Sub Title : Rain, Rainbow and You.
Pairing : KYUSUNG! KYUSUNG! KYUSUNG! AND KYUSUNG!
Cast : Mommy (yesung) and Appa (Kyuhyun), Fishy(Donghae) , Monkey(Eunhyuk) and Others
Lenght : 2 of..?
Genre : Weird Fantasy, Romance, Smoothy fluff *i'm not sure*
Rate : T (For Tentuin sendiri ya)
Disclaimer : KYUSUNG IS FATE, YEWON IS REAL ! enough?
Warning : Miss Typo(s), BOYS LOVE, YAOI, ALUR BERANTAKAN, TOTALY GAJE, FAILED AND NO FEEL
Innocent!Ye, Pervert!Kyu
.
a/n : setelah aku baca review, kebayakan nanyain "itu rambutnya Yesung ko panjang sih? apa yesung cewe?"
hmm.. ternyata ada Miss disini..
yang aku maksud itu emang rambutnya Yeye itu panjang sebahu. Dan waktu aku "nyiptain" karakter Yeye disini pas keingetan Drama musical-nya yang Hong Gil Dong. Disitu rambutnya Yeye panjang kan. dan ada lagi referensinya, yaitu Taemin Shinee.. di MV Lucifer and Sherlock rambutnya minnie juga panjang kan? ya segitu deh kira2 panjangnya rambutnya Yeye disini.
Udah Clear dong sekarang? bukannya lebih unyu2 kalo rambutnya yeye itu panjang? Karatkernya lebih ngena.. feel-nya lebih dapet.. hhee
Oke deh.. ini saya udah update Kilat, semoga tidak mengecewakan..
.
.
.
DON'T LIKE? BETTER JUST GO AWAY FROM HERE.. BECAUSE IT'S MY YEWONDERFUL WORLD WITH SPARKYU ON THE CLOUD..
.
.
~ HAPPY READING ~
.
.
.
Aku seorang yang membenci hujan. Kau tau kenapa?
Karena Hujan merenggut kebebasanku. Hujan menjadikan awan-ku tiada. dan itu yang membuatku makin membencinya
Tapi, kau adalah lain...
Karena kau, Kini hujan yang selalu kubenci berubah menjadi suatu yang kurindukan kehadirannya
Karena setelah hujan pergi, pelangi akan datang menyambut. Menyemarakan dunia
Hujan, pelangi dan kau... sekarang adalah semua hal yang kutunggu dan kucintai..
—KyuSung
.
.
.
CHAPTER 2
.
.
.
ROMANTIC RAINBOW
Kyuhyun pun sama masih membatu. Masih dengan posisi terakhirnya. Terduduk diatas tanah basah yang tentu saja lembah. Masih melayang seakan. Sosok itu benar-benar mampu membuat arwah seorang Cho Kyuhyun meninggalkan raganya sekejap.
Apa memang se-luar biasa itu?
"Hei, kau kenapa? jangan membuatku takut." Sosok mempesona itu mulai berucap lagi. Kentara sekali nada ketakutan didalam suara merdu itu. dan Kyuhyun-pun akhirnya sadar. Arwahnya kembali. Tubuhnya menghangat seketika. Suaranya. Bahkan suaranya-pun membuat Kyuhyun lagi-lagi terpesona. Ya Tuhan, bagaimana sosok itu begitu semenakjubkan itu?
"hei.. kau kenapa? bicaralah.." mata sipitnya mulai berkaca-kaca. Kyuhyun tak juga menyahuti. Membuat sosok itu semakin ketakutan.
"Hiks..Hiks.. jebal..hiks..bicaralah.." dan benar, kelopak mata indah itu mulai mengalirkan liquid beningnya. Kyuhyun yang tadinya masih ingin bermain-main lantas kelabakan. Sosok indah itu mulai terisak.
