-Balas Review-


Sonnae :

Be-benarkah? *mata bling-bling* Tenang saja Sonnae~ anda masih mendingan dibanding saya~ saya kalau sudah telat banget pasti lupa dengan kelanjutannya dan akhirnya jadi Discontinued saking lupanya, hahaha *ketawa nista* makanya saya segera mengetik kalau sudah dapat pokok chapternya nanti *pundung* sebelum nasibnya seperti fic-fic ku yang lain #oke chalice sudah mulai masuk kedunia mencurhat.

*pundung* ah... saya kebiasa buat otopsi di Fic ku di fandom Grandchase *promosi mode on*

Hehehe XD apa boleh buat... pelajaran bahasa indonesia ku jelek soalnya XD *di jitak guru bahasa indonesia*

Baik XD, Dan aku masih menunggu LMLY mu~~ saya suka banget dengan ceritanya XD ganbatte ya, sonnae-Chan~ (All : Kok jadi OOT sih? / Chalice : Ukh... Kebiasaan *keringat dingin* / All : *gampar chalice*)

terimakasih atas reviewnya, Sonnae-chan XD.


Hatsune Cherry :

benarkah? *mata chalice sudah bersinar-sinar*

Huweee... saya yakin nih fic kaga bisa cepet update soalnya... ide sudah buntuuu *peluk balik ke Cherry*

Ratingnya naik jadi M *plak* maaf, maaf... saya bercanda, maksudnya tetap T kok, chap ini sebelum edit itu baru rated M XD.

Kelas berapa? umm... saya kelas... *pundung* Masih kelas 2 SMP... padahal saya pengen cepet-cepet kelas 3 SMA... *pundung di pojokkan*

Oke, Saya akan terus ganbatte!

terimakasih atas reviewnya, Cherry-chan~


KagamineBella :

Maaf chap kali ini kaga ada... sebelum edit saya sudah buat cuman agak berated M XD gomene...

Kaga apa, saya juga kebiasa nulis Review ke orang lain dengan review yang lebih gaje dibanding anda #plak.

terimakasih atas Reviewnya, Bella-chan.


Aprian. K. Len :

maksud chalice cium jauh XD hehehe.

pasangan buah itu ngebom sekolah biar bisa libur~ alhasil mereka berhasil~ *chalice di lindes*

BTW, Hetalian itu manga apa? (all : Chalice kuper amat sih!/ Chalice : Gomene *pundung*)

kalau kaga ada nanti dianggap cowo donk, kan dia rata *plak*, atau kaga dia bakal dianggap wanita jejadian yang numpang lewat *chalice di timpuk negi* ( Gakupo : kok saya ngerasa ya...)

kaito : AKu lelaki tulen! bukan wanita! udah author panggil saya yuki-onna sekarang ada yang manggil saya demikian! AKU LELAKI TULEEEN!

Chalice : err... abaikan saja Kaito yang teriak-teriak gaje itu.

Siapa yang menolongnya? *grin* baca aja XD.

sudah update~

terimakasih atas reviewnya, Aprian-kun


OrinariNesu-Chan :

terimakasih atas pujiannya XD.

Siapa yang menolongnya? *grin* baca aja XD.

benar, chalice juga penasaran (all : Lho? yang buat siapa? / Chalice : Chalice~/ All : Ya udah diem *sumpel mulut chalice pakai mouse*)

oke, saya akan mengupdate terus selama ide mengalir~

terimakasih atas reviewnya, Orinari-chan.


Chap 9 sebelum edit :


Sonnae : Sudah saya edit XD~ maaf jika ini berated M tapi kaga apa sudah saya edit kok~ saya juga baru nyadar kalau ini berated M, arigatou atas pemberitahuannya XD~

umm... gimana ya... chalice juga kaga biasa... Gomene *garuk-garuk kepala*

semakin aneh, maklum otak chalice makin lama makin konslet *?*

terimakasih sudah mereview XD


Harada Ayumi-Chan : Bagus dan keren ya XD, u-ubah ke rated M?! tidak... saya tidak suka kalau salah satu ficku berbau rated M DX.

terimakasih sudah mereview XD


Disclaimer : Vocaloid bukan milik Chalice tetapi Yamaha dan crypton future media, Chalice hanya punya alur dan cerita ini saja.

