Just The Way You Are
Cast : KookMinTae (NamJin dan MarkSon nyempil dikit)
Genre : Hurt (dikit) romance (nggak kerasa)
Warn : INI YAOI YANG NGGAK SUKA OUT OKE SEKIAN TERIMA CHUNJI ADA BAHASA YANG TIDAK AMAN UNTUK DIPAHAMI ANAK USIA SEKOLAH DI BAWAH PENGAWASAN ORANG TUA
KOOKMIN AREA
Etsuko Ai
Sinar mentari pagi perlahan masuk ke dalam sebuah kamar bernuansa orange di sebuah villa di tepi pantai pulau jeju dimana Ai dan Chunji sedang berlibur #abaikan. Maaf salah text
Terlihat Jungkook masih terlihat nyaman di dalam posisinya tidur sambil memeluk makhluk imut di depannya dengan erat dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya. Jimin yang merasa terganggu dengan cahaya matahari perlahan membuka matanya dan bergerak-gerak gelisah di dalam pelukan Jungkook mencoba bangun dan melepaskan pelukan Jungkook yang makin erat di tubuhnya.
"Kookie bangunlah !" Jimin mengusap lembut lengan kekar Jungkook
"Aku sudah bangun Chim" erang Jungkook di telinga Jimin
"Oh ayolah Kookie bukan itu yang ku maksud"
"Hmm"
Jungkook hanya mengangguk dan mulai melepaskan pelukannya pada tubuh Jimin dan mengeluarkan miliknya. Jimin sedikit meringis saat Jungkook melakukannya. Jimin mengambil kaus yang dipakai Jungkook semalam dan memakai celana pendek miliknya.
"Mandilah sekarang! Namjoon Hyung dan Jin Hyung pasti sudah menunggu sekarang"
"Ahh lima jam lagi Chim"
Jimin hanya menggeleng melihat tingkah kekanakan Jungkook yang kini malah kembali memasukkan tubuhnya ke dalam selimut.
"Terserah"
Di meja makan terlihat Jin yang sedang memasak dan Namjoon yang memeluk Jin dari belakang tapi,Jimin melihat sekeliling dan tidak menemukan tanda-tanda dimana putranya berada.
"Eomma..."
Jimin tersenyum saat tiba-tiba Taehyung memeluk kakinya dan memandang Jimin dengan senyuman kotak di wajahnya.
"Pagi Tae-tae"
"Eomma ayo kita jalan-jalan"
Belum sempat Jimin menjawab Taehyung sudah menarik tangan Jimin keluar dari villa. Namjoon dan Jin bahkan belum sempat bicara pada Jimin
"Kira-kira mereka pergi kemana?" tanya Jin
"Entahlah mungkin hanya di sekitar sini"
Etsuko Ai
Jimin terus tersenyum melihat Taehyung yang berjalan dengan riang di depannya dan berceloteh tentang apapun itu yang membuat Jimin menarik ujung bibirnya.
Brukkk...
"Taehyung"
Buru-buru Jimin membantu Taehyung yang terjatuh karena menabrak seseorang karena memang Taehyung yang berjalan sambil memundurkan tubuhnya.
"Mianhae" Jimin sedikit membungkukkan tubuhnya pada Ahjussi yang di tabrak Taehyung
"Kau kekasih Jeon Jungkook kan?"
"Emh sebenenarnya saya..."
Jimin terdiam melihat sosok pria berbalut jas coklat yang sangat di kenalnya namja yang seharusnya tidak ingin Jimin temui setelah pertemuan pertama dan terakhir mereka saat pesta pertunangan Jimin dan Jungkook.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini lagi eoh Jimin-ssi"
"Saya juga tidak menyangka Mr Oh"
"Oooh apa ini putramu"
Jimin benar-benar tidak menyukai pria di depannya saat ini yang berjalan dengan santai bersama dua wanita yang Jimin yakin dia sewa dari sebuah klub. Dan Jimin akan lebih memilih pergi daripada mendengar ocehan pria di depannya tapi sayangnya kakinya tidak mematuhi otaknya dan Jimin tetap terdiam mendengarkan ocehan pria di depannya.
