Love At First Sight
.
.
.
Edelweise
.
.
.
VIXX
.
.
.
Romance.
Rate T
AU. OOC, Typo(s). Plotless
.
.
Leo-N/Taekwoon-Hakyeon and Ravi-Ken
Enjoy Reading
.
DLDR
.
"Hakyeon, bisakah kau mandi lebih cepat? Kita sudah terlambat dari waktu yang dijanjikan!" Ken berteriak di depan pintu kamar mandi.
Hari ini mereka akan berkunjung ke rumah kekasih Ken. Jangan tanya kenapa Hakyeon ikut. Ia sendiri tidak tahu apa alasan Ken memaksanya ikut. Padahal hari ini adalah perayaan dua tahun hari jadi mereka. Harusnya mereka merayakannya sendiri saja.
"Salahmu sendiri memaksaku ikut. Aku benar-benar tidak mau pergi, Ken. Tidak bisakah hanya kau saja?"
"Ya! Pemilik jaket yang kau pinjam itu ada di sana juga. Kau bilang ingin mengembalikan jaketnya 'kan? Kapan lagi kau akan mengembalikan jaketnya kalau bukan hari ini?"
"Kenapa harus hari ini? Tidak bisakah diundur besok? Atau lusa sekalian?" ucap Hakyeon sambil mengenakan kemeja berwarna biru muda.
"Orang gila mana yang mau mengundur perayaan hari jadinya!" Ken melotot kepada Hakyeon.
"Aku sudah siap. Ayo berangkat!" Hakyeon menarik tangan Ken.
"Hakyeon, mampir ke toko bunga sebentar ya," ucap Ken sambil merapikan rambutnya.
"Kau mau apa?"
"Tentu saja membeli bunga, Bodoh!"
"Kenapa kau yang membeli bunga? Aku yakin Ravi sudah menyiapkan kejutan untukmu di rumahnya."
"Aku juga ingin memberikannya sesuatu," ucap Ken sambil menundukan kepalanya.
"Ish. Sesukamu sajalah."
...
Suara ketukan pintu menggema di dalam rumah Ravi.
"Itu pasti mereka. Leo, bisakah kau membuka pintunya selagi aku menata meja ini?" tanya Ravi setengah memohon.
Leo beranjak meninggalkan sofa dengan sebuah dengusan sebal.
Leo membuka pintu perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah seorang pria yang sangat manis. Namun, tidak ada senyuman di wajah itu.
"Aa Leo! Kau datang juga ke sini," ucap Ken sambil tersenyum.
Hakyeon memutar matanya jengah. Ha! Seperti ia tidak tahu saja kalau ini semua adalah akal-akalan sepasang kekasih setengah gila itu.
Ken menerobos masuk ke dalam rumah Ravi meninggalkan Hakyeon berdua dengan Leo.
"Apa aku boleh masuk?" tanya Hakyeon.
Leo tersentak kaget, lantas segera memberi jalan masuk untuk Hakyeon. Ah bodohnya dia malah diam memandangi Hakyeon dan menghalangi pintu masuk.
Dari dapur terdengar suara Ken dan Ravi yang entah sedang apa. Mereka heboh sekali, pikir Hakyeon dan Leo.
Sementara, di ruang tamu, Hakyeon dan Leo tidak saling bicara. Leo terlalu asik memandang layar segi empat—laptop—di depannya ketimbang mengajak Hakyeon mengobrol. Bahkan Hakyeon tidak ditawari minum. Jujur saja, Hakyeon haus.
"Leo, apakah aku bisa mendapatkan segelas air putih? Aku sangat haus," akhirnya Hakyeon memberanikan diri meminta minuman kepada Leo.
Leo tidak menjawab. Ia hanya bangun dari tempat duduknya dan pergi ke dapur.
Hakyeon mengedarkan pandangannya ke setiap sisi rumah Ravi. Kebiasaan Hakyeon memang seperti ini.
Leo meletakan segelas air putih di depan hakyeon.
"Maaf aku tidak mengambilnya sejak tadi," ucap Leo lirih.
"Tidak masalah. Lagi pula kau sedang sibuk dengan laptopmu," ucap Hakyeon sambil melirik laptop Leo.
Leo mengangguk membenarkan kalimat Hakyeon. Padahal, Leo tidak melakukan apapun di laptopnya. Laptop itu hanya pajangan. Objek yang ia perhatikan sejak tadi adalah Hakyeon.
...
"Bersulang~" ucap Ken diiringi dengan suara gelas yang saling beradu.
"Selamat hari jadi, Ken. Semoga hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan," ucap Hakyeon tulus.
"Terimakasih, Hakyeon. Huaaa kau memang sahabat terbaikku," ucap Ken sambil memeluk tubuh Hakyeon erat.
Ravi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabat itu.
"Hakyeon kau harus makan yang banyak. Lihatlah kau terlihat kurus," Ravi memindahkan sepotong daging panggang ke piring Hakyeon.
"Kau bilang aku kurus? Astaga, berat badanku naik dua kilo Ravi," ucap Hakyeon sambil melotot kepada Ravi.
"Tapi kau terlihat kurus. Benar 'kan, Leo?" Ravi meminta dukungan kepada Leo.
Leo menggelengkan kepalanya memberi respon. Tangannya sibuk menyendok nasi. Sedangkan mulutnya sibuk mengunyah.
Ravi mendesah frustrasi. Dia lupa. Jika Leo dihadapkan dengan makanan ia tidak akan perduli dengan keadaan sekitar.
