Cast(s) : Yesung, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk and Others

.

Rate : T

.

Genre : fantasy, romance and maybe Fluff

.

Warn : YAOI, BOYS LOVE, Bad Plot, Miss Typo(s), Weird Fantasy, Totally Fail, No Feel, and..

UN-OFFICIAL PAIR!

( Kyuhyun X Yesung )

.


DON'T LIKE? BETTER JUST GO AWAY FROM HERE!

BECAUSE IT'S MY YEWONDERFUL WORLD WITH SPARKYU ON THE CLOUD..


Chapter 8

.

.

Cinta datang bukan tanpa alasan

Cinta pun butuh begitu banyak pemahaman

Rasa kasih itu jelas tak mengambang—menurutmu

Apa ia yang kau kasihi juga begitu adanya?

tenanglah... takdirmu tak sepenuhnya ingkar.

Seperti katamu, Kurasa, takdirmu akan benar-benar indah.

Semoga saja...

.

.

.

ROMANTIC RAINBOW

Kedua sejoli itu tampak begitu khidmad menikmati suasana yang ada. Tidur berdampingan diatas satu ranjang king size dengan posisi saling berhadapan.

Sitampan, Cho Kyuhyun dan Simanis, Yesung. entah ada apa dengan keduanya. Masih betah untuk menyelami kristal masing-masing, tampa mau mengindahkan untuk sekedar bergeser atensi.

Kyuhyun berdehem pelan tanpa mengubah posisinya. Dengan kepala ia tumpukan kelengannya, sementara sepasang caramelnya terus memandangi wajah indah yang berada percis dihadapannya.

"kau sedang memikirkan sesuatu?"

Kyuhyun berucap lembut, seraya menyingkirkan helailai rambut yang menjuntai menutupi mata sipit Yesung.

Yesung menggeleng pelan, tanpa ada niatan untuk menghentikan aksi tangan Kyuhyun yang bergerilnya pada surainya.

"aniya."

Kyuhyun tersenyum kecil, kemudian mulai beringsut untuk lebih mendekatkan diri pada sosok indah itu.

"Aku serius dengan ucapanku tadi." Dengan penuh kesungguhan yang kentara pada suara bass nan merdu itu.

Yesung hanya berkedip lugu seraya terus menyelami kedua orbs milik Kyuhyun. Maksudnya ingin mencari sebuah kesungguhan yang pada akhirnya ia temukan juga.

"K-kau mencintaiku?" cicit Yesung.

Kyuhyun mengangguk kecil. "Ya. Aku mencintaimu, Yesung."

"sungguh?"

Lagi, Kyuhyun mengangguk.

"Kau mau bukti?" tanya Kyuhyun, Yesung menyergit bingung namun tak juga menjawab.

SET

Dengan tiba-tiba, Kyuhyun menarik Yesung kedalam dekapannya. Memposisikan kepala Yesung tepat didadanya.

"Kau dengar, jantungku selalu berdegup tak normal jika kau berada disisiku."

Benar, Yesung dapat mendengar dengan jelas debaran itu. debaran yang kencang dan entah mengapa terdengar menyenangkan untuknya. Dan tanpa Kyuhyun tau, Yesung tersenyum tipis dibalik dadanya.

"sungguh aku mencintaimu. Tak peduli apa dan siapa kau. Berasal dari komunitas apa kau, aku tak peduli—sungguh. Yang aku tau, rasa ini begitu nyata sejak pertama kali kita bertemu. Pertemuan yang aneh dan tak ada sedikitpun sisi romantisme-nya. Hingga kini, kau disini, disampingku.. sungguh aku tak tau lagi harus seperti apa. Aku berterimakasih kepada Tuhan karena mau mempertemukanku denganmu."

Panjang lebar Kyuhyun berucap, dan Yesung masih setia mendengar dibalik dekapan hangat itu. ya, ia jujur jika mengatakan ia nyaman bersama Kyuhyun. Sejak awal, Yesungpun merasa ada sesuatu lain yang menyusup kehatinya ketika melihat Kyuhyun. Namun sayangnya, ia masih terlalu polos untuk mengartikannya. Belumlah peka singkatnya.

Dan kini, namja tampan itu mengungkapkan perasaannya secara gamblang. Rasanya begitu mengejutkan.

"Yesung.."

Panggil Kyuhyun dengan meraih dagu Yesung agar mau mendongak padanya.

