Chalice : hallo, minna XD, saya kembali lagi XD, maaf ya jika saya kebanyakan buat Fic disini apalagi semuanya multichap DX... apa boleh buat, saya paling suka ngebuat Fic yang multichap, dan paling payah membuat one shot...DX.

Len : dan lagi... kenapa kau ngebuat fic baru lagi dengan pairing Haku dan Dell?! Walau itu masih dalam pembuatan!

Chalice : hush! Jangan mempersoalkan fic lain disini! Baiklah, Kaito Disclaimer, Kaiko warning dan aku feedback

FEEdback :

Harada Ayumi-chan :

Ngakak? makasih banyak Harada-san. memang paling enak tuh menyiksa Kaito dan Miku :3 *chalice di gaplok KAito dan Miku*, intinya terima kasih atas Reviewnya :3

Kaito : Vocaloid bukan punya chalice, kalau punya Chalice, Vocaloid pasti menjadi sistem karaoke tergaje se abad (?) (bener gak sih Vocaloid sistem yang buat karaoke? Saya lupa :p)

Kaiko : Warning : GaJe nya sudah dalam stadium lanjut, Sarap, aneh, kaga nyambung, fic Cacad, Aneh, OOC, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, Lebay, dll.

Note : jika ada kesamaan maaf kan saya... *bow*

~happy reading~

~NORMAL POV~

Miku hanya kaget dan cengo.

Kaito yang melihatnya ikutan kaget walau tampangnya kelihatan santai.

"Kaa-san! Apa maksudnya ini!" teriak Miku kesal.

"hah?" Lily hanya kebingungan.

"Kenapa Kaito ada disini?!" teriak Miku.

"bukannya dia tunangan mu" ucap Rui.

"KENAPA DIA JADI TUNANGAN KU?!" ucap Miku kesal dan tidak setuju.

"karena kami yang mentunangkan kalian berdua, ada apa?" tanya Rui dan Lily bersamaan.

"aku tidak mau menikah dengannya!" ucap Miku.

"harus! Mau atau tidak! Ini sudah keputusan kami saat kalian masih bayi!" ucap mereka bersamaan lagi.

"Ta,Tapi! Aku benci dia!" ucap Miku kesal.

"kalau benci ya di buat jadi suka, susah amat sih" ucap Lily santai.

"itu mustahil, Kaa-san!" ucap Miku kesal.

"tidak ada kata mustahil di dunia ini Miku~, aku yakin kau bisa suka dengan Kaito~" ucap Rui santai.

"ta,tapi.. aku tidak mau..." ucap Miku memelas.

"kau harus mau! Dan acara pernikahan kalian diantara 3 bulan lagi atau 4 bulan lagi, dan kalian akan kubuat tinggal bersama di mansion yang kaa-san dan otou-san siapkan" ucap Lily santai.

"!" Miku dan Kaito kaget bersama.

"Apa?! Aku harus bersama gadis cempreng ini!" akhirnya setelah seabad, Kaito Shion protes dan angkat bicara juga (?).

"aku harus bersama Maniak es krim ini!?" ucap Miku kaget.

"APA YANG KAU MAKSUD GADIS CEMPRENG, MANIAK ES KRIM!"

"mustinya aku yang bertanya soal itu, Maniak Negi"

DZZZT...

Terlihat aliran listrik dari mata mereka.

"mereka kelihatan akrab ya~, Lily-chan~" ucap Rui.

"benar"

Kaiko dan Mikuo hanya memilih diam saja.

Rui segera menoleh kearah Kaiko dan Mikuo.

"kalian juga sama seperti Kaito dan Miku, tapi kalian akan tinggal bersama di mansion yang aku dan suamiku buat dan sebulan lagi kalian harus menikah!" ucap Rui.

Kaiko dan Mikuo hanya menghela nafas.

"o,oke..."jawab mereka.

Rui dan Lily hanya tersenyum.