Warning : GaJe, TYPO, OOC, Abal, tidak memenuhi syarat EYD, Lebay.

Status : EDITED Chap 9 karena terlalu ekstrim yang sebelumnya.

~Happy Reading~

SMACK!

Miku menendang 'masa depan' lelaki yang didepannya, lalu dengan cepat ia menendang 'masa depan' lelaki di sampinganya, Setelah tangan kirinya bener-bener terlepas dia menjatuhkan lelaki di kanannya.

"Ukh...," Rintih 3 lelaki itu.

"Mentang-mentang aku perempuan, kalian seenaknya! Asalkan kalian ingat ya, aku pernah belajar Karate dan sudah sabuk hitam!" ucap Miku dengan sombong.

"Jangan sombong kau!" teriak lelaki berbadan tegap #2.

DUAG!

Miku menendang dagu lelaki berbadan tegap #2 itu.

BRUG!

Lelaki #3 bersiap menghajar Miku cuman sayang Miku berhasil menghindarnya dan menonjok lelaki itu, Karena terlalu fokus dengan apa yang ia lawan, Miku tidak menyadari Lelaki tegap yang pertama memegang sebuah balok dan...

BUAK!

Memukul belakang Miku.

"Ukh...!" ucap Miku kaget dan ia jatuh.

Lelaki berbadan tegap yang memukul Miku menginjak kepala Miku dengan satu kakinya.

Miku yang masih dalam keadaan bangun cuman saya badannya tidak bisa bergerak hanya geram.

"Walaupun kau pemegang sabuk hitam, tetapi kenyataan kekuatan wanita masih kalah dengan lelaki," ucap lelaki itu.

2 lelaki yang di kalah kan Miku segera bangun dan berjalan mendekati Miku.

"Sekarang kita apakan gadis ini?" tanya Lelaki berbadan tegap ke tiga.

"Tentu saja kita bawa~ mukanya lumayan, apa kita jual saja di klub malam? Lebih lumayan di banding kita pakai buat bermain~" ucap lelaki berbadan tegap ke dua sambil memegang dagu Miku.

Miku hanya mendeathglarekan.

"Ide yang bagus," setuju 2 lelaki itu sambil memegang sebuah tali.

"Cuman, bagaimana kalau kita bermain sebentar lalu kita bawa ke klub malam? Lebih enak bukan?" ucap Lelaki berbadan tegap ke tiga.

2 berbadan tegap itu mengangguk setuju dan mereka menatap Miku lagi dengan pandangan mesum.

"KALIAN AKAN KUBUNUH JIKA BERANI MENYENTUHKU!" teriak Miku kesal.

"Tenang saja~ kami akan membuatmu nyaman~" ucap 3 lelaki itu.

"Aku yang pertama ya," ucap lelaki berbadan tegap pertama.

2 lelaki itu mengangguk setuju.

Mereka membawa Miku kesuatu tempat (ingat, Badan Miku tidak bisa bergerak) Miku hanya bergeram kesal dan terus berteriak-teriak.


-Di sebuah ruangan yang pasti mirip toilet-

3 lelaki itu membawa Miku ke dalam toliet yang sudah cukup tidak terurus walau agak luas dan kebetulan tempat itu dekat dengan lokasi kejadian tadi.

"Kalian jaga depan ya," ucap Lelaki itu sambil menunjuk dua temannya.

Dua lelaki itu mengangguk berati iya, Lelaki pertama Segera menutup pintu dan menoleh ke Miku dan memandangnya dengan mesum.

Miku hanya bergeram kesal dan dia tidak bisa menghajar lelaki itu karena kaki dan tangannya diikat.