Dan lagi, Kyuhyun tersenyum lembut begitu mendapati rona peach menggoda itu singgah dikedua sisi pipi Chubby itu. melihat Yesung blushing adalah salah satu hal yang menurut Kyuhyun tak boleh dilewatkan.

"Apa jawabanmu?"

Pertanyaan yang terselip sebuah desakan itu begitu Yesung rasakan. Ia gugup, tentu saja. hingga tak sadar ia menggigit bibir bawahnya keras-keras.

"hei, jangan digigit." Dengan lembut Kyuhyun menyentuh bibir Yesung bermaksud agar Yesung menghentikan aksi menggigit bibirnya itu.

"C-cho Kyuhyun.."

Kyuhyun mengerti, sosok indah itu tengah dilanda kegamangan. Kyuhyunpun tau, tak mudah untuk berada diposisi Yesung yang notabene adalah sosok yang "belum sempurna" dengan jiwa manusianya.

"Apa yang kau rasakan ketika bersamaku?" tanya Kyuhyun lembut pada akhirnya.

Yesung bergerak gelisah dalam rengkuhan hangat itu, namun kemudian ia menjawab,

"entah.. tapi, disini—" Yesung mulai menyentuh bagian jantungnya sendiri, "—ketika berada sangat dekat denganmu, rasanya seperti akan meledak." Imbuhnya polos.

Kyuhyun tergelak. Sosok ini memang benar-benar ajaib. Apa adanya, jujur pula.

"lalu apa lagi yang kau rasakan?"

Bermaksud untuk menyelidik, atau menggoda, tuan Cho?

"emm~ entahlah. tapi ketika Cho Kyuhyun ada didekatku, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang berputar-putar diperutku. geli namun menyenangkan." Lagi, Yesung menjawab. Dan sontak itu membuat bibir Kyuhyun tertarik lebih lebar untuk kemudian menampilkan senyum kemenangannya.

"lalu, lalu apa lagi?"

Eihh.. Tuan tampan, kau masih belum puas menggoda simanis itu rupanya..

Yesung kembali mendongak, menatap telak Kyuhyun yang tengah tersenyum tak jelas diatasnya.

"sebenarnya, sejak awal aku—suka melihat Cho Kyuhyun, karena Cho Kyuhyun itu tampan."

Setelah selesai mengucapkan kalimatnya, dengan segera, Yesung kembali menyembunyikan wajahnya didada Kyuhyun. Blushing lagi eoh?

Alis Kyuhyun meninggi sebelah, dengan cepat pula merambat pada sebuah err—seringai aneh dibibirnya.

Bukankah secara tidak langsung, Yesung menyambut perasaannya?

Itu kedengarannya sangat baik, dan perlu untuk ditegaskan kembali.

"Yesung.."

Dengan lebih serius, Kyuhyun kembali meraih dagu Yesung. hingga kemudian, kedua pasang iris itu bertukar pandang.

"aku tau, kau masih bingung dengan apa yang kau rasakan. Tapi, mulai sekarang dan selamanya kau milikku."

Sebuah pernyataan atau perintah?

Yesung hanya menerjap polos dengan kembali merayap rona pink itu disekitar pipinya. Bersemu atau tersipu?

"Kau—" Kyuhyun mendekatkan wajahnya, hingga akhirnya kedua hidung mereka menempel.

"—milik Cho Kyuhyun!"

CUP

Mata sipit khas suku timur itu melebar manakala merasakan sesuatu lembut mengecup bibirnya sekejap.. Bibir Kyuhyun.

Kyuhyun lantas menjauhkan wajahnya kembali setelah berhasil mencuri sebuah kecupan kilat dari bibir yang telah menjadi candunya sejak pertama kali bertegur sapa dalam nikmat malam itu—tentu saja hanya pihak Kyuhyun saja, mengingat waktu malam itu, Yesung dalam keadaan tidur.

"Kau benar-benar membuatku gila!"

Dicubitnya hidung bangir itu, hingga Yesung yang tadinya masih memproses ciuman dari Kyuhyun mulai merengut imut.

"Uh~ Cho Kyuhyun, kenapa kau suka sekali mencubit hidungku? Sakit tauu~~!" keluhnya dengan bibir kissablenya yang terpout sempurna.

Kyuhyun mengendikkan bahunya acuh, "karena kau menggemaskan."

Dengan jailnya, kini giliran pipi Chubby itu yang menjadi target cubitan gemas dari Kyuhyun.

