Kalau kau ingin tahu apa yang akan dilakukan Hide pada hari ini, jawabannya adalah 'tidak ada' ya … tidak ada. Sungguh chapter yang sia-sia karena hanya menyoroti siklus mayor bangun- ngenet- ketiduran-bangun lagi Hide dan seputar kamar apartemennya yang masih tidak tersentuh sinar matahari langsung, padahal kan dia ingin tambah tinggi dan sehat, maskipun Hide tahu dirinya bukanlah sejenis kecambah.
Masih bersetting waktu tidak jelas dalam artian tidak jelas hari, tanggal apalagi jam. Entah sejak kapan melihat jam atau kalender dihilangkan dari kamus kehidupan Hide, meskipun di pojokan laptopnya ada penunjuk waktu tetap saja tidak digubris, seakan itu adalah tindakan pelanggaran hukum, ya tentu saja karena itu akan mengingatkannya seberapa lama ia di asingkan di tempat antah berantah ini. Tapi kok seperti kelupaan sesuatu ya ….
...
…
Apartment
Chapter 2 : I'm stuck here, seriously?
emirya sherman
Disclaimer:
I still own nothing, Tokyo Ghoul belongs to Ishida Sui. All stuff that mention in this fic are absolutely not mine.
A tribute fic reffered to the beloved Nagachika Hideyoshi were declared missing (in manga) and deceased (in anime) by w*kia (sobs). In my assumption maybe Hide is hiding somewhere across the rainbow.
Warnings :
Typos, Out of Character especially Hide (ofc), Modified Universe. Informal speech. Never mean to bash anyone.
Pis mamen (?)
...
…
Tahukah kalian Hide merasa ada yang mengganjal hari ini, entah mengapa hari ini ada sesuatu yang tidak seharusnya dia lupakan, yang pasti dia tidak mungkin bertanya ke pemirsa "Apakah kalian tahu apa yang harus aku lakukan hari ini?" dengan backsound rusuh dan ditemani seekor beruk setia yang lolos casting dari pawang terdekat. Hell no, gak mungkin Hide yang keren ini melakukan aksi cosplay memerankan bocah cilik berambut bob yang setiap hari kesasar itu*. Ah mungkin ini efek suara kartun yang tidak sengaja didengarnya dari tetangga sebelah, entah sebelah mana.
Sudahlah kalau kau lupa ya lupa aja. Tuh kan penulisnya kurang ajar. Scene berganti menyorot rutinitas bagi Hide, tapi akses internet unlimited pun kadang jadi terasa membosankan. Tapi bukan Hide namanya kalau sampai tidak ada kerjaan, lagipula mikir kan termasuk kerjaan.
Kendati Hide memang diberi akses mengenai berita dari CCG tentang hasil penyelidikan terupdate, Hide selalu merasa bahwa tetap saja CCG tidak mungkin memeberikan informasi semudah itu pada dirinya, mengingat dia hanya sebiji asisten detektif, itupun tidak dijelaskan di anime. Poin paling aneh adalah kenapa berita yang dapat dia akses adalah sekumpulan berita yang ada dalam taraf datar-datar saja, macam penangkapan ghoul yang dengan unbelievable malah maling kolor dan mentok-mentoknya cuma penangkapan ghoul yang dijadikan sandera untuk diintrogasi kasus-kasus besar.
Mengenai kasus besar seperti ghoul torso, gourmet atau sejenisnya hasilnya nihil, Hide tak bisa menemukan apapun, postingan macam apa ini. Kalau seperti ini memangnya dia bisa bantu apa, dan apanya yang bebas mengakses jaringan CCG. Lagipula kenapa laporan mengenai penangkapan(?) Kaneki tidak ada dalam draft laporan.
Meskipun Hide terdampar di apartemen random ini bukan berarti dia tidak mencari informasi tentang sohibnya. Sungguh aneh padahal terakhir dia muncul di manga dan anime musim ke- 2 kan dia sudah bertemu Kaneki dan menyuruhnya pulang. Lalu … cling … Hide hilang dari peredaran universal Tokyo Ghoul, scenenya habis sudah. Sedih tahu gak sih terdepak tiba-tiba. Padahal kan dia peringkat empat karakter paling populer*. Dia tidak akan berangkat lagi ke studio untuk syuting bahkan namanya tidak dimention dalam cerita seri :Re (a/n : setidaknya sampai fanfiksi ini dipublish).