"baiklah, aku dan dua anakku akan tidur disini semalaman, Miku & Kaito, kalian akan tinggal bersama mulai besok! Kau juga sama Mikuo, Kaiko" ucap Rui.

"aku mengerti ,kaa-san" ucap Kaiko.

"Tidak, aku menolak" ucap Kaito tegas.

"oooh~ menolak ya~" ucap Rui dengan death glare.

Dalam sekejap ruangan itu menjadi beraura gelap dan menyeramkan.

"Lily~ apa disini ada ruang penyiksaan?~" tanya Rui.

"ada, di ruang bawah tanah, kau pergi ke tangga dan di sebelah tangga itu ada sebuah beton, kau tinggal menekan beton itu dan akan muncul pintu ke ruang bawah tanah" ucap Lily santai.

"baiklah~, Lily. Aku pinjam Miku dulu ya~" ucap rui.

"silakan" ucap Lily santai.

"nah, miku, Kaito. Ikut aku~" ucap Rui dan menarik 2 remaja itu.

"eh? Eh?! Aku mau dibawa kemana?" tanya Miku.

"*sigh* gerbang neraka terbuka lagi deh..." keluh Kaito.

"gerbang neraka?" tanya Miku.

"kau akan tahu nanti..." ucap Kaito

Alhasil semalaman terdengar suara teriakan dan tangisan (?).

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-esoknya-

"uhhh..." keluh miku keluar kamar dengan kusut.

Di depan kamarnya terlihat Kaito yang sedang berjalan dan kebetulan tepat di depan kamar Miku.

"oh, ada kepala negi rupanya, tampang mu kusut amat, jelek banget" ejek Kaito.

"uuuh! Gimana kaga kusut! Kemarin malam bagaikan mimpi buruk! Bayangkan! Aku harus memakai cosplay dan crossdress! Apa kau tidak merasa itu parah?!"

"... aku biasa saja, walau memalukan" ucap Kaito santai.

"jangan-jangan kau... suka ber crossdressing!" ucap Miku sambil terkejut.

BUAK!

Miku mendapatkan 'lemparan bantal es krim' yang entah kapan ada dari Kaito.

"...sangat berisik sekali, gadis ini" ucap Kaito ketus dan meninggalkan Miku sendirian disana dengan kepala benjol (?).

Chalice : kejam amat... 0_o si kaito... *di timpuk es krim*

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-sekolah- -di depan gerbang-

Terlihat gerombolan gadis-gadis berkumpul di depan gerbang.

"KYAAAA~ KAITO-KUN, KEREN BANGEET"

"SIAPA CEWE ITU?"

"MAKIN CAKEP AJA DEH`~"

"MUKANYA COOL BANGET~"

"KENAPA MIKU HATSUNE BISA JALAN BARENG DENGANNYA?!"

"Kaito-saaaan~ berpacaranlah dengan ku~"

Kira-kira begitulah ucapan cewe-cewe itu.

"berisik banget" ucap Kaito ketus.

Miku dan Kaito jalan bareng kesekolah karena di paksa orang tuanya.

Di depan loker.

"Kaito dan Miku jalan bareng?! Wow" tiba-tiba muncul Rin dan Luka yang mengeluarka wajah terkejut

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di ruang kelas- -pagi hari-

"apa?!" teriak Rin dan Luka bersamaan.

"apa benar itu , Miku-chan?" tanya Luka dengan muka yang masih terkejut.

"wow, orangtua Kaito dan orang tua mu benar-benar keren! Menikahkan anaknya pada umur 16 tahun!" ucap Rin takjub.

"apanya keren?! Dia sangat menyebalkan! Dan lagi... aku masih sekolah dan masih berumur 16 tahun!" ucap Miku kesal.

"aww~ Mii-chan, tapi kubilang kau beruntung deh~ dapat si Kaito yang dingin dan beken itu, apalagi dia itu idola sekolah dan seorang idola dan aktor" ucap Rin sambil menghayal sampai langit ketujuh.

"kalau bisa Rinny mau di jodohkan dengan Kaito~" gumam Rin menghayal.

