Title : LOVE ME RIGHT

Cast
- Kim Jongin [19]
- Do Kyungsoo [18]
- Oh Sehun [19]
- Byun Baekhyun [18]
- Park Chanyeol [18]
- Kim Jongwoon [31]
- Kwon Yuri [26]
- Xi Luhan [18]

Other Cast
- All member BTS [18]
- All member The Ark [18]
- All member Ikon [18]
- Park Jungsoo [42]
- Jung Sooyeon [44]

Cameo
- Jung Soojung [18]

Genre
- School life
- Romance
- Drama
- Family
- Friendship

THIS IS GENDERSWITCH FOR EXO OTP

DLDR!

DON`T BE SIDERS

•••

HAPPY READING

•••

Preview Chapter 2

"Bagaimana kalau bekerja ditempatku? Kurasa.. Jungsoo ahjussi bisa menerima mu di kedai ramennya." Saran Kyungsoo, Baekhyun menatapnya.

"Jeongmal?"

Kyungsoo mengangguk, Baekhyun merangkul sahabatnya itu dengan senyum yang mengembang, "Gomawo! Jinjja gomawo!"

Jongin tersenyum melihat kelakuan kedua gadis itu, ah.. kapan ia bisa memiliki persahabatan seperti dulu lagi? Ia merindukan masa-masa memiliki sahabat.

•••

Chapter 3

Ditempat lain terlihat seorang siswi Junior High School yang sedang duduk termenung ditaman dekat sungai Han, tangannya saling bertaut dan pikirannya bertebaran berbagai pikiran negatif yang mulai menghampirinya.

"Ah.. bagaimana ini?" Lirihnya.

Drrttt drrttt

Gadis itu membuka pesan masuk diponselnya dan menghela napas frustasi.

From : Kwon songsaenim
Xi Luhan orang tuamu akan dipanggil ke sekolah besok, beri tahu mereka.

Luhan mematikan ponselnya dan memasukkan ke dalam tas tanpa membalas terlebih dulu pesan dari wali kelasnya itu, air mata Luhan mulai menetes dari mata rusanya.. bagaimana ia menjelaskan pada orang tuanya? Mereka pasti akan kecewa kalau baru hari pertama di semester dua saja orang tuanya sudah dipanggil kesekolah.

Mata Luhan sedikit membulat melihat saputangan didepannya, kepalanya terangkat melihat pemilik saputangan itu.

"Se.. Sehun..?"

Sehun mengambil tangan kanan Luhan dan meletakkan sapu tangan itu ditelapak tangannya, "Uljima."

Luhan menundukkan kepalanya malu, gadis bermata rusa itu kembali mengangkat kepalanya lalu mencoba tersenyum pada Sehun.

"Terima kasih."

"Bukan masalah."

"Kau.. besok ke sekolah kan?"

Sehun menggeleng, "Aku tak tertarik sekolah.." Ia mengambil duduk disamping Luhan, "Aku tak mau bertemu orang itu."

Dahi Luhan berkerut, "Orang itu? Nugu?"

Sehun melirik Luhan sekilas sebelum berdiri dari duduknya dan memasukkan tangan ke saku celana, bersiap meninggalkan Luhan sebelum sebuah tangan memegang lengannya.

"Tak bisakah kau percaya padaku? Kau sudah percaya padaku dan melindungiku.. kali ini.. kali ini saja.. kau mau kan cerita padaku?" Ujar Luhan.

Sehun melepaskan tangan Luhan dari lengannya perlahan lalu tersenyum pada gadis bermata rusa itu, "Aku akan cerita, nanti.."

"Kapan?"

"Saat waktunya sudah tepat."

Luhan mendengus tapi kemudian ia mengangguk, "Arra."

LOVE ME RIGHT

"Woah! Ahjussi! Jinjja gomawo!" Pekik Baekhyun senang ketika Jungsoo dengan terbuka menerima nya kerja di kedai ramen yang sama dengan Kyungsoo.

