Part Q&A
Q: "mereka kan sekolah asrama tapi kok waktu pulang malah ke rumah masing-masing?"
A: Gini sebenernya emang mereka sekolah asrama tapi untuk asramanya itu sendiri cuma terbatas, jadi hanya khusus untuk anak kelas 3 aja yang di asramain. Kan di sini ceritanya lagi ada acara, trus biar gampang jadi diadain asrama. Maaf kalo buat reader bingung karena aku terlalu malas untuk jabarinnya/plak
Q: Kenapa Mingyu munculnya cuma sebentar? Sebenernya ini ff Meanie atau Soonhoon? Kok lebih banyak Soonhoon ketimbang Meanie?
A: untuk pertanyaan yang ini, aku sendiri juga bingung kenapa malah lebih banyak Soonhoon daripada Meanienya/plak. Tapi tenang aja kok ini ff Meanie mulai dari ch ini ataupun depan akan kuusahakan Soonhoonnya kukurangi. Mianhae ya... efek karena aku Soonhoon shipper mungkin hhehe
Mulai saat ini aku hanya akan membalas review yang berisi pertanyaan mengenai ff ini soalnya aku erlalu malas negtik kebanyakan, tapi aku juga suka baca tanggapan kalian tentang chapter sebelumnya jadi jangan sungkan untuk review ya...
Targetku review 50+/gk
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan YME dan orang tua mereka, tapi ff ini asli dari pemikiran saya
Warning : Typo(s), EYD yang berantakan, gaje, judul yang gak nyambung dengan isinya, bad summary, dan BL! BxB
Happy Reading
Really
.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi yang artinya Wonwoo akan dijemput oleh Jihoon sekitar 1 jam lagi. Saat ini Wonwoo sedang berbaring di atas kasurnya. Sebenarnya, Wonwoo sudah bangun sedari tadi, namun karena terlalu malas untuk bangun jadi Wonwoo tetap berbaring di tempat. Wonwoo menatap langit-langit kamarnya, pikirannya melayang pada seseorang yang selalu mengganggunya. Namun, tiba-tiba lamunannya terbuyar seketika kala Jeonghan-sepupunya berteriak dari arah dapur.
"Wonwoo ireona! Sarapan dulu!"
"Ne hyung" Wonwoo pun bangkit dan beranjak dari kamarnya ke arah dapur, lalu duduk di salah satu kursi. Tak lama, Jeonghan meletakkan makanannya di depan Wonwoo dan duduk di seberang depan Wonwoo dan mulai memakannya.
"Gomawo hyung" Jeonghan mengangguk.
Setelah itu keduanya pun makan dengan khidmat, hening tidak ada yang berbicara saat makan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Jeonghan menghabiskan makanannya terlebih dahulu setelah itu Wonwoo.
"Biar aku saja yang mencucinya"Wonwoo pun mengambil peralatan makanan yang tadi mereka pakai dan mencucinya hingga bersih setelah itu ia duduk kembali ke tempat semula.
"Won, hari ini kau akan menginap di asrama?"tanya Jeonghan sembari memainkan ponselnya.
"Ne hyung,waeyo?"
"Gwaenchana, oh ya Jihoon bilang kau dan dia kedapatan memakai pakaian perempuan, apa itu benar?"tanya Jeonghan bersemangat saat ini ponselnya diletakkan di atas meja.
"Ne, lalu?"Wonwoo mengelap tangannya pada kain lap yang berada di samping kirinya seraya menjawab dan bertanya lagi.
"Aku akan ikut denganmu saat kau mau menyewa pakaian ya mungkin membantumu mencari?"
"Terserah hyung, aku mau mandi dulu jika Jihoon datang bilang tunggu sebentar"Wonwoo berlalu menuju kamarnya dan Jeonghan mempersiapkan barang yang akan dibawanya.
Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu diketuk.
"Ya sebentar, oh... Jihoon?"ujar Jeonghan setelah membuka pintu
"Hai hyung, apa kabar?"tanya Jihoon sumringah
"Baik, cari Wonwoo?"
"Ne, dimana dia?"
"Sedang di kamar, kajja! Masuk dulu" mereka berdua pun masuk dan duduk di sofa.
"Dimana Soonyoung? Biasanya kalian selalu berdua kalau mau kemana-mana"
"Ada kok, lagi di dalam mobil" Tiba-tiba Wonwoo datang dengan membawa tas yang penuh dengan barang bawaannya.
