Apartemen, kalau kalian mendengar kata itu mungkin akan terlintas di benak kalian iklan hunian mewah di yang menghadap laut dengan cicilan perbulan yang naudzubillah nominalnya melebihi bayaran semesteran, atau terlintas tentang host iklan tersebut yang merupakan mantan host acara gossip salah satu stasuin televisi swasta Negara nun jauh di sebelah tenggara benua Asia. Apapun itu marilah kita tengok sebentar sebuah hunian yang ditinggali tokoh utama fanfiksi ini.
Sebuah apartment dipinggiran kota Tokyo, dengan kekuatan kolusi antar pejabat CCG –tepatnya Marude-san yang berkomplot dengan seorang nenek mantan agen CCG yang sekarang sudah pensiun- didapatkan lah apartemen yang kini dihuni oleh Hideyoshi. In fact apartemen di Jepang tidak jauh beda dari rumah kontrakan atau kos-kosan di Negara tempat penulis fanfic ini tinggal. Sekali lagi dengan kekuatan kolusi didapatkanlah apartemen berbentuk U dengan dinding solid bermaterial batu bata.
Kamar si tokoh utama berada di lantai 3 ujung sayap kanan apartment, sudah sebulan ini dia meminta pindah dari lantai 2 ke lantai atasnya. Katanya sih karena dia merasa terganggu dengan suara televisi tetangga yang menyetel acara D*ra the Explorer keras-keras setiap hari. Kamar inilah yang kalau dibandingkan kamar lain, meskipun kamar gratisan, memiliki fasilitas paling lengkap mulai dari pendingin ruangan, kulkas 2 pintu yang selalu berisi makanan, internet 24/7, teropong, kamar mandi eksklusif, set karaoke, tas besar set emergensi, serta kamar ini memiliki jarak pengintaian 270 derajat. Entah apa motif Hideyoshi memilih kamar yang jika dipikir-pikir rawan dimasuki pencuri pertama kali, sabodo teuing orang penghuninya gak pernah keluar rumah juga.
...
...
Apartment
Chapter 3 : Almost there, actually
emirya sherman
A tribute fic to the beloved Nagachika Hideyoshi were (still) declared missing (in manga) and deceased (in anime) by w*kia (sobs).
Disclaimer:
I still own nothing, Tokyo Ghoul belongs to Ishida Sui. All stuff which mention in this fic are absolutely not mine.
Warnings :
Grammatical error inside, Out of Character especially Hide (ofc), Modified Universe. Informal speech. Never mean to bash anyone.
Hell yeah. For eventually Ishida- sensei was represent Hideyoshi already although in Kaneki illusion (:Re chapter 75). Tisu ... tisu mana tisu.
Pis mamen (?)
...
…
Semenjak Hideyoshi dititahkan untuk minggat dari Tokyo entah beberapa bulan yang lalu, dia ingat bahwa dia dulu pernah diberi pilihan hidup di apartemen sepi yang baru dibangun ini –bahkan masih bau cor-coran semen + bau cat – atau tinggal di pedalaman pulau nun jauh di Samudra pasifik yang rawan tenggelam terhapus dari peta sejak es di kutub mulai mencair, tapi ya itu … dia bakalan hidup sendirian dengan ditemani hutan tropis, pasir pantai sebagai alas, langit sebagai atap untuk tempat tinggal persis gembel dan pohon kelapa sebagai teman ngobrol plus kemungkinan dilupakan oleh pihak CCG yang mengirimnya jauh dari peradaban manusia.
Setidaknya jika dia tinggal di apartemen ini CCG akan bertanggung jawab dengan sukarela memberikan subsidi berupa sembako dan internet untuknya. Atau dia pernah punya ide untuk kabur demi mengejar cinta penyanyi idolanya Katy Feri dan membuka usaha penyamakan kulit. Errr … oke.
