Chalice : Gomen telat update XDD Soalnya Chalice akhir-akhir ini kaga ada ide dan chalice merasa diri lain chalice lagi mengamuk (?) =3= yah, walau masih ada aja diri lain chalice tapi chalice masih usahakan update X3

Yuna : Sudah abaikan Chalice... dia makin hari makin kaga waras =3=

Disclaimer : Vocaloid bukan milik saya, Vocaloid milik Yamaha dan Crypton future media, Saya hanya punya Nih cerita.

Warning : Gaje, abal, lebay, Shoujo fic (kan ada Shoujo manga, nah ini shoujo fic X3 #digampar), alur mudah di tebak, alur kecepatan, aneh, TYPO, EYD salah mengeja, dll yang ada disini.

~Happy Reading~


Pagi hari di sekolah.

"Mii-chan! aku kangen kamu!" pekik Rin dan Luka, mereka langsung memeluk Miku yang baru masuk kelas.

"A, Aku juga" ucap Miku senang walau sesak nafas karena kena death hug.

Gakupo, Len dan Kaito yang ada di depan kelas hanya diam saja, dan sweatdropped.

"Ah... aku juga mau di peluk Luka-sama" ucap Gakupo sambil berpikir aneh.

BUAK!

"Jangan harap kau mendapatkan pelukanku, NasuHime" ucap Luka yang kebetulan mendengarnya dan menghajarnya memakai Tuna deluxe.

Nasib Gakupo sangat mengenaskan akibat dari gamparan dari Luka-sama nya.

Rin, Len, dan Miku hanya bisa sweatdropped melihatnya, sedangkan Kaito, dia hanya makan es krim dan bersender di dinding.

"Oh iya, Rinny!" ucap Len dengan wajah serius ke arah Rin, ah bukan, wajahnya mengeluarkan death glare ke Rin.

"I, Iya, ada apa ya, Len?" tanya Rin, dia sudah punya firasat SANGAT buruk.

"Kemarin kau yang ngehancurin kamarku memakai RoadRoller kan?" tanya Len sambil menunjuk ke Rin dengan kesal.

"Iya, memangnya kenapa?' tanya Rin sambil menyilangkan tangannya yang berati dia menantang Len.

"Kemarin Ayahku datang kesini dari luar negeri, BAKA! Dia masuk ke kamarku dan melihat kamarku sudah porak poranda mirip habis kena RoadRoller! Alhasil karena dia kesal ngelihat kamarku berantakan dan kami sekeluarga mengajaknya kepantai agar dia bisa nenangin diri supaya Ayahku kaga ngegantungku! Tapi parahnya DIA memakai RoadRoller ke pantai dan tanpa sengaja menabrak truk karena DIA mengedarainya dengan kecepatan tinggi!" curhat Len tanpa pakai nafas.

'Oh, berati kemarin yang membuat macet itu Len dan ayahnya toh...' batin Miku sweatdropped.

"Lalu apa hubungannya di bagian terakhir denganku?" tanya Rin dengan Datarnya.

"Kaga ada , saya hanya butuh teman curhat" ucap Len dengan innocentnya tanpa menyadari teman-temannya pada sweatdropped.

"Oh iya, katanya hari ini ada guru bahasa inggris baru," ucap Luka sadar.

"Benarkah?" tanya Rin, Miku dan Gakupo yang baru bangkit dari masa pingsannya.

Len mukanya seketika memucat.

"Ada apa Len? kok mukamu pucat?" tanya Luka sadar melihat wajah Len memutih

"Sebenarnya... Yang menjadi guru bahasa inggris baru itu adalah..." ucap Len sambil menelan ludah.

"?" semuanya (min Kaito) Memasang wajah bingung


"Salam kenal, namaku Leon Kagamine, aku akan menjadi guru bahasa inggris kalian yang baru" ucap lelaki beranbut pirang dengan wajah tersenyum.

Semuanya hanya cengo mendengar nama 'Kagamine'

"Hei, Hei itu bapaknya Len-sama kan?"

"KYAAAA! Bapak dan Anak sama-sama keren ya!"

"Benar-benar!"

"Leon Kagamine kan pemimpin Corp Kagamine, kok dia jadi guru kita?"

"aneh, aneh"

"ANEH TAPI NYATA!"

