Title : LOVE ME RIGHT

Cast
- Kim Jongin [19]
- Do Kyungsoo [18]
- Oh Sehun [19]
- Byun Baekhyun [18]
- Park Chanyeol [18]
- Kim Jongwoon [31]
- Kwon Yuri [26]
- Xi Luhan [18]

Other Cast
- All member BTS [18]
- All member The Ark [18]
- All member Ikon [18]
- Park Jungsoo [42]
- Jung Sooyeon [44]

Cameo
- Jung Soojung [18]

Genre
- School life
- Romance
- Drama
- Family
- Friendship

THIS IS GENDERSWITCH FOR EXO OTP

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T BE SIDERS

•••

HAPPY READING

•••

Preview Chapter 3

Jongin mengeluarkan uangnya dari dalam saku dan menaruhnya ditelapak tangan Kyungsoo, "Beli lah untukmu sendiri.. aku tak mau es krim,"

"Ta.. tapi.."

"Aku tunggu di taman ya? Beli lah sesukamu rasa apa,"

Kyungsoo menatap uang ditangannya dan punggung Jongin yang mulai menjauh bergantian, Kyungsoo tersenyum kecil melihat sikap Jongin yang selalu baik kepadanya.. sangat baik malah.. Tapi ia sudah jahat pada Jongin karena tak bisa menerima pria tan itu padahal didalam hatinya ia sangat ingin menjadi kekasih Kim Jongin.

Ya.. dia juga mencintai Kim Jongin, sama seperti Jongin mencintai dirinya.

Jongin duduk di kursi taman kota Seoul itu, matanya mengelilingi seluruh taman itu sampai matanya terhenti pada seseorang yang ia kenal, itu.. kan..

•••

Chapter 4

"Jung Soojung." Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Jongin, kakinya secara otomatis tergerak mendekati gadis yang duduk tak jauh darinya itu.

"Kau.. Soojung?"

Gadis itu mengangkat kepalanya kaget, "Oh.. kau.. Kim Jongin sunbae..?" Tanya gadis itu ragu.

Jongin tersenyum ramah, "Lama tak bertemu Soojung-a.. kau sekolah dimana sekarang?"

"Aku baru kembali dari USA dan akan bersekolah di Junior High School selama satu minggu karena setelah itu aku harus ke Jepang." Jelas Soojung dengan senyum tak lepas dari wajahnya, "Sunbae sekolah disana kan?"

Jongin mengangguk, "Darimana kau tahu?"

Soojung mengangkat sebelah sudut bibirnya, "Yah.. kepala sekolahnya adalah ibuku." Jawab Soojung enteng.

Pria tan dihadapannya membulatkan bola matanya, "Mwo?! Serius?!" Pekiknya.

Soojung tertawa melihat reaksi Jongin, "Iya.. aku serius, dan biar kutebak.. sunbae bolos?"

Jongin hanya menggaruk rambutnya yang tak gatal sedangkan Soojung tergelak.

"Kau tak berubah sejak dulu ya sunbae!"

"Begitulah."

Tiba-tiba Soojung berdiri membuat Jongin harus mundur satu langkah atau ia bisa menabrak Soojung, "Kalau begitu sampai bertemu besok sunbae!"

Soojung melambaikan tangannya pada Jongin dan dibalas oleh pria tan itu, dan saat ia membalikkan tubuhnya matanya menangkap sosok mungil yang terlihat sedang bingung mencarinya.

Jongin tersenyum geli lalu berjalan mendekati Kyungsoo perlahan-lahan dan mengagetkannya, tubuh Kyungsoo menegang beberapa detik karena kaget namun setelahnya ia mulai meneriaki Jongin kesal.

"YAK!"

Jongin terkekeh, "Maaf.."

"Kau darimana sih?" Tanya Kyungsoo sambil mendudukan dirinya di kursi taman.

"Tadi bertemu hoobaeku sebentar.." Balas Jongin ikut duduk disampingnya.

"Hoobae?" Kyungsoo mengeryitkan dahi, "Siapa? Apa kenal denganku?"

"Jung Soojung! Kau ingat?"

Kyungsoo terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk, "Oh.. aku ingat, lalu dimana dia sekarang?"

"Pulang.." Jawab Jongin, ia meronggoh saku blazernya dan mengeluarkan ponselnya.