Lelaki berbadan tegap pertama itu hendak memegang Miku.

"TIDAK! KU-KUBILANG JANGAN SENTUH AKU, BA*****N!" Teriak Miku.

"Rambut kau kubilang manis kalau terurai~" ucap Lelaki itu dan melepaskan ikatan rambut Miku.

"SU-SUDAH KUBILANG JANGAN GANGGU AKU! KAITO! TOLONG AKU!" Teriak Miku dengan suara yang cukup kencang dan mukanya sudah mulai mau menangis

CRAT!

Pipi Miku tergores benda tajam, bagian yang tergores itu mengeluarkan sedikit cairan merah.

"!" Miku hanya terbelalak kaget.

"Diam, atau kau akan kami bunuh," ucap Lelaki itu sambil memegang sebuah pisau.

Miku hanya diam dengan muka ketakutan dia masih mengeluarkan air mata saking ketakutannya.

Lelaki itu sedang melepaskan ikatan di tali branya Miku.

'Ti-Tidak! toloong aku! kaito!" batin Miku ketakutan.

DUAK! BUAG!

Pintu di dobrak seseorang dengan kasar dan...

Lelaki yang hendak melepaskan ikatan tali bra Miku Terjatuh karena merasa ada yang menghajarnya.

"Si, Siapa kau!" teriak Lelaki itu geram dan segera menoleh ke arah Sang 'pelaku'

"Apa? Aku tidak menanggung kau bertemu hari esok jika kau masih berani mau menyentuh tunanganku (?)," ucap orang itu atau kita panggil dengan Kaito Shion yang menatap Lelaki itu dengan tatapan dingin dan tajam.

Lelaki itu kaget dan ketakutan.

"Ba-Bagaimana kau bisa masuk! bukannya Ada dua temanku didepan!" teriak Lelaki itu.

"2 temanmu? Maksudmu mereka?" ucap Kaito dan menarik sesuatu dan melemparnya kearah lelaki itu.

BRUG!

Terlihat 2 lelaki berbadan tegap terlempar dan jatuh di lantai dengan badan penuh luka seperti kena sambetan sesuatu dan beberapa badan mereka lebam.

Lelaki berbadan tegap itu hanya terbelalak kaget.

Miku juga tidak kalah kagetnya.

CRING!

Kaito menghadapkan Sebuah benda yang panjang dan bercahaya di depan Muka lelaki itu yang nyaris kena.

"Pergi dan tinggalkan gadis itu atau Aku tidak menanggung kalian semua tinggal nama di dunia ini," ucap Kaito dengan ketus dan dengan tatapan tajam yang mirip pembunuh (?).

3 Lelaki itu segera pergi tunggang langgang dengan ketakutan.

"MA-Maafkan kami!" teriak mereka sebelum pergi.

Kaito yang melihat mereka masih dalam tatapan tajam dan pembunuh.

Miku hanya menatap Kaito dengan tatapan masih kaget dan cengo.

Kaito menoleh kearah Miku yang membuat Miku Kaget dan ketakutan karena melihat sisi menyeramkan Kaito.

Kaito berjalan mendekati Miku yang tali branya bagian kiri terlepas ( Jangan ada yang pikir macem-macem =.='' ingat umur dan tobatlah sebelum terlambat! *plak!*) Miku hanya mendeathglarekan Kaito.

"A-Apa?!" ucap Miku.

SREK!

Kaito mengikat kembali tali bikini Miku yang terlepas.

Miku yang melihatnya hanya kaget dan membuat Miku blushing.

"Kau...," ucap Kaito.

"Apa?" tanya Miku.

"...Sungguh bodoh, Bisa di culik dengan mahluk lemah seperti itu," ucap Kaito ketus

Kaito membalikkan badannya dan mengakat bahunya "Yah, apa boleh buat, Miku Hatsune gadis yang lemah dan bodoh, makanya gampang di bawa orang dan hampir diapa-apakan," ucapnya dengan dingin.

