Warning: Shonen-ai. Possible OOC, Typo(s), OC, dan semua kawan-kawannya.
Disclaimer: CLAMP. Jika aku yang punya, Fai dan Kurogane bakal bersatu selamanya. Selamanya. Selamanya. Sampai maut memisahkan mereka. Everlasting.
A/N: Loha, kembali lagi dengan annpui #ditimpukin, mohon maaf karena updatenya ga tentu kadang cepet kadang lama *bungkuk-bungkuk. Semoga keterlambatanku bisa dimaafkan oleh para reader XD
Oke langsung saja ini dia chapter4, hope you like it reader ;D
New Problems
By: Annpui
.
.
Kurogane kehilangan minatnya untuk menyesap teh siang hari itu setelah satu kalimat terlontar dari mulut Tomoyo.
"Kurogane, aku ingin memberitahukan hubungan kita ke khalayak luas"
Sial, akhirnya hari ini datang juga.
Kurogane mengeluarkan cerutunya. Bersikap setenang mungkin, berusaha membuat dirinya sedikit lebih rileks. Bukannya ia tidak bisa menduga permintaan Tomoyo mengenai hubungan mereka, hanya saja ia benar-benar tidak ingin jika mereka harus menjadi pasangan resmi yang diketahui oleh publik. Lagi pula bukankah ia sudah dengan tegas menolaknya. Kurogane tidak tahu bagaimana bila harus bertatapan muka dengai Fai jika sampai itu terjadi.
"untuk apa? Bukankah semua orang tau kita ini memang tunangan?" asap tembakau mengepul disekitar kurogane, berharap mimik tidak nyamannya—walau sebenarnya tidak terlihat—bisa sedikit tersamarkan.
"Tapi itu hanya kalangan keluarga besar Kurogane dan kurasa kau tau itu bukan? Aku ingin hubungan kita lebih terasa"
Kurogane tidak menghiraukan permintaan Tomoyo. "Kurasa tidak perlu Miss Tomoyo"
"Kenapa?"
Tomoyo meremas rok sutranya kuat-kuat. Semenjak peristiwa perbincangan ia dan Kurogane ditaman, hatinya terus merasa gelisah ketika menyadari bahwa Kurogane belum sepenuhnya miliknya. Entah apa yang merasukinya, ia selalu merasa tidak suka jika Kurogane dekat dengan perempuan lain selain dirinya.
Cinta itu buta, bukan?
"Jangan bilang kau jatuh cinta kepada wanita lain?"
Oh, ingatkan Tomoya kalau ia baru saja memecat seorang maid yang tanpa sengaja disentuh oleh Kurogane—dimana sentuhan itu terjadi karena Kurogane hendak menolong maid yang hampir terjatuh—seolah tidak peduli apapun alasannya, Tomoyo langsung memecatnya.
"Bodoh tentu saja tidak"
"Jangan berbohong padaku Kurogane. Selama ini aku selalu penasaran mengapa kau selalu menolak pertunangan kita, karena itu aku simpulkan sendiri bahwa kau jatuh cinta pada wanita lain"
Berbohong? Tidak. Kurogane tidak berbohong. Ia memang tidak jatuh cinta pada seorang wanita, ia jatuh cinta pada seorang pria.
"Jangan konyol, lupakan"
Kurogane mengakhiri percakapan, beranjak dari Kursinya kemudian berjalan ke arah pintu luar tanpa menengok ke arah Tomoyo.
"Mau kemana kau Kurogane?"
"Ke kota"
Ia mengambil jas dan topinya dari sebastian, lalu melangkah pergi dari kediaman megah milik keluarga Suwa.
"Tunggu Kurogane aku ikut"
.
Fai mengulum senyuman ketika tanpa sengaja ia bertemu dengan Kurogane dan Tomoyo di persimpangan Mimosa Street. Salah satu jalan teramai dikota itu.
"Oh wow, tidak kusangka aku bisa bertemu denganmu disini Kuro-chan"
Kurogane menghela pendek. Setelah seminggu ia tidak bertemu dengan Fai, pria satu itu tidak berubah sedikitpun. Masih dengan senyum usilnya dan panggilan super aneh milik Kurogane.
Tomoyo terkekeh pelan mendengar Fai memanggil Kurogane menggunakan embel-embel chan. Ia semakin tidak bisa menahan tawanya ketika mengetahui Kurogane begitu pasrah dipanggil dengan sebutan seperti anak perempuan.
