Ospek Pembawa Cinta
.
Naruto masih milik Mashashi Kishimoto
Kalau sasuke milik author Asuura-chan #plak
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Don't like don't read
Happy Reading
.
Sasuke pov
Aku, Sakura dan tentunya si setan merah memutuskan untuk memulai perjalanan dengan pergi ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu karena ada barang yang ingin Sakura beli. Suasana di dalam mobil sangat canggung karena tidak ada yang memulai pembicaraan. Setelah beberapa menit di dalam mobil yang berasa didalam kuburan, akhirnya kami sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Tokyo. Setelah memarkirkan mobilku dengan rapi, aku segera keluar dari mobilku.
"Ayoo, Sasuke-kun" suara lembut sakura membuatku lupa dengan keberadaan setan merah yang ternyata masih ada dibelakangku. Saat aku hendak merangkul sakura, tiba-tiba terdengar suara deheman yang sangat keras mengalahkan kerasnya suara petir saat hujan.
"EHEMMM" aku menoleh sejenak kearah setan merah dengan pandangan kesal. Ia tak menggubris pandanganku dan berjalan melewatiku begitu saja tanpa rasa bersalah sedikit pun. Saat aku menoleh ke Sakura, ternyata dia sudah berjalan duluan dengan digandeng setan merah.
'Sebenarnya yang jadi pacarnya Sakura di sini siapa sih?' batinku sambil menghela napas lelah. Si setan merah itu telah sukses merusak moodku hari ini. Dan selama ia masih ada di Tokyo, bisa dipastikan hariku akan menjadi hari terburuk sepanjang sejarah.
Aku berjalan dibelakang mereka berdua karena setiap aku ingin berjalan disamping kanan sakura, si setan merah itu akan langsung berpindah ke sisi kanan sakura. Begitu pula kalau aku ingin berjalan disamping kiri sakura, setan merah itu akan langsung berpindah ke sisi kiri sakura. Setan merah itu terlihat seperti pacar yang super duper over protective pada sakura. Sedangkan aku terlihat seperti kambing congeknya. Tak jarang pengunjung pusat perbelanjaan ini menatapku dengan tatapan kasihan namun langsung kuberi tatapan tajam ala uchiha yang membuat mereka langsung lari terbirit-birit.
Saat melewati toko pakaian, sakura terlihat sangat tertarik dengan sebuah dress tanpa lengan berwarna hijau tosca. Aku pun mengajaknya untuk mampir sebentar dan melihat lihat. Pandangan sakura tak pernah lepas dari dress tanpa lengan itu. Akhirnya dengan inisiatifku sendiri, aku memanggil pelayan toko untuk membungkuskan dress itu.
"Sasuke-kun, ja-jangan-jangan kau suka memakai pakaian wanita?"
"Tentu saja tidak, bodoh. Aku membeli ini untukmu"
"Silahkan bayar di kasir, tuan" Ucap pelayan toko itu padaku
"Kemarikan bajunya, biar aku saja yang bayar, sasuke-kun"
"Hei, kau pikir aku tak mampu membayar ini, hm? Membelikanmu satu buah dress tidak akan membuatku jatuh miskin, sakura" Ucapku dengan nada angkuh dan sombong
"Cih, dasar lelaki sombong" Balasnya sambil memajukan bibirnya seperti ingin di cium.
"Kalau membeli sebuah dress tidak akan membuatmu jatuh miskin, bagaimana kalau kau juga membelikanku baju-baju ini, hm?" Ucap si setan merah dengan seringai memuakkannya yang tiba-tiba muncul sambil membawa setumpuk baju yang belum dibayar. Ini sih namanya pemerasan. Meskipun tidak membuatku langsung jatuh miskin, tapi si setan merah ini akan tetap mengurangi 'sedikit' saldo ATM-ku. Sebenarnya aku SANGAT ingin menolak untuk membayar baju-baju milik setan merah ini, tapi kalau kutolak, setan merah itu pasti akan mengejekku habis-habisan. Akhirnya dengan sangat tidak ikhlas, aku menuju ke kasir diikuti dengan sakura dan setan merah. Setelah membayar, sakura langsung mengambil kantung belanjaannya karena tidak ingin merepotkanku lagi.