For your information saja ya, para netizen di luar sana banyak yang memperkarakan hilangnya Nagachika Hideyoshi ada yang berasumsi Hide adalah raja mata satu lah, putranya Yohitoki Washuu lah dan yang jadi polemic apakah Hide dimakan Kaneki atau tidak, itulah hasil browsing Hide selama bersembunyi di apartemen ini.
Selanjutnya seperti yang pembaca fic ini tahu Hide dijadikan manusia pengasingan oleh si penulis fic yang sedang dadah-dadah nun jauh disana. Dia jadi kepikiran kenapa di scene terakhir kali saat bertemu dengan Kaneki dia tidak teriak-teriak gahar saja sambil mengacungkan sendok sayur ke manusia uban junior itu, biar sadar kalau dicariin selama ini. Stop stop stop, hentikan paragraf penuh keseriusan ini, fanfiksi ini kan bertema komedi.
Pada akhirnya karena Hide lupa tentang 'sesuatu yang mengganjal hari ini' seperti sekelebat pikiran salah fokus di chapter prolog sebelumnya bahwa Hide menyatakan akan belajar jadi hacker, and here we go … mulai saat ini dia akan belajar jadi maling informasi via dunia maya. 'Emak doakan anakmu ini'
"Aku akan mencuri semua informasi dari CCG. Huahahaha …." yak itulah kesimpulannya disambung dengan tawa spooky menggema seantero sayap kanan apartemen. Emang ya kalau hidup tanpa tujuan itu terasa garing.
Huh … cuma mau menyambungkan antara jadi hacker dan alasanya aja muter-muter.
…
Hide jengkel, saking jengkelnya dia terkapar dengan noraknya di atas karpet pada posisi terlentang, gembel banget dah. "Capek, apaan dari tadi browsing sampai karatan cuma ketemu cara nge-hack akun fa*ebooklah, t*witerlah. Gak guna banget sih"
Setidaknya dari sekian percobaan Hide berhasil meretas, ya … meretas akun e-mail Marude untuk mengirim spam ke alamat yang berada di kontak bapak-bapak sangar itu. Masabodoh dengan apa yang terjadi selanjutnya, perkara alamat e-mail Marude dijadikan kambing hitam, diblokir, dihujat atau dilaporkan ke komisi iptek sekalipun. Mengerjai orang itu terkadang menyenangkan, meski itu atasanmu. Itulah quotes menyesatkan dari seorang amatiran IT, jangan ditiru pemirsa.
Melalui celah gorden, seberkas cahaya matahari masuk. Dari sanalah terlihat semburat merah awan di langit barat Hide tahu kalau ini sudah sore. ' Uh ... lapar ' . Hide menghentikan kegiatan tidak berguna itu dan berpikir mau makan apa. Masa makan siang digabung dengan makan malam, ck ... ck ... ck ... anak kos kali. Dengan random Hide pun melihat penunjuk waktu di pojokan laptopnya yang disetting Hide untuk hanya memunculkan penunjuk jam dan untuk mengingat-ingat rumah makan mana yang menyediakan paket murah a la mahasiswa dan menyediakan delivery system .
Tch padahal biaya hidup sudah ditanggung CCG, untuk apa juga hidup melarat bagai anak rantauan.
Setelah Hide mengeklik icon jam terlihatlah bahwa sekarang adalah tanggal 7. Eh … tunggu dulu … apakah pembaca ingat dengan 'sesuatu yang mengganjal Hide hari ini'? Jawabannya adalah terletak pada tanggal yang dilihat Hide.
Awal bulan ….
Di minggu pertama .…
'Fisiologi penglihatan manusia dimulai dari pengumpulan berkas cahaya oleh fotoreseptor retina, yang akan menyebabkan proses transmisi impuls sepanjang sel saraf optikus menuju lobus oksipital otak manusia dimana pusat penglihatan berada* . Nishiki kalo elu mau ada kuis mending lu belajarnya jangan disini deh.
