Ospek Pembawa Cinta
.
Naruto masih milik Mashashi Kishimoto
Kalau sasuke milik author Asuura-chan #plak
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Don't like don't read
Happy Reading
.
Sakura pov
'Tin… Tin…'
Aku menoleh kesamping kananku dan mendapati sebuah mobil Lamborghini berwarna dark blue berhenti tepat disebelahku.
'Siapa nih? Jangan-jangan penculik? Hwaaa siapa pun tolongin sakura. Sakura gak mau diculik lagii. Tapi masa mobil penculik keren banget dan kinclong kaya gini sih?'
Aku emang agak trauma dengan mobil-mobil asing yang tiba-tiba berhenti di sebelahku. Aku trauma karena beberapa tahun yang lalu waktu aku umur 9 tahun, aku pernah diculik sama rival bisnis papaku. Saat itu si penculik ngaku-ngaku sebagai orang suruhan papa buat jemput aku disekolah. Karena aku dulu masih kecil, aku langsung percaya gitu aja dan langsung naik kedalam mobil si penculik. Setelah tau kalau mobil yang kunaiki ini tidak menuju kerumahku, aku mulai panik dan si penculik malah ketawa-ketawa gak jelas. Kemudian, mereka membawaku masuk kedalam gudang dan mengikat tangan dan kakiku diatas sebuah kursi. Aku merasa sangat lapar karena ini sudah siang dan aku belum makan siang. Apalagi tadi pagi waktu sarapan aku hanya makan sangat sedikit. Karena tidak tahan lagi, aku menangis sekencang-kencangnya. Si penculik yang 'mungkin' terganggu dengan suara tangisanku yang 'menggelegar' pun mengambil selembar kain untuk membungkam mulutku. Aku yang terus menangis tanpa suara selama berjam-jam karena kelaparan pun mulai capek dan kemudian tertidur.
Entah apa yang terjadi selama aku tidur, tiba-tiba saat aku terbangun aku sudah ada di atas kasur empukku sambil dipeluk sasori-nii. Sejak kejadian penculikan itu, aku merasa Sasori-nii sangat protektif padaku, atau biasa disebut 'Sister Complex'. Aku sangat risih, karena kemana-mana selalu diikutin sama Sasori-nii. Kerja kelompok dia ikut, main kerumah temen dia ikut, belanja bareng mama, dia ikut juga. Untung kalau aku ke kamar mandi dia gak ikut juga. Sasori-nii sekarang sedang kuliah di Inggris dan kudengar beberapa minggu lagi dia akan kembali ke Jepang. Aku hanya berharap semoga sifat sister complex nya sudah hilang. Aku tersadar dari lamunanku ketika sebuah suara menyapu indra pendengaranku.
''pai.. Senpai.. SAKURA SENPAI''
''Huh?''
''Kok malah ngelamun sih senpai?'' Tanya kouhai ganteng kelompok ospekku yang bikin jantungku dag dig dug gak karuan.
'' Yeeh, siapa yang ngelamun?''
''Senpai mau kemana? Kok jalan kaki?''
''Ya mau pulang lah. Mobilku masih di bengkel makanya aku jalan kaki''
''Kalau gitu bareng aku aja pulangnya. Anggap aja sebagai permintaan maafku karena tadi pagi udah nabrak senpai. Dijamin 100% bakalan selamat sampai tujuan deh''
'Wahh, rejeki nih, gak boleh ditolak. Dapat tumpangan gratis dari orang ganteng, pake mobil keren pula. Lumayan nih, bisa ngehemat uang buat naik bus sekaligus cuci mata, hihi' Ucapku dalam hati sambil tertawa pelan.
Sasuke pov
''Kalau gitu bareng aku aja pulangnya. Anggap aja sebagai permintaan maafku karena tadi pagi udah nabrak senpai. Dijamin 100% bakalan selamat sampai tujuan deh'' tawarku pada senpai cantik ini. Ia sempat tertawa pelan sebelum akhirnya menerima tawaranku.
