Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Lemon,Mainstream idea etc
.
..
...
You Are My Slave
...
..
"hinata, bahkan orang tuaku sendiri tidak pernah menamparku seperti ini" Ujar Naruto dengan datar.
Ekspresi yang dibuat naruto membuat hinata menjadi ketakutan, dia merasa naruto akan benar-benar marah dan akan segera memecatnya.
"sekali lagi aku mohon maaf tuan, aku siap untuk menerima hukuman asalkan aku tidak dipecat" ujar hinata sembari berlutut dihadapan naruto.
Hanya itu yang ada dipikiran hinata sekarang. Tidak lama kemudian naruto mulai bicara kembali.
"sudahlah jangan dipikirkan yang tadi itu memang salahku, setiap wanita pasti akan spontan melakukan itu bila terjadi padanya,kau tau kalau orang tau ku itu tidak pernah menamparku tapi dia langsung memukulku haha.."tiba-tiba naruto memgangi bahu hinata dan mencoba membuatnya berdiri.
"be..benarkah, tidak apa-apa tuan?" ujar hinata sambil mencoba untuk melihat wajah tuannya itu, terlihat bekas tamparan dipipinya. Sepertinya hinata menampar naruto dengan kekuatan penuh sehingga meninggalkan bekas luka.
"tidak apa-apa ya, mudah sekali kau bicara begitu" tiba-tiba ekspresi naruto kembali dingin.
"he... tuan masih marah padaku" tanya hinata.
"ka..kalau tuan mau menciumku kembali tidak apa-apa kok" entah apa yang ada pikiran hinata ia rela diperlakukan seperti itu agar naruto tidak marah lagi.
"hm.. bagaimana kalau aku memberimu sedikit hukuman" balas naruto sembari terseyum
Dan..
BRUKK...
Tiba-tiba naruto memojokkan hinata hingga terjatuh kelantai. Kini kedua tangan naruto memegangi kedua lengan hinata.
"tuan..tuan... apa yang kau lakukan?" tanya hinata ketakutan dengan perlakuan naruto tersebut. Dia berpikir sebentar lagi akan diperkosa oleh majikannya sendiri.
"tenang saja aku hanya ingin menciummu lagi kok" jelas naruto dan langsung saja dia mencium hinata kembali namun kali ini hinata tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuh naruto telah meindihnya.
"mmmpp...ahh.." desah hinata.
Setelah puas bermain-main dengan bibir dan lidah hinata kini pandangan naruto tertuju kepada bagian dada hinata yang keliatannya semakin besar dan mengeras.
Kini tangan naruto meremas dada milik hinata yang cukup besar untuk ukuran seusianya.
"ah.. cukup hentikan Naruto-kun" teriak hinata sambil mengacak-acak rambut naruto..
"haha.. akhirnya kau memanggil namaku"
"Na-naruto, jangan-jangan kau? " sepertinya hinata sudah mengingatnya sekarang
...
FLASHBACK
Saat jam istirahat...
"jadi kau yang menulis surat ini" ujar hinata dengan nada congkak.
"iya benar, jadi bagimana hyuuga-san apa jawabanmu"tanya naruto yang berharap hinata akan menerima cintanya.
"jawaban apa?" tanya hinata kembali
"tentu saja jawaban kau menerimaku atau tidak, tapi kuharap kau menerimaku?" ujar naruto sedikit malu.
"tentu saja sudah jelas jawabannya sudah jelas"
"maksudmu apa hyuuga san?"
"mana mungkin aku menerima orang biasa sepertimu. jangan mimpi kau untuk bisa menjadi pacarku, kau harus sadar posisimu itu, kau itu lebih pantas menjadi pelayanku"ujar hinata sambil merobek surat yang diberikan naruto.
"sudahlah aku harus pergi, aku tidak punya waktu untuk meladenimu" dengan segera hinata meninggalkan naruto yang telah terduduk lesu.
Seketika semangat dalam diri naruto menghilang, kini dia mematung dan menatap tanah.
Kini yang hanya dia pikirkan Cuma satu bagaimana cara membalas perlakuan hinata kepadanya.