"Kami pulang!"
"Chim darimana?" tanya Jungkook bingung saat melihat Jimin dan Taehyung baru saja kembali setelah pergi selama satu setengah jam.
"Tae jangan katakan pada Appa oke" bisik Jimin
"Ne Eomma"
"Ada apa" tanya Jungkook bingung melihat raut wajah Jimin
"Hanya lelah" jawab Jimin dan langsuk masuk ke dalam kamarnya dan Jungkook.
Etsuko Ai
Jimin ingin menangis sekarang, masih terngiang jelas di telinga Jimin tiap kata cacian yang di lontarkan pria tadi tentang hubungannya dan Jungkook. Tanpa terasa cairan bening keluar dari kelopak mata Jimin
"Kenapa menangis eoh?" tanya Jungkook tiba-tiba
Jimin sedikit tersentak saat lengan Jungkook memeluk erat tubuhnya dan Jungkook yang meletakkan kepalanya pada bahu Jimin buru-buru Jimin langsung menghapus air matanya.
"Gwaenchanha Kookie"
"Kau menangis pasti ada alasannya Chim"
Jungkook membalikkan tubuh Jimin membuat Jimin menunduk karena tidak ingin memperlihatkan wajah menyedihkannya lagi terutama pada Jungkook. Jungkook menghela nafas kasar saat melihat Jimin yang memilih diam dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Sejujurnya Jungkook tidak terlalu menyukai sikap tertutup Jimin yang sering menutupi rasa sakitnya sendiri.
"Katakan padaku jika kau sudah siap"
Bagi Jungkook itu jalan yang terbaik daripada dia terus memaksa Jimin. Jungkook mengangkat wajah Jimin dan menghapus sisa air mata Jimin dengan ibu jarinya.
"Mianhae Kookie... aku..." Jimin menggigit bibirnya kuat-kuat dia takut menyakiti Jungkook
"Sssttt..gwaenchanha aku akan menunggu sampai kau siap Chim"
"Gomawo"
Greebbb...
Jimin memeluk erat tubuh Jungkook dan menenggelamkan kepalanya pada dada Jungkook. Sementara Jungkook hanya tersenyum dan mengelus surai hitam Jimin dengan lembut. Untuk saat ini hanya ini yang bisa Jungkook lakukan.
"Jja bersiaplah sekarang!"
"Eh waeyo?" tanya Jimin bingung
"Kita akan pergi menemui rekan Appa sore ini"
"Mwo? Tapi Appa dan Eomma bahkan belum datang"
"Mereka punya acara sendiri Chim,jadi bersiaplah dandan yang cantik oke!"
Buaghh...
Dan selanjutnya Jungkook mendapatkan lemparan bantal gratis dari Jimin tepat di wajahnya.
"AKU NAMJA" teriak Jimin tidak terima
"Tapi kau Eomma Taehyung"
Jimin langsung mempoutkan bibirnya medengar jawaban mutlak dari Jungkook dan sebenarnya juga Jimin tidak bisa membalas ucapannya.
"Kau makhluk paling menyebalkan yang pernah ku temui Jeon Jungkook"
"Tapi kau mencintaiku kan?" wink ! Jungkook memberikan wink mautnya pada Jimin
"Aku membencimu Jeon"
"Ne aku tau, aku juga mencintaimu Jeon" Jungkook kembali mendekat ke arah Jimin dan memeluknya kembali ke dekapan hangat seorang Jeon Jungkook.
Etsuko Ai
Taehyung melepaskan dasi kupu-kupu berwarna merah di dadanya dan memakainya di atas dahinya karena tadi dia melihat ada bayi yang memakai hal sama dan Taehyung merasa itu unik (sebenarnya itu bandana dengan hiasan pita untuk yeoja). Tapi kembali pada semerdeka Taehyung.
"Tae-tae!"
"Kakek!"
