Warning: Shonen-ai. Possible OOC, Typo(s), OC, dan semua csnya.

Disclaimer: CLAMP. Jika aku yang punya, TRC udah aku bikin jadi komik Sho-ai.

A/N: Halooow semua #nyengir. Sepertinya cerita ini mulai menuju klimaks *sepertinya. Untuk chapter ini aku terinspirasi dari sebuah PV dari band jepang yang diberi tau oleh salah seorang teman sekolahku, let's call her as Neng Pie. Thanks Neng Pie XD

Acid Black Cherry, [蝶] Chou. PV ini sukses bikin aku teriak-teriak histeris karena sho-ainya yang uuh menyayat XD. Untuk liriknya aku ambil versi inggris, maklum aku ga begitu ngerti bahasa jepang *tutupmuka*

Oke langsung saja ini dia chapter5, hope you like it reader ;D


We are a Butterfly Trapped in Love

By: Annpui


.

.

.

Ada satu hal yang Kurogane paling tidak sukai dari pribadi seorang Fai, ia selalu menutupi semua kesedihannya dengan sebuah senyuman yang berujung pada melarikan diri. Entah sejak kapan Kurogane menyadari sifat buruk Fai, sudah terlampau lama untuk dapat diingat.

Dan kini ia disini, kembali mengunci pergerakan Fai merapat pada didinding. Setelah sebelumnya mereka beradu mulut saling sentak, yang berujung dengan Kurogane menyeret Fai dengan paksa masuk kedalam Restroom. Pesta sedang berlangsung ramai di Ballroom, tinggal sejam lagi resepsi pertunangan antara Kurogane dan Tomoyo akan berlangsung secara resmi.

Tinggal sejam lagi semuanya akan berubah.

Terkutuk dengan dirinya sendiri karena membuat semuanya semakin pelik. Masih jelas kemarin malam pembicaraan antara dirinya dan Tomoyo. Entah apa yang terjadi dengan Tomoyo, ia berubah daripada saat Kurogane pertama kali bertemu dengannya. Bisa dikatakan Tomoyo menjadi posesif.

"Apa maksudmu! Dengan seenaknya kau menyebarkan undangan pertunangan ini hingga ke negeri tetangga, harusnya kau beritahu aku dulu!"

"Untuk apa? Aku sudah tau kau akan menolaknya" Tomoyo menjawab kalem "Kurogane rasanya aku benar-benar mencintaimu. Biarkan aku menjadikanmu milikku"

"Cepat batalkan semuanya" desis Kurogane geram.

"Batal? Tidak. Bayangkan Kurogane apa yang akan aku lakukan dengan benda ini bila pertunangan ini dibatalkan"

Revolver(1).

Masih jelas diingatannya ketika Tomoyo mengelus senjata api itu. Tomoyo duduk diatas meja dengan gaun putihnya yang membuatnya bagaikan malaikat pencabut nyawa Kurogane.

Oh mengapa masalah sesederhana ini berubah menjadi runyam.

"Hei kau"

Kurogane masih membiarkan kepalanya bersandar pada pundak Fai, hanya bersandar tidak membenamkan wajahnya. Sepertinya sudah beberapa menit berlalu semenjak posisi mereka seperti ini. tidak berubah. Tangan Fai masih dicengkaram erat dikedua sisi kepalanya oleh Kurogane.

"Apa kau mencintaiku?"

"Hah? Ap—"

"Karena aku iya" Kurogane mengangkat wajahnya, menatap mata biru Fai dari jarak yang sangat dekat "Aku rela melepaskan semuanya. Kekayaanku, kekuasaanku, gelarku, semua akan aku lepaskan bila itu artinya aku dapat bersamamu"

"Kuro-guguk.."

"Aku mohon jangan buat aku tersiksa" Kurogane melepaskan cengkramannya, mengalihkan fungsi lengannya untuk memeluk leher pria yang lebih ramping darinya itu.

"Aku.. aku—"

"Fai"

Seketika Fai mendorong Kurogane menjauh ketika terdengar suara engsel pintu terbuka ditambah suara rendah seorang wanita. Fai mengenali suara itu, Karen.

