Title : LOVE ME RIGHT

Cast
- Kim Jongin [19]
- Do Kyungsoo [18]
- Oh Sehun [19]
- Byun Baekhyun [18]
- Park Chanyeol [18]
- Kim Jongwoon [31]
- Kwon Yuri [26]
- Xi Luhan [18]

Other Cast
- All member BTS [18]
- All member The Ark [18]
- All member Ikon [18]
- Park Jungsoo [42]
- Jung Sooyeon [44]

Cameo
- Jung Soojung [18]

Genre
- School life
- Romance
- Drama
- Family
- Friendship

THIS IS GENDERSWITCH FOR EXO OTP

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T BE SIDERS

•••

HAPPY READING

•••

Preview Chapter 4

Jongwoon menarik sebelah sudut bibirnya, "Baiklah.. jadi kalau kelas kalian membuat masalah selama satu minggu ini guru Kwon akan digantikan olehku sebagai wali kelas kalian.. itu isi kesepakatannya."

"Siapa yang mengeluarkan gagasan itu? Aku akan mengadukannya pada eommaku." Sahut Chanyeol.

"Wah.. sayang sekali karena sebenarnya Nyonya Park adalah orang yang mengeluarkan gagasan itu Park Chanyeol." Jelas Jongwoon.

Kelima murid itu membeku ditempatnya masing-masing berusaha mencerna apa yang baru saja diucapkan Jongwoon, mereka semua kaget terutama Chanyeol.. bahkan ketua kelas empat itu sudah mengepalkan kedua tangannya marah disisi tubuhnya.

•••

"Bagaimana harimu sayang?" Tanya Minyoung sambil menyalakan mesin mobil.

"Hm.. tak buruk." Chanyeol masuk ke dalam mobil Minyoung dengan lemas, tubuhnya sangat letih dan otaknya terus saja mengulang apa yang baru terjadi barusan.

Flashback

"Wah.. sayang sekali karena sebenarnya Nyonya Park adalah orang yang mengeluarkan gagasan itu Park Chanyeol." Jelas Jongwoon.

Kelima murid itu membeku ditempatnya masing-masing berusaha mencerna apa yang baru saja diucapkan Jongwoon, mereka semua kaget terutama Chanyeol.. bahkan ketua kelas empat itu sudah mengepalkan kedua tangannya marah disisi tubuhnya.

"Chanyeol.. ibu mu.." Lirih Baekhyun tak percaya.

"Maaf.." Chanyeol mengambil tas sekolahnya dan berlari keluar gedung olahraga setelah mengucapkan kata maaf, Kyungsoo menatapnya khawatir.. sebagai salah satu orang yang dekat dengan Chanyeol dia tahu bagaimana kondisi keluarga Chanyeol dan dia tahu betapa tak sukanya Chanyeol dengan hidupnya sendiri.

Chanyeol berlari kearah gedung sekolah dan menaiki anak-anak tangga-tangga sampai ia sampai di atap sekolah.

"AAAARRRGGGHHH!" Chanyeol jatuh berlutut diatap sekolah sambil berteriak putus asa, ia merasa tak berguna menjadi ketua kelas, tapi ia juga tak bisa menjadi anak yang baik karena jauh dilubuk hatinya ia menyimpan amarah kepada ibunya sendiri.

Chanyeol kembali berdiri membawa tas nya berjalan ke arah ujung atap lalu naik ke tembok pembatas yang menjadi pagar di atap itu..

Satu langkah saja ia berjalan.. ia akan mati..

"CHANYEOL ANDWE!"

Chanyeol menolehkan kepalanya kebelakang lalu menemukan sosok mungil yang ia sukai, ya.. Byun Baekhyun.

Chanyeol mengangkat kepalanya menatap langit sore, "Jangan mendekat Baekhyun-ah.." Lirih Chanyeol namun masih bisa didengar Baekhyun, gadis itu membeku ditempatnya pikirannya penuh dengan hal-hal buruk akan apa yang akan terjadi pada Chanyeol selanjutnya.

Air mata Baekhyun mulai turun membasahi pipinya, "Andwe Chanyeol-ah.. kau.. turun.. harus.."

"Baek.. aku tak berguna ya? Aku menjadi ketua kelas tapi aku malah ingin menyingkirkan wali kelasku sendiri."

