Disclaimer: fanfic ini asli dari pemikiran saya. Tapi, cast sepenuhnya milik Tuhan YME dan orang tua mereka masing-masing (pengennya sih Hoshi buat saya:v#dilemparpakegitarsamaWoozi)

Warning: EYD berantakan, judul yang tidak sesuai dengan isinya, typo berkeliaran, BxB, BL

Happy Reading

Really

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pagi yang cerah membuat Wonwoo bangun keesokan harinya setelah melewati kesengsaraannya kemarin. Ingin rasanya Wonwoo di rumah saja sepanjang hari karena terlalu malas untuk bersekolah. Bolos sekolah sehari tak apa kan? Tapi, hari ini ada presentasi tentang Biology. Dengan terpaksa Wonwoo harus cepat-cepat mandi. Dengan jalan gontai Wonwoo menuju kamar mandi. Setelah itu, Wonwoo segera turun dan mendapati Jeonghan sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Wonwoo.

"Oh, kau sudah bangun ternyata. Baiklah, cepat makan makananmu setelah itu pergi ke sekolah."ujar Jeonghan seperti ibu yang sedang menasehati anaknya/ops?

"Hyung bermaksud mengusirku?"tanya Wonwoo dengan memajukan bibirnya.

"Kkk~bukan begitu. Kau bilang hari ini ada presentasi bukan? Jadi cepatlah berangkat supaya kau tidak terlambat dan presentasikan dengan baik,ne?"nasehat Jeonghan pada Wonwoo.

"Baiklah hyung. Gomawo sudah menyemangatiku"ujar Wonwoo dengan tersenyum yang dibalas anggukan oleh Jeonghan.

Setelah dirasa sudah cukup kenyang, kemudian Wonwoo berpamitan pada Jeonghan dan menuju ke sekolah. Hari ini, Wonwoo tidak berangkat bersama Jihoon karena sudah pastinya Jihoon akan berangkat bersama si sipit berambut biru itu. Mungkin ini penderitaan untuk Wonwoo yang tidak memiliki pasangan mungkin ya:v#digamparwonwooSetelah sampai di halte, Wonwoo dengan segera masuk ke dalam bis karena kebetulan saat Wonwoo baru sampai, bis jurusan arah sekolahnya datang. Lalu, Wonwoo buru - buru duduk di dekat jendela karena takut Wonwoo tidak akan kebagian tempat duduk lagi dan kebetulan di sana kosong. Wonwoo menghela napas lega,lalu memandang jalan karena bosan dan sekaligus bingung apa yang akan dilakukannya.

Tidak sengaja Wonwoo melihat seorang namja yang sedang berjalan di trotoar dengan seragam yang sama dengannya. Wonwoo merasa familiar pada namja itu, tapi Wonwoo bingung apakah ia pernah bertemu dengannya? Dengan cuek Wonwoo hanya mengedikkan bahunya dan kemudian turun dari bis karena sudah sampai di sekolahnya.

"Wonwoo-ya!"panggil Jihoon dari arah belakang, karena merasa namanya dipanggil Wonwoo menoleh.

"Oh, hai Jihoon-ah Soonyoung-ah"sapa Wonwoo dengan tersenyum.

"Hai Wonwoo"sapa Soonyoung balik.

Setelah selesai dengan acara saling-sapa-menyapa, kemudian mereka bertiga bersama-sama menuju kelas masing-masing. Oh ya, omong-omong Soonyoung dengan Jihoon berbeda kelas, tapi kalau Wonwoo dengan Jihoon mereka sekelas. Kalau Wonwoo dan Jihoon kelas 3-1, sedangkan si Soonyoung dia kelas 3-2. Setelah sampai di kelas mereka masing-masing, kemudian Wonwoo segera masuk ke dalam kelas meninggalkan Jihoon dengan Soonyoung. Wonwoo yakin, mereka akan nangis tersedu-sedu karena akan berpisah beberapa jam saja-sebenarnya sih tidak begitu, itu hanya Wonwoo saja yang berlebihan dan hanya Soonyoung yang begitu, tidak mungkinkan Jihoon akan melakukan hal yang sama kan?

"Jihoonie, sampai jumpa lagi nanti. Jangan tinggalkan aku,ne? Aku akan menunggumu"ujar Soonyoung dengan nada sedih yang dibuat-buat.

Nah kan benar?