Luka dan Miku hanya sweadropped.

"ngomong-ngomong soal Kaito, kemana dia ya?" tanya Luka.

"entah lah, dan aku tidak peduli" ucap Miku masa bodo.

"apa kakakmu juga sama, Mii-chan?" tanya Rin.

"iya, dia bersama kakak Kaito, Kaiko Shion. Aku heran kenapa Kaiko manis dan lucu sedangkan adiknya... MENYEBALKAN!" ucap Miku kesal.

Luka dan Rin hanya sweadropped.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di tempat Kaito- -kelas 2-2-

"What the hell?! Apa benar?!" teriak Gakupo dan Len bersamaan.

"benar, dan itu sangat menyebalkan!" ucap kaito kesal.

"wow, tapi enak banget ya, bisa tinggal bareng nanti, Gakupo juga mau nih~~" ucap Gakupo penuh harep.

"masih muda menikah? Orang tua mu keren banget ya..." ucap Len dengan mata bling-bling (?).

"apanya keren? Itu egois" ucap Kaito ketus.

"tapi, apa kaga apa memberi tahu soal ini kepada kami?" tanya Len.

"hah?" Kaito hanya menampakkan wajah bingungnya.

"ini kan soal privat kenapa memberi tahu kekami?" tanya Len.

"karena menurutku kalian bisa menjaga rahasia ini dan lagi aku cuman butuh teman curhat saja" ucap Kaito santai.

"WOW! Kaito curhat?! Dunia kiamat!" teriak Gakupo sambil berdiri sambil memegang kepalanya dan di backgroundnya terdapat gambar bumi terbelah dua dan tertulis DUNIA KIAMAT!

Kaito dan Len hanya sweadropped melihat temannya gila.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-pulang sekolah-

"kamu mau pulang bareng kaga, Miku-chan?" tanya Luka.

"boleh" ucap Miku.

"ay—" sebelum menyelesaikan kata-katanya Luka di bekep Rin.

'Luka, kita buat mereka saling suka, mau kaga?" tanya rin dengan bisikan.

"eh?"

'mau atau tidak?' tanya Rin

'boleh'

'kita buat mereka jalan bareng nanti,ah... bentar aku mau nelpon mamanya Miku dulu' ucap Rin dan mengambil Hapenya.

Luka hanya diam saja.

'sejak kapan dia punya no hape mamanya miku?' batinnya

" sudah, tinggal nunggu rencana" ucap Rin dan menutup hapenya.

"ada apa, Rin?" tanya miku.

"ah... tidak, maaf ya, Mii-chan. Kita tidak jadi pulang bareng, aku dan Luka ada urusan P-R-I-B-A-D-I" ucap Rin dan menarik luka pergi dan mereka... NGACIR.

Miku hanya bengong dan menghela nafas.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di gerbang sekolah-

Miku melihat sesosok lelaki berambut ocean blue dan memakai syal.

"eh?"

"ayo"

"ayo apa?"

"apa? Kita pulang bersama sekarang, tentunya" ucap kaito dingin.

"APA?! A,AKU PULANG BARENG KAMU?! HELL NO!" teriak Miku kesal.

"geez, aku juga tidak mau, tapi aku dipaksa kaa-san dan tante Lily, tadi mereka menelpon ku, menyebalkan." ucap Kaito ketus.

"kenapa kaga pulang sendiri saja? Kan kaga bakal ketahuan"

"mereka mempunyai mata-mata, jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa"

"eh, mata-mata?"

"lihat di belakang pohon itu" ucap Kaito menunjuk sebatang pohon.

Miku menoleh kearah batang pohon itu dan melihat 1 sosok berambut putih dan bermata merah yang mengamatin mereka

Dengan cekatan dia bersembunyi ke belakang pohon.

Miku hanya sweadropped.

"lihat? Dia mata-matanya" ucap Kaito santai.

