Naruto by Masashi Kishimoto

Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Lemon,Mainstream idea etc

.

..

...

You Are My Slave

...

..

.

"Apa jangan bilang dia adalah...?"

"anoo... siapa ya,apa kita pernah bertemu sebelumnya?" hinata bertanya kepada naruto untuk memastikan.

Sepertinya Hinata sedikit mengingat bahwa naruto adalah orang pernah dia tolak dulu.

"ntahlah mungkin kau salah orang" jawab naruto enteng

"Begitu ya, kalau begitu sepertinya aku salah orang"balas hinata.

"kalau begitu silahkan duduk dulu namamu hinata kan" naruto pun mempersilahkan mereka berdua duduk.

"jadi Hinata apa kau benar-benar mau bekerja disini?"tanya naruto.

"tentu saja aku mau tuan" jawab hinata dengan sambil mengepalkan tangannya.

"haha , sepertinya sakura-chan telah memberitahu berapa gaji yang akan kau dapat,namun dengan gaji sebanyak itu kau harus menuruti semua perintahku disini" Jelas Naruto pada hinata.

Hinata hanya mengangguk kepalanya sambil berkata "ya".

"Kalau begitu aku pamit dulu hinata" Sakura langsung berdiri untuk kembali menuju apartemennya.

"sakura-chan, apa kau akan kesini lagi?" tanya hinata yang masih tidak rela teman dekatnya itu meninggalkannya bersama pemuda yang baru dia kenal.

"tenang saja hinata kau akan baik-baik saja disini, aku akan sekali-kali kesini kok" ucap sakura sambil melambaikan tangannya menjauh menuju pintu keluar.

Hinata hanya bisa memandang bahu sakura yang semakin menjauh, disisi lain dia senang karena mendapat pekerjaan namun disisi lain dia harus terpisah dari teman dekatnya.

"sudahlah hinata, tidak usah murung begitu, bagaimana kalau kau istirahat dulu karena besok kau akan mulai bekerja" ujar naruto.

"Baik, tuan" Jawab Hinata.

"rasanya anh sekali dipanggil begitu, panggil saja aku naruto, lagipula umur kita tidak berbeda jauh tau" Kata sambil mendektkan wajahnya dengan wajah hinata.

."tidak bisa begitu itu tidak sopan" Hinata pun memalingkan wajahnya karena memerah

"baiklah terserah kau saja, sekarang akan ku antar kau kemar" ucap naruto sambil membawakan koper milik hinata.

"anoo, tuan tidak usah repot-repot begitu,biar aku saja" ujar hinata mencegah naruto membawah kopernya.

"tidak apa lagipula besok kau akan bekerja jadi sekarang anggap saja sekarang kau yang jadi tuannya" ucap naruto sambil tersenyum.

Hinata tidka menyangka bahwa majikannya itu sangat baik, seprtinya hinata mulai tenang sekarang.

"Baiklah disini adalah ruanganmu, maaf ya kalau seadanya" kata naruto sambil meletekkan koper milik hinata.

"tidak tuan, ini sudah lebih dari cukup" balas hinata sammbi tersenyum.

"ternyata kau ini tambah cantik kalau tersenyum hinata"

Mendengar gombalan naruto tersebut wajah hinata kembali memerah.

"ya sudah selamat beristirahat, aku harap kau sudah tau apa saja yang harus dikerjakan besok" Setelah itu Naruto pun segera meninggalkan hinata.

.

..

...

"Baiklah akan ku buat dia puas dengan kerjaku dan juga mulai sekarang aku harus bangun subuh-subuh" ujar hinata dalam hati.

...

Keesokan harinya.

Seperti yang hinata rencanakan dia telah bangun subuh-subuh untuk menyiapkan keperluan naruto.

Setelah menyiapkan segalanya, Hinata mengambil inisiatif dan mencoba membangunkan naruto karena dia harus sekolah dan kebetulan hari itu adalah ujian terakhir untuk kelulusannya.

Setelah sampai kekamar naruto yang berada dilantai atas, hinata mencoba mengetuk pintu tersebut berharap naruto akan bangun.

TOKK...TOK...TOK

"tuan, bangunlah ini sudah pagi" kata hinata berkali-kali namun sepertinya naruto tidak bereaksi.