Taehyung langsung melepaskan genggaman tangan Jimin dan berlari ke arah Jackson dan Mark yang sudah berada di tengah-tengah keramaian pesta.
"Kalian terlambat" ucap Jackson dingin dan menatap NamJin dan juga KookMin.
"Acaranya dimulai pukul tujuh Appa" protes Jin tentu saja ini bahkan masih pukul lima sore dan mereka sudah mendapat omelan.
"Aishh...alasan, itu acara inti yang jelas kalian terlambat"
"Jack hentikan lagipula tamu-tamu juga masih banyak yang belum hadir"bela Mark.
"Kau selalu membela mereka baby"
"Kakek di sini ada Tae-tae" ucap Taehyung yang melihat raut sedih Jackson dan mencium pipi Jackson
"Ahh...Tae-tae memang cucu kakek yang pengertian"
Chuu...
Jackson kembali mencium pipi Taehyung dan mereka melakukannya berulang kali. Dan kelima pasang mata itu langsung memutar bola matanya malas melihat skinship yang dilakukan kakek dan cucu di hadapan mereka sekarang.
#KookMin
"Chim tunggu di sini aku akan mengambil minuman dulu"
Jimin hanya mengangguk dan membiarkan Jungkook mengambil minuman. Dimana yang lain oh JackMark sedang bersama Taehyung untuk memperkenalkan Taehyung pada dunia karena memang Taehyung dan Jimin tidak pernah mau mengikuti acara seperti ini karena...
"Senang melihatmu Jimin-ssi"
-pria di depannya saat ini yang rasanya ingin Jimin lempar ke laut lepas.
"Dimana kekasih... Ohh iya kalian sudah menikah saat ini bagaimana aku bisa melupakannya hahaha. Aku tidak habis pikir kenapa Jungkook mau menikah dengan namja sepertimu? Dia bahkan bisa mendapatkan yeoja cantik dan sexy atau karena dia menyukai namja dia bisa saja menikahi namja kaya lain. Kau tau meskipun Hyungnya menikah dengan sesama namja tapi kalian berbeda. Kau bahkan tidak sebanding dengannya"
Jimin tau dia memang bukan seperti Namjoon ataupun Jin Hyungnya dia hanya seorang namja biasa dan untuk ke dua kalinya Jimin merasa tersakiti. Tapi bersama namja bernama Jungkook yang berstatus suaminya kata-kata itu jauh lebih menyakitkan.
"Aku heran kenapa Jungkook bisa memilihmu? Apa yang kau lakukan sampai-sampai Jungkook tidak bisa melepas namja sepertimu? Bahkan dia menolak putriku oh aku menerimanya jika dia menyukai sesama namja tapi... kenapa dia juga menolak putraku dan sialnya orang tuanya juga menerima keputusan Jungkook. Aku tidak tau apa yang dilihat Jungkook dari namja sepertimu bahkan kau tidak pantas bersanding dengannya. Namja murahan sepertimu pasti..."
(Gw males nulisnya banyak banget soalnya orang yang suka menghina orang lain itu biasanya kalau ngomong kek rel kereta)
Dan inilah alasan Jimin tidak mau mengikuti acara seperti ini dan alasan utamanya karena pria yang duduk di depannya.
"Anda benar" lirih Jimin
"Oh aku tau aku selalu benar lalu kenapa kau tidak meninggalkan Jungkook? Apa karena kau sangat menginginkan..."
PRAANGG...
Etsuko Ai
Jimin langsung mendongak saat mendengar suara benda pecah dan dia bisa melihat sosok Jungkook yang baru saja memecahkan dua gelas kaca dengan tangannya dan kita bisa melihat tangan Jungkook yang mengeluarkan darah terkena pecahan gelas.
Buuaagghh...
Tanpa pikir panjang Jungkook langsung memukul wajah Mr Oh sampai tubuh pria paruh baya itu terjatuh dari kursinya dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah. Jimin mencoba menahan pekikan kagetnya sementara beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung berteriak kaget. Mengundang tatapan kaget dari JackMark yang berada di tengah pesta dengan Taehyung yang memandang bingung dan sedikit takut ke arah Appanya.
