Just can see not to touch

Rated : T nyrempet(?)

Genre : agak-agak sedih gimana gitu bahasa gaulnya Angst Hurt/Comfort

Cast : Hanya ada Jimin dan Namjoon Taehyung nyempil dikit Jin ama Jungkook gw buat cuti dulu ya?

Terinspirasi karna makin maraknya couple NamJim (should they will be real couple) dan gw yang mencoba bertahan dengan Kookmin

NB : baca sambil dengerin lagunya Lee Seung Gi yg Starting Now I Love You sama SS501/ Kim Hyun Joong yang because Im stupid gw rasa lagunya cocok aja hahaha

Etsuko Ai

Suasana masih sangat pagi tapi Jimin sudah bersiap-siap dengan baju-baju yang harus di masukkannya ke dalam beberapa koper. Sementara itu Jungkook terlihat menekuk wajahnya melihat Jimin yang membereskan baju-baju mereka.

"Aku tidak ingin berangkat" ucap Jungkook tiba-tiba

"Wae?" tanya Jimin mendengar keputusan Jungkook

"Karna kau dan Taehyung tidak ikut. Lagipula untuk apa mereka tidak mengijinkan kalian ikut?" tanya Jungkook kesal.

"Hey jangan begitu" Jimin mendekati suaminya dan memeluk erat Jungkook yang masih mendekap kedua tangannnya di dada "Mungkin Eomma dan Appa punya urusan keluarga yang sangat penting"

"Tapi kenapa mereka tidak membiarkan kalian ikut eoh?" Jungkook membalas pelukan Jimin

"Aiisshh...sudahlah mereka mungkin ada maksud lain"

"Tetap saja. Aku merasa khawatir pada kalian" ucap Jungkook lirih dan mengusap sayang rambut Jimin

"Tenanglah, kami bersama Namjoon Hyung kan? Lagipula kalian hanya pergi selama dua minggu"

"Hey kalian ! hentikan acara lovey doveynya oke atau kita akan terlambat"

Jimin langsung melepaskan pelukannya pada Jungkook saat melihat Hyung iparnya sudah berdiri dengan angkuh di depan kamar mereka bersama Taehyung dalam gendongannya.

"Kau mengganggu Hyung" ucap Jungkook kesal

"Mommy apa itu Lovey do..do.. ya itulah" tanya Taehyung

"Itu sama seperti Eomma dan Appa Tae juga Mommy dan Daddy" jawab Jin santai dan meninggalkan tempat Kookmin.

"Ayo ! atau kau akan ketinggalan pesawat"

Jungkook menghela nafas kasar dan dengan berat hati menyeret kopernya keluar dari kamar.

Etsuko Ai

Setelah kepergian Jungkook dan Jin ke negara tempat orang tua mereka untuk urusan bisnis yang Jimin tidak (ingin) tau apa kini dia dan Taehyung harus tinggal untuk sementara di rumah Namjin bersama Namjoon yang memang tidak ikut.

"Jimin-ah aku harus bekerja sekarang kau tidak apakan aku tinggal?" tanya Namjoon setelah mengantar Jimin ke tempat tinggalnya.

"Gwaenchana Hyung. Sebenarnya aku baik-baik saja walaupun hanya berdua dengan Tae"

"Jungkook mengkhawatirkan kalian kau tau?"

"Dia sedikit berlebihan" gumam Jimin

Namjoon terkekeh geli mendengar jawaban Jimin jadi, sebenarnya siapa yang kekanakan di sini. Tanpa sadar Namjoon mengulurkan tangannya dan mengusap sayang rambut Jimin kebiasaan yang sering di lakukan Jungkook. Dan menghasilkan tatapan bingung Jimin melihat perlakuan Namjoon.

"Baiklah aku berangkat dulu. Bye Jim"

"Bye Hyung" jawab Jimin kikuk dan membalas lambaian tangan Namjoon.

Di dalam mobil, Namjoon terlihat tengah merutuki perlakuannya yang tiba-tiba pada Jimin tanpa dia sadari tadi. Tapi sungguh tadi itu hanya sebuah reflek.

