Romantic Rainbow Final Chapter
Pairing : Kyusung! Slight...*smirk*
Rate: lil bit M for this chapter
Warn : Boys Love, YAOI, miss typo(s), full of weirdeness, bad Plot, and lil bit NC! *totally fail, i think*
Disc: eumm.. i just wanna say, Kyusungie.. be real please~! Kkekee
.
.
.
~Happy Reading~
.
.
.
Akhir yang seperti apa yang kalian inginkan untuk kisah menakjubkanku ini?
Dan kuharap, doa baik kalian sampai pada haribaan telinga Tuhan..
Terimakasih untuk sudi mengikuti alur kisahku yang begitu membingungkan..
Terimakasih.. sungguh terimakasih..
Pelangiku tersayang, bagaimana denganmu?
.
.
.
Kyuhyun tersenyum lembut, yang berefek pada makin memantapkan eksistensi ketampanan diparasnya. Dengan santai ia bersandar di daun pintu dengan sepasang maniknya berbinar jenaka kepada satu titik didepan sana. Dimana terdapat dua buah objek bergerak yang tengah menyibukkan diri dengan kegiatannya.
Pagi, Dapur, Memasak..
Ahh.. benar, Kyuhyun tengah menikmati dalam diam pemandangan dimana kedua orang yang begitu berarti untuknya tengah berjuang menyajikan kudapan yang lezat pagi ini.
Ia? Tentu saja perannya tak lebih dari sekedar tester. Apa lagi?
"Ehmm.. bukankah pagi ini sangat indah, Cho Kyuhyun?"
Sebuah suara bass lantas memenuhi liang telinganya. Dilihatnya sang ayah tengah tersenyum menggoda dari arah pintu kamarnya.
"yeahh.. tentu saja. tak ada yang lebih indah selain menyaksikan kedua bidadari tengah sibuk memasak." Balas Kyuhyun sekenanya. Senyumnya masih merekah. Sang ayah mendekat, kini mengikuti aksi Kyuhyun yang bersandar di depan pintu yang menghubungkan dengan dapur mereka.
Cho Yunho—Ayah Kyuhyun—mengangguk sekilas. Ikut memperhatikan kedua objek didepan sana yang nyatanya seperti memiliki dunia mereka sendiri. Tak terganggu apapun. Terlalu asyik menjadi dirinya masing-masing.
"ah, kau benar. Hari libur seperti ini adalah waktunya menikmati pemandangan surga.." tutur Yunho halus. Tangannya bertopang pada dagunya untuk lebih fokus memapar.
Kyuhyun tertawa renyah, "Aku tak tau apa jadinya bila waktu itu pelangiku benar-benar terenggut."
Yunho menoleh sejenak pada putranya, "Kau masih menyembunyikan banyak sekali rahasia, Cho Kyuhyun!" selidiknya.
Kyuhyun mengendikkan bahunya acuh, "ada beberapa hal didunia ini yang lebih baik menjadi rahasia tanpa perlu diungkap pada kemudian hari."
Yunho memicingkan mata musangnya, "Anak nakal! Kau tak tau betapa Daddy dan Mommy-mu itu panik ketika mendapatimu seperti orang tak waras begitu kami sampai dirumah."
"Yeahh.. salahkan calon menantu manismu, Dad. dia yang membuatku tak waras waktu itu. karena aku begitu takut kehilangannya."
Yunho mencibir. Lantas melengos, memilih kembali menikmati saat dimana sang istri—Jaejoong— dan seorang namja manis—yang selalu di klaim oleh Putranya adalah calon menantu mereka, Yesung, tengah berkreasi dengan peralatan dapurnya.
"Cinta kadang begitu menyeramkan, kurasa. Bahkan putraku sempat dibuat gila karenanya.." retoris Yunho. Kyuhyun hanya nyengir kuda.
"Cintaku begitu ajaib, Dad. Kau hanya tak begitu memahaminya.. yang terpenting aku tak menjadi gila permanen, karena Tuhan telah berbaik hati mengembalikan pelangi manisku itu."
Yunho menggelengkan kepalanya pasrah, "Ya..Ya..Ya.. Tuan Cho Junior, Kau menang. Tapi terimakasih, karena berkat Yesungmu itu, daddymu ini hampir benar-benar tak ada waktu untuk bermanja-manja kepada Mommy-mu, karena Mommy-mu itu sudah punya patner baru.. dan sangat memanjakanya. Astaga!"
Yunho mengerang dramatis sedangkan Kyuhyun hanya terbahak. ayahnya yang tetap terlihat gagah dan tampan meskipun tak lagi muda itu kadang memang kekanakan. Itu akibat terlalu mencitai Mommy-nya yang begitu cantik. sekarang, bertemu Yesung merupakan berkah sekaligus musibah diwaktu yang sama.
Berkah dimana ia kemungkinan besar akan segera menimang cucu—dengan catatan Kyuhyun sesegera mungkin meminang Yesung— musibah dimana kini sebagian besar waktu Jaejoong dihabiskan bersama Yesung. karena Jaejoong merasa, dengan hadirnya Yesung ia mendapat 'boneka barbie' baru yang begitu cute dan manis.
"Jangan lupakan jika nasibku juga tak beda jauh dengan daddy. Karena setiap hari, Yesungku disabotase oleh Mommy." Balas Kyuhyun manyun. Tapi tak sepenuhnya kesal. Hanya merasa, Mommy-nya itu terlalu berlebihan pada Yesung.
Kini giliran Yunho yang terbahak. Putranya itu sangat tak pantas untuk ber-mode merajuk. Uh.. He's Ultimate seme, right?
"Skor satu sama, Cho!"
Akhirnya keduanya tergelak bersama. Diiringi dengan riangnya mentari mengarak sinarnya pada pagi yang begitu bersahabat. Dan faktanya, memang ada beberapa rahasia yang nyatanya tak perlu diungkap apalagi menjadi konsumsi orang banyak.
Rahasia.. biarlah tetap menjadi rahasia..
Jangan memaksanya untuk terbuka yang menjadikannya tak lagi bisa disebut sebagai rahasia..
.
.
.
Ceritanya begini..
Kira-kira, hampir satu bulan yang lalu..
Dimana Kyuhyun menemukan Yesung terkapar lemas tak sadarkan diri dimarmer dingin rumah mewahnya itu. panik, tentu saja. takut? Jangan ditanya. Kyuhyun begitu ketakutan kala itu. semuanya amat tiba-tiba hingga ia belum begitu siap untuk menentukan sikap.
Seminggu berlalu, dan Yesungnya masih ingin tertidur. Tak mau bangun. Kelopak matanya nyatanya menjadi begitu berat untuk dibukanya.
