[23-11-2012]
Chalice : maaf jika update lama~ saya lagi kena writer block, dan kelihatannya nih Fic bakal lama updatenya XD, jadi jika ada yang menunggu Fic-Fic ku yang lain, mohon maafkan saya m(_ _)m, saya belum bisa mengupdatenya karena kena writer block dan semua Fic saya kena semua termasuk di fandom Grandchase, JJR, Tsubasa Resvoir Chronicle.
Len : kebanyakan bikin Fic sih, makanya keberatan kan.
Chalice : apa boleh buat... saya sangat suka ngebuat baru cerita DX, huweeee! saya nyesel kaga nyelesein cerita nya baru membuat yang baru DX.
All : poor chalice *iba*
Chalice : *pundung* Miku Disclaimer, baiklah feedback dulu :
To Shiinonome :
hmm... Soal KDRT Miku dan Kaito ya... bisa kaga ya banyakin... nanti deh kalau ada ide #plak.
sarannya? bakal saya usahakan, tapi jika tidak bisa sepenuhnya karena saya belum terbiasa, jadi kaga apa kan?.
Terimakasih atas penyemangatannya, Shiino-chan XD.
Intinya terimakasih atas Reviewnya, Shiino-chan~ (bolehkan panggil demikian?)
.
To REviewernumpanglewat :
Benar, aku kaga nyangka ada yang senasib dengan ku karena komputer di format, padahal saya sudah setengah mati mendownloadnya sampai begadang-begadang (lebay terdektesi).
Apakah benar si Miku terlalu Tsundere? hohoho... saya berhasil ngebuat Miku tsundere *chalice kena timpuk Negi*
ini sudah update XD
intinya terimakasih atas Reviewnya, Reviewer~
.
To OrinariNesuchan :
Benar, si Kaito mulai suki-suki (?) dengan Miku XD.
oke, saya sudah update sekarang XD.
terimakasih atas reviewnya ya, Orinari-chan~
.
To Aprian. :
Ternyata ada juga senasib denganku karena Format.
ki, Kissu? *ngelirik Kaito dan Miku*
Kaito & Miku : Apa? *death glare*
Ke,kelihatannya Kissu belum bisa deh... karena tuh dua mahluk belum jinak ke chalice *chalice kena timpuk Negi dan eskrim*
nanti kalau mereka sudah suki-suki (?) baru saya paksa mereka kissu *chalice di lempar ke laut merah (?)*
terimakasih atas pujiannya XD.
Sudah update.
Terimakasih atas reviewnya, Aprian-san (boleh saya panggil demikian?)
.
To Teika Vertag :
Terimakasih anda sudah suka dengan cerita saya XD itu ngebuat saya senang kalau ada orang suka dengan cerita saya.
Hahaha... iya... saya kebiasa kaya begitu, soalnya saya malas #plak.
oke, saya akan berjuang keep update XD.
Terimakasih atas reviewnya, Teika-San~
.
Chalice : Sudah selesai, Miku disclaimernya!
Miku : Disclaimer : Vocaloid bukan milik Chalice tapi Yamaha, tapi cerita ini asli milik chalice.
Warning : GaJe, Sarap, Kaganyambung, OOC, hati-hati dah... takut ada OC disini, alur kecepatan, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, Lebay, kaga jelas, Kaga Jelas apa maksud author, Cacad, Aneh, Authornya maksa banget, dll.
~Happy Reading~
-dikamar Kaito-
Kaito yang asyik-asyikan nyantai sambil mengerjakan soal di buku Fisika sehingga dia bisa menyelesain semua soal di buku fisikanya (buset! Pintar amat!) dan baru 5 menit, udah selesai 1 buku (Lebay Mode ON)
Dan dia memasukin stage selanjutnya.
Mengerjakan semua soal di buku Kimianya (chalice : *hanya cengo*)
Baru saja dia membuka buku kimianya.
"KYAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Dia mendengar suara cempreng yang mengganggu acara belajarnya.
Dengan amarah dan kesal dia bangun dari meja belajarnya dan keluar kamar.
-Di depan kamar Miku-
"Oi, Pecinta Negi. Bisakah kau mengecilkan volume suara mu yang udah masuh rekor muri (?)?" ucap Kaito
Miku hanya duduk di lantai dengan kaki lemas didepan kamarnya
"Oi, kepala negi. Kau mendengarkan ku?"