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Hide, bukan … hari ini bukan ulang tahunnya. Karena hari ini adalah kesempatannya untuk menghirup oksigen asli produksi pepohonan diluar sana, bukan angin dingin menusuk dari pendingin ruangan yang selalu Hide setel 16 derajat celcius. Tak tahukah engkau nak Negara lagi krisis energy semenjak salah satu PLTN** diberitakan bocor karena serangan geng Ghoul yang numpang eksis dengan semerdeka kaumnya mencoret tembok luar PLTN dengan pilok warna pink metalik bertuliskan "Chek This Out Mamen … ASDFGHJKL Gank Was Here," nama gengnya apa-apaan sih.
Untuk mengawali hari kebebasan, setelah episode fanfik yang lalu dirinya tidak bisa keluar rumah, Hide memilih untuk jogging sekitar kampung hanya untuk nyuitin cewek lewat dan ngangguin tukang sayur. 'Ya Rabb … ini anak kenapa' begitulah sekiranya pikiran orang-orang yang ketemu Hide. Selangkah di depan gerbang dengan sepatu kets baru hadiah dari beli kaos kaki online minggu lalu, celana training biru gelap dan kaos oblong bertuliskan 'Menantu idaman adalah anak kost' serta tidak lupa topi bertuliskan 'No.1' untuk menutupi wajahnya, yah itung-itung penyamaran. Dengan semangat gaji ke 13 Hide keluar menebar senyum ganteng. Dan sebuah senandung konyol dengan bangga 'Hoho … glorious food … glorious food … glorious food*' racaunya salah acara.
Sambil menghirup nafas dalam tetap saja dia begumam mengomentar sekelilingnya mulai dari "Gue kapan ikut syuting lagi ya?" sampai "Ah syukurlah ternyata bumi tidak berubah, masih sama seperti terakhir kali aku tinggalkan." Emang pergi kemana lo, perasaan elo gak jadi dioper ke Uranus deh.
Hari yang cerah untuk berlari pagi, ternyata tidak hanya Hide yang berfikiran seperti itu, kakinya telah membawanya ke sebuah taman kecil yang banyak dikunjungi orang-orang yang jogging seperti dirinya, sekelompok ibu-ibu yang senam, paguyuban lansia yang piknik sampai tukang sayur(?) pun ada. Bahkan sampai sesiang ini taman tidaklah sepi, berbanding terbalik dengan dirinya yang sepi krik-krik hanya ditemani seonggok kaktus yang dia tanam pada pot kecil yang diberi nama Uranus.
Sejenak dia teringat plot shoujo manga dimana si tokoh heroine bertemu pangeran impiannya dengan bertabrakan di belokan gang. Hell no Hide kapok membaca manga yang isinya kisah masokis –dalam artian yang sebenarnya- hati yang teriis iris mengharu-biru si tokoh cewek utama, lagipula siapa yang menyuruh membaca genre itu kalau tidak cocok, itupun gara-gara dia ikut-ikutan Kaneki yang suka membaca buku. Bedanya Kaneki suka membaca buku dari peninggalan ayahnya dan Hide membaca karena asal comot dari rentalan komik.
Setelah meminum air mineral yang ia beli di Toko Sebelah, maksudnya dia membeli minuman dari toko swalayan dengan merk "Sebelah". Hide memilih duduk untuk istirahat di sebuah kursi panjang yang menghadap air mancur di tengah taman. Karena sibuk untuk membanyangkan kompensasi jutaan yen jika ia sudah bebas kelak, -mata duitan-. Hide sampai tidak tahu jika ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Pun tidak akan menyadarinya jika seseorang tesebut tidak menelfon dengan nada panik di sebelahnya.
"Iya Sasaki san aku masih di Taman ASDFGHJKL. Aku tadi terpisah .…"
Terdengaar pekikan khawatir di seberang. Bukan niat Hide menguping karena, ayolah buat apa elo punya kuping 2 biji kalo cuma buat centelan doang mah. Mbak – mbak ini jelas punya kualifikasi sebagai otaku garis keras. Lihat saja bawaan yang sampai sekoper tak lupa beberapa tas yang isinya mencurigakan –dengan gambar karakter 2D entah apa itu tersablon di bagian depan-, hingga kipas sate dengan stiker serupa.
