Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Lemon,Mainstream idea etc
.
..
...
You Are My Slave
...
..
.
"dasar monster, seperinya aku harus memberinya hukuman yang lebih berat lagi" ujar naruto yang kesal dengan sikap hinata.
...
Hinata yang selesai mandi pun segera mengenakan pakaian dan bergegas untuk memasak makan malam, sedangkan naruto diam-diam memperhatikan hinata yang sedang memasak didapur.
Hinata tau bahwa naruto sedang memperhatikannya, namun dia tidak memperdulikan naruto dan hanya fokus untuk memasak.
"kenapa dia terus memperhatikanku sih,apa dia masih belum puas dengan apa yang sudah dia lakukan" begitu pikir hinata.
"Aku tidak menyangka dia kembali mengerjakan pekerjaannya seperti tidak terjadi apa-apa, benar-benar monster" pikir naruto yang kebingungan. Normalnya seorang wanita yang telah direnggut keperawanannya dengan paksa, minimal keadaannya sekarang itu akan syok namun hinata terlihat biasa-biasa saja.
Tiba-tiba hinata memikirkan sebuah ide.
"hm, ternyara ada tuan, sabar sebentar ya makanannya sebentar lagi matang" tiba-tiba hinata berbalik badan dan mendekat kepada naruto.
"hinata, kau tidak apa-apa? Apa kau sakit?, atau kepalamu terbentur" tanya naruto yang kebingungan.
"tuan ngomong apa sih, aku sehat-sehat saja kok" kali ini hinata semakin mendekatkan tubuhnya kedada naruto sehingga wajah mereka bertemu.
"hinata apa kau sebelumnya sudah pernah melakukan itu dengan lelaki lain?" tanya naruto
"kalau itu tidak kok, itu tadi pengalaman kalau tuan mau abis ini kita bisa main lagi loh" sepertinya hinata mulai menggoda naruto.
"hinata sebaiknya kau lanjutkan saja memasakmu" tiba-tiba naruto menjauhkan hinata dari jangkauannya dan segera pergi jika dilihat sekilas wajah naruto sedikit memerah.
"haha..dia lucu juga ,sepertinya aku berhasil, dengan begini aku tidak usah khawatir lagi, aku akan tetap berkerja disini dengan begitu aku akan mendapat uang untuk membantu ibu dan hanabi" hanya itu yang dipikiran hinata sekarang, dia tidak peduli walau harus menjual tubuhnya sendiri.
"tuan, makanannya sudah siap" hinata memanggil naruto untuk makan malam.
Naruto pun menuju meja makan untuk menyantap makan malam yang disediakan hinata.
"baiklah kalau begitu aku permisi dulu" hinata pun segera pergi kekamarnya.
"ah, baiklah terima kasih makanannya hinata" ucap naruto.
...
"makanannya tidak berubah tetap seperti biasanya, jadi kenapa sikapnya itu ya, aku jadi tidak tega untuk memarahinya lagi" pikir naruto yang sedikit menyesal atas perbuatannya itu.
Setelah selesai makan naruto pun segera menuju kamar hinata.
TOK...TOK.. " hinata bisa bicara sebentar" ujar naruto dibalik pintu.
Setelah menggedor agak lama akhirnya hinata membuka pintunya.
"maaf tuan, aku tadi ketiduran" ujar hinata yang sambil mengucek-ucek matanya.
Naruto menelan ludah karena baru kali ini dia melihat hinata mengenakan baju tidur yang tembus pandang dan minimalis.
"anoo, bisa biacara sebentar hinata" ucap naruto sambil menggaruk kepalanya.
"dia pasti tergoda melihatku berpakaian seperti ini" pikir hinata.
"Ya,mau bicara apa tuan" tanya hinata.
"bisa kita keluar sebentar" ajak naruto.
"bagaimana kalau bicara dikamarku saja" hinata pun memaksa naruto dengan menarik kedalam kamar.
"ba-baiklah,"
"tuan duduklah dikasurku ini, jadi apa yang mau kau bicarakan" tanya hinata.
"sial, situasi macam apa ini dengan pakaian seperti itu didalam kamarnya, jadi membuatku ingin..., "naruto mulai berpikir yang tidak-tidak.
"begini hinata aku ingin minta maaf atas perbuatanku yang sudah ..."
"sudah tidak apa-apa tuan, lagipula hal itu sudah terjadi mau gimana lagi"
"tapi hinata aku sudah merebut hal yang paling berharga bagimu".