"Ya..Ya..Ya.. Uljimma!" Kyuhyun serta merta bangkit. Tak ia pedulikan tanah basah yang mengotori seluruh pakaiannya.
"Hiks...Hiks..." isakannya makin terdengar. Dan sukses membuat Kyuhyun panik.
GREP
"jangan menangis, kumohon!" dengan lirih, Kyuhyun berucap. Dan satu hal yang juga tak mengerti. Mengapa berani-beraninya, ia memeluk, mendekap atau apapun itu namanya, sosok indah itu. kau lancang sekali, tuan Cho.
"Hiks..kau..kau..hiks..kenapa?" tanya sosok itu seraya terus terisak.
Eh!
Caramel Kyuhyun sontak melebar. Bukankah pertanyaan itu yang harusnya keluar dari mulutnya?
"aku tidak apa-apa." Jawab ini lebih baik. Dengan lembut, dieratkan dekapan pada sosok indah itu. sebenarnya apa ini? mengapa ia benar-benar nekat kali ini? dan entah sadar atau tidak. Sosok itu sama sekali tak memberontak.
"Maafkan aku karena membuatmu kaget." Lagi, sosok itu berucap dalam dekapan Kyuhyun. Kali ini, tangisannya sudah mereda.
"gwaenchana.." perlahan, dilepaskannya rengkuhan hangat itu. menatap lekat sosok mengagumkan itu. hingga akhirnya menangkupkan kedua tangannya tepat dikedua sisi pipi chubby yang terlihat rona merah itu.
Astaga, Kyuhyun benar-benar sulit bernafas kali ini. wajahnya benar-benar amat-sangat sempurna. Manis. Cantik. indah. Semua melebur dalam frame wajah sosok itu.
Apa aku sedang melihat malaikat? Batin Kyuhyun takjub.
"Jangan menangis, aku tak suka melihat airmatamu ini." melawan semua gemuruh yang ada, dihapusnya jejak-jejak airmata yang masih tampak pada wajah manis itu. tindakan yang diluar dugaan.
Sosok itu hanya diam. Menolak tidak. Membalas juga tidak. Onyx sipitnya terus terpusat pada Kyuhyun. Sesekali berkedip lucu. Yang membuatnya berkali-kali lipat lebih imut.
"nah, sudah kembali indah." Ucap Kyuhyun puas ketika melihat tak ada lagi airmata diwajah manis itu.
"sekarang katakan siapa namamu dan kenapa kau bisa disini?" tanya Kyuhyun. Tangannya masih setia membingkai wajah manis itu. ishh.. masih mengefektifkan kesempatan eoh?
"Aku?" tanyanya polos. Kyuhyun terkekeh dan mengangguk.
"Ya, kau, manis." Dielusnya pipi Chubby itu lembut.
Sosok itu lagi-lagi berkedip lugu. "mereka memanggilku Yesung."
Kyuhyun tersenyum, "nama yang indah. Sangat pantas untukmu yang tak kalah indah." Sedang menggombal eh, Cho Kyuhyun?
Sosok itu hanya tersipu. Pipi Chubby yang sudah merona, makin bertambah merah dibuatnya.
"dari mana asalmu? agaknya kau terlalu indah untuk menjadi manusia. Katakan, kau bidadari atau malaikat?" tanya Kyuhyun penasaran. Ia bukan tengah merayu apalagi menggombal. Sosok ini bahkan lebih cantik dari mantannya yang paling cantik sekalipun. Lebih manis dari Uke yang terakhir kali ia kencani. Sungguh. Manisnya berlebihan.
"aku tak tau. Aku selalu muncul bersama pelangi."
Kedua Orbs Kyuhyun melebar. Sosok didepannya bukan tengah bercada kan?
"Kau serius?" Yesung mengangguk imut.
"Aku tak pernah berbohong." Balas Yesung ringan.
Dan Kyuhyun makin tak percaya. Hei, 2013 sudah didepan mata. sangat tabu untuk ia percaya dengan hal-hal berbau fantasy maupun contra logic seperti ini.