Pria dengan senyum malaikat itu tersenyum ramah, "Tak masalah kau bisa mulai besok.. Jongin-ah kalau kau mau bekerja disini juga tak apa aku akan menerima mu dengan terbuka." Ujar Jungsoo.

Jongin tersenyum memamerkan deretan gigi ratanya, "Ani.. aku kan sudah kerja,"

"Menjadi pengirim fast food? Itu melelahkan.. kalau disini kau bisa sedikit lebih santai dan pulang nya juga tidak terlalu malam." Sahut Jungsoo.

"Gwenchanayo ahjussi.."

"Tapi.. apa kau bekelahi lagi di sekolah? Wajahmu babak belur."

"Ah.." Jongin menggeleng, "Tidak apa.. aku sudah biasa,"

Kyungsoo datang dan menaruh dua mangkuk ramen dihadapan Jongin dan Baekhyun, "Ini.. aku traktir kalian berdua."

"Ehh? Aku akan bayar sendiri Kyung.. kau sudah banyak membantuku hari ini." Ujar Baekhyun.

"Itu guna nya sahabat kan? Sudahlah aku harus kembali ke dapur untuk membatu Yixing eonni memasak, kalau kalian mau pulang duluan tak apa." Kyungsoo menatap Baekhyun dan Jongin bergantian.

Jungsoo berdiri dari duduknya dan menyuruh Kyungsoo duduk, "Kyungsoo-ya, kau duduk saja dulu disini dan mengobrol sebentar.. kedaiku juga sedang tak begitu ramai,"

"Tapi ahjussi.."

"Tak menerima penolakan! Aku ke dapur dulu ya." Pamit Jungsoo, Baekhyun dan Jongin menundukkan kepala mereka sopan.

"Jadi.. bisa kau jelaskan kenapa kau tadi berkelahi dengan Sehun?" Tanya Baekhyun.

Jongin menyumpit ramennya dan memasukannya ke dalam mulut, "Bukan masalah besar." Jawab Jongin santai.

"Kau pikir aku ini bodoh atau bagaimana? Kau bukan orang yang suka menggunakan fisik walaupun kau siswa bermasalah." Sungut Baekhyun, Kyungsoo menatap Jongin ikut meminta penjelasan.

"Hah.. arraseo.." Jongin meletakan sumpitnya dan mulai bercerita, dari awal sampai akhir, tak kurang dan tak lebih pada Kyungsoo juga Baekhyun.

"Cih.. sialan Luhan, kau terkena masalah gara-gara dia." Komentar Baekhyun.

"Sudahlah.. aku juga sudah biasa."

"Tapi aku heran.. kenapa Sehun mau ya melindungi Luhan? Apa mereka ada hubungan?" Celetuk Baekhyun lagi.

Kyungsoo membuka suaranya, "Tak usah dipikirkan.. mungkin dia hanya tergerak hatinya,"

"Benar.." Timpal Jongin.

"Ok.. tapi ada satu hal lagi yang mengganjal."

Dahi Kyungsoo berkerut, "Apa?"

"Sebenarnya hubungan kalian berdua apa? Aku tahu kalian cukup dekat tapi.. hari ini kalian tak sedekat biasanya..?"

Jongin dan Kyungsoo tergagap, namun Jongin segera menjawabnya, "Yah.. kami hanya berusaha mengakrabkan diri karena kami satu kelas."

"Huh? Jinjja?"

"Eo.. kau tak percaya padaku?" Tanya Kyungsoo.

"Baik.. aku percaya, tapi hanya perasaanku atau kalian memang sudah mengenal sejak lama?" Tebak Baekhyun.

Uhukk!

Jongin tersedak ramennya sendiri mendengar tebakan Baekhyun, Kyungsoo memberinya air putih dan segera saja pria tan itu meneguknya hingga habis.

"Gwenchana?" Tanya Kyungsoo, Jongin mengangguk.

"Jadi benar dugaanku? Kalian sudah kenal sejak lama? Bukan hanya di kelas empat ini? Kalian pernah sekelas sebelumnya?"

