I LOVE 'ME' TOO
TaeKook
YURI
Happy Reading~
•°
•°
•°
"Yaakk!"
"Taeㅡ!"
"Auuuwww~!"
Teriakan panik yang berasal dari kerongkongan Jungkook dan teman dari gadis bersurai brunette dengan kecepatan penuh lantas menolong gadis brunette yang sudah tersungkur memegangi hidungnya yang bercucuran darah .
Berniat membawanya ke UKS, gadis bersurai blonde yang tadi bersama sang brunette membawa tangan yang lemas itu kepundaknya agar tak terjatuh, sedangkan Jungkook mengangkat kakinya. Namun sepertinya ia terlalu panik atau malah dungu, karena yang ia bawa hanya satu kaki si brunette sedangkan kaki sebelah kanan ia biarkan menjuntai merasakan betapa dinginnya menyapu lantai
"Hei! Yakk! Kau mau mematahkan tulang kaki Taehyung ya?!" Jungkook kaget karena dapat teriakan dari sang blonde yang berada di sampingnya . Apalagi saat ia melihat wajahnya yang datar sedatar dada bibi Seulgiㅡtetangganya, namun ia masih bisa merasakan aura mencekam dari si blonde. Tapi tungguㅡ
"Taehyung?"
"Iya Taehyung. Gadis. Yang. Sebelah. Kakinya. KAU. Seret-seret" seolah tau arti raut kebingungan Jungkook, si surai blonde itu menjawab ketus penuh penekanan disetiap kata-katanya walaupun wajahnya masih seperti dada bibi Seulgiㅡdatar. Terang saja dia marah, sebenarnya hanya kaget sih dengan kebodohan gadis yang baru saja ia temui.
Beniat membantu Taehyung-si brunette- temannya tapi hampir membuatnya bertambah parah dengan mengangkat serta menyeret sebelah kaki sahabatnya. Dan yang paling membuatnya kesal adalah karena gadis itu mengankat sebelah kaki temannya yang tentu saja rok Taehyung yang mini akan tersingkap, mengundang para siswa hidung belang dengan tontonan mesum gratisan. Tapi untung saja koridor sudah sepi.
Jungkook menurunkan pandangannya ketangan nya sendiri lalu tatapannya pindah pada kaki gadis yang pingsan. Matanya terbelalak tanpa sadar menjatuhkan kaki itu layaknya membuang bungkus snack yang tiap saat ia lakukan dirumah nya menimbulkan erangan kesal dari sang blonde. Sungguh Jungkook sangat terkejut dengan apa yang dirinya lakukan barusan, ia juga tak sadar dari tadi menyeret kaki yang ternyata hanya sebelah dengan brutal saking paniknya.
"E-ehh anu. Sungguh! Sungguh sunbae aku tak sengaja sumpah deh! Tadi aku sangat panik, aku berani jamin kalau aku tak sengaja. Jika kau tak percaya kau boleh menendang pantatku! Iya tendang saja pantatku sunbae!"
Si surai blonde melongo parah mendengarkan serentetan kalimat dengan satu tarikan nafas aksen heboh jelas kentara dari gadis didepannya. Ia tersadar dari ekspresi jeleknya yang bukan gayanya sama sekali dengan menelisik tubuh Jungkook dari atas kebawah lalu naik kembali berhenti pada dada sang gadis. Bukan. Bukan 'dada' lah objek si blonde tapi tag name yang tertulis dengan apik di seragam dada sebelah kanan 'Jeon Jungkook' .
Ia berdehem sejenak mengingat kembali kalimat yang mengalahkan laju kereta api. Pegal juga omong-omong berdiri diposisi seperti ini dengan anak konda di pelukannya.
"Sudahlah. Ayo bantu aku mengangkat dia ke UKS"
"E-eh? I-iya sunbae."
"Panggil aku Sehun saja Jeon"
"oh. Baiklah Sehun, aku Jungkook" Jungkook memberikan cengiran ala kelinci iklan pasta gigi, berubah menjadi ringisan kala seseorang dipelukannya hampir melorot.
"Yakin tidak pakai embel-embel eonni atau kak?"
"eh? Katanya tadi 'Sehun' saja. Bagaimana si? Tidak konsisten sekali"
"hei. Aku mendengar gerutuanmu ya?! Dasar tak sopan"
"ehehehe"
Begitulah percakapan singkat mereka kala membawa tubuh Taehyung ke UKS.