Dan masih banyak lagi yang berbicara dengan topik yang sama yaitu adalah KENAPA PEMIMPIN PERUSAHAAN KAGAMINE CORP YANG SAMA TERKENALNYA DENGAN SHION CORP DAN HATSUNE CORP, BISA ADA DISINI?!

"Hahahaha, kalian bingung kenapa saya menjadi guru kalian?" tanya Leon dengan smilling.

Semua murid disana kecuali Miku, Kaito, Luka, hanya mengangguk berati iya.

"Begini, cita-cita saya dari kecil ingin menjadi guru bahasa inggris di jepang" ucap Leon entah kenapa backgroundnya ada sparkle-sparkle.

Semua yang ada disana (min Kaito) Hanya bisa sweatdropped.

"Tapi... Ayah saya kaga mendukungnya, dia menyuruhku meneruskan perusahaannya, dan akhirnya saya mau gak mau meneruskan perusahaan Kagamine Corp" ucap Leon dengan wajah sedih.

Semua yang disana turut bersedih juga (min Kaito)

"TAPI!"

Semua yang disana tersentak kaget melihat Leon langsung berteriak (Min Kaito)

"Untung saja aku mengorbankan anakku yang pertama menjadi direktur perusahaan, yah lumayan lah, untung saja dia udah dewasa, jadi bisa ku jadikan penerus dan Cita-cita tertunda... I COMIIIING!" pekik Leon bahagia sambil sparkle-sparkle.

Semua yang disana (min Kaito pastinya ) hanya bisa double sweatdropped melihat perubahan ekspressi Leon yang berubah secara drastis.

Seketika Leon sadar melihat murid-muridnya pada sweatdropped.

"Ehem... ayo kita mulai pelajarannya" ucap Leon sambil berdehem dan sedikit ada rona merah karena malu, Leon membuka bukunya.

"Buka halaman 35, dan kerjakan'' perintah Leon.


TENG! TONG! TENG!

"ASYIIIK! Istrirahat!" Pekik Rin setelah mendengar bel berbunyi

"Ayo kita ke kantin sekarang" ucap Luka.

Mereka berjalan ke luar kelas.

"Rin Kagahime" terdengar sebuah suara memanggil Rin.

Rin menoleh ke sumber suara, begitu juga Luka dan Miku.

"ah, Leon-sensei... Kalau soal 'itu' sudah kukatakan tidak mau" ucap Rin dengan death glare ke Leon.

"Ayolaah, ayah dan ibumu sudah setuju, tinggal kau yang harus setuju" ucap Leon dengan wajah memelas.

"Apa Len juga setuju?" tanya Rin dengan datarnya.

Terlihat wajah Leon suram "Kaga juga..." dan langsung pundung di tempat.

"Katanya jika Rinny mau, aku juga mau.." ucap Leon sambil berlinang air mata buaya.

"Tapi sayang sekali, Aku menolak dengan TEGAS! ini di jaman apa sehingga peraturan keluarga Kagamine generasi ke generasi musti menunangkan ke keluarga Kaya, dan oh ayolah! diantara orang-orang yang berstatus tinggi, kenapa aku, Rin Kagahime ini?!" pekik Rin tanpa pakai nafas.

Semua yang disana hanya sweatdropped.

"Soalnya marganya hampir sama, Kagamine dan Kagahime" ucap Leon dengan wajah senang.

Rin hanya bisa sweatdropped.

"Pokoknya aku tidak mau ya tidak mau" ucap Rin dan berjalan meninggalkan Luka, miku dan Leon yang membatu.

Leon langsung pundung di tempat dengan aura super galau.

Luka dan Miku hanya bisa sweatdropped.

"Um... Leon-sensei, apa maksudnya yang tadi kalian bicarakan?" tanya Miku kebingungan.

"Begini, aku dan orang tua Rin mau menunangkan Rin dengan Len, cuman Rin bersikeras menolaknya, walau kami berusaha membujuk" ucap Leon dengan wajah sedih.

Luka dan Miku hanya bisa sweatdropped dengan 'mantan' pemimpin perusahaan Kagamine Corp yang ternyata orang ANEH!

'Ternyata nasib Rin nyaris senasib dengan ku' batin Miku.

"Kenapa kaga di paksakan saja?" tanya Luka dengan datarnya.

'Hei, hei, Luka... kau mau temanmu bernasib sama denganku?' batin Miku melihat Luka yang bermuka datar.