Miku yang mendengarnya hanya geram dan merasa bakal ngebanting KAito jika tangannya tidak diikat.

"Tetapi...," Ucap Kaito dan membalikkan badannya lagi.

"Apa?" tanya Miku kesal dan penasaran.

GREB!

Kaito memeluk Miku yang membuat Miku terbelalak kaget.

"!"

"Aku senang kau tidak apa-apa...," Ucapnya dan mempererat pelukannya.

Miku masih dalam mode cengo dan kaget

"Umm... Kai...Kaito...," Panggil Miku yang masih dalam keadaan kaget.

"..." Kaito tidak memberi respon... dia masih memeluk Miku dengan erat dan menutup matanya.

"Kau terbentur apa sampai-sampai kau begini?" ucap Miku dengan bingung.

"..." Kaito hanya diam saja.

"Oy! BaKaito! kalau kaga mau menjawab lepaskan pelukanmu itu dan lepaskan tali yang mengikatku ini!" teriak Miku kesal.

"Diam, dan biarkan aku tetap memelukmu," ucap Kaito tenang walau nadanya menyeramkan.

Miku akhirnya memilih diam.

Miku mendengar suara degup jantung yang kencang.

'Suara degup jantung Kaito cepat... apakah dia khawatirin aku?' batin Miku sambil bermuka blushing mendengar suara Detak jantung Kaito yang masih tetap cepat.

Mkiku melihat di lantai terdapat benda panjang berkilat.

"Umm... Bakaito... Sejak kapan kau punya pedang?" ucap Miku dengan bingung.

"...Aku mendapatkan itu dari Gakupo dan mengatakan aku harus membawa ini kalau ketempat yang tidak meyakinkan, tapi berguna juga pada akhirnya," terang Kaito dan melepaskan pelukannya.

Miku hanya menampilkan wajah kecewa karena Kaito tidak memeluknya lagi.

Kaito memegang pipi Miku di bagian lukanya.

Miku semakin Blushing dan mukanya udah kaya kain merah yang di kasih perwarna merah banyak-banyak (?).

"Kita segera ke mobil dan mengambil P3K sebelum ini kena infeksi," ucap Kaito dengan nada khawatir.

Miku hanya terkaget dengan nada khawatir Kaito.


-MIKU POV-

Aku merasa kecewa karena Kaito melepaskan pelukannya yang bagiku nyaman... TU-tunggu?! aku bilang kecewa?! akh... lupakan saja itu... tapi entah kenapa aku merasa senang tadi melihat Kaito menolongku... dan aku merasa nyaman Kaito memelukku... entah kenapa ketakutan yang tadi ku alami hilang setelah ia peluk aku...

Tiba-tiba Kaito memegang pipiku di bagian lukanya.

Spontan saja mukaku merasa panas dan aku yakin pasti sekarang sudah mirip Kain merah yang di kasih perwarna banyak-banyak (reader : Kok jadi kain merah?! Aneh banget!/ Chalice : Soalnya kalau kepiting rebus, udang rebus, tomat, lobster rebus. udah terlali Mainstream =3=).

"Kita segera ke mobil dan mengambil P3K sebelum ini kena infeksi," ucap Kaito dengan nada khawatir.

Spontan saja aku kaget mendengar nada Khawatir yang pertama kali ku dengar.

Oke... mungkin aku sangat lebay, karena pasti biasa saja jika orang khawatir dengan orang yang di kenalnya bukan? Tapi ini berbeda cerita kalau yang mengatakan itu si Kaito Shion yang terkenal akan kepintarannya, ketampanannya, orang yang dingin, orang yang masa bodo, Idola terkenal!, si prince ice!, dll yang membuat murid-murid di sekolah terkagum-kagum kepadanya.

"Umm... Oke..." ucap ku.

"Umm... Miku..." panggil Kaito dengan muka agak memerah.

"Apa?" tanyaku.

