Ospek Pembawa Cinta
.
Naruto masih milik Mashashi Kishimoto
Kalau sasuke milik author Asuura-chan #plak
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Don't like don't read
Happy Reading
.
Sasori pov
'Ting tong… Ting tong…'
'Huh, siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini?'
Dengan malas, aku bangun dan mencari baju disekitar tempat tidurku. Aku memang sudah terbiasa tidur tanpa mengenakan baju. Karena tidak menemukan baju yang kupakai tadi malam disekitar ranjang empukku, aku pun bergegas menuju pintu depan hanya dengan sehelai boxer (?) untuk melihat siapa yang datang. Saat pintu kubuka, aku mendapati seorang pemuda yang lumayan tampan sedang berdiri dengan wajah terkejut.
'Siapa dia? Apa sakura sudah punya pacar?'
"Siapa kau" tanyaku penasaran pada pemuda itu
"Aku Uchiha Sasuke, kekasih Sakura. Kau siapa? Sedang apa kau dirumah Sakura pagi-pagi begini?'' Tanyanya 'sedikit' ketus padaku
"Aku kekasih gelap Sakura. Menurutmu aku sedang apa?" balasku sambil menyilangkan tangan didepan dada dan tak lupa seringaian seksi menghiasi wajahku. Enak saja dia mau merebut sakura dariku. Aku masih tak rela jika Sakura menyayangi pria lain selain aku dan ayah. Mendengar ucapanku, wajah pria tadi langsung mengeras tanda menahan amarah dan tangannya mengepal erat.
'Buagh, Buagh' sialan, tinjunya kuat sekali. Setelah sukses membuat kadar wajah imut dan gantengku berkurang 0,01% serta perutku menjadi keram, ia pergi begitu saja dengan mobil kerennya. Bahkan aku tak diberi kesempatan untuk menunjukkan seberapa kuat tinjuku padanya. Setelah mobil keren pria tadi hilang dari pandanganku, aku bergegas masuk kedalam rumah dan menemukan Sakura telah siap untuk berangkat ke kampus dengan tas dan buku-buku tebalnya.
"Haduh, Sasuke kemana sih? Bilangnya mau jemput aku? Ini kan sudah hampir terlambat" gumamnya pelan tapi masih bisa terdengar olehku.
"Kuantar saja berangkat ke kampusnya. Lagipula aku bosan dirumah sendirian" Ucapku sambil berlalu menuju kamarku untuk berganti pakaian. Mana mungkin aku hanya memakai boxer ke kampus kan? Bisa dikira pasien rumah sakit jiwa yang kabur nanti. Aku tak mengatakan pada Sakura kalau tadi pria yang bernama sasuke yang mengaku sebagai kekasihnya sakura itu habis dari rumah ini. Bisa-bisa sakura marah kepadaku dan tak mau menegurku selama seminggu penuh. Beberapa menit kemudian, aku keluar kamar dengan kaos polos berwarna putih dan celana jeans biruku. Kami pun segera berangkat menuju tempat dimana sakura akan belajar, Tokyo University.
Sasuke pov
Aku masih berdiam diri didalam mobilku. Kejadian tadi pagi membuatku enggan masuk kedalam kelas dan memutuskan untuk membolos saja. Jujur aku sangat kecewa dengan sakura. Bayangkan saja, kemarin dia baru saja menerima pernyataan cintaku dan pagi ini saat aku kerumahnya, aku mendapati seorang pria yang *ehem lumayan ganteng* tengah telanjang dada dan mengaku sebagai kekasih gelapnya. Kami-sama, apa salahku? Kenapa nasib percintaanku gini-gini amat sih?