Baekhyun menggeleng, "Aniya.. itu ibu mu Chanyeol.. kau baik.. kau tidak ingin menyingkirkan Kwon ssaem.. kau menyayangi dia, aku tahu itu." Jelas Baekhyun dengan suara bergetar.

Chanyeol mendesah, "Awalnya aku senang lahir sebagai anggota keluarga Park, aku punya ayah yang baik dan bijaksana, ibuku cantik juga perhatian padaku, aku juga punya kakak yang cantik, pintar dan menyayangiku.." Chanyeol terdiam kemudian melanjutkan, "Tapi akhir-akhir ini aku menyesal.. ayahku selingkuh dan kini menikah lagi dengan selingkuhannya, kakakku kabur dari rumah karena terus diatur oleh eomma dan sekarang.. disaat aku tidak mempunyai siapa-siapa didunia ini selain ibuku, dia malah terlalu terobsesi dengan pelajaranku dan ingin memasukan ku ke Universitas Seoul.. aku marah Baek! Aku tak mau diatur terus!"

Pipi Baekhyun sudah penuh dengan air mata nya, "Cukup Yeol.. turunlah.." Pinta Baekhyun lemah.

"Aku ingin melupakan semua nya.. aku ingin mati saja!"

Mata Baekhyun membulat saat melihat Chanyeol hendak melompat, "PARK CHANYEOL ANDWE JEBAL!"

"AKU SUDAH MUAK DENGAN INI! TIDAK ADA YANG MENYAYANGIKU LAGI DIDUNI-"

"AKU MENYAYANGIMU PARK CHANYEOL!"

Chanyeol terpaku ditempatnya, tangannya lemas dan melepaskan genggamannya pada tas sekolah sehingga tas itu jatuh ke bawah.

"AKU MENCINTAIMU PUAS?! AKU MENYAYANGIMU! TAK BISAKAH KAU TURUN DARI SANA DAN BERHENTI MEMBUATKU KHAWATIR?! BISAKAH?! SEKALI SAJA PARK!" Baekhyun jatuh terduduk diatap dengan air mata terus turun dari matanya, "Kumohon.." Lirih Baekhyun.

Chanyeol turun dari dinding itu dan berjalan lunglai kearah Baekhyun, ikut terjatuh didepannya dan dengan tangan bergetar ia memeluk Baekhyun lembut dan menangis di pundak gadis itu.

"Jangan seperti itu lagi Yeol.. aku.. aku tak tahu apa yang harus kulakukan kalau sampai kau terjatuh ke bawah," Ujar Baekhyun dengan suara bergetar, dapat ia rasakan kepala Chanyeol mengangguk dibahu kecilnya.

"CHANYEOL! BAEKHYUN!"

Kedua orang itu menjauhkan tubuh masing-masing dan melihat kearah pintu sudah ada Yuri, Jongwoon, Luhan, Kyungsoo, serta Jongin dengan wajah panik mereka.

Yuri berlari ke arah kedua muridnya lalu memeluk kedua muridnya itu, "Oh Tuhan.. kalian baik-baik saja..?"

Chanyeol dan Baekhyun mengangguk lalu menjauhkan tubuh mereka, Yuri memeriksa tubuh Baekhyun dan Chanyeol dengan pandangan khawatir.

"Kalian baik-baik saja? Benar tak ada yang terluka?"

"Ya ssaem.. kami baik-baik saja.." Jawab Baekhyun akhirnya.

Yuri menghela napas lega, lalu beralih menatap Chanyeol, "Ada apa denganmu ketua? Aku tahu ini bukan dirimu yang sesungguhnya."

Chanyeol menggeleng, "Aniya.. ini diriku yang sesungguhnya ssaem.. ssaem, aku minta maaf aku tidak bermak-"

"Gwenchana.. aku mengerti, Kyungsoo sudah menceritakan semuanya dan aku rasa kau tak salah, sekarang kau pulanglah.. biarlah Jongin mengantarmu sekarang atau kau mau pulang bersamaku?"

"Aku dijemput eomma.."

Yuri mengangguk, "Baiklah.. Baek.." Kini pandangan Yuri teralih pada Baekhyun, "Kau mau pulang bersamaku?"

"Aku harus ke tempat paruh waktu ssaem."