"berhenti, Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun lantas mengeratkan dekapannya ditubuh mungil itu manakala merasa Yesung sudah benar-benar kesal.

"arra...arra..." Yesung masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkari tubuhnya, namun gagal, tentu saja.

"kau menyebalkan, Cho Kyuhyun!" akhirnya Yesung menyerah, dan lebih menyamankan dirinya dalam dekapan hangat nan nyaman itu.

Kyuhyun tersenyum dibaliknya. Kemudian tangannya terangkat untuk membelai surai raven yang lembut itu.

"aku mencintaimu.. sangat mencintaimu." Yesung dapat merasakan pucuk kepalanya dikecup berkali-kali oleh Kyuhyun yang tak telak menghadirkan senyum diwajahnya.

"Cho Kyuhyun—"

"ani, mulai sekarang kau harus memanggilku 'Kyunnie' bukan Cho Kyuhyun lagi." Sela Kyuhyun cepat.

Yesung mendongak , "memang kenapa?"

"karena mulai sekarang, kau kekasihku!" tandas Kyuhyun. Yesung yang sebenarnya masih tak mengerti itu hanya mengangguk kecil.

"baiklah, K-kyunnie~!" mulai Yesung dengan kaku.

"Ahh~ terdengar aneh ditelingaku, Cho Kyuhyun." Protes Yesung.

Kyuhyun hanya terkekeh, "kau hanya belum terbiasa dengan panggilan barumu itu, sayang~" dengan lembut, Kyuhyun membelai pipi Chubby itu.

"sayang?" Yesung membeo. Benarkan tadi Kyuhyun mengatakan kata 'sayang' itu?

"ya, sayang.. karena aku menyayangi dan mencintaimu."

"jadi, kau akan selalu memanggilku 'sayang' ?"

Kyuhyun mengangguk , "Tentu saja, sayang~"

Yesung tersenyum cerah. "ahh... panggilan yang indah. aku suka. Sayang...sayang...sayang.." Yesung seperti merapalkan kata 'sayang' yang menurutnya indah itu.

"Jja~ kita tidur, kau pasti lelah." Ucapan Kyuhyun sontak menghentikan ocehan Yesung dengan kata 'sayang' nya itu.

"hmm."

Yesung hanya bergumam samar. Kini, ia kembali menyerukkan wajahnya didada Kyuhyun.

"sleep tight, baby. I love you."

"selamat malam, Kyunnie. Jalja~!"

Perlahan, Yesung mulai merasakan kantuk menyerangnya hingga menjadikannya terlelap secepatnya.

Kyuhyun tersenyum begitu mendengar nafas teratur dari Yesung. kembali ia mengecup puncak kepala Yesung, untuk kemudian berbisik..

"cepatlah menjadi sempurna, sayang.. agar aku dapat menyakinkan diriku bahwa kau benar-benar nyata untuk kumiliki.."

.

.

.

Matahari dengan malu-malu mulai menyingsing. Menggantikan tugas sang raja kegelapan untuk kemudian mempersilahkannya mulai merajut benang mimpi yang indah. Dengan terseok, sang surya mulai melaksanakan tugas dari naungan langitnya. Menyuguhkan nafas kehidupan yang dihantarkan bersamaan dengan sinar terangnya yang mulia.

Selamat pagi dunia!

Dan sorak-sorainya menggema keseluruh penjuru jagat raya beserta jajaran galaksinya..

Bangunnya alam, ternyata tidak diamini oleh bangunnya kedua insan ini. keduanya seakan tiba-tiba menjadi pemalas untuk kemudian kembali mengais sisa-sisa romantisme yang mestinya masih terasa seperti semalam.

"Eunghh~!"

Ternyata ada sebuah kesalahpahaman disini. Tidak sepenuhnya keduanya pemalas. Satu lainnya—simanis itu nyatanya mulai berusaha untuk bangkit dari mati surinya semalaman.

Perlahan, dengan amat pelan, Onyx oriental itu mulai muncul kepermukaan. Menghiasi wajah simanis dengan sempurna.

Menerjap perlahan, disorientasi sesaat, untuk kemudian sadar bahwa posisinya masih bergelung nyaman dalam dekapan hangat seseorang. Benar, Kyuhyun oranganya.

Blush~

Astaga, pipinya tiba-tiba langsung merona parah. Hebat, rasanya memalukan.