"Oh.. itu.." Kyungsoo bingung harus menjelaskan darimana karena memang pertemuannya dengan Jongin itu memang tidak terduga, "Aku dulu adik kelas Jongin sewaktu SMP."

"Mwo?!" Seru Baekhyun, "Adik kelas?!"

"Stt!" Jongin memperingatkan, "Jadi aku itu kakak kelas Kyungsoo waktu dia di SMP tapi karena aku tidak naik di kelas dua jadi yah.. kami seangkatan, tapi sebelum itu kami sudah saling mengenal karena.." Jongin menghela napas.

"Aku sudah menyukainya sejak Kyungsoo masuk ke kelas satu.."

Baekhyun menganga, jadi.. Kyungsoo dan Jongin sudah mengenal sejak SMP dan Jongin sudah menyukainya sejak Kyungsoo baru masuk di kelas satu..? Astaga Baekhyun benar-benar tak menyangka.

"Wow.. aku benar-benar, terkejut." Gumam Baekhyun, "Jadi kalian sepasang kekasih?"

Kyungsoo menggeleng, "Tidak.. dia sahabatku."

"Sahabat? Yang benar saja! Tadi Jongin bilang dia bahkan sudah menyukaimu sejak kau kelas satu SMP."

"Itu.. aku tak pernah menerimanya sebagai kekasih." Lirih Kyungsoo.

"Jadi Jongin ditolak?" Tanya Baekhyun polos.

"Ya! Bukan seperti itu juga.. aku yakin Kyungsoo sebenarnya suka padaku."

Kyungsoo mendengus, "Yakin sekali kau! Sudahlah aku ke dapur dulu.. kalau kalian sudah selesai pulanglah dan belajar!"

Baekhyun melirik Jongin geli, "Hei! Bagaimana rasanya ditolak adik kelas sendiri?" Godanya.

"Ya! Byun Baekhyun!" Seru Jongin kesal, Baekhyun hanya tertawa menanggapinya.

LOVE ME RIGHT

Tok Tok

Chanyeol melirik ke pintu kamarnya malas, pasti eomma nya.

"Chanyeolie.. boleh eomma masuk?"

Benar kan? Chanyeol turun dari kasurnya dan membuka kan pintu untuk ibunya.

Chanyeol tersenyum lembut, "Masuklah eomma.."

Minyoung masuk ke dalam kamar dan mengernyitkan dahinya lalu berbalik menghadap Chanyeol, "Chanyeolie.. kau tidak belajar? Tidak ada PR?"

"Aku sudah mengerjakannya eomma." Jawab Chanyeol singkat.

Minyoung terdiam sejenak lalu keluar dari kamar Chanyeol dan beberapa saat kemudian kembali lagi ke dalam kamar dengan beberapa buku ditangannya, ia menaruh buku-buku itu di meja belajar Chanyeol.

"Nah.. kau pelajari semuanya."

"Tapi eomma ini hari pertamaku sekolah, besok tak ada ulangan."

Minyoung mengulurkan tangan untuk mengelus pipi anaknya, "Belajar tak harus kalau ada ulangan saja sayang.. kalau kau mau masuk Universitas Seoul kau harus belajar yang rajin dari sekarang." Minyoung tersenyum, "Kalau begitu eomma keluar dulu ya."

Baru beberapa langkah Minyoung terhenti oleh ucapan Chanyeol, "Aku tak akan pergi ke Universitas."

Minyoung berbalik, menatap Chanyeol marah, "Jangan bicara sembarangan Park Chanyeol."

"Aku serius eomma." Chanyeol menghela napas, "Kalau eomma terus memaksaku, aku bisa saja kabur dari rumah seperti noo-"

PLAKK

Minyoung menampar pipi Chanyeol sehingga timbul warna merah dipipi kanan Chanyeol yang menunjukkan betapa kerasnya tamparan itu, Minyoung membeku ditempatnya.. tangannya bergetar dan air matanya sudah siap menetes kapan saja.

"Tampar aku lagi eomma! Tampar kalau itu yang membuat eomma puas!" Seru Chanyeol, entah sejak kapan tapi pipi Chanyeol sudah dibasahi air mata.