"Kau bisa istirahat untuk hari ini.. aku akan bilang ke Jungsoo ahjussi," Ujar Kyungsoo.

"Aniya.." Baekhyun menghapus sisa air matanya lalu tersenyum, "Aku akan pergi bersama Kyungsoo kesana."

"Baiklah.. tapi ingat! Kalian berdua harus mengirimkan foto kalian begitu sampai dirumah dan tempat paruh waktu, oke?"

Chanyeol dan Baekhyun menjawab bersamaan, "Ya ssaem."

Flashback End

"Sayang? Kau baik-baik saja?" Tanya Minyoung karena dari tadi Chanyeol hanya diam.

"Oh.. yeah.. tentu aku baik-baik saja, kalau begitu aku turun dulu." Chanyeol membuka pintu mobil dan turun dari mobil tanpa memperdulikan ibunya yang memanggilnya.

LOVE ME RIGHT

Yuri kini berdiri dihadapan Jongwoon dengan perasaan kesal, bagaimana orang didepannya itu berkata begitu jujur tentang kesepakatan itu? Aish..

"Kim songsaenim, kenapa kau mengatakan semuanya pada murid-muridku?" Tanya Yuri tak mengerti.

Jongwoon mengangkat bahu, "Mereka memintaku mengatakannya karena kata mereka masalahmu disekolah ini juga termasuk masalah mereka karena kau wali kelasnya." Jelas pria itu.

"Tapi kau terlalu jujur.. gara-gara kau juga tadi Chanyeol hampir bunuh diri kan?"

Jongwoon meringis kecil, "Oh anak tiang listrik itu? Dia begitu karena tahu ibunya yang mengusulkan itu.. padahal awalnya dia sangat membelamu haha lucu sekali anak itu.." Kekeh Jongwoon, Yuri menatapnya tajam.

"Tak ada yang lucu dengan itu! Dia hampir kehilangan nyawanya karena mulut mu itu! Seharusnya kau bisa menjaga mulutmu didepan muridku! Kau benar-benar!" Maki Yuri.

Jongwoon mundur satu langkah lalu mengangkat kedua tangannya untuk menyuruh Yuri bersabar, "Ou.. sabar Kwon songsaenim, tapi itu kenyata-"

"KAU BENAR-BENAR! KALAU SAMPAI CHANYEOL BUNUH DIRI KAU MAU TANGGUNG JAWAB?!" Bentak wanita itu dengan napas memburu, sungguh ia ingin sekali memukul kepala Jongwoon.

"Bu.. bukan begitu, tapi kan tetap saja tak bisa hanya aku yang disalahkan dalam peristiwa ini."

"Memang! Tapi kau ambil bagian paling banyak dikejadian hari ini! Kau menyebalkan Kim songsaenim!" Yuri menghela napas, "Kuharap kau tidak membicarakan hal ini kepada siapapun lagi."

Jongwoon melipat kedua tangannya didepan dada, "Kupikir ini juga akan tersebar sendiri besok.. tak perlu kusebarkan lagi."

"Ish.." Desis Yuri.

Yuri menghentakan kaki nya dan berjalan begitu saja meninggalkan Jongwoon didepan ruang guru yang sudah sepi mengingat hari sudah hampir menjelang malam, Jongwoon hanya tersenyum kecil melihat punggung Yuri yang semakin menjauhinya lalu hilang saat ia berbelok untuk menuruni tangga.

LOVE ME RIGHT

Kyungsoo merangkul Baekhyun dan berjalan berdampingan dengan sahabat sesama 'mungil' nya itu.

"Kyungie.." Panggil Baekhyun.

"Hm..?"

"Aku mau jujur padamu.." Ujar Baekhyun.

Kyungsoo menunjukkan senyuman berbentuk hatinya, "Katakanlah.."

Baekhyun menatap Kyungsoo, "Aku suka pada Chanyeol.. ah aku mencintainya, menurutmu bagaimana?"

"Aku tahu Baek.." Jawab Kyungsoo santai, Baekhyun menatapnya bingung, "Kau tahu? Darimana?" Heran gadis bermata sipit itu.

