Cast
Kim Jongin [19]
Do Kyungsoo [18]
Oh Sehun [19]
Byun Baekhyun [18]
Park Chanyeol [18]
Kim Jongwoon [31]
Kwon Yuri [26]
Xi Luhan [18]
Other Cast
All member BTS [18]
All member The Ark [18]
All member Ikon [18]
Park Jungsoo [42]
Jung Sooyeon [44]
Cameo
Jung Soojung [18]
Genre
School life
Romance
Drama
Family
Friendship
Review Chapter 6
"Cara satu-satu nya yang bisa kita lakukan saat ini adalah menjadi murid baik-baik yang tidak bermasalah." Chanyeol sedikit gugup melihat tatapan mata Jongin yang terlihat tajam, "Ma-maksudku yah.. mungkin kau bisa kan mulai mengerjakan tugas dan tidak tidur dikelas? Kurasa.. itu akan membantu Kwon ssaem,"
Jongin tampak berpikir sebelum menghela napas, "Aku tak suka sekolah Chanyeol.. jadi mau sebagaimanapun aku berusaha, aku rasa.. aku tak mampu, tapi aku punya ide bagus,"
"Apa itu?" Tanya Chanyeol tertarik.
"Bagaimana kalau kelas kita mempunyai dua wali kelas?" Ujar Jongin.
"Apa..?"
Jongin mengangguk, "Iya.. benar! Wali kelas ganda!"
Chanyeol memutar bola mata, "Ya! Aku serius.."
"Apa aku terlihat bercanda? Ish.." Jongin mendengus sebal karena dikira main-main, padahal jarang-jarang ia bisa mengeluarkan ide.
"Baiklah, kita coba idemu itu.. kalau begitu aku masuk dulu."
Jongin menahan lengan Chanyeol, "Ei.. tapi kalau ibumu tak menyetujuinya bagaimana?"
Chanyeol tampak berpikir sejenak, "Aku akan mengurusnya." Chanyeol tersenyum, "Sekali lagi terima kasih sudah menolongku tadi, aku masuk dulu."
Jongin mengangguk kecil lalu berjalan menaiki tangga ke atap sekolah, ia sedang tidak mood untuk sekedar hadir di kelas.. dahi nya berkerut melihat pintu atap sudah terbuka.
"Jadi.. kau dan Jongin sahabat?"
Langkah kaki Jongin terhenti, ia mengenali suara itu.. itu suara Luhan, Jongin berjalan ke arah ruang pemisahan sampah dan bersembunyi disana mencoba mendengarkan pembicaraan Luhan yang berada diluar ruangan itu.
"Itu dulu Luhan.. aku sudah tak menganggapnya lagi sekarang,"
"Sehun-ah.. hm.. boleh aku memberimu saran?" Tanya Luhan, dijawab anggukan oleh Sehun.
"Dulu aku punya seorang sahabat dari Korea bernama Kim Minseok di China.. dia dulu sahabat satu-satunya yang ku punya disekolah karena dulu aku itu.. yah, bisa dibilang Oh Sehun versi wanita nya," Luhan dan Sehun terkekeh bersamaan lalu dia kembali melanjutkan, "Aku dan dia punya mimpi yang sama.. menjadi aktris terkenal, itu mimpi kami berdua."
Sehun membuka suaranya, "Wajahmu memang cocok menjadi aktris."
Luhan tersenyum, "Tapi.. aku menghancurkan persahabatan kami karena keegoisanku sendiri." Gadis bermata rusa itu menghela napas, "Aku menyukai kekasihnya.. lalu aku dengan kejamnya berusaha merebut pria itu dan melupakan persahabatan kami.. Minseok yang pada dasarnya gadis baik itu merelakan kekasihnya begitu saja padaku begitu aku mengancam aku akan bunuh diri kalau dia tidak memutuskan kekasihnya saat itu juga, padahal mereka baru menjalin hubungan selama dua minggu."