'CCG ngasih internet unlimited, sekalipun itu gue pake cuma buat ngegame dan download film uhukAVuhuk. Gue pingin ikut cosplay…' yak akhirnya dia ngaku juga kalo jatah koneksi internet dari CCG hanya dipakai main game dan download entah download film blue atau black penulis pun berkomentar tidak tahu. Wajarlah kalau laki-laki kadang ngoleksi video semacam itu, minimal satu lah atau dua … atau tiga atau … oh ya maksudnya dalam satuan folder bukan file.
'Yeah… yeah… to hell with your business Mir. Gue capek sama elo' kata Hide setengah sadar karena kebanyakan makan asinan di suatu sore menghujat 'Mir' –entah siapa itu, disinyalir adalah seorang penggubah pantun asal Uranus sana-.
…
"Terima kasih telah membantuku, umm …."
"Hide … kau bisa memanggilku Hide." yak akhirnya diantarkan juga mbak-mbak itu oleh Hide dengan membawakan sebagian barang bawaannya.
"Maaf tapi mungkin agak aneh bagiku untuk memanggil orang yang baru aku kenal dengan nama kecil," jawab si Mbak.
Tepok jidat dalam imaji. Segera Hide ralat perkataan itu karena teringat titah Marude-san dengan sewot dulu 'Jangan lupa memakai nama samaran'. Dia pun menyusun rencana fabulous demi menutupi identitasnya. Dia hanya tidak mau digaplok oleh Marude-san saat laporan bulanannya dibahas.
"Hehe … Iya, memang mungkin akan aneh memanggil dengan nama kecil."
"Toyotomi Hedeyoshi desu. Yoroshiku .…" Hide kembali menambahkan, dan dalam hati 'Kalo elo nanya-nanya gue ngapain. Gue bakal jawab, gue ke sini dikirim sama Oda Nobunaga.'
Krikk ... krikk… krikk .…
Si Mbak menoleh ke arah sebiji orang yang mengenalkan dirinya sebagai Toyotomi Hideyoshi***. Sudah pasti si mbak ini tidak buta sejarah. 'Bagian dari mana dari orang ini yang mirip kera,' batinnya menambahkan dengan sembarangan.
"Terserah kau mau memanggil ku dengan apa. Hehe ... " Hide tertawa garing, menyadari nama samarannya sama sekali tidak mencerminkan nama samaran. Pun dia berfikir bagian dari mana dirinya yang mirip kera.
"Tooru Mutsuki. Senang berkenalan dengan Anda Toyotomi-san."
Hide tentu saja ingat sebenarnya tidak bolah berbicara dengan orang selain dari CCG, menggunakan identitas palsu dan jika keluar rumah harus melapor ke Marude. Sepanjang jalan kenang ... eh maksudnya perjalanan pulang mereka hanya diam. Mungkin masih mencerna apakah masih ada di dunia ini seorang manusia yang bernama asli Toyotomi Hideyoshi selain jenderal zaman sengoku yang bahkan sudah terlewat ratusan tahun lalu.
Padahal Hide masih ingin berkeliaran sampai nanti sore, mumpung ada di luar rumah. Belum jadi nyuitin sewek nih. Tapi apa boleh buat jiwa pahlawan sebagai hobinya tergugah melihat seorang gadis yang ngakunya laki-laki yang bernama Tooru Mutsuki ditinggal pulang oleh kakak perempuannya setelah belanja gila-gilaan di Akihabara. Sudah dipaksa crossdress demi menghadiri acara temu cosplayer se wilayah Kantou lalu ditinggal pula. Kampret sangat memang. Sebenarnya mudah mengetahui kemana tujuan si Mutsuki ini, dari alamat yang disodorkan ke Hide, dia jelas tahu arah tujuannya kemana. Alamatnya adalah Jalan Kebenaran nomor 21, Kota Tachikawa (A/n : Alamat ini hanya karangan semata, terima kasih). Iyalah Hide tahu orang itu juga alamat apartemennya.
Mutsuki tinggal di lantai dua, selang 5 kamar dari kamar lamanya dulu. Mutsuki mengetuk pintu demi dibuka oleh Mbak-mbak berambut biru.
"Aku pulang. Maaf aku lama." Yang ditinggal siapa, yang minta maaf siapa.
