-dhedingdong95-

Cast:

Cho Kyuhyun

Kim Kibum

Lee Donghae

(mereka akan menjadi satu marga)

Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!

Rate: T

Length: Chaptered (khusus chapter ini drabble)

Disclaimer:

Hanya meminjam nama tokoh. Kesamaan latar ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya. Terinspirasi oleh karakter Gong Taekwang di drama School 2015 – Who Are You. Walaupun judulnya hampir sama dengan cerita sebelumnya, tapi untuk jalan cerita akan berbeda dengan sebelumnya loooooh!

SELAMAT MEMBACA!

WARNING! TYPO, cerita pasaran, kalimat amburadul, alur kecepetan, membosankan!

Don't like? DON'T READ!

NO BASH and… ENJOY!^^

.

Preview

.

"apa kau merasa senang, hm?" donghae kembali menghampiri kyuhyun, merangkul bahunya dan menatap matanya dengan begitu hangat. tapi kyuhyun... ia merasa sangat kecewa.

"tak apa kan, jika aku melepas topi ini?" tanpa menunggu persetujuan dari kyuhyun, donghae melepas snapback merah yang dikenakan pemuda berusia 18 tahun itu seenaknya. ia acak rambut kyuhyun pelan, lantas memakaikan kembali snapback tersebut ke kepala kyuhyun dengan membalik posisinya. dan saat ini... kyuhyun harus bersiap menerima kenyataan jika wajahnya akan terekspos bebas di seluruh media atau internet.

masih di panggung megah itu, kyuhyun tetap diam lantas memaksa bibirnya untuk tersenyum. karena ia tahu, banyak kamera yang sedang mengambil gambarnya. dan ia tidak mau menjadi penyebab kekacauan konser tunggal lee donghae.

"terima kasih banyak, donghae-ssi... terima kasih telah mempermalukanku!" desis kyuhyun yang mungkin hanya didengar oleh donghae. ia hempaskan tangan artis idolanya secara kasar, kemudian berlalu meninggalkan pria muda tersebut yang masih dilanda kebingungan. melupakan keinginan utamanya untuk memberikan sebuah snapback kesayangannya pada donghae. masa bodoh pula jika sikapnya ini akan menjadi perbincangan masyarakat luas.

.

Next

.

Chapter 7

.

.

.

.

lee donghae terpaku melihat aksi kyuhyun yang sama sekali berada diluar perkiraannya. ia tak dapat berbuat banyak, karena jujur saja ia masih memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan konser ini. donghae sangat ingin mengejar kyuhyun, menanyakan kesalahan apa yang telah dilakukannya. namun di sisi lain, ia juga tak mau mengecewakan para penggemarnya dengan meninggalkan tugasnya begitu saja. dengan begitu, mau tidak mau donghae harus mementingkan orang banyak daripada egonya sendiri.

"ah, maafkan aku.. sepertinya identitas pengemis itu tak mau terpublikasikan, jadi aku mohon... siapa saja yang sudah mengambil gambarnya, kumohon dengan sangat... jangan pernah mempostingnya di media sosial manapun.. anggap saja ini rahasia antara aku dengan kalian. apakah aku bisa mempercayai kalian?" tanya donghae polos kepada ribuan penggemarnya.

"NEEEEE!" jawab penggemarnya serempak, setelah beberapa saat sebelumnya terdengar keriuhan dari segala penjuru venue. ntah karena membicarakan ketidaksopanan pengemis itu, ataupun memakinya karena alasan tidak suka.

.

.

.

"bodoh hyung! kau bodoh! apakah jalan pikiranmu sesempit ini? mana bisa kau mempercayai seluruh penggemarmu eoh? kau tak tahu bagaimana gesitnya para sasaeng fans demi mendapatkan seluruh informasi yang kau tutup-tutupi itu? juga bagaimana mengerikannya pihak-pihak yang mau menjatuhkanmu? kau pasti tak berpikir jika mungkin satu dari puluhan ribu penonton disini adalah orang yang membencimu!"

"saat ini tak ada yang tidak mungkin hyung! kau harus menjaga perilakumu di depan khalayak umum, jika tidak... karirmu akan tamat dalam hitungan detik! bodoh! bodoh! harusnya aku tak pernah mau mengikuti ide konyolmu ini!"