Memang benar keindahan Yesung setara dengan malaikat ataupun bidadari. Tapi tetap, keduanya hanya bisa ditemui dalam dongeng pengantar tidur anak-anak kecil yang dibacakan setiap malam oleh ibu mereka masing-masing.
Tapi, ayolah.. ini dunia nyata. Dimensi non fiksi. Dan hal-hal seperti itu tidaklah ada. Dan Kyuhyun adalah salah satu orang yang tak akan percaya dengan cerita-cerita itu. tak masuk akal Katanya.
Sosok itu, atau seperti yang dikatakannya bernama Yesung lagi-lagi hanya menatap Kyuhyun polos. Memiringkan kepalanya kekiri. Dan ya.. imutnya bertambah.
"Kau tak bercanda?" Yesung menggeleng imut.
"jadi, kau bukan...em.. manusia?" tanya Kyuhyun hati-hati. dan Yesung kembali mengangguk.
"Benar, aku berbeda denganmu."
Dan Kyuhyun menelan ludah secara paksa. Jadi, sosok indah ini benar-benar bukan manusia?
Tunggu.. ada sesuatu yang ganjil disini..
"jika kau bukan manusia, mengapa aku bisa melihatmu?" penasaran. Ya, Kyuhyun ingin tau.
Yesung mengendikkan bahunya. "aku juga tak tau, mungkin kau manusia pilihan."
"manusia pilihan?"
"Ya.. emm.."
"Kyuhyun.. namaku Cho Kyuhyun." Sela Kyuhyun cepat begitu dirasa Yesung terlihat bingung dengan panggilan untuknya.
"Cho Kyuhyun.. manusia pilihan." Dengan pipi bersemu merah, Yesung kembali berucap. Efeknya? Jangan tanya betapa makin manisnya ia kini. Dan Kyuhyun mengamini itu.
"tapi aku masih tak percaya. Bisa jadi kau tengah berakting sekarang." Dengan pandangan menilai, Kyuhyun membalas.
Dan yang bisa Yesung lakukan adalah menyergit bingung dengan mata sabitnya yang sungguh polos itu.
"Akting? Apa itu?" sahut Yesung dengan raut bingungnya itu.
Kyuhyun harus kembali menahan hasratnya itu. bagaimana bisa, disaat bingung-pun terlihat menggoda. Ayolah.. sepertinya Yesung begitu amat mengkontaminasinya. Seperti virus saja.
Fokus Kyuhyun.. Fokus!
Ikrarnya dalam hati. sekarang, bukan "itu" dulu yang harus diutamakan. Mengorek latar belakang sosok indah itu yang paling prioritas. Tahan Cho Kyuhyun.
"benar kau bukan manusia?" lagi, Kyuhyun bertanya dengan topik yang sama. ia masih belum percaya. lebih tepatnya, ini terlalu membingungkan.
"Uhh.. sudah aku bilang kan. Cho Kyuhyun tak percaya padaku!" bibir mungil itu terpout imut. Tak lupa dengan pipi chubby yang dikembungkan. Ya Tuhan, apa aku harus menuliskan lagi bagaimana imutnya dia sekarang? Ck..
Caramel Kyuhyun membola lucu, sosok indah itu tengah merajuk dengan gayanya yang manja, eoh?
"ani..ani.. bukannya aku tak percaya padamu, hanya saja—!"
"Hiks...hiks.."
"YA! Kenapa kau malah menangis?" seru Kyuhyun panik. Ketika tiba-tiba melihat Yesung terisak. Dan liquid bening itu kembali mengucur dari mata sabit itu.
"Hiks.. C-Cho Kyuhyun tak percaya..hiks..p-padaku," rengek Yesung dalam isaknya. Dan mau tak mau, Kyuhyun lantas membawa tubuh mungil itu kembali kedalam dekapannya.
