Saying I Love You

Genre : Angst Hurt

Cast : KookMinTae feat Yoongi

Chap : 2/

NB : Karna ini lagu korea maunya liriknya korea aja tapi entar kalo artinya nggak tau feelnya kayak kurang aja jadi saya buat dua bahasa eng trans sama koreanya (tulisannya di bold cetak miring) dan disini lagunya mode pengulangan

Soundtrack : Soyu – OST PLAYFULL KISS

Etsuko Ai

Jauh di dalam hati Jungkook sejujurnya Jungkook masih menginginkan sosok wanita yang saat ini di sampingnya mereka sedang berbelanja bersama bagaimana bisa? Baiklah Jungkook tadi bertemu Yoongi lagi dan karna jadwal Jungkook kosong dia menerima tawaran Yoongi.

Terlihat serasi bukan? Memang sangat terlihat serasi sampai kalian bisa mendengar retakan hati seseorang di balik sebuah rak. Namja berambut hitam itu terus menatap interaksi antara suaminya dan wanita yang dia ingat bersama suaminya di cafe beberapa hari yang lalu. Jimin bukan namja jahat dan dia tau diri dan tempat untuk tiba-tiba berteriak di depan umum seperti di hutan belantara atau tiba-tiba datang dan menampar wajah suami dan wanita itu. Anggap saja Jimin bodoh karna membiarkan wanita lain bersama suaminya.

"Eomma?" panggil Taehyung khawatir

"Ne, Tae?" Jimin berusaha menahan air matanya yang siap jatuh kapan saja apalagi di depan Taehyung

"Eomma sakit?"

"Ani Tae, ayo kita belanja lagi!" Jimin mendorong trolley belanja yang di dalamnya Taehyung menatap Jimin khawatir baiklah meskipun Taehyung sendiri tidak tau apa yang membuat Eommanya menangis.

#Yoongiside

Oneuldo meonghani haneulman boda Ne eolgreul gomanhi geuryeo bwasseo

(Again today I looked up into the sky I tried to draw your face slowly)

Ne ipsul ne nundongjakkaji da sarang seureowo oneulttara deo

(Your lips your eyes are so lovely today, everything looks lovely today)

Yoongi menatap bintang di langit malam dengan sebuah senyuman tulus dan terlihat dia sangat bahagia hari ini. Jungkook, seseorang yang seharusnya menjadi masa lalunya dan bolehkah Yoongi berharap Jungkook juga yang akan menjadi masa depannya. Makan malam bersama Jungkook dan entah kenapa Yoongi merasa kini telah menjadi istri seorang Jeon Jungkook. Walaupun Yoongi tau Jungkook adalah milik orang lain seseorang yang sah menjadi istri seorang Jeon Jungkook.

"Aku mencintainya. Dan akan ku lakukan apapu untuk mendapatkannya" lirih Yoongi

#KookMin side

Jimin tertidur di meja makan membuat Jungkook merasa bersalah apalagi di tambah makanan yang di buat Jimin. Bagaimana mungkin Jungkook menghabiskan seharian penuh bersama wanita lain sementara istri dan putranya menunggu di rumah? Jungkook menyibakkan rambut Jimin yang menutupi wajah cantik istrinya.

"Chim..." panggil Jungkook sambil mambelai surai halus Jimin

"Eunghhhh...Kookie" erang Jimin dan mengucek matanya membuat Jungkook tersenyum melihat tingkah imut istrinya.

"Kookie sudah makan kan? Akan ku bereskan meja makannya"

Jimin tidak perlu bertanya seperti biasanya dia terlalu bodoh untuk menunggu Jungkook semalaman. Jungkook sendiri bingung melihat Jimin yang tiba-tiba membereskan meja makannya tanpa bertanya pada Jungkook seperti biasanya.

"Chim aku belum makan malam"

"Eh, benarkah?" tanya Jimin ragu dan meletakkan kembali makanannya di meja makan. "Akan ku panaskan kalau begitu"

"Ani, temani aku saja itu cukup"

Jungkook sudah makan malam tadi di rumah Yoongi tapi melihat raut wajah Jimin tadi membuat rasa bersalah Jungkook semakin meningkat.