"Aku mendengarnya ,MANIAK ESKRIM!" ucap Miku kesal.
"...baguslah kau mendengarnya, kupikir aku harus membawa mu kerumah sakit jiwa untuk menyembuhkan pendengaranmu (?)" ucap Kaito ketus.
Miku hanya bermuka kesal dan merasa ingin membanting Kaito.
"Kau kenapa teriak?" tanya Kaito.
"Lihat saja sendiri" ucap Miku.
Kaito membuka kamar Miku dan terperanjat kaget.
Kamar miku berubah menjadi...
Ruang musik.
Disana terdapat.
Piano, Biola, Gitar, Drum, keyboard, organ, terompet, seluling, mic, speaker, Angklung (?), Gitar listrik, bass, Ukulele (?), dll yang pasti alat musik dari penjuru dunia (?).
"Coba kau baca kertas di pintu itu, ES krim boy" ucap Miku ketus.
Kaito mengikuti kata—kata Miku, dan membaca sebuah kertas yang tertempel di pintu.
Kertas itu berisi :
"to : Kaito dan Miku-chan.
From : Lily and Rui.
Miiikuuu~ Kaito~ kami lupa kasih tahu~ kalian musti tidur sekamar, makanya kami merubah kamar Miku jadi Ruang musik~ nah, selamat nikmati 'malam pertama' kalian~"
Kaito hanya cengo membacanya.
"APA-APAAN INI! KAMI BELUM MENIKAH! APA MAKSUDNYA 'MALAM PERTAMA'!? DASAR ORANGTUA SEDENG! DAN KENAPA AKU HARUS SEKAMAR DENGAN SI CEMPRENG ITU!" teriak Kaito penuh amarah karena kesal sampai-sampai sumpah serapah ke ibunya sendiri.
Miku hanya sweadropped.
-di tempat Lily dan Rui-
Terlihat Rui dan Lily menutup telinga mereka.
"Ru,Rui..." ucap Lily memanggil temannya.
"Ada apa, Lily?" tanya Rui.
"Aku baru tahu anak mu bisa berteriak dan sumpah serapah seperti itu" ucap Lily.
"Kau baru tahu?" tanya Rui.
"Iya"
"Sama, aku juga baru tahu~" ucap Rui dengan smillingnya.
Lily yang melihat jawaban Rui hanya sweadropped-ria.
'Anak sendiri kok kaga tahu...' batinnya.
-Back to mansion Kaito dan Miku-
"Bagaimana ini... Kaito... masa aku tidur di kamarmu, bersama mu pula" ucap Miku sambil nangis.
"Mana ku tahu" ucap Kaito masa bodo sambil makan es krim..
"Aku sedang serius! serius lah sedikit" ucap Miku kesal.
"Baiklah...jawabannya gampang, tidur aja di ruang tamu" ucap Kaito santai sambil makan es krim kesayangannya.
.
.
.
.
"HAH?"
"kenapa 'hah?' bukannya itu jawaban yang sangat simple, atau perlu kau tidur di bath tub aja, atau kaga di ruang musik atau di beranda" ucap Kaito kejam.
"APA?! kau menyuruhku tidur di beranda atau di ruang tamu?!" teriak Miku.
"Tentu, dimana lagi?" ucap Kaito sambil tetap makan es krimnya.
"Apa kau tega melihat seorang gadis yang lemah lembut dan manis seperti ku tidur di beranda atau di ruang tamu dengan kedinginan?" ucap Miku sambil mengeluarkan air mata buaya dan memegang dadanya.
"Iya" ucap Kaito PSJ (padat-Singkat-Jelas)
"Da,Dasar lelaki tidak punya perasaan! Lelaki super dingin!" ucap Miku sambil berteriak.
"B'risik" ucap Kaito cuek bebek.
"Kejam! kejam! dimana-mana Cowo yang mengalah, bukan perempuan!" teriak Miku kaga terima.
"Masa bodo" ucap Kaito dan dia berjalan kekamarnya.
Miku hanya diam saja.
"DASAAAR! LELAKI BERHATI ES!" teriak Miku kesal.
siing...
