Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Lemon,Mainstream idea etc
.
..
...
You Are My Slave
"apa aku mulai menyukai lelaki brengsek itu"
...
Hinata yang terkapar dikamarnya mencoba segera bangkit kembali, walaupun yang barusan itu jujur dia juga menikmatinya walaupun bibirnya mengatakan tidak.
"aku tidak boleh menyukainya, aku harus membuang perasaanku ini" begitu pikir hinata.
Setelah keluar dari kamarnya, hinata melihat-lihat disekitar dan sepertinya naruto sedang tidak ada dirumah.
"apakah dia pergi keluar mencari sarapan? , baiklah kalau begitu aku akan membuatkannya makanan untuk makan siang nanti" gumam hinata.
Dengan segera hinata langsung menuju kedapur untuk mencari bahan-bahan untuk masakannya nanti, namun yang ditemukannya bahwa bahan makanan sudah tidak mencukupi lagi, mau tidak mau hinata harus pergi membelinya keluar.
"huh, sepertinya aku harus pergi ke super market sekarang" hinata pun segera pergi ke super market yang tidak jauh dari kediaman majikannya tersebut.
Setelah keluar dari rumah hinata memperhatikan garasi mobil yang terlihat kosong dan sudah dipastikan kalau naruto yang pergi membawanya.
Setelah itu langsung saja Hinata bergegas pergi namun...
"hei kau mau kemana? Tanya salah seorang bodyguard yang berjaga diluar pagar.
"anoo, aku mau pergi membeli bahan makanan karena persediaan sudah habis" jawab hinata pelan. Sepertinya hinata sedikit takut dengan bodyguard tersebut dikarenakan badan dan perawakan yang besar dan wajah yang sangar.
"Jadi bolehkan a-a-a...ku lewat?" tanya hinata terbata-bata.
"kau tidak boleh pergi seenaknya ini perinta dari tuan naruto" tegas bodyguard itu.
"TAPI KALAU AKU TIDAK MASAK LAGI TUAN NARUTO AKAN MEMARAHIKU!" teriak hinata hingga membuat kuping bodyguard itu hampir pecah.
"aduhuh... sabar-sabar" ujar bodyguard/penjaga itu.
"kalau begitu aku akan pergi denganmu" ujar penjaga itu.
"heh... aku tidak mau ,aku sendiri saja tidak apa-apa, aku berjanji tidak akan kemana-mana kok" ujar hinata memaksa.
"kalau begitu aku akan mengawasimu dari jauh , bagaimana?" tawar penjaga itu.
"baiklah kalau begitu tidak usah dekat-dekat denganku ya" ujar hinata ngambek.
Akhirnya hinata pun pergi menuju supermarket sambil diawasi oleh penjaga itu dari kejauhan.
"moh, bagaimana cara untuk lolos dari penjaga itu sih" hinata memikirkan cara untuk lolos dari pengawasan penjaga tersebut dan dia pun menemukan ide setelah melihat pos polisi.
Hinata pun segera menuju ke pos polisi tersebut.
"kenapa dia kepos polisi yah" penjaga itu bertanya-tanya.
Setelah beberaa menit hinata pun keluar dari pos polisi tersebu dan kembali melanjutkan perjalanannya...
Namun ditengah perjalanan penjaga itu ketahuan polisi dan dicegat dijalan.
"aduh kenapa ini saya dicegat pak?" tanya penjaga.
"sudah ikut saya nanti bisa anda jelaskan dikantor" ujar polisi tersebut sambil memborgol penjaga itu kedalam.
"yes akhirnya aku terbebas darinya" gumam hinata yang melihat dari kejauhan.
Ternyata rencana hinata adalah melaporkan penjaga itu dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan atau penguntit agar dia ditangkap.
...
Setelah selesai membeli bahan makanan,secara tidak sengaja hinata berpapasan dengan sakura dijalan.
"sa-sakura-chan"
"hinata"
Sakura pun segera menghampiri hinata dan langsung saja memeluknya.
