Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Lemon,Mainstream idea etc
.
..
...
You Are My Slave
...
..
.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh kini aku telah sampai dikota,tempat dimana aku pernah tinggal dulu. Kini sebaiknya aku harus mencari tempat tinggal sementara terlebih dahulu sampai aku mendapat pekerjaan, dan untungnya dikota yang besar ini ada seseorang temanku yang bernama sakura haruno yang bersedia untuk memberiku tempat tinggal sementara di apartemennya.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan kereta api kini aku telah sampai didepan apartemen sakura.
TOK...TOK...!
Aku pun mulai menggedor pintu apartemennya dan sepertinya sakura ada didalam,langsung saja dia segera membuka pintu.
"hinata itukah kau,sudah lama sekali kita tidak berjumpa" setelah itu dia langsung memelukku, maklum kami sudah lama tidak bertemu,kira-kira sudah hampir setahun. Sakura adalah satu-satunya sahabatku yang mengerti aku,tidak seperti yang lain yang hanya memanfaatkanku saat aku memiliki segalanya,namun hanya sakura yang selalu ada disampingku saat itu.
"hinata-chan,pasti kau lelah sekali ayo masuk, tapi gomen ya sedikit berantakan hehe,hm.. kau pasti haus sebentar akan kuambilkan minum"
"tidak usah repot-repot sakura-chan"
"sudah tidak apa-apa sebentar ya"
Setelah meneguk minuman pemberian hinata aku mulai membereskan barangku, dan waktunya kami untuk duduk bersama sambil mengobrol banyak hal dan tentu saja menceritakan tujuanku datang kekota.
"he.. kau mau mencari pekerjaan?"tanya sakura-chan terkejut dengar ceritaku.
"itu benar soalnya aku ingin membantu keluargaku sakura-chan jadi apa kau tau beberapa tempat disini yang buka lowongan kerja? " tanyaku antusias.
"hm, kalau pekerjaan disini aku kurang tau tapi aku kenal seseorang teman dia anak orang kaya yang sedang mencari seorang maid,kau tau maid kan?"
"maksudmu semacam asisten rumah tangga ya" jawabku ceplos.
"ya maksudnya begitu, hehe.. tapi tidak mungkin kau kerja seperti itu kan" sepertinya sakura berpikir bahwa aku akan menolak pekerjaan macam itu.
"tidak apa sakura-chan aku mau kok kerja menjadi seorang maid sepertinya tidak terlalu sulit,bisa kau hubungkan aku dengan pemuda itu?"
"he...kau serius nih, kalau begitu baiklah besok akan ku hubungi dia"
"sakura-chan"
"iya hinata"
"terima kasih telah membantuku sampai sejauh ini, maaf aku belum bisa membalas semua jasa-jasamu" kataku sambil menuduk kepala namun sakura mengangkat kembali kepalaku dia menatapku sambil tersenyum lalu memelukku. Aku berharap sikapnya akan tidak berubah seperti yang lain.
.
...
...
Keesokan harinya.
"Hinata aku pergi sekolah dulu ya soalnya hari ini akan ada ujian kau tidak apa-apa kan sendirian disini?" Sakura sudah bersiap-siap dengan seragamnya dan bergegas untuk berangkat sedangkan aku masih tertidur lelap, bikin malu saja aku ini.
"heeh... sepertinya aku tertidur terlalu lama kalau begitu hati-hati sakura-chan"
"kau pasti kelelahan karena perjalanan panjang kemaren, baiklah jaga dirimu baik-baik ya kalau ada orang yang datang pintu tidak usah dibuka,tunggu sampai aku pulang" ucap sakura dan dia langsung bergegas pergi.
Selagi sakura-chan pergi aku akan sedikit membantunya dengan membersihkan apartemennya yang cukup berantakan ini,
"semangat" kataku segera membersihkan apartemennya.
.
...
...
Disekolah.
"Naruto-kun, bisa bicara sebentar"
"Oh ternyata kau sakura-chan ada apa?"
"bisa cari tempat yang agak sepi ini mengenai pekerjaan itu"
"oh, jadi kau mendapat orang lagi?"