Chanyeol kembali membuka mulutnya, "Kenapa eomma? Kenapa eomma selalu memaksaku?! Aku ingin menjadi anak SMA yang sewajarnya! Aku tak ingin disuruh belajar, tak ingin diantar dan dijemput oleh eomma, dan aku tak ingin selalu diawasi olehmu seperti anak TK!" Napas Chanyeol memburu, wajahnya memerah menahan amarah dan tangannya terkepal kuat, "Aku tak mau menjadi seperti noona.. tapi aku juga tak mau menjadi seperti ini!"

Tangis Minyoung pecah, wanita itu mendekati Chanyeol dan meraih Chanyeol ke dalam pelukannya, menangis di bahu Chanyeol sambil mengelus-ngelus rambut hitam legam milik Chanyeol, "Maafkan eomma sayang.. maafkan eomma.." Lirih Minyoung.

Wanita bermarga Park itu menjauhkan kepala Chanyeol dari pelukannya, "Cha.. sekarang kau belajar lah yang rajin, eomma akan mengupaskan buah untukmu ya."

Saat pintu tertutup Chanyeol mendesah kecewa, ia duduk ditepi kasurnya dan matanya tertuju pada sebuah frame foto di meja nakasnya.. ia merindukan kakak nya, sangat sangat merindukan kakaknya.

LOVE ME RIGHT

Pagi sudah kembali menyapa kota Seoul, dan Jongin sudah siap berangkat sekolah tapi perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi jadi dia memakan ramen instan secara ekspres dan membuka celengan miliknya lalu mengambil uang 5000 won dari dalam celengannya setelah menimang-nimang berapa banyak uang yang perlu ia bawa ke sekolah.

"Ah! Aku bisa telat! Aish!" Rutuk Jongin, pria itu berlari sekuat tenaga menuruni tangga apartementnya, baru kali ini ia merutuki kamar apartementnya berada di lantai yang sangat tinggi.

Jongin bernapas lega begitu ia memasuki bus, ia melihat Kyungsoo yang sedang duduk dikursi paling belakang dengan kepala menatap ke jalan raya, Jongin menghampiri Kyungsoo dan berdeham.

"Oh Jongin." Kyungsoo memangku tasnya, "Duduklah."

"Kau naik bus?" Tanya Jongin tak percaya.

"Memang kenapa?"

"Biasanya kau naik taksi kan?"

"Oh.. aku sedang mencoba menabung," Balas Kyungsoo.

Jongin memutar bola matanya, "Oh ayolah Do Kyungsoo.. aku tahu kau berasal dari kalangan orang berada dan kau kerja part time hanya ingin menghabiskan waktu saja kan? Kau bahkan hanya digaji satu perempat bagian dari gaji karyawan di kedai Jungsoo ahjussi, jadi kenapa seorang putri keluarga Do bisa berada di dalam bus ini?"

Kyungsoo mengerucutkan bibirnya lucu, "Apa sejelas itu?"

Jongin terkekeh, "Aku bertanya Do Kyungsoo.."

"Hah.. perusahaan appa sedang tak dalam keadaan yang baik jadi yah, begitulah.. aku rasa aku harus mulai membiasakan diri seandainya hal buruk akan terjadi kan." Ujar Kyungsoo disertai senyum menenangkannya walaupun Jongin tahu Kyungsoo pasti sedikit tertekan akan masalah ini.

"Jongin-ah.." Panggil Kyungsoo, Jongin hanya menjawab dengan gumaman tak jelas.

"Bagaimana kalau kita bolos?"

Jongin tersedak ludahnya sendiri dan menatap Kyungsoo tak percaya, bahkan absensi gadis disampingnya ini selalu bersih daripada anak yang lainnya dan sekarang ia ingin mengotori absensi nya dengan keterangan bolos pula? Apa Kyungsoo benar-benar tertekan?

"Kau.. apa kau sakit Soo?"

