Saying I Love You

Genre : Hurt

Cast : KookMinTae feat Yoongi

Chap : 3/4

Soundtrack : Soyu – OST PLAYFULL KISS

Preview episode sebelumnya :

"Aku tau dulu aku sangat bodoh meninggalkanmu Jungkook-ah dan kini aku menyesal apalagi saat ini kau bersama orang lain. Tapi apakah masih ada tempat untukku di hatimu Jungkook-ah aku masih sangat mencintaimu" Yoongi menggenggam erat tangan Jungkook dan menatap mata Jungkook penuh harap

"Noona sebenarnya aku juga..."

Etsuko Ai

"Noona sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama seperti Noona"

"Jinjja?" tanya Yoongi tidak percaya

"Ne Noona dan sayangnya itu dulu jauh sebelum aku bertemu istriku"

Jungkook melepaskan genggaman tangan Yoongi dan meninggalkan Yoongi yang terdiam melihat Jungkook yang baru saja menolaknya dan pergi meninggalkannya begitu saja.

Ne gyeotheman isseo jullae neoge dalaga bulkka?

(Will you just please stay by my side? Should I try to run to you?)

Ijen ne maemeul algo shipeo nan geugeo hanamyeon dwae

(Now I want to know the way you feel about me thats the only thing I need)

Nega eobneun haruneun sangsangal sudo eobseo

(I cant imagine a day without you)

Ireon nae mameul badajullae

(Will you accept the way I feel about you)

Jimin menangis di samping Taehyung melihat putranya sakit itu hal yang biasa bukan? Yang membuat Jimin menangis adalah bagaimana di alam bawah sadar Taehyung putranya terus memanggil Appanya dan mengatakan kalau Taehyung benar-benar merindukan Appanya.

"Mianhae Tae, maafkan Eomma" Jimin mencium pipi Taehyung yang memerah karena demam Jimin terus memeluk tubuh panas Taehyung.

Mungkin ini karena untuk pertama kalinya Taehyung tidak bertemu Jungkook lebih dari sebulan sejak Taehyung bersama Jimin meninggalkan rumah mereka di Seoul dan memilih pergi ke Daegu karna Jimin pikir jika dia ke Busan Jungkook akan lebih cepat menemukan mereka.

Malam ini Jungkook terjaga di tengah malam seperti biasanya tapi entah kenapa saat ini perasaannya sangat gelisah dan dia terus terbayang wajah Taehyung. Merindukannya ? itu sudah pasti mereka berpisah sebulan lebih dan itu semua karena kebodohan Jungkook sendiri dan Jungkook mengutuk obsesinya pada kakak tingkatnya.

Sekarang dia sendirian tanpa Jimin tanpa tawa Taehyung dan tanpa kehadiran keluarganya yang dulu setia menunggunya kenapa Jungkook dulu begitu bodoh menyia-nyiakan Jimin dan menyimpan nama lain di hatinya. Kalian bisa mengatakan kalau saat ini Jungkook benar-benar berantakan tanpa Jimin tanpa Taehyung tanpa terasa air mata yang sejak tadi di tahan oleh Jungkook menetes begitu saja.

"Appa merindukan kalian" lirih Jungkook sambil terus menatap langit malam

Etsuko Ai

Jimin tersenyum bahagia dan berjalan mengendap-endap tidak ingin membangunkan putranya. Taehyung masih tertidur dengan wajah yang memerah karna demamnya yang memang belum turun.

"Tae" panggil Jimin lembut

"Eomma" erang Taehyung dan berusaha bangun dari tempat tidurnya

"Tae merindukan Appa kan?"

"DIMANA APPA EOMMA?" tanya Taehyung antusias

"Appa belum bisa pulang Tae tapi..."

Wajah Taehyung yang tadinya tertunduk lesu kini berubah menjadi begitu bahagia melihat sesuatu yang di bawa oleh Jimin.

"Ini hadiah dari Appa"

"Gomawo Eomma"

Jimin hanya mengangguk bahagia melihat Taehyung yang begitu antusias dengan boneka singa yang di belinya tadi. Tentu saja itu bukan dari Jungkook, Jimin yang membelinya tadi dan berbohong pada Taehyung. Dan sekarang bagaimana Jimin bisa melihat senyuman Taehyung lagi.

Jungkook menatap keluar kaca kantornya melihat bagaimana macetnya jalanan kota Seoul dan bagimana pantulan dirinya di depan cermin. Wajar Jungkook terlihat berantakan kini tidak ada lagi yang merawatnya tidak ada yang menyambutnya saat dia pulang dan terlebih lagi tidak ada lagi yang menunggunya pulang.

"Jungkook-ah hari ini persiapkan dirimu kau harus pergi ke Daegu saat ini juga!" perintah Jin yang tiba-tiba masuk ke kantor Jungkook

"Eh apa Hyung?" tanya Jungkook bingung

"Pergilah ke Daegu sekarang!"

"Wae?"

"Tentu karna kau ada rapat di sana dan aku ada acara malam ini"

"Baiklah"

Jin menghela nafas kasar melihat bagaimana keadaan adiknya saat ini Jungkook yang sekarang berbeda. Jika dulu Jungkook selalu menolak rapat di luar kota berbeda saat ini walaupun di luar negri pun akan Jungkook tempuh.

#Jin's Side

Jin mengetuk-ngetukkan jarinya di meja cafe menunggu seseorang sebenarnya menunggu juga bukan gayanya tapi mau bagaimana lagi Jin sudah lelah dengan segala macam tingkah Jungkook yang membuatnya ingin menyeret dua adik bodohnya itu ke jurang. Kadang Jin berfikir bagaimana bisa Taehyung memiliki orang tua yang kekanakan seperti Kookmin

"Jin Oppa, mian aku terlambat"

Jin mendongak untuk melihat seorang gadis yang memang di tunggunya sejak tadi

"Ne aku tau kau pasti sangat sibuk Yoongi-ssi"

"Hm, jadi Oppa ingin membicarakan apa?"