Keberuntungan yang kedua, Cho Kyuhyun?
"K-kau tak percaya..hiks.. padaku?" Yesung mendongak. Tepat. Keduanya saling menatap. Caramel dan Onyx saling menatap.
Kyuhyun terdiam. Bukan tak ada alasan. Hanya ia tengah terperosok masuk kedalam keindahan Onyx yang mengangumkan. Mata itu.. dan Kyuhyun baru sadar, jika mata itu memang sangat sipit dan menghanyutkan. Membuatnya betah berlama-lama menyelaminya.
"Cho Kyuhyun.." panggil Yesung parau. Keduanya masih saling menatap, dengan Kyuhyun yang membatu.
"Cho Kyuhyun?" dengan salah satu tangan mungilnya, dikibas-kibaskan tepat didepan wajah Kyuhyun.
"N-ne?" sadarlah Si Cho itu sekarang. dan mendapati Yesung yang entah sejak kapan berhenti menangis. instan sekali.
"Gwaenchana?" dengan lembut, tangan mungil itu terulur mengelus pipi Kyuhyun. Dan yakinlah.. percayalah.. Kyuhyun merasa tengah diawang-awang sekarang. tangan itu begitu lembut. Halus.
"N-ne.. nan g-gwaencaha.." ingin menikmati sentuhan, namun Yesung sudah terlebih dahulu menurunkan tangannya. Huh.. apa tak bisa sedikit lebih lama? Kyuhyun merutuk dalam hati.
Lama dengan posisi itu. posisi yang indah untuk Kyuhyun. Yesung? Emm.. entahlah. Tak tau.
"emm.. Cho Kyuhyun.. bisa kau lepaskan aku?" dengan pelan, Yesung meminta. Dan Surprise, Kyuhyun dengan cepat melepaskan rengkuhan itu.
Kikuk. Salah tingkah. Dan berakhir dengan berdiri kaku dengan menggaruk tengkuk yang nyatanya sama sekali tak gatal itu.
Yesungpun sama. hanya saja, ia polos. Sangat polos. Jadi, yang ia lakukan hanya berdiri dengan memainkan jemari mungilnya, tanpa berani menatap Kyuhyun langsung. Gugup.
"Um.. Cho Kyuhyun."
"Ya?" jawab Kyuhyun langsung. Tak sabaran sekali.
"aku—!"
"HEI! CHO KYUHYUN!"
Sebuah suara panggilan mengintruksi. Kyuhyun lantas menolehkan kepalanya kesumber suara. Dan ia harus menghela nafas jengahnya. Terlihat kedua sahabat beda spesies itu melambaikan tangannya. Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Berlari menyonsongnya.
"Hosh...Hosh..K-Kyuhyun..Cho Kyuhyun. Ternyata kau disini." Ucap Donghae terengah-engah. Seperti baru lomba lari marathon saja.
"Hmm.." dengan malas Kyuhyun menyahut. Dan baik Donghae maupun Eunhyuk langsung mendelik.
"Kau tau apa yang terjadi hari ini dikampus?" tanya Eunhyuk setelah berhasil menyetabilkan nafasnya.
"tidak." Jawab Kyuhyun datar. Oh, sepertinya ia melupakan sesuatu kini.
Donghae mendongak. "Seohyun mengamuk. Dan itu semua gara-gara kau memutuskannya!" serunya.
"aku tidak peduli." Jawab Kyuhyun santai. Dan Gotcha! Pandangannya bertemu dengan Yesung yang entah sejak kapan sudah berjarak posisinya dengan ketiganya. Menepi. Menjauh.
"Ye—!" belum sempat Kyuhyun memanggil, Yesung sudah terlebih dahulu meletakkan telunjuknya diatas bibirnya. Bermaksud agar Kyuhyun diam.