Kyungsoo membaca pesan dari guru Kwon yang dikirimkan pada Jongin dan mengangguk, "Aku juga mau kembali ke sekolah saja.." Kyungsoo bergumam tak jelas karena sambil memakan es krimnya.

"Tsk! Makan ya makan dulu.. bicara ya bicara dulu.." Nasehat Jongin namun Kyungsoo hanya mengacuhkannya.

"Jongin-ah.." Panggil Kyungsoo.

"Mwo?"

"Kau dengan Sehun.. apa kau yakin bisa berbaikkan dengannya setelah kecelakaan tiga tahun lalu yang sudah membuatnya kehilangan impian terbesarnya itu..? Aku hanya tak yakin saja,"

Jongin menghela napas, "Nan molla.. aku juga menyesal.. seandainya.. seandainya malam itu aku tak mendorongnya, ini semua tidak akan terjadi." Jongin memukul kepalanya, "Memang bodoh."

"Jangan sakiti dirimu lagi.. aku tahu kau sudah menghukum dirimu selama ini." Tegur Kyungsoo.

Jongin menatap Kyungsoo sedangkan yang ditatap hanya memberikan senyum termanisnya, "Semoga kalian bisa seperti dulu lagi."

"Aku tak yakin Soo.. Sehun, dia merokok lagi."

Kyungsoo membulat kaget, "Apa? Sehun merokok? Lagi?"

Jongin mengangguk lemah, Kyungsoo menghela napasnya lalu melirik Jongin was-was, "Kau tidak merokok lagi kan Kim Jongin-ssi?" Selidik Kyungsoo.

Yang mendapat tatapan selidik itu hanya menggeleng cepat, takut akan aura menyeramkan yang dikeluarkan Kyungsoo.

Tiba-tiba Kyungsoo tersenyum lebar, "Ok! Ayo kembali ke sekolah.. aku mau bertemu Baekhyun.."

LOVE ME RIGHT

"Jadi, kemana kalian baru sampai jam segini?" Tanya Yuri yang ternyata sudah berdiri didepan gerbang sekolah bersama Sehun, Luhan, dan Chanyeol.

Kyungsoo dan Jongin yang datang terakhir berpandangan sejenak sebelum Kyungsoo membuka suaranya, "Aku mengajak Jong-"

"Aku mengajak Kyungsoo bolos ssaem.. aku memaksanya." Sela Jongin, Kyungsoo membulatkan matanya kaget dan menatap Jongin marah.

Yuri mendecak kan lidahnya kesal lalu menatap kelima muridnya bergantian, "Ttarawa.."

Yuri membawa kelima anak itu ke arah gedung olahraga sekolah yang sudah lama tak terpakai karena sekarang lebih sering menggunakan gedung baru sehingga tempat itu dijadikan gudang oleh sekolah, ia membuka pintu gedung dengan kunci yang dipinjamnya dari petugas kebersihan sekolah.

"Nah.." Yuri membuka suaranya setelah pintu itu terbuka lebar, "Bersihkan semua nya ya."

Kelima murid itu menganga kaget, bagaimana caranya membersihkan gedung sebesar itu belum lagi ada beberapa barang yang sudah berdebu atau rusak.

Luhan menatap Yuri penuh mohon, "Ssaem.. jangan gedung ini.. bisakah kita bersihkan gedung baru saja?"

"Lagipula dimana kita akan menaruh meja dan kursinya?" Tanya Jongin mencoba mengubah pikiran Yuri dengan pertanyaan masuk akalnya.

Yuri menggeleng cepat, "Ani! Kalau gedung baru kan setiap hari dibersihkan.. kalau gedung ini menurut informasi dari petugas kebersihan terakhir dibersihkan dua tahun yang lalu jadi kuharap kalian bisa membantu para ahjussi kebersihan disini dengan baik.. lagipula kalian ada lima orang, kalian bisa membagi tugas agar cepat selesai..dan untuk kursi serta meja nya kalian bisa taruh di halaman untuk sementara." Yuri tersenyum lebar lalu menepuk pundak kelima anak itu bergantian sebelum meninggalkan mereka berlima disana.

Kelima murid itu masih diam di tempat sampai Chanyeol membuka suaranya, "Ya.. ayo kita bersihkan.. semakin cepat kita bersihkan semakin cepat juga selesainya."