"aku menyesal hyung.. bukan. bukan untuk karir atau masa depanmu. tapi... bagaimana jika kyuhyun membencimu? kau menyia-nyiakan kesempatanmu, dasar bodoh!"

"lebih baik kita teruskan saja sandiwara ini sampai akhir! daripada salah satu pihak akan tersakiti seperti ini!"

.

.

"cho kyuhyun!"

"cho kyuhyun-ssi!" pria berusia 20 tahunan itu terus berlari kecil di antara lorong-lorong stadium demi mengejar sosok di depannya. tak peduli jika beberapa staff/crew yang berlalu lalang ikut memandanginya dengan raut kebingungan. namun bagaimanapun pemuda yang ditujunya sama sekali tak mengindahkan panggilan tersebut. pemuda yang bernama cho kyuhyun itu terus melangkahkan kedua kakinya lebar-lebar, berharap agar ia segera keluar dari tempat memuakkan ini.

"kyuhyun-ah!" berhasil. dengan panggilan itu, kyuhyun langsung menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang. ia atur nafasnya yang terdengar begitu berat, menandakan jika di dalam dadanya terdapat sesuatu yang bisa sewaktu-waktu meledak.

"...kyuhyun-ah" suara pria itu terdengar lagi. kali ini terdengar semakin dekat.

"..." kyuhyun tetap tak menjawab. ia masih bertahan pada posisinya sembari menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya lewat mulut secara perlahan.

"mau kuantar pulang?" tanya pria itu lagi dengan nada bicara santai. sungguh berbeda dengan ekspresi wajah yang ia tunjukkan beberapa saat lalu.

"...apa salahku hm? mengapa takdir ini seolah memusuhiku?" tanyanya pelan, membelakangi pria yang mengajaknya berbicara.

"kupikir lee donghae tak melakukan kesalahan" sahut pria itu lagi tanpa beban, seolah kejadian yang baru saja terjadi bukanlah suatu masalah besar.

" kau tak pernah tahu penderitaanku..." kedua kaki kyuhyun mulai melemas. perlahan tapi pasti, ia dudukkan tubuh kurusnya di atas lantai yang sedari tadi dipijaknya. kedua mata sayunya sungguh tak tertarik untuk memandang orang yang menjadi lawan bicaranya.

"bagaimana aku bisa tahu, jika kau tak pernah terbuka untuk menceritakan semua masalahmu padaku?" tiba-tiba pria itu merangkulkan tangan kirinya ke kedua bahu kyuhyun. sesekali tangan itu mengelus snapback merah yang masih setia bertengger di kepala pemuda tersebut.

"bukannya aku tidak mau dokter kim, tapi... semua orang sama busuknya. percuma saja jika aku menceritakan semua masalahku pada orang lain, namun pada akhirnya aku ditinggalkan sendiri" spontan kyuhyun menyingkirkan tangan kiri pria muda tersebut, yang tak lain adalah dokter kim.

"kau tak percaya padaku?" tanya dokter kim serius.

"maaf. tapi tidak untuk saat ini. sama seperti rasa percayaku pada lee donghae, yang secara tiba-tiba luntur tak berbekas!" kyuhyun berusaha untuk berdiri meskipun sedikit kesusahan. kondisi tubuh kyuhyun yang lemah membuat ia beberapa kali terhuyung ke depan. seketika membuat dokter kim ingin membantunya namun lagi-lagi ditepis oleh kyuhyun.

"kyuhyun—"

"ah ya, dan... sejak kapan kau berani berbicara menggunakan banmal (informal) padaku eoh?" potong kyuhyun, membuat dokter kim mau tak mau harus menelan kalimatnya.

"maafkan saya... saya hanya—"

"kyuhyun-ah!" lagi-lagi perkataan dokter kim harus terhenti.

sosok pria lain yang tak asing bagi kyuhyun begitu tergopoh-gopoh menghampirinya. membuat kyuhyun maupun dokter kim menoleh ke sumber suara, hingga kemudian tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.

"darimana... kau tahu namaku?" tanya kyuhyun ragu. ia merasa ada sesuatu yang aneh disini. namun sialnya ia tak dapat berpikir jernih sekarang. yang ada di pikirannya hanyalah ingin pulang ke rumah.