Bayangan simanis itu menerawang pada semalam. Dimana semuanya tampak jelas. Perasaan Kyuhyun padanya, begitu pula dengan perasaannya pada sitampan itu. namun toh, Yesung belum mengakuinya segamblang pengakuan Kyuhyun.

Yesung hanya—Ah! Entahlah.. ia bingung harus seperti apa. Rasanya menyenangkan memang. Hanya dengan Kyuhyun yang mencintainya, rasanya itu sudah lebih dari cukup memberikan implus yang cukup efektif untuknya, sehingga ia tak sabar lagi menunggu waktunya ia menjadi manusia seutuhnya.

Dengan perlahan, Yesung menyentuh dadanya. dimana tersimpan Kristal yang menentukan jalan takdirnya.

"Tuhan, kapan semua ini berakhir? Aku ingin segera bebas.."

Yesung mendongak, menatap damainya wajah Kyuhyun yang masih terlelap itu.

Tampan!

Ya, sejak awal ia sudah mengamini fakta itu. Cho Kyuhyun itu tampan, Kyunnie-nya itu memang mempesona.

"Semoga memang benar kaulah seseorang yang diutus Tuhan untuk membebaskanku dari keberadaanku yang terjebak didua dunia ini, Cho Kyuhyun. Aku ingin secepatnya kembali menjadi manusia.. sungguh."

Kembali bergumam dalam hati. Yesung tak cukup bodoh untuk mengutarakannya, sementara itu dapat mengusik tidur pangeran tampannya.

Terus memandangi wajah tampan itu, hingga tak menyadari jika perlahan caramel itu mulai bergerak dan memunculkan kristal coklatnya.

"Selamat pagi, sayang~"

Sapa Kyuhyun serak, khas orang bangun tidur. Yesung ikut mengukir senyum tipisnya.

"pagi, Kyunnie~" balasnya pelan.

CHU

Dengan kesadaran yang entah sudah seratus persen ataupun belum, kembali Kyuhyun mencuri satu kecupan lagi pada bibir Yesung.

Bisakah ini disebut sebuah morning kiss?

Manik sipit itu membola tak sempurna, "apa yang kau lakukan, Kyunnie?"

"Mendapat morning kiss-ku. Apa lagi?" jawabnya santai.

"morning kiss?" hmm.. kurasa, Yesung kembali mendengar kosakata yang asing untuknya.

"ya, morning kiss. Seperti ini,"

CUP

Dan lagi! Dengan cekatan, Kyuhyun kembali mengecup bibir mungil nan kissable itu. hanya mengecup kilat, tak lebih. Kemungkinan terbesar adalah, Seorang Cho Kyuhyun Takut hilang kendali jika mengecup bibir kenyal nan menggoda itu lebih lama.

Ya, efeknya bisa dilihat dengan iris sipit itu yang kembali terbelalak disusul dengan rona merah yang mulai merata dipipi Chubby itu.

"Kenapa kau melakukannya lagi, Kyunnie~!" alih-alih mengurangi kadar tersipunya, Yesung memilih untuk memberengut, pura-pura kesal itu lebih baik pikirnya.

"salahkan bibirmu yang manis itu!" balas Kyuhyun acuh.

"aishh..." cibir Yesung seraya mulai bangkit dari posisinya, namun belum sempat ia menegakkan tubuhnya, Kyuhyun kembali menariknya hingga ia kembali berbaring berhadapan dengan Kyuhyun.

"Mau kemana hmm?"

"Ini sudah pagi, Kyunnie~" balas Yesung.

"lalu?" Kyuhyun mulai menarik tubuh Yesung untuk merapat padanya, hingga akhirnya benar-benar masuk kembali dalam rengkuhannya.

"ahh.. Kyunnie... lepas~ S-sesak!" Yesung menggeliat tak nyaman dalam pelukan Kyuhyun karena Kyuhyun mendekapnya terlalu erat.

"tidak mau!" dengan cuek Kyuhyun membalas.

"L-lepas Kyunnie.."

"tidak—!"

Drrtt...Drrtt...Drttt

Dering ponsel Kyuhyun tiba-tiba menyela, yang membuat keduanya membisu seketika.

Drrrttt...Drrtttt...Drrttt

"Tsk! Dasar pengganggu!" dengan tak rela, Kyuhyun akhirnya melepas Yesung yang mempuat simanis itu bernafas lega.