"Ya Chanyeol-ah! Kalau didalam sana ada hantu bagaimana? Kau tidak dengar tadi Kwon ssaem bilang gedung ini terakhir dibersihkan dua tahun lalu, kalau selama dua tahun itu ternyata ada yang mati didalam sana lalu menjadi hantu bagaimana?" Sahut Kyungsoo, keempat murid nya hanya melirik Kyungsoo malas.

"Kau pintar, tapi imaginasimu juga harus kau kontrol oke?" Balas Chanyeol.

Sehun, Jongin, juga Chanyeol mulai memakai sarung tangannya lalu Kyungsoo dan Luhan mengambil sapu juga pel untuk membersihkan lantai, saat Jongin menyalakan lampu kelima nya terdiam kaget memperhatikan berapa banyak jaring laba-laba dan beberapa kecoa yang berada di dalam ruangan itu.

"Astaga.. Kwon ssaem benar-benar tak tanggung kalau memberi hukuman." Ucap Jongin tak percaya.

Sehun menghela napas lalu mulai memindahkan satu persatu meja dan kursi yang rusak keluar gedung diikuti Chanyeol juga Jongin dibelakangnya, sedangkan kedua gadis itu mulai menyapu debu dilantai ruangan itu dan membersihkan jaring laba-laba yang berada disekitar kursi atau meja.

Mereka tak sadar kalau dari tadi ada yang memperhatikan mereka dari jauh dengan senyum tipis lalu berjalan menjauhi gedung itu menuju ruang guru.

"Oh Tuhan! Betapa menjijikannya!" Rutuk Luhan ketika ia harus menyapu kecoa-kecoa yang sudah mati itu.

Sehun yang melihatnya segera membantu gadis itu menyapu kecoa-kecoa di lantai tanpa sadar mata Kyungsoo memandang kedua orang itu aneh.

"Ya Kim Jongin! Jangan kau lempar!" Seru Chanyeol dari luar gedung.

Jongin mendengus, "Aku benar-benar kesal! Didalam masih banyak meja dan kursi.. aish! Aku kesal sekali."

"Kalau kau lempar itu hanya akan menambah pekerjaan kita untuk merapikannya lagi bodoh!" Maki Chanyeol, ia juga kesal tapi kalau dilempar itu akan membuat kursi-kursi dan meja-meja tambah berantakan saja.

"Ya Kim Jongin! Awas saja kalau kau sampai mengacau akan kuhajar kau!" Timpal Luhan.

"Aish! Diamlah! Kalian membuatku tambah pusing!" Bentak Kyungsoo.

Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara kelima murid -walaupun daritadi Sehun diam saja- itu dan setelah dua jam membersihkannya akhirnya gedung itu sudah bersih dan wangi, kelima murid itu duduk lemas di lantai mengistirahatkan tubuh mereka yang sangat sangat lelah.

"Wah.. sudah bersih! Bagus sekali." Pekik Yuri senang ketika ia melihat pekerjaan murid-muridnya.

"Jadi kami boleh ke kelas?" Tanya Sehun yang sedari tadi hanya diam.

"Oh belum.. pekerjaan kalian belum selesai, kalian harus merapikan kursi dan meja yang didepan, kalau masih bisa dipakai kalian harus membersihkannya dari debu dan memasukkannya lagi kesini, sedangkan yang sudah rusak kalian buang saja."

Kelima murid yang mendengarkan ucapan Yuri langsung menghempaskan diri kelantai dan mengerang keras karena kesal, sedangkan Yuri? Ia tertawa dalam hati karena yakin setelah ini siswanya tidak akan mencoba bolos lagi.

LOVE ME RIGHT

Baekhyun baru saja akan pergi ke kedai ramen Jungsoo kalau matanya tidak menangkap sosok tinggi yang ia kenal, senyum Baekhyun merekah dengan tergesa ia berlari menghampiri lelaki itu dan berdiri di hadapannya.

"Chanyeol."

Chanyeol tersenyum lembut, "Baekhyun, kau sudah mau pulang?" Tanya Chanyeol melihat Baekhyun membawa tas sekolahnya.

"Iya, aku mau pulang.. jadi kau masuk sekolah? Kenapa tak ke kelas? Dan.. kau habis dari mana?"

Chanyeol menghela napas, "Kwon ssaem menghukum aku, Kyungsoo, Jongin, Luhan, juga Sehun.. dan aku baru saja membuang kursi-kursi dan meja yang sudah rusak," Jelasnya dengan wajah murung.

