Cast(s) : Yesung, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk and Others

.

Rate : T+

.

Genre : fantasy, romance and maybe Fluff

.

Warn : YAOI, BOYS LOVE, Bad Plot, Miss Typo(s), Weird Fantasy, Totally Fail, No Feel, and..

UN-OFFICIAL PAIR!

( Kyuhyun X Yesung )

.


DON'T LIKE? BETTER JUST GO AWAY FROM HERE!

BECAUSE IT'S MY YEWONDERFUL WORLD WITH SPARKYU ON THE CLOUD..

::


Chapter 6

::

Aku seorang yang membenci hujan. Kau tau kenapa?

Karena Hujan merenggut kebebasanku. Hujan menjadikan awan-ku tiada. dan itu yang membuatku makin membencinya

Tapi, kau adalah lain...

Karena kau, Kini hujan yang selalu kubenci berubah menjadi suatu yang kurindukan kehadirannya

Karena setelah hujan pergi, pelangi akan datang menyambut. Menyemarakan dunia

Hujan, pelangi dan kau... sekarang adalah semua hal yang kutunggu dan kucintai..

—KyuSung

::


ROMANTIC RAINBOW

::

Aku ingin bertanya..

Apa kau pernah merasakan rasanya menjadi pencuri yang dengan telak tertangkap basah ketika tengah menjalankan aksinya?

Belum pernah?

Jika belum, Coba kau tanyakan pada tokoh tampan kita, siapa tau dia bisa membantu menjelaskannya.

Bagaimana, Cho Kyuhyun? Tentu kau mau berbagi pengalaman bukan?

Ayolah... sedikit saja..

Bagaimana rasanya menjadi pencuri sebuah—er... ciuman manis itu?

.

.

.

Cho Kyuhyun diam. Cho Kyuhyun masih membatu. Dan Cho Kyuhyun tetap sunyi. Mengunci rapat-rapat mulutnya, dan pada akhirnya membuang jauh-jauh kuncinya entah kemana.

Seperti idiot saja!

Oh Ayolah.. apa yang terjadi padamu tuan tampan? Sejak kapan kau menjadi begitu pendiam?

Kemana keberanian yang kau tunjukan beberapa waktu tadi? Bahkan tadinya aku ingin memberi seribu thumb up untukmu kalau saja kau lanjutkan kenekatanmu itu.. tapi ya, itu hanya tadinya.

Yesung tak jauh berbeda keadaannya. Ah.. tentu ada bedanya—sedikit.

Jika Cho Kyuhyun seperti idiot , sedangkan dia tetap mempertahankan wajah innocentnya yang tentu saja membuatnya lebih terlihat cute.

Katakanlah Yesung itu polos.

Namun sepolos apapun dia, tetap saja sedikit banyak ia bisa merasakan sebuah keganjilan. Keganjilan dimana saat ia merasa tidurnya terganggu oleh sebuah interaksi.

Interaksi antar bibir, eoh?

" kenapa bangun, hmm?"

Dan akhirnya, suara tuan tampan kita berhasil kembali.

Yesung mengedipkan Onyx-nya lucu. Bingung dengan keadaan.

"tadi kau sedang apa, Cho Kyuhyun?"

Binggo! Kau pintar, manis!

Bahkan kau bisa membuat sitampan itu hampir tersedak ludahnya sendiri. Terlampau terkejutnya.

"i-itu...itu ta-di.. aku-ti—aishhh!" diacaknya surai caramelnya. Lalu mendesah frustasi.

Dahi Yesung lantas berkerut lucu. Aneh sekali Cho Kyuhyun itu!

Mulai bangkit dari tidurnya. Ingatkan aku, jika saat ini mereka masih berada dalam satu ranjang. Dan tidur bersama tentu saja.

Kyuhyun ikut bangkit. Mendudukkan tubuhnya tepat dihadapan Yesung yang saat ini mulai bersila.

"Hoaamm~~"

Yesung menguap. yang lantas membuat Kyuhyun terkekeh.

"sebaiknya kau tidur lagi, masih mengantuk, kan?" Titah Kyuhyun halus seraya mengacak surai legam Yesung.

Yesung merengut. Memajukan bibirnya beberapa centi dan membuat otak mesum tuan muda Cho itu kembali berfungsi.

Bibir merah muda itu.. sungguh...

Kau tergoda untuk merasakannya lagi eh, Tuan Cho?

