Chalice : Hahaha! chalice nyaris saja melupakan Fic ini kalau kaga ada penambahan Review dan di beritahu sama salah satu Author lewat Sms X3 #kena hajar dari Reader.

Disclaimer : Vocaloid BUKAN milik saya DX tapi punya Yamaha dan Crypton future media lah yang punya,

Warning : GaJe, aneh, abal, EYD salah mengeja, TYPO, Lebay, dll.

Main Pairing : DellxHaku

Chalice lupa kasih tahu umur mereka ya?


Ini dia umur mereka :

Akaito -29 tahun-

Gumiya -25 tahun-

Gakupo -20 tahun-

Kaito -19 tahun-

Dell -18 tahun-

Len -16 tahun-

Piko -15 tahun-


~Happy Reading~


Chapter 3 : The Prince and The Maid.


-10 tahun yang lalu-

"Nah, Dell, Akaito, Kaito, Gakupo, Len, Piko, Gumiya Dia adalah Maid baru, walau begitu dia masih kecil kuharap kalian tidak memberi dia tugas yang berat dan kuharap kalian bisa berteman dengannya," ucap seseorang yang mirip ratu.

Mereka bertujuh mengangguk "Ya, Kaa-san" ucap mereka.

sang Ratu meninggalkan tempat dan pergi.

7 pangeran tersebut hanya diam dan melihat Gadis berambut putih salju, matanya merah darah.

"Aku mau pergi belajar dulu, Luki-sensei bakal marah kalau kita kaga belajar!" ucap Gumiya dan Akaito, mereka langsung pergi dari TKP.

"Aku mau belajar pedang dulu, Daaaah~~~" teriak Gakupo dan langsung nyeret Kaito Dari TKP.

"*sigh* Ceritanya saya juga musti ikutan latihan nih..." keluh Kaito.

"Salam kenal namaku Len shion, kau manis sekali" ucap Len sambil mengedipkan matanya, Oh Lenny, walau umur 6 tahun kau ternyata masih playboy rupanya...

Piko yang takut melihat mata gadis itu hanya mundur beberapa langkah dan kabur.

Len pergi dari TKP karena ingin belajar startegis dan macam-macam di perpustakaan.

Tertinggal Gadis itu dan Dell.

"Siapa namamu?" tanya Dell ke gadis itu yang membuat gadis itu tersentak kaget.

"Yo, yowane Haku, Pangeran Dell" ucap haku takut.

"Jangan panggil aku Pangeran! panggil namaku saja!" omel dell sambil berkacak pinggang.

"O, Ok... Dell-sama" ucap Haku ketakutan.

"Jangan pakai embel-embel sama, Panggil aja Dell!" Perintah Dell.

"O, Oke, Dell-kun" ucap Haku malu-malu.

"Mulai hari ini kita berteman, Haku-chan" ucap Dell dengan senyuman polos.

Haku mengangguk dengan wajah sedikit bersemu merah "Ya!"


-Now-

Haku membukakan matanya dan dia segera mengambil posisi duduk.

'Mimpi 10 tahun yang lalu saat aku bertemu Dell-sama' batin Haku sambil mengucek-ngucekkan matanya.

Haku segera bangun dari tempat tidurnya dan segera mengambil seragamnya.

Setelah mengganti bajunya dengan seragam Maid, dia segera pergi keluar kamar untuk beraktivitas.

Pertama adalah membangunkan 7 pangeran yang sedang berada di dunia lalala (?).


TOK! TOK! TOK!

"Yang Mulia Akaito, Permisi. sudah pagi... bukannya anda ada rapat kerajaan?" panggil Haku dengan sopan.

GUMPRYANG! PRANG!

Haku sweatdropped melihat aksi 'Pangeran sulung' yang setiap pagi pasti heboh karena telat bangun untuk pergi rapat.

CKLEK!

"Terimakasih sudah mau membangunkanku, Haku-chan" ucap Akaito dan langsung lari pergi ke suatu tempat.