"Kau..." geram Mr Oh
"AKU TIDAK PEDULI SIAPA ANDA, APA ANDA TIDAK PUAS MENGGANGGU RUMAH TANGGA ORANG LAIN? TIDAK PEDULI SIAPA ANDA APA ANDA TIDAK BISA MENGHORMATI NAMJA YANG SAAT INI DI DEPAN ANDA? SAYA BUKAN SEPERTI ANDA YANG MUDAH TERGODA DENGAN PARA TUNA SUSILA MURAHAN YANG BISA ANDA SEWA DENGAN HARGA MURAH. KARNA DIA LEBIH BERHARGA DARI APAPUN" teriak Jungkook emosi bahkan wajahnya memerah menahan emosi dan tangannya yang terkepal kuat
"Kakek ada apa dengan Appa?" tanya Taehyung bingung melihat wajah monster Appanya.
"Mark jaga Taehyung"
Mark hanya mengangguk dan membawa Taehyung dalam dekapannya. Sebenarnya juga ini pertama kalinya Mark melihat Jungkook semarah itu.
"Nek..." paggil Taehyung
"Ssstt gwaenchanha sayang, Appa Tae hanya bermain dengan Ahjussi itu"
"Jungkook!"
Jimin menahan tubuh Jungkook yang sudah bersiap menghajar Mr. Oh lagi sementara Mr Oh menatap Jungkook menaha emosi dan rasa malu karena dia dipukul di depan semua orang terutama pada teriakan dan kalimat yang di lontarkan Jungkook tadi.
"Jeon Jungkook hentikan! Mr Oh bisa kita bicara" Jackson mengulurkan tangannya dan membantu Mr Oh berdiri dan meninggalkan tempat kejadian entah kemana.
"Jimin bawa Jungkook ke ruangan Appa, bersihkan lukanya!" perintah Jackson dingin
"Jungkook-ah?" panggil Jin dan Mark khawatir Namjoon sendiri hanya menatap ngeri pada tangan Jungkook yang masih mengeluarkan darah segar.
"Gwaenchanha" lirih Jungkook dia masih berusaha menetralkan emosinya.
"Obati dia Jimin-ah!"
"Ne Eomma"
"Tae-tae mau ikut Appa dan Eomma"
Jimin hanya mengangguk dan menggandeng Taehyung dan Jungkook menuju ruangan yang di tunjuk oleh Mark.
Etsuko Ai
Jungkook meringis saat Jimin membersihkan luka di tangannya dan bekas pecahan kaca. Sakit memang, tapi mendengar istri dan keluarganya di caci apalagi itu di depannya sendiri rasanya bahkan jauh lebih sakt.
"Kau bodoh" lirih Jimin
"Appa bodoh" ulang Taehyung yang duduk di samping Jimin dan menatap bingung ke luka di telapak tangan Jungkook.
"Kenapa kau tidak bilang sejak awal Chim?"
"Karena aku tau akan seperti ini akhirnya"
"Setidaknya jangan pernah memendamnya sendirian kita sudah bersama lebih dari sepuluh tahun dihitung dari kita pertama bertemu"
"Aku tidak ingin merepotkan Kookie, setelah ini pasti Appa berusaha membujuk Mr Oh untuk memaafkan perbuatanmu" ucap Jimin menyesal
"Wow... Appa keren!" Taehyung menatap kagum pada tangan Jungkook yang baru Jimin perban ini baru tangan kanannya. Bagi Taehyung tangan Appanya sudah seperti tokoh-tokoh anime yang sering dia lihat.
"Taehyung ingin jadi superhero seperti Appa tadi"
"Ne, Taehyung akan jadi superhero lalu menjaga Eomma bersama Appa oke?"
"OKE!" teriak taehyung semangan dan mengangkat dua ibu jarinya dengan senyum kotak menghiasi wajahnya.
