Thanx buat reviewnya di chap satu gw nggak nyangka yg ngerepiew nih cerita banyak juga ya hiks hiks hiks #hugreader

Ini balasan repiew yang lain udah gw bales lewat pm right?

Varka ParkJeon : ini mah cerita series ini udah di lanjut kok. Thanx repiewnya

Ini buat yg request rated M ketahuan kalian banyak yang mesum #dibakarreader buat yang request Jungkook jealous itu chap depan ya soalnya banyakan yg request rated M apalagi gw abis salpok ama Jungkook di bagian selatannya wow thats amazing dude #abaikan. Sebelumnya juga Minal Aidzin wal Faidzin ya mohon maaf lahir batin selama gw jadi author maupun reader mungkin kata-kata gw banyak yang nyinggung. Dan buat yang merasa Ff gw kelamaan update soalnya gw sibuk. Sibuk nonton maksudnya. Oke Happy reading nih hadiah lebaran dari gw.

Nb: ini kagak gw edit soalnya gw udah nggak kuat #lambaikekamer

Sorry for typo(s)

Just With You

Rated : M Hanya untuk usia 17 kesamping yang belum merasa cukup umur jangan ngeyel baca ya

Beneran deh ini rated M

Etsuko Ai

Minggu pagi yang cerah di kota Seoul matahari bersinar terang memberi kehangatan burung-burung berkicau riang menyambut sang mentari. Ehm oke sebenarnya kita tidak akan membahas suasana pagi kota. Back story. Di sebuah rumah tokoh utama dari ff ini lebih tepatnya di dalam sebuah kamar bernuansa putih. Jimin terbangun dari tidur indahnya karena... bukan oke dia tidak terbangun karena Jungkook. Bagaimana bisa kelinci tidur itu bangun lebih dulu daripada Jimin.

"Taehyung?" gumam Jimin setelah semua nyawanya terkumpul.

Oh ayolah siapa juga yang berani menggedor sayang pintu kamarnya di pagi buta terlalu berlebihan karena kenyataannya ini sudah pukul tujuh.

"Lima jam lagi Chim" gumam Jungkook dan kembali bergelut manja dengan selimut dan gulingnya.

Jimin hanya menoleh ke arah Jungkook yang masih nyaman di alam mimpinya dan memutar matanya malas.

Ckleek...

"Pagi Eomma"

"Eh?" heran Jimin

Oke Jimin sedikit agak banya kaget saat melihat Taehyung berdiri di depan kamarnya dan sudah berpakaian rapi.

"Oh Jimin kau sudah bangun rupanya"

"Jin Hyung?" tanya Jimin kaget

Sejak kapan Hyung iparnya itu bisa masuk ke dalam rumahnya dan lebih kagetnya seharusnya Hyungnya saat ini ada di Jepang.

"Mana Jungkook?" tanya Jin mengabaikan tatapan blank dari Jimin

Jin mengintip dari balik tubuh Jimin melihat ke dalam kamar Kookmin dan pemandangan yang sudah biasa. Sebuah gundukan di balik selimut yan sudah di pastikan itu siapa.

"Hm aku tau mandilah lalu..."

"Hyung ada apa ini?"

Serius, Jimin tidak paham ada apa ini. Pagi-pagi Hyung iparnya sudah seenaknya masuk ke dalam rumahnya dan Taehyung yang sudah berpakaian rapi.

Jin hanya tersenyum misterius dan mengajak Jimin ke ruang makan meninggalkan Jungkook yang masih setia dengan dunia mimpi indahnya.

"Namjoon Hyung?"

"Pagi Jimin" sapa Namjoon diiringi senyuman dan lesung pipinya.

"Jadi, ada apa ini? Dan kenapa Hyung bisa masuk ke dalam rumah? Kurasa aku sudah menguncinya semalam" heran Jimin.

"Wow... pelan-pelan Jim"

"Baiklah... jadi bisa kalian jelaskan?"

"Oke aku punya duplikat kunci rumah kalian"

"Hah?" Jimin menatap cengo kunci yang di pegang Jin.

"Dan sebenarnya aku dan Namjoon ingin mengajak Taehyung seharian ini piknik bersama kami" jelas Jin

"Eh, piknik? Tapi..."

"Eomma boleh ne Tae ingin piknik. Boleh ne Eomma?" rengek Taehyung

"Tapi Tae..."

"Eomma..."

Jimin menghela nafas melihat wajah memohon dari Taehyung.

"Ne, tapi jangan nakal dan merepotkan Mommy juga Daddy ne Tae?"

"Yeeeeiiiiii... gomawo Eomma" chuuu Taehyung mencium pipi Jimin.

Etsuko Ai

Jimin menghela nafas berat setelah melihat kepergiaan mobil Namjin. Rasanya pagi ini dia akan kesepian. Jungkook terlihat bingung saat memasuki ruang makan rumahnya. Terlihat sepi dan ini bukan pagi yang normal di keluarganya karna apa?. Biasanya akan selalu ada Taehyung menemani Jimin memasak atau lebih tepatnya membuat keributan. Entah itu dia duduk atau tiduran di atas meja makan.