Haku hanya mendesah pelan.

Dia segera berjalan ke kamar Gumiya.

"Gu-" Belum Haku mengetuk pintu, Pintu tersebut sudah di buka lelaki berambut Hijau dan mengakibatkan kepala Haku terjedot pintu tersebut.

"Ah, maaf, aku tidak melihat ada kau, Haku-chan" ucap Gumiya datar.

"Kaga apa kok, aku baik-baik saja" ucap Haku sambil tersenyum dan dia berjalan ke kamar Gakupo.

Setelah semuanya ia bangunkan tinggal Dell.

Haku berada di depan ruang kerja dell, kenapa? Soalnya dia workholic makanya dia pasti tidur di ruang kerjanya.

TOK! TOK!

"Dell-sama, apakah anda sudah bangun?" Tanya Haku sambil mengetuk pintu.

"..."

Hening... tidak ada jawaban,

CKLEK!

"Dell-sama?" panggil Haku, dia membuka pintu tersebut dan melihat Dell sedang tertidur, kepalanya di tidurkan di meja kerjanya

Haku terpana atas sosok Dell yang disinarin cahaya matahari yang keluar dari jendela.

Haku berjalan pelan ke arah Dell yang sedang tertidur.

Dia secara perlahan menyingkirkan rambut Dell yang sedikit menutupin wajahnya.

Blushing? Yap, wajahnya kini blushing berat karena apa yang ia lakukan tadi,

"Ngh?" Terdengar suara Dell yang pertanda dia akan segera bangun.

Haku segera mundur beberapa langkah saking malunya.

"Umm... D, Dell-sama...apakah anda sudah ba, bangun?" tanya Haku dengan malu-malu.

Dell segera mendongakkan kepalanya dan mengucek-ngucekkan matanya,

"Haku?" panggil Dell.

Haku yang merasa dipanggil tersentak kaget.

"A, Ada apa ya, Dell-sama?" tanyanya.

"Jam berapa sekarang?" tanya Dell.

"Um..." Haku mengambil jam sakunya dan melihat jarum jam tersebut "Sekitar jam 06 : 30," Ucap Haku.

Dell seketika wajahnya memucat.

"Shit (?)! Aku telat dalam rapat kerajaan bersama Akai-nii!" Pekiknya dan langsung lari dari TKP.

Haku hanya cengo di tempat dan seketika wajahnya diganti menjadi senyuman manis.


Haku berjalan menelusurin lorong, sambil nyapu tentunya.

KRATAK!

Haku mendengar sebuah suara, dia menoleh kekanan dan kekiri, Nihil... kaga ada siapa-siapa,

'Suara apa itu tadi ya? ah mungkin halunisasiku saja' batin Haku dan dia melanjutkan menyapunya.

Setelah berberapa menit setelah dia menyapu lorong itu.

'Fiuh... akhirnya lorong ini bersih juga''ucap Haku sambil mengelap keringat.

''Haku-chan" Terdengar suara memanggil Haku.

Haku membalikkan badannya ke arah sumber suara.

"Ah, Lenka-chan, ada apa?" tanya Haku kepada gadis honeyblonde, diikat ekor kuda.

"Bisakah anda mengantarkan Makanan ini ke Penyihir Miku? Aku dipanggil Kaito-sama soalnya" pinta Lenka.

Haku mengangguk berati setuju.

"Terimakasih banyak, Haku-chan" ucap Lenka dan menyerahkan kare Negi, setelah itu dia pergi.

Haku hanya menghela nafas pasrah, lalu dia segera pergi ke suatu tempat.

'Eh?! Ngomong-ngomong ruangan Penyihir Mikukan terahasia!' batin Haku sadar.


Haku sampai di sebuah pintu besar yang berornament indah, Yap, itu ruangan Penyihir kerajaan, Miku Hatsune,

"Hah...Hah... akhirnya ketemu juga..." ucap Haku, Yap soalnya dia sangat jarang ke ruangan Miku Hatsune.