Sehun terdiam, ia bingung harus berkata apa pada Luhan yang kini sudah menangis disampingnya, ditempatnya Jongin pun sedikit tertegun mendengar cerita Luhan.. pantas saja gadis itu selalu lebih suka menyendiri, mungkin dia trauma dengan masa lalunya.
"Dia akhirnya pindah ke Korea lagi, dan aku mulai menyesali perbuatan burukku.. aku menyusul dia ke Korea dan mendatangi rumah nya yang alamatnya kudapatkan darinya dulu tapi.. hiks.." Luhan menangis semakin kencang mengingat perbuatannya dulu, "Minseok.. Minseok sudah meninggal karena terkena leukimia, dan ternyata hanya aku yang tidak mengetahuinya karena Yifan.. mantan kekasih Minseok itupun menerima Minseok karena itu permintaan terakhirnya tapi aku malah.."
Sehun membawa tubuh Luhan kepelukkannya dan mengelus rambut cokelat gelap milik Luhan lembut, "Uljima.." Bisiknya.
"Aku orang jahat Sehun.." Lirih Luhan didada Sehun.
Jongin tersenyum miris, "Aku juga orang jahat.." Batin Jongin, ia menghela napas lalu kembali keluar dari area atap sekolah dan turun ke kelas meninggalkan Sehun serta Luhan disana.
Sehun melonggarkan pelukannya dan merangkum wajah Luhan, "Uljima."
"Maafkan Jongin."
"Hm?"
Luhan mengangguk, "Maafkan Jongin.. aku tak mau kalau kau juga nanti menyesal."
Sehun terdiam tapi tetap menatap mata rusa milik Luhan lembut sampai akhirnya ia tersenyum, "Aku sudah memaafkannya.. hanya saja-"
"Kau tak bisa menerimanya menjadi sahabatmu lagi?" Sela Luhan.
Sehun mengangguk, "Itu butuh waktu."
"Sampai kapan?"
"Molla.."
"Baiklah.."
Sehun mengecup dahi Luhan, "Terima kasih sudah sabar menghadapiku.. sudah sabar menantiku untuk membalas perasaanmu."
Mata Luhan membulat, "Ma-maksudmu?"
"Kau menyukaiku kan?" Tanya Sehun penuh percaya diri.
"Tsk.. percaya diri sekali."
Sehun tertawa kecil, "Baiklah kalau kau tak mau mengakuinya."
"Aniya.." Luhan tersenyum lalu mengangguk, "Aku menyukaimu.."
"Bagus.." Sehun kembali membawa Luhan kepelukkannya, "Karena aku juga sudah menyukaimu sejak semester satu."
"Wah.. kau setia sekali menyukaiku diam-diam dari semester satu." Goda Luhan.
"Maaf harus bersikap seperti orang yang tidak mengenalmu sejak awal.." Sesal Sehun.
"Tidak masalah, yang terpenting kau membalas perasaanku." Jawab Luhan enteng.
Sehun hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Luhan.. yah setidaknya kini ada orang lain disampingnya, setidaknya kini ia tidak sendiri lagi..
"Kudengar hari ini kalian ada tes hari ini?" Tanya Yuri didepan kelas.
"Ne ssaem!"
Yuri mengangguk, "Sudah belajar?"
Semua murid mulai ribut memberikan berbagai alasan pada Yuri, Yuri menggelengkan kepalanya.
"Sudah, sudah.. hari ini apa masuk semua?"
Suji menunjuk kursi dibelakangnya, "Xi Luhan tadi datang."
Hoseok menunjuk kursi didepannya, "Oh Sehun juga tadi datang."
"Ketua kelas, apa itu benar?" Tanya Yuri pada Chanyeol, Chanyeol menganggukkan kepalanya.
Yujin membuka mulutnya, "Ssaem kenapa masih bertanya pada nya? Ssaem dia berusaha menyingkirkan ssaem!"