"ahh itu..." donghae tergagap, otaknya terasa penuh sekarang. ia sungguh tak bisa menemukan secuil alasan yang tepat untuk membalasnya.

"saya yang memberitahunya, kyuhyun-ssi..." sambar dokter kim cepat.

"dokter kim?" kyuhyun mengernyit tak mengerti. hhh, skenario macam apa lagi ini?

"tidak... biar kujelaskan. jadi—" seru donghae tak sabar.

"jadi katakan padaku, siapa kalian sebenarnya?" balas kyuhyun dingin. ia tatap kedua pasang mata pria di depannya dengan tajam, seakan meminta penjelasan sebenar-benarnya.

"maafkan aku kyuhyun-ah..." donghae melangkahkan kembali kakinya, namun secara spontan kyuhyun ikut memundurkan langkah kakinya seolah menghindari pria di depannya.

"...jadi benar?" suara kyuhyun memelan dan sedikit bergetar tentu saja, karena ia menahan tangisnya.

"kyu—" kedua pria di sekitar kyuhyun benar-benar ingin mendekatinya, seolah ia adalah buronan yang telah tertangkap. hingga tanpa sadar kyuhyun tak dapat menghindar lagi, karena punggungnya yang sudah menempel pada dinding.

"jangan mendekat!" perintah kyuhyun dingin.

"kyuhyun-ssi, tolong dengarkan penjelasan saya. ini semua tidak seperti apa yang anda pikirkan" dokter kim mengambil alih segala pembicaraan donghae. ia kembali melangkah mendekati tubuh kyuhyun.

"kubilang jangan mendekat!" desis kyuhyun. ia tak menatap kedua orang di sekitarnya, ia hanya menatap lurus ke depan. kedua matanya memerah, ntah menahan tangis atau amarahnya yang kian tak terbendung.

"kalian sama saja..." tiba-tiba nafas kyuhyun memburu, lantas kemudian mengepalkan kedua telapak tangannya.

"bukan begitu kyuhyun-ssi, tolong dengarkan penjelasan saya terlebih dahulu" dokter kim semakin resah, terlebih melihat pasien kecilnya ini sudah menunjukkan keadaan yang tidak baik-baik saja.

"kau pikir aku tidak bisa merasakan sikap aneh kalian, hn? mungkin aku memang tak punya hati, tapi... orang mana yang tak bisa merasakan kehadiran saudara kandung, jika mereka tiba-tiba muncul setelah lama menghilang, HAH?" pada akhirnya kyuhyun kalah melawan emosinya. air matanya pun meleleh membasahi pipi pucatnya.

"kyuhyun-ah, sungguh... hyung tak bermaksud untuk—"

"lee donghae-ssi, apa kalian tak pernah memikirkan bagaimana aku hidup bersama ayah? ah.. dimana kalian saat aku membutuhkan kasih sayang dari suatu keluarga? dimana kalian saat aku membutuhkan perlindungan? dimana kalian saat aku dibully dan dicaci maki? toh kalian hanya mementingkan diri sendiri... dan satu lagi, kalian berbeda marga denganku. mulai saat ini aku tak memiliki hyung. aku adalah anak tunggal dari tuan cho, jadi biarkan aku pergi" kyuhyun memaksa untuk pergi. namun kedua pria tinggi itu terus menghalanginya untuk mengambil jalan keluar, membuat ia menutup kedua matanya sesaat karna kesal.

"kau salah kyu, selama ini kami berusaha untuk melindungimu... kami berencana untuk membawamu keluar dari rumah itu, dan kita bertiga bisa hidup bersama kembali" donghae meraih kedua bahu kyuhyun, ia menatap kedua obsidian pemuda di depannya dalam-dalam. membuktikan jika ia tak pernah bermain-main dengan perkataannya.

"hhhh.. bodohnya aku sempat berharap jika kalian benar-benar menjadi hyungku... tapi sebagai lee donghae dan kim kibum, bukan sebagai cho donghae dan cho kibum yang pernah mencoreng setiap kenangan yang kumiliki. dan benar saja, sandiwara kalian berhasil memberiku dunia baru" kyuhyun tertawa pelan diikuti dengan senyuman sinis.

"maaf.. maaf.. maaf.. kyu... kita mulai dari awal, ne?" donghae masih terus berharap. ia terus memberikan kalimat rayuan demi meluluhkan hati kyuhyun.