Yang sering memberikan sarapan adalah Lenka Kagasimine, jadi wajar kalau Haku tidak hafal jalan ke pintu ruangan Miku.

TOK! TOK!

"Penyihir Miku... ini Haku... saya membawakan sarapan anda" ucap Haku.

...

Siiiing...

Kaga ada respon.

'Apakah dia melakukan penelitian sampai malam sehingga dia masih tertidur?' batin Haku.

Haku baru saja ingin menaruh sarapan Miku di depan pintu tapi...

DOR!

"!" Haku kaget karena mendengarkan sebuah letusan pistol.

CKLEK!

"Penyihir Miku?" tanya Haku sambil membukakan pintu

CKLIK!

Haku merasakan sebuah benda dingin berada di pelipisnya.

"Diam dan jangan berteriak, nona maid"ucap seseorang berjubah hitam.

"Haku!" pekik Miku, keadaannya Miku diikat.


''Hahahaha! jadi apa kau mau berkerja sama denganku, Penyihir Kerajaan?" tanya lelaki berambut hitam tersebut.

"Hell! aku tidak akan mau berkerja sama kepada orang yang mau menghancurkan kerajaan ini, Zeito! Aku sudah berjanji akan setia kepada kerajaan ini!" tolak Miku sambil menggeram kesal.

"Cih! kau keras kepala sekali!" decih gadis berambut Merah magenta, dia berpakaian ala penyihir.

"Yap, aku memang tipe penyihir keras kepala, karena itu aku bersikeras tidak mau menjadi budak kalian untuk menghancurkan kerajaan ini," Ucap Miku dengan smirk.

"*sigh* Kelihatannya percuma bernegoisasi denganmu, Miku Hatsune" ucap Gadis magenta tersebut sambil menghela nafas.

"Tentu saja percuma" ucap Miku sambil mengeluarkan evil smirk.

"*sigh* Kalau begitu aku akan mengambil semua energimu itu agar aku bisa berhasil menghancurkan tempat ini." ucap gadis magenta itu.

'Eh?!'' Miku dan Haku kaget mendengarnya.

"Bu, Bukannya kalau semua energi diambil, bisa membuat yang diambil mati?" tanya Haku dengan ketakutan.

"Benar sekali, Nona maid" ucap gadis magenta yang berambut seperti bor itu dengan seringai.

Gadis itu berjalan perlahan ke arah mereka.

Haku dan Miku hanya bisa berkeringat dingin.

Haku berjalan ke depan Miku, seperti dia melindungin Miku dengan cara berdiri di depan Miku.

"Haku?" tanya Miku

"Mau apa kau, Maid? apa kau yang kubunuh sebelum membunuh penyihir itu?" tanya Gadis magenta itu dengan seringai

"Tu, Tunggu dulu, Bukannya aku yang kalian incar jadi jangan bunuh dia!"

"...Tentu saja melindungin Penyihir Miku, Karena penyihir Miku penting untuk melindungin kerajaan ini, Karena penyihir adalah supporter, yang dapat membuat tempat ini subur berkat kekuatan magicnya, melindungin dari serangan musuh," ucap Haku panjang lebar.

"Lalu?" tanya Lelaki berambut hitam itu.

"Sebagai Teman waktu kecil dan Sebagai Seorang Maid yang beda pentingnya dengan Penyihir kerajaan, AKU akan melindungin Miku supaya tenaganya tidak dikuras habis dan membuatnya meninggal!" ucap Haku dengan beraninya.

.

.

.

.

.

.

Hening...

Mari kita lihat respon mereka semua :

Lelaki berambut hitam : Hanya bisa sweatdropped.

gadis berambut magenta, diikat bor : Hanya bisa cengo

Miku : Tersentuh 'Hiks, Hiks... kata-kata Haku menyentuh hatiku...' Batinnya.

back to story.