"Aku tidak ingin berbasa-basi jadi jauhi Jungkook!" ucap Jin tajam dan penuh penekanan

"Mwo? Mak..sud Oppa apa?"

"Oh ayolah Yoongi-ssi aku juga tau hubunganmu dulu bersama adikku. Tapi ingat ! kau yang meninggalkannya Yoongi-ssi. Jadi ku harap kau menyerah dengan baik-baik" ucap Jin dingin dan pergi meninggalkan Yoongi yang terdiam di meja cafe.

#Jungkook's Side

Jungkook memakan ice creamnya dengan tidak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin Hyungnya sendiri tega membohonginya dengan memberi alamat palsu dan dia yang berakhir duduk di taman kota menjadi tontonan gratis para pejalan kaki. Sudah dikatakan kalau Jungkook memang punya pesona sendiri. Mata Jungkook membulat tidak percaya melihat sekumpulan anak laki-laki yang bermain dengan bonekanya.

"Tae sekarang suka main boneka?" tanya seorang namja seumuran Taehyung berambut coklat

"Ne, karna ini hadiah dari Appa"

"Tae mirip Byungie sekarang"

Sementara anak yang di panggil Byungie aka Byunghun menoleh ke arah Hyung kembarnya

"Byungie suka rillakkuma daripada Channie Hyung suka hello kitty"

"Tapi kan Hyung tidak pernah membawanya weee..."

Taehyung hanya tertawa melihat bagaimana dua saudara itu terus bertengkar

"Tae"

Taehyung menoleh mendengar suara seseorang yang cukup dia hafal

"Appa"

Taehyung langsung berlari ke arah Jungkook yang sekarang berjongkok di depannya. Well Jungkook sebenarnya juga tidak tau kalau Taehyung berada di sini dan itu berarti

"Tae dimana Eomma?"

"Eomma bekerja Appa. Appa ingin bertemu Eomma?"

Jungkook hanya mengangguk dan mengikuti petunjuk Taehyung menemui istrinya

Etsuko Ai

Hamkkehaetdeon nareul gieokhaebwado Jinan chueokdeureul dwisaegyebwado

(I try to remember everything that you did to me in the past)

Naegen neo hanappuniya dareum sarangeun sirheo

(You do just for me, I dont want another Love)

Neoman gidarineun nal anajullae

(I'm just waiting for you, will you hug me?)

Saranghandago malhalkka?

(Should I tell you that I love you?)

Maeil neoman baraboneun nae mameul alkka?

(Do you know how I feel when I look at you everyday?)

Naegen neo hanaman isseojumyeon amugeotteo nan ije weonhaji anha

(If you stay by my side I dont want anything else)

Jimin terdiam di meja kasir sedikit merasa bersalah karena membohongi Taehyung tentang Jungkook. Tapi melihat tadi pagi putranya kembali seperti Taehyung yang dulu membuat Jimin sedikit lega. Hanya karena sebuah boneka dan Jimin berbohong bahwa itu dari Jungkook.

"EOMMA"

"Tae?" heran Jimin saat Taehyung menyusulnya ke tempatnya bekerja "Ada apa Tae?" tanya Jimin bingung

"Ada yang mencari Eomma"

"Nugu?"

"Molla, Eomma di tunggu di luar. Kajja Eomma!"

Jimin hanya menurut saat Taehyung menarik tangannya keluar dari cafe menemui seseorang yang Jimin juga tidak tau siapa.

Sementara dari luar Jungkook hanya melihat interaksi antara putra dan istrinya. Sebenarnya juga Jungkook mengutuk perbuatannya apalagi melihat wajah kelelahan Jimin. Kalau boleh jujur Jungkook hanya mengijinkan Jimin memasak dan merawat Taehyung sisanya dia berikan pada maid yang di sewanya. Jungkook terlalu mencintai Jimin sebenarnya.

"Dimana Tae?" tanya Jimin heran saat mereka sampai di luar cafe dan tidak ada siapapun di luar cafe

"Tapi Eomma tadi disini" elak Taehyung

"Mungkin memang..."

"Chim"

Jimin terdiam mendengar suara itu Jimin berharap ini sebuah mimpi tapi sayangnya ini bukan mimpi karna sosok itu berdiri dengan jelas di hadapannya. Suami atau ehm mantan suaminya dengan kemeja putih dan gaya rambut acak-acakan dan wajah berantakan.

"Jung..kook" lirih Jimin

Greepppp

Jungkook memeluk erat tubuh Jimin sementara Jimin hanya terdiam sambil menggenggam erat tangan mungil Taehyung

"Mianhae...mianhae jeongmal mianhe..."

Jimin hanya menatap lurus dan kosong tanpa ada niat untuk membalas pelukan Jungkook. Suara isakan Jungkook bisa Jimin dengar dengan jelas dan bahunya yang mulai terasa basah.

"Eomma..."

Jimin melihat Taehyung yang menatapnya bingung. Tentu Taehyung bingung karena Taehyung tidak tau tentang masalah Jimin dan Jungkook. Jimin tersenyum samar dan membalas

pelukan Jungkook dengan kaku. Jungkook tau itu Jungkook sadar kalau Jimin marah padanya Jimin boleh marah pada Jungkook karena memang sepenuhnya ini salah Jungkook. Mengabaikan tangisan seseorang di balik sebuah kaca mobil melihat bagaimana cara Jungkook menangis dan memeluk Jimin dan dia sadar ini memang salahnya sejak awal memang dia yang bersalah.

TekananBatinCinta

TeBeCe