"YA! KAU TAK MENDENGARKAN KAMI?" seru Eunhyuk sewot. Sedari tadi, Kyuhyun tak juga melihat mereka yang sedang berbicara. Pandangannya entah menyorot pada apa.
"YA! KENAPA KALIAN SELALU BERTERIAK PADAKU?!" balas Kyuhyun tak kalah sewot. Sedang sibuk dengan Yesung, malah dikageti oleh suara cempreng Eunhyuk. Menyebalkan.
"Itu karena kau sibuk berdiam sendiri!" kali ini Donghae yang berbicara.
"Ya..ya..ya.. sekarang apa yang kalian katakan lagi? Akan kudengar semua!"
Eunhyuk dan Donghae berpandangan sejenak. Lalu kembali memfokuskan pada Kyuhyun.
"Seohyun berniat bunuh diri jika kau tak kembali padanya." Ucap Donghae kemudian.
"Cih.. cara lama. Sudah basi." Cibir Kyuhyun. Sesekali caramelnya menengok kepada Yesung yang saat ini juga tengah memperhatikan ketiganya.
"sepertinya kali ini, Yeoja itu tak main-main dengan ucapannya." Sela Eunhyuk.
"Baiklah, akan aku pikirkan. Apa ada lagi yang ingin kalian sampaikan?"
Eunhyuk dan Donghae terlihat berpikir, kemudian keduanya menggeleng.
"Kurasa hanya itu. yang lainnya paling hanya tugas baru dari Jang Seosaengnim yang menumpuk itu. aishh...menyusahkan dan-"
"Oke, Cukup! Jangan diteruskan. Nanti akan kukerjakan." Sela Kyuhyun. Ia tentu sudah hafal apa Ujung kalimat yang akan diucapkan Donghae itu. sudah biasa. Mudah ditebak.
Donghae dan Eunhyuk hanya nyengir. Cho Kyuhyun memang pengertian. Tau mereka luar dalam. tau maunya mereka apa. Baguslah!
"Sekarang, bisa kalian pergi dari hadapanku dan membiarkan aku sendirian?" retoris Kyuhyun.
Donghae dan Eunhyuk lantas mengendus. "Iya.. baik-baik.. Tuan Cho Kyuhyun yang Baik hati!" ditenkankannya pada kata terakhir itu.
"Cepat pergi!" kata Kyuhyun lagi.
"iya, kami pergi. Tak usah terlalu diperjelas begitu, Cho Kyuhyun!" jengah keduanya.
"lalu, kenapa kalian masih disini?" lagi, dengan malas, Kyuhyun berucap.
"NE! KAMI PERGI CHO KYUHYUN!" seru mereka bersama. Dengan bergegas melangkahkan kakinya menjauhi sahabat durhakanya itu.
"Ishh... dasar!" cibir Kyuhyun setelah melihat keduanya raib dari pandangannya.
Dan lansung, caramelnya bergerak liar. Mencari keberadaan Yesung. Semakin liar bergerak begitu mendapati, tempat yang digunakan untuk berdiri Yesung tadi telah kosong.
Sosok manis itu hilang. Kyuhyun panik. Dengan segera, Kakinya melangkah. Mengitari bukit itu.
"Yesung." Panggilnya.
"..." tak ada sahutan. Hanya desisan angin yang terdengar.
Bagaimana ini? dimana dia? Batin Kyuhyun resah.
Dilangkahkan lagi kaki jenjang-nya lebar-lebar. Rasa takut kehilangan tiba-tiba menyelubungi.
"Yesung! Yesung! Kau dimana?" seru Kyuhyun.
"Ye—!"
"-Aku disini, Cho Kyuhyun." Sela sebuah suara yang lantas membuat Kyuhyun berhenti melangkah.
Didapatinya, Yesung tengah berdiri, bersandar disebuah pohon tak jauh dari posisinya sekarang. dengan senyum manis yang membuatnya terlihat makin mempesona.