Baekhyun mendesis, "Jaga ucapanmu!"
"Kau kenapa membela nya sih Baekhyun? Itu kenyataan kan?" Ujar Minju.
"Ssaem, ssaem tak akan keluar hanya karena ketua kan? Aku tidak mau ssaem keluar." Ujar Jimin.
Yuri mengulum senyumnya, "Aniya.. jangan salahkan Ketua kelas Park lagi arraseo? Ssaem kan bisa tetap mengajar kalian walaupun aku bukan wali kelas kalian." Jelas Yuri.
Jinhwan mengangkat tangannya, "Ssaem."
"Ne Jinhwan-ah?"
"Seberapa besar sih kekuasaan ibu Chanyeol sampai bisa menyingkirkan ssaem? Aku akan berusaha membantu ssaem agar bisa menjadi wali kelas empat sampai kita lulus." Ucapan Jinhwan berhasil membuat satu kelas kembali ribut kecuali Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, dan Jongin yang hanya diam.
"Sudah hentikan." Yuri menghela napasnya, "Ini bukan kekuasaan siapa yang paling besar, ini juga bukan salah Chanyeol.. kalian tak bisa menyalahkannya sepihak seperti ini, kalian harus ingat bagaimanapun dia ketua kelas kalian yang sela-"
"Karena dia ketua kelas ssaem, kenapa dia begitu tega?" Sela Hanbin.
"Hanbin-ah.. dengarkan aku dulu.. jujur saja aku tak tahu apa yang akan kukatakan pada kalian, tapi kurasa kalian harus tahu ini, Park Chanyeol hampir bunuh diri kemarin karena tertekan."
Kyungsoo, Baekhyun, dan Jongin menatap Yuri kaget bagaimana mungkin gurunya menceritakan hal itu.
Yoongi menggoyangkan bahu Chanyeol, "Ya! Apa itu benar?"
Chanyeol hanya menutup rapat matanya ditempat duduknya, ia ingin menangis saja rasanya ditekan terus seperti ini.
"Karena itu.. kuharap kalian bisa berhenti menyalahkan ketua kelas kita karena ketua kelas kita sama sekali tak mengetahui masalah ini dan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pergantian wali kelas ini, bisa kan?"
Tak ada yang mengangguk ataupun menggeleng mereka hanya diam membuat Yuri tertawa kecil, "Bisa kan kelas empat?"
Kringgg Kringgg
Chanyeol berdiri dari tempat duduk, "Perhatian.."
"Menunduk."
"Gamsahamnida ssaem."
"Cheonmayo.. belajar yang rajin!"
Baekhyun mendekati meja Chanyeol dan berdiri disampingnya, "Jangan pikirkan perkataan mereka."
Chanyeol menatap Baekhyun beberapa detik lalu tersenyum tipis, "Aku juga ingin begitu."
"Aku akan selalu membelamu.. Kyungsoo dan Jongin juga akan membelamu, kau percaya kan?"
"Aku percaya,"
"Baiklah.. semangat Park!"
"Jongin!"
Semua murid menoleh ke arah ambang pintu yang terdapat seorang gadis cantik tengah melambaikan tangannya ke arah Jongin.
"Bisa kemari sebentar?" Tanya Soojung.
Jongin melirik Kyungsoo yang sedang fokus pada bukunya sejenak lalu mengangguk, ia berjalan ke arah Soojung.
"Wae?"
"Hanya ingin melihat sunbae."
Jongin meringis, "Bisa kan kau tidak usah memanggilku sunbae disini? Maksudku di depan murid lain? Aku di tingkat yang sama denganmu sekarang."
Soojung tertawa sambil mengangguk, "Tentu.. uh.. kau ada waktu istirahat nanti?"
"Ada.. kenapa?"
"Temani aku makan di kantin? Hanya kau yang kukenal disini."