"Chim" sapa Jungkook yang melihat Jimin menata meja makan

"Pagi Kookie" sapa Jimin di iringi senyuman manis di pagi hari.

"Dimana Tae? Apa dia belum bangun?"

Heran? Tentu saja Jungkook heran karna ini aneh melihat rumahnya terlalu sepi karna putranya yang super berisik. Seperti kadang-kadang menggeser kursi, memukul alat masak sampai alat makan apapun itu yang membuatnya terus aktiv dan kadang membuat Jungkook sakit kepala.

"Tadi pagi Namjoon Hyung dan Jin Hyung datang kesini"

"Mwo? Aku tidak tau kalau mereka sudah kembali ke Korea"

"Mereka mengajak Taehyung piknik"

"Rumah ini jadi terasa sepi" ucap Jungkook lemas " Aku tidak punya teman bermain" gumam Jungkook

Jimin tersenyum ke arah Jungkook yang memakan sarapannya tanpa semangat. Biasanya juga Jungkook yang akan mengganggu Taehyung sampai Taehyung berteriak pada Jungkook dan membuat Jungkook tertawa lepas.

"Jika yang kau maksud mengganggu dan mengajak Taehyung bertengkar"

"Tidak apakan? Lagipula Taehyung juga namja" elak Jungkook

"Sudahlah lagipula hanya sehari kan?"

Jungkook mendengus kesal dan melanjutkan acara makan paginya.

Etsuko Ai

Jimin terlihat nyaman bersandar pada dada bidang Jungkook sambil menonton televisi. Waktu berkualitas yang akhirnya bisa mereka habiskan berdua karna catat Taehyung itu sering mengganggu mereka lebih tepatnya hanya Jungkook dengan tingkah hypernya.

"Padahal aku juga ingin piknik"

"Isshh...jangan mengeluh terus"

"Eh mau kemana?" tanya Jungkook bingung saat tiba-tiba Jimin berdiri dari posisinya

"Mengambil cemilan"

Jungkook menelan ludahnya kasar saat melihat Jimin memakai celana pendek mengexpose kaki indahnya. Dan baju yang di pakai Jimin sedikit banyak mengexpose bahunya. Oke Jimin memang sering memakai baju seperti itu tapi...jika ada Taehyung Jungkook tidak akan berani melakukannya. Jungkook sebagai Appa yang baik tentunya tidak ingin merusak kepolosan putranya tapi, sekarang berbeda mereka hanya berdua tanpa ada Taehyung.

Grreeebb...

"Eh kookie waeyo?" tanya Jimin bingung saat tiba-tiba Jungkook memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya.

"Chim..." bisik Jungkook seduktiv " I want you"

"Eunghhh... Kookie...jahhngannnhh di ahhh sinihhh"

Mendengar lampu hijau dari Jimin membuat seringaian iblis Jungkook muncul dan dengan senang hati Jungkook menggendong Jimin ala brydal menuju kamar mereka. Jungkook langsung mengunci pintu kamarnya dan menutup gorden kamarnya. Hey dia tidak ingin tetangganya tau kegiatan panasnya dengan istri tercintanya.

(Well ini waktunya NC buat yang belum cukup umur jangan di paksain. Biar lebih Hot usahakan membaca FF ini di dalem oven di taruh di atas kompor biar makin panas. Dosa tanggung sendiri oke fine kalau bisa sekalian dosa gw juga ya)

Perlahan Jungkook membuka kaus yang di pakai Jimin mencium penuh nafsu bibr penuh Jimin. Suara antara pertarungan sengit dua lidah memenuhi kamar mereka.

"Ahhh..." desah Jimin saat lidah Jungkook masuk lebih dalam ke gua hangatnya.

Saliva menetes diantara bibir keduanya. Jimin menggantungkan satu tangannya di leher Jungkook dan tangan satunya di gunakan untuk meremas surai malam Jungkook. Sementara Jungkook menahan tubuhnya agar tidak terjatuh menimpa Jimin. Ciuman Jungkook kini berpindah pada telinga Jimin menggoda salah satu titik sensitiv Jimin.

"Ahh...enggg...Kookiehhh gee ahhh"

Mendengar desahan sexy Jimin membuat Jungkook merasakan bagian selatan tubuhnya semakin sesak. Ciuman itu perlahan turun ke leher Jimin.

"Jangan oke"

"Waeyo?" heran Jungkook saat tiba-tiba Jimin mendorong kepalanya dari leher Jimin.

"Aku tidak ingin Taehyung bertanya lagi"

Jungkook hanya tersenyum dan mengangguk. Well Jimin tidak ingin Taehyung bertanya sesuatu yang tidak seharusnya seperti bertanya tentang Kissmark di leher Jimin.

