Hallo, aku sebenernya udah post chap ini, tapi entah kenapa ga bisa dibuka. Jadi aku coba repost. Ada yang salahkah dengan ffn? Atau chap ini ada pelanggaran guidelines nya? Yah, semoga ga ilang lagi deh ya. Enjoy
.
.
Disclaimer: Isyarat Meiko karya junko Karube.
Rated: M (chap ini ada bonus lemon/NCnya)
Genre: Romace/Drama
Pairing: YunJae.
Warning: BL, OOC,typo(s), alur kecepetan, dll.
.
.
ISYARAT
By: Misa Chiiyuki
.
.
Hari ini Jaejoong dan Yunho pergi melihat-lihat perabotan rumah tangga. Tanggal pernikahan mereka telah ditentukan, dan mereka akan pindah ke sebuah apartemen sederhana dekat tempat kerja mereka.
Setelah sebelumnya ditolak oleh kedua orang tua Yunho, namun akhirnya mereka bisa melalui semua itu. Jaejoong tersenyum hangat ketika mengingat kejadian dua minggu lalu, dimana ibu Yunho datang ke rumahnya dan mengatakan bahwa ia dan suaminya merestui pernikahan Yunho dan Jaejoong. Rasanya seperti mimpi, bisa menikah dengan orang yang paling ia cintai. Memang sangat mendadak, tapi minggu depan mereka akan menikah. Ia juga tidak mengerti mengapa Yunho ingin segera menikah dengannya.
"Aku ingin segera mengikatmu dalam ikatan pernikahan."
Jika ia bertanya, hanya itu jawaban yang akan didapatnya. Matanya melirik Yunho yang tengah memilih meja makan. Tapi yah, bisa secepatnya menikah dengan Yunho, dia juga yang senang. Ia tertawa kecil karena pemikirannya, kemudian menghampiri Yunho.
"Aku suka yang ini." Jaejoong membaca isyarat Yunho.
"Kalau begitu pilih yang itu. Aku juga menyukainya."
Yunho tersenyum dan bicara pada pelayan. Setelah membayar, barang-barang yang mereka beli akan dikirim dua hari lagi ke apartemen mereka.
Yunho dan Jaejoong pulang sambil bergandengan tangan. Salju sudah mulai turun dan cuaca semakin dingin. Besok mereka masih harus mencari cincin dan jas untuk pernikahan. Hah, mau menikah memang sibuk. Mereka sengaja mengambil cuti untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Dan juga bulan madu.
Bulan madu?
Wajah Jaejoong memerah hanya karena kata "bulan madu". Mereka akan jadi suami-istri(?). Sudah sewajarnya jika mereka akan melakukan hubungan intim. Ah, memikirkannya saja membuat jantungnya berdegup kencang.
"Kau kenapa? Wajahmu merah sekali. Kau sakit?"
Jaejoong menggeleng menjawab pertanyaan Yunho. Bagaimana mungkin ia bilang wajahnya memerah karena memikirkan hal yang tidak-tidak dengan Yunho.
"Aku lapar, ayo kita makan ramyeon dulu."
Lagi-lagi Jaejoong hanya menjawabnya dengan anggukan.
.
.
.
Akhirnya hari yang mereka nantikan telah tiba. Jaejoong duduk di depan meja rias dengan gugup. Ia hanya dirias minimalis, sehingga membuat wajahnya terlihat manis. Ia sangat menantikan hari ini. Tapi ia takut karena degupan jantungnya yang sangat kencang, jantungnya bisa meledak dan ia bisa mati. Jaejoong terkesiap ketika pintu ruang rias itu dibuka. Ibunya melangkah masuk.
Ibunya merapikan jas dan rambutnya. Kemudian menatap putra sulungnya itu dengan hangat.
"Akhirnya kau menikah, Jae. Ibu sangat bahagia."
"Aku juga sangat bahagia, bu."
Heechul memeluk putra istimewanya itu dengan erat. Akhirnya hari ini tiba. Hari dimana Jaejoong kecilnya tumbuh dewasa dan siap menikah. Ia agak tidak rela melepas Jaejoong untuk menikah, apalagi Jaejoong akan pindah bersama suaminya. Yah, walaupun masih dekat dengan rumah mereka sih.
