Sub Title : Rain, Rainbow and You.
Pairing : KYUSUNG! KYUSUNG! KYUSUNG! AND KYUSUNG!
Cast : Mommy (yesung) and Appa (Kyuhyun), Fishy(Donghae) , Monkey(Eunhyuk) and Others
Lenght : 3 of..?
Genre : Weird Fantasy, Romance, Smoothy fluff *i'm not sure*
Rate : T (For Tentuin sendiri ya)
Disclaimer : KYUSUNG IS FATE, YEWON IS REAL ! enough?
.
.
.
Warning : Miss Typo(s), bad plot, YAOI, BOYS X BOYS , and ALUR BERANTAKAN! TOTALY GAJE! *always* UN-OFFICIAL PAIRING.
Innocent!Ye Pervert!Kyu
.
.
.
A/N : sebelumnya saya mau minta maaf, bukannya mau nepatin janji mau update kilat kalo review udah 50+, berhubung minggu ini saya tengah dalam masa ujian, jadi saya gg sempet ngelanjutin FF ini. tapi sekarang udah kelar..(yeayy).. dan kalau chap 3 ini kurang memuaskan, salahkan saja saya yang hanya buat dalam waktu 2 jam. Dan pastinya banyak Typo karena saya enggak minat buat baca ulang. *tau ancur soalnya*
Oke, At least Still wanna to Reading?
.
.
DON'T LIKE? BETTER JUST GO AWAY FROM HERE.. BECAUSE IT'S MY YEWONDERFUL WORLD WITH SPARKYU ON THE CLOUD..
.
.
~ HAPPY READING ~
.
.
.
Aku seorang yang membenci hujan. Kau tau kenapa?
Karena Hujan merenggut kebebasanku. Hujan menjadikan awan-ku tiada. dan itu yang membuatku makin membencinya
Tapi, kau adalah lain...
Karena kau, Kini hujan yang selalu kubenci berubah menjadi suatu yang kurindukan kehadirannya
Karena setelah hujan pergi, pelangi akan datang menyambut. Menyemarakan dunia
Hujan, pelangi dan kau... sekarang adalah semua hal yang kutunggu dan kucintai..
—KyuSung
.
.
.
CHAPTER 3
.
.
.
ROMANTIC RAINBOW
Hari berganti. Cerah memang. Tapi ternyata berbanding terbalik dengan wajah tampan itu. Cho Kyuhyun dengan wajah yang suram. Tetap tampan, tapi kurang enak dilihat.
Lihatlah, sedari tadi Sang Dosen mengoceh ria didepan kelas, namun Kyuhyun tak bergeming. Sepertinya sama sekali tak tertarik untuk sekedar menghormati usaha yang dilakukan Pria yang tak lagi muda itu dalam menyampaikan materi dengan terbata.
Eunhyuk dan Donghae-pun tak mengerti. Mengapa tiba-tiba si Cho yang biasanya banyak meluangkan waktu untuk berkencan dengan "Kekasih"-nya atau dalam bahasa lain adalah PSP, Kini lebih banyak diam. Bahkan sedari tadi benda hitam persegi itu tergletak tak berdaya dikolong mejanya. Miris.
Ada apa sebenarnya?
Bel tiba-tiba berbunyi. Dan dengan semangat empat lima, seluruh penghuni kelas itu berbondong-bondong meninggalkan ruang kelas bahkan sebelum pria Tua dosennya itu mengucap salam perpisahan. Ckk..dasar!
Donghae dan Eunhyuk lantas beringsut menuju meja yang ditinggali oleh Kyuhyun.
"Kyu," panggil Donghae pelan.
"..."
Donghae dan Eunhyuk saling tatap. Bingung. Apa yang terjadi dengan sahabat evil-nya itu?
"Kyuhyun," kali ini, dengan sedikit goncangan pada bahu Kyuhyun yang dilakukan Oleh Eunhyuk.
"Cho Kyuhyun." Ulang mereka bersama-sama.
"Hah~!" tiba-tiba Kyuhyun membuang nafas panjang.
Donghae dan Eunhyuk tergelak. Eh! Makin aneh pula kelakuan si Cho itu.
"Cho Kyuhyun, kau kenapa?" tanya Eunhyuk bingung.
Kyuhyun tak juga menyahuti. Malah makin fokus pada apa yang menjadi pandangannya kini. Menerawang jauh pada langit sana.
"Hei, apa langit lebih menarik daripada kami, sahabatmu sendiri. Cho Kyuhyun?!" seru Donghae jengah.
"kenapa hari ini langit sangat cerah?" gumam Kyuhyun kemudian. Tak juga menggubris keberadaan kedua sahabatnya itu.