"...Teto, aku punya ide bagus" ucap lelaki hitam itu

"Apa itu, Zeito?" tanya Teto.

"Kita cuci otak Miku, agar dia bisa membantu kita" ucap Zeito dengan seringai.

"!" Haku dan Miku kaget mendengarnya.

"Pintar juga kau, Ted! baiklah, kita bawa dia" ucap Teto "Minggir kau, maid!" perintah Teto.

Haku tetap tidak bergerak dari tempatnya.

"Cih, keras kepala" ucap Teto dan mengakat magic wandnya.

BUAK!

Haku terlempar dan menabrak dinding.

"Teto, bunuh saksi mata itu, agar rencana kita tidak diketahui siapapun" ucap Zeito.

"Baiklah" ucap Teto dan mencast magic.

Ted segera menggendong Miku yang diikat ala bridal style.

"KYAAAA! LEPASKAN! LEPASKAN! AKU TIDAK MAU DI CUCI OTAK! (Chalice : Chalice makin bingung, sejak kapan di jaman ini ada cuci otak? #kelewatan aneh)" Pekik Miku sambil menggerak-gerakkan kakinya.

BUAK!

Teto memukul belakang leher Miku, alhasil itu membuatnya pingsan.

"Diamlah sebentar" ucap Teto dingin.

Haku yang tiduran di lantai hanya bisa membelalakkan matanya.

"Kuh.." ucap Haku kesakitan di bagian kepala.

"Sebelum membunuhnya , aku mau bersenang-senang menyiksanya" ucap Teto.

"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa gadis ini ke alchemist See U" ucap Zeito sambil loncat dari jendela.

Hening... suasana disana sangaaat hening..

"Baiklah, pertama siksa kamu seperti apa ya?" tanya Teto sambil menaruh telunjuk ke pipinya "Ah, Yap, Memakai mantra membuatmu mengingat ingatan yang kau benci" ucap Teto dan mencast sebuah magic.

Badan Haku terselebungin cahaya gelap.

'Dark magic' batin Haku.

Perlahan-lahan di kepala Haku muncul sebuah gambar,

...

Terlihat seorang gadis kecil berambut putih salju berjalan.

"Hei! itukan yang punya mata iblis!"

"iya! iya! mata merahnya dan rambut putihnya itu sangat Abnormal!"

"Aku yakin dia utusan iblis!"

"Aku yakin dia pembawa bencana ke negeri ini!"

"benar! benar!"

Terdengar suara-suara yang menghinanya.

Gadis kecil itu menutup telinganya dan berharap suara-suara itu tidak terdengar, tapi itu sia-sia... suara itu masih terdengar.

"Tidak! aku bukan pembawa sial atau utusan iblis! aku manusia! Aku...Aku... Aku manusia seperti kalian walau punya rambut dan mata seperti ini!" Pekik gadis kecil itu sambil menangis.

Tatapan orang-orang disana semakin menusuk dan dingin, mereka membawa sebuah senjata.

"Oh ya? Memangnya kami percaya jika kau bicara seperti itu?" tanya mereka.

Gadis kecil itu yang melihat tanda bahaya segera berlari

"TUNGGU! KAMI AKAN MEMUSNAHKANMU, PEMBAWA SIAL!" Pekik para penduduk desa.

"Tolong! Tolong aku! aku bukan... AKU BUKAN PEMBAWA SIAL ATAU UTUSAN IBLIS!" pekik gadis itu sambil menangis dan dia terus berlari.

Teto menatap Haku yang terus berteriak dan menangis.

"Hahahaha, Pasti ingatan buruknya itu sangat buruk sehingga membuatnya berteriak seperti itu, Nah.. ini cukup menyiksa pasti, aku akan membunuhnya sekarang" ucap Teto sambil membacakan sebuah mantra.

Aura disana sangat panas, di bawah kaki Teto terdapat magic circle, dan di magic wandnya terdapat aura merah keorenan.

"Fire Str-" Belum selesai ngomong Teto mendengar sebuah pintu di dobrak.