"Ayo hyung,Ji" Mereka pun keluar dari rumah Wonwoo menuju mobil Soonyoung dan masuk ke dalamnya.
"Kalian lama sekali"Soonyoung cemberut.
"Kami menunggu Wonwoo dulu tadi"ujar Jihoon. Soonyoung menggangguku kecil dan menoleh ke belakang dan mendapati Jeonghan disana.
"Jeonghan hyung juga ikut? Eh, kau bawa apa hyung?"tanya Soonyoung penasaran.
"Iya, aku akan membantu Wonwoo mencari pakaian kalau ini"Jeonghan menunjuk tas kecil yang dibawanya"nanti juga kalian tahu sendiri"
"Oh... baiklah kita akan ke sekolah dulu kan?"tanya Soonyoung serentak Jihoon dan Wonwoo mengangguk. Soonyoung pun melajukan mobilnya menuju ke sekolah mereka-kecuali Jeonghan tentunya.
.
.
.
Mereka pun sekolah, kemudian Soonyoung memarkirkan mobilnya. Setelah itu, mereka turun dari mobil Soonyoung sambil membawa barang bawaan masing-masing.
"Hyung, mau ikut kami ke dalam atau menunggu di taman sana?"tanya Soonyoung seraya menunjuk ke arah taman yang bersebelahan dengan tempat parkir.
"Tunggu di sini saja, sudah sana cepat masuk jangan lama-lama"ujar Jenghan dengan mendorong mereka bertiga ke koridor sekolah.
"Aku akan menunggu di Taman kalian tenang saja!"Jeonghan pun pergi menuju Taman dan duduk di salah satu bangku yang tersedia di sana. Di sana terasa sejuk, Jenghan menghirup udara dalam dalam dan membuangnya pelan-pelan. Matanya memicing saat tak sengaja menangkap bayangan yang sangat di kenalnya.
"Apa itu Seungcheol?"gumam Jeonghan. Lama lama sosok itu medekat dan membenarkan apa yang digumamkan oleh Jeonghan.
"Seungcheol!"panggil Jeonghan dengan melambaikan tangannya.
"Jeonghan?! Wah sudah lama kita tidak bertemu"ujar Seungcheol saat sudah berada di dekat Jeonghan ia kelihatan senang sekali.
"Apa kabarmu?"tanya Jeonghan saat Seungcheol mendudukkan dirinya di samping Jeonghan.
"Baik, kau bagaimana? Sedang apa di sini?"tanya Seungcheol balik
"Oh... aku sedang menemani sepupuku, kalau kau?"
"Kalau tadi mengantarkan barang yang tertinggal oleh adikku"
"Oh ya, ngomong-ngomong tentang adikmu. Bagaimana sekarang Hansol? Sudah berpacaran dengan Seungkwan?"tanya Jeonghan
"Sudah, baru seminggu yang lalu mereka berpacaran"Jeonghan manggut-manggut mengerti.
"Ah iya, Cheolie aku harus pergi dulu ada urusan. Bye sampai ketemu lagi"Jeonghan berlalu sambil melambaikan tangannya. Seungcheol balas melambaikan tangannya seraya bergumam dan tersenyum.
"Kau tidak pernah berubah ya, setelah kita berpisah"
.
"Maafkan aku, apa kalian sudah lama sampai disini?"tanya Jeonhan saat ia sudah sampai di tempat parkiran.
"Ani... kamu baru sampai kok hyung, kajja! Kita berangkat sekarang"ujar Soonyoung yang dibalas anggukan oleh ketiganya, mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kawasan sekolah.
"Oh ya, apa kalian sudah menentuka pakaian yang akan kalian pakai?"tanya Jeonghan saat berada di perjalanan.
"Kalau aku sih mudah saja, tinggal pakai jas, selesai"ujar Soonyoung dengan bangga sedangkan Jihoon mencibirnya.
"Aku bingung akan memakai apa"ujar Wonwoo yang dibalas anggukan oleh Jihoon.
"Bagaimana kalau kalian bercosplay saja? Agar tidak ada yang menyamai kalian,bagaimana?"tanya Jeonghan menaik turunkan alisnya.
"Aku setuju"celetuk Soonyoung dengan bersemangat.
"Hei yang ditanya itu Jihoon dan Wonwoo bukan kau"ujar Jeonghan, Soonyoung mengerucutkan bibirnya sok imut.
"Aku terserah sajalah, aku bingung"ujar Jihoon pasrah
"Kalau begitu aku ikut Jihoon saja"ujar Wonwoo.