"tidak...tidak...!"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil bergumam yang membuat Yesung menatapnya aneh.

"Kau kenapa, Cho Kyuhyun?"

Dengan mata yang semakin menyipit mungkin efek dari rasa kantuk yang menyerangnya lagi, Yesung berinisiatif untuk bertanya.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Mengaturnya untuk kemudian menjawab.

"Tidak apa. Sekarang tidur lagi, ne. Kau pasti masih mengantuk." Ajak Kyuhyun lagi.

Yesung menggeleng pelan, dengan mata yang semakin menyipit.

"tapi ada yang ingin aku tanyakan, Cho Kyuhyun." Rengek Yesung.

"Baiklah. Kau ingin bertanya apa, hmm?"

Kyuhyun tersenyum tipis melihat Yesung yang semakin tak fokus. Terlihat sekali sosok indah itu tengah berusaha mati-matian untuk melawan rasa kantuknya.

"t-tadi saat aku terbangun, kau sedang apa terhadapku?"

Kyuhyun meringis. Tepat seperti dugaannya. Sepertinya kali ini ia harus sedikit menggunakan otak jeniusnya itu.

"tadi yang mana?"

Mata sipit yang tadinya sudah terpejam tiba-tiba terbuka lagi.

"tadi..emm.. disini."

Dengan polosnya, Yesung menyentuh bibirnya sendiri.

Ia tentu saja Yesung bukan bermaksud sedang menggoda Kyuhyun. Namun entah mengapa, gerakan polos itu membuat Kyuhyun tergoda.

"disini?"

Dengan sengajanya, Kyuhyun menyentuh bibir plum itu seraya mengusapnya pelan. Lembut.

Yesung yang memang sudah berada diambang kesadarannya hanya mengangguk imut.

"n-ne.. disini." Disentuhnya lagi bibirnya yang masih ada tangan Kyuhyun yang juga mengelusnya.

"kau mau tau?" ditatapnya dalam wajah manis itu. Yesung ditengah sadar dan tidak sadar itu hanya bisa mengangguk.

"aku hanya ingin merasakannya." Jawab Kyuhyun tanpa beban.

Dahi Yesung kembali berkerut. "rasa? a-apa...rasanya?"

Kyuhyun kembali terkekeh. sosok didepannya ini benar-benar membuatnya makin tergila-gila. Bagaimana bisa ada makhluk sepolos itu?

"manis...rasanya sangat manis. Aku bisa membantumu merasakannya lagi." Kyuhyun kembali menjawab. Mungkin maksudnya ingin mnggoda Yesung.

Namun yang digoda malah setia dengan wajah polos yang tengah menahan kantuk. Namun sepertinya, rasa kantuk itu sudah menyerangnya hingga ubun-ubun. Terbukti dengan beberapa kali kepalanya terantuk.

Yesung mencoba menanggapi Kyuhyun. Dengan susah payah, ia mencoba untuk membuka lebar mata sipitnya.

"huh?" gumam Yesung. perlahan namun pasti, smirk misterius itu kembali muncul dipermukaan wajah tampan itu, tepatnya dibibirnya.

""Kuanggap itu sebagai jawaban "Ya" . Baiklah.. aku akan membantumu."

Selesai dengan kalimatnya, perlahan namun pasti Kyuhyun mengeliminasi jarak keduanya. Tak peduli dengan Yesung yang mati-matian mencoba untuk tetap terjaga.

Sedikit lagi sisa jarak mereka.. semakin dekat.. Kyuhyun masih ber-smirk ria.

Sedikit lagi... dekat... dan..

BUG

Cup

Yesung sudah terlebih dahulu jatuh tertidur tepat kedalam pelukannya. dan ya.. akhirnya Sasarannya meleset. Yang didapat bibir itu hanya pipi Chuby dan tentu saja bukan target utamanya. Dan kau tentu tau, bagian mana yang menjadi targetnta, benar 'kan?

Kyuhyun tersenyum tipis. Tidak apa-apa, batinnya.

Maksudnya tadi memang hanya sekedar menggoda. Ya.. walaupun, kalaupun bisa, tak ada ruginya ia dapat merasakan bibir dengan rasa manis yang memabukan itu lagi.

Ditundukkannya kepalanya, menengok kewajah Yesung yang tersembunyi dibalik dadanya.

Wajah itu sama polosnya. Bahkan terlihat lebih polos saat terlelap seperti ini.