"Astaga.. kalian dihukum apa memangnya?"

"Membersihkan gedung olahraga yang lama."

Baekhyun membulatkan mata sipitnya, "Serius?"

"Wajah ku ada tampang bohong?" Chanyeol balik bertanya dengan raut wajah kesal.

Baekhyun menggeleng polos, lalu ia menarik tangan Chanyeol ke arah gedung olahraga yang lama membuat darah Chanyeol berdesir saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Baekhyun, perasaan yang selalu ia rasakan kalau kulitnya bersentuhan dengan Baekhyun.

"Kyungsoo!" Panggil Baekhyun ketika melihat Kyungsoo duduk didalam gedung olahraga.

Kyungsoo menoleh dan tersenyum lebar melihat Baekhyun datang, "Ah! Baek! Aku lelah sekali!" Keluh Kyungsoo.

Baekhyun terkekeh lalu memeluk Kyungsoo sebentar, "Siapa suruh bolos.." Balas Baekhyun singkat, Kyungsoo mengerucutkan bibirnya.

Mata Baekhyun mengelilingi gedung olahraga lama yang kini sudah kembali bersih, ia menatap Chanyeol, Kyungsoo, Jongin, Sehun, dan Luhan bergantian, lalu mengembangkan senyum cerianya.

"Mau kubelikan minum? Kalian semua tampak lelah sekali.." Tawar Baekhyun, yah.. walupun ia tak begitu menyukai Sehun juga Luhan tapi melihat betapa lelahnya mereka berdua membuatnya sedikit melunak.

Mata Jongin seketika berbinar, "Aku mau! Rasanya aku haus sekali sampai ingin mati!"

Baekhyun memutar bola matanya malas, "Drama sekali kau.. baiklah aku akan membelinya, Chan mau temani aku?"

Chanyeol mengangguk dan mereka berjalan menjauhi gedung olahraga untuk membeli minuman di kantin, Chanyeol sesekali melirik Baekhyun yang berjalan disisinya..

Gadis ini sangat manis, pikir Chanyeol dalam hati.. walaupun Baekhyun memang tak serajin dan sepintar Kyungsoo tapi ia juga tidak semalas dan sebodoh Jongin, Baekhyun mendapat nilai bagus dibeberapa mata pelajaran walaupun ia lemah di Matematika dan Olahraga.

"Uh.. Chanyeol-ah," Panggil Baekhyun menyadarkan Chanyeol dari lamunan.

"Ne?"

"Aku ingin bertanya tapi.. kau harus jujur ya..?"

Chanyeol mengangguk enteng, "Tentu.. apa?"

"Kau sudah punya kekasih atau belum?" Tanya Baekhyun terkesan polos dimata Chanyeol.

Chanyeol tergelak, "Belum.. aku belum memikirkan soal itu."

"Tapi apa ada yang kau suka? Maksudku ada gadis yang kau suka?" Nada suara Baekhyun terdengar lebih ceria.

"Oh.. ada, dia gadis yang manis dan pintar.. dia juga menyenangkan dan lucu." Jelas Chanyeol, ia melirik Baekhyun mencoba melihat ekspresi gadis itu.

Baekhyun tersenyum masam, "Wah.. beruntung sekali gadis itu," Gumam Baekhyun.

"Sudah kuduga Chanyeol menyukai Kyungsoo.. huh.. miris sekali sih nasibku.." Batin Baekhyun.

Chanyeol hanya tersenyum menanggapinya, tak ada lagi perbincangan antara mereka sampai akhirnya Baekhyun sudah membeli beberapa makanan ringan juga minuman untuk teman-temannya yang lain di gedung olahraga.

LOVE ME RIGHT

Empat siswa lainnya didalam gedung olahraga hanya diliputi kesunyian sampai akhirnya Sehun berdiri dan hendak berjalan keluar setelah melihat waktu yang ditunjukkan jam digital di ponselnya.

"Mau kemana?"

Kyungsoo yang menundukkan kepalanya dari tadi mengangkatnya lalu menoleh pada Jongin, tidak.. bukan Jongin yang bicara tapi Luhan..? Wow, gadis itu berbicara pada Sehun.. biasanya gadis bermata rusa itu irit berbicara dengan pria.

"Mau kemana?" Ulang Luhan.

"Bukan urusanmu." Jawab Sehun singkat, ia bahkan menubruk Baekhyun saat berpapasan didepan pintu gedung.