BUAK!

"*gasp*" Teto kaget melihat 2 sosok yang mendobrak pintu.

"Akhirnya aku sampai juga disini, merepotkan sekali mencari jalan disini" ucap Lelaki berambut biru itu dengan death glare.

"Yah, semuanya gara-gara kau yang suka memilih jalan seenaknya sehingga kita tersesat, Kaito" ucap Lelaki putih itu.

Teto hanya diam saja dengan ketakutan melihat 2 pangeran itu.

"Nah, saatnya mengeksekusi dia" ucap Lelaki putih itu dan mengeluarkan pedang nya dari sarung pedang.


-Haku POV-

Sakit...

Panas...

Gelap...

Aku hanya melihat para penduduk desa melemparkanku ke laut.

"Semoga kau musnah di neraka, Pembawa sial" ucap mereka.

Kenapa...

Kenapa... Aku punya mata merah dan mempunyai rambut putih salju begini?

Kenapa aku dipanggil utusan iblis atau pembawa sial?

Dunia ini sangat tidak adil.

.

.

.

Dingin...

Apakah aku akan mati?

Kami-sama apakah aku akan mati?

Apakah takdirku adalah sengsara?

Dunia memang sangat tidak adil...

.

.

.

-Haku POV end-

Terlihat gadis kecil itu membukakan matanya.

"ah kau sudah bangun" ucap wanita berambut biru.

"Umm... dimana aku?" tanya Gadis kecil itu kebingungan.

"Kau ada di kerajaan voca-voca, tadi aku menemukanmu terbawa dari sungai saat aku membantu orang-orang menangkap ikan" ucap gadis berambut biru itu dengan smilling.

"Kerajaan Voca-Voca?" tanya Gadis itu.

"Iya, Kerajaan yang subur dan makmur ini!" ucap wanita itu sambil berputar-putar mirip anak kecil.

Gadis kecil itu hanya bisa sweatdropped.

"Oh ya, namamu siapa? Namaku Kaiko Shion," ucap Kaiko sambil tersenyum.

"...Kamu tidak takut?" tanya gadis itu.

"Eh?" Kaiko hanya menampilkan wajah bingung

"Mataku dan rambutku ini abnormal, banyak yang menyebutkan ku pembawa sial dan utusan iblis karena ini" ucap Gadis itu.

Kaiko hanya tersenyum dan memeluknya.

"Tidak, menurutku matamu cantik mirip permata ruby, rambutmu mirip salju yang cantik, dan tenang aja, anakku juga ada yang sama denganmu kok" ucap Kaiko sambil memeluk gadis itu "Dan aku yakin, penduduk disini akan menerimamu berbeda dengan tempatmu sebelumnya, jadi tenang saja"
"..."

"..."

"...Haku... Haku yowane" ucap Haku.

"eh?"

"Namaku"

"...Oh! Salam kenal Haku" ucap Kaiko dan memeluk Haku dengan senang.

"Ya, yang mulia ratu" ucap Haku dengan senyuman.

"Eh?! Kau tahu aku ratu?" tanya Kaiko kaget.

"...Soalnya Kau memakai mahkota buat ratu, Dan ijinkan aku menjadi maid di kerajaan, Yang mulia" ucap Haku sambil memberi hormat.

"Eh? Eeeeeh... ta, tapi..." Terlihat Kaiko kebingungan.

"Umm... geez... baiklah..." ucap Kaiko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ukh..." Haku membuka matanya.

"Ah, Kau sudah sadar, Haku" ucap Dell.

Jarak wajah Dell dan Haku Hampir dekat.

"!" Haku terkejut kaget "De, Dell-sama!" Pekik Haku kaget dan segera mengakat kepalanya.

DUAK!

Kepala mereka terbentur satu sama lain.

"Ukh..." Rintih Dell, kepalanya muncul 4 siku-siku saking kesalnya.

"Go, Gomenansai... Dell-sama" ucap Haku minta maaf.

