FOR YOU
Genre : Romance (maksa)
Rated : T+++
PiBesDey
buat abang gw tercinta (setelah abang asli gw) si Park Jimin semoga makin langeng sama abang ipar
Semoga pipel yg sering ngebully abang gw berkurang (?) dan bang lu nggak bantet Cuma mungil aja sama kek gw #ngelesajalutong
WARN : SORRY TYPO(s) GW NULISNYA SAMBIL DENGERIN LAGU SEPERTI JUDUL PUNYA BITIES. BAGI YANG JONES JANGAN DI BIKIN BAPER SOALNYA GW JUGA UDAH BAPERPLAI NULISNYA. AND LAST SORRY FOR TYPO (S)
Etsuko Ai
#DayH-7 before Jimin's Birthday
Jungkook menatap langit biru kota Seoul dari dalam ruangannya sangat jelas terlihat kalau saat ini Jungkook sedang bingung entah memikirkan apa?. Perlahan Jungkook memandang foto keluarganya dan membuat sebuah senyuman di bibir Jungkook. Jungkook menghela nafas kasar dan berjalan keluar dari ruangannya dan berjalan-jalan di sekitar kantor mungkin akan memberikannya sedikit inspirasi.
Sebenarnya Jungkook tidak ingin melihat bagaimana karyawannya bekerja karena sebenarnya Jungkook termasuk golongan orang malas. Jimin sudah sering mengatakannya bukan?
"Aku mengajak istriku dinner berdua di bawah sinar bulan sebagai hadiah ulang tahunnya"
Niat awal Jungkook untuk pergi segera dia urungkan saat mendengar salah satu karyawannya berkata tentang makan malam dan ulang tahun sang istri. Mungkin saja Jungkook langsung memiliki ide untuk membuat kejutan di hari ulang tahun istrinya nanti.
"Jinjja? Pasti dia sangat bahagia?"
"Ne aku bahkan masih mengingat senyum cantiknya"
Makan malam romantis rupanya saat Jungkook sudah mengetahui arah pembicaraan pegawainya. Jungkook rasanya memiliki ide untuk melakukan hal yang sama. Tapi... Jungkook kembali terdiam saat dia mengingat sesuatu. Romantis? Rasanya itu bukan gaya Jungkook karena dia memang bukan orang romantis cuek dan mesum sih iya #digeplakJungkook.
Jungkook mengacak rambutnya frustasi rasanya dia harus menonton drama romantis setelah ini tapi ayolah Jungkook saja selalu tertidur jika melihat drama #gwbanget. Apa dia harus mengajak Jimin ke pulau pribadi seperti Gu Jun Pyo #benernggaktulisannya atau seromantis Baek Seungho atau mungkin Lee Hongki Kim soo Hyun Ji Chang Wook atau Lee Jongsuk Kim Woobin bahkan sampai Choi Siwon?. Oh Jungkook tidak memiliki sisi romantis seperti mereka.
Jadi yang sekarang bisa Jungkook lakukan hanya diam dan memandang laptopnya di ruang kerja dengan pandangan kosong karena Jungkook sadar rasanya dia selama ini menjadi suami Jimin belum pernah memberikan sesuatu yang berkesan untuk Jimin.
Etsuko Ai
Jimin terus memandang keluar dari jendela kamar Taehyung yang langsung menuju halaman depan rumah mereka. Ini sudah tengah malam bahkan Jungkook belum pulang dari tadi Jimin mencoba menghubungi Jungkook tapi selalu sibuk dan sepertinya Jungkook tidak membalas semua pesan-pesannya. Akhirnya Jimin menyerah dengan rasa kantuknya dan tertidur bersama Taehyung.
AM
Jungkook melepas asal sepatunya rumahnya sudah terlihat sepi dan Jungkoo yakin Jimin pasti sudah tertidur di kamar Taehyung. Btw, Jungkook sudah hafal tingkah Jimin yang memang tidak suka sendirian bahkan dulu sebelum ada Taehyung Jimin suka tidur di depan televisi yang menyala dengan volume keras.
Ini sudah dini hari tapi Jungkook masih setia berada di ruang kerjanya bergelut mesra dengan laptopnya yang masih menyala.
"Kookie..." Jimin sedikit membuka ruang kerja Jungkook saat melihat lampu ruang kerjanya menyala
"Ne Chim" balas Jungkook tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptopnya
"Apa yang kau kerjakan?" tanya Jimin sambil sedikit mengintip laptop Jungkook
"Ani..." jawab Jungkook cepat dan sedikit menutup laptopnya dari pandangan Jimin. Membuat Jimin menatapnya penuh tanda tanya.