Kyungsoo tertawa, "Aniya.. aku sehat, aku hanya tak mau masuk hari ini, aku ingin membolos dan kurasa membolos bersamamu akan terasa menarik.. kau mau?"

Jongin mengangguk setuju, "Ah tapi.. apa ini berarti kita berkencan? Wah.. aku tersanjung!" Canda Jongin.

Kyungsoo memukul pundak Jongin, "Ish! Jangan percaya diri begitu! Aku hanya ingin membolos bersama bukan berarti kita berkencan ok?!"

Bus yang mereka tumpangi sudah berhenti di halte dengan sekolah mereka namun Jongin Kyungsoo tak beranjak dari tempat duduknya sampai akhirnya bus itu berhenti di halte dekat taman kota Seoul.

"Kau bawa uang memangnya?" Tanya Kyungsoo saat Jongin menariknya masuk ke dalam game center.

"5000 won."

Kyungsoo mendelik lalu mengambil beberapa lembar uang dari saku blazernya, "Cha.." Kyungsoo memberikan 20000 won pada Jongin.

"Aku bisa pulang jalan ka-"

"Aku yang mengajakmu bolos dan aku juga yang akan mentraktirmu hari ini!" Sela Kyungsoo.

"Do Kyung-"

"Jebalyo.."

Jongin menghembuskan napasnya, "Aku akan menggantinya besok."

"Terserah.." Jawab Kyungsoo tak acuh, Jongin mendelik sebal.

LOVE ME RIGHT

"Kim Jinhwan."

"Disini ssaem."

"Park Jimin."

"Hadir ssaem!"

"Byun Baekhyun."

"Hadir."

"Do Kyungsoo."

Tak ada jawaban, Yuri mengangkat wajahnya dan memperhatikan kursi kosong dibelakang Baekhyun.

"Do Kyungsoo belum datang?" Tanya Yuri.

"Kyungsoo tak pernah terlambat." Ujar Seokjin.

"Yah.. dia anak teladan!" Sahut Junhoe.

"Dia kebanggaan kelas empat, tidak mungkin dia telat." Hoseok menimpali.

Dan beberapa murid lainpun mulai ikut menyetujui, Yuri mengernyitkan dahinya bingung cukup banyak muridnya yang tak masuk hari ini.

"Baekhyun-ah, apa Kyungsoo sakit kemarin?"

"Ani.. dia baik-baik saja ssaem kemarin,"

Yuri tersenyum lembut, "Baiklah nanti kuhubungi dia."

Pandangan Yuri kembali ke pada murid-muridnya, "Baiklah pertemuan pagi selesai.. ketua kelas!"

Semua nya terdiam begitupun Yuri, ia baru menyadari kalau Chanyeol juga hari ini tak masuk sekolah.

"Wakil ketua!" Panggil Yuri.

Suji berdiri, "Perhatian." ia menatap teman-temannya sekilas, "Menunduk."

"Gamsahamnida." Seru kelas empat bersamaan, Yuri tersenyum dan keluar dari kelas lalu tanpa sengaja berpapasan dengan Jongwoon.

"Pagi guru Kwon." Sapa pria itu ramah.

Yuri tersenyum, "Pagi."

Yuri berjalan melewati guru Kim dan menuruni tangga untuk kembali ke ruang guru, ia mengambil ponselnya begitu duduk ditempatnya lalu mengirimkan pesan untuk beberapa muridnya yang tak masuk.

To : Xi Luhan
Eodiseo? Aku tak mau melihatmu datang terlambat, masalah orangtuamu biarkan aku mengurusnya.. datanglah ke sekolah.

To : Oh Sehun
Aku tak mau kau terlambat karena aku tahu kau tak akan membayar dana kelas, jadi datanglah sebelum aku marah.

To : Kim Jongin
Kemana kau? Jangan berbuat ulah lagi karena aku sudah menyelamatkanmu kemarin.. datanglah ke sekolah.

To : Do Kyungsoo
Kau sakit? Kenapa tak masuk? Kalau ada masalah datanglah ke sekolah dan temui aku, aku akan mendengarkan ceritamu.

