Ospek Pembawa Cinta

.

.

.

Naruto masih milik Mashashi Kishimoto

Kalau sasuke milik author Asuura-chan #plak

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

Don't like don't read

Happy Reading

.

''kalau begitu, kau Uchiha Sasuke akan masuk ke dalam kelompok bimbingan Haruno Sakura'' Ucap neji tegas.

Mendengar perkataan neji, sakura pun menolehkan kepalanya dan melihat sosok pria yang menabraknya tadi pagi sedang tersenyum canggung kearahnya.

''K-kau?'' ucap sakura terbata-bata karena kaget

''Ha-hai se-senpai'' ucap sasuke sambil melambaikan tangannya kearah sakura dengan keringat menetes di pelipisnya.

Sakura pov

'Heh, ternyata pria yang menabrakku tadi pagi masih maba dan dia masuk kelompok ospek bimbinganku. Entah ini masuk kedalam rentetan kesialan yang sejak tadi pagi ku alami atau malah keberuntungan?*upss. Ya, kuakui pria bernama Uchiha Sasuke ini memang sangat tampan. Tapi aku masih belum bisa melupakan kekesalanku padanya akibat kejadian tadi pagi. Apa aku harus balas dendam terlebih dahulu? Hmm, mengerjainya sedikit sepertinya tidak buruk juga' Ucap sakura dalam hati sambil menyeringai kearah sasuke.

Sasuke pov

'Mampus aku, Ternyata perempuan pink yang tadi pagi kutabrak adalah senpai yang akan membimbingku selama ospek. Kupikir dia juga mahasiswa baru, mengingat tubuhnya pendek, kurus, kecil, kerdil, tapi imut. Ya, kuakui ia memang imut dengan bibir mungil, mata emerald, kulit putih, dan rambut pink sebahu. Saat aku memandangi bibir mungilnya, ia malah menampakkan seringaian yang cukup mengerikan hingga keringat mengucur lagi di pelipisku. Oh, apa salahku sehingga hari ini aku sangat sial sekali? Apa karena aku sering menjahili Itachi? Tidak tidak, aku menjahili Itachi karena dia yang menjahiliku duluan. Apa karena aku sering membangkang kepada ayah ibuku? Ayah, Ibu, itachi aku sungguh minta maaf, aku akan menjadi anak dan adik yang baik bagi kalian.'

Normal pov

''Kalau begitu aku pergi dulu Sakura. Kau urus saja dia. Jangan lupakan hukumanmu Uchiha, push up 200 kali dan lari 20 putaran'' Ucap Neji sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.

''Senpaai, kami sudah mendapatkan tanda tangan dari para panitia inti seperti yang kau perintahkan tadi'' Ucap Karin, Shion dan Tayuya sembari menyerahkan sebuah buku bersampul merah kepada sakura.

''Hmm, cepat juga kerja kalian bertiga. Oh iya dia adalah teman satu kelompok kalian. Jadi sekarang kelompok kita tidak kekurangan anggota lagi. Perkenalkan dirimu!'' Jelas sakura panjang lebar pada Karin, shion dan tayuya.

''Uchiha Sasuke'' Ucap sasuke singkat padat dan jelas.

Sakura sedikit kesal (lagi) karena perkataan panjang lebar darinya hanya dijawab dua kata oleh kouhai tampannya.

''Kyaaa, tampan sekali,''

''Sasuke-kuuuun'' pekik mereka bertiga bersamaan

''Kalian bertiga langsung kerjakan tugas berikutnya yang sudah diberikan ketua panitia ospek. Tunggu apalagi Uchiha? Cepat laksanakan hukumanmu! Aku akan mengawasimu.''

Dengan enggan, Sasuke pun melepaskan tas ransel kesayangannya dan memulai push up diiringi dengan kepergian Karin, shion, dan tayuya.