Tak lama, mereka sampai di tempat tujuan. Tempatnya tidak begitu ramai namun juga tidak bisa dikatakan ramai. Mereka berempat pun turun dan masuk ke toko tersebut.
"Yoongie,dimana tempat pakaian cosplay-nya?"tanya Jihoon
"Kalau tidak salah tempatnya ada disana"ujar Soonyoung seraya menunjuknya. Mereka pun berjalan ke tempat yang ditunjukkan oleh Soonyoung.
Tempat pakaian cosplay dibagi menjadi dua,yaitu kanan dan kiri. Disana juga menyewakan sepatu yang sesuai dengan pakaian cosplay bahkan hingga segala aksesorisnya.
"Baiklah aku dan Jihoon ke sebelah kiri, kau dan Jeonghan ke sebelah kanan"ujar Soonyoung yang dibalas anggukan oleh yang lainnya. Setelah itu, mereka pun memisahkan diri.
"Ji, aku punya ide"Soonyoung bertanya setelah mereka berpisah dengan Jeonghan dan Wonwoo, ia menampilkan seringaiannya.
"Apa?"Jihoon sibuk memilih pakaian sehingga ia tidak melihat wajah Soonyoung.
"Bagaimana kalau kau jadi Madoka Kaname?"Jihoon menghentikan aktifitasnya mendongakkan kepalanya.
"Siapa itu? Coba kulihat yang mana"Jihoon penasaran dengan menengok ke kanan dan ke kiri mencarinya.
"Tapi kau harus berjanji dulu padaku"ujar Soonyoung.
"Ya sudah, apa?"tanya Jihoon ketus
"Kau tidak boleh menolaknya apapun yang terjadi, arra?"
"Itu tergantung dengan pakaiannya"
"Tidak bisa, kau harus setuju dulu"
"Tidak, aku harus melihatnya dulu baru aku akan memikirkannya"
"Tidak bisa Jihoonieku sayang, kau harus setuju dulu"
"Tidak mau!"
Baiklah sebaiknya kita abaikan saja mereka berdua yang sama-sama keras kepalanya, mari lihat Wonwoi dan Jeonghan.
"Hyung aku cari di bagian sana dan hyung di sebelah sana,ya?"tanya Wonwoo
"Baiklah, kalau kau sudah menemukannya kabari aku,ne?"Wonwoo menganggukkan kepalanya mengerti. Wonwoo pun memilah-milah pakaian yang akan digunakannya nanti hingga tidak sengaja bahunya bersentuhan dengan bahu orang lain.
"Eh, mianhae"ujar Wonwoo
"Ne gwaenchanayo, bukankah sunbae yang waktu itu? Masih ingat denganku?"tanya namja itu, Wonwoo berpikir mengingat-ingatnya.
"Ah iya aku ingat, ngomong-ngomong sedang apa kau disini?"
"Menemani temanku yang sedang mencari pakaian, kalau sunbae sendiri?"
"Kalau aku sedang mencari pakaian untukku sendiri"
"Boleh aku membantu? Siapa tau sunbae butuh pertolongan?"
"Mm... kurasa boleh, tapi bukankah kau sedang menemani temanmu? Apa tidak apa-apa?"Wonwoo ragu dengan perkataan namja itu.
"Tidak apa, lagipula temanku itu sedang hilang entah kemana"
"Baiklah, oh ya ngomong-ngomong siapa namamu? Aku Wonwoo, Jeon Wonwoo"ujar Wonwoo seraya mengulurkan tangannya.
"Aku Mingyu sunbae, Kim Mingyu"ujar namja itu-Mingyu sambil membalas uluran tangan Wonwoo.
"Tidak perlu terlalu formal,panggil saja aku Wonwoo hyung"ujar Wonwoo seraya tersenyum manis yang membuat Mingyu ikut tersenyum tanpa sadar.
"Ne hyung" mereka pun berjalan berdampingan dengan mengedarkan pandangan mereka. Tiba-tiba Mingyu berhenti sehingga Wonwoo ikut berhenti juga.
"Wae?"tanya Wonwoo penasaran.
"Bagaimana dengan yang itu, hyung?" Mingyu menunjuk sebuah pakaian, Wonwoo pun mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjukkan oleh Mingyu.
"Mm... lumayan, tidak terlalu mencolok namun juga tidak terlalu sederhana. Aku suka, kau tahu siapa nama anime itu?"