"semudah itu?" kyuhyun melebarkan matanya, membuat lapisan air mata di kedua bola matanya terlihat begitu jelas.

"tidak kyu, kami hanya ingin membebaskanmu dari kekangan ayah. kami hanya ingin kau hidup normal seperti remaja seusiamu lainnya. kami juga ingin melihatmu hidup bahagia, melakukan apa yang kau mau selagi semua kegiatan itu positif. kami hanya ingin menebus kesalahan kami beberapa tahun lalu" donghae terus membalas pertanyaan kyuhyun. ia semakin tak sabar untuk meyakinkan sang adik demi membawanya keluar dari sangkar emas tersebut.

"..." kyuhyun terdiam. ia enggan untuk membuka suaranya.

"kau percaya padaku, bukan? kumohon lihat mataku kyu! aku bersungguh-sungguh!" donghae menggoyang-goyangkan kedua bahu kyuhyun, berharap jika adik bungsunya ini mau memahami keadaannya.

namun lagi-lagi kyuhyun tak bersuara. bahkan kedua bola matanya menerawang jauh entah kemana. hingga tak seorang pun yang dapat menembus apa yang ada di dalam pikiran seorang cho kyuhyun.

"kyu?" donghae memanggil nama sang adik lagi dengan nada frustasi.

"sudahlah hyung, ia masih sangat tertekan... kau hanya akan menambah bebannya.." dokter kim menarik lengan kanan donghae, berusaha memberi ruang untuk kyuhyun.

"kalian... pergilah... pergi yang sangat jauh... jangan tunjukkan keberadaan kalian di hadapanku... aku mohon... kalian hanya akan membuatku goyah... dan itu sama saja menyakitiku lebih jauh..." kyuhyun melontarkan perkataan yang sangat mengejutkan. di sisi lain ia gigit bibirnya erat hingga berdarah, ditemani air matanya yang terus menetes. ia repalkan kedua telapak tangannya, menandakan jika seluruh emosinya tercurah di sana. sungguh, keadaan kyuhyun saat ini terbilang sangatlah kacau. namun kyuhyun sama sekali tak memedulikannya. sekarang ia hanya melakukan apa yang ingin ia lakukan. itu saja. tidak lebih.

"aku mohon, biarkan aku hidup seperti biasanya! aku lebih bahagia saat sebelum kalian datang di kehidupanku. asal kalian tahu, menjadi pengemis beasiswa dan direndahkan oleh orang lain tidak seburuk apa yang dipikirkan... aku sudah menikmati semuanya sebagai rutinitas, jadi jangan khawatirkan aku..." kyuhyun menyudahi perkataannya. ia usap air matanya secara kasar.

"kyu... beri kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya, please?" dokter kim mulai masuk ke dalam pembicaraan.

"maaf..." namun hanya itu kata terakhir yang keluar dari mulut kyuhyun, hingga ia dengan terpaksa meninggalkan kedua pria dewasa yang sampai saat ini masih berdiam diri.

sambil berjalan ke arah mobilnya yang terparkir untuk menemui pak kim, kyuhyun terus menangis keras dan melupakan imagenya sebagai pemuda angkuh. entah mengapa ia merasa kehilangan yang sangat mendalam, meski bertahun-tahun ia sudah terbiasa hidup tanpa kedua hyungnya. namun bagaimanapun... sebagai adik kandung, ia masih sangat menyayangi mereka. salahkan saja rasa sakit di hatinya yang begitu besar hingga berhasil menutupi keinginannya untuk berkumpul lagi seperti dahulu. tapi... pantaskah ia menyalahkan hatinya yang bersikukuh untuk tidak menerima mereka? ataukah kedua hyungnyalah yang patut untuk disalahkan karena membuat masalah menjadi serumit ini?

.

.

.

TBC

.

.

APA INI? HAHAHAHA CUMA ISENG. aku ga mau berbasa-basi sih cari-cari alesan kenapa update lama, karena sikon memang lagi ga memungkinkan. eh sekali update malah seuprit gini hahahaha seengganya bisa sedikit menjawab rasa penasaran kalian yaaa wkwkkw review aja dehhh yang penting hihihi barangkali semakin banyak review yang didapat akan semakin rajin updatenya ditengah galau skripsi hahaha