Tanpa sengaja pintu kamar naruto terbuka, karena sudah terlanjur hinata mencoba masuk keadalam untuk membangunkan naruto.

Terlihat naruto masih tertidur sangat lelap, membuat hinata tidak tega membangunkannya namun kalau dibiarkan bisa-bisa dia tidak masuk sekolah karena kesiangan.

"tuan, bangun... hm.. Naruto-kun" ucap hinata tidak sengaja.

Tiba-tiba naruto terbangun dan membuka matanya dan langsung berdiri terkejut setelah melihat hinata.

"hinata, apa yang kau lakukan dikamarku?" tanya naruto heran.

"anoo, aku hanya mencoba untuk membangunkanmu, namun pintunya tiba-tiba terbuka jadi aku masuk saja, sekali lagi maafkan aku tuan" ucap hianta sambil menundukkan kepalanya.

Hinata berpikir dia akan dimarahi setelah ini dan dia sudah siap untuk itu.

"yaudah tidak apa, kalau begitu kau keluar saja soalnya aku ingin mandi dulu" perintah naruto kepada hinata.

"baik tuan, aku permisi" hinata pun segera pergi dengan wajahnya yang memerah akibat malu.

Setelah bersiap memakai seragamnya Naruto segera makan sarapan yang telah hinata persiapkan.

Sepertinya naruto puas dengan apa yang telah hinata lakukan sejauh ini.

"Baiklah hinata aku berangkat dulu tolong jaga dirimu baik-baik" ucap naruto.

"baik tuan" balas hinata sambil menudukkan kepalanya.

.

..

...

Sepertinya Naruto melupakan rencananya dikarenakan terlena dengan sikap hinata yang begitu memanjakannya.

.

..

...

Disekolah.

"Naruto-kun bagaimana menurutmu kinerja hinata dan apa dia baik-baik saja?" tanya sakura

"ya sejauh ini dia melebihi eksetasiku, aku tidak menyangka dia begitu cekatan,kalau dia konsisten seperti itu terus mungkin gajinya akan kunaikkan" jawab naruto.

"sukurlah kalau begitu" sakura cukup lega karena keadaan hinata hinata baik-baik saja.

.

..

...

Dikediaman Naruto.

"aku pulang" kata naruto sambil membuka pintu rumahnya.

"selamat datang tuan" didepan pintu sudah ada hinata yang menunggu majikannya tersebut pulang, sambil memakai pakaian yang sedikit terbuka, hanya menggunakan tanktop dan hotpants saja.

"hi..hinata kenapa pakaiainmu itu" naruto terkejut karena biasanya hinata memakai pakaian yang selalu tertutup namun tiba-tiba berubah 180 derajat.

"habisnya disini sangat panas tuan, apalagi AC nya rusak jadi aku kepanasan kalau memakai pakaianku yang biasaya, maaf kalau tuan risih" jelas hinata.

"oh begitu, kalau begitu tidak apa-apa,nanti akan kupanggil teknisi untuk memperbaikinya.

"sial melihatnya seperti itu membuatku jadi semakin ingin memilikinya" ucap naruto dalam hati.

"hinata, tolong buatkan aku jus jeruk" perintah naruto dengan lembut.

"tentu saja tuan, akan segera kusiapkan" hinata bergegas kedapur untuk menyiapkan jus pesanan tuannya tersebut.

Naruto yang telah selesai mengganti baju menunggu diruang tamu.

"baiklah ini tuan jusnya.

"hinata"

"iya tuan,kenapa?"

"duduklah disampingku"

"hmm, baiklah"

Hinata langsung saja duduk disamping naruto, dengan posisi seperti ini naruto bisa langsung melihat belahan dada hinata lebih jelas.

Tiba-tiba Naruto langsung menangkap kepala hinata dan mencium bibirnya.

"hmmmp... , tuan...hentilan.." hinata mencoba melepaskn ciuman tersebut

dan reflek dia langsung menampar naruto.

.

..

...

Naruto berhenti karena perbuatan hinata tersebut.

"tua..tuan maaf aku terlalu berlebihan" hinata dengan wajah ketakukan mencoba meminta maaf kepada majikannya itu.

"hinata, bahkan orang tuaku sendiri tidak pernah menamparku seperti ini"

TO BE CONTINUED