"Itu..." ucapnya dengan muka memerah.

WHAT?! Mu, mukanya memerah?! memang dia mau ngomong apa?! spontan saja mukaku merasa agak memanas.

-Miku Pov End-


-Kaito POV-

Aku merasa mukaku merasa memerah.

"Miku... aku..." ucapku dengan muka merasa memanas.

"ADa apa?" ucap Miku dengan penasaran dan blushing juga.

"Umm..." entah kenapa aku mau mengomong sesuatu tapi rasanya tercekat di tenggorokan.

"Ada apa?!" ucap Miku semakin gusar.

"...Kaga ada" ucapku pada ujung-ujungnya

"Hei! memang kau mau ngomong apa?! cepetan aku penasaran!" teriak Miku kesal

"Kaga ada apa-apa... Ayo kita kembali ke Mobil... untuk ambil P3K," ucapku dan aku merasa mukaku masih memanas.

Aku melihat Miku tidak berdiri-berdiri.

"Kenapa?" tanya ku.

"Kakiku sakit... tidak bisa bergerak...," ucap Miku dengan lesu.

Aku hanya kaget... dan beberapa detik kemudian aku diam dan menghela nafas pasrah.

Apa boleh buat...

Lalu segera ku gendong dia ala bridal style.

"KYAAAAAAA! Turunkan aku!" teriak Miku dan memukul-mukul pundaku.

"Bisakah kau hentikan pukulan mu itu? dan jika aku tidak menggendongmu apakah kau mau ku tinggal kau disini?" ucapku ketus

Akhirnya dia diam dan menurut dengan muka yang masih blushing.

Aku merasa dia manis sekali kalau mukanya memerah.

Tunggu? apakah tadi aku mengatakan dia manis? iya? oke lupakan saja perkataan ku tadi...

Aku segera membawa Miku dan berjalan kearah tempat Mobilku yang parkirkan di parkiran dan mengobati lukanya memakai obat merah dan handyplast lalu aku dan Miku mencari Kageito karena permintaan Miku.

Entah kenapa aku melihat Miku memperdulikan Kageito membuatku merasa tidak nyaman dan geram...

perasaan apa ini?


-Kageito PLACE- -KAITO POV END-

Kageito menerima sebuah pesan.

"Hmm... jadi Teito datang 3 hari lagi ya... hmm.. aku berharap dia tidak memutilasiku seperti dia mutilasi Kodok dan nyaris memutilasi Akaito-nii," gumam Kageito.

"Memang kenapa kalau aku mutilasi kau?" terdengar suara familiar di telinga Kageito.

Kageito segera menoleh kearah sumber suara dan terperanjat kaget.

"Te-TEITO!?" teriak Kageito kaget.

~TBC~


Chalice : Apakah updateku terlalu cepat? Maaf-maaf... padahal aku sudah bilang bakal lama updatenya, Dan chap ini saya edit sedikit karena berbau rated M, karena saya kaga mau fic ini masuk ke rated M jadi saya edit... gak apa-apakan kalau belum ada kissunya?

Miku : Hei! memangnya Kaito mau ngomong apa?!

Chalice : H-I-M-I-T-S-U~

Miku : *hajar chalice*

Kaito : *blushing karena mengingat chap chalice yang belum di edit*

Chalice : *babak belur* Gomen...(_ _) saya entah kenapa bisa punya ide ngebuat chapternya menjadi se-mesum itu tapi untung saja udah saya edit jadi fic ini tidak masuk ke rated M... rencanannya sebelum edit atau udah edit sih pengen buat Kaitonya nangis cuman kaga jadi =3= *di gampar kaito*, dan saya kaga tahu chap depan bakal fast update atau slow update... soalnya sampai sini saja kebuntuan ide saya =3=.

Kaito & Miku : Review ya XD maaf kalau chap ini yang belum di edit itu berbau Rated M XD tapi tenang saja sudah saya edit kok XD.

Mind To Review?