RASA YANG TERTINGGAL
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
RATE : T
GENRE : ROMANCE, FRIENDSHIP, SUPRANATURAL
PAIRING : SasuNaru, ItaKyuu, NejiGaa, ShikaKiba
Warning : OOC, AU, EYD berantakan, Yaoi, cerita pasaran, Drama dimana-mana, deskripsi minim, vamFic, semi canon, banyak typo(s), dll.
P.S : "Jika tidak suka jangan baca! Kalau memaksa tanggung sendiri akibatnya, penuh dengan ke'absrud'an!"
"Don't like, don't read!"
SUMMARY :
Naruto Uzumaki seorang pemuda berparas imut nan manis dan polos terjebak dalam takdir yang tidak disangka-sangka membahayakan jiwanya, bersama sang kakak serta teman-temanya Naruto berusaha memenuhi takdir menjadi hunter terkuat. Sasuke Uchiha tengah mencari 'mate'-nya yang telah lama hilang selama ratusan tahun. Di sisi lain banyak vampire-vampire lainya yang mencari mangsa di dunia manusia dimana sang 'mate' tinggal. Akankah mereka dapat berjumpa sekian lama terpisah?
Chapter 3 – Hari Yang Melelahkan Untuk Namikaze bersaudara.
Naruto terlelap di punggung tegap Sang Uchiha bungsu sedangkan, Kyuubi sudah terjaga sejak mereka beranjak dari taman. Kyuubi semakin mengeratkan lingkaran lengannya pada leher Itachi tidak ingin kehilangan kehangatan punggung tegap di depannya. Itachi hanya tersenyum tipis dengan tingkah manja sang uke. Sasuke Uchiha membenarkan posisi gendongannya dengan lembut tidak ingin mengganggu tidur lelap malaikat pirangnya. Lingkaran tangan Naruto semakin erat pada leher Sang Uchiha bungsu, wajah damai Naruto tak pelak membuat senyum tipis nan tulus Sang Uchiha terulas di bibir tipis tersebut. Perjalanan pulang dihiasi keheningan tak satupun yang membuka pembicaraan di sepanjang jalan menuju rumah. Shikamaru Nara memberanikan diri menggenggam jemari lentik Kiba disampingnya sedang pemuda manis dengan segitiga terbalik di kedua pipinya wajahnya sudah memerah padam.
Jantungnya berdegup kencang wajahnya semakin manis dengan semburat merah menghiasi pipi chubbynya. Shikamaru harus menahan diri untuk tidak menerjang Kiba saat ini juga, tangannya yang bebas membelai surai brunette itu lembut. Sabaku Gaara tetap menyembunyikan wajah manisnya dalam dekapan pemuda Hyuuga itu, perasaan malu masih belum hilang dalam hatinya. Neji hanya mempererat dekapannya mengenggelamkan kepala pemuda manis itu membuat wajah manis Sang Sabaku semakin memerah malu hingga ke telinga. Tangan kekarnya membelai lembut surai merah marun pemuda Sabaku tersebut dengan sayang.
Tak terasa kedua Uchiha bersaudara telah sampai di kediaman Namikaze mereka telah berpisah saat di perempatan jalan tadi, kedua orang tua Namikaze bersudara tengah melakukan perjalanan bisnis ke Suna dan mereka berdua akan meninggalkan kedua anaknya lama. Akan tetapi sebelum pergi sang kepala keluarga Namikaze Minato, meminta bantuan Kepala Keluarga Uchiha untuk menjaga kedua anaknya.
Tentu saja permintaan itu disanggupinya tanpa pikir panjang, Keluarga Uchiha sangat senang jika Namikaze bersaudara tersebut mau menginap di mansionnya. Duo Namikaze yang telah terbangun dari tidurnya segera beranjak ke kamar masing-masing setelah turun dari gendongan Uchiha bersaudara. Pemuda manis berambut pirang tampak bersemangat menaiki tangga dengan tergesa-gesa tak memperdulikan pemuda reven yang mengikutinya dari belakang dengan tatapan khawatir. Mereka menapaki tangga dengan sangat bersemangat seolah tidak ada waktu untuk hari esok, sedangkan duo Uchiha masih berjalan di belakang duo Namikaze menjaga 'mate'nya agar tidak terluka karena terjatuh ketika berlari.