Tidak ada jawaban...
Karena Miku sudah cape dengan : Keadaan, Nasib (?), Kebanyakan teriak, Shock, hidup (woy! memang dia pengen mati apa?!).
Akhirnya dia tidur di sofa ruang tamu, dan mulai tertidur dengan tenang *kena timpuk negi* ralat... tertidur.
-00 : 00 AM -
Kaito bangun dari tidur dan mau ke dapur buat minum.
Setelah minum, dia berjalan dan mmelihat Ruang tamu masih terang, Segera ia masuk untuk mematikan lampunya.
Kaito melihat Miku sedang tertidur di sofa dengan badan menggigil.
Kaito hanya menghela nafas lalu berjalan kearah Miku dan menggendongnya ala Bridal style dan berjalan ke suatu tempat.
-06 : 00 AM-
"Hm...berat..." ucap Miku dan membuka matanya.
"!" Miku langsung terbelalak kaget melihat sosok di sebelahnya.
Ehem... Para Reader pengen tahu kenapa?
pengen tahu?
Reader : *angguk-angguk*
yakin?
Yakin?
Yakin?
Ya-
Reader : kelamaan!
Baiklah, jangan ada yang shock yah (Reader : kaga mungkin!)
Gimana kaga kaget,ada beberapa hal yang membuat ia kaget :
1. Tidur di ranjang Kaito tiba-tiba.
2. Seranjang dengan Kaito.
3. Kaito memeluknya!
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" terdengar Suara Miku memekik pagi hari yang damai tersebut.
"Ke,Kenapa aku bisa di ranjang mu?!" teriak Miku dengan muka panik.
Kaito hanya memegang pipinya yang habis di tampar Miku.
"*sigh* Kau nya yang tiba-tiba malam-malam datang ke ranjangku dan tidur di sampingku, karena aku merasa kasihan ya sudah ku diamin" ucap Kaito berbohong.
"Bo,Bohong!" ucap Miku panik.
"Kalau kaga percaya juga kaga apa" ucap Kaito santai.
"Aku kaga percaya!" ucap Miku dan melempar-lemparin Kaito dengan bantal, bantal Es Krim, jam weker (buset), buku, dll.
Miku dan Kaito berada di ruang tamu sambil makan pancake buatan Kaito,
Kenapa Kaito yang ngebuat?
Wong, kalau Miku yang ngebuat maka Bukan makanan enak yang jadi tapi Racun! *Chalice di tendang* kenapa saya bilang demikian?
Ya iyalah! masakan Miku rasanya kaga enak! *Chalice di lempar ke sungai yang penuh buaya karena ngehina mulu*
Hari ini kebetulan mereka libur dari sekolah, makanya mereka hanya bersantai.
TING! TONG!
Terdengar sebuah suara bel.
"Kaito, bukain pintunya" ucap Miku sambil makan pancake.
"Kenapa kaga kamu saja" ucap Kaito santai.
"Kaga Mau! Kamu saja!"
"kenapa harus aku?"
"Karena ini sebagai perminta maafmu karena sudah ngebawa ku ke kamarmu (tahu dari mana?)"
"kenapa kau bisa berkata demikian? padahal kaga ada bukti"
"Insting"
"insting dapat membunuhmu, ingat itu"
"Berisik! Kalau kaga mau ku buang semua es krimmu!"
"Kalau kau berbuat demikian Negimu bakal kubuang"
"Sayangnya, Persediaan negi lagi habis, makanya nanti siang aku mau membelinya, jadi Kau tidak bisa mengancamku, Pangeran Es!"
Kaito yang sudah kalah akhirnya dengan ogah dan malas dia segera ke pintu depan dan membukanya.
"Siapa?" tanyanya sambil membuka pintu.
"!"
"Hai, Kaito. ini aku~" ucap Lelaki berambut hitam.
"Kageito?!" ucap Kaito kaget.
~TBC~
Chalice : badai sudah tiba untuk Kaito, muahahaha!
Miku : Chalice, kau ngehina banget buatku!
Chalice : biarin =3=.
Miku : *ngelempar chalice ke gerombolan hiu*
Kaito :*ngebawa spanduk yang bertulis...
Mind To Update?*