"Sasuke-kun?" Ucap sakura saat aku mengambil kantung belanjaan dari tangannya.
"Kau pikir lelaki mana yang tega membiarkan kekasihnya membawa kantung belanjaan sendiri? Membawa 10 kantung belanjaan pun tidak akan membuat tanganku patah, sakura" Ucapku dengan nada sombong dan angkuh (lagi)
"Kalau begitu bawakan punyaku sekalian ya. Lagipula kantung belanjaanku hanya ada 9 buah saja kok, tidak sampai 10. Tentu tidak akan membuat tanganmu patah kan, sasuke?" Ucap si setan (lagi) dengan seringai memuakkannya yang tiba-tiba muncul sambil membawa 9 kantung belanjaan miliknya.
'Sialan, mungkin ini adalah karma gara-gara tadi aku sudah berkata terlalu sombong. Tapi yang kukatakan memang benar kan?'
Akhirnya nasibku menjadi lebih mengenaskan daripada sebelumnya. Kalau sebelumnya aku hanya berjalan di belakang adik kakak yang terlihat seperti sepasang kekasih, kini aku 'masih' berjalan di belakang mereka berdua ditemani dengan 10 kantung belanjaan yang menggantung indah di tangan kekarku. Aku sudah seperti 'babu' yang menemani 'sepasang kekasih' belanja bersama. Sampai-sampai ada tante-tante yang dandanannya mirip artis Indonesia, kalau gak salah namanya Syahrini menghampiriku dan berkata
"Hai ganteng, gimana kalau kamu kerja ditempatku aja? Kerjaannya cuma nemenin aku jalan-jalan aja kok. Dijamin gajinya lebih besar dibandingkan kamu kerja sama mereka berdua" ucapnya sambil menunjuk sakura dan setan merah dengan nada genit sambil mencolek-colek pipiku. Kulihat sakura dan setan merah sudah tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya masing-masing. Aku hanya memberinya tatapan tajam sambil berlalu pergi dari tante-tante menjijikkan itu. Namun sialnya tatapan tajamku tadi disalah artikan olehnya dengan tatapan penuh cinta untuknya. Tante-tante menor tadi masih setia meneriakiku agar mau bekerja dengannya.
Setelah beberapa jam berkeliling di pusat perbelanjaan, kami memutuskan untuk pergi menuju tempat lain. Suasana di dalam mobil kembali hening. Aku berusaha untuk menahan lidahku agar tidak berbicara macam-macam yang bisa membuatku sial lagi nantinya. Karena terlalu hening, akhirnya aku memutuskan untuk membuka percakapan
"Kau mau kemana lagi, sakura?" Tanyaku pada sakura
"Kita pergi makan" Oh, ini bukan suara sakura, melainkan suara si setan merah menyebalkan itu.
"Makan dimana?" Tanyaku pada sakura (lagi)
"Di restoran Akimichi saja" Jawab setan merah (lagi)
"Hei, aku bertanya pada sakura, bukan bertanya kepadamu, dasar setan merah menyebalkan" ucapku kesal
"Apa kau bilang? Setan merah?" bentaknya sambil menjitak kepalaku
"Sudah-sudah. Terserah kau saja mau makan dimana, sasuke-kun"
Akhirnya aku melajukan kembali mobilku menuju restoran Akimichi. Aku sebenarnya tidak ingin menuruti saran tempat makan dari si setan merah, tapi kalau tidak dipenuhi aku takut nanti dia akan menjadi setan yang jauh menyebalkan lagi. Beberapa menit kemudian, kami sudah sampai di restoran akimichi dan memilih tempat duduk di dekat jendela besar. Saat aku hendak duduk disebelah sakura, lagi-lagi si setan merah itu dengan cepat menduduki satu-satunya kursi yang ada disebelah sakura. Aku pun hanya menghela napas sambil mengelus dada dan mencoba untuk sabar (lagi). Tak lama kemudian, datanglah seorang pelayan membawakan buku menu untuk kami. Aku pun mulai mengamati menunya satu persatu dengan teliti.