To : Park Chanyeol
Ketua kelas, ada apa eo? Kenapa tak masuk? Ada masalah? Datanglah ke sekolah dan cerita padaku.. aku akan mendengarkanmu
.

Yuri meletakan ponselnya dimeja dan memijit dahinya yang sedikit pening, ada apa dengan dua murid teladannya ini? Kalau Luhan, Sehun dan Jongin mereka baru terkena masalah jadi mungkin itu menjadi salah satu masalahnya mereka tak datang ke sekolah tapi Do Kyungsoo dan Park Chanyeol.. absensi mereka bahkan selalu bersih, pasti mereka ada masalah.

"Guru Kwon, bisa bantu aku menghitung akumulasi nilai siswa di semester satu?" Tanya Sooyoung.

Yuri mengangguk lalu menghampiri Sooyoung, "Bukannya mereka sudah dapat nilai akumulasinya sebelum liburan?"

"Iya.. ini untuk siswa yang nilai nya dibawah rata-rata jadi mereka bisa mengambil kelas sore."

"Oh.. kapan kelas sore akan dimulai?"

"Minggu depan, mengingat kita sudah masuk ke semester dua dan di semester dua kita tidak punya waktu yang cukup untuk menyiapkan murid-murid sehingga kelas sore harus cepat dilaksanakan." Jelas Sooyoung, Yuri mengangguk mengerti.

LOVE ME RIGHT

"Ya! Ya! Jongin-ah! Ke kiri! Ya!" Seru Kyungsoo heboh saat Jongin tengah bermain game balap mobil.

"Yah! Kubilang kau kurang ke kiri sehingga kau akhirnya menabrak pembatas dan kalah! Kau memang bodoh ya!" Maki Kyungsoo saat dilayar tertera tulisan 'YOU LOSE'.

Jongin menatap Kyungsoo tajam, bagaimana mungkin ia bisa bermain dengan baik kalau suara Kyungsoo terus mengganggunya seperti itu.

"Ya.. ya.. terus saja ejek! Terus!" Balas Jongin.

Kyungsoo mengerjap kaget saat Jongin membentaknya, "Ya! Kenapa kau yang marah? Harusnya kan aku!" Keluh Kyungsok sambil mengejar Jongin.

"Kau mau main apalagi? Bagaimana kalau basket?" Tawar Jongin mengalihkan pembicaraan sebelumnya.

"Kau meledekku ya?"

"Meledek? Meledek apa?" Tanya Jongin bingung.

"Kau mengajakku main basket sudah tahu tubuhku ini pendek!"

Tawa Jongin pecah membuat Kyungsoo memajukan bibirnya beberapa senti kedepan yang menunjukkan kalau ia kesal.

"Aniya.. aku hanya menawarkan kalau kau tak mau, tak apa.. kita main yang lain."

"Ok kita main basket! Yang kalah traktir es krim!"

Jongin terkekeh melihat ekspresi Kyungsoo yang lucu itu, ia mengangguk setuju dan berjalan ke dekat mesin basket dan memasukan koin.

Jongin dan Kyungsoo terus berlomba mencetak angka sebanyak-banyaknya namun Kyungsoo sedikit kewalahan karena ring nya yang cukup tinggi ia jadi harus melompat setiap akan melempar bola sedangkan Jongin? Ia bahkan sudah mencetak 80 poin padahal waktunya masih tersisa 30 detik lagi.

Permainan berakhir dengan skor 113 dan 58, tentu saja Jongin yang menang sehingga bibir Kyungsoo kembali maju beberapa senti.

"Kau curang!" Tuduh Kyungsoo.

"Mwo? Kita mulai sama-sama dan waktunya juga sama.. dimana letak kecurangan yang kubuat?"

"Kaki dan tanganmu itu panjang! Itu yang curang!"

"Itu bukan curang.. itu takdir, jadi.. kalau takdirmu memiliki kaki dan tangan yang pendek ya jangan marah.. terima dengan lapang dada! Arra?" Jongin tertawa keras sambil menepuk-nepuk puncak kepala Kyungsoo.