Rasanya, Tuhan tengah menimang skenario takdir keduanya..
Dan Cho Kyuhyun tau benar. Sedikit banyak ia mengerti situasinya. Hanya ada dua pilihan kala itu..
Yesungnya kembali—
—atau Yesungnya tetap tinggal..
Ya.. benar. Kyuhyun tampak begitu terguncang menyaksikan fakta bahwa Yesung tak juga mau bangun. Dan itu yang membuatnya tampak kacau. Hampir mendekati gila.
Setiap hari yang dilakukannya hanya mendekap erat tubuh mungil itu. kadang menangis. kadang mengajak berdialog berdua. Jikalau malam, ia sebisa mungkin menyanyikan Lullaby untuk Yesung. diakhiri dengan dirinya yang terlelap dengan terus mendekap penuh keposesifan pada tubuh Yesung.
Pada hari ke-8 setelah kejadian itu, tak diduga tiba-tiba pintu mansionnya terbuka dan menampilkan sosok Daddy dan Mommy-nya yang telah begitu lama meninggalkannya dengan alasan perjalanan bisnis. Disamping keduanya, telah berdiri anggun bak cover boy sebuah majalah—Lee Donghae dan Lee Hyukjae, yang entah bagaimana ceritanya bisa bersama-sama dengan kedua orang tuanya kala itu.
Ah.. sangat ingat. kedua 'alien' itu tadinya ingin kembali menjalankan EunHae's revenge-nya yang lagi-lagi gagal terlaksana akibat tiba-tiba Kyuhyun berlari keluar dari bus yang niatannya akan membawa ketiganya menuju kampus mereka kala itu.
Namun, begitu melihat keadaan super 'amazing' dari sahabatnya itu, akhirnya rencanya pembalasan dendam itu benar-benar harus terkubur. Mereka masih punya hati untuk tidak menambah beban untuk Kyuhyun.
Tak berbeda jauh dengan keterkejutan yang ditunjukan oleh duo Lee itu. sang Cho senior dan Nyonya Cho-pun sangat shock. Bagaimana bisa, pulang-pulang langsung disuguhi oleh pemandangan dimana anaknya terlihat begitu menyedihkan.
.
.
.
Lupakan! Kejadian itu sudah berlansung hampir satu bulan lamanya. Dan kini, semuanya terlihat jauh—sangat jauh—lebih baik. dan nyatanya semuanya memang membaik. Persis dengan apa yang Kyuhyun inginkan.
Yesungnya kembali
Yesung terbangun dihari yang kesepuluh. Berkat. Ini keajaiban. Dan sejak saat itu, Kyuhyun makin-makin-makin yakin jika Tuhan begitu mengistimewakannya sebagai makhluk. Terimakasih Tuhan!
Dan juga denga Yunho dan Jaejoong, kini keduanya tak perlu lagi setiap saat menemukan Kyuhyun yang selalu menggila dengan fantasinya. Selalu berceloteh ria dengan kediaman Yesung. dan hal-hal ajaib lainnya yang sama sekali bukan style seorang Cho Kyuhyun.
"Yunnie.. Kyunnie... saatnya makan~!"
Teriakan sang nyonya Cho menggema. Parasnya yang begitu cantik diusianya yang hampir memasuki kepala empat itu dengan doe eyesnya yang bulat, ah intinya Cho Jaejoong memang sangat pantas menjadi ibu dari sitampan Cho Kyuhyun. walaupun bukan ibu kandungnya. Tapi nyatanya Jaejoong amat mencintai Kyuhyun layaknya anak kandungnya sendiri.
"Yeahh! Kami datang, Mom!"
Teriak Kyuhyun lantang. Diekori oleh Yunho yang memutar bola matanya bosan. Tapi nyatanya ia juga tersenyum sumringah. Putranya benar-benar sudah kembali sepenuhnya.
"wah.. sepertinya sangat enak—ah!"
Tangan Kyuhyun yang tadinya ingin mengambil sepotong daging terpaksa tertarik lagi begitu ditampik sedikit kasar oleh sang mommy.
"Kyunnie, cuci tangan dahulu sebelum makan!" titahnya garang. Kyuhyun mengendus, "Oh ayolah Mom, aku bahkan sudah akan mendapatkan gelar masterku tahun ini. itu begitu kekanakan~!" eluhnya. Ini mengenai kalimat 'cuci tangan sebelum makan,'
"Yesungie~ Calon suamimu tak patuh pada Mommy-nya!" Jaejoong berseru lantang yang tentu saja ditujukan kepada Yesung yang memang masih berada didalam dapur. Sedangkan ketiganya kini sudah bersiap diruang makan yang bersisihan dengan letak dapur.
"Arraseo, mom! Aku akan mempertimbangkan lagi pilihanku menjadi istrinya!"
Yesung membalas dengan juga berseru. Kyuhyun mendelik pada kedua orang tuanya yang malah mentertawakannya kini.
"Huh! Dasar pengadu! Baiklah, aku cuci tanganku sekarang," dengan malas Kyuhyun berdiri dari kursinya.
"Yesungie sayang.. tarik ucapanmu itu. aku akan patuh pada semua perkataan Mommy.." lanjutnya seraya melengos menuju dapur meninggalkan Tuan dan Nyonya Cho yang terpingkal.
Grep
Yesung berjenggit kaget begitu dirasanya adasepasang lengan kekar memeluk pinggangnya dari belakang. Sedetik kemudian, ia merasakan hembusan nafas hangat menerpa tengkuknya. Hanya satu orang yang patut di tuduh sebagai tersangka..
"Kyunnie.."
"Hmm.." Kyuhyun bergumam pelan tepat ditengkuknya. Membuat friksi geli yang juga menenangkan untuk Yesung.
"Aku tengah mencuci peralatan bekas memasak tadi. Jangan mengangguku." Tegur Yesung pelan. Namun Kyuhyun tak peduli. Malah mengeratkan rengkuhan dipinggang super ramping favoritnya itu.
Ya.. memang sejak Yesung 'kembali', Kyuhyun semakin berani berinteraksi tubuh dengan Yesung. Eits.. jangan terlalu jauh berasumsi. Ya contohnya saja dengan back huh seperti ini, ya bukankah itu sebuah kemajuan? Daripada hanya sekedar mencuri sebuah ciuman ketika Yesung terlelap? ah.. itu kuno!
"Kyuhh~" Yesung mendesah tertahan. Kyuhyun makin asik dengan kegiatannya. Kini, ia mulai menciumi bahu Yesung.
"rasa stroberry.. hmm.." Kyuhyun bergumam disela ciumannya. Yesung bergerak gelisah didepannya.