"Aaarrrgghhh kau bodoh Kim Namjoon"

Jimin terlihat sedang sibuk memasak di dapur saat ini bersama Taehyung? Tentu tidak karna Jimin memasak dengan tenang. Lalu dimana Taehyung? Bocah kecil itu terlihat sibuk melihat ikan-ikan yang di pelihara oleh Jin dan memandangnya penuh kekaguman. Atau mungkin tatapan lapar bagaiman rasa ikan itu jika di goreng.

"Tae" panggil Jimin

"Ne Eomma" teriak Taehyung dari tempatnya

"Ayo makan siang!" ajak Jimin

"Ani Tae masih ingin melihat ikan" tolak Taehyung

Jimin menghela nafas melihat putranya masih serius melihat ikan-ikan yang berenang di kolam. Percuma di paksa karna bocah itu tidak bisa di paksa dan suka semaunya mengingatkan Jimin pada suaminya.

"Aisshh apa-apaan aku ini dia saja baru pergi beberapa jam" keluh Jimin

Dan dengan terpaksa Jimin menyuapi Taehyung di depan kolam dengan Taehyung yang masih sibuk melihat ikan. Jimin sendiri bingung apa yang di lihat putranya.

"Eomma, Appa kapan pulang?" tanya Taehyung tiba-tiba

"Eh kenapa Tae?" jujur Jimin bingung saat Taehyung menanyakan Appanya.

"Karna Appa tadi naik pesawat. Kalau Appa naik pesawat pulangnya lama" jawab Taehyung polos

"Hmm ani Appa akan cepat pulang kalau urusannya sudah selesai. Tae merindukan Appa?"

Expresi wajah Taehyung tadi yang begitu terlihat sedih kini berubah menjadi wajah dingin Jungkook.

"Ani" jawab Taehyung singkat dan mengalihkan pandangannya dari Jimin "Appa mengganggu dan suka merebut Eomma dari Tae"

Jimin berusaha menahan tawanya mendengar jawaban Taehyung, anak itu ternyata sudah mewarisi ego sang Ayah rupanya. Tapi Jimin tau kalau sebenarnya Taehyung juga tidak ingin terlalu lama berpisah dari sang Ayah.

Etsuko Ai

Namjoon benar-benar buru-buru pulang saat ini mengingat di rumahnya ada Taehyung dan dia merasa bolehkah jika Namjoon menganggap Taehyung adalah putranya dan...

"Tidak biasanya kau buru-buru" tanya salah satu teman Namjoon

"Oh ne aku ada urusan saat ini" jawab Namjoon cepat dan masuk ke dalam mobilnya.

Taehyung sedang bermain di depan rumah Namjin dengan beberapa mainan yang sudah di sediakan Namjin untuk berjaga-jaga jika Taehyung menginap di rumah mereka.

"Daddy?" heran Taehyung

Well kalau dulu Appanya itu suka pulang larut kenapa Daddynya masih sore sudah pulang?

"Hay Tae" sapa Namjoon

Namjoon langsung memeluk Taehyung dan menggendong bocah empat tahun itu masuk ke dalam rumahnya

"Kenapa Daddy sudah pulang?" tanya Taehyung bingung

"Hmm karna Daddy sudah selesai bekerja"

"Ohh begitu"

"Dimana Eomma Tae?"

"Eomma sedang mandi tadi"

"Tae sudah mandi eum?"

"Tentu saja sudah. Daddy bisa cium kalau Tae sudah wangi"

Namjoon terkekeh dan mengangkat tubuh Taehyung tinggi-tinggi menciumi perut dan wajah balita yang menjadi keponakannya.

"Hyung sudah pulang?" tanya Jimin heran melihat Namjoon bermain bersama Taehyung

"Oh Jimin. Ne aku baru saja pulang"

"Hmm aku akan menyiapkan makan malam. Hyung mau mandi akan ku siapkan air hangat"

"Ani, tidak usah Jim. Bagaimana kalau malam ini kita makan di luar?" tawar Namjoon

"Eh tapi Hyung"

"Gwaenchana oke" bujuk Namjoon dan di balas anggukan Jimin

"Daddy aneh" gumam Taehyung setelah melihat Namjoon menghilang di balik pintu

"Aneh kenapa Tae" tanya Jimin heran

"Hanya aneh" jawab Taehyung acuh dan kembali berkutat dengan mainannya meninggalkan Jimin yang menatapnya bingung.