"Yak!" Seru Baekhyun.

Chanyeol menggeleng, "Sudahlah dia memang begitu."

Baekhyun mendengus, dari awal dia tak pernah menyukai pria bermarga Oh itu.. sudah sombong, menyebalkan, tak tahu kata maaf juga ternyata.

"Aku baru tahu ada ya manusia seperti itu di dunia? Mengesalkan sekali."

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya mendengar ocehan dari mulut Baekhyun, sudah biasa ia atau Kyungsoo mendengar ocehan Baekhyun kalau mengomentari seseorang, ia bermulut pedas dan Chanyeol suka itu karena ia pikir.. untuk apa menyimpan semua ucapan didalam hati seperti dirinya? Ia ingin menjadi seperti Baekhyun yang terlalu terbuka berbicara apapun.. tak seperti dirinya yang pengecut.

"Kalian beli makanan juga?" Tanya Kyungsoo membuyarkan lamunan Chanyeol.

Baekhyun mengangguk antusias lalu mengeluarkan semua barang yang berada di dalam kantung plastik putih itu, segera saja Jongin mengambil sebotol air mineral dingin dan meminumnya..

Jongin mendesah lega, "Akhirnya aku merasa hidup kembali.."

Baekhyun terkekeh, "Jongin-ah nanti kau masuk kelas teater saja bagaimana? Kau kelihatannya cocok."

Jongin mendelik, "Tak akan mau aku.. akting menangis dengan obat mata ish.. itu menggelikan!"

Kyungsoo dan Chanyeol tertawa, Kyungsoo mengambil botol mineral lalu memberikannya pada Luhan.

"Ini untukmu.."

Luhan menatap botol itu dan Kyungsoo bergantian, tangannya tak tergerak sama sekali.

"Sehun memang begitu kan? Tak usah dipikirkan." Hibur Kyungsoo.

Luhan tertegun, darimana Kyungsoo tahu dia memikirkan Sehun? Mereka memang sekelas tapi mereka tak pernah berteman dekat.. bahkan mereka hanya berbicara kalau salah satu bertanya materi yang kurang di catatan mereka.

Dengan tangan sedikit ragu Luhan menerima botol mineral itu, "Gomawo." Gumam Luhan.

Kyungsoo tersenyum lalu menatap Jongin, Baekhyun, serta Chanyeol yang memperhatikannya dari tadi tanpa berkata-kata, Kyungsoo terkekeh pelan.

"Tak apa.." Ucap Kyungsoo tanpa suara pada Jongin, Baekhyun, juga Chanyeol.

Baekhyun berdeham, "Luhan-ah kudengar orangtua mu dipanggil ke sekolah apa itu benar..?" Tanya Baekhyun hati-hati.

Luhan mengangguk kecil, "Begitulah."

"Kau harus bersyukur.." Ujar Baekhyun membuat Luhan mengangkat kepalanya, "Tadi aku melihat Kwon ssaem membelamu mati-matian dihadapan orangtua dan kepala sekolah.. kuharap kau bisa berterima kasih kepadanya nanti."

"Be.. benarkah? Kwon ssaem.. membela ku?" Tanya Luhan tak percaya.

"Ya.. untuk apa juga aku bohong."

Luhan bernapas lega lalu berdiri dari duduknya, "Aku akan menemui Kwon ssaem.. terima kasih untuk air nya Byun Baekhyun."

Setelah Luhan pergi Jongin bertanya dengan antusias pada Baekhyun, "Benarkah Kwon ssaem membela Luhan mati-matian?"

"Bukan hanya membela Luhan tapi juga kau dan Oh Sehun." Ujar sebuah suara mengagetkan keempat siswa di dalam gedung itu.

"Nuguya?" Tanya Chanyeol sopan.

"Aku Kim Jongwoon.. guru sastra baru di sini dan juga aku mungkin saja akan menjadi wali kelas kalian selanjutnya." Jelas pria itu sambil melangkah mendekat lalu duduk diantara Kyungsoo dan Chanyeol.

Chanyeol mengeluarkan suaranya, "Apa Kwon ssaem mengundurkan diri?"

"Ani.. tapi ada sebuah kesepakatan yang telah dibuat antara Kwon songsaenim, aku juga kepala sekolah dan kalau mau kuberitahu waktu kalian hanya tinggal lima hari lagi."