"B-berhenti, Kyunnie.. Kau belum m-makan.." Yesung mencengkeram erat tepi washtafel, guna menyalurkan rasa frustasinya.
Kyuhyun makin bergairah. Sepertinya ia mulai lupa dengan makanan kesukaannya yang telah terhidang dimeja, lebih dari itu, tampaknya ia sudah mendapatkan 'makanan' yang jauh lebih nikmat dari semuanya.
"Eunggh~" Yesung memejamkan erat Onyx-nya. Dirasanya lidah Kyuhyun terus mengecap. Membuat tanda kepemilikan didaerah lehernya.
"Kyuhh~ g-geumanhae.." Yesung mencoba menghentikan Kyuhyun dengan sedikit memajukan tubuhnya. Namun terlambat. Kyuhyun sepenuhnya memenjarakan tubuhnya pada kungkungan lengannya dengan begitu erat. Sehingga ia sulit menggerakan tubuhnya.
"Kau membuatku lapar, sayang.." suara Kyuhyun terdegar begitu berat. Yesung mulai terbuai bahkan tak sadar Kyuhyun telah berhasil membalikkan tubuhnya hingga keduanya berhadapan.
Tak menunggu waktu lagi, Kyuhyun langsung memagut bibir cherry milik Yesung. menghisapnya rakus. Begitu manis rasa kedua belah bibir kenyal itu. ah.. begitu mencandu.
"Eungh.. Kyu-hh" Tangan Yesung melingkar mesra dileher Kyuhyun. membiarkan Kyuhyun menguasai bibirnya. ia sudah terhanyut.
Kyuhyun makin menekan tengkuk Yesung, inginnya bisa melahap habis bibir peach nan manis ini. terus dikulumnya bibir bagian atas dan bawah Yesung secara konsisten.
"EHMMM!"
"Akhh!"
Yesung terpekik. Ia langsung mendorong tubuh Kyuhyun menjauhinya. Lantas kepalanya terdongak.
Tada~!
Disana.. didepan pintu itu, terlihat kedua calon mertuanya tengah berdiri tegak dengan pandangan yang begitu sulit diartikan.
"Apa makananmu sudah berpindah kesini, Cho Kyuhyun?!" tanya Jaejoong sarkastis. Yunho disampingnya hanya menatap silau pada putra tampannya itu.
Dan dengan tak tau situasinya, Cho Kyuhyun malah mengumpat lirih. Namun tak juga bersuara.
"Hnn.. pengganggu!" rutuknya pelan. Jaejoong memincingkan matanya,
"kau berkata sesuatu, putraku?" tanyanya dingin. Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya acuh, "apa Mom mendengar aku berkata sesuatu?" ia balik bertanya.
"apa perlu pernikahan kalian Daddy percepat? Kalau dibiarkan, bisa-bisa aku akan menjadi kakek lebih cepat dari waktunya. Haizzz..!"
Kyuhyun nyengir sedangkan Yesung tertunduk lebih dalam. menyembunyikan wajahnya yang pastinya telah semerah tomat. Huh! Memalukan.
"benarkah? Aku sama sekali tak keberatan akan hal itu. ah.. kalian memang yang terbaik!" jawab Kyuhyun meriah. Mengabaikan deathglare dari sang mommy.
Yunho hanya menjadi penonton. Percuma mau melerai. Dan yang dapat ia lakukan hanya tersenyum kaku ketika Jaejoong gantian memberi deathglare padanya. Ah, kalau begini ya serba salah jadinya.
"Aku hanya bercanda, Boo.."
Lirih Yunho kikuk seraya membuat 'V' sign dengan kedua jari tangannya. Jaejoong mencibir.
"suamiku dan anakku sama sekali tak ada beda. Pervert semua. Astaga!"
Jaejoong menepuk dramatis keningnya. Yang disambut oleh kekehan lucu dari anak dan suaminya itu. sedangngkan Yesung hanya tersenyum tipis. Jaejoong memang begitu. Selalu lucu dalam berekspresi. Emm.. tak beda jauhlah dengan dirinya. Dan berkat Jaejoong pula yang selama satu bulan ini menempelinya, Yesung tak lagi sepolos dulu. setidaknya, ia juga sudah dapat memberikan umpan balik pada rasa cinta Kyuhyun padanya. Tak begitu pasif seperti dahulu.
Dan lagi-lagi, selain berterimakasih pada Tuhan, Kyuhyunpun sangat berterimakasih pada Mommy cantiknya itu.
Dan untuk daddy-nya, Ah.. itu masalahnya lain lagi. Man's Talk katanya!
"Mungkin memang pernikahan kalian harus dipercepat, jikalau terus dibiarkan, aku tak yakin putraku itu akan terus berlaku alim pada barbieku.."
Dan setelahnya, Kyuhyun tersenyum misterius dengan menatap Yunho yang juga tengah bersmirk tipis padanya. Uh.. aku memiliki fisarat buruk tentang ini. Man's talk lebih menyeramkan dari yang kau tau.
.
.
.
Donghae dan Eunhyuk sibuk berpikir keras untuk sesuatu. Hal penting memang. Tapi tak begitu penting juga jika dilihat dari sudut pandang orang lain.
"Hae, Siapa yang akan kubawa kepesta pernikahan iblis posesif itu minggu depan?"
Donghae yang disebelahnya hanya membuang nafasnya kasar, "Akupun tengah bingung, Hyukkie. Ishh.. mengapa syarat yang diajukan harus begitu aneh."
Sedikit—hanya sedikit— terlihat aneh memang. Syarat yang diajukan oleh Kyuhyun pada keduanya jika ingin bisa menyaksikan acara pernikahannya, adalah dimana keduanya harus memiliki—minimal—membawa seseorang untuk diajaknya pergi bersama. Dan faktanya, keduanya dibuat uring-uringan akan hal itu.
Hmm.. alasannya sepele yang menjadikan keduanya akhirnya masih saja betah menyandang status singlenya.
Yaitu, mereka terlalu pemilih!
Sepele namun membuat mereka kerepotan juga pada akhirnya.. ckk!
"Haizz! Ini begitu sulit dipikirkan. Aku menyerah jika untuk hal yang satu ini." erang Eunhyuk frustasi. Donghae hanya memandangnya datar. Terlalu datar untuk ukuran seorang Lee Donghae.
"ini bukan akhir dunia, Monyet! Kau tau, kau sangat berlebihan!" retoris Donghae. Eunhyuk meringis kikuk. Ah.. benar, ia terlalu berlebihan. Tetapi..
"Memangnya kau sudah punya solusi untuk ini?"
Tatapan Donghae berubah, "Belum—," lalu melirik Eunhyuk sekilas.