"Kurogane apakah aku boleh memanggilmu seperti itu juga"
"Tidak" tukas Kurogane singkat. ia berkacak pinggang menatap Fai "Kemana saja kau?"
"Siapa? Aku?" Fai menunjuk dirinya sendiri, senyum masih terpasang diwajahnya. "Aku ada Kuro-puu, selalu ada"
"Ya kau ada, tapi tidak bisa kutemui"
"Hanya perasaanmu saja Kuro-sentimentil"
Fai kemudian melirik Tomoyo yang sebelah tangannya sedang menggandeng tangan Kurogane. Mata wanita itu penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh kedua pria dihadapannya. Tomoyo tersenyum kearah Fai.
"Halo Miss Daidouji lama tidak bertemu, perasaanku atau memang benar kurasa anda tambah cantik"
"Terimakasih atas pujianmu Mr Flourite, sedang apa kau disini?"
Tanya Tomoyo, ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang mungkin sedang bersama Fai. tidak mungkin baginya—dan bagi bangsawan yang lain—mengetahui ada seorang bangsawan yang pergi ke kota tanpa ditemani pengawal atau pelayannya.
"Sedang berkencan"
"Dengan siapa?"
Tanya Kurogane dan Tomoyo serentak. Tomoyo memandang Kurogane, tidak menyangka bahwa seorang pria dapat penasaran dengan kekasih sahabatnya.
"Itu"
Fai menunjuk seorang wanita yang sedang mengantre pada sebuah Bakery untuk membeli beberapa potong roti sadwich isi daging asap dibelakang mereka. Tomoya mengangkat sebelah alisnya, merasa mengenali siapa gerangan tersebut.
"Miss Kasumi?"
"Kau mengenalinya?"
"Tentu saja"
Tomoyo tidak mungkin salah mengenali satu-satunya bangsawan berambut ikal pendek berwarna pink yang begitu terkenal dengan kedewasaan dan kecantikannya
Mereka bertiga menoleh kebelakang ketika mendengar suara ketukan suara high-heels mendekat. Karen Kasumi berjalan menghampiri Fai dengan menenteng sebuah tas berhiaskan sulaman mewah ditangan kirinya dan sandwich ditangan kanannya. Fai tersenyum kearahnya.
"Fai maaf lama, antreannya panjang sekali"
Alis Kurogane berkedut mendengar perempuan yang ia kenali sebagai orang yang hampir dilahap-Fai beberapa hari kebelakang memanggilnya hanya menggunakan nama kecil.
Fai merangkul pinggang Karen, kemudian mengecup pipinya singkat. Membuat Alis Kurogane semakin mengkerut.
"Ah, halo Miss Daidouji dan Mr Suwa selamat siang, suatu kehormatan bisa bertemu anda disini"
Ucap Karen ketika menyadari Fai sedang bersama seseorang. Karen menilik Kurogane sedikit lebih lama, teringat kejadian seminggu yang lalu dimana Tuan muda itu memergokinya dikediaman Flourite.
"Hn..."
"Jadi sekarang kalian berdua berkencan?"
Tanya Tomoyo antusias. Sekali-kali pandangannya melirik lengan Fai yang sedang merangkul Karen. Betapa asiknya bila Kurogane mau melakukan hal yang sama seperti Fai kepada dirinya, tapi tentu saja hal tersebut sangat mustahil untuk seseorang seperti Kurogane.
"Ya bisa dibilang begitu"
Jawab Karen sembari menyerahkan Sandwich bagian Fai, Fai mengangguk mengiyakan.
"Wah, apakah kalian akan bertunangan?"
Pertayaan Tomoyo sukses membuat Kurogane mendelik tajam kearahnya meskipun Tomoyo dan Karen tidak menyadarinya, hanya Fai yang memahami arti dari delikan mata Kurogane.
Fai sedaritadi paham, Kurogane tidak suka dengan kehadiran Karen. Entah karena kejadian waktu itu, entah karena kini mereka berdua bermesraan layaknya sepasang kekasih. Fai terkikik pelan, ia mulai mencomot Sandwich daging asapnya.
"Mungkin"
Sebuah pernyataan yang menurut Kurogane begitu ambigu.
"Mungkin apa? Ya atau tidak?"