Etsuko Ai

Namjoon memesan sebuah meja di dekat jendela bersama dengan Taehyung yang berada di gendongannya. Well, sebenarnya Jimin tau kalau Namjoon sangat menyukai anak kecil mungkin tidak bisa memiliki keturunan adalah hal yang paling berat untuk Namjoon. Tapi ayolah tidak semua namja di dunia ini seperti Jimin dan Jimin bersyukur walau hanya memiliki Taehyung.

"Kau ingin pesan apa Jim?" tanya Namjoon

"Terserah Hyung"

"Baiklah. Kalau Tae?"

"Tae ingin pesan ice cream yang banyak dan besar"

"Eh? Disini tidak ada ice cream Tae"

"Tidak ada?" tanya Taehyung kecewa dan di balas anggukan Namjoon "Kalau begitu kita cari yang ada ice creamnya saja Daddy"

Namjoon terkekeh mendengar jawaban Taehyung

"Tidak ada ice cream Tae ini sudah malam" jawab Namjoon lembut

"Baiklah terserah Daddy mau pesan apa" jawab Taehyung lemah

"Bagaimana kalau besok kita ke kebun binatang Daddy akan membelikan Taehyung ice cream yang banyak disana"

"Jinjja?" tanya Taehyung antusias

"Hyung tidak usah repot-repot"

"Eh wae Jim?"

"Hm Hyung kan masih harus bekerja besok"

"Gwaenchana aku libur besok"

Jimin hanya diam dan mengangguk melihat wajah antusias dari Namjoon dan Taehyung membahas liburan mereka besok.

Drrrttt...drrtt...drttt...

Jimin menatap layar ponselnya sebuah panggilan dari kelincinya

"Yeoboseyo"

"Kau lama sekali mengangkatnya Chim aku menunggumu sampai karatan" Jimin hanya memutar matanya malas mendengar jawaban hiperbolis dari suaminya

"Ne ne mian. Kau sudah sampai Kookie?"

"Ne aku baru saja sampai aku masih di bandara lebih tepatnya"

Dan setelah itu Jimin bisa mendengar teriakan Jin yang meminta agar Jungkook menutup telfonnya karna bandara yang sangat ramai apalagi antrian di belakang semakin panjang. Sementara Jimin hanya tertawa mendengar omelan yang Jin lontarkan pada Jungkook.

"Baiklah nanti ku telfon lagi Chim monster di sampingku sudah mengomel dari tadi"

"Yack siapa yang kau panggil monster eoh?"

"Tentu saja itu kau Hyung. Baiklah bye Chim saranghae"

Jimin terkekeh mendengar ocehan suami dan Hyung iparnya lalu mematikan ponselnya.

"Siapa Eomma?"

"Oh Appa Tae tadi bilang kalau mereka sudah sampai di bandara baru saja"

"Appa? Kenapa Tae tidak di ajak bicara?" tanya Taehyung kesal dan mempoutkan bibirnya

"Nanti oke? Appa akan menelfon nanti"

"Yaksokhae?"

"Hm"

Namjoon hanya memandang sendu interaksi antara Jimin dan Taehyung tentang Jungkook. Jujur saja Namjoon memnag iri pada keluarga Jungkook. Sesayang-sayangnya Taehyung padanya tentu saja Taehyung lebih memilih bersama Appa kandungnya bukan?

Etsuko Ai

Taehyung menatap penuh kekaguman binatang-binatang di hadapannya setelah acara ngambeknya tadi pagi karna Taehyung pikir kebun binatang itu dekat sedekat pergi ke taman. Abaikan hanya pikiran anak-anak.

"Hyung mianhae"

"Waeyo Jim?" tanya Namjoon bingung

Jimin sebenarnya merasa tidak enak pergi liburan dengan Namjoon apalagi saat ini Namjoon juga sibuk bekerja di industri musik sevagai penulis lagu.

"Gwaencahan, lagi pula aku sudah berjanji pada Taehyung kan?" jawab Namjoon yang mengerti dari raut wajah Jimin. "Ayo kita pergi!"

Namjoon menggandeng tangan Taehyung bersama dengan Jimin. Jimin menatap Namjoon bingung dan di balas Namjoon dengan dimple smilenya.