"Kookie bisa berhenti kalau memang Kookie sudah kenyang. Kookie tidak perlu memaksanya" ucap Jimin lirih

"Ani Chim aku lapar"

Jimin bingung Jimin ingin menangis Jimin ingin berteriak kenapa Jungkook senang sekali memainkan perasaannya. Jimin tau dan sadar pada akhirnya juga Jungkook membutuhkan sosok wanita dalam hidupnya dan Jimin seharusnya juga sudah siap dengan semuanya. Tapi entah kenapa rasanya masih sangat sakit seperti ini.

Etsuko Ai

Ini ketiga kalinya dan di lakukan tepat depan mata Jimin dan Jimin rasa ini semuanya sudah cukup menjadi bukti dan alasan untuk Jimin untuk apa dia bertahan saat ini? Semuanya akan berakhir pada waktunya bukan?

"Ahjussi Kim ayo kita pulang!" pinta Jimin lirih menahan perih yang terasa menggerogoti hatinya

"Baiklah nyonya Jeon"

Jimin tersenyum miris dengan panggilan yang di berikan supir pribadinya "Dan itu akan berakhir malam ini Ahjussi" lirih Jimin

Jungkook mendorong sedikit kasar Yoongi yang tiba-tiba menciumnya di depan umum apalagi ini di depan para pegawainya.

"APA YANG KAU LAKUKAN NOONA" teriak Jungkook emosi

"Mian Jungkook-ah aku terlalu merindukanmu" lirih Yoongi sedikit ketakutan dia tidak pernah menyangka Jungkook akan berteriak di hadapannya

"Mian Noona aku sudah memiliki orang lain dan lupakanlah semuanya bukankan Noona dulu yang meninggalkanku?"

"Aku...aku..."

Jungkook hanya memandang Yoongi tajam dan langsung pergi meninggalkan Yoongi

Ije ijeoyaji aereul sseobwoda ijen an bwayaji dajimhaebwado

(I tell myself that I need to forget you I keep telling myself that I cant see you anymore)

Naegen ajik neoppuniya dareun saram andwae

(But youre the only one for me it cant be anyone else)

Jimin memasukkan beberapa bajunya ke dalam sebuah koper besar bukankah Jimin sudah menyerah saat ini? Dan jawabannya memang iya Jungkook itu masih membutuhkan wanita dan sayangnya Jimin bukan wanita.

"Tae ingin ikut Eomma atau Appa?" tanya Jimin lembut

"Tentu Tae ingin bersama Appa dan Eomma"

Jimin terdiam memikirkan ucapan Taehyung tapi sayangnya tekad Jimin sudah bulat

"Kalau begitu Tae ikut Appa saja ne?"

"Mwo? Ani Tae mau bersama Eomma" rengek Taehyung yang memeluk lengan Jimin erat

"Ne, Tae ikut Eomma tapi Tae jangan nakal ne?"

Taehyung hanya mengangguk dan menampilkan senyumnya yang hampir mirip dengan Appanya. Jimin menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan mulai membereskan beberapa pakaian Taehyung.

Etsuko Ai

Jungkook sengaja pulang ke rumah lebih awal agar bisa bertemu dengan keluarganya tapi sayangnya yang Jungkook cari tidak ada di rumah hanya sebuah surat di ranjang Taehyung di samping sebuah map lengkap dengan tanda tangan Jimin. Dan dengan perasaan hancur Jungkook berlari keluar dari rumahnya mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan menuju tempatnya dan Jimin dulu.

Sementara itu Jimin terlihat membersihkan sebuah apartemen sederhana yang dia sewa denga uang tabungannya. Jimin akan mencari pekerjaan besok dan akan menitipkan Taehyung di tempat penitipan anak. Taehyung sendiri sedang bermain dengan beberapa mainan yang di bawa Jimin.

"Eomma kenapa kita disini?"

"Karna Appa sedang sibuk dengan urusannya Tae" jawab Jimin acuh dan meneruskan pekerjaannya

"Lalu kenapa tidak kerumah Mommy dan Daddy, Eomma?"

"Mereka juga sedang sibuk dan untuk sementara kita tinggal di sini ne?"