Gadis disampingnya tertawa, "Byun Baekhyun.." Kyungsoo mengeratkan rangkulannya pada sahabatnya itu, "Aku tahu bagaimana perasaan mu ke orang lain hanya dengan melihat matamu, dan aku tahu saat kau memandang Chanyeol itu berbeda."

"Aku sudah mengatakannya pada Chanyeol tentang perasaanku tapi sepertinya dia menyukai orang lain.."

Kyungsoo tertawa dalam hati, mana mungkin Chanyeol menyukai orang lain kalau orang yang disukainya ternyata menyukai dirinya juga, Baekhyun tak peka sekali.

"Maaf baru memberi tahumu." Sesal Baekhyun.

Kyungsoo mengangkat bahu, "Semua orang punya privasi Baek dan aku mengerti itu.."

Baekhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya dan memeluk Kyungsoo erat, "Terima kasih Kyung.. sudah mau menjadi sahabatku, aku beruntung memiliki sahabat sepertimu."

Kyungsoo mengangguk, "Sama-sama.. aku juga merasa beruntung kau mau menjadi sahabatku."

LOVE ME RIGHT

"Sehun-ah.. antarkan ini ke rumah di komplek biasa ya.. setelah itu kau boleh pulang, sudah hampir malam."

Sehun mengangguk lalu mengambil satu kotak berisi botol-botol susu murni dan menaruhnya dibagian belakang sepedanya, "Ahjussi aku berangkat!" Pamit Sehun lalu ia mulai mengayuh sepedanya ke komplek dekat sana.

Sehun bekerja part time di kedai susu murni, ia bertugas mengantarkan susu murni itu ke rumah di komplek-komplek dekat sana yang sudah berlangganan.

Sehun mulai berhenti dari satu rumah ke rumah lainnya, ia menaruh dua botol susu didepan pintu lalu menekan bel rumah tersebut, sampai akhirnya dia sampai ke rumah yang terakhir.

Sehun merasa ia tidak pernah mengantar kesini, tapi ia tidak terlalu mengurusinya toh mungkin saja rumah ini baru mulai berlangganan.. dia langsung menaruh dua botol itu didepan pintu rumah dan menekan bel.

Tepat saat Sehun kembali mengayuh sepedanya pintu rumah itu dibuka oleh seorang gadis dengan wajah cantik nan manisnya.

"Luhan-ah, kalau susu nya sudah tiba segera berikan pada Gyeol.. dia ada di kandangnya." Teriak sang ibu dari dapur.

Luhan yang baru mengambil dua botol susu itu segera berjalan ke arah kandang kucingnya tak lupa ia menutup pintu rumah terlebih dahulu lalu berlutut didepan kandang kucingnya itu.

"Annyeong Gyeol.. nì hăo? Kau lapar? Aku bawa susu untukmu, cha.. kutuangkan ya.."

Luhan membuka kandang kucing nya dan mengambil mangkuk yang sudah kosong lalu menuangkan susu yang berada di botol ke dalam mangkuk itu dan setelahnya kembali dimasukkan kedalam kandang.

"Satu botol lagi untuk besok.. kutaruh disini ya, nikmati makan malammu!" Luhan mengelus kucingnya dari luar kandang sebentar lalu meninggalkan Gyeol karena ia harus mengerjakan pekerjaan rumahnya.

LOVE ME RIGHT

"Ahjussi, aku pulang dulu terima kasih.." Sehun mulai mengayuh sepedanya lagi kearah rumahnya yang tak jauh dari sana, Sehun tinggal sendiri karena dia anak tunggal dan kedua orangtuanya sudah meninggal.

Sehun menghentikan sepedanya begitu melihat Jongin sudah bersandar di tembok pagarnya dengan telinga yang disumbat headset dan mata yang dipejamkan juga masih menggunakan seragam sekolah, Sehun menghela napas kesal kapan Jongin akan menyerah? Membuatnya repot saja!

Sehun tadinya mau memasukan sepedanya diam-diam ke dalam rumah tapi sepertinya Jongin tersadar dan membuka matanya lalu mengerjap beberapa kali sebelum tersenyum kecil.

"Kau baru pulang?" Tanya Jongin, ia melirik jam nya yang sudah menunjukan pukul tujuh malam.

Sehun memasang wajah datarnya, "Minggir, aku mau masuk."