"duh, sudah lama sekali kita tidak ketemu" ujar sakura.
"uhm, menurutku tidak selama itu kok, sekitar 1 bulan sejak kita berpisah" balas hinata.
"itu termasuk lama loh buatku" balas sakura.
"jadi, kau dari mana hinata? Tanya sakura.
"aku dari super market tadi, soalnya persediaan bahan makanan sudah habis jadi aku harus membelinya lagi" jawab hinata.
"memasak untuk naruto ya" tanya sakura lagi penasaran.
"iya untuk siapa lagi, dia kan majikanku" jawab hinata sedikit tersenyum.
"Kau sendiri dari mana sakura?" Tanya hinata
"aku sih dari apartemen kebetulan mau ke super market juga" jawab sakura.
"oh begitu"
"anoo, hinata bagaimana keadaanmu disana apakah kau baik-baik saja?" tanya sakura kembali.
"hmm, yah aku baik-baik saja naruto sangat baik padaku" hinata menjawab dengan wajah yang murung.
"benarkah begitu, tapi raut wajahmu itu seperti berkata lain" ujar sakura yang tidak mudah dibohongi.
"gak kok sakura-chan, aku betah disana , jadi tidak usah khawatir ya" ujar hinata sembari tersenyum.
"yah baiklah kalau kau berkata begitu, tapi kalau ada apa-apa langsung saja beritahu aku ya?"
"ya baiklah sakura-chan"
"Bagaimana kalau kita cari tempat mengobrol" ajak sakura.
"boleh, tapi jangan lama-lama ya" saran hinata.
...
Setelah berbincang cukup lama dijalan mereka pun berpisah dan tidak terasa hari sudah semakin sore dan hinata melupakan tujuannya untuk memasakan makan siang. Dengan segera hinata segera lekas pulang.
Yang dia pikirkan sekarang adalah berharap naruto tidak memarahinya lagi.
Setelah sampai dikediamannya, naruto dicegat salah satu penjaga.
"hei, dimana jack? " tanya salah satu penjaga.
"hah, jack siapa ya? " tanya hinata bingung.
"DIA PENJAGA YANG BERSAMAMU TADI" jawab penjaga itu.
"hm kalau itu aku tidak tau maaf ya , baiklah kalau begitu aku masuk dulu ya soalnya aku harus segera memasak untuk tuan naruto" hinata pun segera masuk rumah.
"oh begitu, baiklah silahkan" ujar penjaga itu.
Hinata pun melihat garasi dan terlihat mobil milik naruto. Sepertinya naruto sudah kembali.
"anoo, pak penjaga" hinata menemui penjaga itu kembali.
"kenapa lagi?"
"sudah berapa lama tuan naruto pulang?" tanya hinata panik.
"dia sudah pulang sekitar 2 jam yang lalu" jawab si penjaga itu.
"matilah aku" pikir hinata.
Hinata segera masuk kerumah pelan-pelan ,seperti orang pencuri yang sedang mengendap-endap.
"hei, dari mana saja kau?" ujar naruto yang sedang duduk diruang tamu. Sepertinya naruto sudah siap disana sambil menunggu hinata pulang.
"heh... bagaimana ini?" pikir hinata , dia pun langsung ketakutan.
Naruto pun mendekati hinata.
"kenapa diam saja, aku bertanya loh ? " ujar naruto.
Tiba-tiba...
"hah" hinata terkejut karena seketika naruto langsung memeluknya.
"dasar kau ini membuatku khawatir saja" ujar naruto.
"heh...tu-tuan..."gumam hinata.
"ya ada apa?" tanya naruto.
"aku tadi habis membeli persedian bahan makanan karena yang didapur tinggal sedikit" jawab hinata pelan.
"oh begitu ya, tapi kenapa lama sekali?" tanya naruto
"soalnya tadi aku ... bertemu sakura ,karena terlalu ayik mengobrol aku jadi lupa waktu , ma..maafkan aku" hinata pun menangis dipelukan naruto.