"Aku pesan jus tomat dengan salad buah saja. Pesanlah makanan sesukamu, sakura. Aku yang akan bayar" Ucapku dengan sangat gentle
"OKEE" sahut si setan merah dengan semangat 45-nya. Oh, yang ku tawari untuk makan sepuasnya adalah sakura, tapi kenapa dia yang menjawab? ini pasti pertanda buruk untukku (lagi).
"Emm,, aku pesan jus mangga dengan tempura" suara sakura kemudian
"Aku pesan jus jeruk, teriyaki, onigiri, soba, okonomiyaki, takoyaki, dan sukiyaki saja" ucap si setan merah pada pelayan restoran. Astaga, mendengar pesanannya tadi langsung membuatku kehilangan nafsu makan. Apa di neraka sana tidak ada makanan? sehingga ketika setan turun ke bumi akan menjadi sangat rakus seperti setan di depanku ini. Aku memandangnya dengan mata melotot dan sakura menepuk jidat lebarnya sendiri. Sepertinya sakura sangat malu mempunyai kakak yang kelakuannya sama persis dengan setan.
"Kenapa kau melihatku seperti itu, hm? Apa kau tak sanggup membayar semua makanan yang kupesan ini? Kalau kau tak 'mampu' membayarnya, aku bisa membayarnya sendiri kok'' ucapnya dengan menekankan kata 'mampu' dan jangan lupakan seringaian menyebalkannya itu. Oke, kuterima tantanganmu, wahai setan yang terkutuk.
"Siapa yang bilang aku tidak mampu membayar makananmu? Kau mau menambah 10 porsi lagi pun aku masih 'mampu' membayarnya" Ucapku dengan sombong sambil menekankan kata 'mampu'
"Well, sepertinya kau cocok menjadi 'temanku' untuk berburu kuliner jepang sampai aku kembali ke Inggris nanti" ucapnya lagi dengan nada setan kebanggaannya. Sialan si setan itu, setelah ku hitung-hitung, ternyata ini sudah ke empat kalinya lidah imutku masuk kedalam perangkap raja setan itu.
Bola mataku kembali melebar saat melihat si setan merah itu telah selesai menghabiskan semua makanan pesanannya tanpa tersisa sedikit pun. Bahkan piringnya sangat kinclong seperti habis di cuci menggunakan s**li*ht. Ternyata memang benar kalau di neraka sana tidak ada makanan. Jadi selama aku masih hidup di dunia ini, aku harus makan dengan banyak selagi sempat.
Setelah makan, sakura mengajak kami untuk mengunjungi Disneyland Tokyo. Setelah menaiki beberapa wahana yang biasa biasa saja atau tidak menantang adrenalinku, aku pun mengajak sakura yang pada dasarnya memang menyukai uji nyali untuk menaiki wahana Eejanaika. Apa kalian sudah tahu Eejanaika? Belum? Baiklah, akan kujelaskan sedikit. Eejanaika adalah Roller Coaster 4D kedua yang ada didunia. Wahana ini memiliki tempat duduk yang bisa berputar 360°. Posisinya pun sama seperti X2 di AS. Tidak banyak yang berbeda, hanya saja lintasan Eejanaika lebih panjang dengan ketinggian 75 meter. Roller Coaster ini juga menjadi yang tertinggi ke-7 di dunia.
"Hwaa, ayo sasuke-kun, kita naik Eejanaika. Sudah lama sekali aku ingin naik wahana itu" ucap sakura antusias. Aku sempat menoleh sekilas ke arah setan merah itu. Tumben sekali dia tidak terlihat antusias seperti biasanya. Sepertinya dia takut, lihat saja mukanya yang tiba-tiba memucat dan keringat yang menuruni pelipisnya itu.
"Hei setan merah, apa kau tidak mau ikut aku dan sakura menaiki wahana Eejanaika?"
"Hahh, aku sudah sangat lelah setelah berjalan seharian bersama kalian. Kali ini akan ku beri kalian kesempatan untuk berduaan saja"
"Dasar pengecut. Bilang saja kau takut naik wahana itu kan?" seringaiku makin lebar saat wajahnya kembali antusias seperti biasanya.
'Kena kau'
"Siapa bilang aku takut? Cepat kau beli tiga tiket untuk kita" perintahnya lagi
"Baiklah, jangan sampai kau kencing dicelana ya" godaku sambil menuju loket pembelian tiket.