"Jadi, aku merasa bersalah sudah menjadi beban..."
"Sstt... kau bukan beban Chim. Dan untuk Appa aku tidak yakin dia akan meminta maaf pada orang tua itu. Appa bukan tipe orang yang meminta maaf pada hal yang bukan kesalahannya, kecuali untuk Eomma"
"Tapi tetap saja"
"Kau tau bagaimanapun dirimu kau dan Taehyung, keluarga kita adalah hal yang paling berharga yang pernah ku miliki"
Jimin menunduk mencoba menyembunyikan rona merah dan rasa panas di wajahnya.
"Emhh, kenapa Tae diam?" tanya Jungkook bingung
"Dia tertidur"
Jungkook dan Jimin tersenyum lembut melihat wajah damai Taehyung yang tidur di pangkuan Jimin dan sedikit memeluk kaki Jungkook dengan tangan mungilnya.
"Jangan pernah menyembunyikan apapun oke? Jadi aku bisa tau alasanmu. Apalagi alasan kau tidak pernah mau ku ajak pergi"
"Aku tidak ingin mereka melakukan hal yang sama pada Taehyung"
"Chim..."
"JEON JUNGKOOK!"
"SSTTTTT..."
Jackson langsung menutup mulutnya dengan ke dua tangan saat melihat Taehyung yang tertidur di pangkuan Jimin. Menggeliat tidak nyaman namun tetap saja Taehyung tidak membuka matanya.
"Mianhae hehehe. Kau harus membayar ini semua Jeon Jungkook"
"Membayar apa, Appa?" tanya Jungkook bingung
"Urusi.."
"Ahh Ani pekerjaanku sudah banyak" tolak Jungkook
"Ada apa?"
Senyuman Jackson langsung mengembang melihat pasangan NamJin bersama istrinya.
"Namjoon-ah aku akan mengirimkan surat pengunduran dirimu dari kantormu besok"
"MWO KENAPA APPA"
"SSttt Taehyung tidur bodoh" omel Jackson
"Eh, mianhae Appa. Kalau aku berhenti siapa yang akan..."
"Kau akan mengurusi cabang baru perusahaanku berhubung kelinci kurang ajar itu melepaskan beberapa persen keuntunganku dengan Mr Oh jadi kau yang menggantikannya. Dan...aku tidak pernah menerima penolakan"
Jackson hanya tersenyum penuh kemenangan melihat wajah pasrah menantunya dan kembali ke dalam pesta bersama sang istri. Jin hanya menatap prihatin pada Namjoon sementara Jungkook tersenyum penuh kemenangan. Namjoon langsung menatap Jungkook dengan glare andalannya dan hanya di balas Jungkook dengan sebuah cengiran.
"Terima saja Hyung"
"Aku akan menghajarmu Jeon" geram Namjoon
"Sudahlah kalian berdua. Ayo Namjoon-ah kita ke tempat Appa. Jimin-ah jaga namja bodoh itu ya?"
"Ne Hyung"
"Sudah ku bilang aku yang akan menjagamu Chim bukan kau yang menjagaku"
"Aku lebih tua dan usiaku berada di atasmu Kookie"
"Tapi aku selalu berada di atasmu Chim" balas Jungkook dengan smirk andalannya
END
Maafkan gw yang pakai marga Oh yang merasa Fansgirl?boys bermarga Oh gw minta maaf bikin dia jahat ama abang gw. Gw sendiri baru sadar pakai marga itu setelah nulis nih epep soalnya mau pakai Kim terlalu mainstream terus pakai Lee itu marga suami gw jadi mian jangan bakar gw #bow
Gw terhura ternyata KookMin shipper dan uke Jimin shipper mulai berkeliaran(?) epep tentang mereka juga makin banyak padahal pertama gw masuk di dunia ini #apaancoba rasanya sepi kek kuburan
Last but not last
KAMSAHAMNIDA UNTUK MERAMAIKAN NIH FANDOM DAN EPEPNYA