Dengan lembut, pelan sekali.. Kyuhyun mulai membaringkan tubuh mungil itu.

Tersenyum ketika telah berhasil membuat posisi tidur Yesung nyaman dengan lengannya sebagai bantal.

Romantis

Persetan jika terlihat seperti scene yang ada didrama-drama favorit para ahjumma itu.

"kau benar-benar ajaib."

Dielusnya rona merah muda dipipi tembem itu.

Kyuhyun tersenyum simpul. Seperti orang gila ia merasa.

Sosok ini benar-benar sanggup membuat nalarnya mandek. Membuat logikanya kurang berfungsi dan terakhir menyebabkan dirinya sangat gampang tersenyum.

Dibenarkannya selimut tebal yang sedikit tersingkap itu. untuk kemudian untuk menyelimuti tubuh Yesung dan tubuhnya sendiri.

Perlahan namun pasti, ditariknya tubuh mungil itu, dan menyembunyikan wajah Yesung pada dadanya. dalam dekapnya.

"aku menyukai segalanya yang ada didirimu."

Dihirupnya dalam-dalam aroma manis yang menguar pada tubuh Yesung. bahkan aroma, wangi tubuhnya itu dalam sekejap mampu membuatnya kecanduan.

"kau benar-benar membuatku gila.."

.

.

.

Sang surya telah menyapa cakrawala. Sang bul-bul pun nyatanya ikut berlomba. Masing-masing menyerukkan nyanyian selamat pagi untuk semestanya.

Alam sudah bangun. Dan pagi yang cerah ikut menyusul. Menggumamkan fakta bahwa lembaran baru memulai eranya. Hari baru mulai menyongsong. Dan mestinya diharapkan energi yang positif ikut setia mengalun.

Semoga semuanya berjalan dengan baik.

Caramel itu menerjap pelan. Disorientasi dengan cahanya yang mulai masuk melalui kisi jendelanya. Dan dengan kemalasan yang terasa, akhirnya caramel secerah pagi itu terbuka sempurna.

Terpejam lagi. Untuk kemudian kembali terbuka perlahan.

Tunggu... rasanya ia melupakan sesuatu. Rasanya ada yang kurang.

Berpikir. Otak jenius itu mulai memproses.

1

2

3

Benar, itu dia!

Dengan cepat, ditengokkannya kepalanya kearah samping.

DEG!

Caramel itu membulat sempurna manakala tak menangkap apapun disisinya. Kosong!

"YESUNG!"

.

.

.

Kyuhyun terengah. Nafanya memburu. Untuk selanjutnya, ingatkan dia untuk memulai melakukan jogging dipagi hari. Lihatlah, rumah—mansionnya memang tidak kecil tapi lucu saja jika berlari didalamnya membuatnya kehilangan banyak nafas. Seperti tengah ikut dalam perlombaan marathon saja.

"Yesung!"

Panggilnya lebih keras. Matanya nyalang menyapu seluruh inchi bagian rumahnya itu. kini ia sudah berada diruang tamu. Tujuannya adalah mencari sosok yang sudah merebut semua perhatiannya itu.

"Yesung! kau dimana?" lagi, Kyuhyun berseru.

Kaki jenjangnya mulai ia langkahkan kesegala arah. Tuhan... Kumohon! Doanya dalam hati.

"Ye—!"

Deg!

Langkahnya terhenti telak. Lidahnya tiba-tiba kelu hingga kata-kata yang semula ingin ia serukan tertahan ditenggorokan.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Mari kita lihat..!

Sosok itu berdiri membelakanginya. Didepan sosok itu, teronggok sebuah kicthen set yang tentu saja mewah, mengingat betapa kayanya keluarga Cho itu.

Benar, ia menemukan Yesung didapur.

"Yesung.." panggilnya pelan seraya makin mendekat.

SET

Yesung berbalik. Dan menghasilkan sebuah tampang bodoh dari wajah tampan itu. dengan mata yang membulat dan mulut yang sedikit terbuka.

Cho Kyuhyun, saat ini kau terlihat sangat bodoh!

Bukan bermaksud apa-apa. Pada intinya, ia kembali terpesona. Parah. Lebih parah daripada yang sudah-sudah.

Yesung berdiri didepannya, dengan apron baby blue melekat asal pada tubuh mungilnya. Ditambah dengan rambut panjang sebahunya yang entah menggunakan apa, ia ikat asal keatas. Hingga menyisakan sedikit juntaian yang menutupi sisi wajahnya.