"Hati-hati jangan berlarian di koridor, Dobe!" seru sang pemuda raven lembut mengingatkan sang kekasih.
"Hati-hati, Kyu-chan!" Itachi menatap punggung mungil pemuda manis bersurai orange kemerahan itu dengan pandangan khawatir.
"Ayo cepat, Teme/Keriput!" Teriak Duo Namikaze kompak.
Kedua Uchiha itu semakin mempercepat larinya mengejar sang kekasih untuk mencegah kedua saudara tersebut berlarian di koridor. Naruto Namikaze berhenti berlari ketika sepasang lengan kekar mendekapnya dari belakang, surai raven Uchiha Bungsu itu menggelitik leher jenjang berwarna tan, tangan pemuda pirang itu menggenggam lembut lengan seputih porselen yang melingkar diperutnya. Naruto Namikaze berusaha melepaskan diri dari dekapan erat sang kekasih, bukannya lepas malah pelukkan itu semakin erat. Itachi Uchiha menarik lembut tangan pemuda manis bersurai orange kemerahan ke pelukkannya untuk menghentikan tingkah hyperaktive sang kekasih.
Kyuubi yang tidak siap menerima tarikan itu hanya pasrah saat tubuh mungilnya limbung ke dalam pelukkan sang sulung Uchiha. Kyuubi Namikaze semakin mengeratkan dekapan sang sulung Uchiha, pemuda bersurai orange kemerahan itu membenamkan wajahnya pada dada bidang sang kekasih. Senyum lembut terpulas tipis di bibir tipis Uchiha Itachi mendapati tingkah menggemaskan ukenya saat ini. Pemuda manisnya memang menggemaskan dengan tingkah polosnya membuat rasa hangat hadir dihatinya. Itachi semakin mempererat dekapannya pada tubuh mungil kekasihnya, seakan jika terlepas sang kekasih menghilang dari sisinya.
"Itachi.." Panggil Kyuubi lirih namun masih bisa di dengar telinga tajam Sang Uchiha Sulung yang memeluknya erat.
"Apa?" Sahutnya lembut.
"Tidak apa-apa." Kyuubi mengalihkan pandangannya dari onyxs pemuda bersurai raven panjang tersebut.
"Hn?" Gumam Sang Uchiha sulung tak mengerti.
"..." Sang Namikaze Sulung terdiam kepalanya merunduk dalam.
"Ada apa, Kyuu? Kau ada masalah, hm?" Tanya Sang kekasih lembut.
"Tidak ada masalah apapun, Itachi." Sahut Kyuubi lirih sembari mempererat dekapannya pada lelaki didepannya.
"Kau tidak bohong 'kan?" Itachi menyakinkan pernyataan sang kekasih.
"Hu,um" Sahut pemuda manis itu malas.
Itachi Uchiha melepas dekapannya dari tubuh mungil sang kekasih, manik onyxsnya menatap lembut Kyuubi tangan kekarnya mengelus surai orange kemerahan sang pacar dengan sayang. Sang Uchiha Sulung menuntun jalan sang kekasih ke kamarnya, wajah manis Kyuubinya tampak sangat pucat membuat rasa khawatir Pemuda Uchiha semakin besar. Kedua sejoli itu sampai di ranjang king size Kyuubi, dengan lembut sulung Uchiha membaringkan sang kekasih lalu memeluknya erat. Kyuubi Namikaze memegang erat lengan kekar yang tengah memeluknya menumpukan berat tubuhnya pada dada bidang pemuda tampan dibelakangnya. Tangan kekar Uchiha Itachi membelai surai orange kemerahan pemuda itu lembut, sedang tangan lainnya mengelus punggung mungil sang kekasih dengan sayang.