"Hanya mungkin Kuro-rin" jawab Fai ringan
Kurogane menggeram kesal, hari ini begitu luar biasa bagianya. Pertama ia mendapat serangan jantung ketika Tomoyo meminta agar hubungan mereka lebih terekspos, kedua ia bertemu dengan seorang wanita yang mengaku jika ia adalah kekasih Fai, dan terakhir ketiga Fai yang teramat menyebalkan.
Tomoyo menatap Kurogane bingung, dengan keadaan disekitar mereka yang ia rasa memanas. Ia milirik Karen yang tampaknya merasakan hal yang sama dengannya. Walaupun Tomoyo tidak begitu mengerti ia berusaha mencairkan suasana.
"Mr Flourite dan Miss Kasumi, maukah kalian datang kepesta pada hari sabtu, minggu depan, jam 8 malam dikediamanku?"
"Pesta? Ada perayaan apa Miss Daidouji?"
Tanya Karen bingung, Fai dan Kurogane hendak menanyakan hal yang serupa. Secara Kurogane sendiri tidak mengetahui bahwa Tomoyo akan mengadakan pesta dekat-dekat ini.
"Pesta peresmian pertunangan antara aku dan Kurogane"
Mata Fai dan Karen membulat, Kurogane melotot.
Mengapa wanita begitu seenaknya.
"Apa?!"
To Be Continued
A/N: Dichapter 3 aku lupa memberitahukan bakal masukin karakter Karen Kasumi, karakter original di X/1999 karangan CLAMP juga, kalau di TCR itu kalau gasalah muncul pas KuroFai mendarat di dunia pararel Tokyo Tower. Tadinya mau pake karakter Sakura tapi entah kenapa imagenya lebih kena ke Karen Kasumi, jadilah begini. Untuk para reader terimakasih selalu setia membaca fic ini! uwow senengnya melihat jumlah review dific ini bertambah XDD.
Akaneko SeiYu: Terimakasih untuk apresiasinya selalu Neko-san XD aku suka kaget soalnya review dari Neko-san yang begitu cepet XD aamiiin terimakasih untuk doanya, semoga chapter ini kembali memenuhi harapan ya :D
Kisafuuma: Terimakasih sudah membaca dan mereview Fuu-chan XD semangat terus ya belajarnya. FuumaKamui atau SeiSUbaru mungkin dalam waktu dekat aku bakal bikin ff mereka, berhububg Kamui salah satu chara fav aku XD habis menurut aku Kamui itu imut banget sih X3
Kirikacchi: Makasih Kirikacchi untuk jadi reader dan reviewer fic ini XD tuh kan Fai makannya jangan playboy #PLAK. Sama-sama Kirikacchi, semoga chapter ini semakin suka :D
LadySaphireBlue: Terimakasih kembali aku ucapkan untuk apresiasinya Lady XD terimakasih dan amiiin untuk doanya XD hihihi sekali-kali aku pingin buat Kuro-kuro ikut tersiksa #ditendangkurogane. Siiip, ini lanjutannya semoga suka ;D
Liliana P: Terimakasih beribu terimakasih karena telah membaca dan mereview fic ini terus Liliana XD maaf ya aku bikin Fai tersiksa dan menyiksa, tapi aku ini pro-uke loh eh pro-Fai maksudnya XD. Semoga suka sama chapter ini ;D
ItoFai: Terimakasih buanyak sudah mereview ItoFai. Uuuh semoga cinta mereka dapat bersemi ya. Ini dia chapter lanjutannya, hope you like it ;D
Dee Kyou: Makasih sangat terimakasih untuk apresiasinya Dee-san XDD iya nih Tomoyo itu suka menghalang-halangi hubungan orang #buangmukaketomoyo #ditendang. Tidak apa-apa Dee-san dan semoga ujiannya bagus ya XD terimakasih juga untuk doanya XD semoga suka dengan chapter ini :D
oshiriko-san: Author masih minim pengalaman bikin adegan semut sih *uhuk* makasih sudah membaca juga mereview oshiriko-san=))) selamat membaca dan semoga suka ;D
OchiCassiJump: Makasih lagi dan lagi karena sudah membaca dan untuk reviewnya XD hihihi bener harusnya langsung serang aja Fai-mommynya XD. Umm chapter ini udah panjang belum? Kalau belum maafkan aku XD. Semoga suka sama chapter ini Ochi-san :D
Akhir kata,
Terimakasih sudah membaca. Mind to give me some review maybe? ;D