"hinata , kau akan membalas perlakuanmu kepadaku dua kali lipat" pikir naruto.
END FLASHBACK
Hinata menyadari bahwa itu adalah naruto teman sekelasnya dulu karena sekarang rambut naruto yang semula rapi kini acak-acakan membuatnya mengenalinya kembali.
"ternyata itu kau naruto, apa kau masih dendam padaku" tanya hinata yang sekali lagi coba memberontak namun apa daya tenaga naruto lebih kuat.
"kau ini tidak bisa diam ya" tiba-tiba naruto mendapat ide untuk mengikat tangan hinata agar dia bisa dengan mudah menggagahi hinata.
"Nah dengan begini aku bisa leluasa" ujar naruto disertai senyuman yang membuat hinata semakin ketakutan.
"hentikan... kumohon.. , aku minta maaf dengan perlakuan padamu dulu jadi tolong lepaskan aku naruto" hinata pun memohon sambil menangis.
Namun naruto tidak akan terkecoh karena ini saat yang dia naruto mencoba melepas pakaian bagian bawah hinata hingga tanpa tersisa sehelai benang pun.
"sekarang akan kumasukkan rudal ku ini ya" naruto mencoba memasukkan rudal miliknya kedala milik hinata.
"arhhhh.. hentikann... ouch..." desah hinata semakin menjadi.
Kini naruto memasukkan setengah miliknya dan perlahan akhirnya seluruh bagian rudal naruto sudah masuk sepenuhnya kedalam milik hinata yang kini telah mengeluarkan darah.
"ternyata kau ini masih perawan ya, pantas saja karena sikapmu itu jadi tidak ada laki-laki yang bernai mendekatimu" kini naruto menggenjot hinata perlahan.
"bagaimana rasanya hinata ? kau menyukainya kan?" tanya naruto nakal.
"tidak, aku tidak menyukai,... ouccch...ah... ah...kyaaa..." kini gerakan naruto semakin dipercepat dan semakin cepat.
Kini desahan hinata semakin menjadi-jadi.
Beberapa menit kemudian.
"baiklah sedikit lagi aku akan keluar, " ujar naruto yang sedikit memperlambat gerakannya.
"kumohon jangan didalam" ujar hinata memohon.
"sudah terlambat" Naruto tidak menghiraukan perkataan hinata.
Kini cairan milik naruto sudah keluar semuanya didalam milik hinata.
"ti...tidak..., perasaan hangat apa ini," ucap hinata kini terbaring lemas.
Kini naruto melepaskan miliknya dari hinata.
"ya, hari ini segini dulu, punyanmu itu memang mantep hianta.. hahaha.." Naruto pun melepaskan ikatan tangan hinata dan meninggalkannya dilantai dengan keadaan setengah telanjang dengan bekas cairan yang membasahi kewanitaannya.
"ibu, maafkan aku, aku telah mengecewakanmu" ucap hinata sambil menangis.
Namun dia tidak boleh berhenti hanya karena ini , kini yang dia pikirkan hanyalah bagaimana bisa membantu keluarganya didesa.
...
Setelah beberapa menit kemudia hinata akhirnya berdiri dan bangkit kembali.
"aku harus membersihkan diriku dulu" hinata pun lekas untuk mandi.
"hah, dimana dia? Bagaimana reaksinya selanjutnya ya, apa dia akan kabur atau mencoba melapor polisi?" pikir naruto yang berspekulasi.
"wah... wah, kau sudah mandi hinata senang melihatmu kembali segar" ucap naruto menyeringai hinata.
"tuan, aku akan siapkan makan malam jadi tunggu sebentar" hinata bergegas kembali kekamar seperti tidak terjadi apa-apa.
"heh... kenapa dia itu ,setelah apa yang ku lakukan dia berlagak seperti tidak terjadi apa-apa" naruto mulai kesal melihat reaksi hinata yang biasa-biasa saja.
"dasar monster, seperinya aku harus memberinya hukuman yang lebih berat lagi"
...
TO BE CONTINUED
"