•°
•°
•°
Di sebuah ruangan serba putih dengan horden dikanan kirinya dan tercium bau obat-obatan seorang gadis tengah mencoba bangun dari rebahannya. Pandangannya terjatuh pada seekorㅡ Oh salah! Maksudnya Seorang gadis dengan cengiran super lebar memperlihatkan dua tonjolan gigi depannya yang menyerupai seekor kelinci. Yeah, tidak salah kata-katanya diawal tadi barusanㅡ pikirnya.
Di mengerjapkan matanya guna mengenyahkan rasa pening serta memperjelas penglihatannya. Dan benar saja, itu dia! Gawat!
Flashback
Taehyung dan Sehun tengah berdampingan dengan stumpuk buku ditiap tangan mereka untuk dibawa kekelasnya karena ulah si big bos -Big eul botak setengah- itulah julukan untuk guru sejarah di BigHit karena memang paras seorang Park Big eul ini botak dan menurut mereka rambut yang seharusnya berada diatas kepala pindah lapak di bawah hidung.
Saat sedang asik bercengkrama dengan Sehun, Taehyung melihat dikejauhan seorang gadis tengah tersenyum kearahnya-yang menurut pandangannya adalah senyum pshyco- berjalan kearahnya dengan senyum pshycopath tak luntur jua. Sontak Taehyung mendapat serangan panik mendadak.
'Waduh gawat! Gawat-gawat. Kenapa dia kemari? Ya Tuhan apa dia sudah tau kalau akulah yang meremas pantatnya kemarin sewaktu di bus? Jangan-jangan dia mau menghajarku. Atau memakiku? Gawat kuadrat, aku harus bagaimana?' Taehyung berteriak heboh dalam hati, saat ini ia panik bukan main mendapati gadis yang ia gunakan sebagai ajang asusila tengah berjalan kearahnya.
Kabur! Ya Taehyung harus kabur
Saat akan berputar arah bermaksud kabur menuruti teriakan batinnya tidak sadar bahwa tepat di samping kirinya terdapat tiang penyangga bangunan, dan Oh! Hidungnya serasa dipukuli oleh palu, amat sangat berdenyut. Baru kali ini ia merutuki hidungnya yang bangir. Dan kesadarannya pun semakin menipis seiring arus darah mengalir dari lubang hidungnya.
End Flashback
"Hei kak Taehyung kau tak apa?" Nada kekhawatiran serta wajah bak kelinci terjepit tumpukan tanah didepannya menyadarkan Taehyung atas lamunannya. Ia mengerjap, buru-buru menjauhkan wajahnya yang dekat sangat dengan gadis kelinci itu lantas membuat gesture seolah melindungi diri dengan tangan di angkat membentuk tanda silang didepan wajahnya.
"Ampun-ampun deh sungguh aku khilaf. Pukul saja aku, pukul! Tapi sungguh aku minta maaf" Sungguh Taehyung tak bisa membayangkan ekspresi wajahnya saat ini, pasti jelek sekali. Tapi ia tak peduli, ia takut sebenarnya. Keheningan lah yang menjawab segelintir perkatan ketakutan dari Taehyung kala ia mengintip lewat celah-celah jarinya.
"Kau waras kan kak?" ekspresi yang ditampilkan memang lucu, imut sekali malah dengan mata bulatnya, hidung dikerutkan, 2 gigi depan yang menonjol seperti kelinci serta kepalanya yang dimiringkan. Menggemaskan . Tapi sayang perkataannya seperti tikus yang mencuri makananmu diam-diam . Mengesalkan!
"Apa kau kesurupan? Oh atau gara-gara tulang hidungmu patah sampai membuatmu korslet, trauma atas kejadian tadi? Oh astaga" berlebihan. Bodoh. Dungu. Itulah yang ada dipikiran Taehyung saat si Jeon Jungkook-yang baru ia tahu dari tag name yang tersemat diseragamnya- ini berbicara dengan memegang hidung dan kepalanya sendiri bergantian sambil mondar mandir mengelilingi ranjang yang ditempati Taehyung. Sebenarnya yang tadi ia bilang kesurupan itu siapa?
Lalu dengan tiba-tiba Jungkook memegang hidung yang sudah tertempeli plester dengan menekan-nekan seolah itu adalah balon.