"Kami diberi waktu tapi tidak diberi tahu isi kesepakatannya? Bahkan ini tidak dibicarakan bersama anak kelas empat yang lainnya." Ujar Baekhyun.

Jongwoon tersenyum kecil, "Itu masalah kami.. kalian hanya tinggal memanfaatkan lima hari kedepan untuk menyelamatkan keputusan kepala sekolah." Jongwoon berbalik hendak keluar dari gedung olahraga tapi suara Jongin menghentikannya..

"Ini masalah kami!" Jongin berdiri dari duduknya, menatap punggung Jongwoon sedikit tajam, "Dia wali kelas kami, apapun yang menjadi masalah guru Kwon di sekolah juga masalah kami kalau itu menyangkut kelas empat."

Jongwoon berbalik menghadap Jongin, "Kau menyayangi wali kelasmu yang bahkan baru dua hari kau kenal? Kau bahkan membela nya saat ini."

Baekhyun ikut berdiri dari duduknya, "Ya, kami menyayangi guru Kwon.. walaupun baru dua hari, aku bisa melihat kalau guru Kwon sangat menyayangi kami."

Kyungsoo mengeluarkan ponselnya dari blazer dan berdiri, "Lihat.. dia bahkan mengirimi kami pesan agar kami datang ke sekolah dan bercerita padanya apa masalah kami padahal kami baru mengenalnya selama dua hari." Jelas Kyungsoo sambil menunjukkan pesan dari Yuri kepadanya.

"Ya.. dia menyayangi kami." Semua yang berada di ruangan itu terkejut dengan kehadiran Luhan yang tiba-tiba, gadis itu maju beberapa langkah sehingga menyisakan jarak kira-kira satu meter dengan Jongwoon, "Ia bahkan membela ku didepan kedua orangtua dan kepala sekolah hanya untuk aku.. anak murid yang baru dikenalnya kemarin."

"Aku Park Chanyeol.." Chanyeol berdiri dan menatap lurus mata Jongwoon, "Aku ketua kelas empat, dan atas nama kelas empat memohon kepada guru Kim agar bisa menceritakan kesepakatan itu karena kami.."

"Murid kelas empat kesayangan guru Kwon." Ujar Chanyeol, Jongin, Kyungsoo, Luhan, dan Baekhyun bersamaan.

Jongwoon menarik sebelah sudut bibirnya, "Baiklah.. jadi kalau kelas kalian membuat masalah selama satu minggu ini guru Kwon akan digantikan olehku sebagai wali kelas kalian.. itu isi kesepakatannya."

"Siapa yang mengeluarkan gagasan itu? Aku akan mengadukannya pada eommaku." Sahut Chanyeol.

"Wah.. sayang sekali karena sebenarnya Nyonya Park adalah orang yang mengeluarkan gagasan itu Park Chanyeol." Jelas Jongwoon.

Kelima murid itu membeku ditempatnya masing-masing berusaha mencerna apa yang baru saja diucapkan Jongwoon, mereka semua kaget terutama Chanyeol.. bahkan ketua kelas empat itu sudah mengepalkan kedua tangannya marah disisi tubuhnya.

TBC

Chapter 4 update!~

Disini mulai aku keluarin konfliknya lagi hehe, kayaknya konflik di ff ini banyak ya? Maafin ya gatau knp lg pengen buat ff dengan konflik banyak.. Maaf jg klo semakin kesini cerita ini kaya drama bgt kayaknya ya? Bosen ga? Wkwk

Chanbaek & Hunhan moment mulai muncul yah, walaupun Chanbaek sm Hunhan masih dikit, maklum main pair nya kan Kaisoo jd aku lebih fokus sm moment Kaisoo tp aku usahain bagi rata moment nya Chanbaek sm Hunhan ya..

Makasih buat readers yg udh review di chap 3 kmrn, trus yg fav + follow jg makasih ya.. siders ttp aku tunggu kemunculannya ^^

See you at chap 5
Annyeong!~

Big Thanks
to
lianiamiDYO, ViraaHee, ChanHunBaek, namefake, kaisooya (Guest), Ocha Soo, chocohazelnut07, BaconieSonjay, Kim YeHyun, ariviavina6, Guest, alxshav, risaaa (Guest), kyunginchity, Lovesoo, kimyori95, fitri22exo, kim (Guest), baby (Guest), ashano, devi, mamik