"—tapi mungkin bisa saja aku sudah menemukan solusinya." Imbuhnya dengan tersenyum penuh misteri. Dan Eunhyuk berhasil bergidik dibuatnya.
"Kau tak sedang memikirkan hal yang ekstrim bukan, Hae?" tanya Eunhyuk takut-takut. Donghae makin melebarkan seringainya. Dieliminasinya jarak antaranya dengan Eunhyuk. Dan otomatis membuat Eunhyuk semakin terpojok.
"Hae.. Ya! Hae! w-waeyo?" lirihnya gugup begitu kini wajah Donghae begitu dekatnya dengan wajahnya. Astaga! Bahkan kini ia sudah dapat merasa jika wajahnya memanas.
"Eum.. bagaimana kalau kau yang menjadi pasanganku?"
"MWO?!"
Ah.. mereka terlalu terlambat menerka skenario takdir yang Tuhan rajut untuk keduanya.
Tapi seperti kata orang bijak, "tak ada kata terlambat jika itu untuk satu rasa yang bernama...
—Cinta.."
.
.
.
Kyuhyun tak hentinya mengulum senyum. Jaejoong yang berada didekatnya ikut tersenyum walaupun tak disadari oleh putranya. Melihat putranya menjadi sering tersenyum begini, sudah sebuah kebahagiaan tersendiri olehnya.
Sejak kejadian sebulan yang lalu, dimana putranya sempat terguncang jiwanya, membuatnya menetapkan janji dihati. Bahwa, ia takkan lagi bepergian begitu lama meninggalkan putranya itu. ia akan sesering dan sebisa mungkin meluangkan waktunya untuk Kyuhyun. karena demi apapun, ia begitu mencintai Kyuhyun sebagai putranya. Masa bodo dengan fakta bahwa Kyuhyun tak lahir dari rahimnya. Karena memang, jauh sebelum ia menemukan Kyuhyun, ia telah divonis tak dapat memiliki keturunan. Mandul? Entahlah. Dokter tak mengatakannya dengan gamblang.
Sedari itu, Yunho sama sekali tak mempermasalahkan. Karena sejak awal ia menganut Konsep tak melulu hanya menerima kesempurnaan. Jaejoong tak sempurna, namun tetap bagi Yunho Jaejoong adalah yang paling sempurna. Dan itu dibuktikan oleh lelaki tampan itu dengan tidak mencari penganti Jaejoong walaupun ia tau jika istrinya itu takkan bisa memberikan ia keturunan.
'Kalau kau terlalu sempurna, maka aku yang akan merasa begitu buruk rupa. dan pada akhirnya apa gunanya aku untukmu?'
Kata Yunho waktu itu. dan sukses membuat Jaejoong menangis penuh haru. Yunho terlalu membuatnya merasa begitu sempurna.
Waktu berlalu, dan pada akhirnya Tuhan mengirim seorang titisan padanya. Yaitu Kyuhyun kecil. yang menangis tersedu ditengah malam dengan diiringi hujan yang begitu deras. Dan sejak saat itu, Jaejoong sudah menetapkan hati bahwa Kyuhyun adalah miliknya. Anaknya. Dan selamanya akan menjadi keturunannya.
Jaejoong terhenyak dari nostalgianya dengan memory masa lalu ketika merasa Kyuhyun berseru disampingnya.
"Perfect!"
Satu kata terlontar. Dan Jaejoong lantas mengalihkan sepasang matanya pada Objek yang berhasil membuat putranya menganga parah.
Huh, pantas saja!
Disana.. didepan kaca besar itu, telah berdiri seseorang dengan begitu anggunnya memakai sebuah tuxedo berwarna gading. Dengan payet sewarna kristal mengelilingi kerah lehernya. Ditambah dengan aksen setangkai mawar merah buatan yang terselip di tepi saku sebelah kiri bagian atas dada.
Yesung! siapa lagi?
Matanya juga dengan sendirinya berbinar. Calon menantunya memang benar-benar..
"Ommo! Neomu Kyeopta~!"
Langsung berdiri, melarikan dirinya kepada sang calon menantu. Tak memperdulikan Kyuhyun yang masih melongo.
Benar.. jika ada yang bisa menebak kegiatan apa yang sedang mereka lakukan.
Fitting baju pernikahan! Yeah.. pernikahan keduanya benar-benar dipercepat. Dan seorang Cho Kyuhyun begitu bersyukur untuk hal ini.
Ketiganya tengah berada di butik langganan milik Jaejoong. Hanya bertiga. Disaat Yunho masih disibukkan oleh meeting penting diperusahaannya. Menjadi CEO kadang begitu sulit dan membosankan, kurasa.
Dipeluknya penuh tubuh mungil Yesung. digoyang-goyangkan sedikit kekanan kekiri tubuhnya. Persis seperti anak kecil.
"Aigo.. Aigo.. jika kau semanis ini, Mommy juga ingin kau menjadi milik mommy saja, Sayang.."
Ucapnya setelah melepas pelukannya seraya mencubit kecil hidung bangir milik Yesung.
"Ehm.. harga kacang tengah melambung tinggi, Nona-nona.. dan sayangnya, kalian melupakan eksistensi seseorang disini!"
Kyuhyun berseru. Suaranya dibuat setegas mungkin. Namun begitu mengandung kecemburuan.
Jaejoong dan Yesung menoleh. Dan sukses menemukan wajah tampan Kyuhyun dipenuhi oleh kerutan dengan bibir terkerucut. Uhh.. menyeramkan.
"Ishh.. apa iya bocah kekanakan seperti putraku ini sudah benar-benar siap untuk menjadi kepala rumah tangga? Mommy jadi sangsi dan ragu.." tanggap Jaejoong yang membuat Kyuhyun melotot tak terima.
Ditariknya Yesung dari sisi Jaejoong. Dan menatap tajam Mommynya itu.
"Tentu aku siap menjadi kepala rumah tangga! Jangan pernah meragukanku, Mom!"
Yesung terkekeh disampingnya. Memandang Kyuhyun yang wajahnya sedikit memerah.
"sudahlah, Mom. Jangan menggoda Kyunnie terus. Wajahnya sudah terlalu tak berbentuk saat ini." Yesung berucap melerai. Namun malah membuat Jaejoong tertawa menang.
"Sayang~!" Kyuhyun mendengus. Yesung tertawa ceria dan mengelus lembut lengan calon suaminya itu. menenangkan.
"lihatlah, Yesungie. Begitu kekanakan, bukan?"
"Mom!"
Jaejoong menurut, kini giliran tersenyum lembut. "arraseo, Mommy berhenti!"