"Ah, maaf jika aku mengganggu. Fai aku akan kembali ke Ballroom terlebih dahulu"

Karen hendak menutup pintu, namun suara Fai membuatnya terhenti.

"Tidak, tunggu. aku.. maksudku kami sudah selesai, ayo kita kembali ke Ballroom Karen, maaf membuatmu menunggu lama" Fai membetulkan kerah bajunya, sebelum Fai melangkahkan kakinya menghampiri Karen ia membalikan badan menatap Kurogane sama seperti tadi Kurogane menatapnya "Maaf Kuro-puu aku tidak bisa.. maaf"

Dengan itu Fai berlalu meninggalkan Kurogane.

Kurogane mendesah pelan merapihkan pakaiannya yang sedikit kusut akibat pertengakaran kecilnya dengan Fai.

"Apa yang kau lakukan disini Kurogane?"

Tomoyo berdiri dekat ambang pintu sambil menyilangkan tangannya menatap Kurogane dengan pandangan protective. Ia berjalan mendekati Kurogane, membantu merapihkan baju pria yang sebentar lagi yang akan menjadi tunangan resminya.

"Tidak ada" jawab Kurogane jengah "Hanya lelas dan kuputuskan untuk beristirahat disini"

"Kau bohong. Tadi aku melihat Mr Flourite dan Miss Kasumi keluar dari ruangan ini. Apa yang kalian bicarakan?" Tomoyo menepuk kedua belah bagian bahu Texudo Kurogane yang sedikit kotor.

"Bukan urusanmu"

"Itu urusanku juga. Aku tuna—"

"Bukan karena kau tunanganku kau berhak tau semuanya Miss Tomoyo" Potong Kurogane cepat, ia kemudian berjalan kearah pintu keluar "Ayo kita kembali ke Ballroom"

"Kau mau meninggalkanku begitu saja, dan pergi ke Ballroom sendirian?"

Tomoyo mengulurkan tangannya memandang Kurogane dengan pandangan 'gandeng tanganku'. Kurogane hanya mendesah meraih tangan Tomoyo kemudian melangkahkan kaki mereka masuk ketengah keramaian pesta.

Ketika batang hidung mereka mulai tampak ditengah keramaian pesta, para tamu undangan saling berbisik sembari melirik kearah Kurogane dan Tomoyo. Sesekali mereka memberikan ucapan selamat, menjabat tangan.

Dari sudut mata Kurogane, ia dapat melihat Fai yang didampingi Karen sedang berdiri didepan panggung, melihat kearahnya bersama Karen sambil tersenyum yang sulit untuk dideskripsikan. Tomoyo menggiringnya menuju tengah Ballroom, mengucapkan sepatah dua patah kata terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir pada pesta pertunangan mereka berdua.

"Sebelum masuk ke acara utama, silahkan nikmati pesta ini" Ucap Tomoyo dengan lugas, memamerkan senyum anggunnya "Dan.. sebuah pertunjukan akan dipertunjukan oleh salah seorang sahabat kami. Beri tepuk tangan kepada Mr Flourite yang akan memberikan sebuah kado pertunangan untuk kami"

Tangan Tomoyo mengarahkan para tamu untuk melihat kearah panggung. Di atas panggung itu berdirilah seorang pria dengan rampbut pirang yang begitu menyilaukan.

"Terimakasih Miss Daidouji" Fai berdeham sekali "Saya akan menyanyikan sebuah lagu sebagai kado pertunangan untuk teman saya, teman yang sangat berarti lebih dari siapapun. Seorang teman berharga" Fai menatap kearah Kurogane yang sudah berdiri didepan panggung diapit Tomoyo dan Karen dikanan-kirinya "Selamat untuk pertunangan kalian, Kurogane Miss Daidouji"

Rahang Kurogane mengeras. Ia tidak suka ketika Fai memanggilnya dengan nama yang aneh-aneh namun ia lebih tidak suka ketika Fai memanggilnya dengan benar. Seolah Fai membentengi hubungan dirinya dengan Kurogane.