Sasuke pov

'Huh perempuan tiga itu berisik sekali. Entah sudah berapa kesialan yang kudapatkan hari ini. Bangun kesiangan, terjebak kemacetan, menabrak gadis pink, mendapat hukuman plus plus dari senpai cantik (?), sekelompok dengan tiga bocah berisik. Semoga tidak ada kesialan lainnya hari ini. Untung aku rajin olahraga ke gym sehingga push up 200 kali dan lari 20 putaran sih gampang banget. Tapi kok kalau diawasin (dipelototin) sama sakura senpai kok badanku gemetaran dan jantungku berdetak lebih kenceng ya? Apa aku udah mau mati? Kami-sama, aku belum mau mati dulu, dosaku masih banyak' inner sasuke

Setelah aku menyelesaikan hukuman dari senpai cantik (?) sambil diawasi oleh sakura senpai, aku pun beristirahat sejenak. Keringat menetes dari sekujur tubuhku. Aku juga berusaha menormalkan detak jantungku yang masih menggila. Sampai sebuah suara memasuki gendang telingaku.

''Hei Uchiha, belikan aku jus mangga di kafetaria dalam 5 menit'' Ucapnya sudah seperti bos besar. Loh, yang haus siapa, yang disuruh beli minum siapa, eh yang minum siapa. Aku pun menjulurkan tanganku meminta uang untuk membeli pesanannya.

''Kenapa tanganmu seperti itu? Beli pakai uangmu dong, bukankah keluarga uchiha itu keluarga konglomerat? Masa beli jus mangga satu gelas saja tidak mampu?''

Oke, kuakui ketebalan dompetku memang tidak perlu dipertanyakan. Dan apa apaan itu dia menghina keluarga uchiha? Jangankan membeli 1 gelas jus mangga, membeli semua pabrik yang membuat jus mangga saja kami bisa. Cih, aku pun langsung bergegas menuju kafetaria sambil mendengus kesal.

Lima menit kemudian

''Apa apaan ini Uchiha, aku menyuruhmu membeli jus mangga. Kenapa rasanya masam sekali seperti jus lemon?''

'Grrrrr, ini orang banyak maunya, Sudah gratisan aja masih banyak protes'

''Belikan lagi jus mangga yang lebih manis dari ini'' perintahnya (lagi)

Tujuh menit kemudian

''kenapa lama sekali? Dan berapa kilo gula yang kau masukkan kedalam jus mangga ini? Ini terlalu manis. Kau mau balas dendam ya? Ingin aku terkena diabetes? Ingin aku cepat mati? Ha?'' semprot sakura

'oh shit, ini orang maunya apa sih? Begini salah, begitu salah, aku kan jadi serba salah (?)'

Akhirnya aku pergi (lagi) ke kafetaria untuk membelikan jus mangga yang tidak asem dan tidak terlalu manis.

6 menit kemudian

''Hmm, lumayan enak. Sekarang kau boleh pergi bersama teman sekelompokmu untuk menyelesaikan tugas dari ketua panitia''

'astaga ini orang. Setidaknya berilah aku istirahat sebentar saja. Dasar orang tidak berperikemanusiaan' umpatku dalam hati.

Aku pun segera berjalan menuju tiga gadis nyentrik bin berisik yang berteriak-teriak memanggilku dam melambaikan tangan kearahku sehingga semua orang menoleh kearahku. Oh, aku benci menjadi pusat perhatian seperti ini.

Sakura pov

Aku sempat memuji diriku sendiri tadi karena bisa berbicara ketus setengah membentak pada kouhai tampan itu. Meskipun aku terbilang cuek, aku ini orangnya lemah lembut. Meskipun tidak selembut hinata sih. Aku mengawasi (memelototi) kouhai tampan itu push up 200 kali dan lari 20 putaran. Setelah ia selesai melaksanakan hukumannya, ia Nampak sangat kelelahan dengan keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Melihat keringat menetes dari tubuhnya membuat darahku berdesir, mukaku memerah dan jantungku berdetak sangat cepat.

'Oh, apa yang kau pikirkan sakura?' Segera saja kualihkan pandanganku dan menyuruhnya membeli jus mangga di kafetaria. Ia tampak sangat kelelahan dan itu membuatku sedikit merasa bersalah. Tapi niatanku untuk mengerjainya habis-habisan masih belum surut. Setelah ia membelikanku jus mangga menggunakan uangnya entah yang keberapa kali, aku merasa kasihan juga. Segera saja kusuruh ia bergabung dengan Karin dkk untuk menyeesaikan tugas yang diberikan ketua panitia ospek.