Dan kesimpulannya adalah bencana, Hide diperbolehkan memilih satu hari saja untuk keluar apartemen … satu hari saja mulai jam 7 pagi … yang tidak boleh melebihi jam 6 sore. Jam 6 sore … dan sekarang tanggal 7 di akhir minggu pertama pada jam 5.17 sore.
Zingggg, entah mengapa angin AC terasa begitu dingin menusuk
" AAAARGGHHH … KELEWATAN "
Hilanglah kesempatan mengirup udara di luar sana. Mana kelewatan seminggu penuh lagi. Mau negosiasi dengan Marude pun mustahil. Persetujuan itu sudah mutlak dengan tanda tangan dan cap tiga jari (?) di atas sebiji materai. Tahu sendiri kan Marude itu sangar seperti apa, dosen killernya di Kamii pun lewat. Yah ... terpaksa di harus menunggu bulan depan untuk sekedar beli permen depan stasiun.
Aha … mungkin dia bisa nongkrong lama-lama di luar kalau sekalian membuang sampah, tapi plis deh masak Hide ganteng-ganteng gini nungguin bak sampah sih.
Pada akhirnya Hide hanya duduk bersila melihat ke arah cakrawala melalui celah gorden dengan wajah kusut. 'Apakah ada yang mengerti penderitaanku?' batinnya sedih.
'Kita berhasil, berhasil, berhasil hore ….'
Hah. Entah darimana suara acara petualangan itu lagi-lagi terdengar dari tivi tetangga oleh Hide.
'Kita berhasil menyebrangi sungai dan mengalahkan ghoul maling kolor, berhasil, berhasil, berhasil hore …' terdengarlah lagu rusuh tidak terkira. Ini lama-lama liriknya kok makin tidak bermoral ya. Mungkin Hide terpikirkan kalau dia ingin bisa ikut berpetualang saja.
'Bagian mana yang kau sukai dari petualangan hari ini?' Tanya si bocah berambut bob.
"GAK ada yang gue sukai, elu gak lihat gue dari tadi semedi didepan laptop hah …" mendadak Hide memakai bahasa gahoel Negara seberang dan entah pada siapa dia bicara tadi.
'Aku juga suka bagian itu' si kera sakti (?) pun menimpali.
"Elu nyindir gue ya? Heh … Sun Go Kong elu gak liat gue sampai lumutan hidup di sini?" Hide semakin menjadi-jadi. Jadi sejak kapan D*ra the Explorer berkolaborasi dengan Gengnya Biksu Tong?
Hoy Hide lagipula pertanyaan itu bukan buatmu.
Pada akhinya dengan segala kesalahfokusan Hide terbawa suasana dan malah meladeni pertanyaan yang tidak perlu dijawab dari suara kartun yang sekali lagi disetel tetangga, entah sebelah mana.
…
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Hide akan selamanya menjadi manusia goa? Lalu siapakah tetangga yang menonton D*ra the explorer selama ini?
Entahlah penulis pun juga tidak tahu #slapped
...
Chapter 2 : End
...
…
* terinspirasi Dora the Explorer (Nickolodeon), tolong pengemar Dora jangan timpuk saya, dulu saya suka nonton itu kartun kok. Dora the Explorer dan Journey to the West tidak pernah mengadakan kolaborasi apapun apalagi dengan Tokyo Ghoul. (ini penting banget ya?)
* Hide yang menempati posisi keempat polling karakter populer saya ambil dari Tokyo ghoul wikia
*sebiji ceramah fisiologi penglihatan yang saya copy-paste dari materi yang saya punya. Kenapa sih bahasanya ribet sumpah.
Sampai fanfiksi ini dipublish status Hideyoshi masih Missing di manga dan Deceased di anime. Ngomong-omong saya sering berkeliaran ngenet nyari informasi tanggal lahirnya Hide, dan … gak ketemu -_- atau memang belum ada informasi resminya? Dan hanya di dunia fanfiksi saja saya bisa melihat Hide. Itu orang kemana sih.
.