"Sebenarnya ada Kyungsoo juga mungkin kau-"
"Denganmu.. aku mau denganmu saja.. boleh?" Sela Soojung.
Jongin menghela napasnya, "Baiklah,"
Soojung tersenyum manis, "Kalau begitu aku kembali ke kelasku dulu.. annyeong,"
Jongin kembali masuk ke dalam kelas dengan tatapan murid-murid lain yang menatapnya curiga, bagaimana bisa Jongin kenal dengan siswa baru seperti Soojung belum lagi Soojung adalah anak kepala sekolah Jung yang terkenal galak.
"Ya! Kau kenal anak kepala sekolah dari mana..?" Tanya Junhoe yang duduk didiepan Jongin penasaran.
"Ah.." Jongin pura-pura berpikir sejenak, "Molla," Jawab nya.
Junhoe mendengus, "Cih.. kau ini."
"Wae? Tertarik eo?"
"Ya! Dia itu cantik siapa yang tak tertarik padanya." Sahut Taehyung.
Jongin hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya mengerti lalu menoleh pada Chanyeol yang tiba-tiba saja berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kelas tanpa memperdulikan beberapa murid memperhatikannya.
"Jongin-ah! Kau dengar tidak?" Tanya Junhoe.
Jongin menatap Junhoe bingung, "Dengar apa?"
"Ish.." Junhoe mendesis, "Kenalkan aku pada Soojung, ya?"
Jongin memutar bola matanya malas, "Kenalan saja sendiri, seperti aku tak punya kerjaan lain saja." Balas Jongin tak perduli.
"Kejam sekali sih kau."
"Aku tak dengar.."
Junhoe kembali mendengus dan kembali menghadap ke papan tulis.
SREKK
Chanyeol menggeser pintu ruang guru lalu membungkuk sebentar sebelum masuk ke dalam ruang guru yang cukup sepi karena hanya ada Yuri dan Jongwoon.
"Ada apa Ketua Park?" Tanya Yuri ramah berbanding terbalik dengan Jongwoon yang sama sekali tak melirik Chanyeol.
"Ssaem, bisakah nanti sepulang sekolah kita bicara?"
Yuri menghela napasnya, "Mianhae.. aku ada janji dengan Im songsaenim, sekarang saja bagaimana? Tapi bukannya kelasmu akan dimulai sebentar lagi?"
Chanyeol tersenyum lalu menggeleng, "Tak apa ssaem.. jadi, aku ingin mengusulkan saran."
Dahi Yuri mengkerut bingung, "Saran apa?"
"Bagaimana kalau kelas empat mempunyai dua wali kelas? Tadinya aku ingin membicarakan ini dengan ibuku dulu.. tapi melihat anak-anak yang lain tadi di kelas kurasa tak ada waktu jika aku harus berdebat dengan ibuku dulu.. ssaem mau kan membantuku?"
Jongwoon kini menatap Chanyeol sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada, "Ide konyol darimana it-"
"Ide mu memang yah.. bisa dipertimbangkan tapi kita juga harus berbicara dengan kepala sekolah bukan?" Sela Yuri, Jongwoon melirik Yuri kesal.
Chanyeol mengangguk, "Aku akan berbicara dengan ibuku lalu kepala sekolah, asal ssaem setuju aku akan mengusahakannya sebisaku."
"Chanyeol-ah.. jebalyo, cukup menjadi anak baik selama sisa hari ku menjadi wali kelas kalian itu sudah sangat baik, ulangan kali ini kalau kalian bisa melewatinya dengan baik.. aku berjanji aku akan berusaha mempertahankan posisiku.. jadi kembali ke kelas dan belajar dengan tenang, jangan pikirkan masalahku."
"Ssaem.."
Yuri menyentuh lengan Chanyeol lembut, "Kembalilah.."
Chanyeol menghela napasnya lalu menunduk sejenak sebelum keluar dari ruang guru, Jongwoon melirik Yuri sekilas.