Normal pov

Setelah berjam-jam menjalani ospek hari pertama, akhirnya para mahasiswa baru diperbolehkan untuk pulang. Tampak ekspresi kelelahan diwajah para maba, begitu pun dengan para panitia. Ospek di Tokyo University ini dilaksanakan selama tiga hari. Jadi esok hari dan lusa kita masih bisa melihat penyiksaan penyiksaan (nggak sadis kok) yang dilakukan oleh senior (sakura) pada para maba (sasuke). Khukhu Sasuke, bersiaplah masih ada dua hari lagi author yang cantik ini menyiksamu*smirk

Sakura pov

Hwaa aku baru ingat hari ini aku tidak membawa mobil karena ban mobilku bocor. Siapa yang bisa ku tebengi ya? Ah ino pasti bisa, dia kan sahabatku. Aku pun menghampiri ino yang tengah membereskan barang-barangnya dengan tergesa-gesa.

''Pig, Aku pulang sama kamu ya? Pliss, kamu tau kan hari ini aku tidak membawa mobil. Ya ya ya?'' Ucapku pada Ino menggunakan jurus puppy eyes andalanku.

''Maaf sakura, hari ini aku dan gaara akan mengunjungi ibunya gaara di Kyoto yang sedang sakit parah'' Ucap ino dengan tatapan bersalahnya

''yasudah tidak apa-apa. Sampaikan salamku pada ibunya gaara ya'' balasku dengan sedikit nada kecewa.

''Ino, ayo cepat'' Ucap gaara yang tiba-tiba muncul dari balik pintu

''Aku sungguh minta maaf sakura, lainkali kita pulang bersama. Aku pergi dulu ya, aku mencintaimu'' Ucapnya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya

Aku pun berjalan dengan langkah gontai kearah gerbang Tokyo University. Haah aku harus berjalan sekitar 2 Km untuk sampai di halte bis terdekat. Aku heran kenapa tidak dibangun halte bis disekitar Tokyo University ini. Kalau mahasiswa yang tidak mempunyai kendaraan kan jadi repot harus berjalan sejauh 2 Km dulu. Aku terus berjalan sampai terdengar sebuah klakson mobil yang berhenti tepat desebelahku.

Tin… Tin…

Sasuke pov

Setelah acara ospek hari pertama selesai, aku bergegas menuju parkiran untuk mengambil mobilku dan pulang secepatnya. Sesampainya di parkiran, aku langsung memasuki mobilku dan menjalankannya menuju gerbang Tokyo University. Sekelebat warna pink menyapu pandanganku dan aku langsung menyadari bahwa itu adalah senpai imut yang diam diam kusukai. Ya dia adalah Haruno Sakura. Entah mengapa setiap melihatnya aku langsung salah tingkah. Ah, aku baru ingat kalau aku belum meminta maaf padanya karena kejadian tadi pagi. Segera saja kubunyikan klakson mobilku dan kuhentikan mobilku tepat disebelahnya.

Tin.. tin..

.

.

.

TBC

Pojok balas review

Luca Marvell Hihi iyaa, sakura jadi senpai. Disini sakura lebih tua dari sasuke ya

Joanna Katharina 37 Dipuji sama senpai jadi malu nih #plak. Terimakasih sarannya ya…

echaNM Neji mah emang cantik dari lahir #dihajarneji

sofi asat Ini udah lanjutt

Chiwe Sakura Sebenernya ga tega sih nistain mang sasu. Tapi kalo ga dinistain ntar ffnya gajadi humor dong #dihajarsasu

.

.

Hwaa akhirnya selesai chap 2. Maaf kalo ceritanya gak nyambung dan alurnya kemana-mana tak tentu arah(?). Btw, aku kan sudah kelas 3 SMA, dan bentar lagi UN. nah buat para senpai yang sudah lulus dan UN nya berbasis komputer bisa share share pengalamannya dong ke PM aku.#kokmalahcurhat

Aku masih sangat baru disini jadi masih perlu banyak belajar buat nulis, masih banyak kesalahan, typo dan kekurangan kekurangan lainnya. Buat para senpai mohon kritik dan saran serta bimbingannya yaa. Terima kasih buat yang sudah review, favs and follow. Jangan lupa review lagi yaaa :D sampai jumpa di chap depan… XD