"Auww! Yakk Yakk! Apa yang kau lakukan bodoh!" sudah cukup ia merasa takut tadi, ia yakin dari sikap si gadis ini padanya berarti dia memang tidak tau yang sebenarny! Yihaa do'a gadis cantik memang mujarab! Tapi belum ia menikmati keberuntungannya hidungnya sudah merasakan nyut-nyutan karena tekanan brutal gadis sinting didepannya.
"BRENGSEK. HENTIKAN BODOH!"
"YA TUHAN. KAU MENGAGETKANKU TOLOL" Tanpa sadar Jungkook malah balik berteriak , terang saja dia sangat kaget saat seseorang yang sedang ia grepe-grepe hidungnya tepat didepan wajahnya dan dia sangat yakin bahwa saat si brunette berteriak tepat didepan wajahnya tadi ada sesuatu yang cair menghujam wajahnya. Pasti liur gadis ini, ewwhh . Dia harus kekamar mandi segera sebelum hujan lokal tadi transformasi menjadi jerawat.
"Sudahlah aku ingin kekamar mandi. Asal kau tau ya sunbae! Gara-gara temanmu si Sehun-sehun itu aku harus melewatkan hari pertamaku di sekolah ini, dan oh iya kau harus memberi tahuku nama dan kelasmu agar saat ada ancaman dari guru baruku kaulah yang seharusnya jadi tersangka"
Jungkook mengakhiri perkataan lebarnya dengan senyum miring serta kedua alisnya yang dinaik turunkan membuat Taehyung yang masih mengerang kesal bercampur sakit sambil memegangi hidungnya mengeryit. Licik sekali anak ini- pikirnya. Tapi ia tak mau ambil pusing sebab rasa nyut-nyutannya lah yang lebih mendominasi dari akal sehatnya.
"Taehyung Kim . 11-6. Sudah sana pergi kau fuckwit"
"Oh baiklah manis. Kuanggap itu sebagai ucapan terima kasihmu yang paling manis untukku" Jungkook bersiap memutar knop pintu tapi ia urungkan lantas melanjutkan ucapannya
"Ah ya . Kuharap kau bersedia menampungku di kantin nanti saat istirahat ya Kak Taehyung" ucapan serta mimik wajahnya ia buat sedemikian manisnya agar sang kakak kelas tak mengajukan penolakan namun sang lawan bicara hanya mendelik tak percaya. Heol mereka baru saja saling tahu nama dan bocah kurang waras ini ingin menguras dompetku? Yang benar saja adalah curahan batin Taehyung kala melihat Jungkook hendak keluar . Tapi masih berada diambang pintu
"Bye Kak Taehyung . Akan ku tagih nanti jangan kabur lho~ "
BLAMM
Pintu benar-benar tertutup menyisakan seorang Kim Taehyung yang sedang meratapi calon isi dompetnya
"bongsor begitu pasti makannya lebih dari pekerja bangunan di komplek rumahku huhuhu"
Sedangkan di koridor Jungkook nampak masih cekikikan mengingat ekspresi konyol dari seniornya itu. Kapan lagi bisa mengerjai seniormu di hari pertama menginjakkan kaki disekolah barumu Pkirnya senang bukan main karena sebentar lagi mendapat doorprize Cuma-Cuma.
"Ughh sabarlah cacing ku sayang, sebentar lagi kau akan mendapat apa yang kau teriakan sedari tadi." Kemudian melanjutkan mengelilingi koridor yang masih sepi dengan bersenandung keras-keras tak peduli pada siswa siswi yang sedang belajar ditiap kelas.
…
…
…
TO BE CONTINUE
Haiii semua
Udah aku putusin cerita ini akan aku lanjutin makasi bgt buat sobatku istrinya bang junmyon yg semangatin nerror2 buat dilanjut hahaha
Gapapa kalo gada yg minat itung2 cuma buat koleksi ff VKOOK muehehehe
Sorry kalo pendek random bkin eneg pkoknya. Maafkan yaaa
Semoga katakatanya ga pada hilang . Ameenn
Dann jangan lupa mampir ke cerita ku VKOOK juga yang BECAUSE WRONG NUMBER hehehe
Udah gitu aja
So
Mind to REVIEW?
151016
Haemi Kim
…
…