''Yah, kalau kamu memaksa, mau gimana lagi? Tapi bener ya, harus selamat sampai tujuan'' Ucapnya sambil membuka pintu mobilku dan duduk disebelah bangku kemudi.
'Seingatku aku tadi gak ada maksa deh'
Akhirnya setelah sakura-senpai naik, aku pun melajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Jalanan lumayan macet sore ini. Karena terlalu hening, aku pun membuka percakapan dengan senpaiku.
''Rumah senpai dimana?''
''Di distrik Senju blok E no. 23'' Jawabnya singkat. Setelah itu kondisi mobilku kembali hening. Saat tiba di lampu merah tak jauh dari distrik senju, tiba-tiba ada suara yang membuatku sangat malu.
'kruyukk'
'shit', kujamin mukaku memerah karena malu saat ini. Aku baru ingat kalau dari tadi pagi aku belum ada makan apapun.
''hihi'' kikiknya pelan saat mendengar suara perutku berbunyi
''Senpai jangan ketawa, ntar aku turunin disini loh'' Ucapanku sukses membungkam mulut senpai cantikku ini
''Gimana kalo nanti kamu mampir kerumahku dulu? Biar aku masakin sesuatu'' tawarnya padaku
'Ihiiy, kesempatan nih, aku bisa masuk kerumah senpai cantikku. Siapa tau bisa langsung kenalan sama orang tuanya terus disuruh cepat-cepat nikah'(?) gumamku sambil senyum-senyum sendiri.
''Yah, kalau senpai maksa, mau gimana lagi?'' ku gunakan kembali kata-katanya saat ia menerima tumpanganku tadi.
Beberapa menit kemudian, kami sudah sampai dirumah sakura-senpai. Rumahnya sangat minimalis sekali namun terlihat mewah dengan halaman yang indah dan beberapa pot bunga yang tersusun rapi. Setelah membuka pintu rumahnya, sakura-senpai mempersilahkanku untuk masuk. Aku duduk diruang tamunya dan mengamati beberapa foto yang terpajang disana sambil menunggu senpai cantikku itu berganti pakaian. Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar terbuka dan menampakkan senpai cantikku yang terlihat makin cantik dengan pakaian murahannya(?), eh maksudku pakaian rumahannya.
''Ayok langsung ke dapur aja''
Sesampainya didapur, senpai cantikku memutuskan untuk memasak sup tomat *tentunya karena permintaanku*. Aku membantunya memotong tomat sedangkan dia menyiapkan bumbunya.
''senpai''
''Hmm? Panggil sakura aja, lagipula umur kita kayanya sama. Soalnya dulu waktu sekolah aku masuk kelas akselerasi. Kalau di kampus baru panggil senpai'' Ihiyy, udah disuruh manggil pake nama depan aja nih. Lampu Kuning #plak
''Ehm, sakura, kamu tinggal disini sama siapa? Kok rumahmu sepi banget?''
''Aku tinggal sendiri. Mama Papaku tinggal di Kyoto, sedangkan kakakku lagi kuliah di Inggris''
''Ooh"
Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara kami. Beberapa menit kemudian, sup tomat buatan sakura sudah matang. Sakura mengambil semangkuk sup dan diserahkan padaku kemudian mengambil semangkuk lagi untuk dirinya sendiri. Setelah menyelesaikan acara makan, aku membantunya membersihkan dapur dan mencuci piring. Kemudian aku pamit padanya untuk pulang karena hari sudah sangat sore. Ia pun mengantarku sampai didepan pintu rumahnya. Aku merasa seperti sudah memiliki seorang istri *uppss
-0-
Sasuke pov
Ospek menyebalkan yang membuatku bertemu dengan Sakura telah usai sekitar sebulan yang lalu dan kini aku sudah resmi menjadi mahasiswa Kedokteran di Tokyo University. Hubunganku dengan Sakura juga mulai mengalami kemajuan. Kami sering berangkat ke kampus bersama, pulang bersama, belanja bersama, masak bersama dan tidur bersama (?), ehh maksudku makan bersama. Rencananya sih aku akan mengutarakan perasaanku padanya hari ini di taman belakang kampus. Mengingat rencanaku hari ini aku jadi senyum-senyum sendiri didalam gedung belajar.