Kyuhyun ikut diam. Lebih memilih melingkarkan tangannya dipinggang ramping Yesung.
bibirnya mendekat kearah telinga Yesung dan berbisik disana, "lagi-lagi kau sukses membuatku terpesona, sayang~"
Blush
Merekahlah rona merah ranum dipipi tembam sipemilik wajah manis itu. ah.. lagi-lagi Kyuhyun sukses membuatnya tersipu.
"Ehm.. apa harga kacang masih melambung, tuan-tuan? Mengapa kini giliran mommy yang diabaikan?"
Jaejoong berseru lantang yang sukses membuat kedua sejoli itu tersenyum berjuta watt dengan rona merah yang makin menjalari wajah Yesung.
Jaejoong tersenyum lembut. Lalu mulai memposisikan dirinya ditengah Yesung dan Kyuhyun dengan selanjutnya mengapit lengan keduanya.
"mommy begitu bahagia melihat kalian berdua. Semoga kalian selalu berbahagia kelak. Mommy doakan."
Kyuhyun dan Yesung merasa betul ketulusan dinada suara Jaejoong. Keduanya ikut tersenyum. Dan dengan sebuah kode mata tak terlihat oleh Jaejoong, Yesung dan Kyuhyun mengangguk kecil dan mulai mendekatkan wajah mereka pada sisi wajah Jaejoong.
Cup
Cup
Dua kecupan lembut mendarat pada masing-masing pipinya. Secara refleks ia mendongak secara bergantian pada Yesung dan Kyuhyun. dan tersenyum makin lebar begitu melihat pancaran kebahagiaan pada wajah keduanya.
"kami berjanji akan selalu berbahagia, Mom." Ucap Kyuhyun.
"dan kami juga akan selalu membuat Mommy dan Daddy bahagia.." lanjut Yesung.
Jaejoong lagi-lagi tak lelahnya melebarkan senyum yang makin membuatnya terlihat begitu cantik.
"dan mommy pegang janji kalian.."
.
.
.
Tanggal tigabelas april. Ah, itu yang tertera dikalender untuk hari ini.
Tunggu!
Tigabelas april?
Ada apa memangnya? Apa ada sesuatu hal yang penting dan perlu diingat pada tanggal itu?
Dengan lantang seorang Cho Kyuhyun berseru, Tentu!
Tigabelas april, hari dimana kisahnya akan menemui babak pembuktian. Didepan semua orang, terkhusus didepan Tuhan tentunya.
Hari dimana Tuhan benar-benar menyempurnakan segalanya. Semuanya. benar-benar sangat sempurna.
Dan yang paling klimaks, hari dimana ia benar-benar berhak atas pelanginya. Dan menjadi pemilik sah dari sang pelangi, Yesung.
Keduanya disana. Berdiri penuh kesungguhan bersisihan dengan sang pendeta didepan keduanya. Dengan berpasang-pasang mata menatap penuh rasa bahagia untuknya. Diatas altar yang megah, dan disaksikan Oleh sang juru selamat, Penyatuan sepenggal kisah cinta itu dimulai.
Yunho dan Jaejoong berada dideretan paling depan bangku gereja. Disisinya sudah berdiri pula sepasang sahabat mempelai—Donghae dan Eunhyuk dan secara tak terduga tengah menautkan sepasang tangannya. Ah, aku jadi ragu mereka masih bisa disebut hanya sebatas sahabat. Apa kalian juga setuju denganku?
"Apa kau Cho Kyuhyun, bersedia menjadi pendamping hidup Yesung, baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin dan akan selalu bersama sampai ajal memisahkan?"
Suara sang pendeta mengintruksi. Tempat suci itu hening. Hening yang menenangkan.
Kyuhyun menatap sungguh pada Yesung. dan Yesung bersumpah dapat melihat begitu besar cinta dimata sang calon suami.
"Ya, aku bersedia."
Dengan lantang Kyuhyun berucap. Kembali mengulas sebuah senyum tipis untuk Yesung.
Sang pendeta beralih pada Yesung, "dan apakah kau, Yesung. bersedia menjadi pendamping hidup Cho Kyuhyun, baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin, dan akan selalu bersama sampai ajal memisahkan?
Yesung menatap Kyuhyun sekilas. Dilihatnya Kyuhyun mengangguk samar dengan senyuman yang belum luntur dari bibirnya. seakan tengah memberi keyakinan dan juga kekuatan.
Yesung beralih pada Jaejoong dan Yunho. Sama. keduanya juga mengangguk samar dan masing-masing tersenyum lembut padanya. Sekilas, Ia juga melihat Donghae dan Eunhyuk melakukan hal yang sama. semua mendukungnya. Semua menyakinkannya. Dan semua memberikan restu untuknya.
Yesung menetapkan hati. ya, semuanya benar. Ia sudah memilih. Dan Tuhanpun sudah memberikannya putusan. Ia takkan mundur lagi. Ia tak mungkin berpaling lagi. Ya.. ini jalannya dari Tuhan.
Dan akhirnya, ia menatap sang pendeta yang masih menunggu jawabannya. Memejamkan matanya sejenak. Mengambil nafas dalam, lalu berucap..
"Ya, aku bersedia."
Sang pendeta tersenyum. "kalian sudah resmi menjadi pasangan hidup dimata Tuhan. Silahkan untuk mencium pasangan anda." Tunjuknya pada Kyuhyun.
Kyuhyun mendekat. Merapat pada Yesung dan detik berikutnya, sepasang bibir itu menempel. Saling menyalurkan rasa. meleburkan rasa cinta yang begitu membuncah. Dan juga terselip sebuah doa untuk Tuhan agar selalu mencurahkan kebagahiaan untuk kisahnya.
"terimakasih. Kuasamu begitu mengangumkan, Tuhan. aku sungguh berterimakasih."
.
.
.
Tamu-tamu sudah mulai membubarkan diri. Yang tertinggal kini hanya keluarga inti dan juga sahabat terdekat. Malam menjelang, dan kebahagiaan itu nyatanya tak juga mau hilang dari raut wajah orang-orang itu.
Ada Yunho, Jaejoong, Donghae, Eunhyuk, dan sepasang kekasih yang telah sah terikat itu tentunya.
"Hei, bukankah sudah kubilang, kalian tak boleh menghadiri pernikahanku jika kalian tak membawa pasangan kalian masing-masing?" Kyuhyun memulai. Memandang penuh selidik pada kedua 'alien' yang kini sadar tak sadar tengah sedikit 'berbeda'.
Eunhyuk menunduk, sedangkan Donghae bersikap cuek. Tak berpengaruh apapun.