Kyuubi Namikaze memejamkan manik rubynya damai sebuah senyum tipis mampir di bibir mungilnya, kenyamanan yang diberikan sang kekasih seakan membuainya untuk terlelap lebih cepat menepikan kegelisahannya barang sejenak. Itachi Uchiha tak sepenuhnya mempercayai perkataan pemuda manisnya, pemuda tampan itu akan melakukan penyelidikkan tentang apa yang tengah dikhawatirkan sang kekasih. Kyuubi tanpa sadar mengeratkan lingkaran lengannya pada pinggang Sang Sulung Uchiha, wajah manisnya semakin dalam ia benamkan di dada bidang pemuda itu. Terlihat jelas rasa tak nyaman yang terukir di paras memikat seorang Namikaze Kyuubi, jemari panjang sang kekasih menelusuri paras manis pemuda Namikaze dalam dekapannya pandangan manik onyxsnya pun sangat lembut ketika menatap paras menawan sang kekasih.
Bibir tegas Uchiha Itachi mendarat lembut di kening Sang Namikaze Sulung yang terlelap, tangannya tak pernah berhenti membelai punggung mungil sang kekasih lembut. Pemuda bersurai orange kemerahan tersebut semakin menenggelamkan paras manisnya pada dada bidang Sang Uchiha Sulung. Tingkah menggemaskan sang kekasih menimbulkan senyum lembut di bibir tipis Uchiha Itachi, tangan kiri Sang Uchiha semakin mengeratkan dekapannya pada pinggang ramping Kyuubi. Wajah tampan Itachi Uchiha semakin mendekat menghapus jarak yang memisahkan keduanya, sedikit demi sedikit jarak itu tersebut terhapus dan bibir tegasnya mendarat lembut di bibir mungil Kyuubinya.
"Selamat tidur, Malaikatku!" Ucap Itachi lembut.
Pemuda itu pun melumat lembut bibir mungil itu dengan tujuan ingin memberi kenyamanan dalam tidur sang kekasih. Ciuman itu tak berlangsung lama segera dilepasnya walau sedikit enggan karena tak ingin mengganggu tidur lelap sang kekasih. Hingga tanpa sadar dirinya ikut terlelap di samping sang kekasih, lengan kekarnya tak pernah melepaskan dekapannya membuai pemuda manisnya dalam kehangatan. Sementara di kamar sebelah telah berbaring dua insan kaum adam dalam kehangatan selimut, sang raven yang masih terjaga terus menerus membelai surai lembut sang Namikaze bungsu. Koper berisi pakaian sang kekasih tergeletak di depan pintu kamar siap di bawa keesokan harinya ke mansion Uchiha.
Naruto Namikaze semakin mengeratkan dekapannya pada sang kekasih mencari kehangatan di malam yang sangat dingin. Tubuh mungilnya semakin melesak ke dalam dekapan Sasuke yang dengan senang hati mengeratkan kaitan lengannya pada tubuh mungil Naruto. Pemuda Uchiha itu ingin memberikan kehangatan yang di cari sang kekasih dan menjaganya dari hawa dingin malam ini. Mereka terlelap dengan damai dalam dekapan kekasih masing-masing, udara malam tak mampu mengusik mimpi keduanya.
Skip time!
Pagi pun datang dengan cepat sepasang manik onyxs terbuka perlahan pandangannya mengarah ke langit-langit kamar. Setelah semua nyawanya terkumpul paras tampan pemuda raven itu menoleh ke samping ranjangnya. Senyum tipis yang jarang muncul itu terlihat kala mendapati sang kekasih, memeluk tubuhnya erat kedua lengan mungil Naruto melingkar di pinggangnya membalas dekapan itu tak kalah eratnya. Sasuke Uchiha membangunkan sang kekasih lembut karena sebentar lagi mereka akan berangat ke mansion Uchiha, pemuda pirang itu menggeliat kecil malas membuka mata dan tidak ingin kehilangan kehangatan yang merengkuhnya saat itu.