''Teme, kau kenapa senyum-senyum sendiri seperti orang gila?'' tegur naruto, salah satu sahabatku sekaligus mahasiswa paling bodoh dan berisik di fakultas kedokteran Tokyo University.
''Mau nembak cewek"
"Hah? Jangan bilang kamu mau nembak Sakura senpai? Temee,, kamu kan tau aku juga suka sama Sakura senpai. Kok kamu tega banget sih?''
Aku tak membalas perkataannya lagi. Ia terus merengek padaku agar aku tidak jadi mengutarakan perasaanku pada Sakura hari ini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aku pun bergegas menuju taman belakang kampus dan menunggu sakura disana. Tak lama kemudian, aku melihatnya berlari kearahku.
''Maaf ya lama, tadi dosennya gak keluar-keluar,hehe. Oiya, mau ngapain kamu ngajak aku ketemuan disini?"
"Enggak papa kok, aku juga baru aja sampe sini. A-aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Sebenernyaakuudahlamasukasamakamu. Kamumaugakjadipacaraku?" Sial, gara-gara gugup aku jadi ngomong cepet banget.
"Hah? Kamu ngomong apa kumur-kumur? Cepet banget"
"Sebenernya aku udah lama suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?" Ucapku dengan sedikit pelan dari sebelumnya dan sukses membuat wajahnya memerah. Ia tidak langsung menjawab pernyataan cintaku dan malah pergi meninggalkanku begitu saja. Kemudian setelah jarak kami lumayan jauh, ia menganggukkan kepalanya dan segera berlari pergi dari taman belakang kampus. Ternyata dia salah tingkah toh? Kupikir aku bakalan ditolak. Huh, aku menghela napasku dengan perasaan lega.
Sakura pov
Sore ini Sasuke mengajakku ketemuan di taman belakang kampus. Katanya sih ada yang mau di omongin. Tapi apa ya? Kuliah seharusnya selesai pada pukul 3 sore, namun ini sudah pukul 3:10 dan dosenku yang killer abis itu belum ada tanda-tanda akan keluar. Lima menit kemudian, akhirnya dosenku tercinta keluar juga. Aku bergegas membereskan buku-bukuku dan pergi menuju taman belakang.
''Kamu mau kemana sak? Buru-buru banget?"
"Ada urusan pig"
"Urusan hati ya?" Ucapnya lagi dengan senyum menggodaku
Aku tak membalas ucapan ino dan segera berlari pergi ke taman belakang. Di tengah jalan, aku bertemu dengan naruto, salah satu sahabat sasuke memandangku dengan tatapan memelas dan ekspresi mukanya seperti ingin menangis. Aku hanya tersenyum kearah naruto dan berlalu meninggalkannya begitu saja. Sesampaiku di taman belakang, aku langsung menghampiri Sasuke yang berdiri di bawah pohon sakura.
''Maaf ya lama, tadi dosennya gak keluar-keluar,hehe. Oiya, mau ngapain kamu ngajak aku ketemuan disini?" Ucapku karena merasa bersalah. Ia tersenyum manis sebelum menjawab pertanyaanku yang membuat jantungku berdetak lebih cepat
"Enggak papa kok, aku juga baru aja sampe sini. A-aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Sebenernyaakuudahlamasukasamakamu. Kamumaugakjadipacaraku?"
"Hah? Kamu ngomong apa kumur-kumur? Cepet banget"
"Sebenernya aku udah lama suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?" Ucapnya yang membuat wajahku langsung panas dan merah. Aku ingin menjawab 'iya' tapi entah kenapa suaraku tidak mau keluar. Akhirnya aku pergi begitu saja dan setelah jarak kami lumayan jauh, aku menganggukkan kepalaku. Rasanya sangat aneh seperti ada banyak kupu-kupu terbang didalam perutku.