"Oi, Setan ajaib! siapa bilang aku tak membawa pasanganku? Kau terlalu sok tau." Cibir Donghae.
Yunho dan Jaejoong menoleh, sedangkan Kyuhyun dan Yesung lebih memicingkan matanya pada Donghae.
"maksudmu?" ucap Kyuhyun mengambang, matanya menyusuri gerak tubuh Donghae, lantas matanya langsung terbelalak begitu mendapati tangan Donghae dengan cekatan melingkari pinggang Eunhyuk yang masih menunduk.
"—Ah! Jangan bilang padaku kalau kalian..."
"—pacaran? Kalau kau ingin mengatakan itu, maka aku akan menjawab 'iya'. Ya.. kini kami sepasang kekasih."
Donghae menyela. Yang membuat Kyuhyun, Yesung, Yunho maupun Jaejoong membatu. Dan Eunhyuk semakin dalam menunduk.
"Jeongmal? Astaga! Sebenarnya siapa yang punya acara disini? Kenapa malah kalian yang membuat kejutan?"
Jaejoong tersadar pertama kali. Mulai menyampaikan rasa terkejutnya.
"kami hanya ingin jujur pada perasaan kami berdua. Dan bodohnya, kami baru sadar sekarang bahwa ternyata kami saling terikat. Dan mempunyai rasa lain yang dulu buram oleh sebuah benang bernama persahabatan."
Dengan dewasa Donghae menjawab. Pembawaannya begitu tenang, yang bahkan membuat Kyuhyun dan Eunhyuk tak percaya. benar ini Lee Donghae yang itu? Lee Donghae pecinta nemo itu? cinta ternyata bisa membuat orang menjadi dewasa dengan sendirinya.
"Hah, Ahjussi rasa itu sangat bagus. Kapan menyusul sahabat setan kalian?"
Goda Yunho yang membuat Eunhyuk mendongak namun dengan wajahnya yang makin memerah. Blushing eoh?
"sungguh, ini kado pernikahan paling mengejutkan untukku. Kalian begitu ajaib. Tapi jika dipikir, kenapa aku bisa memiliki sahabat-sahabat yang begitu bodoh? Yang baru saling benar-benar jujur dengan perasaan setelah belasan tahun bersama."
"Cho Kyuhyun!"
Eunhyuk menyentak. Donghae mengendikkan bahunya acuh. Yunho dan Jaejoong hanya geleng-geleng kepala. Dasar anak muda, pikir keduanya.
"Aishh.. tak perlu bereaksi berlebihan seperti itu, monyet! Lihatlah, bahkan wajahmu sewarna melebihi udang goreng yang paling matang sekalipun. Kau bisa tersipu juga ternyata."
"Haiss.. hentikan, setan!"
Keempatnya tergelak melihat Eunhyuk yang kini memilik menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Donghae. Kemana monyet yang biasanya hiperaktif itu?
"Kyunnie, kasihan Hyukkie. dia begitu malu. Kau jangan menggodanya terus."
Kadang ucapan yang kelewat polos itu membuat suasana tak lebih baik. malah makin meriah. Dengan Kyuhyun yang terus menggoda Eunhyuk sedangkan Yunho, Jaejoong, Donghae dan juga Yesung menjadi penikmat setianya.
Benar-benar hari yang sangat indah dan perlu untuk selalu diingat bukan?
.
.
.
Kini, saat ini, detik ini.. akhinya semuanya berakhir. Semua sudah pergi. Dan waktunya bagi seorang Cho 'Evil' Kyuhyun untuk beraksi.
Hei, ini malam pertamanya dengan Yesung bukan?
Yeahh.. surganya semakin mendekat. Dan sisi liarnya sudah mulai menguar. Semoga ia tak terlalu 'bermain' kasar sebagai pemula.
Cklek
Pintu kamar mandinya terbuka. Kyuhyun sudah menyiapkan segalanya. Ah tidak-tidak. Bukan sesuatu yang perlu dicurigai. Hanya mengiapkan em.. tenaga ekstra mungkin? Atau, tengah mengkalkulasikan berapa kali ia akan bermain malam ini? aishh.. bukankah itu terlalu berlebihan?
Itu dia. Pelangi cantiknya keluar dari kamar mandi. Ah, For the Good shake! Mengapa Yesung terlihat begitu menggoda dimatanya saat ini? hah.. ia sudah lapar. Lapar sekali. Ingin segera menerkam.
"Yah! Kyunnie.. Waeyo?!" Yesung sangat terkejut begitu tubuhnya tiba-tiba langsung diterjang oleh Kyuhyun. ia langsung ditindih begitu saja dengan Kyuhyun yang bertumpu dengan lengannya diatasnya.
"K-kyunnie?"
"Iya sayang.." balas Kyuhyun dengan nada seduktif. Yesung paham. Sudah kubilang, Yesung tak sepolos dulu. agaknya, ia harus sudah menyiapkan diri jika esok hari ia tak bisa berjalan dengan normal. Karena asal tau saja, ia sudah mendapatkan begitu banyak cerita dari sang mertua, Jaejoong yang telah memberinya warning tentang betapa liarnya Kyuhyun jika itu sudah menyangkut apa yang dia sukai. Dan ini konteksnya dengan dirinya, yang dengan sedikit menyombongkan diri sebagai seorang yang begitu digilai oleh Kyuhyun. ya, dan itu fakta.
"K-yu.."
"Aku akan pelan-pelan, sayang.."
Yesung lantas diam, begitu dengan cepatnya bibirnya diklaim oleh bibir Kyuhyun. ia pasrah. Toh Kyuhyun sudah resmi suaminya. Dan akhirnya kini ia mempunyai marga, Cho Yesung. itu terdengar indah.
"Eunghh~"
Yesung mendesah halus. Cumbuan Kyuhyun memang begitu lihai. Baru saja mulai, ia sudah merasa nikmat.
Tangannya dilarikan pada leher sang suami. Meremas helaian surainya, untuk melampiaskan rasa yang timbul.
Kyuhyun begitu bersemangat. Ia menggigiti kecil bibir manis milik Yesung. benar-benar manis. Seperti heroin yang mencandu.
"Ahkk!"
Yesung mengeram tertahan. Kyuhyun menggigit cukup keras bibir bawahnya, bermaksud agar ia membuka bibirnya. ketika mulut Yesung sudah terbuka, Kyuhyun dengan cekatan melesakkan lidahnya kegua hangat mulut Yesung.
"Eunghh.. K-hyuhh"
Kyuhyun terus mengerjai bibir mungil itu. seakan ingin menelan kedua belah bibir Yesung. lidahnya terus bergerilnya didalam mulut Yesung. membelit lidah Yesung, mengajaknya untuk membalas. Dan akhirnya Yesung mencoba membalas sebisanya.