Jongin langsung dengan sigap menghalangi pagar dengan kedua tangan yang ia rentangkan, "Andwe! Kita harus bicara dulu."

"Aku tak mau bicara denganmu, bicaralah dengan tembok! Minggir!"

"Andwe!"

"Kau cari mati ya?"

Jongin tersenyum lebar, "Iya, beri waktu aku lima menit saja sebelum aku mati."

Sehun memutar bola mata, "Lima menit!"

Jongin tersenyum lega, "Aku mau minta maaf."

"Sudah yang keberapa kalinya? Aku pernah bilang kan aku sudah menganggapmu mati tiga tahun lalu?"

"Aku tak perduli.. yang aku perdulikan adalah kau, kumohon kau juga berhenti merokok, itu tak sehat Sehun-ah."

"Jangan sok perhatian dan akrab denganku!" Desis Sehun.

Jongin meringgis, "Baiklah Sehun-ssi.. aku minta kau berhenti merokok dan bisa memaafkan aku, aku tahu kejadian tiga tahun lalu yang menyebabkan kau tidak bisa menggapai mimpimu saat ini, tapi aku janji jika kau memaafkanku aku akan membantumu untuk pulih."

"Omong kosong!" Tukas Sehun, "Cederaku tak akan pernah bisa 100% pulih sampai kapanpun jadi jangan bicara omong kosong tentang pulih."

"Setidaknya aku akan mencoba membantu agar kau bisa-"

"Cukup! Lebih baik kau pergi sekarang sebelum aku benar-benar marah." Sela Sehun.

"Tapi Se-"

"Jangan sebut namaku! Minggir!"

Kali ini Jongin menyingkir dengan raut wajah kesal, ia sudah menunggu disini sejak satu jam yang lalu tapi hasilnya hanya segini..

Jongin mendesah kecewa lalu mengambil ponselnya yang bergetar menandakan pesan masuk.

From : Do Kyungie
Jongin-ah, malam ini kau ada part time? Bisa antar aku ke tempat les? Baekhyun tidak bisa les karena kurang sehat.

Jongin segera mengetikkan pesan balasan untuk Kyungsoo dan tak lama mendapat balasannya lagi..

From : Do Kyungie
Assa! Gomawo Jongin-ah! Jemput aku jam delapan di kedai ramen, hari ini kedai agak ramai jadi sedikit lama disini tak masalah.. kutunggu Jonginie..

Jongin tersenyum membaca pesan balasan Kyungsoo, ia suka sekali ketika Kyungsoo memanggilnya 'Jonginie' walaupun hanya dalam bentuk teks rasanya berarti sekali.

Pria tan itu segera berjalan kerumahnya untuk berganti pakaian dan segera pergi ke tempat part time lalu mengantar Kyungsoo ke tempat les nya.

LOVE ME RIGHT

Chanyeol menghembuskan napasnya sambil menatap langit-langit kamarnya, harus kah ia berbicara dengan eommanya hari ini? Tapi kalau tidak guru Kwon bisa benar-benar digantikan oleh guru Kim.

"Oh Tuhan.." Desah Chanyeol, ia mengacak rambutnya dan melompat turun dari kasurnya menuju pintu dan menemukan ibunya tengah duduk diruang tengah.

"Eomma.."

Minyoung mengangkat kepalanya lalu menyuruh Chanyeol mendekat, "Apa sayang?" Tanya Minyoung begitu Chanyeol duduk disampingnya.

"Benar eomma datang ke sekolah dan meminta guru Kim menggantikan guru Kwon menjadi wali kelas?"

"Oh benar, guru Kim adalah guru yang berpengalaman.. dia sudah pernah mengajar di Jepang, China, juga London dan banyak murid yang diajarnya menjadi orang-orang berhasil."

"Eomma kumohon bilang pada kepala sekolah kalau kau mencabut gagasan itu.. guru Kwon orang yang baik dan tak kalah pintar dengan guru Kim."

Minyoung mematikan televisi didepannya dan menatap Chanyeol serius, "Ini demi kebaikkan mu juga sayang, dengan guru kualitas baik kau akan dengan mudah bisa masuk ke Universitas Seoul."

Chanyeol memutar bola mata jengah, "Sudah kubilang aku tak akan pergi kuliah."