"itu sudah tidak penting lagi bagiku, dizaman sekarang kehilangan hal semacam itu sudahlah bukan hal yang berarti lagi, jadi tuan tidak usah memikirkannya" kali ini hinata menyandarkan kepalanya disamping bahu naruto.
Kali ini naruto hanya bisa terdiam sejenak.
"moh, lama sekali , kalau ngesex denganku cepat lakukan" hinata mulai bosan karena naruto tidak kunjung ingin menjamahnya.
"baiklah karena kau berkata seperti itu aku jadi sedikit lega, maaf sudah mengganggumu sekarang kau bisa lanjutkan tidurmu hinata"naruto pun segera pergi mennggalkan hinata begitu saja.
"hei... tunggu, kenapa kau pergi...?" sepertinya rencana hinata gagal, naruto tidak terpancing olehnya.
"dia itu kenapa sih, padahal aku sudah memakai pakaian seperti ini" ujar hinata yang cemberut karena naruto yang tidak peka.
...
"hampir saja, kalau tidak cepat pergi tadi aku bisa melakukan itu lagi" pikir naruto dibalik pintu.
"entah kenapa setelah kejadian itu sikapnya jadi berubah menjadi erotis..hmmm..., apa dia ketagihan ... ingin melakukan itu lagi" pikir naruto.
...
Keesokan harinya.
"Hinata apa makanannya sudah siap" naruto langsung menuju keruang makan dan menemukan meja yang masih kosong.
"apa dia belum memasak apapun?" naruto pun menuju dapur namun dia tak menemukan hinata disana,kini dia menuju kamar tidur dan sepertinya hinata masih tertidur lelap.
"hinata bangunlah sudah jam berapa ini" ucap naruto dibalik pintu.
Akhinrya hinata pun terbangun mendengar suara naruto yang keras.
"gawat, aku ketiduran "
"iya tuan sebentar " hinatapun segera membuka pintu.
"kau ini aku lembutin sedikit malah kembali berulah" kali ini naruto mencengkeram bahu hinata dengan keras.
"maaf tuan, aku khilaf ,tolong maafkan aku" hinata pun ketakuan melihat sikap naruto yang kembali menjadi kasar.
Naruto pun melemparkan hinata kekasur.
"sepertinya hari ini aku akan bolos dulu, dan sebagai ganti makan pagi ini adalah kau yang akan jadi santapannya hinata"
Narutopun mendekati hinata dan menimpa tubuhnya dan yang benar saja tanpa basa basi lagi naruto langsung menggagahi hinata seperti yang dia lakukan sebelumnya.
Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini hinata hanya pasrah disetubuhi agar tuannya berhenti memarahinya.
"hinata tumben kau diam saja?" tanya naruto.
Hinata tidak menjawab dan hanya memalingkan mukanya.
"aku tau sejak malam itu kau pasti ingin aku melakukan ini lagi kan? kalau begitu akan segera kumasukkan ya" naruto pun memasukkan rudal miliknya yang sudah mengeras kedalam milik hinata kembali.
"ah... ini masih saja sempit" ucap naruto yang sedikit kesusahan memasukkan rudal miliknya
"ouch..." hinata sedikit mengeluarkan desahan.
"kenapa hinata jangan malu-malu, keluarkan desahanmu itu" naruto pun menggoda hinata.
"ah...hah...hah..." karena gerakan naruto yang semakin brutal hinata pun akhirnya menyerah untuk diam dan mendesah sejadi-jadinya.
"naruto-kun jangan didalam lagi, nanti aku benar-benar bisa hamil ha..ah...uchhh.."hinata memohon
Naruto tidak menghiraukan ucapan hinata tersebut.
"ti..tidak..."
Kini semua sperma milik naruto telah masuk seluruhnya kedalam milik hinata.
"ini masih belum cukup" naruto pun kembali mencumbu hinata.
Kali ini naruto lakukan hingga hinata klimaks kedua kalinya, terlihat keringat yang mengalir didahi hinata.
"sudah cukup kuat aku sudah lelah" mohon hinata yang pura-pura tidak kuat meladeni naruto lagi.
"terima kasih makanannya hinata,anngap saja ini hukuaman buatmu dan aku harap kau tidak mengulangi kesalahanmu itu ya" naruto pun lekas meninggalkan hinata yang telah dalam keadaan tidak berdaya.
"hukuman macam apa itu tadi" gumam hinata yang wajahnya semakin memerah.
"apa aku mulai menyukai lelaki brengsek itu"
...
TO BE CONTINUED.