"Kyu-hh.."
Yesung merasa persediaan oksigen diparu-parunya begitu menipis. Dijambaknya sedikit rambut Kyuhyun. dan Kyuhyun sadar bahwa Yesung butuh pasokan udara.
Ciuman dalam itu terlepas. Kyuhyun berhenti sejenak. Melihat secara detail wajah istrinya. Yesung dengan mata terpejam, dadanya naik turun, bibir basah dan tak hentinya melelehkan saliva, dengan sedikit membengkak.
Damn It! Yesung benar-benar Sexy!
Perlahan, dikecupinya seluruh inci wajah Yesung. mulai dari kening, kedua kelopak mata yang masih tertutup, sepasang pipi chubby yang begitu merona, hidung mancung menjulang, terakhir ia kembali melumat sepasang bibir merah membengkak itu. menciuminya dalam. menuntut dan tanpa henti.
"ahhnn.. Kyunniehh.."
Mendesah. Yang hanya bisa dilakukan Yesung. Kyuhyun benar-benar memanjakannya. Mengalirkan nikmat yang berlebihan. Dan Yesung menyukainya.
Ciuman Kyuhyun beralih. Menuruni rahangnya. Menjalar ketelingannya.
"Kau begitu menggoda, sayang.."
"Akhh!"
Yesung hampir berteriak ketika dengan keras Kyuhyun menggigit daun telinganya. Ia mencengkeram kuat kepala Kyuhyun.
Bibir Kyuhyun makin liar menjamah. Kini giliran leher Jenjang itu yang menjadi sasarannya.
Dihisapnya kuat-kuat leher putih mulus Yesung yang kini perlahan berubah menjadi merah keunguan dibeberapa tempat.
Tangan Kyuhyun dengan terampil membuka bathrobe yang dikenakan Yesung.
Sret
Terbuka. Dan Kyuhyun berani bersumpah, bahwa hanya ia yang boleh mengaksikan keindahan tubuh mungil milik Yesung. tak ada yang lain yang boleh menyaksikan keindahan ragawi miliknya.
Dengan terus menghisapi leher Yesung, Kyuhyun menyingkap atribut penggangu itu. berhasil dan dibuangnya sembarang.
"kau begitu menggairahkan, sayang.."
"Eunghh..Kyunnie.."
Dan malam itu, keduanya benar-benar melebur menjadi satu. Berbagi desah, berbagi keringat. Kyuhyun berhasil membuat Yesung sepenuhnya miliknya. Bukan yang lain. Hanya miliknya.
Dan ketika dirinya berhasil masuk kedalam tubuh suci Yesung, Kyuhyun menetapakan janjinya dalam hati, bahwa selamanya ia akan melindungi Yesung dan akan selalu menjaga dan menjadi yang terbaik juga pertama untuk pelangi yang mati-matian diperjuangkannya itu.
"kau milikku, sayang.. dan Tuhanpun tau.."
.
.
.
Jaejoong dan Yunho berdiri didepan sebuah pintu sewarna gading itu. Jaejoong makin bersemangat untuk merapatkan telinganya pada daun pintu itu, dengan Yunho yang diam-diam berseringai dibalik tubuhya.
"aishh.. putramu begitu kasar, Yun. Dengar, barbieku sampai berteriak." Ucap Jaejoong tanpa melihat Yunho. Dan itu makin menjadikan seringai diwajah tampan itu melebar.
"baguslah. Itu artinya, makin cepat kita mendapat cucu." Balas Yunho seadanya. Ia lelaki. Walaupun tak lagi muda, ia juga masih tetap horny jika mendengar suara desahan-desahan begitu.
"boo.." panggilnya berat.
"hmm.." Jaejoong bergumam samar. Ia tak begitu peka dengan panggilan ganjil sang suami. Terlalu asyik dengan kegiatan mengupingnya.
"YAH!"
Jaejoong berteriak kaget begitu didapatinya Yunho tengah mengangkat tubuhnya. Menggengdongnya brydal style dengan langsung membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman yang menuntut.
"Kurasa kita juga perlu memberikan Kyuhyun seorang adik, Boo.."
"Yah! Turunkan aku, Yun! Kau kan tau, aku tak bisa hamil. Turunkan!"
"maka dari itu, Ayo kita buktikan!"
Jaejoong meronta yang ditanggapi santai oleh Yunho yang malah mulai membawanya menuju kamar mereka sendiri. Aishh.. sepertinya untuk malam ini, hanya ada suara desahan dan ranjang berderit yang memenuhi rumah megah itu. biarlah, toh mereka begitu menikmatinya.
.
.
.
Kyuhyun menikmati semua itu. benar. Malam tadi, begitu memorable untuknya. Dan pastinya surga dunia berhasil diraihnya.
Melingkarkan tangannya posesif pada tubuh telanjang Yesung. keduanya sudah terbangun sedari pagi tadi. Namun masih bermalas untuk bangkit.
Kyuhyun mulai mengecupi leher penuh tanda merah milik Yesung. sedangkan Yesung hanya diam, dan memejamkan matanya. Nyatanya ia kembali terhanyut.
Ia berada dipangkuan Kyuhyun, bersandar didada bidang itu. dengan tubuh keduanya dibelit oleh satu selimut tebal. Yang otomatis membuat kedua tubuh polos itu makin menempel.
"Kyuhh.."
"hmm.." Kyuhyun bergumam. Masih sibuk dengan ciumannya pada leher jenjang itu.
"Kyu~"
"ada apa, sayang.." dikecupnya dari samping pipi tembam menggoda itu, sebelum makin merekatkan tangannya pada pinggang Yesung dari dalam selimut tebal yang membungkus keduanya.
"kau tak ingin mendengar sebuah cerita?" tanya Yesung seraya menoleh pada wajah Kyuhyun dibelakangnya.
Cup
Kyuhyun lantas mengecup singkat bibir yang Kyuhyun saja heran mengapa masih tampak begitu semerah peach, padahal semalam sudah dihisapnya habis-habisan. Sepertinya sari merah itu tak pernah habis pada bibir mungil itu.
Yesung tersenyum, balas mengecup singkat bibir Kyuhyun. lalu kembali menyamankan dirinya didada bidang Kyuhyun.
"cerita tentang bagaimana aku akhirnya bisa kembali waktu itu."
Kyuhyun diam. Memilih menciumi puncak kepala Yesung bertubi-tubi.
"kau mengatakan sesuatu pada Tuhan?"
Yesung mengangguk kecil. "ya, aku mengatakan sesuatu pada Tuhan. sehingga Tuhan akhirnya membebaskanku."