"Muridmu sangat menyayangimu sekali ya."
Yuri menyenderkan tubuhnya menatap Jongwoon bingung, "Maksudmu?"
Jongwoon mengangkat bahu tak perduli membuat Yuri mengerucutkan bibirnya dan mulai memeriksa pekerjaan rumah murid-muridnya.
"Baiklah.. bagikan kertasnya kebelakang." Ujar Yoona.
Murid-murid kelas empat mulai mengambil satu kertas dan memberikannya ke belakang lalu mulai mengerjakannya walaupun ada dari mereka yang malah tidur seperti Jongin, Hoseok, juga Sehun yang baru saja kembali bersama Luhan entah darimana.
SREKK
Yoona menatap Chanyeol yang menundukkan badannya beberapa detik sebelum melangkah ke kursinya, "Darimana kau?"
"Ruang guru ssaem."
Yoona mengangguk lalu mulai memperhatikan murid-muridnya mengerjakan ulangan sampai ponselnya bergetar di dalam saku blazernya, Yoona menatap murid-muridnya sekilas sebelum keluar dari kelas mengangkat teleponnya.
Saat pintu kembali tertutup beberapa murid mulai mengeluarkan kertas jawaban soal ulangan Bahasa Inggris ada yang dari saku blazer, ada yang dari bawah meja, ada yang difoto oleh ponselnya, dan lain-lain sampai akhirnya lima menit kemudian Yoona masuk ke dalam kelas dan murid-muridnya tetap terlihat tenang.
"Waktunya sepuluh menit lagi." Ingat Yoona.
Jongin, Hoseok, dan Sehun dengan malas kembali duduk tegak di kursinya dan membulatkan jawaban ulangan itu tanpa melihat soalnya, toh mereka memang tak perduli dengan nilai mereka dan Yoona sudah terlalu malas untuk menegur ketiga murid itu.. mereka memang tak pernah melawan tapi siapa yang tak lelah memberi tahu terus-menerus?
Yoona melihat jam tangannya dan memukul meja nya dua kali sampai perhatian murid-muridnya tertuju padanya, "Kumpulkan ulangannya."
"Bagaimana sekolah disini sunbae?" Tanya Soojung saat duduk bersama Jongin dikantin.
Jongin menyendokkan bimbimbap nya kedalam mulut sambil mengangguk, "Oh.. begitulah,"
Soojung melihat sekeliling kantin yang tengah memperhatikannya, "Kenapa mereka terus menerus memperhatikanku?"
"Ada dua alasan." Jawab Jongin, Soojung mengernyitkan dahinya, "Apa saja?"
"Yang pertama karena kau murid baru dan anak kepala sekolah Jung, dan yang kedua karena kau duduk bersama berandal nomor satu disekolah ini."
Soojung tergelak, "Hm.. benar juga, kau tahu sebenarnya kau pintar sunbae."
Jongin memutar bola mata malas, "Oh ayolah jangan menambah dosa dengan berbohong Soojung-ah." Ujar Jongin.
"Arraseo, arraseo." Soojung meminum lemon tea nya, "Kudengar wali kelas sunbae akan diganti karena perintah Nyonya Park.. itu benar?" Tanya Soojung, Jongin hanya menjawab dengan gumaman.
"Apa ada yang bisa kubantu?"
Mata Jongin yang sedang fokus menatap makanannya beralih pada Soojung yang dihadapannya, "Ne?"
"Apa ada yang bisa kubantu?" Ulang Soojung.
"Kau mau membantu?"
Soojung tertawa melihat wajah Jongin, "Tentu saja sunbae.. jadi, apa?"
"Sebenarnya aku punya usul bagaimana kalau wali kelasku ada dua, yaitu guru Kwon dan guru Kim? Tapi aku juga tak yakin mengingat sifat kedua guru itu sangat bertolak belakang.. aku takut bukan nya nanti kelas kami semakin baik malah semakin buruk,"
Soojung terdiam sejenak terlihat seperti berpikir, "Sejujurnya itu bisa dicoba."