"Ini sudah hampir pagi Kookie ayo istirahat!" ajak Jimin
Jungkook melihat jam dinding yang terpasang di ruangannya pukul tiga sudah hampir pagi. Akhirnya Jungkook mengalah dan mengikuti ajakan Jimin menuju kamar mereka.
#MORNING
Jimin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jungkook ini sudah ke lima kalinya dan sebentar lagi menuju ke enam kalinya Jimin membangunkan Jungkook. Lihat saja kelinci tidurnya yang masih terlihat sangat nyaman berbaring di bawah selimutnya.
"Kookie ini sudah jam sembilan" Jimin masih mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Jungkook
"MWO JAM SEMBILAN?"
Sreett...
Jungkook melempar asal selimut yang di pakainya dan menuju kamar mandi sementara Jimin hanya menggeleng maklum melihat kelakuan suaminya.
"Chim aku berangkat !"
Chuuu...
Jungkook mencium pipi Jimin sekilas lalu mencium pipi Taehyung yang langsung mendapat hadiah lemparan mobil mainan Taehyung karena mengangetkannya yang sedang bermain.
#Day H-6 (office)
Oke sekarang Jungkook menelan ludahnya kasar melihat sang ayah tercinta sudah duduk di kursinya dengan gaya angkuhnya dan Jungkook tau ayahnya berada di mood yang kurang baik
"Kau terlambat sajangnim" ucap Jackson sambil melihat jam tangannya dan melirik Jungkook
"Kapan Appa pulang dari Amerika?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan tuan muda"
"Nde aku salah aku terlambat karena aku bangun kesiangan" ucap Jungkook
"Ubah sikapmu!"
"Bukankah Appa juga sama" gerutu Jungkook
"Setidaknya aku tidak separah dirimu. Jadi apa alasanmu terlambat?"
"Appa aku ingin bertanya sesuatu"
Jackson menatap Jungkook bingung tidak biasanya Jungkook berwajah serius seperti ini terakhir kali Jackson melihat wajah serius Jungkook saat belajar merawat Taehyung dulu.
Etsuko Ai
#H-3 before Jimin's day
Pulang larut malam berangkat pagi-pagi buta. Itulah yang di lakukan Jungkook beberapa hari ini dan membuat Jimin khawatir dan juga merasa sedikit kesepian. Mereka jarang bertemu saat sarapan makan siang makan malampun kadang mereka tidak bertemu. Ponsel Jungkook juga sering tidak bisa di hubungi membuat Jimin khawatir. Pikiran negatif juga sering terlintas di pikiran Jimin melihat tingkah suaminya.
#Jimin's Birthday
"Jim aku ingin mengajak Taehyung ke toko mainan dulu ne?" teriak Jungkook dari ruang tamu
Jimin hanya menatap kepergian putra dan suaminya dengan sendu. Apa Jungkook melupakan hari ulang tahunnya gara-gara alasan sibuknya Jungkook beberapa hari ini. Padahal Jimin ingin merayakan ulang tahunnya bersama keluarganya.
Pukul delapan malam dan mereka belum pulang Jimin merasa khawatir sekarang mereka sudah pergi dari lima jam yang lalu dan itu terlalu lama untuk membeli sebuah mainan kecuali jika Taehyung membeli mainan beserta toko dan pabriknya.
Drtt...drtt...drttt...
Jimin menatap ponselnya sebuah panggilan dari Ayah mertuanya
"Yeobose..."
"JIMIN CEPAT KE RUMAH SAKIT SEKARANG SUAMI DAN ANAKMU MENGALAMI KECELAKAAN"
"MWO?"
Tanpa banyak bicara Jimin langsung keluar dari rumahnya mencari dimana supirnya pikirannya terlalu panik saat ini membayangkan hal yang lebih buruk terjadi pada keluarganya.
"AHJUSSI KIM KITA KE RUMAH SAKIT SEKARANG!"
Melihat wajah panik Jimin membuat Ahjussi Kim langsung memacu mobilnya dengan cepat membelah jalanan kota Seoul. Tapi tiba-tiba di tengah perjalanan mereka di kejutkan dengan dua mobil yang menutup jalan danberdiri di depan mobil Jimin.
"Nyonya Jeon bagaimana ini?" tanya Ahjussi kim khawatir
"KELUAR KALIAN!"
Salah seorang dari empat orang itu menyeret Jimin keluar dari mobilnya
"Lepaskan... lepashhh..." Jimin mencoba memberontak di sela-sela tenaganya tapi sayangnya tenaga orang ini bahkan sangat kuat di banding Jimin. Jimin ingin menangis di saat seperti ini tapi tiba-tiba pandangannya mulai mengabur dan Jimin tidak bisa mendengar apa-apa.