(puter lagunya Lee Seung Gi biar ada backsoundnya XD)

Mereka bertiga akhirnya berjalan dengan senyuman seperti keluarga bahagia walaupun sebenarnya mereka tidak saling memiliki. Jimin tersenyum melihat Taehyung yang tertawa di gendongan Namjoon melihat hewan di kebun binatang dan ini pertama kalinya Jimin melihat senyum bebas Namjoon seakan bebannya telah hilang.

"Daddy bisa kita naik itu?" tunjuk Taehyung pada hewan besar berbelalai yang kita ketahui adalah nyamuk #itugajahwoy ralat gajah.

"Tae mau naik gajah?"

"Ne Tae mau naik gajah Dad"

"Baiklah Cmon!"

"Eomma juga ayo!" ajak Taehyung yang berada di atas pundak Namjoon

Jimin hanya mengangguk dan mengenggam tangan Taehyung yang terulur ke arahnya. Setelah mengantri tidak lama memang karna ini bukan hari libur dan kebun binatang sedikit lebih sepi daripada hari libur. Namjoon dan Jimin duduk berdampingan dengan Taehyung yang duduk dipangkuan di antara mereka terus berceloteh.

"Eomma kapan-kapan ajak Appa kesini ne?"

"Hm tentu"

Sudah Namjoon katakan kan? Meskipun sudah bersama dengan Namjoon tapi Taehyung tetap mengingat Appanya yang saat ini bersama istrinya.

"Hyung gwaenchana?" tanya Jimin khawatir

"Gwaenchana hanya teringat sesuatu"

"Apa Hyung sudah harus bekerja lagi?"

"Ani. Hanya andai saja aku mengatakannya lebih awal ku rasa penyesalanku tidak akan sedalam ini"

"Maksud Hyung?" tanya Jimin bingung. Apalagi melihat mata Namjoon yang berkaca-kaca membuat Jimin tidak tega melihatnya dan dengan reflek Jimin memeluk Namjoon erat. Namjoon membelalakkan matanya mendapat pelukan hangat dari Jimin.

"Hyung bisa cerita padaku" ucap Jimin lembut

"Gomawo Jimin-ah"

"Daddy Eomma, Tae sesak...tidak bisa bernafas"

Buru-buru Namjoon dan Jimin melepaskan pelukan mereka mendengar keluhan Taehyung. Sepertinya mereka melupakan Taehyung yang berada di antara mereka.

"Mianhae Hyung" lirih Jimin pipinya terasa panas sekarang entahlah tadi itu dia hanya reflek memeluk Namjoon saat melihat raut wajah Hyungnya yang sangat jelas memancarkan kesedihan.

"Gwaenchana"

Etsuko Ai

Namjoon tertegun melihat tukang foto tak di undang seperti di indonesia yang suka memotret orang tanpa izin lalu fotonya mereka jual. Bukan itu saja yang membuat Namjoon kaget tapi tukang foto kurang ajar yang ternyata adalah author ff abal ini memotret adegan dimana dia dan Jimin berpelukan tadi. Tanpa sepengetahuan Jimin, Namjoon membeli foto itu dan langsung menyimpannya.

Selama perjalanan pulang Namjoon terus memperhatikan Jimin dan Taehyung yang tertidur hari ini dia seperti merasakan liburan keluarga yang sesungguhnya sebut saja Namjoon aneh tapi itu yang terjadi.

Perlahan Namjoon menggendong Jimin ke kamar mereka ehm kamar Jimin dan Taehyung lebih tepatnya karna sekali lagi hubungan mereka hanya sebatas saudara ipar bukan?

"Terimakasih untuk hari ini Jimin-ah, aku sangat bahagia hari ini"

Chuu...Namjoon mencium sayang kening Jimin lalu Taehyung dan tersenyum bahagia.

#12harikemudian

Namjoon berada di taman belakang saat ini menatap langit malam dua hari lagi istri dan adik iparnya pulang dan itu berarti Jimin dan Taehyung juga harus pulang bersama Jungkook entah kenapa di lubuk hatinya yang paling dalam Namjoon tidak ingin itu terjadi.

(Lee Seung Gi end di ganti Kim Hyun Joong/SS501 because im stupid serah yang mana sama aja)

"Hyung?"

"Kau belum tidur Jim?" tanya Namjoon heran melihat Jimin datang dengan memakai piama

"Hm aku baru bangun dan melihat Hyung disini. Boleh aku duduk?"