Etsuko Ai

Ciuman Jungkook turun ke dada Jimin di mana dua tonjolan yang sudah menegang menghisap nipple kiri Jimin penuh nafsu dan nipple kiri Jimin dengan tangannya yang bebas. Jika tadi Jimin tidak mengijinkan Jungkook membuat tanda di leher maka Jungkook akan membuat tanda di dada Jimin.

"Eunghhh...ahhhh...Kookiehhh..."

Nafsu Jungkook kini semakin menjadi mendengar desahan Jimin dan juga saat Jimin menarik rambutnya penuh nafsu. Sreet Jungkook membalikkan posisi mereka dan Jimin yang kini duduk di atas tubuh Jungkook.

"Manjakan aku sayang!" pinta Jungkook dengan suara sexynya.

"Baiklah" jawab Jimin imut

Jimin kini duduk tepat di atas benda kebanggaan Jungkook menggoyangkan buttnya maju mundur sesuai irama

"Ahhh kau nakal Chim engghhh" erang Jungkook

Jimin tersenyum misterius saat merasakan tonjolan besar di bawah buttnya tonjolan yang semakin lama semakin mengeras dan wajah Jungkook yang menahan nafsu. Perlahan Jimin turun dari posisinya dan duduk di samping Jungkook dengan paha yang terbuka lebar.

"Kau tidak ingin memanjakanku Kookie?" tanya jimin imut dan memainkan jarinya di sekitar selangkangannya.

Jungkook duduk tepat di depan wajah Jimin denga mata penuh nafsu.

"As your wish"

Jungkook memangku Jimin dan mulai melepaskan celana yang di pakai Jimin

"Ahhhh...Kookiehh" desah Jimin saat Jungkook mulai meremas adik Jimin.

"Bukakan punyaku sayanghh"

Jimin membalikkan tubuhnya dan membuka perlahan celana Jungkook memperlihatkan Big Jr Jungkook yang sudah menegang sempurna dan tanpa menunggu waktu lama Jimin menduduki Jr Jungkook membuat erangan Jungkook semakin menggila.

"Hmmm sepertinya ada yang sudah tidak tahan" goda Jimin

Jimin mengenggam dua jari Jungkook dan memasukkannya ke dalam mulutnya mengulum jari Jungkook penuh nafsu dengan tatapan menggoda.

"Ayo cepat selesaikan ini" erang Jungkook suaranya kini semakin berat.

Etsuko Ai

Jungkook masih memangku Jimin dan mulai memasukkan dua jarinya ke dalam hole hangat Jimin.

"Eunghhh" erang Jimin dan meremas bahu Jungkook. Btw posisi mereka saling berhadapan.

"Bisa ku masukkan sekarang?" tanya Jungkook

"Ne"

Jungkook tersenyum dan mengangkat sedikit tubuh Jimin dan memasukkan Jr ke dalam hole Jimin

"Angghhh...eunghhh" erang Jimin dan menarik surai malam Jungkook.

"Ashhh hole muhhh sempithhh" desah Jungkook saat miliknya serasa di cengkam dengan erat oleh rektum Jimin.

Perlahan Jimin mulai menaik turunkan pinggulnya dan Jungkook yang mencengkram erat pinggang Jimin

"Ahhh...Kookieehhhh"

"Chhiiimmm ahh kauhh nakall"

Oke Jungkook tidak tahan dengan posisi bottom on top jadi Jungkook mengubah posisinya dan kini dia berada di atas Jimin dan meletakkan dua kaki Jimin di atas pundaknya

"Kau terlalu lama sayang"

"Ahhhhh" desah Jimin saat milik Jungkook menghantam telak spot miliknya dan meremas kejantanan Jimin.

"Dihhh sanahhh terusshhh sshhhh"

"Ashhhh holeehhmuuhhh sempithhhh"

"Ahhh fasterhhh terussshhh Kookiehh"

Jungkook terus pada kegiatannya tapi matanya tidak pernah lepas dari istri di bawahnya yang terus mendesahkan namanya dengan nada manja dan sexy di telinga Jungkook dan jangan lupa wajah imut Jimin itu kini berubah memerah penuh nafsu dan keringat yang menetes. Sexy itu yang di pikirkan Jungkook.

"Ahhh akuhhh hampirrhhh"

"Bersamahhhh sayang"

Jungkook mempercepat pompaanya dan remasan pada milik Jimin. Dan Jimin kini meras lubangnya terasa sangat penuh dan Jr Jungkook yang berkedut.

"AHHHHHH" desah keduanya saat cairan cinta mereka sudah keluar.

Jungkook langsung tertidur di samping Jimin dengan nafas terengah-engah dan peluh yang menetes membasahi wajah mereka.

"Haaahhh terimakasih Chim."

Jimin hanya tersenyum dan memeluk tubuh telanjang Jungkook saling berbagi kehangatan mereka terlalu lelah setelah melakukan kegiatan panas di siang hari yang panas. Rasanya AC tidak berlaku bagi mereka saat ini. Dan perlahan ke duanya jatuh ke alam mimpi masing-masing dengan selimut yang menutupi tubuh telanjang mereka.

END