"Oh.. sudahlah Chanyeol, eomma sedang tak ingin berdebat denganmu jadi lebih baik kau masuk ke kamar dan belajar." Minyoung berucap tegas membuat Chanyeol tak dapat membantah lagi.

Membantah juga percuma, Minyoung tak akan semua itu mengubah pikirannya sehingga Chanyeol harus mencari cara lain agar bisa mempertahankan Yuri.

LOVE ME RIGHT

Jam delapan kurang lima belas menit Jongin sudah tiba didepan kedai ramen Jungsoo, ia tak ada tugas untuk mengantarkan makanan jadi ia bisa kemari lebih cepat lima belas menit, Jongin melepas helm yang berada di kepalanya lalu masuk ke dalam kedai.

Pandangan Jongin langsung terarah pada seorang gadis bermata bulat yang tengah berdiri dikasir dengan senyum berbentuk hatinya yang tak pernah lepas dari wajah imutnya itu sampai akhirnya mata mereka bertemu dan Kyungsoo memberikan senyum manisnya untuk Jongin.

"Jongin-ah, kau disini? Mau jemput Kyungsoo?" Sapa Jungsoo ramah, Jongin memutuskan kontak mata dengan Kyungsoo dan menatap Jungsoo dengan senyum ramahnya.

Jongin sedikit menunduk lalu mengangguk, "Ne ahjussi.."

Jungsoo tersenyum, "Duduklah disana.. nanti kubuatkan ramen kesukaanmu." Jungsoo menunjuk meja yang terletak diujung ruangan.

"Aniya.. aku tidak lapar,"

"Tak apa.. kubuatkan untukmu dan duduk disana,"

"Baiklah ahjussi, terima kasih tapi.. kalau boleh kutahu mana Baekhyun?" Jongin memang tak melihat ada Baekhyun disekitar ramen.

"Dia sudah pulang dijemput kakak iparnya tadi,"

Jongin mengangguk mengerti lalu berjalan kearah meja kosong diujung ruangan, ia melihat keadaan kedai yang cukup ramai dan tak lama ramennya datang dengan Kyungsoo yang mengantarnya.

"Katanya ada part time." Gumam Kyungsoo.

"Ada, tapi tak ada pesanan lagi jadi aku punya sedikit waktu untuk mengantarmu dulu lagipula bos ku tak akan marah." Balas Jongin cuek, ia tak bohong.. memang bos nya tak akan marah kok.

"Aku tahu kau bisa mengantarku tapi kenapa datang lebih awal?"

"Tak boleh?"

"Boleh."

"Ya sudah.. aku akan menunggu sampai kau selesai disini." Jongin mulai memakan ramennya menghindari berbicara dengan Kyungsoo.

"Sebentar lagi aku selesai tak akan lama." Jelas Kyungsoo.

Jongin menatap Kyungsoo, "Lama juga tak apa, aku tetap akan menunggumu."

"Aku tahu kau sabar.." Kyungsoo berbalik dan kembali berdiri dibelakang mesin kasir.

Jongin mengambil ponselnya yang bergetar di saku jaketnya dan membaca pesan dari Chanyeol yang baru masuk.

From : Park Chanyeol
Besok pagi aku mau bicara denganmu, kuharap kau ada waktu.. ini juga tentang Kwon ssaem jadi datanglah..

Jongin mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam jaket tanpa membalasnya, ia kembali memakan ramennya sambil berpikir apa yang akan dibicarakan Chanyeol dengannya? Semoga ini hal baik dari ibunya Chanyeol.

Jongin memakan ramennya sambil berpikir kenapa akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi disekolah.. belum selesai acara permintaan maafnya pada Sehun sekarang muncul kesepakatan bodoh itu juga.

Sehun sebenarnya orang yang baik, dia pekerja keras juga sangat setia menjadi seorang sahabat, tapi karena kebodohannya malam itu Sehun harus mengalami kecelakaan itu.. kecelakaan yang sudah merenggut mimpinya.

Flashback

"Apa yang membuatmu secerah ini?" Tanya Jongin pada Sehun yang berjalan disampingnya.

Sehun mengeluarkan sebuah amplop dari saku jaketnya dan memberinya pada Jongin.

Jongin mengangkat sebelah alisnya bingung, "Ige mwoya?"

"Buka saja.."