Namjoon hanya mengangguk dan melihat langit malam hatinya terlalu sakit mengingat semuanya.

"Hyung bisa ceritakan padaku"

"Berjanjilah setelah ku ceritakan semuanya ini akan berjalan seperti biasanya"

"Ne aku berjanji"

"Aku mencintai seseorang yang bahkan tidak menyadari perasaanku mungkin aku hanya angin untuknya"

"Tapi Hyung dan Jin Hyung?"

"Kami menikah karna cinta. Tentu saja aku mencintai Jin dia adalah jantungku tapi aku mencintai orang yang ku anggap adalah oxygen untukku. Mereka sama pentingnya karna aku tidak mungkin hidup tanpa keduanya. Kau ingin tau siapa dia?"

Jimin mengangguk ragu setelah melihat sorot mata Namjoon yang kosong dan putus asa.

"Orang itu kini berdiri di hadapanku dialah oxygen ku"

"MWO?" teriak Jimin shock saat tiba-tiba Namjoon menggenggam tangannya erat dan mencium sekilas bibir Jimin sekilas memang tapi membuat Jimin terkejut.

"Mian baru mengatakannya. Aku memang bodoh aku tau kau milik adik iparku apalagi kalian telah memiliki seorang putra tapi aku tidak boleh egois dengan mengorbankan kalian semua hanya karena perasaanku. Aku sudah lama memiliki perasaan ini saat Jungkook pertama kali mengenalkanmu pada kami"

"Itu sudah lama Hyung"

"Aku tau. Tapi di lain sisi aku juga tidak mungkin menghianati Jin bukan?"

"Hyung ini salah, Hyung seharusnya tidak memiliki perasaan ini" lirih Jimin

"Aku iri Jimin-ah aku iri melihat keluarga kalian kadang aku berpikir kenapa aku tidak bertemu denganmu lebih dulu"

Jimin bisa melihat air mata Namjoon dan nada perih di tiap ucapannya

"Kau Jungkook dan Taehyung kalian terlihat sangat bahagia kadang aku berpikir apa kau tidak tau kalau aku menatapmu cemburu bagaimana Jungkook menyentuh dan memperlakukanmu. Aku tau aku terlambat"

"Ne Hyung sudah terlambat. Karna di hatiku hanya ada Jungkook saat ini meskipun aku dan Hyung bertemu lebih dulu dari Jungkook aku juga tidak yakin bisa mencintai Hyung seperti aku mencintai Jungkook. Jika Hyung iri hanya karna kami memiliki Taehyung sebenarnya Hyung juga harus tau. Jika Hyung hanya ingin menikahiku karna keturunan Hyung sangat terlambat. Karna Taehyung adalah putra pertama dan terakhirku aku bukan yeoja Hyung aku Namja"

"ANI BUKAN ITU YANG KUMAKSUD JEON JIMIN APA KAU TIDAK MENGERTI?" teriak Namjoon emosi "Meskipun kau tidak memiliki keturunanpun aku tetap mencintaimu" ucap Namjoon melembut.

"Hyung, aku oxygen bagi Hyungkan?" tanya Jimin lembut dan di balas anggukan Namjoon

"Jin Hyung adalah jantung Hyung kan? Jantung itu bisa Hyung miliki secara pribadi tapi oxygen? Meskipun Hyung bisa merasakannya tapi itu bukan milik Hyung. Maka dari itu oxygen itu bisa pergi"

Jimin berdiri dan menatap Namjoon dengan sebuah senyuman manis.

"Aku yakin Hyung saat ini sangat mencintai Jin Hyung. Aku bisa menghilang dari hati Hyung karna sebenarnya pemilik hati Hyung hanya Jin Hyung dan aku sendiri juga terlalu mencintai Jungkook"

Jimin kembali tersenyum manis dan kembali ke kamarnya tidur memeluk putranya. Meninggalkan Namjoon yang meneteskan air matanya

"Kau salah Jim, aku sudah mencobanya tapi bahkan sampai saat ini aku juga masih mencintaimu. Apa itu salah?"

Etsuko Ai

NamJin side

Namjoon masih terdiam memandang langit malam setelah percakapannya dengan Jimin tadi. Jimin benar mereka sudah berkeluarga apalagi di mata seorang Jimin dia hanya seonggok debu di samping berlian jadi Jimin tidak akan melihatnya.

