarik pergelangan tangan kyuhyun dan membawanya ke tengah-tengah panggung. membuat kyuhyun mau tak mau menuruti langkah kaki donghae. sedangkan dokter kim, tak bisa berbuat apapun lebih jauh. kyuhyun berjalan semenunduk mungkin, menghindari tatapan sinis dari orang-orang yang iri ataupun tak suka padanya. demi tuhan, ia tak merasa senang diperlakukan semacam ini. kyuhyun bahkan beranggapan jika setelah konser ini berakhir, ia sudah tak memiliki privasi lagi.
setelah lagu memories berakhir, kyuhyun masih berdiri menunduk layaknya orang bodoh di tengah panggung. meski donghae berulang kali memuji-muji atau menyanjung sikapnya, ia tetap merasa jika perlakuan ini sungguh berlebihan. ia bahkan sudah tak dapat menikmati jalannya konser ini lagi.
"apa kau merasa senang, hm?" donghae kembali menghampiri kyuhyun, merangkul bahunya dan menatap matanya dengan begitu hangat. tapi kyuhyun... ia merasa sangat kecewa.
"tak apa kan, jika aku melepas topi ini?" tanpa menunggu persetujuan dari kyuhyun, donghae melepas snapback merah yang dikenakan pemuda berusia 18 tahun itu seenaknya. ia acak rambut kyuhyun pelan, lantas memakaikan kembali snapback tersebut ke kepala kyuhyun dengan membalik posisinya. dan saat ini... kyuhyun harus bersiap menerima kenyataan jika wajahnya akan terekspos bebas di seluruh media atau internet.
masih di panggung megah itu, kyuhyun tetap diam lantas memaksa bibirnya untuk tersenyum. karena ia tahu, banyak kamera yang sedang mengambil gambarnya. dan ia tidak mau menjadi penyebab kekacauan konser tunggal lee donghae.
"terima kasih banyak, donghae-ssi... terima kasih telah mempermalukanku!" desis kyuhyun yang mungkin hanya didengar oleh donghae. ia hempaskan tangan artis idolanya secara kasar, kemudian berlalu meninggalkan pria muda tersebut yang masih dilanda kebingungan. melupakan keinginan utamanya untuk memberikan sebuah snapback kesayangannya pada donghae. masa bodoh pula jika sikapnya ini akan menjadi perbincangan masyarakat luas.
.
.
TBC
.
.
haaaaai! masih ada yang menunggu FF ini? hehehe pokonya selamat membaca aja deh. sangat ditunggu review kalian, meskipun gabisa balas satu per satu.. tapi review kalian bener-bener menjadi penyemangat buat update di tengah semester tua yang menghadang. maapin kalo semakin amburadul, ga jelas, membosankan, ga ngefeel atau apapun sejenisnya. sampai jumpa di chapter berikutnya! :*
.
.
big thanks to:
kyuli 99/ angel sparkyu/ F3/ Nanakyu/ Tiktiktik/ Shin Ririn1013/ angella/ Shofie Kim/ mmzzaa/ kyuhae/ siskasparkyu0/ mifta cinya/ Lily/ Choding/ Desviana407/ yunacho90/ sarah/ Guest/ ChoCiRa/ Chohyun/ Cho Kyunhae/ jiahkim/ MissBabyKyu/ Awaelfkyu13/ Kuroi Ilna/ Wonhaesung Love/ rahma/ dewiangel/ diahretno/ Sparkyubum/ sitihalimatussadiah124/ meimeimayra/ dewidossantosleite/ / ilmah/ dd/ sofyanayunita1/ lydiasimatupang2301/ Permenkaret/ Rahma94/ hyuashiya/ kyu choco/ Hae Fishy/ alicehamy/ lianpangestu/ martinicho/ cho leokyu07/ HyunRi/ turtle407/ adlia/ Emon204/ jihyunelf/ araaaa/ erka/ phn19/ kyu19/ chairun/ chohyunnie/ .5/ firaarifin21
dan para silent readers semuanya :* ayolah silent readers... tampak kan batang hidungya, biarkan aku mengetahui jejak kalian :* mau kukasih bocoran perbandingan viewers dan reviewers di hampir setiap chapter? sekitar 1:15.. jadi saya sangat menunggu partisipasi kalian dalam menulis review lah yaaa hehehe