"HAH! BAGAIMANA INI?!" erang Kyuhyun Frustasi. Seketika Eunhyuk dan Donghae terlonjak dari bangkunya, kaget.
"YA! CHO KYUHYUN! ADA APA DENGANMU?! Teriak Donghae dan Eunhyuk bersama-sama.
Kyuhyun lantas menoleh. Dan menatap tajam kedua orang yang mengganggu aksinya.
Cegluk
Donghae dan Eunhyuk meneguk ludahnya susah. Wajah Kyuhyun kini terlihat sangat angker. Horor. Seakan ingin menjadikan keduanya menu makan siangnya. Deathglare yang diberikan Kyuhyun kini, sangat-amat menakutkan.
"K-kyuhyun.." lirih Eunhyuk takut-takut.
"KALIAN TAK MENGERTI!" seru Kyuhyun langsung.
Lagi! Eunhyuk dan Donghae merasakan nyawanya sudah diujung tanduk sekarang. siapapun, tolong selamatkan kami! Raung keduanya dalam hati.
"e-em...me-memang apa ada yang h-harus kami mengerti?" tanya Donghae hati-hati. ia masih sangat sayang kepada nyawanya.
"Aishhh... kalian memang tak pernah bisa mengerti!" ucap Kyuhyun Frustasi. Kembali ia arahkan pandangannya pada langit biru diatas sana.
Donghae dan Eunhyuk saling berpandangan sejenak. Lalu kemudian keduanya saling mengendikkan bahunya. Tanda tak mengerti.
"ada apa sebenarnya, Kyu?" dengan halus, Eunhyuk mencoba berbicara.
Kyuhyun perlahan menoleh. Dan menghembuskan nafas beratnya lagi.
"langit hari ini begitu cerah, aku tak suka." Mulai Kyuhyun. Sepertinya tengah memulai sesi "curhat"-nya eoh?
"hah, apa maksudmu?" tanya Donghae tak mengerti.
"Uhh... aku ingin langit mendung."
"Eh? Kenapa begitu?" tanya Donghae lagi.
"agar hujan cepat turun." Balas Kyuhyun lemas. Ditopangnya dagu menggunakan tangannya. Menatap lurus kedepan. Kosong.
EH!
Lagi. Mata Eunhyuk dan Donghae melebar. Apa mereka tak salah dengar?
"Yang kutahu, Seorang Cho Kyuhyun adalah pembenci Hujan nomor satu!" retoris Eunhyuk.
"dan sejak kapan Cho Kyuhyun bisa berdamai dengan Hujan?" timpal Donghae.
"Haizz... kalian tak mengerti. Kali ini berbeda." Sergah Kyuhyun.
"lalu apa yang berbeda? Kami ingin tau." Ucap Eunhyuk.
"sepertinya, aku sudah mulai gila." Sarkastis Kyuhyun.
Eunhyuk dan Donghae hanya memutar bola matanya bosan.
"Kau memang sudah gila, Cho!"
"dari pada kau semakin gila, sebaiknya kita ke cafetaria sekarang."
Tanpa babibu lagi, keduanya menarik tangan Kyuhyun untuk kemudian membawanya keluar dari kelas menuju ke cafetaria yang ada dikampus mereka. Dan karena seorang Cho Kyuhyun tengah dalam masa kegalauan yang kelabu, ia hanya pasrah ditarik paksa oleh Kedua manusia yang ia anggap alien itu.
.
.
.
Ketiganya kini makan dengan Khidmat. Ah, sebenarnya bukan tiga, hanya Dua. Donghae dan Eunhyuk saja. sedangkan Kyuhyun, sedari tadi masih asyik dengan kegiatan "ayo melamun"-nya itu. makanan yang sebelumnya telah dipesan oleh Eunhyuk untuknya pun tak tersentuh sama sekali. Kyuhyun hanya sibuk mengaduk-aduk orange jus miliknya dan sesekali menyesapnya sedikit.
"KYUHYUN OPPA!" tiba-tiba sebuah teriakan mengintruksi. Lantas Eunhyuk dan Donghae langsung menoleh. Tapi yang namanya dipanggil sama sekali tak peduli. Masih tetap melancarkan aksi ayo melamunnya itu.
"K-Kyuhyun Oppa!" seorang Yeoja berambut pirang terlihat terengah-engah. Eunhyuk dan Donghae menatap Yeoja itu bingung.
"Ada apa Jess?" tanya Donghae. Jessica, nama Yeoja itu masih terlihat mengatur nafasnya.
"Seo...Seohyun.." ucapnya terbata.