Bagi Kyuhyun, Hanya satu kata ..

Kyeopta!

"Ung~ Cho Kyuhyun, aku bingung.."

Rancaunya manja. Mengabaikan sitampan itu yang masih mempertahankan wajah babonya.

"..."

Eh!

Yesung menyergit. Oh.. jadi ia tengah diacuhkan sekarang?

"Huh, kau mengabaikanku, Cho Kyuhyun."

Dihentakkannya kaki itu kelantai. Merajuk, eoh?

Sitampan akhirnya tersadar dari sekelebat dunia ajaibnya itu. aisshh...

Menatap lekat Yesung yang lagi-lagi tengah mempoutkan bibir seksi—bagi Kyuhyun—nya itu.

"Aku kira kau pergi." Ucap Kyuhyun melenceng yang membuat Yesung memiringkan kepalanya dan membuat surainya ikut berjatuhan. Mengikuti gerakan yang dibuatnya.

"Aku pergi?" Kyuhyun mengangguk.

"Aku sudah ketakutan begitu tak mendapatimu tidur disampingku. Aku sangat takut kau telah pergi."

Yesung tersenyum tipis. Ia bisa merasakan ketakutan nyata pada nada suara itu. dan percaya atau tidak telah berhasil membuat hatinya menghangat.

"emm.. entahlah. Kukira aku juga akan lenyap pagi ini. tapi ternyata Tuhan masih baik, dan membiarkanku untuk tetap berada disini." Wajabnya ceria yang membuat Kyuhyun menghembuskan nafas leganya dan ikut pula tersenyum.

"Kumohon, jangan pergi. Tetaplah disini..bersamaku."

Kyuhyun mendekat, meminimalisir jarak yang ada. Tepat didepan sosok manis itu, dan Kyuhyun menatapnya lekat. Yang ditatap hanya bisa merona mungkin karena tersipu.

"eumm... i-iya. Mungkin aku bisa tinggal lebih lama disini." Jawab Yesung gugup.

Bibir sosok tampan itu tertarik keatas. Menghasilkan sebuah senyuman yang makin menambah kadar ketampanannya.

"ya.. memang harusnya begitu!" diacaknya surai Yesung dengan gemas.

"Ah.. bagaimana bisa kau berbenampilan semanis ini?" tanya Kyuhyun seraya memperhatikan tampilan Yesung pagi ini.

"Ung~ aku melihat ini—"disentuhnya apron yang melekat ditubuhnya kini. "—dan entahlah, aku hanya ingin memakainya saja." lanjutnya cuek.

Kyuhyun terkekeh. benar, bahkan tali pengait apron itu belum dikaitkan sempurna. Hanya benar pada tali yang digunakan untuk mengkungkung bagian lehernya.

"Aisshh.. kau tidak benar memakainya."

Kyuhyun menarik tangan Yesung, hingga posisi mereka hampir menempel.

SET

Kyuhyun menyelipkan kedua tangannya pada pinggang ramping itu. Kyuhyun menunduk, hingga wajahnya bersentuhan dengan bahu Yesung. kembali, ia dapat mencium aroma manis itu lagi. Aroma yang benar-benar membuatnya ketagihan.

Dengan gerakan pelan, Kyuhyun mulai mengaitkan tali apron bagian pinggang itu. posisi mereka terlihat seperti tengah berpelukan.

Yesung menahan nafas. Ia bisa merasakan sapuan nafas Kyuhyun ditengkuknya. Membuat desiran aneh menyelubungi hatinya. Detak jantungnya mulai tak teratur. Tak mengerti. Yang jelas, ia merasakan saat ini wajahnya memanas.

Kyuhyun diam-diam tersenyum dibalik punggung Yesung. sudah kukatakan, Yesung membuat stok senyuman Kyuhyun tak ada habisnya.

"nah, sekarang sudah benar, manis."

Puji Kyuhyun setelah berhasil membuat simpul pada tali pengait itu dan seraya sedikit menjauhkan tubuhnya.

Ditatapnya wajah manis itu. rona merah muda tampak jelas dikedua sisi pipi Chubby itu. menambah poin plus bagi Kyuhyun.

"Yap! Sekarang masakan sesuatu untukku. Aku lapar~~" ucap Kyuhyun dengan nada manja.