Jadi begini ya, perasaan seorang ibu melepas anaknya menikah. Jaejoong laki-laki, tapi rasanya seperti melepas anak gadisnya yang akan dipinang oleh seorang lelaki. Anak 'gadis'nya berarti tinggal Junsu saja sekarang. Karena setelah menikah, Jaejoong pasti tidak 'gadis' lagi. Emm, apa sih yang dipikirkan ibu Jaejoong itu (author sweatdrop).
"Eomma, go-ma..wo-. Sa..ng..haeyo." (Terima kasih Ibu, aku menyayangimu).
Heechul melepaskan pelukannya dan menatap Jaejoong.
"Na-do-sa-rang-hae. Neon-haeng-bok-ha-ge-sal-su-isseu-myeon-na-do-haeng-bok-hae." (Aku juga mencintaimu. Jika kau bisa hidup dengan bahagia, aku juga bahagia)
Heechul tidak menggunakan bahasa isyarat. Ia bicara lambat agar Jaejoong bisa membaca gerakan bibirnya.
"Sudah hampir waktunya. Ayo kita temui calon suamimu."
Jaejoong hanya mengangguk sambil menahan malu. Heechul menarik tangan putranya menuju ke hall di mana pernikahan Jaejoong dan Yunho. Mereka mengadakan pernikahan di sebuah hotel. Yunho sudah berdiri dengan gagah di depan altar bersama pendeta untuk melakukan sumpah pernikahan bersama Jaejoong. Heechul langsung menuju ke meja keluarga. Sementara Jaejoong didampingi oleh ayahnya berjalan perlahan menuju altar. Setelah sampai di altar, ayah Jaejoong menyerahkan Jaejoong pada Yunho.
Janji suci diucapkan. Jaejoong mengungkapkan janji suci itu melalui bahasa isyarat. Dan dengan itu, mereka sudah sah menjadi pasangan pengantin. Ciuman manis di akhir upacara mengundang tepuk tangan dari para hadirin yang datang. Hangeng sibuk menenangkan Heechul yang menangis tersedu-sedu karena bahagia. Junsu berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis juga, apalagi ibunya sudah menangis sesegukan seperti itu. Rekan-rekan kantor Jaejoong dan Yunho juga datang. Termasuk juga Ahra. Gadis itu terlihat sangat kesal, meski begitu ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Pernikahan ini adalah awal kehidupan mereka yang baru. Sebagai Yunho dan Jaejoong yang telah terikat dalam pernikahan. Meski sesulit apapun perjalanan mereka nanti, mereka sudah berjanji untuk selalu bersama. Ya, selama mereka bersama. Mereka pasti bisa melewatinya.
.
.
.
END
.
(Bonus lemon~ kalau ada yang ga suka lemon (18+) bisa langsung end disini aja )
.
OMAKE
Jaejoong berbaring di kamarnya yang baru. Setelah pesta digelar, mereka pulang ke apartemen mereka. Dadanya berdegup kencang. Hari ini, mereka menikah. Dan seharusnya, malam ini... mereka melakukan malam pertama.
Yunho keluar dari kamar mandi dengan mengenakan sehelai handuk di pinggulnya. Seperti terhipnotis, Jaejoong terus melihat tubuh atletis Yunho tanpa berkedip. Yunho hanya tertawa geli melihat hal itu. Jahil, ia membuka lilitan handuknya hingga kemaluannya terlihat oleh Jaejoong. Tentu saja Jaejoong kaget dan langsung membalik tubuhnya.
*JJ POV*
Dasar Yunho! Bikin kaget saja! Aku membalikan tubuhku menghadap tembok. Ya Tuhan, aku- aku melihat milik Yunho tadi. Tidak apa-apa sih, toh kami kan sudah jadi suami-istri.
...
Tunggu, berarti akan ada yang menempati posisi istri! Dan itu pasti aku! B-berarti, Yunho akan memasukan miliknya k-ke dalam... anusku?
Argh! Aku tegang!
Aku merasakan Yunho naik ke atas ranjang kami. Aku bisa mencium wangi tubuhnya dibelakangku. T-tidak! Anusku berkedut entah kenapa. Dan juga-
"A-ah.."