Lalu, dengan masih mengumpat, Kyuhyun mengambil ponselnya yang berada diatas nakas dekat meja tempatnya menyimpan begitu banyak koleski video gamenya.

Kyuhyun menatap id pemanggil dilayar ponselnya dengan tatapan datarnya. Dengan malas, ia mulai menekan tombol 'yes'.

"Yeobose—!"

"YA, CHO KYUHYUN! BUKA PINTUNYA SEKARANG. AKU DAN DONGHAE SUDAH DIDEPAN RUMAHMU!"

Klik

Line itupun terputus. Kyuhyun cengo sesaat. Berusaha mengembalikan nyawanya yang seolah menguap manakala mendengar teriakan seseorang di line teleponnya.

Hingga kemudian, tangannya terkepal erat.

"DASAR MONYET PENGGANGGU. IKAN ASIN TENGIK!"

Gelegarnya yang membuat Yesung terlonjak. Namun tak lama kemudian Kyuhyun menghampirinya dan mengulurkan tangannya pada Yesung.

"sayang, dua pengganggu itu datang lagi. Ayo persiapkan dirimu untuk menghadapi hal-hal 'ajaib' yang sebentar lagi akan terjadi. Tapi ingat, kau tak boleh dekat-dekat dengan mereka, Arra?"

Petuah dari Kyuhyun terdengar begitu berlebihan untuknya. Namun toh ia menerima uluran tangan Kyuhyun dan segera bangkit. Hingga Kemudian keduanya berjalan meninggalkan kamar itu.

Cklek

"Yesungie~~!"

Viola~!sepertinya kau berbakat menjadi paranormal, tuan Cho. Lihatlah, hal 'ajaib' yang pertama sudah terjadi. Dimana, dengan sepolos ikan nemo favoritnya, ikan tengik—Lee Donghae— itu langsung menerjang Yesung yang berdiri dibelakang Kyuhyun

Lain Donghae, lain lagi Eunhyuk yang malah bergidik ngeri merasakan hawa panas menguar dari tubuh Kyuhyun. yang dengan 'pintarnya' malah tak dirasakan oleh sang tersangka utama—Donghae.

"H-hae... Lee Dong-hae..." bisik Eunhyuk samar. Seraya berusaha menarik tubuh Donghae agar berhenti memeluk Yesung.

"EHMM! Lee Donghae, setelah ini, segera tentukan pemakaman mana yang akan kau pilih untuk menjadi ranjang abadimu!" desis Kyuhyun berbahaya.

Donghae segera tersadar dan serta merta melepaskan rengkuhannya pada tubuh mungil Yesung.

Glup

Donghae menelan saliva-nya paksa. Wajah Kyuhyun terlalu horor melebihi semua hantu yang pernah ia tonton di DVD kepunyaannya.

"Hehehe... Mian, Kyu. A-aku terbawa suasana." Bela Donghae kaku seraya menggaruk tengkuknya pelan.

Yesung menatap ketika namja itu bingung. Namun ia memilih tak berkomentar. Sepertinya, ia memang sudah dapat mengerti hal-hal ajaib seperti yang Kyuhyun peringatkan padanya tadi.

"Cho Kyuhyun, Sudahlah. Hae hanya terlalu bersemangat." Eunhyuk coba menengahi. Kyuhyun memang jika itu sudah menyangkut 'miliknya' maka, ia bisa saja melakukan hal-hal yang 'luar biasa' tanpa pandang bulu. Sound possessive, eoh?

"I-iya, Kyu. Itu benar." lirih Donghae.

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Ya.. terlalu berlebihan ia merasa. Namun sungguh, ia merasa tak suka jika 'miliknya' disentuh orang lain, bahkan oleh kedua sahabatnya sendiri. Aishh.. kau keterlaluan, tuan Cho!

"Hah, baiklah. Aku mengalah! Sekarang, katakan apa tujuan kalian berdua disini?" diiringi dengan ditariknya Yesung kemudian menggenggam tangan mungil itu.

"emm.. bukankah akan jauh terlihat lebih 'normal' jika kau membiarkan kami masuk dahulu, Kyu?" tawar Eunhyuk seraya tersenyum misterius.

"haiss.. baiklah. Masuklah.."

Akhirnya, keempatnya kembali memasuki mansion itu dengan sebelumnya Eunyuk bertugas untuk menutup pintunya.

"So?" tanya Kyuhyun to the point.