"Tapi sayang sekali aku tipe manusia yang tidak suka memaksa kan kehendak" Ucap Leon dengan santainya.

"Oh..." Jawab mereka sambil sweatdropped.

'Berati Rin masih beruntung dibandingku...' batin Miku sambil sweatdropped.

Leon menatap Layar handphonenya seketika wajahnya membiru "Ah! Gawat! Bekal makananku ala buatan Lola tersayang di makan Len dari tas kerjaku!" pekik Leon.

Kenapa Leon bias mengetahuinya? Ternyata bekal makanannya ada alarm langsung ke hapenya jika ada mahluk asing menyentuhnya, ajaib ya?

Leon segera berlari ke arah ruang guru dengan tergesa-gesa meninggalkan Luka dan Miku yang hanya bisa sweatdropped.

Dan karena mereka tidak mau ambil pusing, pada akhirnya Luka dan Miku pergi ke kantin.

Saat perjalanan ke Kantin, mereka melihat gerombolan pria dan Wanita mengerumbin sesuatu

"Meikoooo-samaaa! Kami minta tanda tangannya!"

"KYAAAAAA! MEIKO-SAAMAAA! KAMI SENANG KAU KEMBALIII!"

"Meiko-saaaaaammaaa! Jadilah pacar kami!"

Miku dan Luka yang bingung ada apa disana segera kesana dan melihat apa yang mereka kerumbunin.

Mereka melihat seorang gadis berambut bob, berdada besar, berwajah cantik dan kelihatan dewasa sedang di kerumbunin orang-orang.

"Hahahaha, maaf, tapi cinta ku tidak bisa di berikan ke kalian, tetapi ke teman masa kecil ku, Kaito Shiooon~" ucap Gadis itu sambil menaruh jari telunjuk ke bibirnya dan mengedipkan matanya.

Semua yang disana terkejut kaget, demikian juga Miku, entah mengapa Miku merasakan dadanya sakit mendengar itu.

"Miku… Kelihatannya… Kau punya…saingan…" ucap Luka.

"Apa maksudmu,Luka?! Kau maksud aku suka dengan Ice Cream Freak itu?! Aku tidak menyukainya, Luka! Kenapa kau bilang aku ada saingan, kau tahu, aku hanya jadi korban tunangan kaa-san dan otou-san ke Kaito itu!" Omel Miku panjang dan lebar.

Luka hanya sweatdropped melihat aksi Tsundere Miku.

"Um… Meiko-san… tapi.. Kaito-sama sudah… punya pacar…" Ucap salah satu gadis ke Gadis bob itu.

"Apa?! Siapa?!" pekik Gadis itu kaget dan kelihatan marah.

"Hahahaha, Meiko, kau belum mendengar kabarnya selama kau di luar negeri ya?" terdengar sebuah suara.

Semua yang disana menoleh ke sumber suara dan terlihat Kageito berdiri sambil menyender di dinding.

"Kaito sudah bertunangan ke Miku Hatsune," ucap Kageito dengan evil smirk.

"A, APA?!" pekik MEiko kaget.

Semua yang disana juga tidak kalah kaget kecuali miku dan Luka.

"Siapa itu Miku Hatsune!?Ke, Kenapa dia merebutkan Kaito-KU!" pekik Meiko geram.

Kageito hanya menyeringai "Dia tidak merebutkan Kaito dari mu kok, dan sejak kapan Kaito-nii jadi milik mu? Aku tidak ingat itu? Dan lagi… Mereka di tunangankan karena orang tua mereka, walau begitu kau tidak bisa memutuskannya karena… perintah orang tua mereka mutlak, nah,aku sudah memberikan cukup informasi ke kamu Karena kasihan denganmu tidak mendapatkan informasi keadaan teman masa kecil mu yang kau sukai itu, Meiko" ucap kageito dengan santai.

"Kageito! Siapa itu Miku hatsune?" Tanya Meiko geram.

"Aku tidak ta—" Ucapan Kageito di potong seseorang.

"Miku Hatsune gadis berambut teal diikat twintail dan dia ada di dekat mu sekarang" ucap lelaki berambut merah dengan smilling.

Kageito kaget dengan kemunculan kakaknya, Akaito Shion. "Nii-san no baka" umpat Kageito kesal dengan kebodohan kakaknya yang stadium lanjut.