Sang Raven tetap setia membangunkan kekasihnya dengan sabar, perlahan manik shappire itu terlihat walau tampak sayu memandang wajah tampan sang Uchiha. Naruto mengerjap-kerjapkan pandangannya sejenak untuk menjernihkan penglihatannya yang tampak kabur, wajah rupawan kekasihnyalah pertama kali terlihat dalam pandangannya. Naruto mendudukan tubuhnya di ranjang dengan pinggangnya dilingkari lengan seputih porselen kekasihnya, manik onyxs itu menatapnya lembut serta senyum lembut yang hanya ditinjukkan pada sang kekasih terukir di bibir tegas Uchiha Sasuke.
Naruto melihat jam dinding bergambar rubah yang menggantung manis di sana, jarum panjang di angka 12 sedangkan jarum pendeknya di angka 6 terlalu pagi untuk mereka bangun apalagi di akhir pekan seperti ini. Tangan mungilnya mengucek-ucek matanya dengan ekspresi menggemaskan, membuat sang seme harus ekstra menahan diri untuk tidak menerjang sang kekasih di tempat.
"Dobe!"
"Apa, Teme?" suara serak khas bangun itu mengalun lembut di telinga sang pemuda raven yang masih setia duduk di ranjang nyaman sang kekasih.
"Cepat bangun dan segera siap-siap! Kita berangkat satu jam lagi, Dobe!"
"Lima menit lagi, Teme." Gumam pemuda blonde malas.
"Bangun, Sayang!"
Sasuke sudah habis kesabaran menghadapi kemalasan sang kekasih kedua tanganya menyusup ke belakang kepala dan lutut pemuda pirang manis yang masih bergelung di dalam selimutnya. Sasuke menggendong kekasihnya dengan bridal style ke kamar mandi karena tidak kunjung bangun dan bersiap-siap, Naruto mengalungkan tangannya pada leher jenjang sang kekasih agar tidak jatuh. Mereka berdua melengang santai ke kamar mandi pemuda raven itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar sang kekasih.
Skip time!
Kini keempat orang itu tengah menyantap sarapan dengan damai walaupun sebenarnya kedua pemuda manis itu tak bisa diam, tapi di depan kekasihnya mereka tidak berani macam-macam. Melihat kekasihnya tenang menuai senyum lembut pada bibir tegas Uchiha bersaudara, mereka menyelesaikan sarapan dengan cepat dan bergegas ke mansion Uchiha dengan mobil yang telah disiapkan sang kekasih. Perjalanan menelusuri jalanan padat Kota Tokyo Kyuubi Namikaze memandang ke luar jendela dengan wajah merona melihat langit lebih menarik dari pada paras tampan Uchiha Itachi tengah menyetir disampingnya.
Mobil mewah itu melaju cepat di tengah lengannya jalanan utama Tokyo mereka ingin cepat sampai dan mengistirahatkan tubuhnya di ranjang nyamannya. Pemuda manis bersurai pirang itu masih anteng bermain ponsel mengabaikan eksistensi sang kekasih yang mengelus surainya lembut. Lengan kekar Sang Uchiha Bungsu merengkuh erat pinggang ramping Namikaze bungsu tersebut, sambil sesekali mencium lembut pelipis kanan sang blonde agar kekasih manisnya tidak mengabaikannya lagi.