Kyungsoo menepis tangan Jongin malas lalu mendengus meninggalkan Jongin yang masih tertawa penuh kebahagiaan.

"Hajima! hajima!" Seru Jongin sambil menahan lengan Kyungsoo, ia sudah tak tertawa lagi tapi lebih tepatnya menahan tawa.

"Kalau masih mau tertawa, lepaskan saja! Membuat orang kesal saja!" Bentak Kyungsoo.

Jongin mundur selangkah dan mengerjap kaget, "M.. mianhae.. iya.. iya.. aku tidak tertawa lagi,"

"Kau mau es krim apa?" Tanya Kyungsoo.

"Es krim?"

Kyungsoo memutar bola mata, "Kau kan menang jadi aku harus mentraktirmu."

Jongin mengeluarkan uangnya dari dalam saku dan menaruhnya ditelapak tangan Kyungsoo, "Beli lah untukmu sendiri.. aku tak mau es krim,"

"Tapi kau tak bawa uang lagi kan."

"Aku tunggu di taman ya? Beli lah sesukamu rasa apa,"

Kyungsoo menatap uang ditangannya dan punggung Jongin yang mulai menjauh bergantian, Kyungsoo tersenyum kecil melihat sikap Jongin yang selalu baik kepadanya.. sangat baik malah.. Tapi ia sudah jahat pada Jongin karena tak bisa menerima pria tan itu padahal didalam hatinya ia sangat ingin menjadi kekasih Kim Jongin.

Ya.. dia juga mencintai Kim Jongin, sama seperti Jongin mencintai dirinya.

TBC

Chapter 3 Update!~ Yehet!~

Pertamaaa aku mau blng kalau emang bener ff ini terinspirasi dari drama school 2013,, terutama tokoh Kim Minki (yg ganteng itu lhoo wkwk) yg disini ceritanya itu Chanyeol.. tpi kl Minki itu lebih sabar bangett.. aku buat Chanyeol udh mulai berontak /? diatur sama eommanya dia.. tp tokoh Namsoon agak beda kan sm Jongin? Walaupun mereka punya masalah yang sama yaitu punya masalah sama sahabat deketnya di SMP tp Jongin ada Kyungsoo disini sebagai cewe yg dia suka kalau Namsoon gadijelasin dia suka sm siapa..

Disini aku cuma pake karakter Go Namsoon, Song Ha Gyung, Park Heungsoo, Kim Minki, sm guru" wali kelas mereka.. sisanya aku pikir sendiri ko.. walaupun ada sifat" nya yg mirip sih sm beberapa tokoh di school 2013 nya..

Trus nama sekolahnya bener ko Junior High School karena aku suka Super Junior juga sih jadi aku pake nama Junior nya buat jd nama sekolah.. kalau aku pake Super nya kan gaenak hehe.. trus udh tau kan kenapa Jongin umurnya 19 tapi bisa satu kelas sm Kyung? Dan perasaan Kyung ke Jongin itu sebenernya apa? Oh iya.. Chanbaek nanti ada di chapter depan hihi..

Semoga di chapter ini kalian ga bingung yah sm alurnya soalnya beberapa dari reader yg review kmrn ada yg blng kalau krng ngerti sm alur + permasalahannya.. smg disini udh mulai ngerti ya permasalahan yg ada di ff ini hehe, okayy ditunggu review nya lagi ya! Makasih buat yg udh review+fav+follow di chapter kmrn.. siders tetep ditunggu review nya ^^

See you at chap 4 :))
Annyeong! ;)

Big Thanks
to
namefake, Kim YeHyun, dokai (Guest), Ocha Soo, ViraaHee, kyunginchity, risaaa (Guest), cute (Guest), Guest, NHAC, Kaisooship, Lovesoo, yixingcom, ChanHunBaek, kimyori95, chocohazelnut07, kaisoomin (Guest), N. , lianiamiDYO, pororo (Guest),
Ayu Viole (Guest), alxshav, 48BemyLight