Meiko segera menoleh ke belakangnya dan melihat Miku

"Hoo… jadi kau Miku ya…" ucap Meiko dan berjalan mendekat ke Miku.

Entah mengapa Miku merasakan aura di belakang Meiko sangat gelap. Miku berjalan mundur saking takutnya.

"Salam kenal, Namaku Sakine Meiko, Miku-chan" ucap Meiko sambil mengulurkan tangannya dan wajahnya tersenyum manis.

"Ah? Eh? Sa, Salam kenal juga," ucap Miku.

Meiko berjalan mendekat dan bibirnya berada di samping telinga Miku.

"…Aku akan mengambil Kaito darimu, Bersiaplah" ucapnya dengan evil smirk.

Meiko setelah mengatakan itu dia berjalan pergi meninggalkan Miku yang terbelalak kaget

Miku yang mendengarnya terbelalak kaget dan entah mengapa Miku merasakan dia takut kehilangan Kaito.

'Ada apa dengan ku… kenapa… aku takut… Kaito di rebutkan Meiko?' batinnya sambil memegang dadanya yang semakin sakit.

Luka dan Kageito yang melihat Miku kaya begitu hanya saling menatap.

"*sigh* Kelihatannya aku tidak bisa pergi kalau melihat situasi begini…" ucap Kageito menghela nafas.

Luka hanya diam saja sambil melipatkan tangannya.

~Ch 13 : Meiko Sakine and Leon kagamine~ -end-


Chalice : apakah semakin gaje? Kaga ada romance nya kan? Gomen, Gomen, Chalice kaga ada ide (_ _) Chalice lagi terkena writer block QAQ

Yuna : Walau begitu, apakah ada yang mau mereview?


Balas Review yang kaga login (chalice malas balas yang login disini jadi di PM aja ya? #dibunuh) :


Harada Kaga login : Chalice juga kangen, Hara-chaaaan XD *peluk Harada* #ditabok. Waaah, anda di bawah saya donk? Saya pikir kita seumuran XD #plak, Se, Selesaikan semua fic ku 0_0 kaga bisa…. Saya kaga mampu… *pundung* #dibunuh reader. Terimakasih atas reviewnya XD

Teika Vertag : sebenarnya alasan saya kaga masukin Engloids adalah.. Saya simpan untuk chapter mendatang, Yap! Rencana awal saya masukin Leon nanti pada saat yang tepat XD Maaf saya tidak bisa mengambil usul anda QAQ Soalnya saya sudah merencanakan dari awal untuk memasukin Leon QAQ Maaf ya (_ _) , tapi, terimakasih atas reviewnya ya, Tei-chan XD

Mchna : Oh ya, bukan sya aja kok yang yang ngebuat fic seperti ini :3 masih ada lagi kok XD Kalau anda suka pertunangan di paksakan ada kok, saya kasih tahu ya yang saya tahu XD ini nama Ficnya "You? My Fiance?" (Pair : LenRin), Which One to You fiancee? (Pair : LenRin), "Try, Tries, Trying, Tried" (pair : Luka Gakupo), dan "Letting me love you" (Pair : Miku Kaito) Cuman saya fic yang Letting me Love you udah di delete authornya…. Saya suka baca ficnya XD fic itu penyebab saya suka dengan pairing Miku Kaito, Kyaaa~~ #plak, Yah semoga ini bisa membuat anda semakin senang XD (saya senang anda suka dengan fic saya QwQ jadi saya memberi tahu fic-fic yang ditunangan di paksakan orang tuanya XD (kecuali Try, Tries, Trying, Tried, itu di nikahkan secara paksa XD),

POP MIIIEEE! SAYA MAUU #plak,

Oke! Saya akan ngebuat Kaito semakin cemburu cuman sementara buat Miku yang cemburu ya? #dibunuh.

Chalice akan usahakan XD

Terimakasih atas reviewnya ya XD

Guest : Saya cewe =.=''… Tapi kaga apa di bilang cakep dan ganteng kok (walau perkataan itu buat cowo XD, soalnya saya sifatnya kaya cowo #plak) Sudah di lanjutin XD Terimakasih atas reviewnya X3

Dee-chaan : Chalice senang di bilang bagus ficnya XD, sebenarnya chalice juga kaga mau ada orang ketiganya X3 cuman… terpaksa =w= soalnya enak ngebuat ada orang ketiganya #plak, terimakasih atas reviewnya XD


Mind To Review?