"hei, belum tentu kan?! Paling-paling dia hanya seorang murid pemalu, lihat bajunya aja sama seperti siswi sekolah ini!" ucap Miku dan berjalan ke arah 'mata-mata' itu

"keras kepala" ucap Kaito kesal

"hei!" panggil Miku.

"WAH!" gadis itu terkejut.

"kenapa kau sembunyi? Siapa kau" tanya Miku.

"ak,aku... Haku Yowane... aku... ingin berteman dengan mu... cuman..." ucap gadis itu terbata-bata.

"ooh, lihat ,Kaito Shion! Dia hanya seorang siswi yang ingin berteman dengan ku, bukan mata-mata!" ucap Miku mengejek

"terserah" Kaito hanya mengakat bahunya dan menghela nafas.

"baiklah, kita berteman mulai sekarang, namaku Miku hatsune, salam kenal" ucap Miku.

"sa,salam kenal juga" ucap Haku.

Dan mereka berjabat tangan

"oi, Miku. Ayo!" ucap Kaito dan pergi

"oke, dadah. Haku-chan~" Miku segera menyusul Kaito.

Dan Haku yang sendirian disana.

"hallo, nyonya Lily... ya... mereka jalan bareng,... tadi aku hampir ketahuan sama nona Miku... walau aku sudah 'nyaris' ketahuan karena tuan muda Kaito yang Peka itu... baik... aku akan mengamatin mereka..." ucap Haku sambil berbicara dengan hape.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di Mansion baru (?)-

Mereka sudah tinggal bersama

"uhh... aku kenapa harus tinggal bersamamu..." ucap Miku kesal.

"jangan tanya aku, dan apa kau tidak bosan berkata itu berulang-ulang?" ucap Kaito.

"tidak!" ucap Miku kesal

Mereka berdua sudah sampai di mansion baru khusus mereka..

Mereka sedang duduk di sebuah sofa dan nonton tv.

Walau mereka duduk di sofa yang sama,

Tapi mereka menjaga jarak.

"hei! Aku mau nonton sinetron! Berikan remote itu kepada ku!" ucap Miku kesal dan hendak mengambil remote dari kaito.

"tidak! Dan hei! Jangan dekatin aku!" ucapnya kesal.

BRUK!

Mereka jatuh bersama.

Sekarang posisi mereka adalah.

Kaito diatas Miku dan Miku dibawahnya.

Miku hanya menampilkan muka memerah mirip kepiting rebus.

Kaito juga tak kalah merahnya (What?!)

JEPRET! JEPRET!

"!"

Mereka menoleh arah suara kamera memotret.

Terlihat Rui dan Lily.

"Aww~ Kaito dan Miku, kalian kaga sabaran ya~ baiklah kami akan mempercepat pernikahan kalian, nanti kalian menikah 2 bulan lagi~" ucap Rui senang.

"Ap,APA?!" teriak Miku dan Kaito bersamaan (tumben Kaito berteriak)

"dadah~ aih senangnya kalian sudah saling menyukain" ucap Lily

"oh ya, kalian musti kencan besok, besokkan libur jadi kalian harus kencan! Ingat!" ucap Lily.

Rui dan Lily pergi dari mansion itu.

Kaito hanya bengong.

Miku hanya cengo.


"APA MAKSUDNYA INI!" teriak mereka bersamaan.

Chalice : baiklah, bersambung dulu, maaf jika alurnya kecepatan ya ^.^''

Rin : baiklah dibanding curcol! Yang minta review adalaaaah~~~

Chalice : kau semangat sekali... Rin *sweadropped*

Rin : tentu saja! Aku tampil! Apalagi lebih lama!

Chalice : *sweadropped*

Rin : yang minta review adalaaah! Len dan GaKupo!

Len : tolong reviewnya ya~

Gakupo : Review! Tolong Reviewnya XD,

Chalice : kalau gak ada yang review sampai 5 aku kaga mau lanjutin!

Reader : apa hak mu maksa kami! *ngebacok chalice*

Mind to Review?

Update?

OR

No Update?