Aku tidak bisa mendengar suara yang kukeluarkan. Aku hanya merespon ketika Yunho menciumi pundakku. Ia membalik tubuhku hingga terlentang, dan ia naik ke atasnya. Kini mataku bertemu dengan matanya. Namun tidak lama hingga aku menutup mataku, ketika ia mulai membuka satu per satu kencing piyamaku, dan mengenyahkannya. Kemudian ia menciumi puting dadaku. Rasanya geli, tapi cukup untuk membuat kemaluanku tegang.
"Ahh.. engh.. Yu..no.."
Ia menghisap puting dadaku, seakan ia adalah bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Seakan mengharapkan susu akan keluar jika ia terus menghisapnya seperti itu.
Aku memberanikan diri membuka mataku, dan kulihat ia tersenyum. Aku meraih wajahnya dan mencium bibirnya. Ia yang mendominasi dalam ciuman itu. Lidah kami bertemu dan ah- aku tidak bisa mengatakan bagaimana rasanya.
"Mmhh.." aku mendesah dalam ciuman kami ketika Yunho memegang kemaluanku yang masih tertutup celana tidur. Rasanya aneh, aku belum pernah merasakan yang seperti ini. Yunho terus memainkan kemaluanku dengan tetap tidak melepaskan ciuman kami.
S-sepertinya aku akan segera 'keluar'. Sedikit lagi-
Aku membuka mata dan mendelik ke arah Yunho yang tertawa geli.
Ia melepaskanku ketika aku hampir datang. Dan itu sangat menyakitkan! Yunho bangun dari tempat tidur dan mengambil sesuatu dari dalam lemari. Aku menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan celana tidurku yang terasa sangat mengganggu dan kemudian "memainkan" milikku sendiri.
"Ah- ah.. ennhh.. AHH!" entahlah, aku tidak peduli sekeras apa aku mendesah saat akhirnya aku berhasil klimaks. Aku menormalkan nafasku yang memburu. Aku melirik ke arah Yunho yang juga sedang memainkan miliknya sambil melihatku.
Aku malu sekali. Aku menutup wajahku dengan bantal dan memeluknya erat.
*end JJ POV*
Yunho kembali naik ke atas ranjang. Jaejoong mengeratkan pelukannya pada bantal itu ketika ia merasakan sesuatu yang hangat melingkupi kemaluannya.
"Ahh- a- akh.. mmmhh..."
Yunho asyik dengan dirinya sendiri menikmati rasa kemaluan Jaejoong. Ini pertama kalinya ia mengulum kejantanan pria lain. Sebelumnya ia sudah menonton berbagai video porno gay untuk dijadikan bahan referensi(?). Sebelum memasuki anusnya, Yunho harus mempersiapkannya dulu. Yunho mengambil sebotol lubricant yang telah disiapkannya. Ia menuangkannya ke belahan pantat Jaejoong dan juga jarinya.
"Ahh!" merasakan dingin di area pantatnya, Jaejoong mendesah kecil. Yunho kembali memblow job milik Jaejoong sambil mempersiapkan kedua jarinya di depan anus Jaejoong.
"Ah! Y-yun..ho.. Ah! Ah!" Jaejoong memberikan reaksi keras ketika tiga jari Yunho masuk ke dalam anusnya. Rasanya perih. Ia bisa merasakan anusnya mengetat dan mencengkram jari Yunho.
Sementara Yunho sendiri berusaha menahan hasratnya untuk tidak memasuki Jaejoong sekarang juga. Ia sendiri terkejut merasakan ketatnya anus Jaejoong. Hanya jarinya saja sudah seketat ini. Bagaimana kalau... kemaluannya yang masuk?
Beberapa menit berlalu, Jaejoong kembali klimaks di mulut Yunho. Setelah Yunho menemukan titik nikmat dalam anus Jaejoong, dan menyentuhnya berkali-kali.
Yunho menarik bantal yang sedari tadi menutupi wajah Jaejoong. Ia bisa melihat wajah istrinya yang cantik. Pipinya memerah dan matanya berair. Cantik, sangat cantik.