"sudah tidak apa-apa , bagaimana kalau kau segera memasak untuk makan malam nanti?" ujar naruto sambil melepas pelukannya.
"ba.. baiklah tuan" hinata pun tidak menyangka naruto memaafkannya, jauh didalam lubuk hatinya mungkin hinata telah benar-benar menyukai naruto.
"perasaan ini lagi, aku tidak boleh menyukainya, dia itu brengsek.." pikir hinata.
...
Setelah makan malam.
"hinata kau ada waktu sebentar?" tanya naruto kepada hinata.
"iya tuan tentu saja" jawab hinata.
"kenapa dia bertanya seperti itu , dia menjadi sopan sekali" hinata pun bingung dengan sikap naruto.
...
"aku ingin minta tolong bisakah kau sedikit memijat punggungku" pinta naruto.
"heh.. memijat ,eh .. baiklah tuan tentu saja aku bisa" balas hinata.
"apa hanya itu? Aku kira kau ingin sex dariku? " pikir hinata.
...
"tuan kita lakukan dimana ya?" tanya hinata.
"Dikamarku saja" jawab naruto.
Setelah sampai dikamarnya, naruto pun langsung membuka bajunya. Memperlihatkan punggung naruto yang kekar. Wajah hinata pun memerah dibuatnya.
"baiklah silahkan hinata" naruto mempersilahkan hinata memijat punggungnya.
Hinata pun memijat punggung naruto perlahan.
"punggungnya keras sekali untuk ukuran anak manja seperti dia" pikir hinata.
"ya begitu bagus hinata, ternyata tuan putri sepertimu juga pandai melakukan hal seperti ini" ujar naruto.
"apa maksud perkataannya itu apa dia mengejekku?" pikir hinata
"hinata ada yang ingin aku tanyakan?"
"ad apa tuan?"
"apa kau melihat salah satu penjaga ku?"
"pe-penjaga yang mana?" tanya hinata.
"tentu saja penjaga yang menunggu digerbang, aku hanya melihat satu orang, yang satu orang lagi kemana ya? " tanya naruto.
"eh... aku tidak tau dia kemana?" hinata pun ngeles.
"bukankah dia pergi mengawal mu " tanya naruto
" benar, tapi aku tidak melihatnya lagi setelah pulang" hinata berbohong lagi.
"baiklah, aku percaya padamu" ujar naruto.
"dasar , kalau sudah kembali akan kuhukum dia karena telah melalaikan tugasnya" ujar naruto dengan raut wajah kesal.
"anoo, tuan sebaiknya tanya dulu alasannya, siapa tau dia ada masalah" saran hinata.
"hm... begitu ya ada benarnya juga" naruto langsung mengiyakan saran hinata.
"sepertinya sudah cukup hinata, kau bisa kembali kekamarmu?" perintah naruto.
"apa cepat sekali tuan?" hinata bertanya-tanya.
"ya punggungku sudah mendingan"
"hm, apa benar sudah mendingan" hinata bertanya kembali.
"iya sudah ,memangnya kenapa hinata?" tanya naruto balik.
"eh.. tidak apa kok aku hanya memastikan saja"
"duh ,kenapa dia tidak berniat menyentuhku sih, tunggu dulu apa yang kupikirkan, seharusnya aku bersyukur dia sudah berubah, tapi kenapa aku malah ingin dia melakukan itu lagi" pikir hinata hingga raut wajahnya merah.
Tiba-tiba hinata mendekati naruto dan segera memeluknya hingga tergeletak dikasur. Kini posisi hinata sedang berada diatas tubuh naruto.
"hi..hinata...?
...
TO BE CONTINUED
A/N : Akhirnya update setelah sekian lama, terima kasih kepada reader sudah bersedia menunggu , chapter depan sepertinya chapter terakhir karena author mau fokus kefanfic lain, so see you next time.