"Benarkah?"
"Iya, aku akan membicarakannya dengan eomma nanti."
Jongin menghela napas, "Tapi percuma.."
"Waeyo?"
"Kalau ibu Chanyeol tak menyetujuinya, kita bisa apa?"
"Ah.. masalah Nyonya Park ya.. eomma juga sering bilang kalau sebenarnya ia tidak suka dengan Nyonya Park tapi berhubung Nyonya Park salah satu donatur sekolah yang bisa dibilang royal jadi terpaksa eomma selalu menuruti perintahnya."
"Ah.. aku pusing sekali.."
"Tapi.." Soojung menunjukkan smirknya, "Bukan Jung Sooyeon kan kalau dia tidak bisa bernegosiasi?"
Jongin tertegun menatap smirk Soojung, dalam hati ia berdecak kagum memang keluarga Jung mempunyai aura dingin dan wibawa.. tak ibu, tak anak, mereka mempunyai aura yang dingin dan punya pembawaan diri yang mantap.. Jongin tak tahu sedingin apa aura dan se-wibawa apa ayah Soojung.
Saat jam istirahat Kyungsoo memang hanya diam dikelas untuk memakan bekalnya yang sebenarnya untuk Jongin, tapi berhubung Jongin makan bersama Soojung jadilah dia makan sendiri didalam kelas seperti saat ini, dalam hati gadis bermata bulat itu sedikit merutuk Baekhyun yang sedang makan bersama Luhan dan Chanyeol dikantin.
Drrttt drrttt
Kyungsoo mengambil ponselnya dilaci mejanya dan membaca pesan dari ibunya yang baru saja masuk.
From : Eomma
Kyungie-ya.. mungkin beberapa hari ini eomma dan appa tidak bisa pulang ke rumah karena perusahaan sedang dalam krisis, kau makan diluar saja karena persediaan makanan juga sudah hampir habis.. maafkan eomma dan appa Kyungie-ya, saranghae
Kyungsoo menghela napasnya dan kembali memasukkan ponselnya ke laci meja tanpa berniat membalas pesan ibunya, toh juga ibunya pasti tak akan membacanya juga kalaupun ia membalas karena sudah sibuk dengan perusahaan.
Ah.. hari ini mood nya benar-benar hancur, sudah ulangan bahasa inggrisnya berantakkan, Jongin pergi dengan Soojung, Baekhyun makan dikantin, dan sekarang ia harus kembali sendirian dirumah.
"Ini.."
Kyungsoo mengangkat kepalanya mencari tahu orang yang membelikannya minuman dingin, "Tidak usah Jongin-ah." Ujar Kyungsoo setelah melihat Jongin berdiri disampingnya.
Jongin duduk ditempat Suji bingung, "Wae? Bukannya kau suka ini?"
"Aku sedang tak mau saja, lagipula bukannya kau tadi bersama Soojung?"
"Hm.. aku sudah selesai makan jadi kami kembali ke kelas masing-masing,"
"Oh.."
"Hanya oh?"
"Apa maksudmu?" Tanya Kyungsoo.
Jongin mengernyit, "Kau kenapa? Ada masalah?"
Kyungsoo menutup kotak bekalnya dan memasukkannya ke dalam tas, "Aniya.. pergilah jangan ganggu aku."
Jongin ingin menyentuh lengan Kyungsoo namun gadis itu menghindar, "Kalau ada masalah kau bisa cerita Soo," Ujar Jongin.
"Aniya Jongin-ah.. jebal.."
Jongin mengangguk mengerti ia memilih untuk mengalah dan menaruh minuman dingin itu dimeja Kyungsoo kemudian duduk di kursinya sendiri, menatap Kyungsoo yang kini menenggelamkan kepalanya diantara kedua lengannya.
TBC
Next to Chapter 8