Donghae mulai berdiri dari posisi duduknya, disusul oleh Eunhyuk kemudian.
"Ya, kenapa dengan Seohyun?" tanya Eunhyuk.
"sekarang Seohyun sedang berada diatap gedung kampus, jika Kyuhyun Oppa tak datang, maka ia berjanji akan segera lompat." Jelas Jessica.
"MWO?!" seru Donghae dan Eunhyuk bersamaan. Langsung, keduanya mengalihkan matanya pada Kyuhyun yang masih duduk disampingnya.
"Ya! Cho Kyuhyun.. cepat lakukan sesuatu!" desak Donghae. Kyuhyun yang walaupun ia melamun, namun ia juga masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"lalu apa yang harus aku lakukan?" balas Kyuhyun tak berminat.
"cepat susul Seohyun diatas atap gedung!" tambah Eunhyuk.
"Kalian berdua saja, aku sedang malas." Lagi, dengan santainya Kyuhyun menjawab.
Baik Eunhyuk, Donghae maupun Jessica hanya bisa cengo. Kyuhyun bersikap seolah-olah tak terjadi sesuatu yang serius. Datar saja. Ayolah.. nyawa orang lain tengah dipertaruhkan kali ini.
"CHO KYUHYUN! CEPAT BANGUN DAN CEGAH SEO!" bentak Donghae.
Kyuhyun berdecak pelan, lalu bangun dari duduknya.
"Ayolah, aku sedang tak berminat. Wanita itu pasti cuma sedang berakting." Balas Kyuhyun acuh. Mood-nya benar-benar tidak dalam keadaan baik kali ini.
"Astaga Cho Kyuhyun, dimana hati nuranimu? Tolonglah dia. Ini semua juga gara-gara kau. Jika kau tidak memutuskannya tiba-tiba, pasti dia tak akan senekat ini." ucap Eunhyuk sok bijak.
"Iya Kyu, Eunhyuk benar. Seohyun sangat rapuh sekarang. kau harus menolongnya. Jangan biarkan satu nyawa hilang sia-sia." Tambah Donghae dengan sedikit mendramatisir.
"Tolong Seo, Oppa. Jebal..." imbuh Jessica, dengan menangkupkan kedua tangannya didepan Kyuhyun.
Oke! Cukup! Drama ini tak boleh berlanjut.. bisa-bisa Kyuhyun mual dibuatnya.
"Haizz... baik-baik! Tunjukan aku dimana Yeoja itu sekarang berada?" tanya Kyuhyun malas.
Ketiganya langsung menyunggingkan senyum kemenangannya. Kyuhyun masih punya hati ternyata.
.
.
.
Terlihat Seohyun tengah menangis dan terus memanggil nama Kyuhyun dari atas atap gedung kampus berlantai 7 itu. sementara baik mahasiswa, Dosen maupun staff dan karyawan satu kampus itu hanya bisa menatap ngeri pada yeoja cantik itu. tak ada yang berani mencoba menolong. Bukan karena tak kasihan, namun jika mereka berani mendekat satu langkah ke Yeoja cantik itu, maka ia tak segan-segan untuk melompat. Intinya, yang boleh menolongnya hanya satu nama, yaitu Cho Kyuhyun. Hanya dia.
"CHO KYUHYUN BRENGSEK!" dimakinya lagi nama namja tampan itu. dengan isakan yang terus keluar. Tak peduli jika ia dianggap gila. Toh memang ia sangat hancur sekarang.
"Hiks...C-Cho Kyuhyun.. Hiks..brengsek.." rancauan lagi. Seohyun tak henti-hentinya mengutuk Kyuhyun.
"sekarang apa maumu?" suara bass itu terdengar amat dingin. Seohyun langsung membalikkan tubuhnya kebelakang. Dan terlihatlah Cho Kyuhyun yang berdiri gagah dibelakangnya.
"K-kau..Hiks..brengsek!" tutur Seohyun.
"Aku tau." Balas Kyuhyun tanpa beban.
"Aku membencimu!"
"silahkan saja, aku tak peduli!" tukas Kyuhyun tak kalah santai.
Eunhyuk yang memang berada tak jauh dari Kyuhyun langsung memberikan Deathglare-nya seakan berkata bahwa, -kau-ingin-mati-Cho-Kyuhyun?- langsung mendapat tatapan bosan dari Kyuhyun.
"Baiklah.. katakan, sekarang apa yang harus kulakukan?" dengan perlahan, dilangkahkan kaki jenjangnya lebih mendekat kearah Seohyun.