"Ini sudah malam kenapa masih di luar?"

Namjoon menatap Shock seseorang yang berdiri di belakangnya dengan senyuman manis dan tanpa aba-aba Namjoon langsung memeluk tubuh Jin.

"Aku merindukanmu" lirih Namjoon

"Hey kenapa tiba-tiba kau jadi cengeng eoh? Kita hanya tidak bertemu duabelas hari" ucap Jin heran mendengar isakan Namjoon

"Aku sangat merindukanmu"

"Aku juga Kim Namjoon" balas Jin

"Mianhae Jin-ah aku tau ini salah mian aku menyimpan orang lain di hatiku"

KookMin side

Jungkook membuka perlahan pintu kamar Jimin dan Taehyung dan melihat dua malaikatnya tertidur pulas. Jungkook membelai lembut rambut hitam Jimin perlahan senyuman manis terukir di bibir Jungkook melihat Taehyung dan Jimin yang tertidur pulas dan saling berpelukan. Jungkook lalu mengambil posisi tidur memeluk Jimin dari belakang.

"Aku mencintaimu. Kurasa aku terlalu khawatir meninggalkanmu dengan Namjoon Hyung atau mungkin aku terlalu takut kehilanganmu? Entahlah aku terlalu mencintaimu" Jungkook perlahan menutup matanya dan tertidur sambil memeluk Jimin.

END

SCENE BONUS :

Jimin menggeliat saat merasakan sebuah pelukan di pinggangnya sebenarnya Jimin takut kalau misalnya tangan kekar yang saat ini memeluk pinggangnya adalah tangan kakak iparnya. Jimin takut memang setelah kejadian semalam saat Namjoon tiba-tiba menciumnya dia merasa bersalah pada Jungkook dan bodohnya tadi malam Jimin tidak mengunci pintu kamarnya. Perlahan Jimin menolehkan kepalanya memastikan siapa yang memeluk tubuhnya.

"AARRRGGGHHHTTT"

BRUUKKK

Reflek Jimin menendang tubuh Jungkook. Jimin kaget tentu saja saat bangun tiba-tiba ada seseorang ehm suami sebenarnya yang memeluknya.

"Awww...ini sakit Chim" protes Jungkook sambil mengusap kepalanya yang berdenyut nyeri dan pantatnya juga sebenarnya.

"Mian...mian Kookie aku terlalu kaget tadi mian mian ne?"

Jungkook menatap iba Jimin yang menundukkan kepalanya di depan Jungkook penuh rasa bersalah.

"Gwaenchana Chim tapi,ini sakit"

"Eh mana yang sakit?"

Chuuu...

Jimin terdiam saat tiba-tiba Jungkook menarik tengkuknya dan mencium bibirnya hanya mencium tidak ada hisapan.

"Apa yang..."

Namjin terdiam di depan pintu kamar Kookmin melihat adegan yang di lakukan adiknya dan sepertinya tidak menyadari kehadiran mereka. Sebenarnya mereka datang saat mendengar teriakan Jimin dan bunyi benda jatuh tadi.

"Ayo kita pergi Jin-ah !" ajak Namjoon

"Ne kurasa kita hanya akan menganggu kegiatan mereka"

Setelah kepergian Namjin Jungkook melepaskan ciumannya dan memandang wajah Jimin yang memerah seperti tomat.

"Aku harus mandi" Jimin buru-buru pergi dari hadapan Jungkook dan pergi menuju kamar mandi. Jungkook tau tadi ada Hyungnya dan Jungkook tau jika Namjoon menyimpan rasa pada Jimin. Insting laki-laki manly itu selalu tepat sasaran

"Dia milikku Hyung hanya milikku" batin Jungkook.

FIN

Wew panjang gila sebenernya selain NamJim juga ada JinMin tapi iya masa si Jimin ama Hyungnya Jungkook jadi pake Namjoon aja. Thanx yang udah mau repiew nih cerita abal mian ne nggak bisa bales satu-satu tapi beneran deh gw baca repiew kalian dan Thanx reviewnya. Semoga nggak bosan dengan cerita dan Author abal ini ya? Kamsahamnida #bowwithkookminta