'shit' ucapku sambil membenturkan kepalaku ke kemudi mobil
Saat aku mengangkat kepalaku, aku melihat mobil yang kukenali sebagai milik Sakura berhenti tak jauh dari mobilku. Setelah kuteliti, ternyata didalam mobil itu tak hanya ada sakura, melainkan ada si setan merah yang tentu saja sudah memakai baju. Dan bola mataku kembali melebar saat setan merah itu mencium pipi sakura. Bayangkan saja, aku yang notabenenya kekasih sakura saja belum pernah mencium sakura, eh si setan merah itu dengan seenak jidatnya mencium kekasihku tepat didepanku. Dan lagi, kenapa sakura tak marah? Ia malah melambaikan tangannya saat si setan merah itu pergi.
Karena kecemburuanku sudah mencapai level tertinggi, aku segera menghampiri sakura dan menarik tangannya dengan kasar menuju mobilku. Ia sempat berontak dan berusaha melepaskan tangannya dari genggamanku. Sesekali terdengar rintihannya, namun aku berusaha tak perduli. Yang sangat kuinginkan sekarang adalah penjelasannya.
"Siapa dia? Sudah berapa lama dia menjadi kekasih gelapmu?" Tanyaku to the point
"Siapa yang kau maksud? Kau adalah kekasihku satu-satunya sasuke"
"Cih, tak usah berbohong lagi. Aku sudah melihat semuanya, mulai dari dia keluar dari rumahmu dengan telanjang dada, dia mencium pipimu bahkan setan merah itu mengatakan padaku kalau dia adalah kekasih gelapmu. Apa saja yang sudah kau lakukan tadi malam bersamanya, Ha?" bentakku padanya karena aku sudah tak bisa menahan amarahku lagi.
"Ja-jangan bilang kau cemburu pada kakakku sendiri? Pfffttt"
"kakak?"
"Apa pria ini yang kau maksud?" Tanyanya sambil menyodorkan ponselnya yang menampakkan sebuah foto. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan sakura sambil memandangi foto itu. Disana ada sakura, setan merah, seorang wanita parubaya, dan setan merah versi dewasa menjelang tua.
"Ini adalah foto keluargaku beberapa tahun lalu, sebelum keberangkatan Sasori-nii ke Inggris untuk kuliah. Bukankah aku sudah pernah bilang kepadamu, kalau aku mempunyai seorang kakak yang sedang kuliah di Inggris?"
"Lalu kenapa dia bilang padaku kalau dia adalah kekasih gelapmu?" Tanyaku penasaran. Sial, ternyata aku hanya dikerjain oleh calon kakak ipar toh? *upps
"Sasori-nii mengidap penyakit sister complex, dan setelah kepulangannya dari Inggris, penyakitnya itu semakin parah"
"….."
"Hei, apa kau masih marah padaku? Kau masih tak percaya padaku?" lanjutnya lagi dengan nada memelas dan ekspresi seperti ingin menangis. Uhh, padahal aku masih ingin mengerjainya dengan pura-pura marah sebentar lagi, tapi ekspresinya itu loh, bikin gak tahan.
"Baiklah, aku percaya padamu dan aku akan memaafkanmu kalau besok kau mau berjalan-jalan denganku"
"Apa ini kencan?"
"yah, mungkin bisa dibilang begitu, besok aku akan menjemputmu pukul 9 pagi"
"Besok kau harus menjemputku tepat waktu tuan, karena kau sudah membuatku membolos pelajaran Orochimaru-sensei hari ini"
"Baiklah"
-0-
Sasuke pov
Hari ini aku dan sakura akan jalan-jalan atau bisa dibilang kencan. Ini adalah kencan pertamaku dengan sakura, jadi aku harus memakai pakaian yang keren dan wangi. Aku bahkan sudah memikirkan akan memakai baju apa sejak tadi malam meskipun aku tetap terlihat keren memakai baju apapun. Bahkan tanpa memakai baju pun aku masih tetap terlihat keren dan tampan.*uppss
Karena sudah hamper pukul 9 pagi, aku pun bergegas mengendarai mobilku menuju rumah sakura. Aku hanya berharap si setan merah itu tidak mengganggu acara kencan perdanaku dengan sakura. Sesampainya didepan rumah sakura, aku segera membunyikan bel rumah sakura. Tak lama kemudian, lagi-lagi yang membukakan pintu untukku adalah si setan merah lengkap dengan tatapan sinisnya yang diberikan padaku.