"JANGAN MENDEKAT!" sergah Seohyun seketika. Kyuhyun lantas berhenti. Lalu menghela nafasnya bosan.
"kalau aku tak boleh mendekat, bagaimana aku bisa mengerti kemauanmu?" ucap Kyuhyun halus. Ya, ia juga masih punya perasaan. Tak tega juga melihat Yeoja cantik itu seperti ini.
"K-kau jahat!" rancau Seohyun lagi. Tanpa sadar, Kyuhyun kembali melangkah. Dengan hati-hati tentu saja.
GREP
Tepat saat jarak keduanya sudah dekat, Diraihnya tubuh Seohyun kedalam Pelukannya.
"Hiks...Hiks..Hiks...Cho Kyuhyun, Kau j-jahat!" makin terdengar suara tangisan Seohyun. Kini pastilah kemeja yang dipakai Kyuhyun basah terkena airmata Yeoja cantik itu.
"Sttt...Uljimma.." lirih Kyuhyun. Perlahan diusapnya surai lembut milik Seohyun.
"K-Kau..Aku membencimu," rengek Seohyun lagi. Kyuhyun hanya bisa diam. Bukan karena ia tak bisa membalas, hanya saja ia tak mau menambah luka dihati wanita itu.
"sekarang apa maumu?" perlahan, dilepasnya rengkuhan itu. kini Kyuhyun memegang kedua bahu Seohyun.
"A-Ku..hiks..mau kau kembali padaku. Aku sangat mencintaimu!" pinta Seohyun.
Kyuhyun menggeleng pelan. "maaf, aku tak bisa."
"tapi kenapa, huh?!" suara Seohyun meninggi.
"dengarkan aku." Ucap Kyuhyun. Seohyun yang tadinya ingin melepaskan diri dari Kyuhyun, perlahan tenang.
"katamu, aku jahat kan?" Seohyun mengangguk kecil.
"Katamu, aku brengsek kan?" lagi, Seohyun mengangguk.
"Lalu, apa mau kau mempunyai kekasih yang brengsek dan jahat sepertiku, hmm?" tanya Kyuhyun pelan.
"Tapi—!"
"Sttt.." ditangkupkannya kedua Sisi pipi Seohyun.
"kau tidak mencintaiku. Kau hanya terobsesi padaku." Jelas Kyuhyun. Seohyun hanya mendengarkannya dengan isakan yang terus keluar.
"kau wanita yang baik, dan juga cantik. kau bisa mendapatkan kekasih yang lebih baik dan tak akan menyakitimu seperti aku."
"Oppa..jebal.." lirih Seohyun.
"aku tak mau menyakitimu lagi. Aku yakin, banyak namja diluar sana yang akan memperlakukanmu dengan sangat baik, tidak seperti aku. Percayalah.." kata Kyuhyun kemudian.
"Oppa.."
"kau gadis baik, Seo.. carilah Pria yang baik pula. Jangan sepertiku yang hanya bisa menyakitimu." Bijak Kyuhyun.
"T-tapi, aku mencintaimu, Oppa."
Kyuhyun menggeleng. "kau hanya terobsesi padaku, Seo. Kau tak mencintaiku."
"tapi, setelah ini jangan menjauhiku, Oppa."
Kyuhyun tersenyum tulus, "Mulai sekarang, Kita teman." Diangkatnya jari kelingking miliknya tepat didepan Seohyun.
Seohyun tersenyum tipis, "Kau kekanakan, Oppa." Cibirnya. Namun, setelahnya ia juga mengaitkan kelingkingnya pada Kelingking Kyuhyun.
"aku anggap itu sebagai pujian." Cengir Kyuhyun. Seohyun kembali tersenyum.
"Jangan menangis lagi, Arra." Dihapusnya jejak airmata dipipi Yeoja manis itu.
"maaf telah menyakitimu." Lanjut Kyuhyun dengan nada penyesalan yang amat kentara.
"sepertinya dengan mentraktirku makan, aku bisa mempertimbangkan apakah aku akan memaafkan Oppa atau tidak." Ucap Seohyun dengan nada dibuat sedatar mungkin.
"Kau tau, banyak menangis dan berteriak membuatku lapar." Rengek Seohyun lagi. Kyuhyun hanya terkekeh geli lalu mengacak rambut Seohyun pelan.
"Aishh... kau kekanakan. Baiklah, kajja.." kemudian, ditariknya tangan Seohyun. Setelahnya mulai berjalan meninggalkan atap gedung itu.
Ditengah perjalanan, Kyuhyun masih mendapati Donghae, Eunhyuk dan Jessica masih disana. Berada tak jauh darinya. Kemudian Donghae dan Eunhyuk mengacungkan ibu jarinya.