"Baiklah ayo kita bacarakan digedung atas,sakura-chan"
"jadi siapa gadis yang kau maksud, kau tau kan kalau aku sangat pilih-pilih kalau mencari seorang maid"
"nah naruto-kun kali ini aku yakin kau akan suka,masih ingat tidak dengan hinata hyuuga"
"APA...! maksudmu hinta hyuuga yang dari keluarga kaya raya itu, cih aku masih ingat ketika dia menolakku, baru kali itu aku dipermalukan seperti itu"
"he-hei tenang dulu naruto-kun, dulu memang dia sangat kaya, tapi sekarang sudah tidak lagi sejak perusahaannya ayahnya bangkrut"
"heh, aku baru tau,jadi intinya dia jatuh miskinkan ya"
"ya kira-kira seperti itu , nah karena masalah itu dia ingin mencari pekerjaan, lagi pula dia tidak keberatan kok bekerja sebagai maid"
"wah..wah, bukan main, aku tidak menyangka dia akan berakhir seperti ini"
"jadi bagaimana naruto-kun kau mau menerimanya bekerja denganmu?"
"tentu saja sakura-chan, ini waktu yang pas bukan haha"ucap naruto sambil tersenyum licik.
"kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya sakura.
"soalnya hinata itu orang yang aku suka, jadi aku sekarang bisa mendekatinya lagi" ucap naruto sambil tersenyum kembali.
"baiklah kalau begitu besok akan kuantar dia ketempatmu"
"bilang padanya untuk mengemas barang-barangnya karena mulai besok dia akan tinggal ditempatku" perintah Naruto
"Baiklah"
.
..
...
"aku pulang"
Aku mendengar suara yang familiar ternyata sakura-chan sudah pulang.
"wah, apa-apaan ini, tidak seperti apartemenku"
Sepertinya sakura-chan terkejut melihat apartemennya menjadi sangat bersih.
"Hinata baru kali ini aku melihat apartemenku sebersih ini" saking senangnya sakura sampai menangis dan itu lantas membuatku tertawa.
"anoo, sakura-chan apakah kau sudah menghubungi pemuda itu" tanyaku penasaran.
"tentu saja sudah hinata, dan hasilnya kau langsung diterima"
"he...APA aku diterima?, bukankah dia belum tau aku orangnya seperti apa?"tanyaku kaget .
"tidak hinata, dia adalah orang yang pernah kaukenal dulu"
"siapa ya sakura-chan?"
"kalau itu itu rahasia"
"moh, jongan membuatku penasaran"
"pokoknya besok kau kemas saja barang-barangmu dan langsung menuju rumah pemuda itu" jelas sakura padaku.
"baiklah sakura-chan, aku percaya padamu kok"
Sakura POV
Semoga saja hinata mau menerima pekerjaan itu besok, kok aku jadi merasa tidak enak ya.
Tapi aku yakin naruto akan memperlakukan hinata dengan baik.
End Sakura POV
Setelah bersiap-siap dan mengemas barangku aku dan sakura berangkat menuju kediaman pemuda yang akan menjadi majikanku itu.
Setelah keluar dari apartemen,kami langsung disambut oleh mobil mewah yang siap mengantar kami.
Bila kuperhatikan sepertinya pemuda itu benar-benar orang yang sangat kaya,sampai rela mengirim supirnya hanya untuk menjemput kami.
"Silahkan nona untuk masuk, tuan Uzumaki sudah memerintahkan saya untuk menjemput anda" kata supir tersebut, daripada supir aku lebih melihatnya seperti seorang bodyguard karena tubuhnya yang besar, dan tadi dia bilang uzumaki seperti nama yang pernah kudengar.
Sudah lama sekali rasanya aku tidak naik mobil mewah semacam ini, saking nyamannya aku sampai tertidur dalam perjalanan.
"hei, hinata bangunlah kita sudah sampai" terdengar suara sakura yang memanggilku.
"ehh...gomen sakura-chan aku ketiduran"
"ya sudah tidak apa,ayo kita temui dia"
Langsung saja aku mengikuti sakura-chan untuk masuk menuju kedalam kediaman pemuda yang akan menjadi bosku itu.
Setelah melihat kediamannya aku pikir rumahnya sangat besar tapi menurutku biasa sebesar ini aku sendiri saja sudah cukup untuk mengurusnya.
"sakura-chan,aku kira rumahnya sangat besar tapi tidak juga ya"
"sebenarnya dia tidak tinggal dengan orang tuanya jadi orang tuanya membelikannya rumah ini,kalau rumah aslinya jelas lebih mewa kok hehe" jelas sakura.
Setelah mendengar kata-kata sakura-chan, aku tarik kembali kata-kataku, dia benar-benar tajir sampai-sampai orang tuanya membelikan sebuah rumah.
Setelah masuk kedalam rumah akhirnya kami sampai kedepan pintu tempat ruangan pemuda itu berada dan setelah melihatnya.
"Apa jangan bilang dia adalah...?"
TO BE CONTINUED