Perlahan penerangan diruangan meredup, hanya menyisakan penerangan paling terang ditengah panggung. Fai mulai bernyanyi, mengalunkan sebuah nada yang begitu indah namun juga begitu sedih. Gesekan biola dan celo mengiringi nyanyiannya, menciptakan sebuah simfoni.

I am a butterfly trapped in love
The fragrance of the musk so strong it's unpleasant
Your gentleness entwining like a spider's thread
This isn't love but why is it that
I want to try holding you just once

Semua mata tertuju pada pria bermata aquamarine itu, pesona Fai memang selalu bisa membuat orang merasa terhipnotis. Tidak pernah berubah sedari dulu. Fai yang sedang berada diatas panggung, terasa jauh untuk digapai bagi Kurogane.

An ephemeral life, a fleeting love, I have nothing left to lose now
Even though I know I shouldn't do this, I am playing a game of cat's cradle with this thread

Fai membuka matanya, tersenyum kearahnya.

Even as you hold me tonight,
I still cannot tell you
"Don't make me so uselessly happy with your innocent smiles"
As well as tomorrow, as well as the day after that, I want to be held by you

Ah, ternyata bukan.

I am a butterfly trapped in love
No matter how much pain I am in I cannot move
To the point I even voiced it
I am trifled by you
This isn't love, this isn't love
It's just that I fancy you

Bukan kearahnya. Ia tersenyum kearah karen yang berada disebalahnya, menatap wanita berambut merah muda itu secara intens. Rasanya Kurogane ingin menukarkan eksistensinya dengan Karen. Bukankah dulu hanya Kurogane yang selalu ditatap dengan pandangan seperti itu oleh Fai, apakah kini posisinya telah tergantikan? Hatinya terasa ngilu.

If this is what you call 'pain', then I don't hate it
But 'pain' and 'spite' are not the same
Even though I know I shouldn't do this, I am tightrope walking on a thread

Kurogane memalingkan wajahnya, yang terdengar hanya suara merdu Fai yang menggema didalam telingannya.

I have fallen though I've already made it across
No matter where I go hell awaits
But this is fine I prefer this than to be alone
I will chase after you Where ever we fall I will follow or chase your scent

Suara Fai terhenti. Suara tepuk tangah terdengar riuh memberikan apresiasi atas suara Fai. Fai turun dari panggung, berjalan menghampiri Karen. Tersenyum manis kearahnya.

Kurogane masih membuang muka, tidak ingin melihat Fai kembali menggandeng tangan Karen.

"Fai suaramu indah sekali"

"Terimakasih Karen, ayo kita pulang"

"Eh?"

Mereka berdua berjalan melalui Kurogane begitu saja, tanpa ada sepatah katapun keluar.

Tapi, tunggu.

Kurogane membelalakkan matanya ketika merasakan dua jemari Fai mengamit jari telunjuknya. Ia dapat merasakan hangat meski tangan Fai tengah terbalut oleh sarung tangan putih yang kemudian terlepas seiring dengan Fai yang berjalan menjauh.

Kurogane terdiam sejenak kemudian segera menyusul Fai yang telah hilang ditelan keramaian.

"Kurogane kau mau kemana?"

Seruan Tomoyo ditidak acuhkan oleh Kurogane, ia terus mempercepat jalannya mencari sosok Fai. Ketika ia menemukannya, Fai hendak menaiki kereta kudanya.

"Fai!" panggil Kurogane.

Fai berbalik diikuti oleh Karen, melihat siluet Kurogane diambang pintu. Fai dengan pelan mendorong punggung Karen menyuruh wanita itu segera masuk kedalam.

"Fai! Tunggu!"

Karen yang kebingungan melirik cemas kearah Kurogane. Kedua tangan Fai tengah memegang ambang pintu, ketika Kurogane memanggilnya kembali, "Fai!"

"Jalankan keretanya" ucap Fai datar, ia menolak untuk menoleh. Seisi kereta menatapnya bingung. "Kubilang jalankan keretanya"

"Tapi Fai, Mr Suwa—"

"Aku bilang jalankan Keretanya"

Hening. Suara derit roda terdengar. Karen menatap keluar kereta, kearah Kurogane yang tengah berlari mengejar Kereta. Kembali terdengar suara samar Kurogane dari Luar.