"Kau yang terbaik, Cho Kyuhyun!" bisik Keduanya.
Kyuhyun hanya mengerlingkan matanya kemudian ikut berbisik "Aku tau!" . Lalu kembali berjalan beriringan dengan Seohyun.
.
.
.
Sore menjelang. Keadaan jauh lebih baik sekarang. Seohyun sudah benar-benar megikhlaskan Kyuhyun. Yeoja cantik itu sudah pulang dengan Jessica tadi. Perkuliahan memang sudah selesai kira-kira satu jam yang lalu. namun kampus elit itu masih ramai dipenuhi oleh mahasiswa yang masih betah entah sekedar untuk mengobrol ataupun membahas materi yang diberikan Dosen.
Kyuhyun tersenyum sumringah. Sangat jauh berbanding terbalik dengan keadaannya pagi tadi. Kali ini, karena senyumannya itu jauh menambah tampan dirinya yang memang sudah tampan.
Donghae yang memang berada disamping Kyuhyun lantas menyikut Eunhyuk pelan.
"Lihat Si Cho itu, kurasa dia benar-benar sudah gila sekarang." retoris Donghae seraya memperhatikan gelagat aneh Kyuhyun, dengan senyum yang masih berkembang diwajahnya
"Kyu, dari tadi kau tersenyum. Kau tau, kami jadi mengkhawatirkanmu." Ucap Eunhyuk prihatin. Kyuhyun hanya menoleh sekilas pada kedua sahabatnya itu. kemudian kembali menatap lurus keatas.
"kalian tau, doaku terkabul!" ucap Kyuhyun ceria.
"apa maksudmu?"
"langit mendung, dan sekarang tengah hujan deras." Serunya seraya merentangkan tangannya untuk menampung buliran air hujan. Ya, Kini ketiganya dan beberapa mahasiswa yang lainnya tengah berada diteras kelasnya. Dan seperti yang dikatakan Kyuhyun, sore ini Seoul tengah diguyur hujan.
"aku semakin yakin, Cho Kyuhyun sudah gila sekarang." cibir Donghae dan Eunhyuk bersama.
Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya acuh. Ia mengedarkan pandangannya, dan kemudian sepasang caramelnya berbinar manakala memilat seorang mahasiswi tengah mengembangkan payung yang ia bawa.
"Sulli-ya, aku pinjam payungmu sebentar, ne." Pinta Kyuhyun. Yeoja cantik yang bernama Sulli itu lantas terkejut.
"T-tapi Oppa, Ak—!"
SET
"GOMAWO, SULLI-YA.. AKU JANJI BESOK AKAN KUKEMBALIKAN!" belum selesai Yeoja itu berkata, Kyuhyun sudah terlebih dahulu membawa kabur payung berwarna blue navy itu pergi. Meninggalkan Sulli yang memandangnya Shock.
Donghae dan Eunhyuk memangdang miris kepergian Kyuhyun. Lalu kemudian, menggaruk tengkuknya ragu begitu melihat Sulli yang juga tengah memandang mereka dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Emm.. Sulli-ya, Kyuhyun sedang "sakit", tolong maafkan dia ne.."
.
.
.
Sampailah Kyuhyun pada tempat tujuannya. Bukit kecil tak jauh dari kampusnya. Dengan Senyum yang terus dikulumnya, perlahan dari balik payung yang menutupinya ia memandang kearah langit.
Senyum indah itu makin terkembang. Tampan
Hujan mulai reda, hanya menyisakkan gerimis. Dengan pelan, dilemparkannya payung yang melindungi tubuhnya itu kesembarang arah.
Direntangkanlah kedua tangan kekarnya, dengan perlahan kedua Caramelnya terpejam.
"Komohon...cepatlah datang.. tepatilah janjimu.."
Ucap Kyuhyun dalam hati. tangannya masih direntangkan lebar-lebar, seakan dapat menghalau air langit yang masih juga menetes.
SET
Kyuhyun merasa, seseorang berada didepannya. Kemudian, caramel indah itu perlahan terbuka.
Dan lagi, kini senyum itu terkembang sempurna diwajah tampan itu. begitu matanya menangkap kehadiran sosok yang memang sangat ia harapkan kini.
"Aku datang.."
.
TBC
.
KyuSung moment-nya disimpen buat chap depan saja yaa.. dan dichap depan, akan saya jelaskan siapa sebenarnya Yesung dan apa alasan Kyuhyun benci sama Hujan.
So, Still mind To Review?
Hmm.. bisa enggak ya review-nya sampai 80+? Hhee
Sign,
KyuSung Love~