"Kalau tidak salah namanya Ririchiyo Shiirakin dari anime Inu X Boku SS"Wonwoo mencocokkan pakaian tersebut pada tubuhnya.
"Bagaimana? Cocok tidak?"
"Cocok, tapi sepertinya terlalu pendek untukmu hyung"
"Benar juga, ya sudah kita tanya saja pada pegawainya, ada yang ukuran yang lain atau tidak"Mingyu mengangguk dan mengikuti Wonwoo dari belakangnya.
"Noona, tolong bisa kau carikan pakaian yang seperti ini lagi?" Wonwoo menunjukkan pakaian itu "tapi dengan ukuran yang sesuai denganku, ada?"
Pegawai tersebut memperhatikan tubuh Wonwoo dan tinggi Wonwoo yang membuat Wonwoo sedikit risih karena dipandangi seperti itu. Mingyu yang menyadari Wonwoo tidak nyaman berbisik pada Wonwoo.
"Tak apa hyung, dia hanya sedang mengukur tubuhmu"Wonwoo tersenyum kaku pada Mingyu.
"Baiklah sepertinya ada yang ukuran seperti anda, mohon tunggu sebentar tuan"Wonwoo mengangguk dan pegawai itu pun pergi berlalu meninggalkan Mingyu dan Wonwoo.
"Hei, bagaimana jika tidak ada ukuran yang cocok untukku? Bukankah aku terlalu tinggi bagi ukuran seorang yeoja SMA?"tanya Wonwoo khawatir. Mingyu terkekeh.
"Iya juga sih, tapi tetap saja aku lebih tinggi dari Wonwoo hyung"
"Yak! Aku serius"
"Ya iya mianhae hyung"
"Permisi tuan, mohon maaf sepertinya tidak ada ukuran yang cocok untuk anda, namun ada yang mungkin mendekati ukuran yang cocok untuk anda, bagaimana?"
"Bagaimana Min, apa sebaiknya aku cari lagi saja?"Wonwoo menoleh meminta pendapat dari Mingyu.
"Tidak perlu hyung. Coba kau pakai dulu lalu bagaimana kekecilan atau tidak"Wonwoo menghela napas
"Baiklah, Noona tolong ambilkan pakaian itu dulu aku akan mencobanya terlebih dahulu" Pegawai itu pun mengangguk dan tersenyum pada Wonwoo lalu pergi mengambilnya. Tak lama Ia pun kembali dengan membawa pakaian Ririchiyo dan memberikannya pada Wonwoo.
"Ini tuan dan disana adalah ruang ganti"
"Ne kamsahamnida noona, maaf merepotkan noona"Pegawai itu hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu Wonwoo pun berlalu menuju ruang ganti pakaian yang diikuti oleh Mingyu. Wonwoo pun masuk namun sebelum masuk ia berkata
"Kau tunggu di sini dulu, aku akan meminta pendapatmu nanti" Mingyu mengangguk lalu mengirimkan sebuah pesan pada temannya.
"Ini benar-benar memalukan, bagaimana jika aku menggunakannya di sekolah?"gumam Wonwoo seraya memandangi tubuhnya yang terbalut oleh pakaian Ririchiyo. Wonwoo memutar badannya namun setelah itu terkikik geli karena malu dengan perbuatannya sendiri. Wonwoo pun keluar dari ruang ganti lengkap dengan wignya dan aksesoris lainnya seraya menundukkan kepalanya malu.
"Gyu, bagaimana?"tanya Wonwoo seraya mendongakkan kepalanya yang dihiasi rona merah tipis di pipinya yang tanpa sadar membuat Mingyu terpesona seketika.
"Mingyu? Gyu? Hei!"Wonwoo mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Mingyu yanh membuatnya tersadar.
"Oh? Eh? Ha? Ada apa hyung?"tanya Mingyu gelagapan.
"Kau tidak mendengarku?"Wonwoo mengerucutkan bibirnya kesal yang tanpa sadar membuat Mingyu ingin pingsan seketika karena kadar keimutannya.
"Oh ah iya, aku mendengarnya kok. Cocok kok untukmu hyung, aku suka sangat pas untukmu kau jadi terlihat seperti yeoja sungguhan. Kau sangat cantik"ujar Mingyu seraya tersenyum.
"Yak! Aku ini namja jadi aku tampan bukannya cantik. Ah sudahlah, oh ya ngomong-ngomong terima Kasih kau sudah membantuku. Kau ternyata baik walaupun kadang mengesalkan"Mingyu hanya menanggapinya dengam senyuman hingga taringnya sedikit terlihat.