"Ah, bagaimana jika minggu depan kita double date?" ucap Ken penuh semangat.
Leo nyaris saja tersedak miso yang baru saja ia masukan ke dalam mulutnya. Sedangkan Hakyeon, ia tersedak minuman yang bahkan belum sempat lewat tenggorokannya.
"Ya! Kau ingin double date dengan siapa?"
"Tentu saja denganmu dan Leo," Ravi menjawab pertanyaan Hakyeon menggantikan kekasihnya.
"Apa otak kalian semakin rusak? Aku dan Leo bukan pasangan kekasih,"
"Memangnya double date hanya dilakukan pasangan kekasih? Orang yang sedang dalam masa pendekatan juga bisa melakukannya kok," ucap Ken sambil mengedipkan sebelah matanya.
Hakyeon melemparkan tatapan tajam kepada Ken.
"Oh ayolah, Hakyeon. Sudah lama sekali kau tidak berkencan 'kan? Leo juga tidak pernah berkencan. Kalian sangat serasi."
"Apa hanya karena alasan itu, Ken? Jangan konyol," ucap Hakyeon sebal.
"Uh sudah saatnya kau melepaskan cincinmu itu. Sampai kapan kau mau memakainya? Lagi pula Leo sepertinya tidak keberatan. Benar 'kan, Leo?"
Hakyeon memandang Leo menunggu kalimat yang akan keluar dari mulutnya. Hakyeon berharap Leo menentangnya. Ya, pasti Leo menentangnya. Hakyeon tersenyum dalam hati.
"Tidak masalah," ucap Leo singkat.
Hakyeon terkejut mendengar jawaban Leo. Hakyeon tidak salah dengar 'kan? Leo menyetujuinya? Walaupun Hakyeon tidak mengenal Leo dengan baik namun dari wajahnya dan sikapnya saja ia tahu kalau Leo bukan tipe orang yang mau menempatkan dirinya dalam sebuah hal yang tidak berguna. Tapi kenapa Leo menyetujuinya? Demi tuhan Hakyeon belum siap jika harus berkencan.
"Ken, aku pikir kau tau apa maksudku menggunakan cincin ini," ucap Hakyeon mencoba menyudutkan Ken.
"Aku tau, Hakyeon. Tapi mau sampai kapan kau menggunakannya? Lagi pula apa susahnya berkencan sih? Berkencan tidak akan membunuhmu, Hakyeon," ucap Ken sambil memutar bola matanya bosan.
Hakyeon menghembuskan napas lelah. Ia harus menenangkan dirinya. Berdebat dengan Ken tidak ada gunanya. Akhirnya pasti ia yang akan kalah. Jadi, lebih baik turuti saja kemauannya. Lagi pula benar apa yang diucapkan Ken. Sebuah kencan tidak akan membunuh dirinya.
"Baiklah, aku turuti kemauanmu kali ini, Ken. Hanya kali ini," ucap Hakyeon memberi peringatan.
...
Hakyeon membantu Ken merapikan meja makan dan mencuci piring. Leo dan Ravi ada di ruang tengah sedang menonton televisi.
"Leo, bisakah kau mengantar Hakyeon pulang?"
Hakyeon melemparkan pandangan bertanya kepada Ken. Entah rencana apalagi yang sedang dibuat Ken dan Ravi dalam misi menjodohkan Hakyeon dan Leo.
"Aku akan menginap di sini, Hakyeon," ucap Ken malu-malu
Hakyeon mengangguk mengerti. Memang seharusnya begitu. Tapi tunggu, tadi Ken meminta Leo mengantarnya pulang? Hakyeon sangat yakin ini merupakan bagian dari rencana pasangan setengah gila itu. Mulai sekarang ia harus lebih waspada kepada mereka berdua.
"Aku bisa pulang sendiri, Ken. Jangan perlakukan aku seolah aku anak gadismu,"
"Kau memang seperti anak gadisku, Hakyeon. Jadi, turuti saja perintah ibu. Oke?" ucap Ken sambil mengusap punggung Hakyeon.
"Tiba-tiba saja aku ingin muntah."
"Ya! Cha Hakyeon!" Ken memukul punggung Hakyeon sebal. Hakyeon meringis.
"Turuti saja apa kata ibumu, Hakyeon. Leo, jaga baik-baik anak gadisku," ucap Ravi sambil menepuk punggung Leo. Leo memberikan tatapan mematikan kepada Ravi dan hanya dibalas cengiran menyebalkan.
"Astaga kalian memang benar-benar pasangan setengah gila," ucap Hakyeon.
.
.
.
.
.
T.B.C
a/n : Hello! saya mengupload chapter dua. bagaimana chapter duanya? kependekan? haha saya juga berpikir begitu. tapi saya hanya bisa sampai di sini :" maap yaa chapter kali ini kesannya terlalu dipaksakan.
setelah saya pikir-pikir, saya harus menambah cast RaKen di fict ini karena porsi hubungan mereka sama besar dengan LeoN. semoga kalian bisa menerimanya.
kritik dan saran membangunnya saya tunggu loh ;)
untuk balasan review, saya akan membalasnya ketika saya sempat. terimakasih sudah mau meluangkan waktunya untuk mereview:) dan juga, selamat menyambut bulan suci ramadhan^^
thanks to :
kyungsoo1314, HMYgrey, yeonnn, Lee'90, zoldyk, Hakyeon Jung, Phee Anee, Kim Eun Seob