"tapi aku tidak bisa memasak, Cho Kyuhyun.." balas Yesung tak kalah manja.

Kyuhyun merengut. Pura-pura memasang wajah kesalnya. Hingga kemudian raut kesal itu berubah menjadi sedikit err.. mesum.

"baiklah.. sebagai gantinya, bagaimana kalau aku memakanmu saja?" tawar Kyuhyun yang ditanggapi tatapan bingung oleh Yesung.

"memakanku?"

"ya.. me-ma-kan-mu." Ditekankannya kalimat ketakhirnya itu.

"Tapi.. b-bagaimana caranya?" astaga, Yesung.. kenapa kau begitu polos? Kau tau, kau sudah berhasil membangunkan singa yang sedang tidur.

"Caranya adalah..."

.

.

.

Donghae dan Eunhyuk sedari tadi henti-hentinya menggerutu. Mengumpati satu nama yang membuat hari mereka sesial ini. satu nama..

Cho Kyuhyun

Sahabat karibnya dan merangkap sebagai dewa penolongnya.

Dan hari ini, sang dewa tak menampakkan batang hidungnya sedikitpun dikampus. dan imbasnya berdampak negatif untuk keduanya.

Alasannya?

Tugas yang diberikan oleh Dosen pembibim mereka, yang super duper banyak itu tidak mereka kerjakan, yang otomatis membuat mereka harus merelakan kulit putih mereka terkena terik matahari sebagai akibat dari terjemurnya mereka diaula universitas.

Sial!

Sudah dijelaskan, sang jenius.. dewa penyelamat mereka tak datang untuk membantunya kali ini. dan membuat mereka mengutuk habis-habisan.

"dasar setan ingusan, bagaimana bisa ia tak datang tapi sama sekali tak memberi kabar?" umpat Donghae yang diangguki oleh Eunhyuk yang ada disebelahnya. Mereka sudah menyelesaikan masa hukumannya. Kini, keduanya tengah beristirahat dicafetaria universitas.

"gara-gara makhluk itu, kulit mulusku jadi gosong seperti ini." dengus Eunhyuk menimpali. Sedikit mendramatiris keadaan. Donghae hanya menatap bosan Eunhyuk.

"kurasa disini buksn kulitmu saja yang gosong, tapi kulitku juga!" desisnya malas. Eunhyuk hanya nyengir kaku.

"Ah.. bagaimana kalau kita balas dendam pada setan kecil itu?" tawar Eunhyuk. Donghae menyergit bingung.

"balas dendam? Bagaimana caranya?"

Seringai itu muncul, dan kali ini bibir seorang Eunhyuk yang menciptakan.

Tuan Cho, Sepertinya kedua alien yang mengaku sebagai sahabatmu itu tengah merencanakan sesuatu yang buruk. Itu artinya alarm bahaya sudah berbunyi dan siaga satu untukmu..

.

.

.

Yesung terengah. Keringat mengucur deras melalui pori-pori wajahnya. Perlahan, disekanya keringat itu dengan tangan mungilnya.

"Cho Kyuhyunhh, aku sudah lelah..hosh..hosh.."

Eitss! Jangan bilang kalian tengah berpikiran yang 'iya-iya' sekarang?

Tidak! Sama sekali bukan sesuatu yang 'iya-iya'.. keduanya, Yesung dan Kyuhyun hanya tengah melakukan sedikit Olahraga ringan. berlari.

Namun bisa dibilang seperti permainan anak kecil juga. bila mengingat, berlari yang dimaksud adalah berkejar-kejaran. Dimana Kyuhyun berusaha menangkap Yesung sementara Yesung berusaha kuat untuk menghindar.

"Kau lelah, Yesungie? Baiklah.. kemari!" titah Kyuhyun lembut. Mulanya mengapa mereka bisa melakonkan permainan anak kecil ini adalah ketika Yesung yang terus dipaksa memasak oleh Kyuhyun, tak sengaja menumbahkan minyak yang sekiranya akan ia gunakan untuk menggoreng telur—hasil intruksi Kyuhyun— kemudian entah bagaimana bisa, akhirnya minyak itu tumpah kelantai. Kyuhyun yang saat itu tak sadar, melangkah buru-buru kearah Yesung bermaksud memberikan arahan selanjutnya.

Dan insiden 'kecil' pun tak terelakan. Lantai licin bekas tumpahan minyak itu berhasil membuat Kyuhyun terpeleset dengan tak elitnya yang membuat Yesung tertawa terbahak.