Sore ini aku pulang sendiri karena terlalu malu untuk bertemu sasuke kembali. Sesampaiku dirumah, aku langsung mandi dan memasak untuk makan malam. Saat hendak memakan masakanku, aku mendengar suara bel rumahku berbunyi.
'Ting tong… Ting tong'
Kulangkahkan kakiku perlahan meuju pintu depan untuk membukanya. Aku berharap yang bertamu kali ini bukan Sasuke. Aku masih belum siap bertemu dengannya. Setelah pintu kubuka, aku sangat terkejut melihat siapa yang datang.
''Sasori-nii? Kapan kau tiba? Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau akan pulang ke Jepang?"
"Hai Saku-chan, aku baru saja tiba. Aku tidak mengatakan padamu kalau aku akan kembali ke Jepang karena aku ingin mengejutkanmu. Jadi, apa kau terkejut?" Ucapnya sambil memelukku erat.
"Sangat terkejut, nii-chan"
"Selama aku di Jepang, aku akan tinggal disini bersamamu. Aku akan mengawasi dan menjagamu"
'Dasar sister complex' Kupikir setelah ia tinggal jauh dariku selama bertahun-tahun akan membuat sifat sister complexnya itu hilang. Namun ternyata aku salah, sifatnya jadi sangat sangat menyebalkan. Setelah makan malam dan mengobrol dengan sasori-nii lumayan lama, aku kembali ke kamarku. Sebelum tidur, aku mengecek hpku dan mendapati sebuah pesan dari sasuke.
Line
Sasuke : Hei, kenapa tadi kau langsung pergi?
Sakura : tidak apa-apa, aku tadi ada sedikit urusan
Sasuke : Hoo, ada urusan atau salah tingkah?
Sakura : Siapa yang salting? Kamu tuh yang salting :p
Sasuke : Baiklah sepertinya kekasihku tidak mau mengakuinya. Sudah malam, cepat tidur. Besok pagi aku akan menjemputmu pergi ke kampus
Sakura : Baiklah tuan, aku tidur. Kau juga cepat tidur. Selamat malam
Aku langsung mematikan ponselku tanpa menunggu balasan dari sasuke dan segera tidur.
Sasuke pov
Hari ini adalah hari pertama aku menjemput sakura setelah kami resmi pacaran. Aku bahkan bangun lebih pagi dari biasanya. Setelah siap, aku segera turun untuk sarapan bersama keluargaku.
"Tumben kau sudah rapi pagi-pagi begini sasuke? Apa ada acara dikampus?" Tanya ibuku saat melihatku turun
"Sasuke kan sudah punya kekasih bu, makanya sudah rapi pagi-pagi begini" sahut Itachi dari belakangku
"Kyaa, benarkah sasuke? Siapa namanya? Segera bawa dia kerumah ya. Ibu sangat ingin bertemu dengan kekasihmu. Dan kau, itachi, kapan kau akan punya kekasih? Ingat umurmu sudah hampir kepala tiga"
"Hn. Haruno sakura"
Setelah acara sarapan selesai, aku segera melajukan mobilku menuju rumah sakura. Aku tidak bisa berhenti tersenyum membayangkan bagaimana wajahnya nanti. Sesampainya dirumah sakura, aku segera membunyikan bel rumahnya dan aku sangat terkejut saat seorang pemuda yang hanya mengenakan boxer biru tanpa atasan membukakan pintu.
'Degg'
'siapa dia?'
.
.
.
TBC
Hwaa, akhirnya selesai juga chap 3. Asuura-chan cumaa mau bilang kalau di chapter ini gak ada humornya sama sekali. mungkin humor bakalan ditaroh di chap depan ya. Asuura-chan minta maaf ya kalau ceritanya makin gak jelas dan gak nyambung, alurnya kemana-mana, masih banyak kesalahan, banyak typonya karena Asuura-chan gak sempat (baca:malas) ngedit. Asuura-chan gatau nih mau ngomong apalagi. Terima kasih buat yang sudah review, favs and follow. Jangan lupa review lagi yaaa :D sampai jumpa di chap depan… XD