"begini, Kyu. Kau harus ikut kami ke universitas sekarang juga." tukas Donghae dengan sedikit melirik Eunhyuk dengan ekor matanya.

Kyuhyun menyergit, otaknya kemudian sibuk mencerna kejanggalan yang ditunjukan kedua sahabatnya itu.

"apakah ini adalah bagian dari EunHae's Revenge?"

Eunhyuk menjentikan jarinya, "Tebakan yang beruntung, kurasa!"

Kyuhyun melotot, "Ya! Apa-apaan ini? kan itu bukan salahku."

"hei, kita sudah membuat kesepakatan tadi malam. Kau lupa, Kyu?" tambah Donghae seraya ber-smirk ria.

Kyuhyun memutar bola matanya bosan, "apa yang kalian rencanakan untukku?"

Keduanya mengendikkan bahunya acuh, "Let's See, Mr. Cho!"

"Jja! Cepat mandi dan kita berangkat!" dengan tiba-tiba, Donghae dan Eunhyuk mendorong tubuh Kyuhyun untuk kemudian diarahkan kekamar mandi yang letaknya tak jauh dari tempatnya sekarang berada.

"Ya! Lepaskan!"

BRUG

Cklek

Dengan kilat, Keduanya berhasil memasukkan Kyuhyun kedalam kamar mandi, untuk kemudian menguncinya dari luar.

Bug...Bug...Bug!

"BUKA PINTUNYA, MONYET!" teriak Kyuhyun dari dalam.

Sementara diluar, Donghae dan Eunhyuk tersenyum lebar.

"pastikan kau keluar dengan tampilan yang sempurna. Agar rencana indah kami untukmu tak sia-sia!" balas Donghae.

"DASAR ALIEN!"

Hahahaaaaaaaaaaaaaaa~~~~

Donghae dan Eunhyuk lebih memilih meninggalkan Kyuhyun, setelah sebelumnya memastikan Kyuhyun bisa keluar ketika telah selesai mandi. Dan kini, keduanya mulai ketempat dimana Yesung tengah sendirian.

"Kyunnie sedang apa?" tanya Yesung polos ketika melihat kedua sahabat Kyuhyun menghampirinya.

"Kyunnie? Aigooo~~ manisnya... bolehkan jika aku merasa cemburu?" ucap Donghae melas. Eunhyuk hanya memutar matanya bosan.

"selagi tak ada setan itu, kau kuperbolehkan menggoda 'miliknya' sepuasnya. Tapi, kalau setan itu telah bangkit dan tau, aku tak bisa menjamin apa besok masih ada hari untukmu atau tidak." Tutur Eunhyuk sambil menjatuhkan tubuhnya disofa mewah itu.

"kau membuat nyaliku menguap, monyet!" dengus Donghae yang diimbangi kekehan dari Eunhyuk.

"kalian menyenangkan." Timpal Yesung tiba-tiba. Yang membuat keduanya langsung menatapnya.

"apa?"

"Aku menyukai kalian. Kalian orang yang menyenangkan." Balas Yesung dengan senyum manisnya, yang akhirnya membuat Eunhyuk dan Donghae ikut tersenyum.

"tapi, Kyuhyun selalu menganggap kami menyebalkan." Curhat Eunhyuk.

Yesung kembali tersenyum, "Kyunnie hanya terlalu menyayangi kalian, dengan cara pengungkapannya sendiri, kurasa."

Keduanya mengangguk setuju, "Ya.. kau benar, manis." Sambung keduanya.

"Ehmm! Sudah puas berakrab ria dengan 'MILIKKU', tuan-tuan?"

Entah sejak kapan, Kyuhyun sudah berdiri angkuh didekatnya dengan pakaian lengkap yang menambah ketampanannya.

"apa kalian ingin mengatakan sesuatu sebagai bentuk pesan-pesan terakhir?" desis Kyuhyun, yang membuat Eunhyuk dan Donghae harus mengelus dadanya.

"Kyunnie, sudahlah. Mereka baik. aku senang bisa mengenal mereka." Ucap Yesung.

"Kyu, jangan berlebihan. Sekarang cepat kita ke universitas." Sela Donghae, sudah cukup malas merasakan hawa pembunuh disekitar Kyuhyun.

"haisss! Tapi aku tak bisa meninggalkan Yesungie sendiri!" balas Kyuhyun keras.