"Lebih cepat"

"Fai!"

"Lebih cepat lagi" Fai berkata kepada kusir. Kusir mempercepat laju kuda-kudanya. meninggalkan Kurogane yang berlari terpogoh-pogoh.

Akhirnya Kurogane berhenti ketika rasanya paru-parunya sesak meminta pasokan oksigen, ia tidak bisa mengejar kereta yang semakin lama semakin bertambah cepat. Nafasnya terengah-engah, kakinya terasa sakit karena berlari menggunakan sepatu pantofel berhak rendah, keringat mengalir dipelipisnya, bajunya lengket menempel pada tubuhnya.

Saat ia mendongak, kereta kuda itu sudah hilang dari hadapannya.

.

Fai menumpukan dagunya pada punggung tangan, mata menerawang melihat keluar jendela. Karen tidak berani menanyakan apapun, yang ia bisa hanyalah mengelus punggung Fai berusaha menenangkan kekasihnya.

"Maaf Karen"

"Tidak apa Fai, tidak apa aku mengerti. Jadi tenanglah"

Fai membalikan badannya menghadap Karen, hatinya entah kenapa terasa kosong. Ia membiarkan dirinya dipeluk oleh karen, merasakan belaian tangan lembut pada rambutnya.

"Mengapa kau begitu baik padaku?" Fai memeluk bahu karen.

"Sudah jelas karena aku mencintaimu"

"Maaf"

"Tidak apa Fai"

.

To be Continued


A/N: Uwow! Aku ucapkan terimakasih banyak kepada para reader sekalian semacam takjub melihat apresiasi kalian *sekaairmataterharu XD.

LadySaphireBlue: Diliat-liat memang mirip bapak dan anak ya Kurogane sama Tomoyo itu #angguk-angguk. Betul Cuma Fai yang boleh manggil sebutan aneh bukan Kurogane #ikutanmarahin #ditampol. Terimakasih sudah review Lady XD apakah updatenya sudah kilat? Hihihi XD

Kirikacchi: Betul aku juga suka gemes sendiri kalau liat Tomoyo XD. Semoga updatan ini bisa dibilang kilat ya XD

Akaneko SeiYu: Duuh adegan rape KuroFai? mungkin sebentar lagi XD *satutahunkemudian #ditendang. Terimakasih banyak Neko-san untuk reviewnya XD semoga cerita ini memuaskan XD

ArthuriaMariePendragon: Hihihi maaf ya aku buat Fainya nyebelin XD makasih sudah membaca dan memberi review Marie-chan (boleh aku panggil begitu?) semoga lanjutannya suka :D

rinsetsuna15: Aaaaa terimakasih rin-chan, ini lanjutannya semoga tambah suka :)

OchiCassiJump: Apakah chapter ini sudah panjang? XD Syaoran-sakura? Mungkin ada XD siaaaap XD makasih atas reviewnya Ochi-san XD

Dee Kyou: Duuh maafkan aku membuat Fai sama Tomoyo jadi teramat sangadh menyebalkan XD aaaa terimakasih Dee-san hihihihi *nutupsemburatmerah XD amiiiiiiiin :D terimakasih sudah membaca Dee-san XD

alwayztora: Hihihi mungkin ga angst ko XD *mungkin #dilemparkesungai. Makasih sudah membaca dan reviewnya Tora XD

Liliana P: Maafkan aku membuat Tomoyo jadi minta dilempar begitu Liliana XD. Makasih sudah membaca :D siapppp ;D

Kisafuuma: Hihihi Fainya minta ditakol begitu ya XD. Makasih untuk reviewnya Fuu-chan XD. Siaapp ;D

T3nten: Makasih T3ten XD semoga suka ya sama ceritanya :D

ItoFai: Hihihi makasih sudah membaca lagi ItoFai siap laksanakan XD

Akhir kata,

Terimakasih sudah membaca. Mind to give me some review maybe? ;D


Revolver(1): Revolver adalah sejenis senjata api di mana peluru dimasukkan ke tabung berputar.