Bibir Kyuhyun melengkung.. menampakan senyuman kelegaan disana.
"Kau disini rupanya. Kukira kau sudah pergi." Ucap Kyuhyun begitu sampai didepan Kyuhyun.
"mereka sudah pergi?"
"mereka? Oh.. Donghae dan Eunhyuk? Ya, mereka sudah pergi. Tapi kenapa.." tak diteruskan kata-katanya, sebelum Yesung menyelanya.
"Mereka tak bisa melihatku."sahut Yesung begitu memahami kebingungan Kyuhyun.
"Y-ye?"
Yesung kembali tersenyum. "hanya Cho Kyuhyun yang bisa melihatku." lanjutnya.
"benarkah?" Yesung mengangguk.
"tapi, bagaimana bisa?"
"karena Cho Kyuhyun itu istimewa." Lagi, Yesung menjawab dengan polosnya.
"Ah! Aku harus pergi sekarang." dengan panik, Yesung kembali berucap. Kyuhyun-pun dibuat kaget olehnya.
"Pergi? Kau akan pergi?" tanyanya tak percaya. ada rasa tak rela dinada suaranya itu.
Yesung mengangguk, "Ung! Pelangi sudah mulai memudar. Dan itu saatnya aku juga harus pulang."
"selamat tinggal, Cho Kyuhyun." Yesung bersiap-siap melangkah, namun tangannya lebih dahulu tertahan sesuatu. Tangan Kyuhyun yang menahannya.
"andwae.. jangan pergi!" pinta Kyuhyun telak. Yesung membalasnya dengan senyuman tipis.
"tapi aku harus pergi, Cho Kyuhyun."
Kyuhyun menggeleng. "Ani.. jebal.."
"Aku akan kembali bersama pelangi." Janji Yesung.
"Jinjja?" Yesung mengangguk. "ne.. jika kau ingin bertemu denganku, kau hanya perlu menunggu hujan." Balas Yesung.
"tapi aku tak suka hujan." Tutur Kyuhyun.
"kalau kau membenci hujan, sama saja kau tak menginginkan kehadiranku."
Kyuhyun telak menggeleng. "aniya! Aku ingin kau datang lagi."
"maka dari itu, mulai sekarang, kau harus membiasakan dirimu untuk berdamai dengan hujan." Bijak Yesung.
"apa kau mau, Cho Kyuhyun?"
"baklah, akan kucuba. Tapi kau harus janji akan datang lagi,"
"Ya.. Aku berjanji pada Cho Kyuhyun." Tukas Yesung ceria.
"ah.. sudah waktunya. Sampai jumpa lagi Cho Kyuhyun." Dengan tergesa, dilepaskannya tautan tangan Kyuhyun.
Mulai berlari menjauh.. namun, Kembali ia menengok kebelakang.. dan..
CUP
Satu kecupan mendarat tepat dipipi Cho Kyuhyun, dan itu tercipta dari bibir Yesung.
"aku pasti akan datang lagi, tunggu aku.." kata-kata terakhir Yesung sebelum sosoknya benar-benar hilang. Mengabur. Bersamaan dengan hilangnya rona pelangi dilangit sana.
Kyuhyun masih membatu. Namun perlahan, nyawanya kembali terkumpul.
Dirabanya pipi yang masih terasa hangat itu. rasanya... begitu.. aishh..seakan ingin meledak! Menyenangkan!
Sebuah senyuman lantas terparti sempurna diwajah tampan itu. indah dilihat.
"aku berharap, semoga hujan turun lebih cepat..."
.
.
.
TBC
.
.
.
Aneh? Gaje? Abstrak? Absurb?
Ya saya tau, karena itu ciri khas FF saya ^^v
Oke.. terserah kalian. Tapi yang udah baca, gg ada salahnya dong pengertiannya.
Kalau review bisa sampe 50+ *mimpi* saya janji akan update kilat lagi :)
With love,
~KyuSung~