Yunho mengecup bibir Jaejoong sekilas. Ia meletakkan kaki Jaejoong di pundaknya, kemudian mempersiapkan kemaluannya di depan bibir anus Jaejoong. Perlahan, Yunho mulai masuk ke dalam tubuh Jaejoonng.
"Ah! A-akh! Ah! Hhaa..kit.."
Jaejoong memeluk leher Yunho erat. Ia mengerang merasakan anusnya terbuka lebar untuk kemaluan Yunho yang besar. Rasanya sakit sekali, seperti terbelah dua. Ia memekik ketika Yunho mulai menggerakan kemaluannya. Jaejoong bisa merasakan gesekan dari dinding anusnya dan kemaluan Yunho. Menciptakan luka gesekan pada dinding itu.
Yunho agak kaget melihat darah menetes dari anus Jaejoong. Tapi ia tidak bisa menahan hasratnya lagi. Ia terus menggerakan kemaluannya, semakin lama semakin kencang.
"Hhh.. S-sempit sekali, Jae." Ia tahu Jaejoong tidak akan mendengarnya. Tapi ia tetap mengungkapkan perasaan nikmat yang membuncah itu.
"Akh! Sk-khit- Akh! Yun..oo.." air mata Jaejoong semakin deras mengalir. Rasanya sakit sekali karena baru pertama kali melakukannya.
Yunho kasihan melihat Jaejoong yang menangis seperti itu. Tapi ia belum menemukan titik yang dicarinya. Ia terus menyodok anus sempit itu, hingga ia berhasil menemukannya.
"AAHH!" Jaejoong mendesah keras ketika Yunho menyodok titik terdalamnya dengan tepat. Setelah menemukannya Yunho terus menyodok titik itu dengan keras dan cepat.
"Ahh.. anhh.. anghh.."
Rasa sakit yang perlahan menghilang membuat Jaejoong mulai bisa menikmati seks itu. Meski diawali dengan rasa sakit yang amat menyiksa, tapi setelahnya rasa nikmat yang tak bisa diungkapkan mulai membuat Jaejoong kehilangan akal sehatnya.
Yunho tersenyum nakal melihat wajah erotis Jaejoong. Ia mempercepat tusukannya, hingga klimaksnya hampir datang.
"Nngg!" Jaejoong mengerang merasakan kemaluan Yunho membesar dalam anusnya. Yunho akan klimaks sebentar lagi. Begitu pula dengan dirinya.
Ia tidak bisa mendengar suaranya, maka ia tidak menahannya. Yang tidak dia ketahui adalah suara desahan dan erangannya membuat Yunho semakin bergairah.
"Sshh.. aku datang. Jae!"
Jaejoong klimaks bersamaan dengan Yunho. Ia bisa merasakan cairan Yunho mengalir dalam tubuhnya. Yunho mengeluarkan kemaluannya, dan tidur di sebelah Jaejoong. Ia tersenyum, dan mencium bibir istrinya lembut.
"A-ku-men-cin-ta-i-mu." ucap Yunho .
Jaejoong yang membaca gerakan bibir Yunho tersenyum. Ia berusaha agar ucapannya bisa dimengerti dengan baik oleh Yunho.
"A..ku.. Juga.."
.
.
.
End~!
Yuhuuu~ akhirnya~
Satu persatu ficku yang terbengkalai mulai selesai :') terima kasih buat readers sekalian yang setia menunggu fic ini, ngasih ripiu, ngefav, ataupun follow. Aku seneng banget baca ripiu dari kalian. Maaf ga bisa bales satu-satu :" Kalau kalian punya kritik atau saran buat ficku selanjutnya boleh dikomen di kolom ripiu ^^
Btw maaf ya kalau NC/lemonnya kurang greget atau gimana. Soalnya aku ga bakat nulis NC, tapi maksain *plak* wkwkwk~
Aku juga lagi berusaha menyelesaikan ficku yang judulnya "Loving You" dengan pairing YunJae. Kalau lagi iseng silakan dibaca :3 *promosi*
Yosh! Dengan ini ISYARAT sudah selesai~ semoga tidak mengecewakan dan readers semua suka. Sampai jumpa di fic berikutnya ^^