Jihoon memutar matanya jengah akan sikap Soonyoung. Tapi kok mau-maunya ya Jihoon pacaran dengan Soonyoung? Mungkin itu salah satu misteri tuhan:v#ditendangsoonyoung

"Ya! Soonyoungie, aku ini mau belajar bukan mau pergi ke luar negeri. Jadi, jangan memasang wajah jelek seperti itu. Sudah ah, aku masuk dulu"ujar Jihoon meninggalkan Soonyoung.

"Hei Jihoonie! Aku ini tampan! dan aku adalah kekasih yang paling tampan yang hanya dimiliki oleh Jihoonieku yang manis!"ujar Soonyoung dengan nada yang sedikit dikeraskan.

Siswa lain yang mendengarnya bergesture seakan akan ingin muntah karena ucapannya. Sebenarnya sudah banyak yang tau hubungan antara Jihoon dengan Soonyoung. Kenapa bisa tahu? Mudah saja, karena Soonyoung yang setiap harinya tidak pernah absen ke kelas Jihoon sampai-sampai teman sekelas Jihoon sudah terbiasa atau mungkin suatu kebutuhan/? dengan kebiasaan si sipit bermata unik itu.

Jihoon yang mendengar teriakan si sipit gila yang sayangnya kekasihnya itu hanya menutup kedua telinganya tak ingin mendengar suara cempreng dari Soonyoung setelah duduk di kursinya yang bersampingan dengan Wonwoo.

"Wonwoo-ya, selamatkan aku dari si hyper gila itu"erang Jihoon dengan menelungkupkan kepalanya ke meja.

"Aku heran padamu, bisa-bisanya kau menerimanya sebagai kekasihmu, Jihoon-ah"ujar Wonwoo dengan datarnya.

"Iya ya, aku juga bingung Wonwoo-ya, bagaimana bisa aku menerimanya saat mengutarakan perasaannya padaku"ujar Jihoon meratapi nasibnya seraya mendongakkan kepalanya menghadap Wonwoo. Sedangkan Wonwoo hanya menggelengkan kepalanya.

Setelah itu, bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran akan di mulai dan semua siswa masuk dengan tertib juga mempersiapkan peralatan yang akan di presentasikan hari ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat bel istirahat, Jihoon memutuskan pergi ke perpustakaan dan ditemani oleh Soonyoung untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Kim seonsaengnim. Sebenarnya Jihoon juga mengajak Wonwoo untuk ikut bersamanya, tapi Wonwoo hanya mrnggelengkan kepalanya, malas katanya jadilah Wonwoo tidak ikut bersama mereka berdua. Setelah sampai, Jihoon langsung memilih buku yang akan dipakainya untuk mencari jawaban dari soal yang diberikan oleh Kim saem.

"Jihoonie, aku beli minum dulu ya? Aku haus. Apa kau ingin sesuatu?"tanya Soonyoung.

"Mm... susu stroberi mungkin"jawab Jihoon yang masih berkutat memilih buku yang akan dipakainya.

"Baiklah, aku pergi dulu Jihoonie"

Jihoon membalasnya dengan sebuah anggukan kemudian Soonyoung melesat pergi menuju kantin. Setelah menemukan apa yang diinginkannya, Jihoon duduk di dekat jendela yang menghadap langsung ke arah lapangan yang terdapat seorang namja juga di tidak terlalu menghiraukan namja itu sebenarnya, tapi yang membuatnya penasaran dia begitu familiar di matanya.

"Ah, bukankah kau namja yang berteriak di dalam bis waktu itu,bukan?"tanya Jihoon setelah mengingat-ingat kembali wajah namja itu. Namja tersebut mendongak dan agak sedikit terkejut melihat Jihoon yang kemudian menampilkan cengiran bodohnya.

"Oh ya, bukankah sunbae adalah temannya sunbae yang manis itu?"tanya namja itu keceplosan seraya menutup mulutnya dengan tangan kanan.

"Namja manis? Siapa itu?"tanya Jihoon balik karena bingung dengan pertanyaan yang diutarakan namja itu.

"Itu sunbae yang memiliki wajah emo"jawab namja tersebut ragu-ragu

"Emo? Oh, maksudmu si Wonwoo, Jeon Wonwoo. Apa kau mengenalnya?"tanya Jihoon penasaran.

"Tidak, sebelumnya aku belum pernah bertemu dengannya selain di dalam bis waktu itu"ujarnya.

"Oh, ya sudah aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu"ujar Jihoon kemudian duduk di samping namja itu dan membuka buku yang tadi diambilnya.

"Mm sunbae, bolehkah aku meminta nomor ponselnya Wonwoo sunbae?"tanya namja itu ragu.