"Aku tak apa, Kyunnie. Pergilah." Ujar Yesung lembut.

"Tapi—!"

"Nan gwaencana, Jeongmal." Kyuhyun menghembuskan nafas berat, kemudian ia berjalan mendekat kepada Yesung dan lalu membawa Yesung kedalam pelukannya.

"Aku takut terjadi sesuatu padamu jika aku meninggalkanmu sendiri, sayang.." kekhawatiran jelas terdengar dari kaliamat itu.

"ung~ bukankah aku Yesung yang kuat? Kau menganggapku lemah, Kyunnie?" Yesung berpura-pura kesal.

"Aniya, tapi aku ingin kau selalu disisiku."

Yesung tersenyum dibalik punggung Kyuhyun. Kenapa Kyuhyun terlihat begitu manja sekarang?

"Pergilah. Tapi jangan lama-lama ne, aku menunggumu." Sahut Yesung.

"Sayang, tapi—!"

"Ommo, Too much Cheesy~! tapi, bisa kalian hentikan adegan yang membuat kami sedikit menyesal dimasukkan dalam cerita ini, tuan-tuan?" cibir Donghae yang diangguki cepat oleh Eunhyuk. Menyesal? Apa maksudnya mereka? Eihh...

"kenapa kalian selalu mengganggu?!" seru Kyuhyun seraya melepas pelukannya. dan menatap tajam keduanya.

"Pergi sekarang, atau kau sama sekali tak kupulangkan seharian!" titah Eunhyuk horor.

"haiss.. baiklah.."

"Sayang, aku pergi dulu ne. Jangan kemana-mana. Kalau kau lapar, masih banyak sereal dan roti gandum di buffet yang ada didapur. Kalau haus, dikulkas tersedia minuman ringan serta susu cair. Jika kau—"

"kurasa sudah cukup drama scene-nya, Cho Kyuhyun. Kau hanya meninggalkannya empat jam, bukannya empat abad!" hadrik Donghae kesal. Sedangkan Yesung hanya terkekeh kecil.

"iya, baik. aku akan kulakukan semua yang kau katakan, Kyunnie." Ucap Yesung.

"manis, sekarang boleh aku membawa 'KYUNNIE' mu ini pergi?" sambung Eunhyuk penuh penekanan. Yesung mengangguk seraya tersenyum manis.

"tunggu aku pulang, sayang.." dengan enggan, akhirnya Kyuhyun pasrah ditarik keluar oleh kedua sahabatnya itu.

"Ne.. hati-hati dijalan~!"

"Doakan agar 'Kyunnie' mu pulang dengan atribut yang masih lengkap, manis.." ucap Donghae sebelum ketiganya benar-benar menghilang dibalik pintu rumah megah itu.

Yesung lantas kembali terkekeh, dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.

Namun baru beberapa langkah, tiba-tiba langkahnya terhenti. Langsung saja ia menekan dadanya yang tiba-tiba berdenyut nyeri.

"Akkhhh!"

Yesung meringis kesakitan. Kenapa? kenapa tiba-tiba dadanya sakit? Apa karena ia terlalu lama berinteraksi dengan orang asing?

"Eunghh~"

Sakitnya makinmenjadi bahkan kini ia merasa pandangannya mulai mengabur. langkahnya mulai terbata.

"s-ssakitt... Kyu-Kyunnie... s-sakit.."

Ditekannya terus dadanya, sakitnya seakan meremukkan semua sendinya. Mengapa bisa begitu menyakitkan?

"Hikss... K-kyunnie... t-tolong.. sa-ssakit..."

BRUG

Perlahan tubuh mungil itu merosot hingga sedetik kemudian dunianya menjadi gelap.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

WE'LL WAITING FOR YOU, KIM JONG WOON!

DON'T BE TIRED. ALWAYS BE HEALT EVERYDAY. AND YOU MUST TAKE A REST AS WELL AS YOU WANT.

WE LOVE YOU, URI CLOUD's PRINCE.. SARANGHAE :*

.

I promise to never forget you.. just trust me ^^

2 years later, you must comeback with your happyness smile.. yaksokhae?

Honestly, i feel so sad, but i try to keep smile for him. although inside my heart i'm crying.

Seriously, it's not easy to deal with..

.

p.s : FF ini tak lebih dari 10 chapter. so, masih pengen tau endingnya? it's up to you guys :)

See yaa.. KYUSUNG JJANG! ^^