"Baiklah, aku akan mengambil pakaian ini. Tunggu sebentar aku akan ganti pakaian dulu"Wonwoo hampir saja berbalik namun sebuah tangan menghalanginya.
"Sebentar hyung"Wonwoo mengernyit bingung.
"Ada apa?"
"Tetap seperti ini dulu"Wonwoo bingung namun ia tetap menuruti apa kata Mingyu namun kesadarannya tiba-tiba pulih seketika ketika sebuah suara kamera mengejutkannya.
'Cekrek'
"Yak! Kau memfotoku?! Andwae aku tidak mau, cepat hapus foto itu!"ujar Wonwoo kesal seraya menyodorkan tangannya.
"Tidak mau"ujar Mingyu seraya menyembunyikan ponselnya di belakang punggungnya.
"Kau-!"cacian dan makian Wonwoo baru saja akan keluar namun Jeonghan datang memotong kata-katanya.
"Kau sudah menemukannya? Wah kau sangat cocok Won! Eh, siapa kau?"Jeonghan awalnya yang begitu histeris melihat Wonwoo langsung bingung dengan kehadiran Mingyu.
"Annyeong haseyo, Kim Mingyu imnida. Aku adik kelas dari Wonwoo hyung"ujar Mingyu seraya membungkukkan badannya. Jeonghan mengangguk-anggukan kepalanya sambil bergumam 'o'
"Kau sangat cantik dan manis sekali Wonie, ah aku jadi melihat yeoja sungguhan"ujar Jeonghan dengan tatapan yang berbinar-binar.
"Tapi aku namja hyung, kenapa semua orang jadi menganggapku yeoja-_-? Oh ya, ini berkat Mingyu aku menemukannya atas saran darinya"
"Oh... kau akan memakai yang inikan?"Wonwoo mengangguk"ya sudah ayo kita sewa"Jeonghan menyeret Wonwoo seketika yang membuat Wonwoo kaget.
"Eh eh hyung! Aku harus ganti dulu baru menyewanya"ujar Wonwoo dengan menahan tarikan Jeonghan.
"Oh iya, hehehe ya sudah sana cepat"ujar Jeonghan dengan mendorong Wonwoo ke dalam ruang ganti.
"Kau semangat sekali, kalau aku berpakaian seperti ini hyung"gerutu Wonwoo, Jeonghan hanya membalasnya dengan cengiran dan Mingyu hanya memperhatikan mereka berdua sedari tadi.
"Mm... hyungdeul. Sepertinya aku harus pergi dulu, temanku ternyata sudah menungguku"Mereka berdua-Jeonghan dan Wonwoo berhenti seketika.
"Oh iya, Gomawo Mingyu-ssi telah membantu Wonwoo"Jeonghan tersenyum ke arah Mingyu.
"Ne hyung, aku pergi dulu"Mingyu pun berlalu meninggalkan Jeonghan.
"Lho? Mana Wonwoo? Bukankah tadi masih disini? Sudah masuk ya?"gumam Jeonghan bingung, namun setelah itu sibuk dengan ponselnya.
.
.
Mari kita lihat couple soonhoon again
"Tidak mau Soonyoungie, aku harus lihat dulu"ujar Jihoon memaksa.
"Tidak bisa, kau harus janji dulu"Soonyoung tetap pada pendiriannya hingga akhirnya Jihoon mencoba mengalah, berdebat dengan kekasihnya yang sama-sama keras kepala lelah juga.
"Baiklah, aku janji. Sudah cepat pakaiannya yang mana"ujar Jihoon pasrah.
"Yeay! Coba lihat di sebelah kirimu, kau pasti akan langsung melihatnya"ujar Soonyoung dengan sumringah yang membuat Jihoon kesal. Jihoon pun menoleh dan saat melihatnya Jihoon melotot horor. Jihoon langsung mengalihkan pandangannya pada Soonyoung kembali.
"Mwo?! Yang itu?! Aku tidak setuju. Itu terlalu mencolok, kwon!"
"Tak apa, kau pasti akan terlihat imut, Ji"ujar Soonyoung dengan senang. Jihoon yang memang pada dasarnya memang alergi dengan kata imut,pendek,mungil dan sebangsa itu langsung berteriak tidak setuju.
"Andwae! Aku tidak mau terlihat imut. Aku namja, Soonyoung!"Jihoon sangat terlihat kesal karena memang pasalnya ia begitu benci dengan yang berbau kekawaiian.