"..." tidak ada jawaban dari Dell , dia masih tetap memegang kepalanya yang sakit

"Ah!" Haku sadar akan sesuatu.

"Bagaimana dengan Miku dan Gadis magenta itu!" pekik Haku.

"Tenang saja, Kaito-nii sudah menuju ketempat Miku berada, Dan gadis itu..." Dell menunjuk ke mayat di belakangnya.

"!" Haku menutup mulutnya saking terkejutnya.

"..Aku sudah mengurusnya" ucap Dell dengan pandangan gelap.

Tubuh Teto hancur, kepalanya uhuk... ada di pojokkan, ngegenlinding itu lhoo~ (Chalice : #dibakar Teto).

"Ka, Kau yang membunuhnya?" tanya Haku.

"Ya, ada apa?" tanya Dell dengan santainya.

"I, Itu sangat mengerikan tubuh gadis itu... kau membunuhnya secara kejam walau dia perempuan" ucap Haku dengan wajah sedih.

Dell hanya diam saja, dan dia menghela nafas.

"Apakah kau bisa berdiri?" tanya Dell sambil berdiri.

"Umm..." Haku hanya diam saja.

SYUUT!

Dell menggendong Haku ala brida style.

"Hya!" pekiknya kaget.

"..." Dell tetap diam saja sambil menggendong Haku ala bridal.

"Oh ya... Dell. kau tahu ada sesuatu disana gimana caranya?" tanya Haku dengan blushing.

"Alchemist Mayu membuat benda aneh yang bisa mendektesi bahaya di istana ini, dan benda itu memberi tahu kan nama lokasinya cuman kaga di kasih tahu lewat mana" ucap Dell dengan datarnya.

"Oh..." ucap Haku..

.

.

.

.

GYUT!

Haku merasa Dell membuatnya mendekat ke arah Dell seperti memeluk Haku dalam keadaan menggendong ala bridal.

"De, Dell-sama?" tanya Haku

"Aku pikir kau akan mati pas Penyihir rendah itu bersiap membuat magic api ke arahmu, aku pikir kau akan hilang dari hadapanku, aku takut kamu hilang, Haku." ucap Dell panjang.

Haku yang mendengarnya hanya blushing berat "Eh?" Haku hanya kebingungan

"...Aku... Su, Su..." ucap Dell dengan wajah memerah.

"Su?" tanya Haku.

"Aku Suk..." Sebelum menyelesaikan kata-katanya Terdengar sebuah suara mengganggu 'ungkapan' Dell

"Ah, HAKUUUUUUUUUUUUUUUUU!" Pekik Miku langsung memeluk Haku dan menendang Dell sehingga membuat Dell melepaskan gendongannya.

"Ah, Mikuuu! kau selamat" ucap Haku senang sambil memeluk balik Miku.

"Tentu saja! aku khawatir denganmu, kau tidur selama 3 jam! aku khawatiiiiiiiir~~~" ucap Miku sambil tetap memeluk Haku.

"Eh, 3 jam?" tanya Haku.

"Iyaaa~ aku kaga tahu apa yang di pakai penyihir lemah itu kepadamu, sehingga kau tidur selama 3 jam" ucap Miku sambil tetap memeluk Haku.

"Hei, Miku! sesudah kau menendang orang, setidaknya minta maaf!" marah Dell ke Miku.

"Aku tidak peduli, Weee!" ucap Miku sambil memeletkan lidahnya

TWITCH!

Di kepala dell numbuh 4 siku-siku.

"Kau akan kubunuh" ucap Dell dan menyabut pedangnya, yap dia kesal karena dua hal, 1 diganggu saat-saat dia mau mengungkapkan perasaannya kepada Miku, ke dua di tendang dan diejek Miku.

"Tidaaaaak~" ucap Miku dan membuat shield sehingga Dell tidak bisa mendekat ke dia.

Haku hanya tersenyum dan tertawa.