"Ohayou nii-san" Sapaku lembut
"Nii-san nii-san gundulmu. Aku tak sudi kau panggil nii-san" jawabnya dengan judes
"baiklah, apa sakura ada?" Tanyaku dengan lembut 'lagi' karena aku malas bertengkar dengannya.
"Tidak ada, dia sudah pergi sejam yang lalu dengan seorang pria" ketusnya
"Saso-nii, siapa yang datang?" teriak sakura dari dalam rumahnya dan berjalan mendekat kearah pintu depan dimana aku dan setan merah berada.
"Bukan siapa-siapa kok saku-chan, hanya pengemis jelek yang meminta uang" Ucap si setan merah itu sukses membuat perempatan muncul diwajah tampanku.
'Sialan, tampang keren dan wangi gini dibilang pengemis jelek. Untung dia kakaknya sakura, kalau bukan mungkin sudah ku cakar-cakar muka sok imutnya itu' inner sasuke
"Sasuke-kun? Sudah datang? Kalau begitu ayo kita segera pergi"
"Hn"
"kalian mau kemana?" Tanya si setan merah
"Kencan, nii-san"
"Tunggu sebentar, jangan kemana-mana dulu" ucapnya sambil berlari masuk kedalam rumah meningglkan aku dan sakura dengan wajah bingung.
Entah kenapa ucapan si setan merah barusan membuat perasaanku tidak enak. Semoga saja tidak terjadi hal yang aneh aneh. Tak lama kemudian, si setan merah keluar dengan setelan simple namun tetap terlihat keren. Ya, kuakui si setan merah ini memang cukup keren untuk ukuran cowok pada umumnya, tapi kalian jangan berpikir kalau aku mulai melenceng dengan menyukai sesama jenis loh. Kutegaskan sekali lagi kalau aku masih normal, buktinya jantungku masih suka deg-degan kalau di dekat sakura.
"Aku ikut" Ucapannya sukses membuatku dan sakura melebarkan mata dan saling melemparkan tatapan horror
"Nii-san, kau tau kan kalau ini adalah kencan pertamaku dengan sasuke-kun? Jadi biarlah kami pergi berdua saja ya? Nanti sakura belikan permen kesukaan nii-san deh" Ucap sakura lengkap dengan jurus puppy eyesnya
"Tidak, nii-san akan tetap ikut kalian pergi. Kita bisa membeli permen kesukaanku nanti"
"Nii-san ganteng dan imut-imut kayak marmut deh, plisss"
"Tidak. Nii-san takut kau kenapa-kenapa. Saku tau kan, kalau ada dua orang pacaran, pasti ada yang yang ketiga dan itu setan" Ucapnya tegas
"Dan kau setannya. Kau bahkan lebih mengerikan daripada setan-setan pada umumnya" ucapku pelan tapi sepertinya cukup untuk didengar oleh si setan merah. Ia langsung menjitak kepalaku dengan tenaga super setan miliknya.
"Aku ikut atau kalian tidak akan pergi" Putusnya tegas
"Hhh, baiklah. Lagipula kita bisa kencan lagi lain kali tanpa sepengetahuan nii-sanmu" ucapku pasrah
Well, akhirnya kencan pertama yang telah kubayangkan akan sangat indah ini menjadi menjadi kencan pertama yang sangat buruk dengan kehadiran setan merah diantara kami berdua.
.
.
.
TBC
.
Hollaaa, Asuura-chan balik lagi membawa chapter 4. Gimana nih chapter 4 nya? Pasti kurang memuaskan ya? Asuura-chan minta maaf ya kalau ceritanya makin gak jelas dan gak nyambung, alurnya kemana-mana, masih banyak kesalahan, banyak typonya karena Asuura-chan gak sempat (baca:malas) ngedit. Terima kasih buat yang sudah berbaik hati mereview, favs and follow. Jangan bosan bosan buat review yaa :D sampai jumpa lagi di chap depan… XD