"Selamat datang, akhirnya kau sampai juga. Gimana belanjaan aman kan?" Sebagai jawaban Mutsuki mengangguk hanya mengiyakan. Sekalipun dia telah terdzalimi. Mbak rambut biru itu membawakan sebagian belanjaan Mutsuki, mengangguk sedikit ke Hide dan masuk ke rumah.
"Oh iya … Mampir dulu Toyotomi-san, biar saya buatkan minum, lagipula tempat tinggal anda juga di apartement ini kan?"
"Wah, maaf jadi merepotkanmu."
Hide duduk ditinggal yang punya rumah seraya melihat ke arah jam dinding berbentuk kodok di sisi kanan ruangan, hampir jam 1 siang. Barangkali dia dapat makan siang gratis, najong.
Tak lama kemudian terdengar suara yang familiar selama dua minggu belakangan.
' Kita berhasil, berhasil, berhasil hore….'
' Kita berhasil menyebrangi sungai dan mengalahkan ghoul maling kolor, berhasil, berhasil, berhasil hore… ' terdengarlah kembali lagu rusuh tidak terkira.
Inilah yang membuat Hide jengkel karena siaran D*ra the Explorer nonstop 24/7. Batinnya menangis ternyata kamar ini yang menyetel D*ra the Explorer secara membabi buta.
…
Getar ponsel membuat Hide mengakhiri tangisan dalam batinnya. Dilihatnya kontak bertuliskan 'Om-Om Bikers Freak' tercetak dengan kurang ajar menandakan bahwa itu sebenarnya kontak Marude-san.
"Selamat siang Marude-san … iya … aku hanya keluar jogging. Soal apa? Baiklah laporannya akan kuperbaiki. Baik." Hide cacingan di tempat.
Mampus laporan keuangan bulan lalu ternyata tidak sinkron dengan pengeluaran sebenarnya. Itu Marude tahu dari mana sih. Jangan-jangan Marude tahu Hide membeli kaos kaki online import diam-diam dengan uang anggaran CCG.
"Silakan diminum Toyotomi-san. " Hide minum teh itu. Wah alamat gak dapet makan siang gratis nih, karena dia harus segera merevisi laporan keuangannya yang amburadul.
"Sekali lagi terimakasih telah membantuku. Oh iya kakakku ingin bertemu dan sekaligus mengucapkan maaf karena mengantarkanku."
"Oh, tidak masalah. Aku tidak keberatan. Tetapi aku minta maaf Mutsuki-san, aku ada pekerjaan yang harus segera aku lakukan. Aku titip salam untuk kakakmu ya. Sekali lagi aku minta maaf. Terima kasih tehnya." Hide buru-buru menandaskan tehnya, 'Anjirr, panas' tapi tetap stay cool.
"Tentu akan aku sampaikan. Sampai jumpa."
Tak lama kemudian cangkir yang sudah kosong itu di bawa kembali ke dapur. Haise yang sudah cuci muka keluar dari kamar mandi.
"Loh, kok tehnya dibawa masuk lagi?"
"Toyotomi-san yang mengantarkanku sudah pulang tadi. Terburu-buru sepertinya setelah ditelfon dia harus mengerjakan sesuatu." Kata Mutsuki.
"Oh, mungkin dia anak kuliahan." Haise menyimpulkan sendiri.
"Begitu ya, Mutsuki padahal aku belum menyampaikan terimakasih … Saikoooo, tolong kau kecilkan suara DVDnya. Nyonya pemilik apartmen complain kemarin. Gara-gara suara DVDmu yang terdengar seantero apartemen." Oke ternyata seorang bernama Saiko yang selama ini menyetel D*ra the Explorer.
Chapter 3 : End
...
…
Emir is typing corner:
* Glorious food : Ice Age entah seri ke berapa
** terinspirasi dari bocornya PLTN Fukushima #dikemplang
*** Toyotomi Hideyoshi : Salah satu jenderal perang yang tekenal di zamannya. Oleh tuannya yaitu Oda Nobunaga lah yang mengatai Toyotomi Hideyoshi sebagai monyet. Sesuka dia lah.
Pada intinya saya belum bisa move on dari Tokyo Ghoul ke Tokyo Ghoul: RE. Alhasil… timelinenya jadi agak kacau.