"Eh? Minta nomor ponsel?"tanya Jihoon bingung yang dibalas anggukan oleh namja yang ada di sampingnya itu.

"Mm baiklah, ini"Jihoon memberikan sebuah note kecil yang berisi semua nomor ponsel siswa di kelasnya termasuk Wonwoo pada namja itu yang tadi Jihoon bawa bersama buku tulisnya yang lain.

"Tapi, kenapa kau minta nomor ponsel? Atau jangan-jangan kau menyukainya ya?"tanya Jihoon menggodanya.

"Ah, tidak kok sunbae. Aku hanya ingin mengenalnya lebih dekat"ujar namja itu malu malu. Jihoon hanya menyeringai mendengar jawaban namja itu.

"Oh ya, omong omong siapa namamu?"tanya Jihoon.

"Namaku Mingyu, Kim Mingyu sunbae"jawab namja itu-Mingyu dengan tersenyum.

"Oh, kalau namaku Jihoon, Lee Jihoon"ujar Jihoon memperkenalkan dirinya seraya tersenyum manis.

"Senang berkenalan denganmu sunbae"ujar Mingyu dengan mengulurkan tangannya guna menjabat tangan Jihoon yang dibalas juga oleh Jihoon.

"Nado"jawab Jihoon singkat

"Baiklah, kamsahamnida sunbae. Aku pamit dulu ke kelas. Mianhae sudah menggangumu"ujar Mingyu seraya memberikan note kecil itu. Jihoon menganggukan kepalanya.

"Jangan terlalu formal, panggil saja aku hyung"ujar Jihoon dengan tersenyum.

"Ne hyung, sekali lagi kamsahamnida"ujar Mingyu seraya membungkukkan punggungnya 90 derajat setelah berdiri dari tempat duduknya.

"Cheonma"

Tepat setelah Mingyu keluar dari perpustakaan, Soonyoung masuk dan duduk di tempat yang Mingyu tadi duduki.

"Kau ini lama sekali, kemana saja?"tanya Jihoon sedikit kesal. Soonyoung hanya nyengir lebar.

"Mianhae, tadi aku mengobrol sebentar dengan Jun"ujar Soonyoung.

"Jun? Siapa dia?"tanya Jihoon bingung karena sebelumnya ia tidak pernah mendengar nama itu.

"Eh! Kau tidak mengenalnya?"tanya hanya menggelengkan kepalanya

"Dia itu- eh?! Kau mau kemana?"ucapan Soonyoung terpotong saat Jihoon berdiri dari tempatnya.

"Sudah ah, aku mau balik ke kelas keburu bel"

"Memangnya kau sudah selesai Jihoonie? Kenapa tidak pinjam saja?"tanya Soonyoung.

"Malas ah besok saja. Kajja!"ajak Jihoon dengan menggandeng tangan Soonyoung. Sedangkan yang digandeng? Tentu saja tersenyum bahagia. Jarang-jarang Jihoon melakukannya.

Tepat setelah mereka berdua keluar, bel berbunyi menandakan istirahat telah usai. Dengan segera, Jihoon dan Soonyoung menuju kelas mereka takut jika mereka terlambat masuk akan mendapatkan hukuman dari saem mereka.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah Mingyu keluar dari perpustakaan senyum selalu menghiasi wajahnya hingga pulang sekolah. Teman sekelasnya pun heran akan sikap Mingyu. Ia terlihat begitu bahagia karena pemberian dari Jihoon sunbae tadi.

'Akhirnya, aku bisa mencoba lebih dekat dengannya'batin Mingyu bahagia

Ketahuilah kawan, sebenarnya setelah si tiang ini bertemu dengan Wonwoo, tiba-tiba ia berubah menjadi stalker karena hanya ingin mengetahui lebih dekat tentang Wonwoo. Yang mulanya Mingyu tidak terlalu peduli dengan sosmednya kini berubah menjadi orang yang setiap hari bermain sosmed. Jun sendiri pun bingung akan kelakuan si Minggu akhir-akhir ini. Tapi, Jun tidak terlalu memperdulikan sikap Mingyu. Terlalu malas untuk mempertanyakannya.

.

.

.

"Hyung! Akhirnya apa yang aku inginkan terwujud!"ujar Mingyu dengan bahagia setelah pulang sekolah.

"Ya! Kau tidak berteriak juga aku mendengarnya! Dasar"ujar Jun sewot tapi yang dimarahi hanya nyengir kuda.

"Memangnya apa sih yang kau dapatkan hingga kau girang sekali?"tanya Jun heran.

"Hehe... apakah sebelumnya aku belum bercerita?"tanya Mingyu dan Jun hanya menggelengkan kepalanya.