Ya bisa diterka apa yang selanjutnya terjadi, Kyuhyun tak terima dan mulailah permainan kejar-kejaran itu. sungguh kekanakan!

"T-tapi jangan apa-apakan aku. Aku tak sengaja tadi, sungguh." Balas Yesung takut-takut. Namun ia masih berada pada jarak 'aman' dari Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum tipis, "tidak..aku tau. Aku hanya bercanda. sekarang kemarilah!"

Yesung terlihat menimang-nimam sebentar.

"palli...kemarilah!"

Dengan pelan, akhirnya Yesung mendekat pada Kyuhyun.

Set

"Aishh.. kau jadi berkeringat seperti ini." dengan gerakan cepat dan telaten, diusapnya keringat yang masih menguar pada dahi sosok manis itu menggunakan tangannya. Yesung menatap Kyuhyun yang masih fokus pada dahinya. Keduanya berhadapan, sehingga Yesung dapat melihat wajah serius Kyuhyun dari dekat. Merasa Kyuhyun sangat perhatian padanya.

"Cho Kyuhyun." Panggil Yesung pelan. Kyuhyun yang semula masih fokus pada keringat yang ada didahi Yesung lantas mulai menatap mata sipit itu.

"Hmm.." gumamnya.

Yesung tersenyum tulus, "terimakasih."

"terimakasih? Untuk?" tanyanya bingung.

"semuanya. benar-benar terimakasih. Kau yang terbaik!"

Kyuhyun tersenyum juga. jantungnya berdetak menggila, efek dari kata-kata yang menurutnya sangat manis itu.

"terimakasih juga telah hadir dihidupku. Aku me—!"

Ting Tong!

Ucapan Kyuhyun dihentikan paksa oleh bunyi bel yang tiba-tiba terdengar.

Ting Tong Ting Tong

Kali ini terdengar tak sabar. Kyuhyun merutuk dalam hati.

Cihh.. siapa yang berani-benarinya mengganggu moment romantisnya bersama Yesung?

"suara apa itu Kyuhyun?" tanya Yesung penasaran.

"itu bel rumah. Ada orang yang ingin berkunjung." Jawabnya ragu.

Ragu. Ia sangat yakin bahwa yang ada dibalik pintu itu bukanlah kedua orang tuanya. Mengingat keduanya kengah sibuk menjalankan bisnis mereka diluar negeri. dan ini baru memasuki minggu pertama mereka pergi yang biasanya jadwal perjalanan bisnis mereka bisa menempuh waktu dalam hitungan bulan. Jadi tak mungkin kedua orang tuanya tiba-tiba pulang.

Ia memang sendiri di mansion semegah ini. kau tanya dimana para maid yang umumnya bekerja didalam mansion itu? jawabannya simple. Tanyakan pada Kyuhyun yang seenak jidatnya meliburkan semua maid yang totalnya ada sekitar 7 orang untuk waktu yang tak ditentukan. Tentu itu terjadi setelah kedatangan Yesung yang sangat tiba-tiba itu.

Larut dengan pikirannya, hingga tak sadar bahwa Yesung mulai berjalan menuju ruang tamunya.

Kyuhyun tergelak, kemudian berlari menyongsong Yesung.

"Yesung.. apa yang kau lakukan?" bisik Kyuhyun. Saat ini keduanya sudah berada tepat dipintu utama mansion itu.

Ting Tong

"aku hanya ingin melihat siapa yang datang. Lagipula mereka tak bisa melihatku." Balas Yesung acuh. Kyuhyun mengangguk mengerti.. Benar juga. yang bisa melihat Yesung hanya dirinya, bukan?

Akhirnya, setelah memantapkan diri, Kyuhyun mulai meraih handle pintu berwarna emas itu dengan Yesung berada dibelakangnya.

Cklek

Pintu terbuka dan menampilkan dua sosok dibaliknya. Lee Donghae dan Lee Hyukjae dengan tatapan tajamnya.

"Ya! Cho Ky— SIAPA DIA?!" tunjuk keduanya pada sosok yang ada dibalik punggung Kyuhyun, Yesung.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Baiknya haruskah saya masukan konflik atau tetap berada dilevel Fluff?

Atau mungkin orang ketiga?

Ditunggu responnya yaa Chingudeul..

.

.

KYUSUNG IS FATE ! :)

.

.