Naruto semakin menyamankan dirinya dalam dekapan Sasuke, iris shapphirenya memandang keluar jendela mobil menamati kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalanan kota tersebut. Tak sampai tiga puluh menit mobil mewah yang membawa Namikaze junior itu telah memasuki halaman luas mansion Keluarga Uchiha. Kedatangan kedua Namikaze junior itu di sambut langsung oleh kedua orang tua Itachi dan Sasuke. Bahkan Ibunya langsung memeluk Naruto erat tidak ingin melepaskan tubuh mungil sang blonde dalam waktu dekat, Sasuke yang tahu jika Naruto kesusahan bernapas segera mendekap sang kekasih setelah sebelumnya melepaskan pelukkan sang ibu lembut.
"Bagaimana kabar kalian hari ini, Naru-chan?" Mikoto Uchiha dengan senyum lembut menghiasi paras menawannya.
"Kami baik-baik saja, Kaa-san." Naruto menyahut pertanyaan Ibu dari sang kekasih dengan senyum lembut menghiasi bibirnya.
"Syukurlah kalau begitu!" Kali ini Fugaku Uchiha yang menimpali, senyum lembut terukir tipis pada wajah yang selalu datar.
"Kalau begitu kami permisi dulu, Kaa-san, Tou-san!" Itachi berpamitan pada kedua orang tuanya mewakili sang Adik yang terlihat saat lelah tersebut, setelah melihat orang tuanya mengangguk mereka berempat meninggalkan ruang tamu mansion Uchiha ke kamar mereka.
Skip time!
Sore menjelang langit sewarna jingga memukau mata seorang pemuda bersurai orange kemerahan tampak menikmati pemandangan di taman belakang mansion Uchiha. Pemuda yang ternyata sangat manis itu menghela napas lelah sesuatu tengah mempengarui dirinya, pemuda manis itu Kyuubi tidak ingin melibatkan sang adik maupun kekasihnya biar saja masalah ini dirinya yang menyelesaikan walaupun ia sendiri tidak yakin. Karena terlalu larut dengan pikirannya sendiri pemuda itu tidak menyadari kehadiran pemuda lainnya dengan langkahnya hati-hati tak ingin mengganggu sang Kyuubi namun, dirinya tak memungkiri perasaan khawatir hinggap di hatinya. Hingga dirinya tersentak saat sepasang lengan kekar melingkar erat di pinggang rampingnya, napas hangat di puncak kepalanya juga kehangatan yang ditawarkan oleh orang yang tengah mendekapnya.
Kyuubi Namikaze semakin menyamankan dirinya dalam dekapan hangat sang raven itu, tangan yang lebih mungil membalas genggaman hangat sang kekasih sembari mengecup puncak kepala Kyuubi sesekali. Setelah puas memandang taman belakang itu Kyuubi memalingkan kepalanya ke belakang untuk melihat paras tampan kekasihnya. Itachi balas menatap lembut Kyuubinya sambil menundukkan kepalannya mengeliminasi jarak keduannya. Sang Kyuubi memejamkan matanya ketika napas hangat itu menerpa paras manisnya, hingga bibir tegas sang Uchiha Sulung mendarat lembut pada bibirnya hanya menempel tidak ada napsu disana apalagi lumatan menggunakan lidah ciuman itu murni ingin menunjukkan cinta yang tulus pada pemuda dalam dekapannya. Kyuubi sebenarnya merasa bersalah ketika masalah menghampiri dirinya dan ia menyembunyikan semua itu dari kekasihnya, tanpa mengetahui jika sang kekasih sudah mengetahui apa yang tengah dihadapi sang Namikaze Sulung. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
To Be Continue?
Review?
Maaf teman-teman baru apdate sekarang sudah berapa lama saya menelantarkan fic ini? Beberapa minggu ini saya terserang writen block idenya banyak yang hilang susah payah mengumpulkan ide-ide lain yang malah semakin kacau, juga aktivitas RL yang tidak bisa ditinggalkan. Maaf bangt ya author tidak bisa apdet cepat soalnya masih sibuk-sibuknya di dunia nyata. Kritik dan saran selalu di tunggu! Yosh sudah dulu curhatan author yang ga penting ini. Last Review please!
See you next chapter!
Sign,
Syabyaku