Dell hanya diam saja dan tersenyum melihat Haku tertawa.

'Kapan ya aku punya keberanian untuk kedua kalinya menembak dia ya?' batin Dell sambil menggarukkan kepalanya.

Chapter 3 -end-


-Omake-

"Ne, Ne, Dell, Kau tadi mau bicara apa?" tanya Haku ke Dell.

"A..." Dell kaget mendengar pertanyaan Haku.

Terlihat Dell sedang kebingungan, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mukanya sekarang blushing berat.

Miku matanya segera cling-cling karena bakal melihat acara penyataan cinta Pangeran ke maid.

'A, apa yang harus kubilang, aku tidak mungkin sekarang menyatakannya... aku merasa malu...' batin Dell, dia melihat Miku dengan mata bersinar-sinar dan bahagia.

dia punya ide di kepalanya.

"A.. aku bilang tadi, Aku Super Kesal dengan kamu yang payah ini, Haku" ucap Dell datar.

Wajah Haku berubah menjadi sedih, wajah Miku menjadi datar.

"Maaf kalau aku payah..." ucapnya dan pergi.

"Ah, Haku tunggu du..."

DUAK!

Kaki Dell di sengkat Miku, alhasil Dell jatuh.

"Ah payah! Pangeran Workholic ini memang tsundere" ucap Miku dan menginjak badan Dell.

"Gah!" rintih Dell kesakitan.

"Kau memang Menyeramkan, Miku" ucap Kaito yang muncul secara tiba-tiba dengan wajah datar dan sweatdroppded

"Apa boleh buat, Dell-sama terlalu tsundere, sama dengan kamu, Kaito" ucap Miku dan berjalan meninggalkan mereka.

"..."

Hening...

-Omake End-


Chalice : hahaha, aneh ya? Maklum... chalice lagi malas ngetik akhir-akhir ini =3=.

Aoi : Review ya XD


Balas Review :


Kisasa Kaguya :

Memang kasihan si Rin, Bibirnya udah kaga perawan lagi soalnya #di Lindes

oke ;D

terimakasih atas reviewnya XD


Kuro 'Kaito' Neko :

Uuuuuuh... suaranya imut banget X3 *FG suara imut mode On* Rasanya pengen death hug saking imutnya mendengar kata 'nya' XD (Aoi : Sadar situasi dan tempat, Chalice No baka!)

#abaikan.

Rin : AKU KAGA PAYAAAAH! *Naik RoadRoller*

Len : *nahan Rin agar kaga ngamuk*

Rin : *nendang Len keluar dari RR*

Len : UWAAAH! Aku jatuuuuuh! #abaikan.

Emang keren XD chalice aja jadi suki ngelihat Kaito Yandere XD

Oke ;D

sudah update,

Terimakasih atas reviewnya XD


Saitou Kemiko-Arishima Joruri :

Kaga tau dia gender bender atau bukan #dilindes. Kelihatannya iya #plak.

Chalice juga lupa, (dulu pernah lihat di Google cuman sekarang udah lupa)

Len : dia sekarang pacarku ke 701 *smile*

Rin : *lindes Len*

Len : Ralat, pacar asli 1 si Rinny, dan pacar palsu 700, udah puas kau, rin?

Rin : PUAS! *lindes Len 5 kali*

Chalice : *sweatdropped*

#abaikan.

Kaga apa XD

Oke XD

Sudah update XD

Terimakasih atas reviewnya XD


Vhi :

terimakasih, Vhi-san XD

sudah update XD

terimakasih atas reviewnya XD


billa neko :

ini sudah ada X3

saya tahu makanya chalice berusaha walau gagal mulu #plak.

oke ;D

Terimakasih atas reviewnya XD


erieneechan :

Setuju! chalice kalau jadi Rin juga bakal sengaja gagal mulu biar di kissu Lenny! lumayan kan di kissu Len? XD #kena lindes.

Terimakasih atas reviewnya XD


Mind To Review?