Jongin membuka amplop itu dan membaca satu persatu kata yang berada didalam kertas itu, matanya membulat kaget lalu menatap Sehun tak percaya.

"Kau.."

Sehun tersenyum lebar, "Iya aku lolos audisi.. minggu depan aku akan ke Busan untuk mulai latihan di klub,"

Mata Jongin tiba-tiba meredup, "Oh.. jadi.. apakah kau akan meninggalkan Seoul?"

"Tentu saja, menjadi penari profesional adalah impianku dan aku harus mengejarnya apalagi aku sudah lolos audisi untuk masuk ke klub." Balas Sehun tak menyadari perubahan air wajah Jongin.

"Benar.. kau harus mengejarnya.. bagaimana kalau kita lakukan untuk yang terakhir kalinya?" Tawar Jongin.

Sehun menatap Jongin malas, "Oh ayolah ini sudah malam Jongin, aku tidak mau menghabiskan tenagaku dengan berlari-lari tak jelas seperti itu."

"Ayolah.. ini untuk terakhir kalinya sebelum kau ke Busan." Rengek Jongin dengan aegyo tak jelasnya.

Sehun mendorong wajah Jongin kesal, "Hentikan aegyo bodohmu itu!"

Jongin tertawa keras, "Baiklah.. kalau begitu kawi bawi bo!"

Jongin mengeluarkan kertas sedangkan Sehun mengeluarkan gunting, segera saja Jongin berlari meninggalkan Sehun yang sedetik kemudian mulai mengejarnya.

Mereka tak memperdulikan ada beberapa orang yang mereka tabrak sampai akhirnya Jongin menyebrang ke jalan yang lain saat lampu merah, Sehun berhenti mengejar Jongin dengan napas terengah-engah karena lampu sudah kembali hijau dan mobil-mobil mulai kembali berlalu lalang.

"Ya! Cepat kejar aku!" Jongin berteriak dari seberang sana.

"Kalau kutangkap kupastikan kau mati Kim Jongin!" Balas Sehun, ia mulai berjalan keseberang saat lampu sudah kembali merah tanpa sadar ada mobil yang melaju kencang dari arah kanan Sehun.

"YA! OH SEHUN AWAS!" Seru Jongin saat Sehun tak menyadari mobil yang tengah melaju kencang itu.

Sehun menoleh ke kanan cepat dan membulatkan matanya kaget..

BRAKK

"OH SEHUN!"

Jongin membeku ditempatnya kaget melihat tubuh Sehun terpental cukup jauh dan kini berlumuran darah ditengah jalan, tubuh Jongin mulai bergetar saat mendengar teriakkan orang-orang yang melihat Sehun dan mengerubunginya.

Jongin menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak.. itu bukan salahku.. tidak.. Sehun.. itu.. itu kesalahan penabraknya.. ya.. itu kesalahannya.." Lirih Jongin, ia mulai mundur beberapa langkah sampai akhirnya berlari menjauhi jalanan itu tanpa memperdulikan kondisi Sehun sedikitpun.

Sehun melihat itu semua walaupun kini kesadarannya mulai menipis, ia melihat Jongin berlari menjauhinya bukan membantunya, "Kim Jongin breng.. sek.." Lirih Sehun sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.

TBC

hello

wah.. udh brp lama aku ga update ff ini? sorry yaaa aku sibuk bgt sm tgs sekolahan,, yg ETC jg kayakny aku mau pending dl deh.. maaf ya,, oh iyaaa disini masalah kaihun dah pada tau kannn hehe,, tp flashback ny blm selesai lhoo

btw kalian ada yg punya fangirl acc di ig? klo ada fff sm aku donk wkwk.. makasih buat yg udh follow+fav+review ff ini smp chap 5.. aku tunggu review chap ini okay.. siders aku jg makasih sm kalian okayy

annyeong!

Big Thanks

To

Dyodomyeon, ChanHunBaek, adaDheaa34, Kim YeHyun, baby kaisoo (Guest), chocohazelnut07, ariviavina6, ViraaHee, HunHanChanBaek shiper (Guest), chanbaeklv, namefake, Meilinda600, BaconieSonjay, Ocha Soo, SkyBlueAndWhite, Hyomilulu, , Lucky8894, jdcchan, mamik, ashano (Guest)