Setelah mengantri beberapa saat, akhirnya tiba giliran kami untuk menaiki wahana tersebut. Keringat mulai menetes dari pelipis si setan merah itu. Lagi-lagi setan merah itu duduk diantara aku dan sakura. Huh, mengganggu suasana saja. Kalau aku yang di sebelah sakura kan aku bisa memegang tangannya saat ia ketakutan nanti. Lah kalo aku di sebelah si setan, apanya yang bisa ku pegang? Dikira homo nanti.
Saat Eejanaika mulai bergerak, tiba-tiba tangan si setan merah langsung menggenggam tanganku dengan sangat erat.
"Kyaaaa" teriak semua orang yang ikut menaiki wahana ini, termasuk sakura. Saat wahana ini mulai berputar 360°, si setan ini lagi-lagi meremas tanganku dengan sangat keras. Sepertinya ia menggunakan tenaga setan yang diberikan Kami-sama padanya.
'Sialan, kalau begini terus bisa-bisa tanganku patah beneran' batinku sambil menahan sakit.
"Kyaaaa"
"ARRGGGHHHH, SAKIT SIALAN"
"Kyaaaa"
"ARRGGGHHHH, DASAR SETAN"
"Kyaaaa"
"ARRGGGHHHH, TANGANKUU"
"Kyaaaa"
"ARRGGGHHHH, SETAN SIALAN"
"Kyaaaa"
"AAAAAARRRRGGGGGGHHHHHHH"
Selama menaiki wahana ini, teriakanku dan teriakan orang-orang saling bersahutan. Teriakanku karena kesakitan sedangkan teriakan orang orang karena menikmati wahana ini. Saat sudah sampai di bawah, si setan itu tiba-tiba berlari ke arah semak-semak. aku dan sakura pun segera menyusulnya dengan ekspresi khawatir
'Hoekkk…. Hoekkk….. Hoekkkk'
"Apa mungkin kau hamil setelah ka-"
"Bagaimana bisa aku hamil bodoh? Aku tadi hanya memegang tanganmu. Lagipula aku ini 100% pria" ucapnya setelah memotong ucapanku dengan cepat
"E-eh? Kalian selama naik wahana itu saling berpegangan tangan?" Tanya sakura dengan wajah terkejutnya
"Kau jangan salah paham dulu, sakura. Dia meremas tanganku dengan sangat keras karena ketakutan. Siapa suruh dia sok berani naik wahana itu?" jelasku pada sakura karena takut dia salah paham.
"Jadi sasuke-kun berteriak sangat keras tadi bukan karena menikmati wahana itu?"
"Tentu saja bukan. Lihat saja tanganku sampai biru biru karena di remas oleh setan merah ini" aku mengarahkan tangan sakura untuk memegang dan mengelus-elus tanganku. kesempatan, mumpung si setan lagi koler, khukhukhu.
'Hoekkk…. Hoekkk….. Hoekkkk'
Hahh, sepertinya aku harus membantu si setan ini berjalan menuju mobilku yang terparkir lumayan jauh dari sini. Melihat ekspresi kesakitannya membuat aku menjadi sedikit merasa bersalah.
Well, sesuai dugaanku sebelumnya, kencan pertamaku ini menjadi kencan pertama yang sangat buruk.
.
.
.
TBC
.
Hollaaaa, Asuura-chan balik lagi sambil bawa chapter 5 nih? Gimana chapter 5 menurut para reader? Sepertinya di chapter ini pairing nya bukan SasuSaku, tapi malah SasuSaso XD Asuura-chan tau kalau ff ini masih sangat banyak typonya karena Asuura-chan gak sempat (baca:malas) ngedit jadi Asuura-chan minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para reader. Kalau mau Asuura-chan update lagi chap 6 nanti, kasih reviewnya yang banyak dong. Biar Asuura-chan semangat nulisnya. Karena selama ini yang me-review hanya segelintir orang saja. Buat yang sudah berbaik hati mereview, favs and follow, Asuura-chan ucapkan terima kasih banyak. Jangan bosan bosan buat review yaa :D