"Iya aku tahu kau namja, maka sebab itu aku ingin kau memakai pakaian ini"Soonyoung setengah memohon pada Jihoon.
"Andwae, kalau begitu kau cari saja namja lain. Tidak perlu aku"ujar Jihoon ketus hilang sudah kesabarannya karena hanya pakaian itu.
"Tapi aku hanya ingin kau, Ji. Tidak mau yang lain"Soonyoung setengah menggoda Jihoon"lagipula Jeonghan hyung juga pasti setuju kau memakai pakaian ini"
"Tentu saja, karena kau dan Jeonghan hyung sama saja"Soonyoung hanya nyengir kuda mendengar tanggapan dari kekasih mungilnya. Jihoon merenung memikirkan nasibnya di sekolah nanti jika ia memakai pakaian tersebut. Namun, rak lama datang Jeonghan dan Wonwoo mendekati mereka.
"Bagaimana? Kalian sudah mendapatkannya?"tanya Jeonghan
"Belum, Jihoonie selalu menolaknya hyung. Ah, begini saja kalian coba lihat yang itu kira-kira cocok dengan Jihoon tidak?" Jeonghan dan Wonwoo pun memerhatikan pakaian itu dengan seksama.
"Cock, aku suka. Pasti terlihat manis untuk Jihoonie"ujar Jeonghan yang membuat Soonyoung tersenyum bangga.
"Aku juga sependapat dengan Jeonghan hyung, tapi aku ragu kalau Jihoon mau mengenakannya"ujar Wonwoo
"Tentu saja! Aku tidak akan mau memakai pakaian itu"ujar Jihoon bersungut-sungut.
"Tapi, itu terlihat manis untuk kau Ji. Aku yakin akan banyak yang suka denganmu"Soonyoung merangkul Jihoon seketika.
"Tidak boleh ada yang suka dengan Jihoonieku, Jihoonie hanyalah milik Kwon Soonyoung seorang"Jihoon nge-blush seketika, ia melepaskan rangkulannya.
"Apaan sih, yang jelas aku tidak mau"
"Ayolah Ji, tak apa. Lagipula kita sudah terlalu lama di sini"Wonwoo menengahi sembari melihat jam tangannya. Jihoon menghela napasnya pasrah, ia kalah berdebat tidak ada yang membelanya.
"Baiklah, aku mau"ujar Jihoon lemah yang langsung diiringi pekikan senang oleh Jeonghan dan Soonyoung, sedangkan Wonwoo hanya tersenyum.
"Kajja! Kau harus mencobanya dulu"ujar Soonyoung yang terlihat senang sekali.
Singkat cerita, mereka sudah berada dalam mobil Soonyoung hendak ke rumah Wonwoo untuk beristirahat sebentar, tapi sebelumnya mereka mampir ke cafe terdekat untuk mengisi perut yang kosong. Di dalam mobil suasana begitu hening tak ada yang berbicara fokus dengan pikiran mereka masing-masing bahkan ada yang tertidur saking lelahnya seperti Jeonghan dan Jihoon. Namun, Wonwoo saat ini sedang memandang ke arah kaca mobil melihat pemandangan kota di luar sana.
'Kim Mingyu, apa kau orangnya?'
.
.
.
.
.
.
TBC
(1) Maafkan aku yang udah hilang beberapa bulan lalu, jujur aku males buat ngetik lagi karena kesibukanku jadi aku gak akan janji janji lagi mau apdet cepet. Oh ya, ini juga sengaja kubuat lebih banyak karena udah gak apdet beberapa lama.
(2) Setelah jadi anak SMA, aku jadi sering pulang sore aku hanya punya waktu hari sabtu doang itupun sorenya aku akan belajar lagi sampai pagi(nginap).
(3) Padahal aku rasa baru kemarin terbebas dari jam tambahan, eh sekarang malah ank kelas sepuluhnya udah disuruh ikut jam tambahan. Aku bener-bener sibuk banget belum lagi kalau misalkan ada tugas ataupun ulangan.
(4) Udahlah aku kebanyakan cingcong, maaf kalo misal ada typo males baca lagi soalnya hehe/plak
(5) Oh ya, satu lagi kalo misalkan aku ada kesalahan dalam pemilihan kata, tolong beritahu aku di kotak review karena aku juga termasuk author baru disini, jadi kumohon bimbingannya/bow
See you again, next chapter/lambai-lambai bareng Meanie&Soonhoon