"Appa akan pulang kan Eomma? Appa akan menjemput kita kan Eomma?"

Jimin terdiam dia tidak tau apa yang harus di katakannya lagi, Jimin tidak ingin Taehyung tau kalau dia dan Jungkook akan bercerai setelah surat yang di tinggalkan Jimin di tanda tangani oleh Jungkook.

"Ne, dia akan menjemput Tae" karna bagaimanapun Tae adalah putranya walaupun kami sudah berpisah. Batin Jimin.

"Tae akan bermain lagi dengan Appa" ucap Taehyung senang dan melanjutkan permainannya, berbeda denga Jimin yang menatap sendu Taehyung.

Namjoon dan Jin sudah lelah sungguh setelah berhari-hari membantu Jungkook mencari Jimin dan Taehyung di seluruh Busan bahkan Jin sudah bertanya pada orang tua Jimin dengan alasan Jungkook dan Jimin tidak ada di rumah dan tidak bisa di hubungi tapi tetap saja hasilnya nihil. Apalagi Jin sudah lelah melihat kelakuan Jungkook yang minum-minum sejak di tinggal Jimin dan Taehyung. Dan adiknya yang kini semakin berantakan

"BERHENTI MINUM JEON!" teriak Jin frustasi melihat kelakuan adiknya.

Jin merebut botol minuman Jungkook dan membuangnya ke tempat sampah

"Jika kau terus seperti ini Jimin dan Taehyung tidak akan kembali" ucap Namjoon

"Dia akan kembalik hik Hyung hik. Jimin benci hik minuman hik dia melarangku hik minum hik tapi dia pergi hik jadi biarkan hik aku minum sepuasnya"

PLAAKK...

Namjoon terdiam melihat bagaimana istrinya itu menampar ganas pipi adiknya.

"BERHENTI BERTINDAK BODOH JEON ! JIMIN TIDAK AKAN KEMBALI KALAU KAU SEPERTI INI DIA SEMAKIN KECEWA PADAMU DENGAN KELAKUANMU. MUNGKIN JIKA DIA DI SINI DIA AKAN MENGHAJARMU DAN MEMBIARKANMU TIDUR DI TERAS RUMAH" teriak Jin emosi

Etsuko Ai

Jungkook menangis di pelukan Jin dia bodoh memang dan Jimin membuatnya terlihat semakin bodoh dengan cara meninggalkannya bersama putra mereka.

"Aku merindukannya Hyung. Aku mencintainya Hyung lalu kenapa dia pergi Hyung?"

Jin menangis dalam diamnya melihat adiknya hancur seperti ini di tambah pencarian yang sia-sia

"Hyung yakin kalian akan bertemu lagi"

Ireon nae maeneul ije arajullae? Saranghandago malhalkka?

(will you now accept my heart? Should I tell you that I love you?)

Maeil neoman baraboneun nae mameul alkka? Naegen neo hanaman isseojumyeon

(Do you know how I feel when I look at you everyday? If you stay by my side)

Amugeotteo nan ije weonhaji anha

(I dont want anything else)

Yoongi tersenyum dari kejauhan melihat Jungkook yang sudah kembali ke kantornya beberapa hari ini Yoongi mengikuti Jungkook yang entah pergi kemana seperti tanpa tujuan dan sekarang Yoongi ingin mengatakan semuanya dia tau kalau ini terlambat tapi,daripada tidak sama sekali.

"Noona?" tanya Jungkook heran melihat Yoongi muncul di kantornya

"Bisa kita bicara Jungkook-ah"

Jungkook hanya mengangguk dan mengikuti Yoongi ke cafe dulu mereka pertama bertemu.

"Jadi, Noona ingin bicara apa?" tanya Jungkook memecah keheningan

"Aku tau dulu aku sangat bodoh meninggalkanmu Jungkook-ah dan kini aku menyesal apalagi saat ini kau bersama orang lain. Tapi apakah masih ada tempat untukku di hatimu Jungkook-ah aku masih sangat mencintaimu" Yoongi menggenggam erat tangan Jungkook dan menatap mata Jungkook penuh harap

"Noona sebenarnya aku juga..."

TekananBatinCinta

TeBeCe