Etsuko Ai
"Eungghhh..." Jimin mengerang kepalanya terasa berat sekarang.
Bahkan Jimin tidak tau dia ada dimana sekarang semuanya terlihat gelap dan Jimin takut gelap. Perlahan Jimin bangun dari tempatnya dan keluar dari ruangan gelap itu setelah di lihatnya banyak lilin di luar.
"Hiks...Kookie... Tae..."
Jimin menangis mengingat dia tidak berada di rumah sakit melihat keadaan suami dan putranya dan dia malah berada di entah dimana. Jimin terus berjalan sambil terus mengusap air matanya karna pada kenyataannya Jimin takut kegelapan Jimin hanya terus berjalan mengikuti lilin-lilin di hadapannya.
Sampai lilin-lilin itu mengantar Jimin ke sebuah danau dan sosok yang berdiri di atas jembatan. Jimin tidak terlalu jelas melihat sosok itu karena gelap dan matanya yang sipit #digolok.
Perlahan sosok itu terus mendekat ke arah Jimin sementara Jimin masih terus mundur dia takut siapa tau itu adalah salah satu orang yang menculik Jimin tadi.
Duuarrr... darrrrttt (efek kembang api)
Jimin reflek menoleh ke sumber suara dan Jimin bisa melihat kembang api berwarna-warni di atasnya dengan berbagai bentuk Love Kucing Kelinci dan Singa.
Tunggu!
Jimin teringat sesuatu
"Happy Birthday Nae Sarang"
Jimin tidak perlu menoleh ataupun ketakutan lagi mendengar suara lembut dan pelukan hangat seseorang. Dan jimin bisa melihat kembang api terakhir bertuliskan SARANGHAE yang begitu besar.
"Saengil Chukkhae hamnida saengil chukkhae hamnida saranghaneun Jeon Jimin saengil chukkae hamnida"
Jimin menangis lagi sekarang bukan karena dia ketakutan atau apa tapi melihat semua anggota keluarganya berkumpul bersamanya saat ini.
Eomma Appa bahkan mertuanya juga di tambah putranya yang masih terlihat sehat Hyungnya yang membawa sebuah kue ulang tahun
"Saengil chukkhae hamnida" ucap semuanya
Greeeppp...
Etsuko Ai
Jungkook sedikit terkejut saat tiba-tiba Jimin berbalik dan memeluknya apalagi Jungkook bisa mendengar isakan dari Jimin.
"Hey jangan menangis dulu kau belum melihat kejutan yang lainnya" lirih Jungkook
Jimin menatap Jungkook bingung dan Jungkook menuntun Jimin ke atas Jembatan
"Lihatlah ke bawah!"
Oke Jimin menangis lagi sekarang karena di dalam air Jimin bisa melihat berbagai warna lampu yang menyusun kata I LOVE YOU oke lagi-lagi Jimin juga tidak tau kalau Jungkook ternyata bisa seromantis ini.
"Eomma tiup lilinnya !"
Jimin menoleh melihat keluarganya yang menunggunya. Jimin memejamkan matanya dan mulai berharap lalu meniup lilinnya
#KOOKMIN
Jimin dan Jungkook masih duduk di jembatan dan Jimin masih memandangi lampu-lampu di bawahnya. Ini adalah kejutan terbaik yang pernah Jimin dapatkan.
"Gomawo Kookie. Kau yang menyiapkan semuanya?"
"Dibantu Appa dan Hyung tentunya. Dan mian untuk mengacuhkanmu aku ingin menyiapkan semuanya dengan sempurna. Mereka yang menculikmu ngomong-ngomong."
Ucap Jungkook polos dan terkekeh di akhir kalimatnya
"Kau..." geram Jimin "KAU MEMBUATKU KHAWATIR TAU SAAT APPA MENELFON TADI" Jimin terus memukuli bahu Jungkook dengan brutal
"Mian..mianhae Chim aww sudahlah jangan memukulku lagi"
"Hiks...hiks..hiks..."
"Chim waeyo?" tanya Jungkook khawatir dan memeluk tubuh bergetar Jimin
"Jangan hiks melakukan hiks berbohong hiks"
"Ani, aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Jungkook lembut dan memeluk Jimin erat.
#otherside
"Sudah ku katakan Jungkook orang yang tepat bukan ehm?"
"Ne kau benar kurasa aku mulai sedikit merelakannya"
"Sedikit eoh? Mereka bahkan sudah hampir enam tahun bersama"
"Daripada tidak?"
"Terserah padamu lelaki tua"
END
Apa ini? Jelek romacenya kurang gw ngebut soalnya buatnya sebelum Jimin Day berakhir dan banya typo bertebaran