"kristal kehidupanku sudah sepenuhnya utuh terbentuk disini, dan itu berkatmu, Kyunnie."
Dilarikannya tangan Kyuhyun oleh Yesung kearah dadanya sendiri. Menekannya pelan.
"apa maksudmu, sayang?"
Yesung memejamkan matanya sejenak, "karena ketulusanmu dalam mencintaiku. Dan karena airmatamu saat kau menangis dan itu ditujukan untukku."
"benarkah?" Kyuhyun bergumam. Dan Yesung kembali menoleh dan tersenyum lembut padanya.
"ya.. kau menangis dan itu untukku. Hanya untukku. Dan menjadikanku akhirnya merasa dibutuhkan dan dicintai. Dan itu yang membuat Tuhan mungkin berpikir ulang untuk merenggutku untuk pulang kembali padanya."
"aku pahlawan, kalau begitu." Ucap Kyuhyun main-main. Yesung kembali mengangguk.
"Ya, kau pahlawan. Dan aku mencintaimu."
"Aku lebih-lebih dan begitu amat mencintaimu, sayang.." balas Kyuhyun kembali mendekap erat tubuh Yesung dari belakang.
"kau tak mau tau apa yang aku katakan pada Tuhan waktu itu?" tanya Yesung lagi.
"memang apa yang kau katakan, hmm?"
"begini, Tuhan, apa kau masih ingin mengombang-ambingkanku dalam dimensi kebingungan ini? Tidakkah kau tau, aku mulai merasa lelah..Apa keputusan final-Mu untukku, Ya Tuhan?
Haruskah kukembali menjadi sikekal yang kemarin? atau mungkin menjadi sifana yang lahir kembali? Berhentilah menyiksa dia yang kucinta.. dan segeralah tetapkan kodrat untukku lalu sampaikan padanya kelak.
Dua pilihan, Aku tinggal.. Atau—Aku Kembali?"
Kyuhyun mendengar baik-baik ucapan Yesung. diresapi dalam-dalam. dan ia tersenyum pada akhirnya. Yesungnya juga bisa begitu membuatnya merasa begitu istimewa.
"manis. Pantas kemudian Tuhan mau berbaik hati. kau begitu baik dalam 'merayu'-Nya."
Yesung tersenyum lucu, "tapi lebih dari itu, semua ini tetap berkatmu, Kyunnie.."
Kyuhyun bergumam lirih, seraya menyamankan dekapannya pada tubuh mungil Yesung dengan sedikit memejamkan matanya. Menikmati aroma manis yang menguar dari tubuh Yesung.
"baiklah, yang kutau, kau tak boleh coba-coba meningkalkanku lagi seperti kemarin. Aku tak bisa memikirkan hal lain selain menjadi gila jika kau seperti itu lagi."
Yesung tersenyum manis. Mengusap jemari Kyuhyun yang masih melingkari perutnya.
"baiklah suamiku yang tampan.."
Hening sejenak, untuk kemudian teriakan memekakan memenuhi seluruh penjuru rumah megah itu.
"YAH! BERUANG MESUM! KAU MEMBUATKU SULIT BERJALAN! TANGGUNG JAWAB! YAH!"
"BAIKLAH, BOO! AKU AKAN BERTANGGUNG JAWAB. TAPI BERIKAN AKU SATU RONDE LAGI!
"YAH! KAU MONSTER SAAT DIRANJANG, BERUANG BUAS!"
"HANYA PADAMU, BOO!"
Praktis setelah teriakan berhenti bersahut, Kyuhyun mulai mengembangkan seringainya. Dan untuk alasan apa, Yesung merasa alarm tanda bahaya berbunyi disekitarnya.
"Sayang~"
Kyuhyun bersuara rendah dibaliknya, dan benar, setelah itu, tubuhnya dibalik cepat oleh sang suami.
"mau apa Kyu?"
"mau memakanmu lagi.."
"YAH—!"
Menolakpun percuma. Dan akhirnya pagi inipun sepertinya rumah megah itu harus kembali dipenuhi oleh desahan serta ranjang berderit seperti semalam. belumkah puas?
Dengan lantang Cho Yunho dan Cho Kyuhyun berseru,
"BELUM, DAN TAKKAN PERNAH PUAS!"
Ckk.. dasar! Hanya ingin memberitahu, bahwa setidaknya jangan terlalu brutal bermain. Ya.. perih dibagian bawah itu sangat menyiksa. Dan berjalan susah juga sebuah beban. Setidaknya itu diamini benar-benar oleh Cho Yesung dan Cho Jaejoong.
.
Cerita ini memang berakhir disini. Namun yakinlah, kisah mereka takkan hanya berakhir sampai disini. Terus berlanjut. Dan memang harus seperti itu. hanya saja, kurasa kita tak perlu mengetahui terlalu jauh. mereka yang merajut, mereka yang menjalani. Kita hanya bisa mendoakan. Begitukan pemikiran yang baik?
"KYUNNIE, AKU HAMIL!"
"YUNNIE, AKU JUGA HAMIL!"
"MWO?!"
.
.
.
Sudah kubilang, biarlah rahasia tetap menjadi rahasia.
Jangan terlalu memaksanya untuk terungkap yang menjadikannya tak lagi bisa disebut rahasia..
.
.
.
END/ FIN !
.
.
hayo.. mau ngasih apa ke author kece ini*ngok!* karena udah nyelesein nih ff?
Aneh dan maksa yaa nih endingnya. Saya tau. Karena otak saya terlalu sulit bertoleransi buat bikin endingnya yang lebih ga maksa.
Udah ah, saya tau ini ngecewain. Maafin yaa ^^
Oi.. akhirnya selesai nih ff.
Makasih buat yang udah ngasih perhatiannya buat ff ini sedari awal. Dengan segala kegajean dan keajaibannya, bersyukur masih ada yang mau baca apalagi sampai review ni ff. Agaknya, masih ada orang-orang bertanggung jawab dengan saling menghargai karya orang.
Eisst.. nyatanya saya gatel juga buat nyatuin HaeHyuk.. dan YunJae.. Oh ayolah, mereka si senior yang super duper wow! mereka punya tempat khusus sendiri di pikiran saya -_-
dan buat orang2 yg ngaku nangis gara2 ff saya yang 'intuition' saya minta maaf lagi deh. percaya deh, waktu saya bikin tuh cerita, saya juga sedikit berkaca2, tau saking gajenya.. *ehh :p
Semoga masih mau ketemu lagi di ff saya yang lain ..
.
THANK's A LOT DEAR ! :*
At Least..
R
E
V
I
E
W
.
.
.
KYUSUNG JJANG!
.
.