"Begini, waktu itu saat aku berteriak di dalam bis,sebenarnya saat itu aku sedang memandang seseorang lalu bla-bla-bla-bla"

"Oh begitu. Ternyata kau sedang jatuh cinta ya?"tanya Jun menggoda Mingyu. Mingyu hanya tersenyum tampan.

"Lalu setelah kau mendapatkan nomornya kau mau apa? Jangan melakukan yang macam-macam. Ingat dia itu sunbaemu"ujar Jun mengingatkan Mingyu

"Ne hyung"

Setelah percakapan tersebut tak terasa mereka sudah sampai di rumah mereka. Oh ya, Mingyu dan Jun itu tinggal bersama di rumah Mingyu karena orang tua Mingyu sedang berada di luar kota karena pekerjaan mereka. Karena Mingyu yang tidak mau tinggal sendirian, bosan katanya. Lalu Mingyu memberitahu Jun untuk tinggal bersama Mingyu saja dan jadilah mereka tinggal bersama.

"Hyung, hari ini kau yang masak ya? Kemarin kan aku sudah"pinta Mingyu saat sudah memasuki rumah mereka.

"Huh kau ini, baiklah. Berarti kau yang membersihkan kamar ya?"pinta Jun dengan smirk yang menghias di wajahnya.

"Aah, hyung ini. Baiklah"jawab Mingyu malas. Dengan lesu Mingyu naik tangga menuju kamarnya dan Jun seraya menyeret tasnya.

'Yes, malam ini aku bisa menghubungimu sunbae'batin Mingyu dengan smirk di wajahnya sama seperti Jun tadi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Balasan review~~

abibaek: ini udah dilanjut chingu~~

svtvisual: iya, ini cerita kayak pandangan pertama gitu#eaak:v, gomawo udah kasih semangat chingu. Kamu juga semangat juga bacanya ya:v dan ini udah dilanjut^^ mungkin konfliknya beberapa ch. lagi kkk~~

BSion: udah dilanjut kok, gomawo udah mau review^^

joysberry: udah dilanjut chingu~, mian karena apdetnya kelamaan T^T

KimJi17CARAT: udah dilanjut kok, gomawo udah mau review. Aku emang lebih suka bikin sial gini daripada bikin yang kayak angst gitu, jujur aku gak suka yang genrenya angst:D

Jeonwonw: iya, ini udah dilanjut. Gomawo udah mau review

17MissCarat: udah dilanjut~~, duh mian ya udah bikin bingung. Kadang kalo mau bikin Wonwoo pov sma Mingyu pov ujung-ujungnya jadi aneh. Jadi mian ya, juga gomawo udah mau review^^

sasa: ini udah lanjut chingu, gomawo udah mau review^^

hanbinunna : udah dilanjut, gomawo udah mau review di ff abal2 ini. Gak kok sebenernya Mingyu sma Wonwoo tu satu sekolahan tapi beda kelas, juga Wonwoo sma Mingyu belum kenalan baru pertama kali ketemu di dalem bis. Mian ya kalo bingung sma ceritanya:')

SweetHoon: iya, ini dilanjut kok. Trus soonhoonnya minta seberapa dong? Aku sih bisa bikin banyak mungkin karena aku adalah Soonhoon Shipper kkk~~ tapi kan ini juga ada Meanienya. Btw gomawo atas reviewnya^^

Hai readernim, balik lagi sama aku yang sudah lama hilang ditelan bumi/?maafin aku karena apdet terlalu lama T^ benar-benar sibuk banget/maklum anak kelas 3. Ini juga sebenernya lagi Ujian Praktek tapi nyempet2in buat ngelanjut ff gaje ini. Setelah ini juga kayaknya aku musti hiatus dulu T^T. Tapi, setelah UN mungkin apdetnya gak akan selama ini/tapigakjanjiyaxD#dihajarmasa. Oke deh, segini aja cuap cuap dari saya. Eh adakah yang nunggu kelanjutan ff ini? #celingukan. Btw, gak nyangka ternyata ada yang respon ff amatiran ini T^T. Hari ini baru aku bisa apdet ff ni karena mumpung lagi libur kkk~~

Oh ya, gomawo semuanya atas review kalian. Baca review kalian bikin aku semangat buat ngelanjut. Jadi, kalo reviewnya banyak mungkin chapter depan bisa apdet sebelum UN, tapi kalo banyak ya/smirk . DON'T BE SILENT READER! AND DON'T BE PLAGIATOR!

At lastly, review please?